0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
180 tayangan15 halaman

Sengketa Paten Apple vs Samsung 2012

Ringkasan dari dokumen tersebut adalah: 1. Sengketa paten antara Apple dan Samsung telah memasuki ranah persidangan di beberapa negara termasuk Belanda 2. Putusan pengadilan Den Haag memenangkan Apple atas klaim bahwa 3 paten Apple melanggar oleh Samsung 3. Samsung diwajibkan berhenti menjual produk tertentu di Belanda karena melanggar paten desain dan ciri khas Apple"

Diunggah oleh

Hidayah Nasri
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
180 tayangan15 halaman

Sengketa Paten Apple vs Samsung 2012

Ringkasan dari dokumen tersebut adalah: 1. Sengketa paten antara Apple dan Samsung telah memasuki ranah persidangan di beberapa negara termasuk Belanda 2. Putusan pengadilan Den Haag memenangkan Apple atas klaim bahwa 3 paten Apple melanggar oleh Samsung 3. Samsung diwajibkan berhenti menjual produk tertentu di Belanda karena melanggar paten desain dan ciri khas Apple"

Diunggah oleh

Hidayah Nasri
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

DOKTRIN PATEN DALAM SENGKETA

APPLE MELAWAN SAMSUNG


Kajian Putusan Pengadilan Den Haag 396057/KG ZA 11-730

PATENT DOCTRINESIN THE APPLE VS SAMSUNG DISPUTE


An Analysis on the Den Haag Court Number 396057/KG ZA 11-730

Riko Fajar Romadhon & M. Fathan Nautika


Fakultas Hukum Universitas Indonesia
Kampus Universitas Indonesia, Depok 16424
Email: Riko_fajar@ymail.com

Diterima tgl 14 November 2012/Disetujui tgl 23 November 2012

ABSTRAK Abstract
Sangketa paten yang menyita perhatian publik The patent case between Apple versus Samsung
di akhir tahun 2011 sampai 2012 adalah perkara has attracted a lot of attention in late 2011 to 2012.
antara Samsung melawan Apple. Sangketa dua This huge case between the two most well-known
perusahaan raksasa tersebut telah memasuki companies occurred in some countries such as in
ranah persidangan di berbagai negara seperti di the United Kingdom, South Korea, United States
Inggris, Belanda, Korea Selatan, dan Amerika of America, the Netherlands, and many others. The
Serikat. Putusan pengadilan terhadap sengketa itu verdicts also varied in respective countries, some
berbeda satu dengan yang lain, di beberapa negara of them were won by Apple and others by Samsung.
memutuskan memenangkan Samsung, dan di The focus of this article is about the patent claim
beberapa negara lain memenangkan Apple. Salah as revealed in the verdict of The Hague’s Court
satu putusan pengadilan yang menjadi kajian dalam Number 396957/KG ZA 11-730 that was won by
tulisan ini ialah putusan Pengadilan Den Haag Apple. The issue is interesting since three claims of
396957/KG ZA 11-730 terkait klaim paten yang Apple were incompatible for patent protection, i.e.
memenangkan Apple. Putusan ini menjadi kajian novelty, inventive steps, and utility. Samsung was
yang menarik lantaran berdasarkan doktrin-doktrin considered faulty because it has infringed Apple’s
yang ada ketiga klaim paten Apple tidak memenuhi EP 868 so Samsung’s smartphones are prohibited
unsur kebaruan, langkah inventif, dan utilitas. in the Netherland’s market.
Sebagaimana putusan hakim, Samsung dianggap
Keywords: patent doctrine, novelty, inventive steps,
telah melanggar EP 868 milik Apple sehingga
utility.
ponsel pintar keluaran Samsung dilarang beredar di
pasaran Belanda.

Kata kunci: doktrin paten, kebaruan, langkah


inventif, utilitas.

316 | Jurnal Yudisial Vol. 5 No. 3 Desember 2012: 316 - 330


I. PENDAHULUAN nya (Galaxy S maupun Galaxy Tab). Apple
menyebutkan bahwa Samsung (Galaxy S dan
Apple dan Samsung merupakan produsen
Galaxy Tab) secara jelas meniru design produk
ternama yang memproduksi smartphone dan tablet
Apple (iPhone dan iPad). ( http://www.phonedog.
computer. Keduanya produk itu menggunakan
com/videos/phonedog-live-recap-4-22-11-
teknologi multi touch di mana Apple sendiri
apple-vs-samsung-/ diakses pada 5 Maret 2012).
terkenal dengan produk andalannya yaitu iPhone
Selanjutnya pada april 2011 Apple menyerang
(iPhone 4 dan iPhone 4s) dan iPad (iPad 1 dan
Samsung karena mengkopi desain iPhone dan
iPad 2) sedangkan Samsung mengandalkan
iPad. (http://www.pcworld.com/article/245493/
produk bernama Galaxy.
apple to samsung dont make thin diakses pada 6
Apple pertama kali mengenalkan generasi Maret 2012.) pada waktu yang hampir bersamaan,
pertama iPhonenya pada tahun 2007 sedangkan Samsung juga menyerang balik dan menyatakan
untuk iPad pertama kali dikenalkan pada bahwa Apple telah melanggar 10 paten Samsung
tahun 2010. Tidak hanya Apple, Samsung juga (seperti 3G dan teknologi wireless).
mengeluarkan produk yang tidak kalah canggih
Sengketa antara Apple dan Samsung di
yaitu Samsung Galaxy S (Samsung Galaxy S I
Belanda sendiri dimulai sejak Juni 2012 dan
dan Samsung Galaxy S II) dan Samsung Galaxy
diputus pada 24 Agustus 2011, dan pertikaian
Tabnya pada tahun 2010.
keduanya terjadi di negara lain hingga tahun
Apple dan Samsung merupakan rival 2012 dimana Samsung sebagai pihak tergugat
dalam hal penjualan Smartphone maupun Tablet yaitu Samsung Electronic Co. Limited, Samsung
computer namun sebenarnya keduanya memiliki Electronic Benelux B.V, Samsung Electronic
hubungan kerjasama yang saling membutuhkan. Europe Logistic B. V, dan Samsung Electronic
Faktanya, Samsung merupakan penyedia Overseas B. V.
semiconductor utama untuk Apple dan Operating
Pada proses persidangan yang berjalan,
System (OS) dari produk Apple. Selain rivalitas
terdapat tiga klaim paten yang diajukan oleh Apple.
dalam hal penjualan smartphone maupun tablet
Paten pertama adalah European Patent Portable
computer, kedua produsen ternama itu merupakan
Electronic Device For Photo Management (EP
rival dalam pemegang lisensi paten. Sengketa
868), kedua adalah European Patent for Touch
dalam bidang hak kekayaan intelektual antara
Event Model (EP 948) dan European Patent
Apple dengan Samsung dan ini terjadi di sembilan
for Unlocking a by Performing Gestures on an
negara di seluruh dunia seperti Amerika Serikat
Unlock Image (EP 022). Selain tiga paten itu,
(Distrik California), Belanda, Jepang, Jerman,
Perkara antara Apple dengan Samsung ini tidak
Korea Selatan, Inggris, Australia, Perancis dan
sebatas pada tiga paten saja, melainkan meliputi
Itali. Sengketa dalam bidang HKI ini meliputi
juga design patent seperti EC design patent for
patent, design patent, trademark, serta industrial
pocket computer; EC design patent for apparatus
design.
for recording and playback of sound or image;
Sengketa antara keduanya diawali EC design patent for electronic devices; dan EC
saat Samsung meluncurkan produk Galaxy- design patent for graphical user interface.

