Ny M 47 th
AMI
Ku : Nyeri dada kiri
Nyeri dada kiri seperti tertekan benda berat menjalar ke leher kiri dan tangan kiri 3 jam sebelum
masuk rumah sakit. pasien juga megeluhkan sesak, keringat dingin dan mual
RPD: riwayat gagal jantung, riwayat diabetes dan hipertensi disangkal
RPO: pasien belum mengkonsumsi obat apapun sebelum masuk rumah sakit
Pemeriksaan fisik:
Ku: lemah
GCS: 456
TD: 110/70
HR: 88
RR: 26
SpO2; 98
K/L: a-/i-/c-/d+
Thoraks: vesikuler, tidak didapatkan rhonki maupun wheezing
cor: S1 S2 tunggal
abdomen: soepel, BU normal, tidak didapatkan nyeri tekan abdomen
Ekstremitas atas: CRT <2" tidak didapatkan edema
Ekstremitas bawah: tidak didapatkan edema
Pemeriksaan penunjang
EKG: Irama Sinus, HR 100x/ menit, sumbu frontal normal sumbu horizontal CWR
CKMB: 31
Diagnosis: obs Chest Pain susp. Acute Coronary Syndrome
Terapi: IVFD NaCL 0,9% 7 tpm; inj Ranitidine 2x 1; ISDN 5mg Sublingual ekstra; Aspilet 320 mg single
dose, lanjut 160 mg; konsul Sp.JP
Tn S 51 th
Colic Renal
Ku : nyeri perut tembus ke ppunggung
RPS: pasien mengeluh nyeri perut tembus ke punggung sejak 1 hari SMRS. Nyeri terasa seperti
tertusuk dan terus menerus, demam -, mual muntah -, BAB dbn, BAK sedikit sedikit dan terasa
anyang-anyangen
RPD: riwayat sakit seperti ini sebelumnya + hanya diberikan anti nyeri melalui dubur kemudian
pasien membaik,riw ekspulsi batu melalui kencing -, DM -, HT -
Pemeriksaan fisik:
Ku: cukup
GCS: 456
TD: 120/80
HR: 107
RR: 18
SpO2: 97
K/L: a-/i-/c-/d-
Thoraks: vesikuler, tidak didapatkan rhonki maupun wheezing
cor: S1 S2 tunggal, murmur -, gallop -
abdomen: soepel, BU normal, tidak didapatkan nyeri tekan abdomen regio RUQ dan LUQ, nyeri
ketok CVA + dextra dan sinistra
Ekstremitas atas: CRT <2" tidak didapatkan edema
Ekstremitas bawah: tidak didapatkan edema
Pemeriksaan penunjang
Diagnosis: colic renal
Terapi: (px penolakan MRS)
caltrofen supposituria 2x1 prn
inj Ranitidine extra
Gitas plus 3x1 tab
Ny R 24 th
Ku : mual muntah
Pasien datanng dengan mual muntah 1 hari sebelum masuk rumah sakit, muntah 2x hari ini berisi
makanan, mual +, nyeri perut ulu hati dan pusing. Pasien juga mengeluhkan badan terasa lemah.
Dada seperti terbakar (-), BAB (+) normal seperti biasa BAK (+) normal seperti biasa nafsu makan
normal.
RPD: sakit maag mulai dari remaja
RPO: belum diobatkan
Pemeriksaan fisik:
Ku: cukup
GCS: 456
TD: 120/90
HR: 89
RR: 18
SpO2:
K/L: a-/i-/c-/d-
Thoraks: vesikuler, tidak didapatkan rhonki maupun wheezing
cor: S1 S2 tunggal, murmur (-), gallop (-)
abdomen: soepel, BU normal, nyeri tekan abdomen regio epigastric
Ekstremitas atas: CRT <2" tidak didapatkan edema
Ekstremitas bawah: tidak didapatkan edema
Pemeriksaan penunjang:
EKG : Irama Sinus HR 80x/menit Sumbu vertikal dbn Sumbu horizontal dbn
Diagnosis: Dispepsia
Terapi: inj santagesic ; inj ranitidine; tab Gitas plus 2 x 1, tab omeprazole 1x1
Ny R 53 th
Ku : Sesak
Pasein datang dengan keluhan sesak sejak 3 hari SMRS, sesak dirasakan semakin memberat dan
terus menerus. Keluhan disertai nyeri dada saaat pasien batuk, batuk sejak 3 hari yang lalu,
berdahak namun tidak dapat keluar. Pasien mengeluh demam sejak 4 hari yang lalu, sempat
diobatkan ke mantri setempat tidak membaik.
