BASIC OVERHAUL
1. PENGETAHUAN DASAR
Overhaul termasuk dalam pekerjaan maintenance yang telah terjadwalkan
sesuai dengan schedule overhaul yang dapat dilakukan pada masing masing
komponen atau secara total terhadap seluruh komponen dan unit tersebut.
Schedule overhaul dilaksanakan dengan tujuan untuk merekondusi
machine kembnali pada kondisi strandard sesuai denagn standard factory. Untuk
pelaksanaan schedulr overhaul dapat dilakukan sesuai dengan life time yang
diberikan factory, tetapi juga terkadang didapat komponen mengalami kerusakan
sebelum masuk jadwal overhaul. Interval waktu machine tersebut dilakukan
overhaul juga telah ditentukan, tetapi di pengaruhi juga oleh beragam kondisi
eksternal, seperti : kondisi medan operasi machine, periodic service ynag
dilakukan, sskill operator dan berbagai factor yang lain.
Macam-macam onverhaul sesuai life time dari factory :
a.
b.
c.
d.
Engine Overhaul
Transmission Overhaul
Final Drive Overhaul, serta
General Overhaul.
Lingkup pekerjaan Overhaul sendiri meliputi : washing component,
disassembly, inspection and measurement, part ordering sesuai dengan standard
part Overhaul (SPO), Assembly and testing and Adjusting untuk mendapatklan
performance test yang sama dengan kondisi machine atau komponen yang masih
baru.
a. Pre-washing & washing
Pre-washing atau pemberihan kompenen sebelum dilakukan dis-assembly
dilakukan untuk menghilangkan segala kotoran, seperti tanah yang menempel,
debu, tumpahan oli atau npun grease. Tujuan dari pre-washing sendiri selain
pembersih kompenen juga untuk mendapatkan data yang jelas dalam proses
inpection sehingga masalah keretakan(crack), goresan (scratch), penyonk
(dent), dan sebagainya dapat terlihat dengan jelas. Sedanbkan washing
dilakukan setelah komponen atau sub kompenen yang masuk ke WIP atau
dilakukan measurement.
b. Dis-Assembly
Dis-assembly adalah pekerjaan pembongkaran komponen menjadi sub-sub
komponen secara terpisah. Tujuan dari dis-assembly adalah untuk mendeteksi
kerusakan-kerusakan sub komponen, seperti : keausan (worn), kebengkokan
(bending), macet (jamed) yang kemungkinan terjadi sehingga mengakibatkan
kerusakan yang lebih parah terhadap komponen yang lain. Dis-assembly juga
sesuai dengan sesuai prosedur yang ada pada shopmanual, untuk menghindari
kerusakan komponen saat pelaksanaan pembongkaran, serta penggunaan
special tools yang tepat. Sub komponen yang dapat dipakai ulang (reausable)
disimpan pada tempat tertentu (WIP) dan sub komponen lain dapat dioverhaul
atau reseal.
c. Inspection & Measurement
Inspection & Measurement adalah pekerjaan yang mutlak dilakukan dalam
suatu proses pekerjaan overhaul. Inspection dilakukan secara visual untuk
mendapatkan data tentang komponen dari kerusakan yang dapat dengan jelas
terlihat.
Measurement
adalah
pekerjaan
pengukuran
dengan
tools
(measurement tools seperti : vernier calipe, micrometer, dial gauge,
multimeter, dll) untuk mendapatkan data yang akurat tentang kondisi masingmasing komponen.
Pekerjaan inspection dan measurement sendiri akan menghasilkan data
data akurat berupa angka-angka hasil ukur yang akan dibandingkan dengan
standard yang ada pada maintenance standard yang telah di berikan oleh
factory. Hasil perbandingan antara data actual pengukuran dan maintenacfe
standard akan mendapatkan kesimpulan bahwa part atau bkompenen tersebut
masih layak digunakan (use again) atau harus di rebuild sesuai standard (after
recoindition) atau harus di ganti (replace).pedoman yang digunakan untuk
mkengambil kesimpulan selain dari maintenance standard juga harus
disediakan npartbook serta reusable part handbook.
d. Part Ordering atau Recomended Part
Setelah didapat hasil dari inspection dan measurement, maka akan
menghasilkan data-data akurat yang akan digunakan untuk melakukan
recommended part terhadap part yangkita simpulkan dahwa part itu rusak dan
harus diganti atau part-part yang mutlak diganti saat melakukan pekerjaan
overhasul tersebut sesuai (SPO). Recommended part juga mengacu pada
partbook sesuai dengan unit tersebut dan part service news (PSN) yang ada
setelah adanya improvement dari factory.
