Anda di halaman 1dari 9

Muh Army Irianto

02320190144

TUGAS AKUNTANSI KEUANGAN 1

Soal 1.1
Sebagai standar akuntansi internasional, IFRS sangat dinamis terhadap perubahan karena standar ini
berlaku secara global. Semakin banyak pihak yang menggunakan maka permasalahan dalam penerapan
standar akan menunculkan kritik sehingga standar dirasakan perlu untuk dilakukan revisi. Carilah
informasi informasi di internet tekait dengan perubahan yang terjadi atas standar akuntansi untuk
Agriculture (IAS 40). Jelaskan bagaimana dinamika terlihat dalam perubahan standar tersebut!

JAWABAN

Dinamika perubahan yang terjadi dari akuntansi untuk investasi properti yang terdapat di IAS
40menuju ke IAS 41 untuk pertanian, di Investasi Properti berlaku untuk akuntansi untuk properti
(tanahdan / atau bangunan) untuk menghasilkan rental atau untuk kenaikan (atau keduanya). Properti
investasipada awalnya diukur pada biaya dan, dengan beberapa pengecualian. mungkin
selanjutnya diukurdengan menggunakan model biaya atau model nilai wajar, dengan
perubahan nilai wajar di bawahmodel nilai wajar diakui dalam laporan laba rugi. Dengan banyaknya
pengaturan yang telah ditentukandi IAS 40 seperti IAS 40 izin entitas untuk memilih antara: [IAS
40,30], Kedua Nilai Model Adil danBiaya Model [IAS 40,75], Pengungkapan tambahan untuk Nilai
Wajar Model [IAS 40,76], dan yangterakhir yang Pengungkapan tambahan untuk Model Biaya [IAS
40,79] isinya metode penyusutan yangdigunakan masa manfaat atau tarif penyusutan yang
digunakan jumlah tercatat bruto dan akumulasipenyusutan (agregat dengan akumulasi penurunan
nilai) pada awal dan akhir periode rekonsiliasi jumlahtercatat pro per ti inve stasi pa da aw al dan
akhir peri ode , m enu nj ukka n p enam ba han , p elepas an ,depresiasi, penurunan nilai diakui atau
terbalik, selisih kurs, transfer ke dan dari persediaan dan propertipemilik-diduduki, dan perubahan
lainnya nilai wajar properti investasi. Jika nilai wajar dari suatu asetinvestasi tidak dapat diukur
dengan andal, pengungkapan tambahan yang diperlukan, termasuk, jikamungkin, kisaran
perkiraan di mana nilai wajar sangat mungkin untuk berbohong, disinilah mulai terlihat
ketidak efektifan aturan yang terdapat di IAS 40 didalam mengatur pengungkapan
sertamenetukan nilai wajar. Dan melihat keb utuha n ya ng ad a untuk bidang perta nian
IAS membuatpengaturan yang baru tentang akuntansi untuk pertaniany a n g t e r tu a n g d i
d a l a m I A S 4 1 g u n a menguatkan pengaturan tentang pengungkapan dan penetuan nilai wajar.
Soal 1 . 2
Yayasan Amanah merupakan yayasan pendidikan yang dimiliki oleh sebuah organisasi
masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap masyarakat terlantar di Depok. Yayasan
tersebut mengelola sebuah sekolah dari tingkat SD sampai Universitas, satu rumah singgah
dan Pemerintah. Yayasan dalam rangka transparansi dan akuntabilitas menyusun laporan
keuangan kepada para pemangku kepentingan. Diskusikan standar apa yang paling tepat
digunakan dalam menyusun laporan keuangan yayasan Amanah!

JAWABAN

Karena Yayasan merupakan entitas katagori nirlaba maka Standar yang paling tepat
digunakan oleh Yayasan Amanah didalam menyusun laporan keuanagannya yaitu Standar
Organisasi nirlaba menggunakan PSAK atau SAK ETAP dengan pelaporan menggunakan PSAK
45.