Doktrin Paten Dalam Sengketa Apple Melawan Samsung (Riko Fajar Romadhon & M. Fathan Nautika ) | 317
Apple menyatakan bahwa device buatan date signing of this letter. Of course, we
Samsung, baik Tablet computer maupun shall reimburse you for the price paid as
Smartphone, telah melanggar ketiga patent well as the shipping costs. For the record
tersebut. Smartphone yang dianggap melanggar we would like to mention the fact that
patent Apple adalah Galaxy S GT-19000; Galaxy by storing, offering and/or selling of the
Ace GT-S5830; dan Galaxy S II GT-19100. mentioned Galaxy tablet computers you are
Sedangkan untuk tablet computer adalah Galaxy infringing the intellectual property rights of
Tab GT-P1000; Galaxy Tab 10.1v GT-P7100; dan Apple Inc.”
Galaxy Tab 10.1 GT-P7510.
Selain itu, Samsung juga harus memberikan
Pada pokoknya, Apple meminta hakim notifikasi dalam website mereka (www.samsung.
untuk memutuskan bahwa kedua produk keluaran nl) sebagai berikut:
Samsung telah melanggar ketiga European Patent
“Recently we offered the sale of tablet
Apple sehingga Apple meminta kepada Hakim
computers from the Galaxy range in the
agar Samsung berhenti memproduksi masal,
Netherland. In particular, this involves the
mengimpor, menawarkan maupun menjual
tablet computer of the type Galaxy Tab (GT-
kedua produk tersebut. Apple, dalam tuntutan
P1000) and Galaxy Tab 10.1v (GT-P7100).
tambahannya, menuntut agar pihak Samsung
By judgement of [date judgement], the
menarik kembali smartphone maupun tablet
judge in interlocutory proceedings of the
computer yang telah mereka jual dan memberikan
Court The Hague has ruled that the sale of
notifikasi kepada konsumen mereka sebagai
these tablet computers infringes the patent
berikut:
rights, design patents and/or copyright of
“Dear [name of buyer]. Apple Inc., in any cases that we have acted
Some time ago we supplied you with unlawfully towards Apple Inc., an forbid us
tablet computer from the Galaxy range. from dealing any further in these Galaxy
In particular, this involves tablet computer tablet computers on the Dutch market.”
of the type Galaxy Tab (GT-P1000) and
Galaxy Tab 10.1v (GT-P7100) [fill in with Berikut tabel European Patent yang dilanggar
other infriging tablet computers]. oleh Samsung:
By judgement of [date of judgement], the
Tab Tab 10.1v Tab 10.1
judge interlocutory proceedings of the Court
EP 868 X X X
of the Hague has ruled that manufacturing,
warehousung, offering, selling and/or EP 948 X X
delivering of these products INFRINGES EP 022 X X X
the patent rights, design patents and/or
copyright of Apple Inc., in any case that S S II Ace
we have acted unlawfully towards Apple EP 868 X X X
Inc. We ask you to return to us the Galaxy EP 948 X
Tablets we supplied to you, if you still have EP 022 X X X
any of them in stock, within 14 days of the

318 | Jurnal Yudisial Vol. 5 No. 3 Desember 2012: 316 - 330


Kasus ini disidangkan di berbagai negara III. STUDI PUSTAKA DAN ANALISIS
dimana putusannya satu dengan yang lain
Pokok pembahasan utama dalam jurnal ini
berbeda. Di Inggris, Samsung memenangkan
terkait dengan tiga patent yang diklaim dimiliki
gugatan melawan Apple. Hakim pengadilan di
olehApple, yaitu Patent terkait Portable Electronic
Inggris, memerintahkan Apple mengakui secara
Devices For Photo Management, Touch Gesture
terbuka bahwa Samsung tidak menjiplak desain
Event, dan Unlocking by Performing Gestures
iPad seperti yang dituduhkan selama ini.
on an Unlock Image. Sebelum melakukan
Putusan berbeda di Pengadilan Belanda pembahasan lebih jauh, perlu diketahui bahwa
yang memenangkan Apple. Pengadilan di Hague, ketiga paten yang diklaim Apple merupakan
Belanda, memutuskan Samsung melanggar paten sebuah program komputer yang mana program
Apple terkait teknologi untuk menghubungkan komputer tersebut melekat pada Operating
ponsel atau tablet ke internet. Putusan pengadilan System dari smartphone maupun tablet computer.
Den Hag itu tertuang dalam putusan 396957/ Perlu diingat juga bahwa perlindungan paten
KG ZA 11-730. Putusan yang sama berada di hanya dapat diberikan terhadap suatu invensi
pengadilan Amerika Serikat. Dewan juri sembilan sesuai dengan syarat patentabilitas suatu invensi.
orang di pengadilan federal San Jose, California, Secara sederhana apabila suatu invensi telah
AS, memutuskan Samsung telah melakukan mendapatkan perlindungan patent maka invensi
pelanggaran paten dan harus membayar Apple tersebut diasumsikan telah lolos dalam tahap
sebesar USD 1.051 miliar atau sekitar Rp 9,5 pengujian sehingga layak diberikan perlindungan
triliun sebagai ganti rugi. paten.

