Anda di halaman 1dari 6

Studi Kasus

Penurunan Rasa Haus Pada Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) Dengan
Berkumur Air Matang

Ulya Najikhah1, Warsono2


1,2 Program
Studi Pendidikan Profesi Ners, Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan, Universitas
Muhammadiyah Semarang

Informasi Artikel Abstrak


Riwayat Artikel: Pasien gagal ginjal kronik mempunyai kondisi dimana ginjal tidak dapat
• Submit 23 April 2020 membuang hasil metabolik yang menumpuk dalam darah, yang
• Diterima 25 Agustus 2020 menyebabkan perubahan keseimbangan cairan dan elektrolit. Terapi
pengganti ginjal yang paling banyak dipilih adalah terapi hemodialisis.
Kata kunci: Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) yang menjalani hemodialisis sering
Kumur air matang; CKD; merasakan haus akibat dari adanya program pembatasan cairan yang
Rasa haus diwajibkan. Kumur air matang merupakan salah satu dari banyak metode
manajemen rasa haus pada pasien CKD. Tujuan studi ini adalah untuk
menganalisis intervensi berkumur air matang terhadap penurunan rasa
haus pada klien CKD. Penerapan ini menggunakan desain descriptive study
yang dilakukan terhadap 2 pasien dengan diagnosa CKD yang menjalani
hemodialisa. Hasil pemberian intervensi selama 3x pertemuan, terjadi
penurunan rasa haus. Hasil penerapan menunjukkan rata-rata lama waktu
menahan rasa haus responden yang diberi perlakuan berkumur air matang
adalah 50 menit, lama waktu menahan rasa haus tercepat 10 menit dan
terlama 65 menit. Intervensi ini dapat menjadi salah satu manajemen terapi
yang dapat di aplikasikan untuk mengurangi keluhan rasa haus baik di
rumah maupun di rumah sakit.

PENDAHULUAN Fungsi hemodialisis terapi pengganti fungsi


ginjal untuk mengeluarkan sisa-sisa
Gagal ginjal kronik adalah kondisi ginjal metabolisme atau racun dari peredaran
tidak dapat membuang hasil metabolik yang darah manusia seperti air, natrium, kalium,
menumpuk dalam darah, yang hydrogen, urea, kreatinin, asam urat, dan
menyebabkan perubahan keseimbangan zat-zat lain melalui membran semi
cairan, elektrolit dan asam basa (LeMone, P., permeable sebagai pemisah darah dan
Burke, K.M,. & Bauldoff, 2012). Berdasarkan cairan dialisat pada ginjal buatan dimana
data dari Riset Kesehatan Dasar, prevalensi terjadi proses difusi, osmosis dan ultra
gagal ginjal kronik di Indonesia sekitar filtrasi untuk mengatasi
0.2%. Dimana prevalensi dari kelompok ketidakseimbangan cairan dan membantu
umur ≥ 75 tahun dengan 0.6% lebih tinggi mengendalikan penyakit ginjal serta
dibandingkan dengan kelompok umur meningkatkan kualitas hidup pasien CKD
lainnya (Riskesdas, 2013). (Kusuma, Hardhi & Amin, 2012).
Hemodialisis idealnya dilakukan 10-12 jam
Saat ini hemodialisis menjadi terapi per minggu agar tercapai adekuasi. Pasien
pengganti ginjal yang paling banyak dipilih. hemodialisis di Indonesia tidak menjalani

Corresponding author:
Ulya Najikhah
ulyanajikhah.unimus@gmail.com
Ners Muda, Vol 1 No 2, Agustus 2020
e-ISSN: 2723-8067
DOI: 10.26714/nm.v1i2.5655
Ners Muda, Vol 1 No 2, Agustus 2020/ page 108-113 109