Part order adalah pekerjaan menentukan dan meminta order jenis dan
jumlah part yang rusak, aus atau hilang saat pengoprasian dan dari data
inspection dan measurement. Untuk orser part harus sesuai dengan rangking
party sesuai dengan penjelasan berikut dibawah ini :
Kode
A
B
C
AX
BX
CX
Deskripsi
mutlak diganti
kemungkinan besar di ganti
kadang kadang di ganti
mutlak difabrikasikan atau di ganti
kemungkinan besar difabrikasikan atau
di ganti
kadang kadang difabrikasikan atau
diganti
Dalam pekerjaan part order ini akan menjadi sangat subjektif dalam
menentukan rangking part. Penentuan rangking part overhaul sendiri
dipengaruhi oleh hal-hal berikut ini :
a. Jenis part yang berkaitan dengan struktur, fungsi, lokasi serta cara
kerja,
b. Tingkat pemahaman pelaksana ( mekanik ) terhadap struktur, fungsi,
lokasi, dan cara kerja komponen tersebut,
c. Tingkat life time setelah komponen atau mechine di overhaul,
d. Tingkat pemahaman pelaksana tentang reausable part dari shopmanual
dan pengalaman overhaul.
Batasan-batasan rangking Overhaul :
1. Rangking A : Mutlak Diganti
Pengertian mutlak diganti adalh part tersebut harus dipastikaan
penggantiannya tanpa melalui proses inspection atau measurement,
dengan dengan keterangan sebagai berikut :
a. Part-part yang pasti rusak akibat proses dis-assembly
Contoh : seal, packing, gasket, lock plate, pin, plug, dsb.
b. Filter dan element filter
c. Part yang tidak memiliki standar dimensi dan repair limit
Contoh : Ring seal, seal piston, wear ring, dsb
d. Bolt dan washeren yang bergesek l;angsung dengan tanah
Contoh : bolt shoe, bolt bottom guard, dsb.
e. Part yang beresiko tinggi apabila dipakai ulang, terutama
apabila berkaitan dengan target life time
Contoh : ring piston, valve guide, metal, hose, dsb.
2.
Rangking B : kemungkinan besar diganti
Part part yang memiliki standard dimensi,
yang
kepastian
penggantianya ditentukan berdasarkan hasil pengukuran dan presentasi
penggantian perfrekuensi atau interval pekerjaan overhaul 60-80%
diganti.
Contoh : plate clutch, bolt pada engine, spider, dsb.
3. Rangking C : Kadang-kadang diganti
Part yang kepastian penggantiannya ditetapkan berdasarkan hasil
pemeriksaan dan presentasi penggantian nsaat pekerjaan overhaul
adalah 10-30%.
Contoh : Gear, wire, witch, gauge, dsb
4. Rangking AX : Mutlak fabrikasi
Contoh : Bushing, metal, dsb.
5. Rangking BX : Kemungkinan di fabrikasi
part yang kepastian fabrikasinya setelah dilakukan pengukuran atau
pemeriksaan berkisar 60-80% difabrikasai.
Contoh : track ling, track roller, idler, frame, cover.
6. Rangking CX : Kadang-kadang difabriikasi
Kemungkinan pelaksanaan fabrikasi perfrekuensi pekerjaan overhaul
berkisar 10-30%
Contoh : cabin guard, stay canopy, hood, dsb
Fabrikasi adalah direpair, dengan berbagai perlakuan atau dibuat
secara local tanpa harus mengganti component tersebut dengan
genuine part.
e. Assembly
Setelah part disorder dan semua part telah tersedia lengkap, dan part
tersebut sesuai yang telah kita hasilkan dari hasil dis-assembly, inspection dan
measurement, maka part tersebut kita assembly (pasang) Kembali sesuai yang
di tunjukan oleh langka-langkah atau prosedur yang di tunjukanoleh
shopmanual dan penggunaan yang tepat.
Untuk proses assembly yang perlu diperhatikan cara atau standard ukuran
yang harus ada pada setiap part yang terpasang pada komponen, contoh :
portusion liner terhadap cylinderblok,tightening bolt, rotating torque, endplay, backlashdan sebagainya. Standard-standard tersebut dapat kiat temukan
pada shop manual dan maintenance standard atau work description. Biasanya
untuk memandu mekanik dalam pekerjaan assembly. Mekanik telah telah
disertakan sebuah panduan berupa Quality Assurance (QA) khusus assembly,
agar tidak mengalami kesalahan atau dapat meminimalisir re-do akibat
Assembly.
f. Performance test ( Testing & Adjusting )
Pekerjaan ini dilaksanakan setelah semua part dan sub komponen selesai
di-assembly secara lengkap dilakukan pengujian, apakah komponen tersebut
siap dipakan dan telah mencapai performa yang sesuai dengan factory dan
dapat mencapai life time yang di tentukan. Adjusting wajib dilakukan guna
mendapatkan standard seting yang telah di tentukan.dalam shopmanual, guna
mencapai performa yang optimal dan sesuai denagan kondisi komponen dan
factory.
