0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
534 tayangan11 halaman

Perumusan Strategi

Makalah ini membahas tentang manajemen strategik, meliputi pengertian strategi, tingkatan strategi dalam perusahaan yang terdiri dari strategi tingkat korporasi, bisnis, dan fungsional, serta analisis lima kekuatan Porter untuk menganalisis industri.

Diunggah oleh

setyawan mustachul
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
534 tayangan11 halaman

Perumusan Strategi

Makalah ini membahas tentang manajemen strategik, meliputi pengertian strategi, tingkatan strategi dalam perusahaan yang terdiri dari strategi tingkat korporasi, bisnis, dan fungsional, serta analisis lima kekuatan Porter untuk menganalisis industri.

Diunggah oleh

setyawan mustachul
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH MANAJEMEN STRATEGIK

“Perumusan Manajemen Strategik”

Disusun oleh kelompok 2:

Rahmad Hidayad (B.111.14.0074)


Restu Anggita Arviyanti (B.131.17.0333)
Fajar Restu Damarjati (B.131.17.0385)
Triyar Yudi Antoro (B.131.17.0448)
Muhammad Ali Nugara (B.131.17.0482)
Setyawan Mustachul (B.131.17.0483)

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS SEMARANG

2020

1
BAB 1

PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
Lingkungan dunia yang mengalami perubahan seperti adanya globalisasi, control
masyarakat, perkembangan teknologi, memberikan dampak bagi perkembangan suatu negara
maupun bisnis. Control masyarakat terhadap pelaksanaan kegiatan pemerintahan maupun
perusahaan, sehingga pemerintah maupun pemimpin perusahaan tidak dapat membuat kebijakan
yang mengabaikan kepentingan masyarakat. Oleh sebab itu dalam menjalankan kegiatannya
perlu adanya keselarasan antara kompetensi yang dimiliki perusahaan maupun pemerintah
dengan lingkungan yang ada di luar organisasi (perusahaan dan pemerintah).
Pertimbangan global praktis berdampak pada keputusan strategis, batas-batas negara
[Link] mengetahui dan menghargai dunia dari perspektif orang lain telah menjadi
masalah hidup atau mati untuk bisnis. Dengan demikian perlu adanya kegiatan dalam
pengambilan keputusan yang disesuaikan antara kemampuan yang dimiliki dengan lingkungan
yang ada di sekitar sehingga perlunya adanya manajemen strategi. Menopang manajemen
strategis tergantung pada manajer mendapat pengertian mengenai pesaing, pasar, harga,
pemasok, distributor, pemerintah, kreditor, pemegang saham dan pelanggan diseluruh dunia.
Harga dan mutu dari produk dan jasa perusahaan harus dapat bersaing di seluruh dunia, bukan
hanya di pasar lokal.
Persaingan yang memunculkan daya saing erat kaitannya dengan pemahaman mekanisme
pasar (standar dan benchmarking), kecepatan dan ketepatan penyampaian produk (barang dan
jasa) yang mampu menciptakan nilai tambah. Oleh karena itu, peningkatan daya saing organisasi
bersifat unik, tetapi pada intinya dipengaruhi oleh aspek kreativitas, kapasitas, teknologi yang
diguna-kan dan jangkauan pemasaran yang dicapai. Hal tersebut diwujudkan dari tampilan
produk, produktivitas yang ting-gi dan pelayanan yang baik.

B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam makalah ini adalah :
1.      Apa yang dimaksud dengan strategi?
2.      Bagaimana tingkatan strategi dalam perusahaan?
3.      Apa yang dimaksud dengan strategi fungsional?
4.      Apa yang dimaksud dengan strategi bisnis?
  