hemodialisis setiap hari. Pasien biasanya berkumur air matang efektif terhadap
menjalani hemodialisis 2-3 kali seminggu penurunan rasa haus pasien CKD
dengan lama durasi tiap hemodialisis 3 (Makrumah, 2017). Gerakan berkumur
sampai 5 jam, artinya ketika pasien tidak juga akan membuat otot-otot bibir, lidah
menjalani hemodialisis pada hari-hari dan pipi berkontraksi. Kontraksi tersebut
diantara dua waktu dialisis pasien akan akan merangsang kelenjar saliva di mulut
mengalami masalah penumpukan cairan untuk menghasilkan saliva (Pratama,
dalam tubuh. Agar tidak terjadi overhidrasi, 2014).
pasien tetap harus membatasi asupan
cairan pada hari-hari ketika tidak menjalani Saat kelenjar ludah gagal memberikan
hemodialisis (interdialisis). Pengaturan cairan yang cukup untuk melembabkan
pola makan atau diet pada penderita gagal mulut maka menghasilkan rasa haus. Efek
ginjal yang menjalani hemodialisa pada rasa haus mengubah sensasi oral. Rasa
merupakan anjuran yang wajib dipatuhi haus normalnya akan segera hilang dengan
oleh setiap penderita gagal ginjal (Dewa, cara minum, rasa haus juga dapat diatasi
2012). Besarnya dampak yang ditimbulkan hanya dengan membasahi mulut tanpa ada
dari adanya overhidrasi terhadap pasien air yang tertelan. Membasahi mulut dengan
CKD membuat hal ini harus diatasi dengan berkumur dapat mengurangi rasa haus.
baik. Salah satu penatalaksanaan yang Berkumur menyebabkan otot-otot
sering dilakukan di rumah sakit untuk penguyah berkerja merangsang kelenjar
mengatasi masalah tersebut adalah dengan parotis yang memproduksi kelenjar saliva
melakukan program pembatasan intake menjadi meningkat sehingga rasa haus
cairan (Sulistyaningsih, 2011). mengalami penurunan (Ardiyanti, A.,
Armiyati, Y., & Arif, M. S., 2015) .
Adanya pembatasan intake cairan yang
dilakukan pada pasien yang menjalani METODE
hemodialisa menimbulkan efek timbul rasa
haus yang menyebabkan mulut pasien Penerapan ini menggunakan desain
kering karena produksi saliva yang descriptive study, dimana menggambarkan
berkurang (xerostomia), sehingga pasien pengelolaan kasus dalam mengaplikasikan
akan minum banyak untuk mengurangi evidence based nursing dengan
keluhan tersebut. Hal ini dikarenakan menggunakan pendekatan proses
dalam kondisi normal manusia tidak dapat keperawatan yaitu dengan berkumur air
bertahan lama tanpa asupan cairan matang untuk menurunkan rasa haus.
dibandingkan dengan makanan (Potter & Sampel penerapan pasien CKD di ruang
Perry, 2008). Menurut penelitian Ayyub 2 RS Roemani Muhammadiyah
(Fransisca, 2013) beberapa cara untuk Semarang sebanyak 2 orang dan tehnik
mengurangi rasa haus yang dapat dilakukan sampling menggunakan purposive sampling
oleh penderita CKD. Salah satunya adalah sesuai kriteria inklusi. Kriteria inklusi
berkumur dengan air dingin yang dicampur penerapan adalah: Pasien CKD yang
dengan daun mint. Menurut penelitian yang menjalani hemodialisis di RS Roemani,
dilakukan, berkumur dengan bahan bersedia menjadi responden, berumur 15-
tersebut akan berdampak pada penurunan 64 tahun, bersedia diberi intervensi dengan
rasa kering di mulut akibat program berkumur air matang. Kriteria eksklusi ini
pembatasan intake cairan, sehingga hal adalah mengundurkan diri saat proses
tersebut akan dapat menurunkan rasa haus penerapan, tidak patuh terhadap prosedur
yang muncul. Hasil penelitian lain tentang penerapan, pasien yang baru saja minum
“Efektivitas mengulum es batu dan saat akan diberi perlakuan dan dengan
berkumur air matang terhadap penurunan sengaja menelan air saat diberikan
rasa haus pasien CKD” , di dapatkan hasil intervensi berkumur air matang.
bahwa mengulum es batu maupun

Ulya Najikhah - Penurunan Rasa Haus Pada Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) Dengan Berkumur Air Matang
Ners Muda, Vol 1 No 2, Agustus 2020/ page 108-113 110

Setelah calon responden yang terpilih haus”, dan nilai 10 digunakan untuk
setuju, selanjutnya penerapan diawali kategori “sangat haus sekali”. Pengukuran
dengan menjelaskan prosedur penerapan. lama waktu menahan rasa haus
Penerapan dilakukan di ruang ayyub 2. menggunakan stopwatch. Lama menahan
Instrumen penerapan menggunakan rasa haus di ukur dengan menghitung lama
instrument pengukuran Visual Analog Scale waktu pasien menahan rasa haus setelah
(VAS) untuk mengukur rasa haus, skala diberikan intervensi sampai merasa haus
pengukuran berada dalam rentang 0-10. kembali.
Nilai 0 digunakan untuk kategori “tidak