RPD: riwayat diabetes dan hipertensi disangkal, riwayat penyakit paru lain (+) pasien lupa diagnosis
RPO: pasien dan keluarga lupa nama obat yang dikonsumsi
Pemeriksaan fisik:
Ku: lemah
GCS: 456
TD: 130/90
HR: 107
RR: 26
SpO2: 96
T : 38,9
K/L: a-/i-/c-/d+
Thoraks: vesikuler, tidak didapatkan rhonki +/+ ; wheezing -/-
cor: S1 S2 tunggal, murmur (-), gallop (-)
abdomen: soepel, BU normal, nyeri tekan abdomen (-)
Ekstremitas atas: CRT <2" tidak didapatkan edema
Ekstremitas bawah: tidak didapatkan edema Terapi: IVFD RL 1500 cc/24 jam; O2 nasal 2-4 lpm; inj
aminophillin bolus ½ amp drip 1 ½ amp; methylprednisolon inj 125 mg; combivent nebule 3x1; inj
ceftriaxone 2 x 1g; konsul Sp.P
Pemeriksaan penunjang:
CXR: konsolidasi homogen pada kedua lapang paru, emphysematous lung
Diagnosis: PPOK eksaserbasi akut + s Pneumonia
Terapi: IVFD RL 1500 cc/24 jam; O2 nasal 2-4 lpm; inj aminophillin bolus ½ amp drip 1 ½ amp;
methylprednisolon inj 125 mg; combivent nebule 3x1; inj ceftriaxone 2 x 1g; konsul S
tn R 45 th
Ku : mendadak pelo 3 jam SMRS, wajah merot ke kanan 3 jam SMRS. Awalnya pasien sempat
terjatuh di kamar mandi 6 jam SMRS setelah itu mendadak badan terasa lemas dan kaki kiri beserta
tangan kiri terasa kesemutan, 3-4 jam SMRS tangan dan kaki kiri pasien terasa tidak dapat
digerakkan. Mual (+) muntah (+) 1x sebelum masuk rumah sakit, penurunan kesadaran (-), kejang (-),
pandangan mata kabur (+), nyeri kepala (+).
RPD: riwayat DM disangkal HT (+) tidak rutin minum obat
Pemeriksaan fisik:
Ku: cukup
GCS: 456
TD: 210/110
HR: 98 x/menit
RR: 20 x/menit
SpO2: 98 %
K/L: a-/i-/c-/d-,
Thoraks: vesikuler, tidak didapatkan rhonki maupun wheezing
cor: S1 S2 tunggal, murmur (-), gallop (-)
abdomen: soepel, BU normal, nyeri tekan abdomen (-)
Ekstremitas atas: CRT <2" tidak didapatkan edema
Ekstremitas bawah: tidak didapatkan edema
Status neurologis
GCS 456
MS/KK : (-)
Nervus cranialis: pupil 3mm/3mm reflex cahaya +|+; hemi parese nervus VII, disartrhia lingualis
Motorik:
Lengan atas 5555| 1111
Lengan bawah 5555 | 1111
Sensorik: hemihipesthesia sinistra
Pemeriksaan penunjang:
EKG : Irama Sinus HR 90-100 x/menit Sumbu vertikal dbn Sumbu horizontal dbn
Diagnosis: hemiplegi sinistra ec CVA susp stroke iskemik + disarthria
Terapi: IVFD NaCL 0,9% 1000 cc/24 jam, inj citicholine 3x500 mg; inj ranitidine 2x1 amp; konsul Sp. S
Nn M 18 th
Ku : Jari kedua tangan kanan terjepit pintu kamar mandi 1 jam SMRS. jari masih dapat digerakkan
namun sangat nyeri.
