DOKUMEN “BUNDLES” PPI
PNEUMONIA KARENA TIRAH BARING (HAP)
PUSKESMAS SENORI
TAHUN 2021
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat
yang diberikan sehingga kami dapat menyelesaikan dokumen Bundles HAI’s Tahun 2021.
Dokumen ini bertujuan untuk dijadikan salah satu acuan pencegahan terjadinya HAI’S di
Puskesmas Senori dan untuk menentukan rencana tindak lanjut perbaikan.
Dokumen ini berisi upaya yang harus dilakukan pada setiap tindakan Pra – Saat –
Paska kegiatan yang beresiko terjadinya HAI’S, sehingga kita dapat mengevaluasi hasil
kinerja kita yang berkaitan dengan HAI’S dan dapat ditentukan langkah kongkrit untuk
perbaikan.
Terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh anggota tim PPI yang telah
memberikan saran masukan dan atas kerjasamanya.
Mohon kritik dan saran untuk perbaikan dokumen ini.
LEMBAR PENGESAHAN
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : dr Fitria Wahyuningtyas
NIP : 19830712 201101 2 014
Jabatan : Kepala Puskesmas Senori
Mengesahkan/memberlakukan Dokumen Bundles PPI Puskesmas Senori sebagai acuan dalam
program perbaikan dan peningkatan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI).
Tuban, 05 April 2021
Kepala Puskesmas Senori
dr Fitria Wahyuningtyas
DAFTAR ISI
Halaman Sampul ....................................................................................................... i
Lembar Pengesahan.................................................................................................. ii
Kata Pengantar.......................................................................................................... iii
Daftar Isi.................................................................................................................... iv
BAB I Pendahuluan....................................................................................................1
BAB IIPembahasan Bundles PPI Puskesmas..............................................................2
BAB III Penutup..........................................................................................................3
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
HAIs merupakan infeksi yang didapatkan selama pasien menjalani prosedur perawatan
dan tindakan medis di fasilitas pelayanan kesehatan dalam waktu ≥ 48 jam sampai waktu ≤
30 hari dan infeksi diamati setelah psien keluar dari fasilitas pelayanan kesehatan (WHO,
2011). Kasus HAI’S di Puskesmas Senori relatif sangat kecil dan hampir tidak ditemukan,
akan tetapi sangat diperlukan upaya untuk mencegah terjadinya HAI’S. Untuk itu dibuatlah
sebuah dokumen yang bisa dibuat acuan untuk meminimalkan kejadian HAI’S.
Pengertian Bundles adalah seperangkat intervensi konsep ilmiah berbasis bukti sahih
( evidence base practices ), terdiri dari 4-6 elemen / unsur bila dilaksanakan menyeluruh
setiap waktu menghasilkan umpan balik terbaik.
Bundles merupakan proses kegiatan atau keadaan yang berkontribusi dan berpengaruh
untuk mencegah terjadinya HAI’S, HAI’S bisa terjadi akibat Pra – Saat – Paska tindakan
yang tidak sesuai standar PPI.
Sasaran Bundles antara lain petugas yang melaksanakan tindakan keperawatan, semua
pasien yang dilakukan tindakan medis dan dilakukan disetiap waktu tindakan.
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Puskesmas Senori mampu menerapkan bundles dan pencegahan pengendalian infeksi
pada seluruh unit terkait agar tidak terjadi atau adanya penurunan terhadap HAIS
sesuai standar yang sudah ditetapkan.
2. Tujuan Khusus
a. Petugas bisa melakukan tindakan sesuai SOP
b. Petugas bisa memberikan KIE kepada Pasien tentang tindakan.
c. Menurunnya kejadian HAI’S.
BAB II
PEMBAHASAN BUNDLES PPI PUSKESMAS
Dokumen Bundles dipergunakan untuk upaya pencegahan HAI’S, Kasus yang sering
terjadi di Puskesmas Senori adalah : pneumonia karena tirah baring.
