MAKALAH K3 DAN PATIENT SAFETY
Peralatan Keselamatan di Laboratorium
Dosen Mata Kuliah K3PS :1.) Bapak Yuliansyah S.M, S.Pd.,M.Si
2.) Bapak Dani Mahmud
3.) Bapak Asep Darmawan
4.) Bapak Lubis Bambang P
Disusun oleh Kelompok 3 terdiri dari :1.) Murni Widayanti Herlina [P17334120047]
2.) Pebri Arie Sandy [P17334120058]
3.) Sakinah May Dira Harahap [P17334120070]
4.) Tri Oktavia Rahayu [17334120082]
TAHUN AJARAN 2020 – 2021
D3 TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK
POLTEKKES KEMENKES BANDUNG
1
KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, kami
panjatkan puja serta puji syukur kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan
rahmat,sehingga kami dapat menyelesaikan Makalah mata kuliah K3 DAN PATIENT
SAFETY (K3PS) ini. Dalam Makalah tersebut kami membahas tentang “Peralatan
Keselamatan di Laboratorium.”Tidak lupa kami pun menyampaikan terima kasih yang
tak terhingga kepada para Dosen mata mata kuliah K3 DAN PATIENT SAFETY
(K3PS) yang kami hormati yaitu : 1.) Bapak Yuliansyah S.M, S.Pd.,M.Si
2.) Bapak Dani Mahmud
3.) Bapak Asep Darmawan
4.) Bapak Lubis Bambang P
Yang mana para beliau dengan penuh kesabaran telah meluangkan waktunya untuk
memberikan pengetahuan serta bimbingan kepada kami dalam proses pembuatan
makalah mata kuliah K3 DAN PATIENT SAFETY (K3PS) mengenai “Peralatan
Keselamatan di Laboratorium”ini.
2. Teman-teman yang secara online telah bersama-sama menyelesaikan Makalah ini
dengan penuh kesungguhan.
Kami sangat menyadari, makalah ini masih banyak kekurangan baik isi maupun
teknik penulisan, oleh sebab itu, kritik, saran dan pendapat dari pembaca sangat kami
harapkan. Dan kami pun berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat khususnya
bagi penulis umumnya bagi semua pembaca. Amin
Bandung, 22 September 2020
penulis
2
DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR ……………………………………………… 2
DAFTAR ISI ...……………………………………………………... 3
BAB I PENDAHULUAN………………………...…………
A. Latar Belakang Masalah…………………………………….. 4
B. Rumusan Masalah………………………………………….... 4
C. Tujuan Masalah……………………………………………… 4
BAB II PEMBAHASAN………………….................. 5
A. Pengertian Peralatan Keselamatan di
Laboratorium…………………………………………………. 5
B. Tujuan Penggunaan Peralatan Keselamatan di
Laboratorium…………………………………………………... 5
C. Berbagai Jenis Bagian pada Peralatan Keselamatan di Laboratorium 5
1. Fire Blanket……………………………………………. 5
2. Spill Kit Devall………………………………………… 6
3. Firs Aid Kit …………………………………………… 8
4. Alat Pemadam Api ( Fire Extinguishers)…………….... 8
5. Pintu darurat…………………………………………… 11
6. Ruang Asam / Lemari Asam (Fume Hood)…………… 12
7. Eye wash……………………………………………… 12
8. Safety Shower………………………………………… 12
BAB III PENUTUP …………………………….………… 13
A. Kesimpulan………………………………………......................... 13
B. Saran………………………………………………....................... 13
DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………… 14
BAB I
3
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) adalah salah satu bentuk upaya untuk
menciptakan tempat kerja yang aman, sehat, bebas dari pencemaran lingkungan, sehingga
dapat mengurangi sampai mencegah dari terjadinya kecelakaan kerja.
Prosedur kerja yang sistematis dalam pelaksanaan tugas di dalam laboratorium, termasuk
pengolahan spesimen merupakan faktor yang terpenting dalam sistem manajemen
laboratorium secara menyeluruh. Untuk menjamin keselamatan di laboratorium, salah satu
persyaratan tersebut adalah pada penggunaan Peralatan Keselamatan Kerja di Laboratorium.
Dalam Makalah ini kami akan membahas mengenai Peralatan Keselamatan di Laboratorium,
mulai dari Jenis-jenis peralatannya,manfaatnya,tujuannya,hingga bagaimana cara memilih
dan merawat peralatan keselamatan kerja di Laboratorium atau (APD) tersebut.
