0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan3 halaman

Dinamika Perubahan Standar Akuntansi IFRS

Dokumen tersebut membahas beberapa soal mengenai standar akuntansi internasional IFRS dan PSAK di Indonesia. Soal-soal tersebut meliputi perubahan standar IAS 40 menjadi IAS 41, standar yang tepat untuk laporan keuangan yayasan nirlaba, penerapan nilai wajar dalam beberapa standar akuntansi, perkembangan PSAK Penyajian Laporan Keuangan dan PSAK 33 Pertambangan Umum, prinsip-prinsip dasar akuntansi

Diunggah oleh

Layli Nisfatul
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan3 halaman

Dinamika Perubahan Standar Akuntansi IFRS

Dokumen tersebut membahas beberapa soal mengenai standar akuntansi internasional IFRS dan PSAK di Indonesia. Soal-soal tersebut meliputi perubahan standar IAS 40 menjadi IAS 41, standar yang tepat untuk laporan keuangan yayasan nirlaba, penerapan nilai wajar dalam beberapa standar akuntansi, perkembangan PSAK Penyajian Laporan Keuangan dan PSAK 33 Pertambangan Umum, prinsip-prinsip dasar akuntansi

Diunggah oleh

Layli Nisfatul
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SOAL

Soal 1.1

Sebagai standar akuntansi internasional IFRS sangat dinamis terhadap perubahan karena
standar ini berlaku secara global. Semakin banyak pihak yang menggunakan maka
permasalahan dalam penerapan standar akan memunculkan kritik sehingga standar
dirasakan perlu untuk dilakukan revisi. Carilah informasi di Internet terkait dengan
perubahan yang terjadi atas standar akuntansi untuk Agricultur (IAS 40). Jelaskan
bagaimana dinamika terlihat dalam perubahan standar tersebut!

Jawab : Dinamika perubahan yang terjadi dari akuntansi untuk investasi properti
yang terdapat di IAS 40 menuju ke IAS 41 untuk pertanian, di Investasi Properti
berlaku untuk akuntansi untuk properti (tanah atau bangunan) untuk menghasilkan
rental atau untuk kenaikan (atau keduanya). Properti investasi pada awalnya diukur
pada biaya dan, dengan beberapa pengecualian. mungkin selanjutnya diukur
dengan menggunakan model biaya atau model nilai wajar, dengan perubahan
nilai wajar di bawah model nilai wajar diakui dalam laporan laba rugi. Dengan
banyaknya pengaturan yang telah ditentukan di IAS 40 seperti IAS 40 izin entitas
untuk memilih antara: [IAS 40,30], Kedua Nilai Model Adil danBiaya Model [IAS
40,75], Pengungkapan tambahan untuk Nilai Wajar Model [IAS 40,76], dan yang
terakhir yang Pengungkapan tambahan untuk Model Biaya [IAS 40,79] isinya metode
penyusutan yang digunakan masa manfaat atau tarif penyusutan yang digunakan
jumlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan (agregat dengan akumulasi
penurunan nilai) pada awal dan akhir periode rekonsiliasi jumlahtercatat properti
investasi pada awal dan akhir periode, menunjukkan penambahan,
pelepasan, depresiasi, penurunan nilai diakui atau terbalik, selisih kurs, transfer ke
dan dari persediaan dan properti pemilik diduduki, dan perubahan lainnya nilai wajar
properti investasi. Jika nilai wajar dari suatu asetinvestasi tidak dapat diukur
dengan andal, pengungkapan tambahan yang diperlukan, termasuk, jika mungkin,
kisaran perkiraan di mana nilai wajar sangat mungkin untuk berbohong,
disinilah mulai terlihat ketidak efektifan aturan yang terdapat di IAS 40
didalam mengatur pengungkapan serta menetukan nilai wajar. Dan melihat
kebutuhan yang ada untuk bidang pertanian IAS membuat pengaturan yang
baru tentang akuntansi untuk pertanian y a n g t e r t u a n g d i d a l a m I A S 4 1
g u n a menguatkan pengaturan tentang pengungkapan dan penetuan nilai wajar.

Soal 1.2

Yayasan Amanah merupakan yayasan pendidikan yang dimiliki oleh sebuah organisasi
masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap masyarakat terlantar di Depok. Yayasan
tersebut mengelola sebuah sekolah dari tingkat SD sampai Universitas, satu rumah
singgah dan satu panti rehabilitasi. Yayasan menerima donasi dari masyarakat, organisasi
internasional dan pemerintah. Yayasan dalam rangka transparansi dan akuntabilitas
menyusun laporan keuangan kepada para pemangku kepentingan. Diskusikan standar apa
yang paling tepat digunakan dalam menyusun laporan keuangan yayasan Amanah!
Jawab : Karena Yayasan merupakan entitas katagori nirlaba maka Standar yang paling
tepat digunakan oleh Y a y a s a n A m a n a h d i d a l a m m e n y u s u n l a p o r a n
k e u a n a g a n n y a y a i t u S t a n d a r O r g a n i s a s i n i r l a b a menggunakan PSAK atau
SAK ETAP dengan pelaporan menggunakan PSAK 45.