Visual Analog Scale (VAS)

0 10
Tidak Haus Sama Sekali Haus Berat

Gambar 1 Visual Analog Scale of Thirsty


Sumber : Staffrod, Deborah, O’Dea & Norman (2012)

Perlakukan pada ke dua responden diberi makan menurun, tidak ada keluhan mual
air matang 25 ml untuk berkumur selama muntah. BB sebelumnya 59 kg saat ini 57 kg
30 detik yang di ukur dengan stopwatch dan TB 165 cm. Pada pemeriksaan
setelah itu air bekas kumuran dibuang pada laboratorium di dapatkan hasil Hb 10,2
gelas yang sudah di siapkan untuk g/dL, Hematokrit 28,3%, Jumlah Leukosit
memastikan volume air yang keluar tidak 22,90 ul. Untuk pemeriksaan fungsi ginjal di
kurang dari 25 ml. Lama waktu menahan dapatkan hasil ureum 187 mg/dL, Kreatinin
rasa haus di ukur dengan menanyakan lama 12,89 mg/dL. Hasil Analisa Gas Darah PH
pasien menahan rasa haus dari waktu awal 7,27 mmHg, PCO2 25,3 mmHg, PO2 128,5
setelah selesai perlakuan sampai mulai mmHg, HCO3 11,9 mmHg, SaO2 98,4%.
merasa haus kembali. Pasien terdiagnosa CKD tahun 2015 dan
mulai menjalani hemodialisa sejak 2017.
HASIL
Pasien 2 usia 64 tahun, pendidikan SMP,
Berdasarkan hasil pengkajian yang telah agama Islam, suku jawa, pekerjaan buruh.
dilakukan pada Pasien 1 dan Pasien 2 Klien datang dengan keluhan pusing dan
dengan diagnosa CKD di ruang ayyub 2 RS badan terasa lemas. Pemeriksaan fisik
Roemani Semarang didapatkan hasil Pasien didapatkan kesadaran composmentis,
1, usia 51 tahun datang ke IGD pada 25 tanda-tanda vital tekanan darah 100/70
Agustus 2019. Pendidikan SD, agama islam, mmHg, nadi 75x/menit, respirasi rate
suku jawa, pekerjaan tidak bekerja. Pasien 1 20x/menit, suhu 37,00C. Pada pemeriksaan
masuk rumah sakit dengan keluhan sesak labolatorium didapatkan hasil Hb 8,4 g/dL,
sejak 2 bulan dan memberat sejak 1 minggu Hematokrit 24,7%., Ureum 166 mg/dL,
yang lalu. Sesak bertambah ketika Kreatinin 13, 4 mg/dL, GDS 74 mg/dL.
berbaring, sesak seperti tertimpa benda Pasien terdiagnosa CKD pada tahun 2014
berat. Pasien mempunyai riwayat dan sudah mulai menjalani hemodialisa
hipertensi sejak 1 tahun yang lalu, TD pada 2015.
masuk 160/90 mmHg. Pemeriksaan fisik
kesadaran composmentis, nadi 98x/menit, Masalah keperawatan yang muncul pada
suhu 36°C, mukosa bibir kering, Pasien 1 dan Pasien 2 adalah kelebihan
konjungtiva anemis. Pasien sehari-hari volume cairan. Kelebihan volume
makan 3 kali sehari. Pasien mengeluh nafsu berhubungan dengan kelebihan asupan