RPD: -
Pemeriksaan fisik:
Ku: cukup
GCS: 456
TD: 130/80
HR: 115 x/menit
RR: 18 x/menit
SpO2: 98 %
K/L: a-/i-/c-/d-
Thoraks: vesikuler, tidak didapatkan rhonki maupun wheezing
cor: S1 S2 tunggal, murmur (-), gallop (-)
abdomen: soepel, BU normal, nyeri tekan abdomen (-)
Ekstremitas atas: CRT <2", manus dextra digiti II interphalangeal I didapatkan vulnus amputatum
ukuran 5 mm x 5 mm dasar luka tampak darah dan tulang
Ekstremitas bawah: dalam batas normal
Pemeriksaan penunjang: rontgent wrist dextra
Digiti 2 tidak didapatkan mal alignment, bone: discontinuitas kortex tulang interphalangeal I digiti 2,
cartilage dbn, soft tissue dbn.
Diagnosis: vulnus amputatum digiti II interphalangeal I manus Dextra
Terapi: IVFD NaCL 0,9% 1500 cc/24 jam; rawat lukal; inj santagesik; inj ranitidine; konsul Sp.OT
Ny W/40 th
Ku : mual muntah
Pasien datang dengan mual muntah3 hari SMRS, mual muntah kurang lebih 3x/ hari setiap selesai
makan, perut terasa kembung, nyeri perut (-), nafsu makan menurun, sesak (-), BAB dbn, BAK dbn,
demam (-)
RPD: riwayat diabetes mellitus rutin mengkonsumsi glibenclamid dan metformin, HT disangkal
Pemeriksaan fisik:
Ku: cukup
GCS: 456
TD: 120/90
HR: 85 x/mnt
RR: 18 x/mnt
SpO2: 98 %
K/L: a-/i-/c-/d-
Thoraks: vesikuler, tidak didapatkan rhonki maupun wheezing
cor: S1 S2 tunggal, murmur (-), gallop (-)
abdomen: soepel, BU normal, nyeri tekan abdomen (-)
Ekstremitas atas: CRT <2" tidak didapatkan edema
Ekstremitas bawah: tidak didapatkan edema
Pemeriksaan penunjang:
GDA: 126
EKG : Irama Sinus HR 80x/menit Sumbu vertikal dbn Sumbu horizontal dbn
Diagnosis: DM TII + obs nausea vomitting + fatigue
Terapi: IVFD NaCL 0,9% 1500 cc/24 jam, inj santagesic; inj ondansetron; inj omeprazole
Ny K 64 th
Ku : sesak sudah sejak lama (pasien tidak ingat) memberat 2 hari terakhir. Sesak dirasakan terus
menerus tidak membaik saat pasien duduk maupun istirahat, sesak juga tidak memberat saaat
pasien beraktifitas. Pasien juga mengeluh batuk + 4 hari SMRS berdahak, dan demam sumer-sumer.
Mual muntah disangkal, BAB dan BAK dalam batas normal.
RPD: riwayat DM, HT, penyakit jantung, dan penyakit paru disangkal oleh pasien
RPO: pasien berobat 1 hari SMRS lupa nama obat yang diminum
Pemeriksaan fisik:
Ku: cukup
GCS: 456
TD: 140/100
HR: 98 x/mnt
RR: 24x/ mnt
SpO2: 93 %
K/L: a-/i-/c-/d+
Thoraks: vesikuler, rhonki +| +, wheezing+| + ekspiratoar
cor: S1 S2 tunggal, murmur (-), gallop (-)
abdomen: soepel, BU normal, nyeri tekan abdomen (-)
Ekstremitas atas: CRT <2" tidak didapatkan edema
Ekstremitas bawah: tidak didapatkan edema
Pemeriksaan penunjang:
EKG : Irama Sinus HR 100x/menit Sumbu vertikal dbn Sumbu horizontal dbn
CXR: emphysematous lung dengan konsolidasi +|+
Diagnosis: PPOK eksaserbasi akut + susp. pneumonia
Terapi: IVFD NaCL 0,9% 1500cc/24 jam, nebule combivent + flexotide 2 DD, inj ceftriaxone 2x 1 g;
konsul Sp.P
Ny L; 54 th
Ku : penurunan kesadaran.
