Backlog Management
A. Definisi
Backlog :
Adalah suatu pekerjaan yang ditunda pelaksanaannya dikarenakan secara analisa teknis kerusakan
dan proses perbaikan tersebut tidak mengganggu operasional operasional unit (safety dan
performance)
Perbaikan backlog dikategorikan schedule backlog adalah :
1. Pelaksanaan perbaikannya dilakukan pada saat unit tidak produktif (tidak memotong
waktu produksi/ jam operasi unit.
2. Pelaksaan perbaikan waktunya bisa bersamaan dengan pelaksanaan preventif
maintenance.
3. Pelaksanaan perbaikan memotong waktu produksi/jam operasi unit tetapi 1 hari
sebelumnya sudah dikonfoirmasikan ke pihak produksi.
Proses backlog dapat terjadi, selain dikarenakan kerusakan yang ditemukan masih berupa gejala
dan equipment/mesin masih aman untuk beroperasi , juga didukung adanya keterbatasan sebagai
berikut :
1. Terkendala dengan jumlah man power yang kurang
2. Belum tersedianya spare parts
3. Memerlukan persiapan dalam penyediaan special tools
4. Ketersediaan area eksekusi (workshop)
5. Support sarana yang terbatas, seperti tidak adanya las beserta welder, dll
Proses backlog bisa terjadi akibat adanya deviasi yang ditemukan pada saat aktifitas :
1. Cleaning & Inspection Shift
2. Troubleshoting Mesin
3. Preventif maintenance
Pekerjaan perbaikan (proses eksekusi backlog) akan dilaksanaan pada saaat equipment/mesin
tidak produktif atau pada saat pelaksanaan preventif maintenance
B. Kebijakan Prosedur
Kebijakan – kebijakan yang ada dalam prosedur backlog management adalah sebagai berikut :
1. Setiap backlog harus disertakan work ordernya sebagai history kerusakan equipment per
major component.
2. Jika ekksekusi backlog hendak dilaksanakan, pastikan ada koordinasi 1 hari sebelumnya
dengan bagian terkait.
3. Eksekusi backlog bisa dilakukan jika sparepart sudah lengkat (untuk penggantian
sparepart).
4. Check sheet backlog harus divalidasi oleh team leader dan di approve oleh departmen
leader.