Ulya Najikhah - Penurunan Rasa Haus Pada Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) Dengan Berkumur Air Matang
Ners Muda, Vol 1 No 2, Agustus 2020/ page 108-113 111

cairan dijadikan sebagai prioritas masalah Penerapan berkumur air matang yang
yang perlu penanganan khusus yaitu bertujuan untuk mengurangi rasa haus
hemodialisis. Dimana program pembatasan pada pasien yang dilakukan dan diobservasi
cairan sangatlah penting bagi pasien yang pada waktu 3 kali pertemuan. Dimana
menjalani hemodialisis. Jumlah cairan yang pertemuan pertama pada tanggal 26
dikonsumsi penderita penyakit ginjal Agustus 2019, pertemuan ke-2 pada
kronik harus dibatasi dan dipatuhi. tanggal 27 Agustus 2019 dan ke-3 pada
Parameter yang efektif agar bisa terkontrol tanggal 30 Agustus 2019. Intervensi yang
dengan berat badan pasien itu sendiri. Jika dilakukan juga baik untuk program
pasien mengalami peningkatan berat kesehatan mulut pasien CKD yang memiliki
badan, akan menyebabkan komplikasi aroma khas amoniak serta bisa dilakukan
penyakit lainnya dan juga membuat edema secara mandiri saat dirumah nanti dan di
pada tubuh. lakukan feedback saat sedang menjalankan
hemodialisis.
Aturan yang dipakai untuk menentukan
asupan cairan adalah produksi urine yang Hasil penerapan menunjukkan rata-rata
dikeluarkan selama 24 jam terakhir+500 lama waktu menahan rasa haus responden
ml (IWL). Asupan cairan ini membutuhkan yang diberi perlakuan berkumur air matang
pengaturan yang harus dijaga dan dipatuhi, adalah 50 menit, lama waktu menahan rasa
karena pada pasien CKD sering merasakan haus tercepat 10 menit dan terlama 65
rasa haus dan mulut yang terasa kering. menit.
Hasil pengkajian didapatkan data tentang
asupan cairan ≥ 1200 ml/hari. Bila Berikut tabel hasil penerapan “Penurunan
menerapkan aturan yang dipakai untuk Rasa Haus Pada Pasien CKD Dengan
menetukan asupan cairan, kebutuhan Berkumur Air Matang” :
cairan pasien dalam 24 jam hanya ≤ 600 ml.

Tabel 1
Distribusi frekwensi Penurunan Rasa Haus Pada Pasien CKD Dengan Berkumur Air Matang
Skala haus Lama waktu menahan haus
Tanggal 26/8/19 27/8/19 30/8/19 26/8/19 27/8/19 30/8/19
Pertemuan I II III I II III
Pasien 1 5 9 8 10 menit 20 menit 35 menit
Pasien 2 8 5 5 30 menit 40 menit 65 menit

PEMBAHASAN air sebagai respon terhadap anti diuretik


hormon (ADH) dan peningkatan kadar
Hasil pengkajian menunjukkan kedua natriuretik atrial (Kozier, B., Glenora,
pasien berusia > 50 tahun, hal ini sesuai Berman, A., & Snyder, 2011)
dengan hasil penelitian sebelumnya yang
menyebutkan bahwa sebagian besar Skala haus pada kedua pasien yaitu ≥ 5, hal
responden dengan penyakit ginjal kronis ini terkait dengan tantangan besar pasien
yang menjalani hemodialisis berada pada CKD yang tinggal di daerah tropis terkait
rentang usia 41-60 tahun (Arfany dkk, pembatasan intake cairan adalah kesulitan
2014). Proses penuaan perlu mendapatkan mengendalikan rasa haus. Suhu lingkungan
perhatian pada pasien CKD, karena penuaan yang tinggi akan meningkatkan
menyebabkan perubahan normal yang pengeluaran cairan berlebihan, suhu
meningkatkan risiko dehidrasi, meliputi; lingkungan yang tinggi akan menyebabkan
respon haus yang kurang dirasakan sering kehilangan cairan tubuh melalui keringat
kali terjadi, kadar hormon antidiuretik yang karena sebagai upaya tubuh untuk
normal atau meningkat tetapi pada nefron menghilangkan panas dalam tubuh. Cairan
terjadi penurunan kemampuan menyimpan tubuh yang hilang melalui keringat akan