Berdasarkan Maka dari itu, penulis akan


Patentabilitas Suatu Invensi Kaitannya dengan
mengkaji dan menelaah lebih mendalam mengenai
Program Komputer
syarat patentabilitas suatu invensi dengan studi
kasus terhadap putusan 396957/KG ZA 11-730 Esensi dari suatu program komputer
mengenai sengketa paten antara Apple dengan sebenarnya adalah keberadaan “perintah”
Samsung. ataupun “instruksi” yang berfokus kepada proses
agar suatu perangkat keras sehingga berfungsi
II. RUMUSAN MASALAH sebagaimana yang ditentukan. Jadi sepatutnya
yang menjadi kata kunci dari hal ini, adalah
Berdasarkan penjabaran dalam latar
kejelasan dari instruksi itu sendiri sehingga jika
belakang yang telah dipaparkan tersebut, terdapat
suatu program tidak lengkap dan/atau tidak jelas
beberapa rumusan permasalahan yang menjadi
instruksinya, ia bukan merupakan suatu program.
pembahasan dalam jurnal ini adalah, sebagai
Menurut WIPO menjelaskan mengenai program
berikut bagaimana doktrin paten patentabilitas
komputer sebagai For the purpose of the law:
produk komputer dalam sangeka Apple dan
computer program means a set of instruction
Samsung berdasarkan putusan Pengadilan Negeri
capable, when incorporated in a machine-
Deen Haag nomor 396957/KG ZA 11-730?
radable medium, of causing a machine having
information-processing capabilities to indicate,

Doktrin Paten Dalam Sengketa Apple Melawan Samsung (Riko Fajar Romadhon & M. Fathan Nautika ) | 319
perform or achieve a particular function, task or disini adalah invensi tersebut “baru” dilihat
result.” dari sudut pandang apa? Secara subyektif
maka jawaban dari pertanyaan tersebut
Pasal 1 angka 8 Undang-Undang Nomor 19
adalah suatu invensi dapat dikatakan
Tahun 2002 tentang Hak Cipta, program komputer
“baru” apabila ahli-ahli dalam bidang
didefinisikan sebagai sekumpulan instruksi yang
invensi terkait tidak bisa mengantisipasi
diwujudkan dalam bentuk bahasa, kode, skema
invensi tersebut. Disisi lain suatu invensi
ataupun bentuk lain yang apabila digabungkan
secara obyektif dikatakan “baru” ketika
dengan media yang dapat dibaca dengan komputer
invensi tersebut tidak bisa diantisipasi
akan mampu membuat komputer bekerja untuk
oleh prior art. Prior art disini diartikan
melakukan fungsi-fungsi khusus atau untuk
sebagai suatu invensi yang sudah ada
mencapai hasil yang khusus, termasuk persiapan
sebelumnya bukan yang sebelumnya tidak
dalam merancang instruksi-instruksi tersebut.”
diketahui (previously unknown). Invensi
Program komputer perlu untuk dilindungi sendiri didefinisikan sebagai ide Inventor
oleh hukum khususnya rezim Hak kekayaan yang dituangkan ke dalam suatu kegiatan
Intelektual. Perlindungan ini dimaksudkan untuk pemecahan masalah yang spesifik di bidang
melindungi inovasi dalam program komputer teknologi dapat berupa produk atau proses,
tersebut. Terdapat dua elemen penting dalam atau penyempurnaan dan pengembangan
sebuah program komputer, yaitu The Underlying produk atau proses
Process dan Sistem dari Operasi Algoritma, dan
2. Tidak ada sistem yang memberikan
Serangkaian instruksi yang menjelaskan proses
perlindungan paten terhadap sistem
secara detail. (Makarim, 2005; 291)
invensi yang sudah diketahui. Sejalan
Elemen yang pertama dapat dipersamakan dengan itu, peraturan paten yang sekarang
dengan proses atau sistem sehingga akan dapat berlaku mensyaratkan bahwa invensi yang
dilindungi oleh paten. Sementara itu, elemen dipatenkan haruslah baru dalam pengertian
yang kedua merupakan ekspresi dari serangkaian tidak hanya membentuk seni, di mana
instruksi yang dituangkan dari bentuk tertulis jelas invensi tersebut pada sat itu tidak ditemukan
dapat dilindungi oleh hak cipta. (Smith; 2000; dalam bentuk-bentuk (baik produk,
57) Perlindungan terhadap program komputer proses, informasi tentang keduanya, atau
sebaiknya diberikan dalam bentuk perlindungan yang lainnya) yang telah tersedia kepada
tahap demi tahap. Tidak semua hal tentunya bisa masyarakat baik tertulis atau deskripsi
dilindungi dengan paten. Ada persyaratan yang lisan, dipergunakan, atau dengan cara lain.
harus dipenuhi yaitu sebagai berikut:
3. Inventive Step. Kadang-kadang suatu
1. Novelty. Novelty memiliki arti kebaruan. invensi disebut baru dalam artian invensi
Novelty merupakan sine qua non dari setiap ini tidak pernah diumumkan sebelumnya.
invensi.( Rosenberg: 1977; 89) Novelty Kemudian muncul pertanyaan mendasar
disini memiliki arti yang ambigu dan terkait dengan hal ini yaitu seberapa
mencakup aspek aspek subyektif maupun banyak atau perbedaan apa yang terdapat
obyekti. Pertanyaan mendasar dari Novelty dalam suatu invensi sehingga invensi