Soal 1.3

Penggunaan nilai wajar banyak digunakan dalam standar Akuntansi bebasis IFRS.
Namun sebenarnya tidak semua standar menggunakan nilai wajar. Diskusikan bagaimana
penerapan nilai wajar dalam beberapa standar akuntansi dan jelaskan bagaimana
penerapan nilai wajarnya.

Jawab : Saat ini dari seluruh PSAK yang berlaku di Indonesia terdapat 12 PSAK yang melibatkan
nilai wajar , yaitu PSAK No. 10, 13, 16, 22, 23, 24, 30, 48, 50, 55, 58 dan 60.

a. Menurut PSAK No. 10 (revisi 2010) tentang pengaruh perubahan kurs valuta asing, nilai
wajar di definisikan sebagai istilah yang dipakai untuk mempertukarkan asset atau
menyelesaikan liabilitas antara pihak-pihak yang berkeinginan dalam sutau transaksi wajar.
b. Dalam PSAK 13 (revisi 2008), tentang properti investasi, nilai wajar adalah harga mana
properti dipertukarkan antara pihak-pihak yang memiliki pengetahuan memadai dan
berkeinginan dalam suatu transaksi yang wajar (arm’s length transaction).
c. Dalam PSAK No. 16 (revisi 2007), penggunaan nilai wajar dalam dilihat dalam pengukuran
setelah pengakuan awal, dimana setelah pengakuan awal, maka asset tetap secara berkala
diukur nilai wajarnya dengan metode revaluasian.
d. Dalam PSAK 22 (revisi 2010) mengenai kombinasi bisnis, teknik penilaian nilai wajar tidak
diatur secara tegas, khususnya dalam panduan aplikatif dan penggunaan beberapa teknik
penilaian dalam penentuan nilai wajar.
e. PSAK 23 (reformat 2007) tentang pendapatan, nilai wajar dari pendapatan diukur
berdasarkan imbalan (umumnya berbentuk kas atau setara kas) yang diterima atau yang
dapat diterima. Bila kas yang akan diterima ditangguhkan, nilai wajar imbalan ditentukan
dengan pendiskontoan seluruh penerimaan dimasa mendatang dengan menggunakan
tingkat bunga tersirat (imputed rate).
f. PSAK 24 (revisi 2004) tentang imbalan kerja, menetapkan acuan nilai wajar berdasarkan
harga pasar, bila harga pasar tidak tersedia maka nilai wajar asset program harus diestimasi.
g. PSAK 30 (revisi 2007) tentang sewa, tidak menjelaskan secara gambling tentang tata cara
penentuan nilai wajar.
h. PSAK 48 (revisi 2009) tentang penuruan nilai asset memberikan acuan penentuan nilai
wajar melalui beberapa tahapan.
i. PSAK 50 (revisi 2006) dan PSAK 55 (revisi 2006), penentuan nilai wajar dilakukan dengan
beberapa tahapan.
j. PSAK 58 (revisi 2009) tentang asset tidak lancar yang dimiliki untuk dijual dan operasi yang
dihentikan, tidak mengatur secara spesifik metode penentuan nilai wajar yang harus
digunakan.
k. Dalam PSAK 60, tentang pengungkapan instrumen keuangan, konsep nilai wajar memiliki 3
hierarki dalam mengukur ketika aset (liabilitas) dapat ditukar. Misalnya dengan
menggunakan harga kuotasian (quoted process at active markets).
Soal 1.4

PSAK berkembang dinamis mengikuti perkembangan IFRS. Cobalah cari informasi di


Internet dan sumber lain bagaimana kronologi perkembangan PSAK ! Penyajian Laporan
Keuangan dan PSAK 33 Pertambangan Umum. Jelaskan kronologis perkembangan
perubahan, dan referensi yang digunakan dalam penyusunan dua PSAK tersebut!

Soal 1.5

Salah satu karakteristik PSAK berbasis IFRS adalah menggunakan principles based
dalam penyusunan standarnya.

a. Jelaskan apakah yang dimaksud dengan principles based!

b. Berikan ilustrasi contoh aplikasi penggunaan principles based dalam standar!

c. Apakah yang harus dimiliki oleh akuntan untuk dapat menerapkan standar akuntansi
yang berbasis principles based!

d. Apakah keuanggulan principles based dibandingkan dengan rule based!

Soal 1.6

a. Ratih, seorang analis keuangan menemukan bahwa PT Mentari mengubah kebijakan


akuntansinya dalam menyusun laporan keuangan setiap tahun padahal bukan karena
ketentuan standar baru. PT Mentari mengubah kebijakan akuntansinya secara
sukarela. Atas perubahan tersebut PT Mentari telah mengikuti ketentuan PSAK 25
tentang perubahan kebijakan akuntansi. Ratih merupakan salah satu pengguna yang
menggunakan laporan keuangan untuk menentukan nilai perusahaan.

b. Berikanlah saran kepada Ratih hal apa yang harus diperhatikan dalam menganalisis
laporan keuangan tersebut! Ketentuan apa dalam kerangka konseptual yang
kemungkinan dilanggar oleh PT Mentari sehingga laporan keuangan berkurang
kualitasnya!

Anda mungkin juga menyukai