0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
485 tayangan2 halaman

Materai 10000

Pemerintah menetapkan UU Nomor 10 Tahun 2020 tentang kenaikan tarif meterai menjadi Rp10.000 untuk menyesuaikan dengan kondisi ekonomi dan teknologi informasi saat ini. UU tersebut mengatur jenis dokumen yang dikenai meterai Rp10.000 seperti perjanjian, akta notaris, surat berharga, dan dokumen transaksi lebih dari Rp5 juta. Kenaikan tarif ini diharapkan dapat meningkatkan penerimaan negara

Diunggah oleh

Faradilla Azzarah
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
485 tayangan2 halaman

Materai 10000

Pemerintah menetapkan UU Nomor 10 Tahun 2020 tentang kenaikan tarif meterai menjadi Rp10.000 untuk menyesuaikan dengan kondisi ekonomi dan teknologi informasi saat ini. UU tersebut mengatur jenis dokumen yang dikenai meterai Rp10.000 seperti perjanjian, akta notaris, surat berharga, dan dokumen transaksi lebih dari Rp5 juta. Kenaikan tarif ini diharapkan dapat meningkatkan penerimaan negara

Diunggah oleh

Faradilla Azzarah
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

NAMA : ADHI SETYO BUDI

NIM : 200301101
KELAS : MANAJEMEN 2B PAGI

MATERI : Materai 10000

Pemerintah telah menetapkan Undang-undang Nomor 10 Tahun 2020 tentang Bea Meterai.
Poko ketentuan utamanya adalah, nominal meterai hanya satu, yakni Rp 10.000 (sepuluh tibu
rupiah). Berikut ini tipspajak.com sajikan informasi lengkap mengenai meterai baru tahun
2021 Rp 10.000. Menurut Menteri KeuanganUU tersebut dinilai sudah tidak sesuai dengan
kondisi saat ini. Dengan demikian, dinaikkannya tarif bea meterai menjadi Rp10.000 bukan
disebabkan oleh rupiah yang tidak akan menyentuh Rp10.000. Namun, karena Produksi
Domestik Bruto (PDB) sudah naik 8 kali lipat sejak tahun 2000.

Pasal 3 ayat (1) dalam UU Nomor 10 Tahun 2020, bea meterai dikenakan atas dokumen yang
dibuat sebagai alat untuk menerangkan mengenai suatu kejadian yang bersifat perdata.
Adapun beberapa dokumen yang dikenakan bea meterai Rp10.000, meliputi:

1. Surat perjanjian, surat keterangan, surat pernyataan, atau surat lainnya yang sejenis, beserta
rangkapnya
2. Akta notaris beserta grosse, salinan, dan kutipannya
3. Akta Pejabat Pembuat Akta Tanah beserta salinan dan kutipannya
4. Surat berharga dengan nama dan dalam bentuk apa pun
5. Dokumen transaksi surat berharga, termasuk dokumen transaksi kontrak berjangka, dengan
nama dan dalam bentuk apa pun
6. Dokumen lelang yang berupa kutipan risalah lelang, minuta risalah lelang, salinan risalah
lelang, dan grosse risalah lelang
7. Dokumen yang menyatakan jumlah uang dengan nilai nominal lebih dari Rp5.000.000,00
(lima juta rupiah) yang (1) menyebutkan penerimaan uang; atau (2) berisi pengakuan bahwa
utang seluruhnya atau sebagiannya telah dilunasi atau diperhitungkan
8. Dokumen lain yang ditetapkan dengan peraturan pemerintah.
Tarif bea materai lama, materai 3.000 dan materai 6.000 didasarkan atas tarif pemajakan atas
dokumen dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1985 tentang Bea Meterai.
Hal tersebut dilakukan guna menyesuaikan kebijakan pengenaan bea meterai dengan kondisi
ekonomi, sosial, hukum, dan teknologi informasi yang telah berkembang sangat pesat,
dengan tetap berpegang pada asas kesederhanaan, efisiensi, keadilan, kepastian hukum, dan
kemanfaatan.
Kementerian Keuangan menyebut, adanya kenaikan bea materai jadi Rp 10.000 diperkirakan
akan menambah potensi penerimaan negara menjadi Rp 11 triliun di tahun 2021.
Adapun, penerimaan negara dari bea materai di tahun 2019, dengan adanya tarif Rp 3.000
dan Rp 6.000 per lembar materai, penerimaan negara hanya mencapai Rp 5 triliun.

Anda mungkin juga menyukai