C.     Tujuan
Adapun tujuan pembahasan makalah ini adalah :
1.      Untuk mengetahui yang dimaksud dengan strategi
2.      Untuk mengetahui tingkatan strategi dalam perusahaan
3.      Untuk mengetahui yang dimaksud dengan strategi fungsional
4.      Untuk mengetahui yang dimaksud denga

2
BAB II

PEMBAHASAN

A.  Pengertian Strategi
Griffin (2000) mendefinisikan strategi sebagai rencana komprehensif untuk mencapai
tujuan organisasi (Strategy is a comprehensive plan for accomplsishing an organization’s
goals)  tidak hanya sekedar mencapai, akan tetepi strategi juga dimaksudkan untuk
mempertahankan keberlangsungan organisasi di lingkungan di mana organisasi tersebut
menjalankan aktivitasnya.
Implementasi Strategi adalah jumlah keseluruhan aktivitas dan pilihan yang dibutuhkan
untuk dapat menjalankan perencanaan strategis. Implementasi strategis merupakan proses
dimana beberapa strategi dan kebijakan diubah menjadi tindakan melalui pengembangan
program, anggaran dan prosedur. Walaupun implementasi biasanya baru dipertimbangkan
setelah strategi dirumuskan, akan tetapi implementasi merupakan kunci suksesnya dari
manajemen strategi. Perumusan strategi dan implementasi strategi harus dilihat seperti dua sisi
mata uang.
Pengertian yang cukup luas manajemen strategi menunjukkan bahwa manajemen
merupakan suatu sistem satu kesatuan yang memiliki berbagai komponen yang saling
berhubungan dan saling mempengaruhi, dan bergerak secara serentak kearah yang sama pula.
Komponen pertama adalah Perencanaan Strategi dengan unsur-unsurnya yang terdiri dari Visi,
Misi, Tujuan strategi organisasi.
Sedang komponen kedua adalah Pelaksanaan Operasional dengan unsur-unsurnya adalah
sasaran atau Tujuan Operasional, Pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen berupa fungsi
pengorganisasian, fungsi pelaksanaan dan fungsi penganggaran, kebijaksanaan situasional,
jaringan kerja internal dan eksternal, fungsi kontrol dan evaluasi serta umpan balik.

B.   Tingkatan strategi dalam perusahaan

3
Ada 3 jenis strategi secara umum menurut Griffin (2000), yaitu strategi tingkat korporat,
strategi tingkat bisnis dan strategi tingkat fungsional.
1.    Strategi Tingkat Korporasi
Berupaya untuk menentukan bisnis apa yang seharusnya dilakukan oleh korporasi.
2.    Strategi Tingkat Bisnis
Strategi di tngkat bisnis yang terkenal adalah strategi generik yang diperkenalkan oleh
Michael Porter. Porter beranggapan bahwa dengan menganalisa kekuatan-kekuatan di dalam
industri akan dapat diketahui industri mana yang kurang atau lebih menguntungkan dari industi
lainnya.
Analisis lima kekuatan Porter“Porter five forces analysis” adalah suatu kerangka
kerja untuk analisis industri dan pengembangan strategi bisnis yang dikembangkan oleh Michael
Porter dari Sekolah Bisnis Universitas Harvard pada tahun 1979. Porter menyatakan bahwa
kelima kekuatan bersaing tersebut dapat mengembangkan strategi persaingan dengan
mempengaruhi atau mengubah kekuatan tersebut agar dapat memberikan situasi yang
menguntungkan bagi perusahaan.
Menurutnya ada lima kekuatan yang menentukan intensitas persaingan dalam suatu
industri, yaitu
1.        Pelanggan
Pelanggan ialah faktor utama mengapa sebuah bisnis di [Link] tawar-
menawar pembeli, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain differensiasi, konsentrasi,
kepentingan pembeli, tingkat pendapatan, pilihan kualitas produk, akses informasi, dan switching
cost. Kita bisa melihat bahwa semakin besar pembelian, semakin banyak pilihan yang tersedia
bagi pembeli dan pada umumnya  akan membuat posisi pembeli semakin kuat.
2.        Persaingan dalam bisnis yang sama
Dalam persaingan dalam bisnis yang sama atau antara perusahaan dengan perusahaan
pesaing yang menjalankan bisnis yang sama ditentukan oleh berbagai faktor, yaitu pertumbuhan
pasar, struktur biaya, hambatan keluar industri, switching cost, pengalaman dalam industri, dan
perbedaan strategi yang diterapkan. Untuk mengatasi persaingan dalam industri, perusahaan
harus meningkatkan kualitas yang lebih baik lagi, harga lebih terjangkau, melakukan inovasi-
inovasi baru terhadap produknya supaya masyarakat tidak mengalami kejenuhan terhadap
produk tersebut.
3.        Potensi Pendatang baru
Potensi pendatang baru adalah potensi masuknya pendatang baru dalam bisnis yang sama
yang akan menjadi pesaing baru bagi perusahaan. yang dapat ditentukan dengan hambatan
masuk ke dalam industri, antara lain, hambatan harga, respon incumbent, biaya yang tinggi,
pengalaman incumbent dalam industri, keunggulan biaya, differensiasi produk, akses distribusi,
kebijakan pemerintah dan switching cost. Kekuatan  ini biasanya dipengaruhi besar kecilnya
hambatan masuk ke dalam industri. Hambatan masuk kedalam industri itu contohnya antara
lain : besarnya biaya investasi yang dibutuhkan, perijinan ,akses terhadap  bahan mentah, akses
terhadap saluran distribusi, ekuitas merek dan masih banyak lagi.  Biasanya semakin tinggi
hambatan  masuk , semakin rendah ancaman yang masuk dari pendatang baru.
4.        Pemasok Faktor Input
Pemasok faktor input adalah faktor pemasok faktor input yang di butuhkan dalam bisnis
yang di jalankan dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain tingkat konsentrasi pasar,