Pasien datang dengan penurunan kesadaran sejak 3 jam SMRS. Pasien tiba-tiba tidak dapat
dibangunkan setelah tidur siang, riwayat tidak mau makan dari malam. nyeri kepala sebelumnya (-),
kelemahan separuh tubuh (-), riwayat trauma (-), mual muntah (-), kejang (-), nyeri dada (-), sesak(-),
demam (-)
RPD: post amputasi kaki kiri karena diabetes, menggunakan insulin 12 U 3x per hari
Pemeriksaan penunjang:
GDA: 36
Pemeriksaan fisik:
GCS: 111
TD: 120/90
HR: 98 x/mnt
RR: 22 x/mnt
SpO2: 92 %
K/L: a+/i-/c-/d-
Thoraks: vesikuler, tidak didapatkan rhonki maupun wheezing
cor: S1 S2 tunggal, murmur (-), gallop (-)
abdomen: soepel, BU normal, nyeri tekan abdomen (-)
Ekstremitas atas: akral dingin basah pucat, edema pada kedua tangan setinggi wrist
Ekstremitas bawah: amputasi crusris S setinggi genu S
Pemeriksaan penunjang:
EKG : Irama Sinus HR 102x/menit Sumbu vertikal dbn Sumbu horizontal dbn
Diagnosis: koma hipoglikemia + DM Tipe II
Terapi: O2 nasal 4 lpm; IVFD D10 20 tpm; inj D40 3 flakon
GDA ulang post koreksi: 146
GCS 325
HB 5,5
Leukosit 12.000
PLT 195.000
LED 100/150
Terapi: inj Ceftriaxone 2 x 1 gr; pasien di MRS kan; konsul Sp.PD
TGL 6 Jan 2020
Ny S; 60 th
Ku : sesak
Pasien sesak memberat sejak 2 hari SMRS, sesak dirasakan terus menerus, semakin memberat
apabila pasien berbaring, pasien sudah lama sesak terutama muncul apabila pasien beraktifitas.
Pasien juga mengeluhkan nyeri pada seluruh perut, terasa mulas dan perut dirasakan begah, mual +
namun tidak muntah, riwayat bengkak -, BAB +, kentut +, BAK dbn
RPD: darah tinggi dan sakit maag
RPO: belum diobatkan
Pemeriksaan fisik:
Ku: cukup
GCS: 456
TD: 190/120
HR: 76 x
RR: 24 x
SpO2: 98 %
K/L: a-/i-/c-/d +
Thoraks: vesikuler, tidak didapatkan rhonki maupun wheezing
cor: S1 S2 tunggal
abdomen: distended, BU normal, nyeri tekan abdomen diseluruh regio
Ekstremitas atas: AHKM, CRT <2" tidak didapatkan edema
Ekstremitas bawah: edema minimal setinggi cruris
Pemeriksaan penunjang:
EKG : Irama Sinus HR 80x/menit Sumbu vertikal dbn Sumbu horizontal CCWR
CXR : lapang pandang paru dbn, CTR 60%
Lab : Kalium serum 2,8
Diagnosis: CHF + HHD + hipokalemi (2,8)
Terapi: O2 nasal 3 lpm, IVFD RL 7 tpm, inj santagesic 3x 1 ; inj omeprazole 2x1; inj furosemid bolus 2
amp,P/O candesartan 16 mg , konsul Sp.Jp, pasien MRS
Tn K, 41 th
Ku : sesak
Pasien sesak tiba-tiba 2 jam SMRS, sesak muncul setelah pasien kehujanan, pasien pernah sesak
sebelumnya 1 minggu yll diobatkan ke puskesmas membaik, pasien juga mengeluh batuk 1 minggu,
riwayat alergi -, demam -, riwayat asma -.
