Anda di halaman 1dari 6

BAHAN AJAR TERMOKIMIA 01

A. PENGERTIAN TERMOKIMIA
Sebuah kayu bakar mengandung karbon yang apabila dibakar akan menghasilkan
suatu kalor dengan nilai tertentu. Untuk mengetahui bagaimana menghitung kalor dari
suatu reaksi diperlukan ilmu termokimia. Termokimia berasal dari bahasa Yunani yaitu
thermos yang berarti ‘panas’ atau ‘kalor’ dan kimia. Termokimia merupakan ilmu kimia
yang mempelajari banyaknya panas yang dilepas atau diserap (disorpsi) akibat reaksi
kimia. Ilmu ini digunakan untuk memperkirakan perubahan energi yang terjadi dalam
proses reaksi kimia, pembentukan larutan, maupun pada perubahan fase zat.
Para pengguna proses yang terkait dengan termokimia adalah ahli ilmu pengetahuan
(scientist) dan ahli teknik (engineer).

B. Hukum Kekekalan Energi (Hukum Termodinamika Pertama)


Hukum Kekekalan Energi disebut juga sebagai Hukum Termodi namika I. Hukum ini
ditemukan berkat beberapa percobaan yang dilakukan James Prescott Joule (1818–1889),
seorang ahli fisika berkebangsaan Inggris.
Bunyi hukum terrmodinamika I:
“ Energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan, tetapi dapat
diubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain”.
Sebagai penghargaan atas jasanya, nama James Prescott Joule diabadikan sebagai
nama satuan energi, yaitu joule. Joule merupakan satuan menurut Sistem Internasional
(SI), dengan rincian:
joule = newton ×meter
(J) = kg . m . s-2 x m
= kg . m2 . s-2
Satuan joule dapat dikonversi (diubah) ke dalam satuan energi yang lain,
seperti berikut.
1 kJ = 1000 J
1 kalori = 4,184 J
1 kkal = 1000 kal
1liter atm = 101,2 joule
1. Energi dan Entalpi
Energi didefinisikan sebagai kemampuan suatu materi untuk melakukan kerja.
Energi yang akan kita pelajari dalam termokimia adalah “energi dalam” dari suatu
sistem/reaksi-reaksi kimia.
Jika sebatang kayu dibakar, energi kimia yang dimiliki kayu akan diubah
menjadi energi kalor. Berapakah jumlah kalor yang dihasilkan dari pembakaran kayu
tersebut?
Jumlah total energi kalor yang terkandung dalam suatu materi disebut entalpi
dan di beri simbol H. Entalpi suatu zat tidak dapat diukur,tetapi perubahan entalpinya
dapat diukur. Perubahan entalpi terjadi ketika zat mengalami reaksi. Perubahan kalor
yang terjadi dalam reaksi kimia disebut perubahan entalpi (∆ H ).Perubahan entalpi
diberi notasi ∆ H dengan satuan joule dengan kilo joule. ∆ H menyatakan kalor yang
diterima atau dilepas oleh suatu reaksi. Pada tekanan konstan, perubahan entalpi sama
dengan jumlah kalor reaksi yang dilepaskan atau di serap oleh sistem.
∆ H = Qp
Besarnya perubahan entalpi atau disebut juga entalpi reaksi merupakan selisih antara
entalpi produk dan entalpi reaktan.
∆ H = H (produk) – H (reaktan)
Contoh:
Entalpi air ditulis HH2O. Air dapat berwujud cair dan padat. Entalpi yang
dimilikinya berbeda, HH2O(I) lebih besar daripada HH2O(s). Oleh karena itu untuk
mengubah es menjadi air diperlukan energi dari lingkungan.
Harga ∆H pada peristiwa perubahan es menjadi air adalah:
∆H= HH2O(I) −¿ HH2O(s)
Perubahan ini dapat ditulis dalam suatu persamaan reaksi yang disebut
persamaan termokimia sebagai berikut:
H2O(s) →H2O(I) ∆H= +6,02 kj
Berdasarkan perubahan entalpi, dikenal dua macam reaksi yaitu Reaksi Eksoterm dan
Reaksi endoterm.
2. Reaksi Eksoterm dan Reaksi Endoterm
a. Sistem dan lingkungan
Sistem adalah sesuatu yang menjadi pusat perhatian atau pusat pengamatan
sedangkan lingkungan adalah sesuatu yang berada diluar sistem. Dalam
termokimia, zat-zat yang disebut sistem adalah zat-zat yang kita reaksikan dalam
tabung reaksi, sedangkan di luar zat-zat pereaksi disebut lingkungan.
Sistem dapat dibedakan menjadi tiga macam berdasarkan interaksinya dengan
lingkungan, yaitu:
 Sistem terbuka adalah suatu sistem yang memungkinkan terjadinya
perpindahan kalor dan zat (materi) antara lingkungan dengan sistem.
 Sistem tertutup adalah suatu sistem dimana antara sistem dan lingkungan dapat
terjadi perpindahan kalor tetapi tidak dapat terjadi pertukaran materi.
 Sistem terisolasi merupakan suatu sistem di mana tidak memungkinkan
terjadinya perpindahan kalor dan materi antara sistem dengan lingkungan.
b. Sistem terbuka : Reaksi Eksoterm dan Reaksi Endoterm
 Reaksi Eksoterm adalah reaksi kimia yang menghasilkan kalor (panas). Sistem
melepaskan kalor kelingkungan.
Sistem →lingkungan : +
Contoh: proses pembakaran
Kayu api menjadi sistem yang melepaskan kalor ke lingkungan sehingga
lingkungan menjadi panas.
Misal: Suhu awal lingkungan 30oC
Suhu akhir lingkungan 35oC
Apabila sistem mengeluarkan kalor untuk lingkungan maka kalor dalam sistem
berkurang, sehingga ∆ H (perubahan entalpi) = negatif (-) sehingga terjadi
reaksieksoterm.
Reaksi eksoterm (∆H = -)
Reaksi eksoterm adalah reaksi kimia yang menghasilkan kalor. Pada
reaksi ini terjadi perpindahan kalor dari sistem ke lingkungan, sehingga
lingkungan merasakan panas. Reaksi eksoterm membebaskan energi sehingga
entalpi sistem berkurang dan perubahan entalpi akan berharga negatif.
Contoh: pembakaran kayu
Gambar:
Reaksi endoterm (∆H = +)
Reaksi endoterm adalah reaksi kimia yang menerima atau menyerap
kalor. Pada reaksi ini terjadi perpindahah kalor dari lingkungan ke sistem ,
sehingga suhu lingkungan turun dan akan menjadi dingin. Reaksi endoterm
akan menyerap sejumlah energi sehingga energi sistem bertambah dan
perubahan entalpi bertanda positif.
Contoh: reaksi fotosintesis
6CO2(g) + 6H2O(l) C6H12O6(S) + O2(g)
Jadi dalam reaksi terjadi perpindahan kalor dari lingkungan ke sistem,
sehingga suhu lingkungan turun dan suhu sistem naik.
Gambar:

Jadi dapat disimpulkan bahwa:


 Pada reaksi endoterm sistem menyerap kalor. Oleh karena itu entalpi
sistem akan bertambah maka entalpi produk (Hp) lebih besar dan
entalpi pereaksi (H negatif). Akibatnya perubahan entalpi (∆H) yaitu
selisih antara entalpi produk dengan entalpi pereaksi (H P-HR) bertanda
positif.
Reaksi endoterm = ∆H = HP-HR> 0 (positif)
 Pada reaksi eksoterm sistem melepaskan kalor, sehingga entalpi
sistem berkurang artinya entalpi produk lebih kecil dari entalpi
pereaksi, oleh karena itu ∆H = negatif.
Reaksi eksoterm = ∆H = HP-HR< 0 (negatif)
3. Hubungan antara Q dan ∆H adalah sebagai berikut:

Q = -ΔH atau ΔH = -Q

Grafik yang menunjukkan hubungan reaksi eksoterm dan reaksi endoterm :

1) Grafik reaksi eksoterm.

2) Grafik reaksi endoterm

Contoh:

1. C(g) + O2(g) CO2(g) ∆H = -394 kJ

2. C(g) +H4(g) CH4 ∆H = -79,9 kJ

3. 2H2(g) + O2(g) 2H2O(g) ∆H = -572 kJ

Perubahan entalpi yang diukur pada suhu 298 K dan tekanan 1atm adalah
perubahan entalpi standar. Perubahan entalpi standar dilambangkan dengan ∆H0.
Satuan yang digunakan SI entalpi adalah Joule (J) satuan lain yang digunakan adalah
kalori. Perubahan entalpi standar yang terjadi dalam reaksi satu mol zat dinamakan
∆H molar. Satuan untuk ∆H molar adalah kJ/mol atau kJmol-1.

Contoh Soal :
Tentukan apakah reaksi-reaksi berikut endoterm dan eksoterm.
a. AgBr(s) → Ag(s) + ½ Br2(l) ∆ H =+99,96 kj
b. H2(g) + ½ O2(g) → H2O(s) ∆ H =−292 kj
Jawab :
a. Penguraian AgBr menjadi Ag dan Br2 merupakan reaksi endoterm karena ∆ H nya
positif (menyerap kalor)
b. Pembentukan H2O merupakan reaksi eksoterm karena ∆ H nya negatif (melepaskan
kalor).