4
diversifikasi, switching cost, organisasi pemasok dan pemerintah. Daya tawar dari pemasok juga
digambarkan sebagai pasar input. Pemasok bahan baku, komponen, tenaga kerja, dan jasa
(seperti keahlian) kepada perusahaan dapat menjadi sumber kekuatan di perusahaan, ketika ada
beberapa pengganti. Pemasok dapat menolak untuk bekerja sama dengan perusahaan.
5.        Perusahaan Subtitusi
Perusahaan substitusi adalah perusahaan perlu menyadari bahwa jika kondisi bisnis berubah,
maka pelanggan dapat beralih ke perusahaan subtitusi yang ditentukan oleh harga produk
subtitusi,switching cost, dan kualitas produk. Pembeli cenderung untuk mengganti produk karena
kinerja dari produk pengganti lebih baik dan memiliki harga relatif murah. Jumlah produknya
juga lebih gampang ditemukan di pasar.
Perusahaan untuk Produk Substitusi
Pemasok untuk Faktor Input
Potensi Pendatang Baru
Persaingan dalam Bisnis yang Sama
Pelanggan
                                                                                              
Dalam hal ini, perusahaan dituntut untuk mengenali dan memahami lingkungan diatas,
kemudian menyusun strategi dan membuat perencanaan yang baik agar dapat mengantisipasi
lima kekuatan yang diterima oleh perusahaan sehingga perusahaan dapat tetap eksis di masa
mendatang.
Ada dua strategi yang biasanya dibuat di tingkat bisnis, yaitu :
1.    Strategi Pemosisian (positioning strategy)
Strategi Pemosisian (positioning strategy) dilakukan oleh perusahaan untuk memastikan
dengan cara bagimana perusahaan dapat memperoleh perhatian dari pelanggan atau
memenangkan persaingan.
Menurut Porter, ada 3 jenis strategi umum (generic strategy) yaitu :
a.    Strategi Keunggulan Biaya. Ialah strategi di lakukan perusahaan jika perusahaan
memungkinkan untuk melakukan penghematan biaya di bandingkan dengan biaya yang di
keluarkan oleh perusahaan pesaingnya. Untuk itu perusahaan bersangkutan akan mencari
sumber-sumber keunggulan biaya, seperti mencpai suatu skala ekonomi, efisiensi dalam
produksi, pemasaran dan operasi, menekan overhead sampei minimum, memiliki akses bahan
baku, dll.
b.    Strategi Diferensiasi. Ialah strategi yang dolakukan oleh perusahaan untuk menjadi berbeda
dan unik di dalam industri bersama-sama dengan berbagai dimensi dan aribut yang bernilai bagi
buyer. Sumber-sumber differensiasi sangat bervariasi, dapat berupa produk atau jasa yang
berkualitas tinggi, pelayanan yang istimewa, desain produk yang selalu up to date dan inovatif,
kemampuan teknologi, atau citra merek “brand image” yang positif.
c.    Strategi Fokus. Ialah strategi ini di lakukan ketika perusahaan tidak dapat melakukan strategi
keunggulan biaya,sehingga lebih menfokuskan perhatian pada segmen pasar yang kecil. Namun,
sebenarnya strategi fokus pada differensiasi dan biaya ini merupakan pisau bermata dua, dimana
bila suatu perusahaan mampu menyediakan produk berkualitas tinggi yang bernilai bagi buyer,
maka akan terjadi peningkatan permintaan yang akan meningkatkan skala ekonomis. Tercapaina