Pemeriksaan fisik:
Ku: cukup
GCS: 456
TD: 120/80
HR: 88 x
RR: 28 x
SpO2: 97 %
K/L: a-/i-/c-/d +
Thoraks: vesikuler, tidak didapatkan rhonki (-)wheezing (+)
cor: S1 S2 tunggal, murmur (-), gallop (-)
abdomen: soepel, BU normal, nyeri tekan (-)
Ekstremitas atas: AHKM, CRT <2" tidak didapatkan edema
Ekstremitas bawah: edetidak didapatkan edema
Diagnosis: Asma eksaserbasi ringan
Terapi: O2 nasal 3 lpm, nebul combivent :flexotide 1:1, pasien KRS kontrol poli paru dengan P/O caps
R 11 (GG 100 mg; ambroxol 1 tab,aminophillin 100mg, salbutamol 2 mg, prednox 1 tab, CTM 3 mg)
Ny S; 57 th
Ku : sesak
Pasien sesak memberat sejak 1 hari SMRS, sesak dirasakan terus menerus, semakin memberat
apabila pasien telentang, dan diperingan dengan tidur ke arah kiri, pasien juga mengeluh nyeri perut
ulu hati, mual +, muntah -, demam -, riwayat bengkak disangkal, pasien post MRS 1 hari yang lalu
dengan diganosis CHF +dispepsi +HHD +PPOK+ effusi pleura S + hipokalemi. Pasien post pungsi
pleura keluar cairan 350 cc
RPO: pasien sempat mengkonsumsi obat pulang dari RS namun tidak membaik
Pemeriksaan fisik:
Ku: lemah
GCS: 456
TD: 90/60
HR: 117 x
RR: 24 x
SpO2: 94 %
K/L: a-/i-/c-/d +
Thoraks: vesikuler| vesikuler menurun, rhonki -|- , wheezing -| -
cor: S1 S2 tunggal
abdomen:flat, BU normal, nyeri tekan abdomen regio epigastric
Ekstremitas atas: AHKM, CRT <2" tidak didapatkan edema
Ekstremitas bawah: tidak didapatkan edema
Diagnosis: dispepsia + corpulmonale + effusi pleura S
Terapi: O2 nasal 4 lpm, IVFD RL 7 tpm, inj santagesic 3x 1 ; inj omeprazole 2x1, konsul Sp.JP, pasien
MRS
Tn S, 73 th
Ku : sesak
Pasien sesak 3 hari SMRS, sesak dirasakan terus menerus memberat beberapa kali tanpa penyebab
yang jelas, pasien juga mengeluh batuk berdarah, darah segar, tercampur dahak seperti goresan-
goresan kurang lebih 1 minggu, demam + meriang” 3 hari, mual +, muntah -, BAK dbn, BAB dbn.
RPD: PPOK
Pemeriksaan fisik:
Ku: cukup
GCS: 456
TD: 140/90
HR: 76 x
RR: 24 x
SpO2: 92 %
K/L: a-/i-/c-/d +
Thoraks: vesikuler, tidak didapatkan rhonki (-)wheezing (-)
cor: S1 S2 tunggal, murmur (-), gallop (-)
abdomen: soepel, BU normal, nyeri tekan (-)
Ekstremitas atas: AHKM, CRT <2" tidak didapatkan edema
Ekstremitas bawah: edetidak didapatkan edema
Diagnosis: observasi dyspneu ec PPOK eksaserbasi akut dd pneumonia
Terapi: O2 nasal 4 lpm, nebul combivent :flexotide 1:1, inj santagesic 3x1, inj omeprazole 2x1, inj
ceftriaxone 2x1 gr, MRS ruangan
Tn. T, 34 th
Ku : sesak
Pasien sesak 1 minggu SMRS, dirasakan terus menerus, riwayat sesak sebelumnya disangkal, pasien
juga mengeluh batuk kurang lebih 1 bulan berdahak kuning, demam sumer sumer 1 minggu, mual +,
muntah -, BAB dbn, BAK dbn
RPD: TBC paru pengobatan tuntas 6 bulan, dinyatakan sembuh kurang lebih 1 tahun yang lalu.
