Di Susun Oleh :
M.DODI.R
Kelas :
X-8
YAYASAN KARTIKA JAYA SILIWANGI
SMA KARTIKA SILIWANGI -1
Jalan Taman Pramuka No.163 Tlp.7205802 BANDUNG 40114
GUCI AJAIB PALSU
Oleh Benny Rhamdani
Oben gembira di ajak Indra untuk ikut berlibur ke kampung orang tua
Indra.Sudah lama ia ingin melihat kampung Indra di daerah pantai
selatan.Sebab Indra selalu bercerita seru mengenai kampung Cijampang.
Kenyataannya,cerita Indra tidak berlebihan.Begitu tiba di kampung
itu,Oben merasa takjub melihat pemandangan di depannya.Hamparan laut
dengan pasir berwarna putih.
“Benar-benar indah,”puji Oben kagum.
“Ya apalagi kalau kita ke pantai Ujung Genteng.Kita bias melihat taman
laut.Bahkan di sana ada bekas dermaga tua pada zaman Belanda,”tunjuk
Indra.
“Nanti sore kita ke sana,sekalian melihat matahari tenggelam.Sekarang
kita istirahat dulu sambil minum kelapa muda.
Mereka segera beristirahat sambil menghabiskan air kelapa muda yang
di petik Pak Kusnadi,Paman Indra.
“Selain ke pantai,kita bias main ke mana lagi?”Tanya Oben ingin tahu.
“Kalau mau lihat yang aneh,ayo kita ke kampung nelayan,”ajak Pak
Kusnadi.
“Apanya yang aneh?”tanya Oben.
“Dua hari lalu ada nelayan yang menemukan guci Cina dari dasar
laut.Nelayan itu kemudian mimpi kakek tua dari Cina.dalam mimpinya,kakek itu
berkata bahwa guci itu ajaib.Bisa mengabulkan permintaan siapa pun,asal
memasukan uang ke dalam guci itu.”
“Wah,menarik juga.Apa Pak Kus pernah ke sana?”
“Ah Pak Kus tidak begitu percaya cerita seperti itu.Tapi orang
kampung ini dan kampung lainnya banyak yang ke sana.”
Oben menoleh ke arah Indra.”Nanti sore kita sekalian melihat guci
ajaib itu,yuk!”ajak Oben.
“Boleh.Kebetulan letak pantai Ujung Genteng tak jauh dari
sana.Eh,memengnya kamu percaya pada keajaiban guci cina itu?”Tanya Indra.
“Tentu saja tidak.Aku cuman penasaran ingin melihat guci itu,”ujar
Oben.
Pukul empat sore mereka bergegas menuju kampung nelayan.Tidak sulit
menemukan rumah nelayan pemilik guci ajaib itu.Banyak orang yang datang ke
rumah itu.
“Kalau ingin minta sesuatu,harus cepat-cepat.Katanya guci itu mau
dibeli orang Jakarta,”terdengar bisik-bisik di antara pengunjung.
Setelah antre cukup lama,Oben dan Indra akhirnya mendapat
giliran.Nelayan pemilik guci agak terkejut melihat Oben dan Indra.Baru kali
ini ia meneruma tamu anak-anak.
“Kami dari Jakarta,Pak.Sengaja datang untuk minta tolong pada guci
ajaib,”Oben buru-buru memamerkan uang sepuluh ribu rupiah di tangannya.
Nelayan itu segera mempersilahkan Oben dan Indra masuk ke sebuah
kamar kecil dari bilik bamboo.Di sudut kamar itulah mereka melihat guci
itu.Ukurannya lumayan besar.Sekitar setengah meter tingginya.Ada lukisan
perempuan bermata sipit dengan rumpun-rumpun bambu.Seperti umumnya
lukisan Cina,ada tulisan Cina di antara lukisan itu.
“Ucapkan permintaan kalian,lalu masukan uang itu ke dalam guci
itu,”ujar si nelayan.,
Oben merogoh sakunya.Namun ketika ia mengeluarkan uang,tiba-tiba
sesuatu jatuh dari sakunya.Cling!benda itu menggelinding.
“Aduh,cincin warisan Ibu saya!”seru Oben.”Tolong Bantu carikan.Di sini
gelap.Saya kurang bisa melihat.”
Nelayan itu membantu Oben mencari cincin.Setelah agak lama baru
lelaki itu menemukannya.Buru-buru ia memberikannya kepada Oben.
“Terima kasih,Pak.Oh,iya,permintaannya sudah saya sebutkan.Uangnya
juga sudah di masukan tadi.”Oben lalu mengajak Indra keluar.
Setelah jauh dari rumah itu Oben tertawa geli sendiri.
“Mengapa tertawa?Dan sejak kapan kamu membawa cincin
warisan?”tanya Indra.
“Lucu!Benar-benar lucu!Hahaha,cincin itu kutemukan tadi di kamar
mandi pamanmu.Kupikir aku harus meminjamnya sebelum kukembalikan pada
pamanmu.Siapa tahu berguna.Dan memang berguna…”
“Maksudmu?”Indra makin bingung.
“Sewaktu kalian mencari cincin itu,aku membaca tulusan Cina di guci
itu.”
“Memangnya kamu mengerti huruf dan bahasa Cina?”
“Itu bukan huruf dan bahasa Cina.Setelah kuperhatikan,ternyata itu
huruf latin biasa.Namun dihiasi sehingga mirip huruf kanji yang di pakai orang
Cina.Bahasanya juga bahasa Indonesia.Kalau mata yang melihatnya kurang
teliti,pasti akan menyangka huruf dan bahasa Cina.Makanya sengaja
kujatuhkan cincin ini,karena aku perlu waktu lama untuk membacanya,”papar
Oben.
“Memangnya tulisan apa yang tertera di guci itu?”tanya Indra
penasaran.
“Guci buatan plered,akhir Agustus 2001.”
“Plered?Rasanya aku pernah dengar!”
“Masa lupa sih?itu kan nama pusat industri gerabah dan keramik di
Jawa Barat yang terkenal.Nah,berarti itu bukan guci Cina asli.Semua cerita
guci Cina asli dan semua cerita tentang guci ajaib itu palsu!”Oben
menggeleng.”Kita harus minta pamanmu melapor ke kantor
polisi.Kasihan,banyak penduduk desa yang tertipu.”
Indra menelan ludah.”Tapi…kita kan mau melihat matahari tenggelam di
pantai Ujung Genteng…”
“Besok,kan, matahari akan terbit dan tenggelam.Gampang.Kita pulang
dan lapor dulu pada pamanmu.Ayo!”paksa Oben.
Indra mengangkat bahu,lalu mengikuti langkah Oben.Percuma melawan
Oben.Kemauannya tidak bias di tentang siapa pun.Namun,biar bagaimanapun
Indra bangga memiliki sahabat secerdik Oben.***
Cerpen ini dapat dilihat di internet.
Alamatnya: www.pacific.net.id
Sumber: Majalah Bobo, Maret 2002