Soal 1.3
Penggunaan nilai wajar banyak digunakan dalam standar Akuntansi berbasis IFRS Namun
sebenarnya tidak semua standar menggunakan nilai wajar. Diskusikan bagaimana penerapan
nilai wajar dalam beberapa standar akuntansi dan jelaskan bagaimana penerapan nilai
wajarnya?

JAWABAN

Saat ini nilai wajar dianggap sebagai konsep yang paling sesuai dan relevan untuk
penyusunanlaporan keuangan sebuah perusahaan atau entitas bisnis sebab bisa
menggambarkan nilai pasar yangsebenarnya terjadi pada saat itu.Saatini dari seluruh PSAK
yang berlaku di Indonesia terdapat 12 PSAK yang melibatkan nilai wajar , yaituPSAK No. 10,
13, 16, 22, 23, 24, 30, 48, 50, 55, 58 dan 60.

• Menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 10 (revisi 2010) tentang


pengaruhperubahan kurs valuta asing, nilai wajar di definisikan sebagai istilah yang dipakai
untukmempertukarkan asset atau menyelesaikan liabilitas antara pihak-pihak yang
berkeinginan dalam sutautransaksi wajar.

• Dalam PSAK 13 (revisi 2008), tentang properti investasi, nilai wajar adalah harga
manaproperti dipertukarkan antara pihak-pihak yang memiliki pengetahuan memadai dan
berkeinginandalam suatu transaksi yang wajar (arm’s length transaction). Acuan terbaik
nilai wajar yang digunakan adalah berdasarkan harga kini dalam pasar untuk properti
serupa dalam lokasi dan dankondisi serupa. Namun harga ini belum tentu tersedia karena
pasar aktif properti belum tentu tersedia.Dalam kondisi tidak tersedianya harga di pasar
aktif, maka entitas dapat menentukan nilai wajardengan mempertimbangkan informasi dari
berbagai sumber, di antaranya: (1) harga kini dalam pasaraktif untuk properti serupa
dilokasi yang berbeda, kemudian disesuaikan untuk perbedaan lokasitersebut; (2) harga
terakhir properti serupa dalam pasar yang kurang aktif dengan penyesuaian
untukmencerminkan adanya perubahan dalam kondisi ekonomi sejak tanggal transaksi
terjadi pada hargatersebut; (3) nilai estimasi arus kas masa depan (metode discounted cash
flow) menggunakan tingkatdiskonto yang mencerminkan resiko atas ketidak pastian dalam
jumlah dan waktu arus kas.Penghitungan nilai wajar ini dilakukan setiap tanggal neraca,
entitas harus menghitung nilaiwajar dari properti investasi. Keuntungan atau kerugian dari
perubahan nilai wajar atas propertyinvestasi diakui dalam laba-rugi periode berjalan.

• Dalam PSAK No, 16 (revisi 2007), penggunaan nilai wajar dalam dilihat dalam
pengukuransetelah pengakuan awal, dimana setelah pengakuan awal, maka asset tetap
secara berkala diukur nilaiwajarnya dengan metode revaluasian. Dalam metode ini nilai
revaluasian adalah nilai wajar padatanggal revaluasi dikurangi akumulasi penyusutan dan
akumulasi rugi penurunan nilai yang terjadisetelah tanggal revaluasi. Penetapan nilai wajar
dilakukan melalui penilai yang memiliki kualifikasiprofessional. Untuk penilaian terhadap
tanah dan bangunan, biasanya penilai menggunakan buktipasar. Sedangkan untuk penilaian
asset tetap lain seperti pabrik dan peralatan, penilai menentukansendiri nilai pasar
wajarnya. Jika tidak ada pasar yang memperjualbelikan asset tetap serupa,penentuan nilai
pasar wajar dapat dilakukan dengan pendekatan penghasilan atau biaya penggantiyang
telah disusutkan (depreciated replacement cost approach). Revaluasi asset tetap harus
dilakukanmenyeluruh dan kenaikan asset tercatat akibat revaluasi langsung dikreditkan ke
ekuitas pada bagianselisih penilaian kembali aktiva tetap. Dari sudut perpajakan untuk
revaluasi asset tetap adalahdikenakannya PPh final sebesar 10% atas selisih lebih penilaian
kembali aktiva tetap.