Pemeriksaan fisik:
Ku: lemah
GCS: 456
TD: 140/100
HR: 115 x
RR: 30 x
SpO2: 89 %
K/L: a-/i-/c+/d +
Thoraks: vesikuler, tidak didapatkan rhonki (+)wheezing (+)
cor: S1 S2 tunggal, murmur (-), gallop (-)
Abdomen: soepel, BU normal, nyeri tekan (-)
Ekstremitas atas: akral dingin basah pucat, CRT <2" tidak didapatkan edema
Ekstremitas bawah: edetidak didapatkan edema
EKG: irama sinus, HR 120 x/menit sumbu frontal normal, sumbu horizontal normal
Diagnosis: obs dyspneu susp asma eksaserbasi berat dd pneumonia + TB paru s. relaps
Terapi: O2 NRM 8 lpm, nebul combivent :flexotide 1:1, inj aminophillin bolus ½ amp, inj aminophilin
1 ½ amp dalam NACL 0,9%, inj santagesic 3x 1, inj omeprazole 2x 1 amp, inj MP 125 mg, inj
breakasma ½ amp
Tn T, 48 th
Ku : telinga kanan kemasukan binatang
Pasien mengeluh telinga kanan kemasukan kaper 30 menit SMRS, terasa nyeri.
Pemeriksaan fisik:
Ku: cukup
GCS: 456
TD: 120/80
HR: 88 x
RR: 16 x
SpO2: 98 %
K/L: a-/i-/c-/d-, Auricula S MT tidak tampak tertutup benda asing
Thoraks: vesikuler, tidak didapatkan rhonki (-)wheezing (-)
cor: S1 S2 tunggal, murmur (-), gallop (-)
abdomen: soepel, BU normal, nyeri tekan (-)
Ekstremitas atas: AHKM, CRT <2" tidak didapatkan edema
Ekstremitas bawah: edetidak didapatkan edema
Diagnosis: corpus alienum AS
Terapi: ekstraksi benda asing AS, pasien KRS dengan Ottopain 2 dd gtt II AS
Jaga 8 januari pagi
Ny N; 63 th
Ku : penurunan kesadaran
Pasien tidak sadar sejak pagi (3 jam SMRS), sebelumnya pasien mengeluh sesak, demam sumer-
sumer, luka pada kaki yang tidak kunjung sembuh, makan terakhir tadi malam, mual muntah
disangkal, pelo (-), kelemahan tubuh (-).
RPD: DM 1 bulan yang lalu berhenti minum obat dan mengkonsumsi obat herbal
Pemeriksaan fisik:
Ku: lemah
GCS: 111
TD: TTU/TTB
HR: palpasi karotis
RR: 28 kali kusmaul
SpO2: 88 %
GDA high
K/L: a-/i-/c+/d +
Thoraks: vesikuler, tidak didapatkan rhonki maupun wheezing
cor: S1 S2 tunggal
abdomen: soepel, BU +
Ekstremitas atas:akral dingin basah pucat, CRT >2" tidak didapatkan edema
Ekstremitas bawah: gangrene pedis sinistra
Pemeriksaan penunjang:
GDA high
Diagnosis: penurunan kesadaran ec KAD + septic shock
Terapi: O2 NRM 10 lpm, IVFD NaCl 0,9% loading 2L, inj omeprazole 2x1; s/p dopamin 5micro, s/p NE
50 microgram, edukasi keluarga dubia ad malam
Pasien meninggal di IGD
An A, 14 th
Ku : sesak
Pasien rujukan dr Sp.A dengan Decomp cordis, mengeluh sesak sejak SD memberat satu minggu ini,
sesak dirasakan terus menerus terutama saat pasien tidur, saat aktifitas pasien tidak pernah sesak,
riwayat biru saat bayi disangkal. Pasien lahir normal, riwayat biru/ kuning saat bayi disangkal,
penyakit jantung bawaan saat bayi disangkal.