PENERAPAN BUNDLE PENCEGAHAN INFEKSI
1. BUNDLE PNEUMONIA KARENA TIRAH BARING (HAP)
NO BUNDLE
PRA TINDAKAN
1 Kaji kebutuhan pasien (alasan lama tirah baring, termasuk kemampuan menelan
pasien)
2 Persiapan Petugas:
- Hand hygiene lima momen
- Penggunaan APD sesuai standar
APD saat
Menjaga kebersihan mulut dan suctioning ( sarung tangan, masker
bedah, gown, apron, dan fice shield)
Fisioterapi dada dan mobilisasi dini (sarung tangan, masker bedah)
3 Persiapan Pasien:
- Posisikan tempat tidur pasien semi fowler ( bila tidak ada kontra indikasi
misalnya trauma kepala ataupun cedera tulang belakang)
- Pastikan keamanan pasien dengan memasang bed side rail dan mengunci
roda tempat tidur
- Informed consent
SAAT TINDAKAN
1 Menjaga kebersihan mulut atau oral hygiene dengan menggunakan bahan dasar
anti septik clorhexidine 0,02% dan gosok gigi setiap 12 jam untuk mencegah
timbulnya flaque pada gigi karena flaque merupakan median tumbuh kembang
bakteri patogen yang akhirnya akan masuk ke dalam paru pasien
2 Manajemen sekresi
Suctioning (bila pasien terpasang trakeostomi)
PRINSIP SUCTION 4A
1) Aseptik : Segala upaya yang dilakukan untuk mencegah masuknya
mikroorganisme ke dalam tubuh yang kemungkinan besar akan mengakibatkan
infeksi.
2) Asianotik : Tindakan yang tidak boleh menimbulkan sianosis.
3) Afektif : Tindakan yang dilandaskan gaya atau makna yang menunjukan
perasaan dan emosi.
4) Atraumatik : Tindakan yang mencegah terjadinya trauma
Prosedur tindakan suction
a. Tempatkan handuk diatas bantal dibawah dagu klien
b. Beberapa suction mempunyai tiga daerah tekanan : tinggi (120-150
mmHg), sedang (80-120 mmHg), rendah (0-80 mmHg). Umumnya
tekanan 100-120 mmHg untuk orang dewasa, dan 50-75 mmHg untuk
anak-anak dan bayi.
c. Buka bak instrumen steril, masukkan NaCl/air steril pada tempatnya
d. Pakai sarung tangan steril
e. Ambil kateter dan hubungkan dengan suction
f. Buat ukuran kedalaman, tandai selang dengan jari. Ukuran tepat sepanjang
hidung dan lobang telinga / 13 cm untuk orang dewasa.
g. Basahi ujung kateter dengan air steril/saline,untuk mengurangi hambatan
dan memudahkan pemasukan
h. Suction di tes dan tempatkan jari tangan ke tempat ibu jari, buka cabang Y
connector (control suction) untuk menimbulkan pengisapan
i. Masukkan kateter suction dengan hati-hati (nasopharing ± 5 cm,
oropharing ± 10 cm), tanpa menutup kateter suction.
j. Hisap lendir dengan menutup lubang kateter suction, tarik keluar perlahan
sambil memutar (± 5 detik untuk anak-anak, ± 10 detik untuk dewasa).
Penghisapan dilakukan hanya 15 detik.
k. Bilas kateter suction dengan air steril atau NaCl, sambil memberi
kesempataan pasien bernapas.
l. Ulangi penghisapan 3 –5 kali
m. Dorong klien untuk bernafas dalam dan batuk diantara suction. Nafas
dalam dan batuk membantu mengeluarkan sekret dari trachea dan bronchi
ke faring, yang dapat dijangkau kateter suction.
n. Observasi keadaan umum klien dan status pernapasannya.
o. Observasi sekret tentang jumlah, warna, bau, konsistensi.
p. Jika dibutuhkan pemeriksaan spesimen, tampung dalam tempat sputum
q. Setelah selesai, bersihkan mulut dan hidung
Fisioterapy dada (mencegah penumpukan sekret)
3 Mobilisasi dini (miring kanan miring kiri setiap 2 jam sekali)
4 Peptic ulcer disease prophylaxis diberikan pada pasien dengan risiko tinggi
PASCA TINDAKAN
1 KIE pada pasien pasca tindakan
2 Pertahankan penerapan SPO tirah baring
3 Hand hygiene
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari uraian Bundles diatas sebagian besar tindakan sudah dilaksanakan sesuai
dengan standar PPI, akan tetapi dalam observasi masih ditemukan beberapa tindakan
yang tidak/kurang sesuai dengan standar.
B. Saran
Agar tidak terjadi HAI’S maka sangat perlu untuk memastikan seluruh tindakan
yang dilakukan sudah sesuai dengan standar.
C. Rencana Tindak Lanjut
1. Dilakukan sosialisasi tentang Bundles secara berkala.
2. Observasi berkala tentang kepatuhan petugas.
Tuban, 5 April 2021
Ketua Tim PPI
Eka Marita Yosiana, S.Kep.Ns
DAFTAR PUSTAKA
Snars.web.id
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5109660/
https://garuda.ristekbrin.go.id/documents/detail/1404248
http://bppsdmk.kemkes.go.id/pusdiksdmk/wp-content/uploads/2017/08/Praktikum-KDM-2-
Komprehensif.pdf