skala ekonomis akan membuat biaya per unit bisa lebih rendah. Untuk dapat berhasil di dalam

5
strategi fokus untuk kepemimpinan biaya dan diffrensiasi, suatu organisasi harus memiliki
komitmen yang tinggi pada kualitas produk dan jasanya.
1.    Strategi Penyesuaian (Adaptive Strategy)
Strategi penyesuaian dilakukan perusahaan dengan tujuan untuk memilih strategi yang
paling sesuaiketika perusahaan berhadapan dengan berbagai perubahan yang terjadi
dilingkungan bisnis yang sedang dijalankan.
Terdapat 4 jenis strategi penyesuaian yaitu :
a)    Strategi Defenders
Strategi ini dilakukan dengan tujuan untuk mempertahankan perusahaan agar tetap
bertahan dalam bisnis yang dijalankan.
b)   Strategi Prospektors
Strategi ini dilakukan dengan tujuan untuk mengejar pertumbuhan secara lebih agresif.
c)    Strategi Analyzer
Strategi ini merupakan gabungan antara strategi deferens dan strategi prospector.
Perusahaan menjawab peluang peluang yang ada hanya terbatas pada beberapa peluang saja.
d)   Strategi Reactors
Strategi ini tidak memiliki strategi yang konsisten. Perusahaan yang melakukan strategi ini
cenderung bersifat reaktif dan menunggu peluang yang ada dan bagaimana perusahaan lain
menjawab peluang tersebut.
2.    Strategi Tingkat Fungsional
Strategi ditingkat Fungsional sering kali di namakan sebagai strategi langsung atau derect
strategy. Hal ini disebabkan perusahaan cenderung melakukan persaingan pada jenis bisnis
tertentu yang dijalankan, dan tidak ada pada tingkat perusahaan maupun sector bisnis yang
diprerdagangkan. Formulasi strategi tingkat fungsional merupakan tahap yang paling kritis di
dalam proses manajemen strategi.
Peranan manajer beralih dari “planningthe work” ke “working the plan”, manajer dituntut
untk menerjemahkan strategi menjadi tindakan.
Ada 2 faktor yang menentukan bagaimana strategi ditingkat fungsional.
a)      Kesamaan pasar. Kesamaan asar terkait dengan tingkat persainggan yang sama antara kedua
perusahaan dalam hal meraih pelanggan melalui jenis produk yang ditawarkan.
b)      Kesamaan sumber. Kesamaan sumber terkait dengan keadaan persaingan dimana perusahaan
memiliki kesamaan dalam paktor mana mereka bersaing.
Strategi ditingkat fungsional sering kali dikenal sebagai strategi aksi dan reaksi. Dimana
jumlah perusahaan dan pesaingnya disuatu bisanis relative sedikit. Akibat jumlah perusahaan
pada suatu bisnis sedikit, maka aksi dan reaksi dari persaingan antar perusahaan akan sangat
tampak agresif dan saling membalas satu sama lainnya.
Secara sederhana, penerjemahan strategi korporat dan strategi bisnis ke strategi fungsional
untuk diimplementasikan, harus disertai kejelasan di dalam rencana jangka pendek (1 tahun),
sebagai berikut :
a)    Sasaran Tahunan
Sasarn tahunan berguna sebagai dasar dalam pengalokasian sumber-sumber (resources),
membangun prioritas-prioritas organisasi, divisi dan departeme, memberikan pemahaman yang
lebih baik kepada tenaga operasional tentang peranan mereka dalam misi perusahaan yang lebih