Testing dan adjusting ini dapat dilakukan selama proses assembly dan
pada saat test performa di test bence atau melalui uji secara terpisah sub
komponentersebut, seperti : fuel injection pump, Alternator, starting Motor,
dan beberapa komponen lain.
2. PREPARATION OVERHAUL
Untuk menghasilkankualitas overhaul dan kemungkinan kecil adanya redo, persiapan sebelum dan pada proses overhaul sangatlah mendukung
keberhasilan kerja overhaul. Tanpa adanya persiapan yang matang dan sistematis
dipastikan hasil overhaul tidak akan mencapai hasil yang seperti diharapkan life
time dan re-do kemungkinan terjadi. Beberapa hal yang perlu disiapkan dalam
pekerjaan overhaul antara lain :
a. Data component : data yang detail maupun data pendukung seperti
shopmanual, partbook dan data pendukung yang sesuai dengan pekerjaan
yang dilakukan
b. Common tools : peralatan tools yang mendukung, biasanya setiap
mekanik di pinjamkan satu toolbox yang di dalamnya telah tersedia toolstools yang lengkap.
c. Special tools : tools special diluar common tools yang wajib ada saat
melaksanakan pekerjaan dis-assembly ataupun assembly, seperti, puller,
spring pusher, tracker, torque wrench. Dan sebagainya. Biasanya special
tools ini telah di siapkan oleh factory sesuai product masing-masing
d. Measurement tools : adalah tools yang disiapkan unttuk memperoleh data
pemeriksaan atau pengukuran agar didapat hasil pengukuran yang akurat
dan dapat di percaya
untuk mengambil keputusan. Seperti : vernier
caliper, micrometer, dial gauge, dan sebagainya,
e. Document : document pendukung seperti QA sheet, reusable part,
shopmanual, partbook, prat service news, yang mendukung pekerjaan
overhaul.
f. Consumable goods : dalah part atau barang yang mendukung saat proses
overhaul, seperti washing detergen, oli pembersih, coating material,
grease, majun, dan sebagainya
g. Others : adalh barang barang yang kemungkinan muncul pada saat
pekerjaan overhaul.
3. QUALITY ASSURANCE (QA)
Quality Assurance atau sering disebut QA, adalah sheet yang secara
khusus dibuat untuk mendukung proses pekerjaan overhaul maupun pekerjaan
remove-0install. Tujuan adanya Qa sheet inoi adalah sebagai guidance mekanik
dalam melakukan pekerjaan overhaul dari proses reciving, dis-assembly,
measurement, assembly dan sampai langkah delivery, untuk meminimaliir adanya
re-do dalam pekerjaan overhaul.
IMPROVEMENTN PENGENDALIAN KUALITAS DALAM PROSES
OVERHAUL
Berikut ini adalah QA sheet yang tersedia dan masing masing sheet.
a. QA 1 : Delivery Check Sheet.
Berisi tentang hal-hal yang perlu di periksa oleh supervaisor untuk tahapb
delivery, tujuannya agar supervisor terlibat langsung dalam pengendalian
tahap delivery.
b. QA 2 : Final Inpection Sheet.
Berisi check list tentang critical point dalam tahap inpection terakhir
setelah pengujian dan dinyatakan komponen tersebut siap[ pakai ( reasy
for use ).
c. QA 3 : Testing Sheet.
Berisi tentang tahap pengujian atau testbench. Data yang diharapkan saat
pengujian dan menuntun proses pengujian tersebut.
d. QA 4 : Guidence Assembly Sheet
Berisi tentang hal-hal yang berkaitan dengan tahapan proses assembling
atau pemasangang part ataupun komponen. Tujuannya adalah menjadi
guidance dalam melaksanakan proses assembling dan mendata hasil
assembling, yanpa meninggalkan shopmanual ataupun work description.
e. QA 5 : Measurement & Inspectiopn Sheet
Berisi hal-hal yang bekaitan dengan proses pengukuran (measurement)
dan inpection visual dari komponen dan part overhaul. Tujuannya adalh
mendapatkan data komponen overhaul dan menjadikan reference untuk
part recommended.
f. QA 6 : guidance Dis-Assembly Sheet
Berisi tentang hal-hal yang berkaitan dengan proses pembongkaran dari
suatu komponen, tujuannya untuk menentukan pelaksana dalam proses
overhaul, mendata kondisi part hasil pembongkaran serta data refferensi
part order.
g. QA 7 : Recleving Sheet
Berisi tentang hal-hal yang harus dilakukan dalam tahap peneriman dari
komponen yang akan di perbaiki, tujuanya untuk mendata komponen,
kelengkapan dan kondisinya serta petunjuk untuk menyaipkan document
pendukung yang lain yang sesuai.
h. QA 8 : Guidence job ( petunjuk Pelaksanaan )
Sebagai petunjuk mengenai metode pelaksanaan pekerjaan overhaul dan
langkah kerja, digunakan untuk membantu pelaksanaan suatu pekerjaan
jika mengalami kesulitan.