Ulya Najikhah - Penurunan Rasa Haus Pada Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) Dengan Berkumur Air Matang
Ners Muda, Vol 1 No 2, Agustus 2020/ page 108-113 112

memicu rasa haus muncul sebagai respon keseimbangan cairan melalui kehausan,
tubuh manusia untuk memenuhi kebutuhan variabel umpan balik yang dikendalikan,
cairan tubuh yang hilang. Lama menjalani diatur secara akut oleh pusat dan
hemodialisis terkait dengan kemampuan mekanisme periferal (Millard-Stafford,
pasien dalam beradaptasi. Semakin lama Wendland, O’Dea, & Norman, 2012).
pasien menjalani hemodialisis diharapkan
pasien semakin beradaptasi terhadap Hasil penerapan menggunakan metode
kondisi penyakitnya terutama beradaptasi manajemen rasa haus berkumur dengan air
dengan pembatasan cairan dengan baik. matang sejalan dengan penelitian oleh
peneliti sebelumnya. Penelitian di RS
Pemeriksaan fisik pada kedua pasien Kariadi yang menunjukkan bahwas
menunjukkan mukosa bibir kering, kondisi berkumur dengan suhu ruangan (±25°C)
ini sesuai dengan teori yang menyatakan sebanyak 25 ml selama 30 detik efektif
salah satu faktor yang menimbulkan rasa dalam mengurangi rasa haus pada pasien
haus muncul adalah efek langsung CKD (Suryono, A., Armiyati, Y., & Mustofa,
membran mukosa kering namun hal ini 2016). Gerakan bekumur mengaktifkan
tidak memicu vasopressin (Arfany, Musculus Masseter yang kemudian
Armiyati, Argo, & Kusuma, 2014). Saat merangsang kelenjar parotis untuk
kelenjar ludah gagal memberikan cairan memproduksi saliva atau liur,
yang cukup untuk melembabkan mulut konsekuensinya produksi saliva meningkat
yang menghasilkan rasa haus. Efek pada sehingga rasa haus dapat berkurang
rasa haus mengubah sensasi oral. Kita (Arfany et al., 2014)
minum ketika kita haus untuk
menghapuskan sensasi yang tidak Kekeringan mulut yang mengakibatkan
menyenangkan yang muncul di mulut peningkatan rasa haus akan meningkatkan
ketika air liur tidak cukup untuk menjaga asupan cairan (Kozier, B., Glenora, Berman,
mulut dan faring dalam kondisi lembab A., & Snyder, 2011). Pasien CKD dengan
(Kozier, B., Glenora, Berman, A., & Snyder, pembatasan asupan cairan dapat memilih
2011). Rasa haus normalnya akan segera intervensi yang paling sesuai. Rasa haus
hilang dengan cara minum, bahkan sebelum akibat mulut kering dapat dikendalikan
cairan diserap saluran pencerna orang sakit dengan memilih intervensi manajemen rasa
selama periode panas yang haus yang aman. Pasien yang sensitif
berkepanjangan(Kozier, B., Glenora, terhadap mint dan es dapat memilih
Berman, A., & Snyder, 2011). Rasa haus juga mengurangi rasa haus dengan berkumur
dapat diatasi hanya dengan membasahi menggunakan air matang. Hasil penelitian
mulut tanpa ada air yang tertelan. menjadi rujukan pasien hemodialisis untuk
Membasahi mulut dengan berkumur dapat melakukan perwatan diri (self care) dalam
mengurangi rasa haus. pembatasan intake cairan dengan
pemilihan intervensi “manajemen rasa
Penerapan ini untuk melihat efektifitas haus” yang tepat. Studi literatur review
intervensi ”manajemen rasa haus” dengan “Gambaran self care status cairan pada
berkumur air matang terhadap kemampuan pasien hemodialisa” dengan melihat artikel
pengendalian intake cairan tubuh melalui yang bersumber dari elektronik data base
pengendalian rasa haus. Penerapan ini seperti Proquest, google scholar dan
memberikan kontribusi terhadap pilihan pubmed kurun waktu 2008 – 2019
intervensi menahan rasa haus untuk menunjukkan bahwa bahwa kemampuan
mencegah ketidakseimbangan tubuh pasien hemodialisa pemenuhan self care
karena overhidrasi. Hasil evaluasi kedua status cairan masih rendah (Faradisa
pasien terdapat peningkatan dalam Yuanita Fahmi, 2016). Hasil penelitian ini
menahan rasa haus. Kondisi tersebut dapat memberikan informasi kepada
mendukung dalam mepertahankan pasien, keluarga pasien dan tenaga