6
luas, mekanisme utama untuk mengevaluasi manajer, dan alat untuk monitoring kemajuan untuk
mencapai sasaran jangka panjang.
b)   Kebijakan (Policies)
Kebijakan merupakam acuan, metode, prosedur dan praktek administrasi yang dibuat
untuk menunjang dan mendorong pekerjaan mencpai tujuannya. Kebijakan memfasilitasi
pemecahan masalah dan memberikan acuan bagi implementasi strategi. Kebijakan memberikan
batasan, kendala dan limit pada tindakan-tindakan administratif yang memberikan penghargaan
atau sanksi, serta mengatur mana yang boleh atau tidak boleh dikerjakan dalam pencapaian
sasaran. Manual kebijakan merupakan pedoman yang diperlikan manajer dan keryawan dalam
berbuat dan bertindak.
c)    Formulasi Strategi Fungsional
1)      Strategi Marketing
Parameter yang sentral di dalam strategi marketing terdiri dari :
a.    Targeting
b.    Positioning, untuk memperlihatkan perbedaan produk/jasa perusahaan dari pesaing dan untuk
menunjukkan pemahaman terhadap keinginan dan harapan palanggan.
c.    Segmentation, untuk membantu memfokuskan pemasaran pada target pasar.
d.    Perencanaan dan pengembangan
e.    Marketing mix 4P
2)      Strategi finance
Permodalan, menyangkut struktur permodalan, ROI dan analisa skenario (resesi, normal
atau booming). Proyeksi laporan keuangan, untuk mengetahui dampak dari setiap rencana dan
keputusan, anggaran keuangan.
3)      Strategi Research and Development (R&D)
Pertama, strategi sebagai pionir, dimana harus melakukan riset-riset dasar, terapan dan
pengembangan yang mahal dan berisiko gagal.
Kedua, strategi sebagai iminator, yang akan membuat produk tiruan secara inovatif dari
produk-produk yang telah berhasil di pasaran. Ini mengurangi resiko dan biaya awal namun
membutuhkan tenaga terampil dan pemasaran.
Ketiga, strategi “low cost producer”, yaitu memproduksi produk/jasa yang lebih murah dari
yang beredar di pasaran, dengan memproduksi secara massal.
4)      Strategi Compuer Information Sstem (CIS)
Penurunan biaya pemasaran dengan “online orders”, komunikasi langsung antara
pemasok, pabrik, tenaga pemasaran dan konsumen melalui e-commerce,virtual organization,
memungkinkan karyawan bekerja di rumah, pemecahan masalah pelanggan, computer based
research selama 24 jam tiap hari, electronic Data Interchange (EDI) digunakan untuk hubungan
dan penanganan dokumen-dokumen bank, bea cukai, perusahaan pengangkutan,dll,.

