100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
2K tayangan2 halaman

Perbedaan PPN, PPnBM, Bea, dan Cukai

PPN adalah pajak atas nilai tambah yang dikenakan di setiap tahap produksi dan distribusi, dan dapat dikreditkan. PPnBM adalah pajak tambahan untuk barang mewah yang hanya dikenakan sekali saat impor atau penyerahan, dan tidak dapat dikreditkan. Bea Materai adalah pajak atas penanda tanganan dokumen. Kepabeanan dan Cukai masing-masing adalah pungutan untuk barang masuk dan keluar wilayah p

Diunggah oleh

Gabriel Pirade
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
2K tayangan2 halaman

Perbedaan PPN, PPnBM, Bea, dan Cukai

PPN adalah pajak atas nilai tambah yang dikenakan di setiap tahap produksi dan distribusi, dan dapat dikreditkan. PPnBM adalah pajak tambahan untuk barang mewah yang hanya dikenakan sekali saat impor atau penyerahan, dan tidak dapat dikreditkan. Bea Materai adalah pajak atas penanda tanganan dokumen. Kepabeanan dan Cukai masing-masing adalah pungutan untuk barang masuk dan keluar wilayah p

Diunggah oleh

Gabriel Pirade
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1.

Jelaskanlah perbedaan yang mendasar dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dengan
Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM), Bea Materai serta Kepabeanan dan
Cukai !

Berdasarkan masing-masing karakteristiknya, secara garis besar terdapat tiga poin


perbedaan PPN dan PPnBM, yakni:

1. Jenis pungutan. Pada PPN, jenis pungutan yang dibebankan adalah pungutan
atas nilai tambah barang. Sementara, PPnBM merupakan pungutan tambahan
yang dikenakan selain PPN kepada barang yang sifatnya mewah.
2. Pengenaan Pajak. PPN dikenakan di setiap mata rantai jalur produksi maupun
jalur distribusi, mulai dari tingkat pabrikan, tingkat pedagang besar hingga tingkat
pedagang pengecer. Sementara, PPnBM hanya dikenakan satu kali, yakni saat
impor atau saat penyerahan BKP di dalam negeri oleh pabrikan yang
menghasilkannya.
3. Pengkreditan. PPN dapat dikreditkan melalui mekanisme pajak masukan dan
pajak keluaran. Sementara, PPnBM tidak dapat dikreditkan dengan PPN atau
PPnBM lainnya.

Bea Meterai adalah pajak atas dokumen yang terutang sejak saat dokumen tersebut
ditanda tangani oleh pihak-pihak yang berkepentingan, atau dokumen tersebut selesai
dibuat atau diserahkan kepada pihak lain bila dokumen tersebut hanya dibuat oleh satu
pihak.

Bea merupakan pungutan yang dikenakan atas barang yang masuk (impor) maupun
keluar (ekspor) dari wilayah kepabeanan. Perlu dicatat bahwa wilayah pabean
Indonesia adalah 200 mil dari pantai terdepan. Dari definisi tersebut tampak bahwa bea
dibebankan kepada orang pribadi atau badan yang melakukan perdagangan
internasional baik impor maupun ekspor. Sebab itu, bea dibedakan menjadi dua, yakni
bea masuk dan bea keluar. Bea masuk merupakan pungutan yang dikenakan pada
barang-barang impor, sedangkan bea keluar adalah pungutan yang dibebankan pada
barang-barang ekspor.

Bagaimana dengan cukai? Cukai juga merupakan pungutan resmi yang dibebankan
oleh negara pada barang-barang yang memiliki karakteristik khusus sesuai ketentuan
undang-undang cukai. Karakteristik khusus yang dimaksud adalah sifat barang yang
pemakaiannya bisa memberikan dampak negatif terhadap lingkungan hidup dan
masyarakat umum.
Sumber:

https://www.online-pajak.com/tentang-ppn-efaktur/ppn-dan-ppnbm

https://pajak.go.id/id/bea-meterai-0

Anda mungkin juga menyukai