Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA

KALEIDOSKOP

Penerapan Materi BAB Gelombang Cahaya

Nama : Rani Nurbaiti

No. Absen : 29

Kelas : XII MIPA 4

0
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI 1
BAB I PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
1.2.Rumusan Masalah
1.3.Tujuan 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1. Landasan Teori 3
2.2. Fungsi Kaleidoskop

2.3. Cara Pembuatan Kaleidoskop 4

BAB III PENUTUP

3.1. Kesimpulan 9

1
BAB I

PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang

Laporan praktikum ini saya buat untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh ibu Dian Eka
Ratnawati selaku guru fisika. Dan praktikum ini juga dilakukan untuk memenuhi nilai ujian praktek fisika
kelas XII, maka dengan ini saya membuat laporan fisika tentang cara pembuatan alat kaleidoskop.
Kaleidoskop mungkin terdengar agak asing di telinga kita. Mungkin secara tidak sadar dulu kita
pernah memainkan kaleidoskop, tetapi tidak tahu apa fungsi sebenarnya. Keistimewaan yang
dimiliki kaleidoskop mengusung konsep kerja dari gelombang cahaya. Seperti kaleidoskop yang
bisa digunakan sebagai media bermain sembari belajar.

1.2. Rumusan Masalah

1. Bagaimana cara pembuatan kaleidoskop sederhana?


2. Bagaimana fungsi dari kaleidoskop?
3. Bagaimana cara kerja dari kaleidoskop?
4. Bagaimana sifat-sifat cahaya yang ada pada kaleidoskop?

1.3. Tujuan
1. Menunjukkan pembuatan kaleidoskop sederhana
2. Menunjukkan fungsi dari kaleidoskop
3. Menunjukkan cara kerja dari kaleidoskop
4. Menunjukkan sifat-sifat cahaya yang ada pada kaleidoskop

2
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Landasan Teori
Kaleidoskop merupakan suatu alat optik yang terbuat dari beberapa cermin yang disusun dengan
sudut kemiringan tertentu sehingga dapat menghasilkan pantulan cahaya dengan warna yang indah. Cara
kerja kaleidoskop berdasarkan pada beberapa teori alat optik yaitu cermin pemantulan, pembiasan dan
polarisasi cahaya.
Dalam prinsip kerjanya kaleidoskop memanfaatkan sifat-sifat dari cahaya. Adapun sifat-sifat dari cahaya
sebagai berikut :
 Cahaya merambat lurus
 Cahaya dapat dipantulkan
 Cahaya dapat dibiaskan
Polarisasi adalah perubahan arah getar cahaya, menjadi satu arah getar. Polarisasi dapat disebabkan oleh:
1. Absorpsi/penyerapan
2. Pemantulan
3. Pembiasan ganda
4. Hamburan

Polarisasi Karena Pemantulan Dan Pembiasan

Cahaya alami akan terpolarisasi bila mengalami pemantulan. Tetapi tidak setiap pemantulan
menghasilkan cahaya terpolarisasi. Suatu berkas cahaya alami sejajar mengalami pemantulan, bila
sinar pantul membentuk sudut 90 ° terhadap sianar biasnya, sinar pantul akan terpolarisasi. Sudut
dating yang menyebabkan sinar pantul terpolarisasi disebut sudut polarisasi ( i p). Arah getar dari sinar
pantul yang terpolarisasi sejajar dengan bidang pantul. Oleh karena sinar pantul tegak lurus sinar bias,
berlaku i p +r=90° atau ¿ 90 °−i p . Dengan demikian berlaku :

n2 sini p sin i p sin i p


= = = =tg i p
n1 sin r sin ( 90 °−i p ) cos i p

n2
=tgi p
n1

Persamaan diatas merupakan bentuk matematis dari Hukum Brewster.

3
2.2. Fungsi Kaleidoskop
Kaleidoskop berfungsi sebagai alat bermain edukatif yang didalamnya terdapat cermin serta
objek-objek berwarna kecil seperti manik-manik.kegunaannya yaitu sama seperti teropong cermin sebagai
pantul ruang agar cahaya tetap terang di ruang tersebut walaupun hanya ada satu celah sempit.