Pemeriksaan fisik:
Ku: cukup
GCS: 456
TD: 90/60
HR: 115x
RR: 28 x
SpO2: 98 %
K/L: a-/i-/c+/d +
Thoraks: vesikuler, tidak didapatkan rhonki maupun wheezing
cor: S1 S2 tunggal, murmur wide splitting
abdomen: soepel, BU normal, nyeri tekan (-)
Ekstremitas atas: Akral dingin kering pucat, CRT <2" tidak didapatkan edema, clubbing finger +
Ekstremitas bawah: tidak didapatkan edema
Pemeriksaan penunjang:
EKG : Irama Sinus HR 105x/menit Sumbu vertikal dbn Sumbu horizontal CCWR
CXR : lapang pandang paru dbn, CTR 60%
Diagnosis: obs dyspneu + DCFC II
Terapi: O2 nasal 3 lpm, IVFD d5 ½ NS 7 tpm, inj furosemid 2x 30 mg, pasien di MRS kan
Tn K, 64 th
Ku : sesak
Pasien sesak memburuk 3 hari SMRS
Pemeriksaan fisik:
Ku: cukup
GCS: 456
TD: 90/60
HR: 115x
RR: 28 x
SpO2: 98 %
K/L: a-/i-/c+/d +
Thoraks: vesikuler, tidak didapatkan rhonki maupun wheezing
cor: S1 S2 tunggal, murmur wide splitting
abdomen: soepel, BU normal, nyeri tekan (-)
Ekstremitas atas: Akral dingin kering pucat, CRT <2" tidak didapatkan edema, clubbing finger +
Ekstremitas bawah: tidak didapatkan edema
Pemeriksaan penunjang:
EKG : Irama Sinus HR 105x/menit Sumbu vertikal dbn Sumbu horizontal CCWR
CXR : lapang pandang paru dbn, CTR 60%
Diagnosis: obs dyspneu + DCFC II
Terapi: O2 nasal 3 lpm, IVFD d5 ½ NS 7 tpm, inj furosemid 2x 30 mg, pasien di MRS kan
Ny M, 43 th
Ku : Nyeri dada
Pasien rujukan PKM Kerek dengan PJK, mengeluh nyeri dada kiri menjalar ke punggung dan bahu
kiri. Nyeri dirasakan sejak 4 jam SMRS, keringat dingin +, lemas, dan pasien berkali kali kejang.
Kejang mata melirik ke kiri atas, tangan dan kaki kaku, durasi 30 detik, setelah kejang pasien sadar,
kejang sudah terjadi hampir 20 kali.
RPD: pasien riwayat jantung koroner 1 tahun yang lalu, rutin kontrol. Riwayat kejang sebelumnya
disangkal.
Pemeriksaan fisik:
Ku: lemah
GCS: 456
TD: 130/80
HR: 16 x
RR: 24x
SpO2: 98 %
K/L: a-/i-/c-/d +
Thoraks: vesikuler, tidak didapatkan rhonki maupun wheezing
cor: S1 S2 tunggal,
abdomen: soepel, BU normal, nyeri tekan (-)
Ekstremitas atas: Akral dingin basah pucat, CRT <2" tidak didapatkan edema
Ekstremitas bawah: tidak didapatkan edema
Pemeriksaan penunjang:
EKG : Irama junctional HR 16x/menit Sumbu vertikal sde Sumbu horizontal sde
Diagnosis: junctional rhytm + bradicardia
Terapi: O2 nasal 4 lpm, IVFD RL 14 tpm, pasien dikonsulkan dr Sp.JP dengan advis rujuk untuk
pemasangan TPM.
Nn A/18 th
Ku : demam
Pasien datang dengan keluhan demam 5 hari SMRS. Demam dirasakan hilang timbul. Mual muntah +
1 x sehari, batuk jarang jarang, pilek -, nyeri perut disangkal BAK + BAB + normal, riwayat gusi
berdarah -, mimisan -.