Ulya Najikhah - Penurunan Rasa Haus Pada Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) Dengan Berkumur Air Matang
Ners Muda, Vol 1 No 2, Agustus 2020/ page 108-113 113

kesehatan untuk memilih intervensi yang Kusuma, Hardhi & Amin, Huda Nurarif. (2012).
sesuai dalam mengatasi rasa haus dan Handbook for Health Student. Yogyakarta:
Mediaction Publishing.
mengurangi asupan cairan.
LeMone, P., Burke, K.M,. & Bauldoff, G. 2012. Buku
ajar keperawatan medikal bedah gangguan
SIMPULAN
eliminasi gangguan kardiovaskular. Jakarta:
EGC
Berkumur dengan air matang dapat
Makrumah, N. (2017). Efektifitas mengulum es batu
menurunkan rasa haus pada pasien CKD. dan berkumur air matang terhadap lama
Lama waktu menahan rasa haus berkumur waktu menahan rasa haus pasien yang
air matang rata-rata 50 menit. menjalani hemodialisis di RS Roemani
Muhammadiyah semarang (Minithesis,
UCAPAN TERIMAKASIH Unimus).
Millard-Stafford, M., Wendland, D. M., O'Dea, N. K., &
Peneliti mengucapkan terimakasih kepada Norman, T. L. (2012).Thirst and hidration
semua pasien yang telah bersedia menjadi status in everyday life. Nutrition Reviews, Vol
70 (Suppl. 2): S147-S151.
subjek studi kasus. Peneliti juga
mengucapkan terimakasih kepada semua Pratama, Moh.A.B.P. (2014). Perbedaan sekresi
saliva sebelum dan sesudah berkumur
pihak yang telah membantu dalam menggunakan baking soda pada penderita
penyelesaian artikel ini. diabetes melitus.
http://repository.unhas.ac.id/handle/123456
REFERENSI 789/11853. Diperoleh pada tanggal 06 Juni
2017.
Ardiyanti, A., Armiyati, Y., & Arif, M. S. (2015). Purnomo, B.B. (2011). Dasar-dasar urologi. Edisi III.
Pengaruh Kumur dengan Obat Jakarta: Sagung Seto
Kumur Rasa Mint terahadap Rasa Haus pada Riskesdas. (2013). Badan penelitian dan
Penyakit Ginjal Kronis yang Menjalani pengembangan kesehatan kementrian
Hemodialisa di SMC RS Telogorejo. Jurnal kesehatan RI.
Keperawatan dan Kebidanan, 1 - 9. http://www.depkes.go.id/resources/download
Arfany, N.W., Armiyati, Y., Kusuma, M.A.B. (2015). /general/Hasil%20Riskesdas%2013.pdf.
Efektifitas mengunyah permen karet rendah Diperoleh pada tanggal 02 Juli 2017.
gula dan mengulum es batu terhadap Sulistyaningsih. (2011). Metodologi penelitian
penurunan rasa haus pada pasien Penyakit kebidanan kuantitatif-kualitatif. Edisi I.
Ginjal Kronis yang menjalani hemodialisis di Yogyakarta: Penerbit Graha Ilmu.
RSUD Tugurejo Semarang. Jurnal Ilmu
Keperawatan dan Kebidanan STIKES Suryono, A., Armiyati, Y., & Mustofa, A. (2016).
Telogorejo. Vol. 1, No. 6. Diperoleh pada Efektifitas mengulum es batu dan berkumur air
tanggal 12 Mei 2017. matang terhadap penurunan rasa haus pasien
Penyakit Ginjal Kronik (PGK) di RSUP. Dr.
Fahmi, F. Y., & Hidayati, T. (2016). Gambaran self care Kariadi Semarang.
status cairan pada pasien hemodialisa http://jurma.unimus.ac.id/index.php/peraw
(literatur review). Jurnal Care, vol. 4, No. 2, at/article/view/290, diperoleh 20 Februari
Tahun 2016. 2019.
Fransisca, K. (2013). Dialife: Berat interdialisis. Tortora, G.J., Derrickson, B. ( 2011). Principles of
https://www.google.com/search?q=Buletin%2 anatomy and physiology maintanance and
0informasi%20kesehatan%2095. Diperoleh continuity of the human body. 13th Edition.
pada tanggal 15 Mei 2017. Amerika Serikat: John Wiley & Sons, Inc.
Kozier, B., Glenora, Berman, A., & Snyder, J. S. (2011).
Buku Ajar Fundamental Keperawatan Konsep,
Proses dan Praktik. Jakarta: EGC.

Ulya Najikhah - Penurunan Rasa Haus Pada Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) Dengan Berkumur Air Matang