B. Rumusan Masalah
a. Apa yang dimaksud dengan peralatan keselamatan di laboratorium ?
b. Apa tujuan penggunaan peralatan keselamatan di laboratorium ?
c. Bagaimana Jenis-jenis peralatan keselamatan di laboratorium ?
C. Tujuan Masalah
a. Untuk mengetahui apa itu peralatan keselamatan di laboratorium.
b. Untuk mengetahui tujuan pengunaan peralatan keselamatan di laboratorium.
c. Untuk memahami jenis-jenis peralatan keselamatan di laboratorium.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Peralatan Keselamatan Kerja di Laboratorium
Laboratorium merupakan tempat kerja yang penuh dengan resiko
kecelakaan,oleh karena itu para pekerja di laboratorium harus memahami bagaimana cara
menghadapi resiko kecelakaan tersebut. Agar bisa mengatasinya, didalam laboratorium pun
sangat penting dilengkapi dengan peralatan keselamatan. Peralatan keselamatan di
laboratorium adalah perlengkapan yang wajib ada di laboratorium yang dapat digunakan
4
sebagai peralatan siaga serta menjadi pertolongan pertama jika terjadi kecelakaan di
laboratorium.
B. Tujuan Penggunaan Peralatan Keselamatan di Laboratorium
1. Memberikan pertolongan pertama pada kondisi darutat di laboratorium.
2. Menciptakan lingkungan kerja yang selalu siap siaga untuk menghadapi
kecelakaan kerja di laboratorium.
3. Memahami bagaimana cara menggunakan peralatan keselamatan di
laboratorium untuk mengatasi kecelakaan yang terjadi di laboratorium.
D. Berbagai Jenis Peralatan Keselamatan di Laboratorium
Peralatan keselamatan di Laboratorium terdiri dari :
1. Fire Blanket
Fire blanket adalah lembaran bahan yang lentur dan mudah digunakan untuk
memadamkan kebakaran pada tahap awal.pada dasarnya fire blanket terbuat dari
bahan tahan api, seperti wol,serat kaca,serat aramid (Kevlar) dan pada material dasar
dilapisi bahan kimia berbasis pelarut air. Mskipun berat fire blanket rata-rata dibawah
1 kg, alat yang bekerja menghentikan oksigen pada titik api ini memiliki ketahanan
panas sampai 7000C. Untuk cara kerjanya, fire blanket akan memutus suplai udara
atau oksigen dari titik api yang mana oksigen merupakan salah satu unsur dari
segitiga api sehingga apabila suplai oksigen terhenti maka nyala api akan padam.
Adapun cara menggunakan fire blanket yaitu :
Perhatikan terlebih dahulu seberapa besar api kebakaran tersebut. Hal tersebut
perlu diperhatikan karena fire blanket hanya bisa diperuntukkan untuk api kecil
atau api yang ukurannya tidak lebih besar dari jangkauan yang sanggup ditutupi
fire blanket.
Sebelum menggunakan fire blanket pakailah sarung tangan anti api agar tangan
dapat terindungi dari bahaya api.
Tarik kedua pita pada fire blanket sampai keseluruhan fire blanket keluar dari
tempat penyimpanan.
Atur posisi diri ketika mendekati titik api dan posisikan fire blanket pada posisi
lengan.
5
Setelah posisi sudah benar segera tutup secara perlahan seluruh area yang
terbakar dengan fire blanket.
Lalu segeralah menjauh dari area terbakar dan biarkan fire blanket menutupi
sumber api selama 30 menit.
Setelah melewati waktu yang cukup dan api sudah padam angkatlah kembali
fire blanket lalu bersihkan area yang sebelumnya terbakar dan fire blanket.
2. Spill Kit Devall
Spill kit devall adalah salah satu peralatan keselamatan di laboratorium
yang berfungsi untuk mengatasi atau membersihkan tumpahan berbagai cairan
yang berbahaya. Dalam dunia medis, terdapat tumpahan cairan yang berbeda
beda. Oleh karena itu, spill kit devall memiliki 2 jenis yang disesuikan dengan
kebutuhan penanganan jenis tumpahan yaitu :
Devall Medical Spill Kit
Devall medical spill kit digunakan untuk mengatasi tumpahan cairan
tubuh manusia seperti urin,darah,air ketuban dan muntahan. Cairan tubuh ini
memerlukan penanganan khusus oleh devall medical spill kit karena devall
medical spill kit dilengkapi dengan desinfektan dan granule/bubuk penyerap
yang berfungsi mengubah cairan kental atau lebih padat agar mudah dibersihkan
serta sebagai desinfeksi tingkat tinggi yang dapat mendekontaminasi dengan
membunuh bakteri,virus dan kuman.