320 | Jurnal Yudisial Vol. 5 No. 3 Desember 2012: 316 - 330


tersebut berbeda dengan prior art? Perlu inventor; and if it be triffling, it will be sink
diketahui bahwa perbedaan haruslah ada into utter neglect. The law, however, does
dalam suatu invensi dan perbedaan itu not look to the degree of utility; it simply
haruslah mengandung langkah-langkah requires, that it shall be capable of use, and
yang inventif walaupun perbedaan tersebut that the use is such as sound morals and
kecil. policy do not discountenance or prohibit.”
(Rosenberg,1977: 110)
Berdasarkan hal ini walaupun perbedaan
antara invensi yang sebelumnya dikenal dengan Berdasarkan pemaparan di atas dapat
invensi yang diajukan mungkin kecil sekali ditarik kesimpulan bahwa utility disini memiliki
namun kantor paten haruslah menganggap hal arti bahwa suatu invensi tersebut memiliki fungsi
tersebut sebagai langkah inventif. Pemeriksaan teknis dan bermanfaat.
untuk membuktikan apakah suatu invensi tersebut
Syarat patentabilitas suatu invensi
merupakan langkah inventif merupakan hal yang
sebagaimana telah secara sederhana disebutkan
sulit dalam praktik karena pemeriksaan dibuat
di atas, didukung oleh adanya doktrin-doktrin
atas dasar apa yang dikenal umum dalam bidang
yaitu:
kreasi tertentu, serta apakah anggapan dan sudah
dikenali oleh para ahli dalam bidang tersebut. 1. Doctrine of Equivalents yang menyebutkan
bahwa: “A product or process that does not
Utility. Utilitas disini artinya bahwa setiap
literally infringe upon the express terms of
invensi harulah dapat diterapkan dalam segala
a patent claim may nonetheless be found
jenis industri. WIPO sendiri menyebutkan
to infringe if there is equivalence between
bahwa suatu invensi haruslah memberikan
the elements of the zccused product or
solusi teknis (offer a technical solution). Justice
process and the claimed elements of the
Story menuliskan pendapatnya mengenai utility
patented invention. (Merges: 2003: 231).
sebagai:
Berdasarkan doktrin ini dapat disimpulkan
“by useful invention is meant such a one as bahwa suatu invensi atau proses yang secara
may to be applied to some beneficial use in harafiah tidak melanggar klaim patent
society, in contradistinction to an invention, (literal infringement) dapat dinyatakan
which is injurious to the morals, the health, or melanggar apabila memiliki kesamaan
the good order of society. It is not necessary elemen atau proses dari suatu invensi.
to establish, that the invention is of such
2. Doctrine of Anticipation yang menyatakan
general utility, as to supercede all other
bahwa “if the differences between the
inventions now in practice to accomplish
subject matter sought to be patented and
the same purpose. It is sufficient, that it
the prior art are such that the subject matter
has no obnoxious or mischievous tendency,
as a whole would have been obvious at the
that it may be applied to practical uses, and
time the invention was made to a person
that so far as it is applied, it is salutory. If
having ordinary skill in the art to which
its practical utility be very limited, it will
said subject matter pertains.” (Merges:
follow that it will be of little profit to the
2003: 231).

Doktrin Paten Dalam Sengketa Apple Melawan Samsung (Riko Fajar Romadhon & M. Fathan Nautika ) | 321
Jika merujuk pada penjelasan tersebut maka kegunaan teknis. Doctrine of Technical
terdapat dua poin utama dari doktrin ini, Action sudah diadopsi sejak tahun 1933.
yaitu: (i) suatu invensi haruslah tidak dapat Tujuan utama dari adanya doktrin ini
diantisipasi oleh ahli-ahli di bidang tersebut adalah untuk memastikan suatu invensi
(claimed invention); (ii) invensi tersebut tetap menjunjung tinggi konsep utilitas.
tidak dapat diantisipasi sebelumnya oleh (Borking,1985: 160)
prior art.

3. Doctrine of Best Mode. Doktrin ini pada Pengujian Paten


dasarnya merupakan kewajiban dari Merujuk pada kasus Apple melawan
seorang inventor. Amerika merupakan salah Samsung, secara sederhana apabila suatu
satu negara yang menganut doktrin ini dan invensi telah mendapatkan perlindungan paten
disebutkan sebagai “A statutory bargained- maka invensi tersebut diasumsikan telah lolos
for-exchange by which a patentee obtains dalam tahap pengujian sehingga layak diberikan
the right to exclude others from practicing perlindungan paten. Namun bagaimana dengan
the claimed invention for a certain time faktanya? Berikut penjelasannya:
period, and the public receives knowledge of
the preferred embodiements for practicing 1. PortableElectronic Device For Photo
the claimed invention.” (Merges: 2003: Management (EP 868)
231). Artinya disini, inventor wajib European Patent EP 2059868 (EP
membuka dokumen invensinya terhadap 868) terkait dengan userinterface untuk
publik setelah invensi yang ia klaim menggerakkan objek digital berupa
mendapatkan perlindungan paten. Indonesia foto atau elektronik dokumen lainnya
juga menganut doktrin ini. Hal ini dapat dengan cara melakukan scrolling pada
dilihat dalam Pasal 24 Undang-Undang touchscreendisplay. EP 868 memungkinkan
Nomor 14 Tahun 2001 tentang Paten yang user untuk melakukan scrolling pada objek
menyebutkan bahwa seorang inventor wajib digital berupa foto yang terdapat pada foto
untuk mencantumkan deskripsi tentang galeri ataupun dokumen elektronik dengan
invensi secara lengkap; memuat tata cara gaya yang elegan dan menarik.
melakukan invensi tersebut; menampilkan
deskripsi-deskripsi gambat yang berkaitan Invensi yang diklaim pada EP 868 adalah
untuk memperjelas invensi; memberikan perlindungan terhadap metode untuk
abstraksi invensi. Ketentuan lebih detil membuat digital object kedua berupa foto
terkait hal ini juga diatur dalam Peraturan atau dokumen elektrik muncul seketika
Pemerintah setelah dilakukan scrolling pada objek
digital pertama (walaupun dalam keadaan
4. Doctrine of Technical Action. Doktrin ini zoomed) serta efek bounce back yang
terkait dengan syarat utilitas dari suatu terjadi seketika apabila terdapat distraksi
invensi yang artinya suatu invensi apabila dalam melakukan scrolling pada objek
ingin mendapatkan perlindungan paten, digital pertama baik berupa foto ataupun
maka invensi tersebut haruslah memiliki