C.     Strategi Fungsional
Strategi fungsional adalah pendekatan area fungsional yang diperlukan untuk mencapai
perusahaan dan tujuan bisnis unit dan strategi dengan memaksimalkan produktivitas sumber
daya. Hal ini berkaitan dengan pengembangan dan memelihara kompetensi khas untuk
memberikan perusahaan atau unit bisnis dengan keunggulan kompetitif. Sama seperti sebuah

7
perusahaan multi divisional memiliki beberapa unit bisnis, masing-masing dengan strategi bisnis
sendiri, masing-masing unit bisnis telah menetapkan departemen sendiri yang masing-masing
dengan Strategi fungsional sendiri.
Orientasi strategi fungsional ditentukan oleh strategi unit usaha induknya. Sebagai contoh,
sebuah unit bisnis mengikuti strategi kompetitif diferensiasi dengan kualitas tinggi memerlukan
strategi fungsional manufaktur yang menekankan jaminan kualitas yang tinggi, proses lebih
mudah, volume produksi tinggi; strategi fungsional sumber daya manusia yang menekankan
perekrutan dan pelatihan yang sangat terampil, tapi mahal, tenaga kerja; dan pemasaran Strategi
fungsional yang menekankan saluran distribusi "menarik," menggunakan iklan untuk
meningkatkan permintaan konsumen, lebih dari "mendorong," menggunakan tunjangan promosi
untuk pengecer. Jika unit bisnis yang mengikuti strategi bersaing murah, namun, yang berbeda
dari strategi fungsional akan diperlukan untuk mendukung strategi bisnis. Sama seperti strategi
kompetitif mungkin perlu bervariasi dari satu wilayah di dunia yang lain, strategi fungsional
mungkin perlu bervariasi dari daerah ke daerah. Ketika Mr Donut diperluas ke Jepang, misalnya,
itu harus donat pasar bukan sebagai sarapan, tetapi sebagai makanan ringan. Karena Jepang tidak
sarapan kopi dan donat, mereka lebih suka makan donat di sore hari atau malam. Restoran Mr.
Donut dengan demikian terletak dekat stasiun kereta api dan supermarket. Semua tanda-tanda
dalam bahasa Inggris untuk menarik kepentingan Barat dari Jepang.

D.    Strategi Bisnis

1.      Pengertian Strategi Bisnis


Strategi Bisnis (Strategi Persaingan) berlangsung pada tingkat unit bisnis atau lini produk,
berfokus pada peningkatan posisi bersaing. Strategi bisnis adalah kebijakan-kebijakan dan garis-
garis pedoman yang menentukan cara sebuah perusahaan bersaing dalam sebuah industri dan
khususnya  cara perusahaan untuk membentuk keunggulan bersaing.
Strategi bisnis adalah strategi yang menekankan pada peningkatan dari posisi kompetitif
dari produk atau jasa perusahaan dalam industri yang spesifik atau segmen pasar yang dilayani
oleh unit bisnis tersebut.
Sebuah strategi bisnis biasanya adalah sebuah dokumen yang jelas mengartikulasikan arah
bisnis akan mengejar dan langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapai tujuannya. Dalam
rencana bisnis standar, hasil strategi bisnis dari tujuan dibentuk untuk mendukung misi lain dari
bisnis. Sebuah strategi bisnis yang khas dikembangkan dalam tiga langkah: analisis, integrasi dan
implementasi.

2.      Kebijakan Strategi Bisnis


Kebijaksanaan adalah merupakan ketentuan yang telah disepakati pihak terkait yang
ditetapkan oleh pihak yang berwenang untuk dijadikan pedoman dan pegangan bagi setiap
kegiatan aparatur pemerintah dan masyarakat, agar tercapai kelancaran dan keterpaduan dalam
upaya mencapai sasaran, tujuan, misi dan visi.
Strategi adalah pendekatan secara keseluruhan yang berkaitan dengan pelaksanaan
gagasan, perencanaan, dan eksekusi sebuah aktivitas dalam kurun waktu tertentu.