Devall Laboratorium Spill Kit
6
Devall Laboratorium Spill Kit ini digunakan untuk mengatasi tumpahan
cairan-cairan kimia di laboratorium. Devall laboratorium spill kit dikhususkan
untuk menyerap cairan kimia dengan ph, dalam 1 set Devall Laboratorium Spill
Kit disediakan Spill Kit Acid dan Base Neutralizer untuk menetralisir cairan
kimia serta pinset plastik untuk membersihkan bila ada pecahan kaca atau gelas
kimia. Devall Laboratorium Spill Kit ini juga dilengkapi dengan APD yang
dapat melindungi diri saat melakukan proses pembersihan.
3. Firs Aid Kit
First Aid Kit adalah salah satu peralatan keselamatan di laboratorium yang
berfungsi untuk mengatasi kecelakaan pada pekerja di laboratorium seperti
terluka yang diakibatkan oleh beberapa faktor. Tujuannya yakni untuk
memberikan pertolongan pertama pada pekerja laboratorium yang terkena
kecelakaan di laboratorium. Adapun berbagai jenis kecelakaan di laboartorium
beserta penanganan pertolongan pertamanya yaitu :
a. Luka akibat terkena larutan asam
Bersihkanlah kulit secara halus dengan kapas atau lap yang halus dan bersih.
Lalu basuh tangan yang terkena asam dengan air mengalir sebanyak-banyaknya.
Selanjutnya oleskan dengan salep Levertran.
b. Pada luka akibat benda panas segeralah oleskan salep minyak ikan atau salep
levertran di area luka
Shock akibat listrik
Apabila ada kecelakaan yang disebabkan aliran arus listrik, maka matikan arus
listrik sebelum berusaha menolong korban yang terkontak dengan arus listrik.
Tapi jika tidak memungkinkan, lindungi tangan dengan sarung tangan karet atau
material atau wol kering sebelum menyentuh korban untuk penangan
selanjutnya.
c. Keracunan
Dalam kasus keracunan, tindakan yang harus dilakukan yaitu :
7
memberikan susu dalam jumlah yang banyak.
Berikan obat muntah namun obat muntah tersebut digunakan apabila tidak ada
tanda terbakar pada mulut dan bibir, hal tersebut bertujuan untuk menunjukkan
racun yang merusak (korosif).
Pindahkanlah korban ke tempat yang udaranya segar, lalu baringkan dan
hangatkan korban,lalu berikan oksigen jika pernafasan terhenti.
4. Alat Pemadam Api ( Fire Extinguishers)
Alat Pemadam Api ( Fire Extinguishers) adalah salah satu peralatan keselamatan di
laboratorium yang berguna untuk memadamkan api pada kebakaran ringan.
Berdasarkan Bahan pemadam api yang digunakan, APAR (Alat Pemadam Api
Ringan) dapat digolongkan menjadi beberapa Jenis. Diantaranya terdapat 4 jenis
yaitu :
1. Alat Pemadam Api (APAR) Air / Water
APAR Jenis Air (Water) adalah Jenis APAR yang berisi Air dengan tekanan tinggi.
APAR Jenis Air ini merupakan jenis APAR yang paling Ekonomis dan cocok untuk
memadamkan api yang disebabkan oleh bahan-bahan padat non-logam seperti Kertas,
Kain, Karet, Plastik.
2. Alat Pemadam Api (APAR) Busa / Foam (AFFF)
8
APAR Jenis Busa ini adalah Jenis APAR yang terdiri dari bahan kimia yang dapat
membentuk busa. Busa AFFF (Aqueous Film Forming Foam) yang disembur keluar
akan menutupi bahan yang terbakar sehingga Oksigen tidak dapat masuk untuk proses
kebakaran. APAR Jenis Busa AFFF ini efektif untuk memadamkan api yang
ditimbulkan oleh bahan-bahan padat non-logam seperti Kertas, Kain, Karet serta
kebakaran yang dikarenakan oleh bahan-bahan cair yang mudah terbakar seperti
Minyak, Alkohol dan Solvent.