322 | Jurnal Yudisial Vol. 5 No. 3 Desember 2012: 316 - 330


digital dokumen. EP 868, sebagaimana of the art (WO 458), it was unknown to make
dijelaskan di atas, menurut klaim dari pihak first one swipe (first movement) and then to let
Samsung dikatakan tidak valid karena sama the digital object bounce back, and only then
dengan prior art yaitu WO 03/081458 to show the next photo as soon as second swipe
(WO 458). Kesamaannya adalah WO 458 (second movement) is performed. Judging at
secara sederhana merupakan metode untuk this time, this is not evident either for WO 458.
melihat maupun menavigasikan dokumen That document reveals however swiping through
elektronik dengan menggunakan sentuhan columns. In this context applies that when a
terhadap layar pada device yang memiliki “horizontal motion threshold is exceeded, the
layar kecil seperti PDA, telepon atau next column is shown but when the threshold is
lainnya. Terdapat beberapa metode dalam not exceeded, the column will bounce back and
WO 458 untuk menavigasikan dokumen “snap into alignment with the logical column”.
elektronik yang ukurannya jauh lebih besar The mandatory bounce back can not be found in
daripada layar pada device salah satunya WO 458 nor is there any indication to that effect.
adalah fitur “snap”. Perbedaan mendasar Consequently EP 868 considered being valid for
yang terdapat dari kedua fitur ini adalah: the time being.”

a. EP 868 didalamnya terdapat fitur Hakim dalam perkara ini menyebutkan


bounce back. Hal ini tentunya bahwa EP 868 valid. Validitas suatu invensi
diklaim lebih canggih dari fitur snap ditentukan oleh tiga faktor yaitu kebaruan,
yang terdapat dalam WO 458. Fitur nonobviousness, dan utilitas. Ketiga faktor
bounce back juga diklaim sebagai ini memiliki keterkaitan antara satu dengan
solusi untuk mempermudah user lainnya. Faktor kebaruan terkait dengan apakah
dalam berinteraksi secara fleksibel invensi tersebut telah ada sebelumnya dan
dengan devicenya. apakah terdapat hal baru (lompatan teknologi)
yang terkandung dalam invensi tersebut. Terkait
b. EP 868 memungkinkan user untuk
dengan hal baru (lompatan teknologi) ini haruslah
melakukan fungsi zoom in dan zoom
sesuatu yang tidak dapat diprediksi sebelumnya
out pada device hal ini berbeda dengan
(nonobviousness). Hal baru (lompatan teknologi)
WO 458 yang tidak mengenal fungsi
tersebut tentunya merupakan solusi atas
tersebut di dalamnya. Pengoperasian
permasalahan teknis (memiliki kegunaan teknis/
WO 458 sebatas menggunakan touch
utilitas). Adapun EP 868 jika dilihat dari ketiga
screen dan tracking motion tool.
faktor ini adalah sebagai berikut:
c. EP 868 tidak mengenal logical
a. Kebaruan atau Novelty. Sebagaimana
column sebagaimana WO 458.
telah disebutkan sebelumnya, secara
Namun Hakim berpendapat lain dan sederhana faktor kebaruan terkait
menyatakan bahwa EP 868 adalah valid karena dengan apakah suatu invensi tersebut
efek bounce back tidak ditemukan dalam sudah ada sebelumnya atau terdapat
prior art (WO 458). Hakim dalam putusannya lompatan teknologi baru dalam invensi
menjelaskan bahwa: “To this respect, in the state tersebut. EP 868 bukanlah merupakan

Doktrin Paten Dalam Sengketa Apple Melawan Samsung (Riko Fajar Romadhon & M. Fathan Nautika ) | 323
sesuatu yang baru, terdapat invensi Learned hand menurut doktrin small
setipe dengan EP 868 yaitu WO 458. structure, EP 868 dapat diberikan
Namun perlu diketahui disini bahwa perlindungan paten. Namun perlu
EP 868 menawarkan hal baru yang diingat bahwa perbedaan kecil tersebut
sebelumnya,sebagaimana diklaim haruslah tidak dapat diantisipasi
Apple, tidak terdapat dalam WO 458. sebelumnya oleh prior art. Terkait
Hal baru yang ditawarkan oleh Apple dengan hal ini dapat dilihat dalam
dalam klaimnya adalah fitur bounce penjelasan doctrine of anticipation
back dan fungsi zoom dimana user dan doctrine of equivalents.
dapat secara bebas melihat dokumen
Secara sederhana doctrine of
elektronik yang ukurannya jauh
anticipation menyebutkan bahwa
lebih besar daripada layar device
suatu invensi yang akan dipatenkan
bersangkutan.
(should be patented) haruslah
Kedua hal baru sebagaimana klaim memiliki lompatan teknologi yang
Apple ini tentunya perlu ditinjau dari mana lompatan tersebut tidak dapat
dua sisi yaitu subjektif dan dan kedua diprediksi oleh prior art. Jika mengacu
objektif. Terkait dengan kebaruan pada kasus Apple melawan Samsung
yang sifatnya subjektif, muncul maka EP 868 haruslah memiliki
pertanyaan apakah fitur bounce back lompatan teknologi yang tidak bisa
dan zoom dapat diantisipasi oleh ahli- diprediksi oleh prior art (WO 458).
ahli dalam bidang teknologi pada Untuk mengetahui terprediksi atau
waktu itu. Selanjutnya terkait dengan tidaknya suatu invensi oleh prior
sifat objektifnya muncul pertanyaan art tentulah harus melihat kedua
apakah fitur bounce back dan zoom dokumen paten yang bersangkutan,
telah diantisipasi oleh prior art, dalam hal ini dokumen paten EP 868
dalam hal ini WO 458. dan dokumen paten WO 458.