Pemeriksaan fisik:
Ku: cukup
GCS: 456
TD: 110/70
HR: 88 x
RR: 18 x
SpO2: 98 %
K/L: a-/i-/c-/d -
Thoraks: vesikuler, tidak didapatkan rhonki maupun wheezing
cor: S1 S2 tunggal, murmur -, gallop -
abdomen: soepel, BU normal, nyeri tekan (-)
Ekstremitas atas: AHKM, CRT <2" tidak didapatkan edema
Ekstremitas bawah: tidak didapatkan edema
Pemeriksaan penunjang:
EKG : Irama Sinus HR 80x/menit Sumbu vertikal dbn Sumbu horizontal dbn
Diagnosis: obs febris H 5
Terapi: IVFD NS 1500cc/24 jam, inj paracetamol 4 x 500 cc, inj ranitidine 2x 1 amp, inj ondansetron
3x1 amp, pasien di MRS kan
Tn A, 20 th
Ku : post KLL
Pasien post KLL motor Vs mobil mengeluh nyeri pada jempol kaki dan kedua siku, post KLL pasien
sadar, nyeri kepala -,mual muntah -, kejang -, penurunan kesadaran -
Pemeriksaan fisik:
Ku: cukup
GCS: 456
TD: 150/80
HR: 118x
RR: 18 x
SpO2: 98 %
K/L: a-/i-/c-/d -, luka lecet pada kulit kepala kanan
Thoraks: vesikuler, tidak didapatkan rhonki maupun wheezing, jejas -
cor: S1 S2 tunggal, murmur -, gallop -
abdomen: soepel, BU normal, nyeri tekan (-), jejas -
Ekstremitas atas: AHKM, CRT 2” didapatkan luka lecet pada kedua siku, ROM dbn, motorik dbn
Ekstremitas bawah: didapatkan luka lecet pada genu kiri dan luka terbuka pada jempol kaki kiri.
ROM dbn, Motorik dbn
Diagnosis: vulnus abrasio multiple
Terapi: cuci luka + rawat luka
Tn R, 58 th
Ku : penurunan kesadaran
Pasien dibawa ke IGD dengan penurunan kesadaran sejak tadi malam (9 jam SMRS), sebelumnya
tidak ada keluhan, mual muntah -, bicara pelo -, kelemahan 1 sisi tubuh -, nyeri kepala -, riwayat DM
disangkal, makan dan minum normal terakhir jam 21.00.
RPD: stroke dengan kelemahan sebelah kiri namun sudah dapat digerakkan
Pemeriksaan fisik:
Ku: cukup
GCS: 324
TD: 150/90
HR: 87 x
RR: 20 x
SpO2: 98 %
K/L: a-/i-/c-/d – PBI 3mm| 3mm Rc +|+
Thoraks: vesikuler, tidak didapatkan rhonki maupun wheezing
cor: S1 S2 tunggal, murmur wide splitting
abdomen: soepel, BU normal, nyeri tekan (-)
Ekstremitas atas: Akral dingin kering pucat, CRT <2" tidak didapatkan edema motorik kesan
lateralisasi kanan
Ekstremitas bawah: tidak didapatkan edema motorik kesan lateralisasi kanan
Pemeriksaan penunjang:
GDA 40
EKG : Irama Sinus HR 105x/menit Sumbu vertikal dbn Sumbu horizontal dbn
CXR : lapang pandang paru dbn
Diagnosis: penurunan kesadaran ec hipoglikemia dd CVA
Terapi: O2 nasal 3 lpm, IVFD D10 14 tpm, inj D40 3 kolf
S: pasien gelisah
O: GDA post koreksi 200
GCS 415, lateralisasi –
A : penurunan kesadaran ec Hipoglikemia + CVA s iskemik
P : pro CT scan kepala
Inj citicholin 3 x 500 mg
inj omeprazole 2x 1 amp