PETUNJUK PENGISIAN
Risk Register adalah dokumen (biasanya berupa tabel) yang berisi daftar potensi kejadian kejadian risiko yang telah didentifikasi
beserta dengan penyebabnya (risk agent) dan gejala-gejalanya, probabilitas dan dampak dari setiap kejadian risiko tersebut bagi
organisasi, pemilik risiko (risk owner), ukuran risiko inherent (risiko sebelum tindakan respons dilaksanakan), rencana tindakan
respons yang akan dilakukan (risk treatment plan) serta ukuran risiko residual (risiko tersisa setelah tindakan respons dilaksanakan).
IDENTIFIKASI RISIKO
Upaya mengenali keberadaan suatu bahaya, pekerja terpajan, serta karakteristik bahaya yang berpotensi menimbulkan risiko terhadap
kesehatan dan keselamatan di masing - masing unit secara detail.
Ruang Lingkup Proses Kerja Lokasi Dampak Kode Risiko
Risiko dapat timbul dari aspek - aspek Berisi mengenai Berisi Berisi dampak Berisi mengenai kepada aspek
berikut : penyebab dari mengenai yang mana yang di rugikan dari
1. Risiko sebagai akibat kondisi yang timbulnya risiko lokasi ditimbulkan adanya insiden tersebut :
sudah lama
2. Risiko berlangsung
jatuh timbulnya dari kejadian 1. Pasien
risiko yang tidak
3. Pengendalian infeksi 2. Pengunjung
dihapkan
4. Gizi 3. Staf medis
5. Risiko peralatan 4. Staf non medis
6. Managemen pengobatan/ pelayanan 5. Properti
pasien 6. Keuangan
7. Keselamatan Kerja
ANALISIS RISIKO
Setelah Identifiksi risiko, langkah selanjutnya yang dilakukan adalah analisis risiko. Tujuan dari analisis risiko adalah untuk menilai
tingkat risiko (rendah/ sedang/ tinggi) baik sebeluk maurpun setelah adanya pengendalian.
RISK SCORE
P Probabilitas/ frekuensi
Penilaian tingkat probabilitas/ frekuensi risiko adalah seberapa seringnya insiden tersebut terjadi.
Tingkat Risiko Probabilitas / frekuensi
1 Sangat jarang/ Rare (>5 thn/kali)
2 Jarang/ Unlikely (>2-5 thn/kali)
3 Mungkin/ Possible (1-2 thn/kali)
4 Sering/ likely (beberapa kali/ tahun)
5 Sangat sering/ Almost certain (tiap minggu/ bulan
RISK SCORE
C Dampak/ Consequences
Penilaian dampak/ akibat suatu insiden adalah seberapa berat akibat yang dialami pasien mulai dari tidak ada cedera sampai
meninggal.
Tingkat Risiko Deskripsi Dampak
1 Tidak signifikan - Tidak ada cedera
- Cedera ringan mis. Luka lecet
2 Minor
- Dapat diatasi dengan pertolongan pertama
- Cedera ringan mis. Luka robek
- Berkurangnya fungsi motoric/ sensorik/
psikologis atau intelektual (Reversibel), tidak
3 Moderat berhubungan dengan penyakit
- Setiap kasus yang memperpanjang
perawatan
- Cedera Luas/ berat mis. cacat, lumpuh
- Kehilangan fungsi motoric/ sensorik/
4 Mayor
psikologis atau intelektual (irreversible), tidak
berhubungan dengan penyakit
- Kematian yang tidak berhubungan dengan
5 Katastropik
perjalanan penyakit
RISK SCORE
NILAI RISIKO
NILAI RISIKO = DAMPAK X PROBABILITAS
Cara menghitung nilai risiko :
Untuk menentukan skor risiko digunakan matriks grading risiko
- Tetapkan frekuensi pada kolom kiri
- Tetapkan dampak pada baris ke arah kanan,
- Tetapkan warna bandsnya, berdasarkan pertemuan antara frekuensi dan dampak
LEVEL RISIKO
Bands risiko adalah derajat risiko yang digambarkan dalam empat warna yaitu : Biru, Hijau, Kuning dan Merah. Warna
“bands” akan menentukan investigasi yang akan dilakukan :
Warna bands = Hasil pertemuan antara nilai dampak yang di urut kebawah dan nilai probalilitas yang di urut ke
samping kanan
MATRIX GRADING RISIKO
Tidak
Minor Moderat Mayor Kastropik
Probabilitas signifikan
1 2 3 4 5
Sangat sering terjadi
(Tiap minggu/ bulan) 5 10 15 20 25
5
Sering terjadi
(beberapa kali/ thn) 4 8 12 16 20
4
Mungkin terjadi
(1-<2 thn/kali) 3 6 9 12 15
3
Jarang terjadi
(>2-<5 thn/ kali) 2 4 6 8 10
2
Sangat jarang terjadi
(>5 thn/kali) 1 2 3 4 5
1
Tingkat Resiko Skor Risiko Bands Risiko
Tinggi (15-25) Merah
Bermakna (8-12) Orange
Sedang (4-6) Kuning
Rendah (1-3) Hijau
PRIORITAS PENGENDALIAN
Tahapan evaluasi juga meliputi penentuan kategori tingkat risiko, apakah termasuk dalam kategori dapat diterima, Moderat,
atau Penting . kategori risiko ini penting untuk menentukan prioritas pengendalian risiko dan jangka waktu
pengendaliannya.