2.3. Cara pembuatan Kaleidoskop


Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini meliputi:
1. Gunting
2. Lem
3. Cermin datar persegi panjang 3 buah (ukuran 5,5 cm × 20 cm)
4. Kain/kertas kado untuk lapisan
5. 1 lembar mika plastic transparan
6. Penggaris untuk mengukur
7. Manik-manik
8. Bambu berbentuk tabung

4
Cara pembuatan:

1. Siapkan alat dan bahan


2. Susun 3 cermin menjadi bentuk prisma segitiga

3. Masukkan cermin yang sudah disusun kedalam tabung bamboo

4. Gunting plastik mika dan kardus berbentuk lingkaran sesuai ukuran tabung bamboo

5
5. Tempel kardus yang sudah dicetak pada salah satu ujung tabung

6. Lapisi bagian luar tabung dengan kain yang sudah disesuaikan ukurannya

7. Tutup ujung yangsatunya dengan plastic mika bening

6
8. Lapisi bagian ujung tabung yang sudah ditutup dengan plastik mika bening dengan
kardus

9. Isi bagian ujung yang terdapat mika dengan manik-manik lalu tutup bagian atasnya
dengan mika plastik bening lagi yang sudah disesuaikan ukurannya.

10. Lubangi ujung kaleidoskop yang tertutup kardus. Kaleidoskop siap digunakan

7
2.4. Hasil Pengamatan/Hasil Kerja

Berdasarkan hasil pengamatan dari pembuatan kaleidoskop. Objek yang terletak di ujung
kaleidoskop berhasil dipantulkan bayangannya di dalam ruang. Nampak berbagai dominasi warna yang
terbentuk.

Penjelasan

Prinsip kerja kaleidoskop adalah pada kaleidoskop benda mengalami pemantulan berkali-kali.
Sehingga dengan demikian jumlah benda yang ada terlihat lebih banyak daripada jumlah benda aslinya.
Cara kerja kaleidoskop berdasarkan pada beberapa teori alat optik yaitu cermin pemantulan, pembiasan,
dan polarisasi. Pembentukan bayangan dengan pemantulan berulang pada tiga permukaan cermin yang
disusun berhadapan membentuk pisma segitiga dengan sudut atau kemiringan 60 ° . Banyak bayangan
360 °
yang terbentuk dapat dihitung secara matematis dengan menggunakan rumus n= −1. Cahaya dari

luar akan masuk ke kaleidoskop melalui celah yang ada. Sehingga benda-benda kecil yang ada di
dalamnya bisa terlihat. Cahaya dan bayangan benda dapat dipantulkan berkali-kali dan menghasilkan
bayangan yang tidak terhingga dan warna yang indah.

8
BAB III

PENUTUP

3.1. Kesimpulan

a) Cara pembuatan kaleidoskop sederhana dengan menggunakan beberapa alat dan bahan seperti:
kardus, lem, gunting, 3 buah cermin datar, dan lain sebagainya. Dimana kita harus menyusun
ketiga kaca menjadi bangun prisma segitiga dengan posisi cermin saling berhadapan. Usahakan
sudut yang terbentuk antar cermin sama besar, dan pada ujung pertama di tutup menggunakan
kardus. Dan untuk ujung lainnya ditutup dengan mika plastik bening dan diberi manik-manik.
Hias sedemikian rupa kaleidoskop yang sudah jadi.
b) Untuk memaksimalkan bayangan yang terbentukjenis cermin sangat berpengaruh pada kualitas
bayangan kaleidoskop. Dengan menggunakan cermin dua sisi menghasilkan bayangan yang
fokus, jelas dan menyeluruh pada permukaan cermin. Hal tersebut karena pada cermin dua sisi
terjadi pemantulan dan pembiasan, lebih tepatnya menghasilkan cahaya polarisasi-polarisasi
karena sinar datang dan sinar biasnya membentuk sudut 90 ° . Sedangkan jika kita menggunakan
cermin satu sisi maka akan hanya terjadi pemantulan.
c) Prinsip kerja kaleidoskop adalah pada kaleidoskop benda mengalami pemantulan berkali-kali.
Sehingga dengan demikian jumlah benda yang ada terlihat lebih banyak daripada jumlah benda
aslinya. Cara kerja kaleidoskop berdasarkan pada beberapa teori alat optik yaitu cermin
pemantulan, pembiasan, dan polarisasi.
d) Dalam prinsip kerjanya kaleidoskop memanfaatkan sifat-sifat dari cahaya. Adapun sifat-sifat dari
cahaya sebagai berikut :
cahaya merambat lurus, cahaya dapat dipantulkan, cahaya dapat dibiaskan.

9
DAFTAR PUSTAKA

Meidina, Arlinda.2015.KALEIDOSKOP.https://prezi.com/xzyu1fyu2s/kaleidoskop/.
(Diakses pada 7 Februari 2021)
Wikipedia bahasa indonesia, ensiklopedia bebas. Kaleidokop.https://id.m
.wikipedia.org/wiki/kaleidoskop/ .(Diakses pada 7 Februari 2021 )

10