• Dalam PSAK 22 (revisi 2010) mengenai kombinasi bisnis, teknik penilaian nilai wajar
tidakdiatur secara tegas, khususnya dalam panduan aplikatif dan penggunaan beberapa
teknik penilaiandalam penentuan nilai wajar. PSAK 23 (reformat 2007) tentang pendapatan,
nilai wajar daripendapatan diukur berdasarkan imbalan (umumnya berbentuk kas atau
setara kas) yang diterima atauyang dapat diterima. Bila kas yang akan diterima
ditangguhkan, nilai wajar imbalan ditentukan denganpendiskontoan seluruh penerimaan
dimasa mendatang dengan menggunakan tingkat bunga tersirat(imputed rate).

• PSAK 24 (revisi 2004) tentang imbalan kerja, menetapkan acuan nilai wajar
berdasarkanharga pasar, bila harga pasar tidak tersedia maka nilai wajar asset program
harus diestimasi. PSAK 30(revisi 2007) tentang sewa, tidak menjelaskan secara gambling
tentang tata cara penentuan nilai wajar.PSAK 48 (revisi 2009) tentang penuruan nilai asset
memberikan acuan penentuan nilai wajar melaluibeberapa tahapan. PSAK 50 (revisi 2006)
dan PSAK 55 (revisi 2006), penentuan nilai wajar dilakukandengan beberapa tahapan. PSAK
58 (revisi 2009) tentang asset tidak lancar yang dimiliki untuk dijualdan operasi yang
dihentikan, tidak mengatur secara spesifik metode penentuan nilai wajar yang
harusdigunakan.
• Dalam PSAK 60, tentang pengungkapan instrumen keuangan, konsep nilai wajar memiliki
3hierarki dalam mengukur ‘ketika aset (liabilitas) dapat ditukar’. Misalnya dengan
menggunakan hargakuotasian (quoted process at active markets). Dalam pendekatan pasar
ini, nilai wajar diukurberdasarkan harga pasar atau informasi relevan lain yang dihasilkan
dari transaksi di pasar. Hal initermasuk harga aset (liabilitas) sejenis yang ada di pasar, dan
metode penilaian lain yang konsistendengan pendekatan pasar. Urutan yang digunakan jika
nilai wajar menggunakan pendekatan pasaradalah, pertama harga pasar aset (liabilitas)
pada saat pelaporan, jika tidak terdapat harga pasar asset(liabilitas) maka menggunakan
harga pasar aset (liabilitas) sejenis, jika tidak terdapat harga pasar asset(liabilitas) sejenis
maka menggunakan model yang konsisten dengan pendekatan pasar (contohnyamodel
matrix pricing, dan lain-lain).

Input selain harga kuotasian yang dapat diobservasi baik langsung maupun tidak langsung
(noactives market, valuation techniques). Hierarki ini umumnya menggunakan pendekatan
penghasilan,dimana digunakan teknik penilaian untuk mengubah nilai masa depan
(contohnya aliran kas atau laba)ke nilai kininya terdiskonto (discounted). Pengukuran nilai
wajar dalam pendekatan ini menggunakandasar nilai yang dilihat dari harapan pasar kini
atas nilai aset (liabilitas) masa depan. Pendekatan initermasuk menggunakan nilai kini
(present value, option pricing).Input yang bukan berdasarkan data pasar yang dapat
diobservasi (no market equities cost).Pendekatan ini umumnya disebut pendekatan biaya
pengganti kini (current replacement cost). Biayapengganti ini adalah jumlah yang diperlukan
untuk menggantikan suatu aset.

Soal 1.4
PSAK berkembang mengikuti perkembangan IFRS. Cobalah cari informasi di Internet dan
sumber lain bagaimana kronologi perkembangan PSAK I Penyajian Laporan Keuangan dan
PSAK 33 Pertambangan Umum. Jelaskan kronologis perkembangan, perubahan dan referensi
yang digunakan dalam penyusunan dua PSAK tersebut!