8
Di dalam strategi yang baik terdapat koordinasi tim kerja, memiliki tema, mengidentifikasi faktor
pendukung yang sesuai dengan prinsip-prinsip pelaksanaan gagasan secara rasional, efisien
dalam pendanaan, dan memiliki taktik untuk mencapai tujuan secara efektif.
Strategi dibedakan dengan taktik yang memiliki ruang lingkup yang lebih sempit dan waktu yang
lebih singkat, walaupun pada umumnya orang sering kali mencampuradukkan ke dua kata
tersebut.
Contoh berikut menggambarkan perbedaannya, "Strategi untuk memenangkan keseluruhan
kejuaraan dengan taktik untuk memenangkan satu pertandingan".
Pada awalnya kata ini dipergunakan untuk kepentingan militer saja tetapi kemudian
berkembang ke berbagai bidang yang berbeda seperti strategi bisnis, olahraga (misalnya sepak
bola dan tenis), catur, ekonomi, pemasaran, perdagangan, manajemen strategi, dll.
Implementasi dan Kontrol Strategi, Kebijakan, dan Taktik
1.      Agar supaya strategi, kebijakan dan taktik berhasil dilaksanakan perlu struktur organisasi yang
sesuai, sumberdaya manusia yang memadai, imbalan yang cukup serta  budaya organisasi yang
menunjang.
2.      Pengawasan strategi, kebijakan dan taktik organisasi perlu dilakukan agar segala penyimpangan
dapat diperbaiki.
3.      Pengawasan memerlukan sistem informasi yang sesuai dengan kebutuhan.

9
BAB III

PENUTUP

A.     Kesimpulan
Strategi sebagai rencana komprehensif untuk mencapai tujuan organisasi (Strategy is a
comprehensive plan for accomplsishing an organization’s goals) tidak hanya sekedar mencapai,
akan tetepi strategi juga dimaksudkan untuk mempertahankan keberlangsungan organisasi di
lingkungan di mana organisasi tersebut menjalankan aktivitasnya.
Strategi ditingkat Fungsional sering kali di namakan sebagai strategi langsung atau derect
strategy. Hal ini disebabkan perusahaan cenderung melakukan persaingan pada jenis bisnis
tertentu yang dijalankan, dan tidak ada pada tingkat perusahaan maupun sector bisnis yang
diprerdagangkan. Formulasi strategi tingkat fungsional merupakan tahap yang paling kritis di
dalam proses manajemen strategi.
Strategi Bisnis (Strategi Persaingan) berlangsung pada tingkat unit bisnis atau lini produk,
berfokus pada peningkatan posisi bersaing. Strategi bisnis adalah kebijakan-kebijakan dan garis-
garis pedoman yang menentukan cara sebuah perusahaan bersaing dalam sebuah industri dan
khususnya  cara perusahaan untuk membentuk keunggulan bersaing.
Strategi bisnis adalah strategi yang menekankan pada peningkatan dari posisi kompetitif
dari produk atau jasa perusahaan dalam industri yang spesifik atau segmen pasar yang dilayani
oleh unit bisnis tersebut.

B.     Saran
Demikianlah pembahasan makalah mengenai strategi fungsional dan bisnis, semoga dapat
bermanfaat bagi rekan sekalian. Kritik dan saran sangat pemakalah harapkan demi untuk
perbaikan makalah kami selanjutnya.  

10
DAFTAR PUSTAKA

Nilasari, Senja. 2014. Manajemen strategi itu gampang. Jakarta: Dunia Cerdas.

Ardana, Komang, dkk. 2008. Perilaku Keorganisasian. Yogyakarta: Graha Ilmu

Robbins. Stepen P. 2003. Manajemen. Edisi Bahasa Indonesia.  Jakarat : PT Indeks

Amirullah & Haris Budiyono. 2004. Pengantar Manajemen. Yogyakarta : Graha Ilmu

11

Anda mungkin juga menyukai