Kategori Tingkat
Nilai Risiko Kategori Nilai Risiko Prioritas Pengendalian Jangka Waktu Pengendalian
Risiko
Membutuhkan pengendalian
1–3 Rendah Dapat Diterima Prioritas 4
dalam waktu 1 tahun
Membutuhkan pengendalian
4–6 Sedang Prioritas 3
dalam waktu 6 bulan
Moderat
Membutuhkan pengendalian
8 – 12 Bermakna Prioritas 2
dalam waktu 3 bulan
Membutuhkan pengendalian
15 – 25 Tinggi Penting Prioritas 1 segera (maksimal dalam waktu
1 bulan )
STRATEGI MITIGASI
Proses menganalisa risiko yang perlu dipertimbangkan adalah dampak dari risiko tersebut bila benar terjadi;
1. Risiko yang dampaknya besar harus segera ditindaklanjuti dan mendapat perhatian dari Direktur.
2. Risiko yang dampaknya menengah-ringan akan dikelola oleh tim PMKP bersama kepala instalasi untuk membuat
rencana tindak lanjut dan pengawasan.
RENCANA TINDAK LANJUT
Berisi rencana kerja yang dibuat secara individual yang disusun oleh pemilik unit
PIC
Seseorang yang bertanggung jawab atas berjalannya suatu kegiatan
HASIL
berisi tentang hasil akhir dari suatu kegiatan
TARGET WAKTU
Berisi mengenai target waktu yang di perlukan seorang PIC untuk mendapatkan hasil yang di harapkan
RISK REGISTER RS PK
RISK SCORE
No Ruang Lingkup Proses Kerja Lokasi Dampak Kode Risiko
P
1 1. Risiko sebagai akibat kondisi Kebocoran IGD Terpeleset Pengunjung 5
yang sudah lama berlangsung
1. Risiko sebagai akibat kondisi
yang sudah lama berlangsung
1. Pasien
2. Risiko jatuh 2. Pengunjung
3. Pengendalian infeksi 3. Staf medis
4. Gizi 4. Staf non medis
5. Risiko peralatan 5. Properti
6. Managemen pengobatan/ 6. Keuangan
pelayanan pasien
7. Keselamatan Kerja
RISK REGISTER RS PKU MUHAMMADIYAH SEKAPUK
RISK SCORE RISK SCORE Level Risiko
Level Sisa
Nilai Strategi Mitigasi Nilai
C Risiko P C
Risiko Risiko
3 15 Extrim Penambalan pada area kebocoran 2 3 6 Sedang
Prioritas Pengendalian Monitoring
Rencana Tindak Lanjut PIC
Hasil Target Waktu
3 Pengajuan dana untuk tidak ada kebocoran
pendanaan perbaikan fasilitas di IGD
RISK REGISTER UNIT ……………………………………………….
RISK SCORE
No Ruang Lingkup Proses Kerja Lokasi Dampak Kode Risiko
P C
1 1. Risiko sebagai akibat Kebocoran IGD Terpeleset Pengunjung 5 3
kondisi yang sudah lama
berlangsung
1. Risiko sebagai akibat
kondisi yang sudah lama
berlangsung 1. Pasien
2. Risiko jatuh 2. Pengunjung
3. Pengendalian infeksi 3. Staf medis
4. Gizi 4. Staf non medis
5. Risiko peralatan 5. Properti
6. Managemen 6. Keuangan
pengobatan/ pelayanan
pasien
7. Keselamatan Kerja
…………………………………….
RISK SCORE Monitoring
Level
Nilai Strategi Mitigasi PIC
Risiko Hasil Target Waktu
Risiko
15 Extrim Penambalan pada tidak ada
area kebocoran kebocoran
di IGD
RISK Level
No Ruang Lingkup Proses Kerja Lokasi Dampak
SKOR Risiko
1 Risiko sebagai akibat Kebocoran IGD Terpeleset 15 Extrim
kondisi yang sudah lama
berlangsung
1. Risiko sebagai akibat kondisi yang sudah lama berlangsung
2. Risiko jatuh
3. Pengendalian infeksi
4. Gizi
5. Risiko peralatan
6. Managemen pengobatan/ pelayanan pasien
7. Keselamatan Kerja
RISK SCORE Level Monitoring
Strategi Mitigasi Risiko Rencana Tindak Lanjut PIC
P C Nilai Sisa Hasil
Risiko
Penambalan 2 3 6 Sedang Pengajuan dana untuk tidak ada
pada area pendanaan perbaikan kebocoran di
kebocoran fasilitas IGD
Monitoring
Target Waktu