JAWABAN

Kronologis perkembangan, perubahan, dan referensi yang digunakan di PSAK I Penyajian


Laporan Keuangan yaitu antara lainEksposure Draft PSAK 1 (Revisi 2009) tentang Penyajian
Laporan Keuangan telah diterbitkan. ED PSAK 1 merupakan adopsi IAS 1 Presentation
Financial Statement, proses adopsi ini merupaka salah satu program konvergensi IFRS yang
sedang dilakukan oleh Dewan Standar Akuntansi keuangan (DSAK IAI).ED PSAK 1 ini
menetapkan dasar-dasar bagi penyajian laporan keuangan bertujuan umum (general
purpose financial statements) yang selanjutnya disebut ‘laporan keuangan’ agar dapat
dibandingkan baik dengan laporan keuangan periode sebelumnya maupun dengan laporan
keuangan entitas lain. Pernyataan ini mengatur persyaratan bagi penyajian laporan
keuangan, strukturlaporan keuangan, dan persyaratan minimum isi laporan keuangan. Ada
beberapa perbedaan antara PSAK 1 (Revisi 2009) dan ED PSAK 1 (Revisi 2009).Dewan Standar
Akuntansi Keuangan (DSAK) IAI pada tanggal 21 April 2009 kemarin telah menyetujui
Exposure Draft (ED) PSAK 1 (revisi 2009) tentang Penyajian Laporan Keuangan untuk
disebarluaskan dan ditanggapi oleh kalangan anggota IAI, Dewan Konsultatif SAK, Dewan
Pengurus Nasional IAI, perguruan tinggi dan individu/organisasi/lembaga lain yang
berminat.ED PSAK 1 (Revisi 2009) : Penyajian Laporan Keuangan ini yang merupakan adopsi
dari IAS 1 : Presentation of Financial Statements merevisi PSAK 1 (1998) : Penyajian Laporan
Keuangan.

Secara umum perbedaan ED PSAK 1 (Revisi 2009) dengan PSAK 1 (Revisi 1998) diantaranya
adalah sebagai berikut :

• ED PSAK 1 (Revisi 2009) mengadopsi IAS 1 Presentation of Financial Statements (2009)


sedangkan PSAK 1 (Revisi 1998) mengadopsi IAS 1 Disclosure of Accounting Policies (1997).

• Penggantian istilah “Kewajiban” pada PSAK 1 (Revisi 1998) menjadi “Liabilitas” pada ED
PSAK 1 (Revisi 2009).

• Pada ED PSAK 1 (revisi 2009) terdapat definisi istilah yang digunakan, yaitu laporan
keuangan untuk tujuan umum, tidak praktis, standar akuntansi keuangan, material, catatan
atas laporan keuangan, penghasilan komprehensif lain, pemilik, laba atau rugi sedangkan
pada PSAK 1 (1998) tidak terdapat definisi istilah yang digunakan.

• Menurut ED PSAK 1 (revisi 2009), informasi yang disajikan dalam laporan keuangan
meliputi : Aset, Liabilitas, Ekuitas, Pendapatan dan beban termasuk keuntungan dan
kerugian, Kontribusi dari dan distribusi kepada pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik
serta Arus kas sedangkan menurut PSAK 1 (1998), informasi yang disajikan dalam laporan
keuangan meliputi : Aset, Kewajiban, Ekuitas, Pendapatan dan beban serta Arus Kas.

• Mengenai tanggung jawab atas laporan keuangan, ED PSAK 1 (revisi 2009) tidak mengatur
mengenai pihak yang bertanggung jawab atas laporan keuangan, sedangkan PSAK 1 (1998)
mengatur bahwa manajemen bertanggung jawab atas laporan keuangan.