b. Inventive Steps. Faktor selanjutnya Dokumen paten WO 458, menurut


adalah mengenai inventive steps. Poin pandangan hakim, tidak menjelaskan
penekanan utama dalam inventive sama sekali atau indikasi adanya
steps ini adalah seberapa banyak suatu fitur bounce back jika input layar
invensi memiliki perbedaan dengan sentuh tidak menerima sentuhan
prior art. Perbedaan kecil walaupun (terdapat distraksi pada saat sentuhan
mengandung langkah inventif dapat pertama). Jika terjadi distraksi
diberikan perlindungan paten. Jika terhadap sentuhan pertama pada
mengacu pada kasus Apple melawan WO 458, maka dokumen elektronik
Samsung, perbedaan antara EP 868 akan otomatis menyesuaikan dengan
dengan WO 458 adalah fitur bounce logical column. Namun perlu diingat
back. Jika mengacu pada pendapat bahwa fitur bounce back sebagaimana

324 | Jurnal Yudisial Vol. 5 No. 3 Desember 2012: 316 - 330


klaim Apple hanya sebatas animasi metode untuk mengoperasikan
atau pemanis suatu UserInterface. elektronik dokumen yang ukurannya
Baik WO 458 maupun EP 868 jauh lebih besar dibandingkan
sama-sama menjelaskan apabila dengan ukuran layar suatu device.
sentuhan pertama terkena distraksi Baik WO 458 maupun EP 868 dapat
yang menyebabkan device tidak lagi menavigasikan dokumen elektronik
menerima input berupa sentuhan. dengan menggunakan sentuhan
Perbedaan keduanya adalah dalam vertikal maupun horizontal. Oleh
WO 458 menggunakan efek snap karena itu berdasarkan pada doctrine
sedangkan EP 868 menggunakan of equivalents antara WO 458 dengan
efek bounce back. Atas basis doctrine EP 868 memiliki kesamaan pada
inilah EP 868 dapat dikatakan tidak pokoknya terkait dengan dua hal
memiliki unsur langkah inventif. tersebut.
Doktrin kedua yang digunakan untuk
c. Utilitas
menganalisis unsur langkah inventif
dari EP 868 adalah Doctrine of Penekanan utama dari utility disini
Equivalent. Doctrine of equivalents adalah suatu invensi harus memiliki
menyebutkan bahwa: “A product or fungsi teknis. Poin penting dari fungsi
process that does not literally infringe teknis disini adalah invensi tersebut
upon the express terms of a patent offers a technical solution. Fungsi
claim may nonetheless be found teknis dari suatu invensi tentunya
to infringe if there is equivalence dapat dilihat dalam dokumen paten
between the elements of the accused terkait (EP 868 maupun WO 458).
product or process and the claimed EP 868 dalam dokumen patennya
elements of patented invention.” sebatas menyebutkan fungsi teknis
dari invensi ini yaitu “The disclosed
Merujuk pada definisi tersebut dapat
embodiement relates generally to
disimpulkan bahwa suatu produk
portable electronic devices, and more
atau proses yang secara harafiah tidak
particularly, to portable devices for
melanggar paten (karena memiliki
photo management, such as digital
kegunaan yang berbeda) justru dapat
photographing, photo editing and
dinyatakan melanggar paten juka
emailing photos.”
ada kesamaan elemen dari produk
atau proses dari paten penemuan Fungsi teknis sebagaimana yang
sebelumnya. Berdasarkan doktrin ini diklaim Apple dalam dokumen
perlu dilihat apakah WO 458 sebagai patennya sama sekali tidak
prior art memiliki kesamaan terhadap menunjukkan adanya suatu
EP 868. Jika kita lihat secara seksama permasalahan yang terpecahkan
dalam patent claim kedua invensi ini, (technical solutions) atas adanya
keduanya sama sama terkait dengan invensi EP 868. EP 868 sebatas

Doktrin Paten Dalam Sengketa Apple Melawan Samsung (Riko Fajar Romadhon & M. Fathan Nautika ) | 325
menyebutkan mengenai fungsi dari terhadap permasalahan yang ada.
patennya itu sendiri. Lain halnya Namun sayangnya hal ini tidak
dengan dokumen paten WO 458 yang dilakukan oleh pihak Apple.
secara jelas menyebutkan bahwa:
Berdasarkan penjelasan sederhana di atas,
“The following description relates
maka saya merasa keberatan terkait dengan
generally to a viewing and navigation
pernyataan hakim yang menyatakan bahwa EP
aid for displaying information on
868 valid. EP 868 tidak dapat dikatakan valid
an electronic device having limited
karena invensi tersebut tidak memiliki nilai
display capability.”
kebaruan, dapat diantisipasi oleh prior art, dan
Dapat dilihat bahwa di atas terdapat kata gagal untuk menunjukkan solusi teknis terkait
“an electronic device having limited permasalahan yang dihadapi.
display capability”. Hal tersebut
2. Touch Event Model (EP 948)
menyebutkan mengindikasikan
bahwa WO 458 merupakan solusi European Patent EP 2098948 (EP 948)
teknis atas permasalahan suatu device merupakan paten yang dimiliki Apple terkait
yang memiliki keterbatasan ukuran dengan userinterface untuk mengoperasikan
layar. Kemudian terdapat doctrine device buatannya dengan menggunakan input
of best mode yang menyatakan berupa sentuhan. Lompatan inovasi yang
bahwa “A best mode is a statutory dilakukan oleh Apple disini adalah user tidak
bargained for exchange by which a hanya dapat mengoperasikan device buatan
patentee obtains the right to exclude Apple dengan satu sentuhan, melainkan dapat
others from practicing the claimed mengoperasikannya dengan menggunakan lima
invention for a certain time period, sentuhan sekaligus (multi-touch event).
and the public receives knowledge
Samsung dalam persidangan menyatakan
of the preferred embodiements for
bahwa pengoperasian device buatannya tidak
practicing the claimed invention.”
mengikuti apa yang dimaksudkan dalam EP 948.
Artinya disini Apple sebagai pihak EP 948 dalam invensi Apple mengenal adanya
pemohon paten apabila invensinya Exclusive Touch. Exclusive touch secara sederhana
diberikan perlindungan paten maka disini artinya device akan berbeda fungsinya
Apple memiliki kewajiban untuk apabila dioperasikan dengan menggunakan
menunjukkan bagaimana invensi satu sentuhan atau dengan beberapa sentuhan
mereka dalam dokumen paten. sekaligus. Hakim dalam putusannya juga
Kembali lagi pada kasus Apple menyebutkan bahwa “Judging at this time, the
melawan Samsung, artinya disini samsung products under attack do not fall under
Apple sebagai patentee dalam the extent of protection of EP 948. The invoked
dokumen paten EP 868 memiliki claims in fact prescribe that with “each view” an
kewajiban untuk menunjukkan “exclusive touch flag” is associated. At this state
kepada publik bahwa invensinya of affairs does not require further discussion.”
merupakan technical solution