3. Alat Pemadam Api (APAR) Serbuk Kimia / Dry Chemical Powder
APAR Jenis Serbuk Kimia atau Dry Chemical Powder Fire Extinguisher terdiri dari
serbuk kering kimia yang merupakan kombinasi dari Mono-amonium dan ammonium
sulfat. Serbuk kering Kimia yang dikeluarkan akan menyelimuti bahan yang terbakar
sehingga memisahkan Oksigen yang merupakan unsur penting terjadinya kebakaran.
APAR Jenis Dry Chemical Powder umumnya digunakan pada kebakaran mobil.
4. Alat Pemadam Api (APAR) Karbon Dioksida / Carbon Dioxide (CO2)
APAR Jenis Karbon Dioksida (CO2) adalah Jenis APAR yang menggunakan bahan
Karbon Dioksida (Carbon Dioxide / CO2) sebagai bahan pemadamnya. APAR Karbon
Dioksida sangat cocok untuk memadamkan api pada kebakaran yang disebabkan oleh
bahan cair yang mudah terbakar dan untuk memadamkan api pada kebakaran yang
disebabkan oleh Instalasi Listrik yang bertegangan.
Adapun menurut Permenaker No. Per-04/MEN/1980, kelas atau golongan kebakaran
dibagi menjadi 4 golongan/kelas yaitu :
Kebakaran Kelas A
9
Kebakaran Kelas A merupakan kelas kebakaran yang dikarenakan oleh bahan-
bahan padat non-logam seperti Kertas, Plastik, Kain, Kayu, Karet dan lain
sebagainya. Jenis APAR yang cocok untuk memadamkan kebakaran Kelas A
adalah APAR jenis Cairan (Water), APAR jenis Busa (Foam) dan APAR jenis
Tepung Kimia (Dry Powder).
Kebakaran Kelas B
Kebakaran Kelas B merupakan kelas kebakaran yang dikarenakan oleh
bahan-bahan cair yang mudah terbakar seperti Minyak (Bensin, Solar,
Oli), Alkohol, Cat, Solvent, Methanol dan lain sebagainya. Jenis APAR
yang cocok untuk memadamkan kebakaran Kelas B adalah APAR jenis
Karbon Diokside (CO2), APAR jenis Busa (Foam) dan APAR jenis
Tepung Kimia (Dry Powder).
Kebakaran Kelas C
Kebakaran Kelas C merupakan kelas kebakaran yang dikarenakan oleh
Instalasi Listrik yang bertegangan. Jenis APAR yang cocok untuk
memadamkan kebakaran Kelas C adalah APAR jenis Karbon Diokside
(CO2) dan APAR jenis Tepung Kimia (Dry Powder).
Kebakaran Kelas D
Kebakaran Kelas D merupakan kelas kebakaran yang dikarenakan oleh
bahan-bahan logam yang mudah terbakar seperti sodium, magnesium,
aluminium, lithium dan potassium. Kebakaran Jenis ini perlu APAR
khusus dalam memadamkannya.
Adapun cara Menggunakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan)
Untuk mempermudah dalam mengingat proses ataupun cara penggunaan Alat Pemadam
Api, kita dapat menggunakan singkatan TATA yaitu :
TARIK Pin Pengaman (Safety Pin) APAR
ARAHKAN Nozzle atau pangkal selang ke sumber api (area kebakaran)
TEKAN Pemicu untuk menyemprot
AYUNKAN ke seluruh sumber api (area kebakaran)
5. Pintu darurat
10
Pintu darurat adalah salah satu peralatan keselamatan di laboratorium yang berfungsi
untuk mengantisipasi keadaan darurat, misalnya gempa bumi dan kebakaran.Pintu ini
khusus untuk digunakan untuk keadaan darurat saja dan tidak boleh digunakan untuk
keperluan umum. Oleh karena itu, pintu tersebut biasanya didesain untuk tidak bisa
dibuka dari luar laboratorium. Selain itu, pintu tersebut dilengkapi juga dengan alarm
sehingga bila dibuka akan menghasilkan bunyi khusus. Bunyi ini terintegrasi dengan
bagian keamanan sehingga bila semakin sering dibuka, pihak keamanan akan
memeriksa keadaan di sekitar pintu tersebut.
6. Ruang Asam / Lemari Asam (Fume Hood)
Ruang asam (fume hood) adalah salah satu peralatan keselamatan di laboratorium yang
digunakan untuk mengambil larutan kimia yang memiliki gas berbahaya (aseton, asam
sulfat, asam klorida, dan sebagainya) atau mereaksikan larutan-larutan tersebut.