• ED PSAK 1 (revisi 2009) mengatur mengenai komponen laporan keuangan yang lengkap
yaitu : (a) Laporan posisi keuangan (neraca), (b) Laporan laba rugi komprehensif, (c) Laporan
perubahan ekuitas, (d) Laporan arus kas, (e) Catatan atas laporan keuangan, (f) Laporan
posisi keuangan awal periode komparatif sajian akibat penerapan retrospektif, penyajian
kembali, atau reklasifikasi pos-pos laporan keuangan, sedangkan PSAK 1 (1998) mengatur
mengenai komponen laporan keuangan yang lengkap meliputi : (a) Neraca, (b) Laporan laba
rugi, (c) Laporan perubahan ekuitas, (d) Laporan arus kas serta (e) Catatan atas laporan
keuangan.
• Mengenai Kepatuhan terhadap SAK, ED PSAK 1 (revisi 2009) mengatur bahwa entitas
membuat pernyataan kepatuhan atas SAK dalam laporan keuangan, sedangkan PSAK 1
(1998) tidak mengatur mengenai laporan keuangan yang harus memuat pernyataan
kepatuhan entitas atas SAK.

• ED PSAK 1 (revisi 2009) mengatur bahwa penyimpangan dari suatu PSAK diijinkan jika
kepatuhan atas PSAK tersebut bertentangan dengan tujuan laporan keuangan dalam
KDPPLK, sedangkan PSAK 1 (1998) tidak mengatur mengenai penyimpangan dari suatu PSAK.

• ED PSAK 1 (revisi 2009) tidak mengatur mengenai bagaiman memilih dan menerapkan
kebijakan akuntansi ketika tidak diatur dalam suatu PSAK. Hal tersebut akan diatur dalam
PSAK 25, jika PSAK 25 sudah mengadopsi IAS 8 terkini. Sedangkan PSAK 1 (1998)
mencantumkan pengaturan bagaimana memilih dan menerapkan kebijakan akuntansi ketika
tidak diatur dalam suatu PSAK.

• ED PSAK 1 (revisi 2009) tidak mengatur kapan entitas sebaiknya mengeluarkan laporan
keuangan, sedangkan PSAK 1 (1998) mengatur bahwa entitas sebaiknya mengeluarkan
laporan keuangan paling lama 4 bulan setelah tanggal neraca.

• ED PSAK 1 (revisi 2009) tidak lagi memperkenankan penggunaan istilah “Pos Luar Biasa”,
sedangkan PSAK 1 (1998) masih memperkenankan penggunaan istilah tersebut.

Terakhir revisi 2013 menghasilkan perkembangan dan perubahan seperti berikut :

• Judul Laporan Laba Rugi Komprehensif menjadi Laporan Laba Rugi danPenghasilan
Komprehensif Lain.

• Informasi komparatif minimun dan tambahan

• Pemisahan penghasilan komprehensif lain termasuk juga pajak terkait :

- Akan direklasifikasi ke laporan laba rugi periode berikutnya

- Tidak akan direklasifikasi ke laporan laba rugi.

• Tambahan definisi : laba rugi, pemilik, material,penyesuaian

reklasifikasi, tidak praktis, total penghasilan komprehensif

• Sinkronisasi dengan terbitnya PSAK lain:

- PSAK 65 Konsolidasian, PSAK 4 Laporan Keuangan Tersendiri

- PSAK 15 Investasi pada Asosiasi dan Ventura Bersama

- PSAK 68 Pengukuran Nilai Wajar


Kronologis perkembangan, perubahan, dan referensi yang digunakan di PSAK 33
Pertambangan Umum yaitu Dalam PSAK 33 (1994): Akuntansi Pertambangan Umum
mengatur perlakuan akuntansi atas:

- Aktivitas eksplorasi;

- Aktivitas pengembangan dan konstruksi;

- Aktivitas produksi (termasuk pengupasan lapisan tanah);dan

- Aktivitas pengelolaan lingkungan hidup.

Dalam rincian substantially Non Comparable pada PSAK 33 : Akuntansi Pertambangan Umum
sudah diputuskan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK IAI) untuk merevisi PSAK
tersebut dalam rangka proses konvergensi IFRS di Indonesia. PSAK 33 : Akuntansi
Pertambangan Umum direvisi menjadi ED PSAK 33 (revisi 2011): Akuntansi Pertambangan
Umum.