326 | Jurnal Yudisial Vol. 5 No. 3 Desember 2012: 316 - 330


3. Slide to Unlock (EP 022) mendapatkan perlindungan paten,
maka orang tersebut harus mengecek
European Patent EP 1964022 (EP 022)
terlebih dahulu apakah invensinya
terkait dengan fitur untuk membuka device yang
tersebut sudah ada yang serupa
terkunci dengan cara menggerakkan digital objek
sebelumnya. Jika dalam kasus di atas
terhadap instruksi yang sudah tertera pada layar
maka seharusnya Apple melakukan
device. Apple mengklaim bahwa metode untuk
pengecekan di European Patent
membuka device dengan gesture merupakan
Office. Kemudian barulah EPO akan
hal yang baru dan berbeda. Namun Samsung
melakukan eksaminasi terkait apakah
menyatakan bahwa teknologi swipe to unlock milik
invensi tersebut dapat diberikan
Apple sama dengan yang dimiliki oleh Neonode
perlindungan paten. Eksaminasi ini
Inc. Faktanya, terdapat perbedaan mendasar
berbeda beda tiap negara dan masing-
diantara keduanya yaitu dalam EP 022 instruksi
masing negara memiliki examination
untuk membuka suatu device dijelaskan dengan
guidelines-nya sendiri.
jelas/slide to unlock (menggerakkan digital objek
sesuai dengan instruksi yang tertera pada layar). Samsung dalam sengketa ini
Apple dalam menegaskan dua perbedaan penting menyatakan bahwa EP 022 invalid
terkait dengan EP 022 yaitu pertama invensi slide karena telah ada invensi sebelumnya
to unlock lebih userfriendly (EP 022 providing yang memiliki fitur serupa dengan
a more user friendly procedure) dan kedua user slide to unlock yang diklaim oleh
harus menggerakkan digital objek pada predefined pihak Apple. Invensi tersebut dimiliki
path yang artinya user memiliki interaksi dengan oleh Neonode Nim.Inc yang telah
hardwaredevice Apple (User has interaction with didaftarkan terlebih dahulu pada
the devices). Sebagaimana telah diketahui bahwa tahun 2003. Neonode Nim merupakan
suatu invensi perlu memenuhi unsur kebaruan, handphone yang dibuat secara khusus
memiliki langkah inventif dan memiliki kegunaan untuk dioperasikan dengan satu jari
untuk dapat diberi perlindungan paten. Terkait serta menggunakan sensor sentuhan.
dengan EP 022 maka untuk menyatakan valid Neonode Nim dalam dokumen
tidaknya paten ini maka perlu dibedah dengan patennya telah menyebutkan mengenai
menggunakan ketiga unsur ini, yaitu: fungsi slide to unlock yang setipe
dengan EP 022. Berdasarkan alasan
a. Kebaruan atau Novelty
inilah pihak Samsung menyatakan
Kebaruan pada dasarnya memiliki bahwa EP 022 tidak valid.
arti invensi yang terdapat dalam EP
b. Inventive Steps
022 sebelumnya tidak pernah ada
(previously unknown) atau tidak ada Unsur kedua yang perlu dipenuhi
sistem yang memberikan perlindungan adalah bahwa suatu invensi haruslah
paten terhadap invensi tersebut. Perlu mengandung langkah yang inventif.
diketahui bahwa sebelum seseorang Artinya disini invensi tersebut haruslah
mendaftarkan invensinya untuk memiliki lompatan invensi yang