Ruangan khusus ini dilengkapi dengan penghisap sehingga gas berbahaya yang
dikeluarkan larutan kimia akan dihisap dan dinetralkan sebelum dibuang ke lingkungan.
7. Eye wash
11
Pembasuh mata (eye wash) adalah salah satu peralatan keselamatan di laboratorium
yang letaknya disatukan dengan safety Shower. Eye wash berfungsi sebagai tempat
pembasuh pada mata yang terkena percikan cairan kimia dengan menggunakan air
mengalir.
8. Safety Shower
Safety shower adalah salah satu peralatan keselamatan di laboratorium yang letaknya
disatukan dengan eye wash. Safety Shower berguna untuk membasuh wajah dan juga
seluruh badan dalam keadaan darurat seperti tersiram banyak cairan kimia. Dalam
bekerja di laboratorium terkadang dengan tidak sengaja atau ada insident yang
menyebabkan pekerja laboratorium terkena atau tersiram bahan kimia yang banyak baik
itu salah satu anggota badannya maupun seluruh anggota badannya, maka pekerjaan
yang mengalami kecelakaan di laboratorium tersebut tersebut harus segera
membersihkan salah satu anggota badannya atau seluruh anggota badannya yang
terkena cairan kimia dengan menggunakan air dari shower tersebut.
12
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Peralatan keselamatan di laboratorium sangat penting dan wajib ada di
Laboratorium. Selain itu, peralatan keselamatan di laboratorium juga harus benar-benar
di pelajari dan di pahami dalam penggunaannya agar Peralatan keselamatan di
laboratorium dapat bermanfaat sebagai pertolongan pertama untuk mengatasi berbagai
kecelakaan yang terjadi di laboratorium.
B.Saran
1. Setiap pekerja sebaiknya memahami cara menggunakan Peralatan keselamatan di
laboratorium supaya ketika terjadi kecelakaan di laboratorium dapat ditangani
dengan baik dan benar.
2. Pemantauan terhadap Peralatan keselamatan di laboratorium harus rutin dilakukan,
agar peralatan tersebut dapat teramati dengan baik sehingga apabila terjadi kerusakan
maupun hilang pada peralatan keselamatan di laboratorium bisa ditangani segera agar
ketika terjadi kecelakaan di laboratorium, peralatan tersebut dapat digunakan dengan
baik sebagai pertolongan pertama pada kecelakaan di laboratorium.
13
DAFTAR PUSTAKA
1. Labsatu elsa,2020,13, 8 Alat keselamatan kerja di laboratorium kimia yang
wajib anda pakai,news.labsatu.com, dilihat 31 Oktober 2020,
https://news.labsatu.com/8-alat-keselamatan-kerja-di-laboratorium-kimia-yang-
wajib-anda-pakai/
2. Afifah,2019, 10 Alat Perlindungan dan Keselamatan Kerja Penting di
Laboratorium,jadikaryawan.com, dilihat 31 Oktober 2020, https://jadikaryawan-
com.cdn.ampproject.org/v/s/jadikaryawan.com/alat-perlindungan-dan-
keselamatan-kerja-laboratorium?
amp_js_v=a6&_gsa=1&usqp=mq331AQFKAGwASA
%3D#aoh=16041017159010&referrer=https%3A%2F
%2Fwww.google.com&_tf=Dari%20%251%24s&share=https%3A
%2F%2Fjadikaryawan.com%2Falat-perlindungan-dan-keselamatan-kerja-
laboratorium
3. Caltesys, 15 Alat Keselamatan kerja di Laboratorium,laporanpraktikum.com,
dilihat 31 Oktober 2020, https://laporanpraktikum.id/alat-keselamatan-kerja-di-
laboratorium/
4. Kelompok 5,2014,Jenis-jenis,Fungsi dan cara menggunakan APAR (Alat
pemadam Api Ringan),kelompok5.blogspot.com, dilihat 31 Oktober 2020,
http://teklabkelompok5.blogspot.com/2014/09/jenis-jenis-fungsi-dan-cara-
menggunakan.html?m=1
5. P3K TAS pabrik, 2018,30, P3K dalam laboratorium, tasp3k.com, dilihat 31
Oktober 2020, https://www.tasp3k.com/p3k-di-dalam-laboratorium/
14
15