ED PSAK 33 (revisi 2011): Akuntansi Pertambangan Umum mengatur perlakuan akuntansi


atas:

- Aktivitas pengupasan lapisan tanah;

- Aktivitas pengelolaan lingkungan hidup.


Soal 1.5
Salah satu karakteristik PSAK berbasis IFRS adalah menggunakan principles based dalam
penyusunan standarnya.

a. Jelaskan apakah yang dimaksud dengan principles based!

b. Berikan ilustrasi contoh aplikasi penggunaan principles based dalam standar!

c. Apakah yang harus dimiliki oleh akuntan untuk dapat menerapkan standar akuntasi yang
berbasis principles based!

d. Apakah keunggulan principles based dibandingkan dengan ruled based!

JAWABAN

a. merupakan konsep yang meletakkan tujuan kunci dalam pelaporan keuangan, kemudian
menyediakan landasan untuk menjelaskan tujuan tersebut. Jika timbul keragu–raguan
mengenai sebuah aturan, pembaca diarahkan kembali ke landasan prinsip tersebut.

b. Standar berbasis prinsip dimana manajer memilih perlakuan akuntansi yang


merefleksikan transaksi atau kejadian ekonomi yang mendasarinya, meskipun hal sebaliknya
dapat terjadi. Standar berbasis prinsip memungkinkan manajer, anggota komite audit, dan
auditor menerapkan judgment profesionalnya untuk lebih fokus pada merefleksi kejadian
atau transaksi ekonomi secara substansial, tidak sekedar melaporkan transaksi atau
kejadian ekonomi sesuai dengan standar, seperti yang tertuang dalam IFRS berbasis prinsip.

c. Yang harus dimiliki akuntan untuk dapat menerapkan standar akuntasi yang berbasis
principles based yaitu seorang akuntan harus memiliki penguasaan terhadap prinsip
akuntansi.

d. Keunggulan principles based dibandingkan dengan ruled based yaitu :

- Kosakata yang digunakan “standar” berarti kata yang digunakan dalam Principle Based
Standard adalah prinsip-prinsip yang terpilih.

- Standar berbasis prinsip lebih mudah dipahami.

- Hubungan antara satu prinsip dengan prinsip lain menjadi lebih jelas.

- Konsistensi antar prinsip dan antar standar individual dapat lebih dijamin

- Kontradiksi prinsip lebih mudah ditengarai dan disempurnakan oleh para penyusun
standar.
Soal 1.6
Ratih seorang analis keuangan menemukan bahwa PT Mentari mengubah kebijakan
akuntansinya dalam menyusun laporan keuangan setiap tahun padahal bukan karena
ketentuan standar baru. PT Mentari mengubah kebijakan akuntansinya secara sukarela. Atas
perubahan tersebut PT Mentari telah mengikuti ketentuan dalam PSAK 25 tentang
perubahan kebijakan akuntansi. Ratih merupakan salah satu pengguna yang menggunakan
laporan keuangan untuk menentukan nilai perusahaan.

Berikanlah saran kepada Ratih hal apa yang harus diperhatikan dalam menganalisis laporan
keuangan tersebut! Ketentuan apa dalam kerangka konseptual yang kemungkinan dilanggar
oleh PT Mentari sehingga laporan keuangan berkurang kualitasnya!

JAWABAN

• Saran saya kepada Ratih hal yang harus diperhatikan dalam menganalisis laporan
keuangan yaitu Ratih perlu membandingkan laporan keuangan dari satu periode ke periode
sehingga penerapan kebijakan yang konsisten terlaksana.

• Ketentuan dalam kerangka konseptual yang kemungkinan dilanggar oleh PT Mentari yang
dapat membuat kualitas Laporan Keuangan berkurang yaitu Persyaratkan oleh suatu PSAK
untukmenghasilkan laporan keuangan yang memberikan informasi yang andal dan lebih
relevan tentang dampak transaksi, peristiwa atau kondisi lainnya terhadap posisi keuangan,
kinerja keuangan atau arus kas entitas.