Doktrin Paten Dalam Sengketa Apple Melawan Samsung (Riko Fajar Romadhon & M. Fathan Nautika ) | 327
besar yang tidak dapat diantisipasi 2004, fitur slide to unlock sudah
sebelumnya (nonobviousness). dijelaskan di dalamnya. Dokumen
Kata prediksi disini memiliki unsur paten tersebut secara sederhana
subjektifitas yang sangat tinggi. Oleh menjelaskan bahwa untuk melakukan
karenanya terdapat dua parameter aktivasi device dari Neonode Nim
untuk menentukan apakah suatu maka user perlu melakukan sentuhan
invensi ini dapat diprediksi atau tidak horizontal pada predefined path. Hal
yaitu yang pertama apakah invensi ini jelaslah setipe dengan fitur slide
ini dapat diantisipasi oleh ahli- to unlock yang terdapat dalam EP
ahli di bidangnya dan yang kedua 022. Dikatakan setipe karena dalam
adalah apakah invensi ini tidak dapat EP 022 user haruslah menggerakan
diantisipasi oleh prior art. digital object terhadap predefined
path. Berdasarkan basis inilah EP
Terkait dengan antisipasi terdapat
022 dikatakan invalid.
doktrin yang dapat digunakan, yaitu
doctrine of anticipation. Secara c. Utilitas.
sederhana, doctrine of anticipation
Poin penting dari utility disini
disini menyebutkan bahwa suatu
adalah invensi tersebut haruslah
invensi yang akan dipatenkan
memberikan solusi teknis (offer
(should be patented) harus memiliki
a technical solution). Terkait dari
lompatan teknologi yang mana
solusi teknis yang dipecahkan disini
lompatan tersebut tidak dapat
biasanya sudah terdapat dalam
diprediksi oleh prior art. Mengacu
dokumen paten yang bersangkutan.
pada kasus Apple melawan Samsung
EP 022 dalam dokumen patenya tidak
maka EP 022 harus memiliki
menyebutkan secara jelas terkait
lompatan teknologi yang tidak bisa
dengan technical problems yang
diprediksi oleh prior art (Neonode
dapat diatasi oleh invensi mereka,
Nim). Mengetahui terprediksi atau
berbeda halnya dengan Neonode
tidaknya suatu invensi oleh prior art
Nim yang menyebutkan bahwa:
tentu harus melihat kedua dokumen
“It is a problem to provide a user-
paten yang bersangkutan, dalam
friendly interface that is adapted to
hal ini dokumen paten EP 022 dan
handle a large amount of information
dokumen paten Neonode Nim. Fitur
and different kinds of traditional
slide to unlock yang terdapat dalam
computer-related applications on a
EP 022, untuk mengetahui apakah EP
small handheld computer unit. It is a
022 terprediksi, haruslah disebutkan
problem to provide a user interface
dalam dokumen paten Neonode
that is simple to use, even for
Nim. Mengacu pada dokumen
inexperienced users of computers or
paten Neonode Nim (US 8095879
handheld devices. It is a problem to
B2) yang dipublikasikan pada Juni
provide a small handheld computer

328 | Jurnal Yudisial Vol. 5 No. 3 Desember 2012: 316 - 330


unit with an easily accessible text 100,000 per violating products, whereby it can
input function. It is also problem be granted to the defendants that the prohibitions
to provide a simple way to make such as taken up under 5.1 and 2.2 are not to be
the most commonly used functions complied with either entirely or not throughly.
for navigation and management
available in the environment of a IV. SIMPULAN
small handheld computer unit.”
Berdasarkan analisis di atas dapat
Berdasarkan ketiga parameter di atas, disimpulkan bahwa Konsep dasar syarat
maka EP 022 dapat dikatakan invalid. Hakim patentabilitas suatu invesi dalam kaitannya dengan
dalam putusannya beranggapan sama dengan Hak Kekayaan Intelektual dalam perkara Apple
menyatakan “the EP 022 cannot presently be melawan Samsung di Belanda belum diterapkan
deemed to be inventive, the claim relating to it dengan baik oleh Majelis Hakim yang menangani
must be unseccessful on that account, and no kasus tersebut. dalam pertimbangannya majelis
ruling is needed as to whether there is a case of hakim menerima gugatan dari pihak Apple dan
infringement.” ini mengindikasikan bahwa Majelis Hakim
Putusan pada sengketa antara Apple belum memahami dengan baik mengenai syarat
dan Samsung di Belanda cukup mengagetkan kebaruan, non-obviousness, dan utilitas.
banyak pihak. Putusan tersebut menunjukkan Putusan ini cukup mengagetkan banyak
bahwa Samsung, khususnya untuk Smartphones, pihak jarena Samsung, khususnya untuk
melanggar paten Apple (EP 868 saja). Padahal Smartphones, melanggar paten Apple (EP 868
berdasarkan doktrin-doktrin yang ada ketiga saja), padahal berdasarkan doktrin-doktrin yang
klaim paten Apple tidak memenuhi unsur ada ketiga klaim paten Apple tidak memenuhi
kebaruan, inventive steps, maupun utility. unsur kebaruan, inventive steps, maupun utility.
Samsung sebagaimana keputusan hakim, Samsung sebagaimana keputusan hakim,
dianggap telah melanggar EP 868 milik Apple dianggap telah melanggar EP 868 milik Apple
sehingga Smartphones keluaran Samsung tidak sehingga Smartphones keluaran Samsung tidak
boleh lagi beredar di pasaran Belanda. boleh lagi beredar di pasaran Belanda.
Hakim dalam putusannya menyatakan
bahwa Forbids the defendants from violating
the Dutch part of EP 868 after the passage of DAFTAR PUSTAKA
7 weeks and one day after the serving of the Borking, John j. 1985. Third Party Protection of
judgement in any manner, directly or indirect;y Software and Firmware. Elsevier Science
by manufacturing, storing, offering, importing, Publisher:Netherlands.
marketing, selling and/or otherwise dealing with
smartphones Halaxy S, S II, and Ace. Orders the http://www.pcworld.com/article/245493/apple
defendants to pay an immediately payable penalty to samsung dont make thin diakses pada 6
of EUR 100,000 to the plaintiffs for each day or Maret 2012.)
part of a day or, to be chosen by plaintiffs, of EUR http://www.phonedog.com/videos/phonedog-

Doktrin Paten Dalam Sengketa Apple Melawan Samsung (Riko Fajar Romadhon & M. Fathan Nautika ) | 329
live-recap-4-22-11-apple-vs-samsung-/
diakses pada 5 Maret 2012).

Makarim, Edmon. 2005. Pengantar Hukum


Telematika: Suatu Kompilasi Kajian.
Jakarta:Badan Penerbit FHUI.

Merges, Robert P. 2003. Intellectual Property in


The New Technological Age. Ed. 3. Aspen
Publisher:New York.

Putusan Pengadilan Den Haag 396957/KG ZA


11-730 Antara Apple v. Samsung.

Rosenberg, Peter. 1977. Patent Law Fundamentals.


Ed. 3. c.l.: Clark Boardman Company.

Smith, Graham J H. Internet Law and Regulation.


Ed. 3. c.l.: Sweet&Maxwell, c.t.

Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang


Hak Cipta,

330 | Jurnal Yudisial Vol. 5 No. 3 Desember 2012: 316 - 330

Anda mungkin juga menyukai