Anda di halaman 1dari 21

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Perusahaan merupakan suatu organisasi yang menggunakan dan
mengkoordinir sumber-sumber ekonomi untuk memuaskan kebutuhan yang
tidak terbatas dalam cara yang menguntungkan. Pada umumnya perusahaan
bertujuan untuk mencari laba seoptimal mungkin dengan memanfaatkan
sumber-sumber ekonomi yang terbatas, sehingga para pengelola perusahaan
dapat memanfaatkan sumber-sumber ekonomi itu secara efektif dan efisien.
Namun demikian tujuan perusahaan bukan hanya mencari laba melainkan
juga mengemban tugas kemasyarakatan yaitu bergerak sebagai pelopor
pembangunan dalam rangka mencapai cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia.
Kas adalah kekayaan perusahaan yang merupakan sejumlah dana yang
ada di perusahaan. Selain itu kas juga merupakan salah satu unsur modal kerja
yang sangat penting artinya didalam membiayai operasi perusahaan sehari-hari.
Kas mempunyai kedudukan yang sentral dalam usaha menjaga kelancaran
operasi perusahaan sebagai penunjang keputusan strategi jangka panjang.
Anggaran kas yang dikelola dengan baik sangat diperlukan dalam
administrasi, karena anggaran kas merupakan proyeksi mengenai penerimaan
dan pengeluaran kas dalam periode tertentu. Dalam hal ini anggaran kas
memiliki tujuan pokok untuk merencanakan penganggaran kas yang seoptimal
mungkin, yaitu rencana untuk menyediakan kas yang cukup baik dalam jumlah
maupun waktunya.
Jumlah uang kas yang berlebihan ataupun yang kurang, keduanya
mempunyai akibat negatif bagi perusahaan, kekurangan kas dapat
mengakibatkan tidak terbayarnya berbagai kewajiban seperti hutang gaji dan
bunga bank, hutang dagang pada rekaman bahan baku dan sebagainya. Hal ini
akan menurunkan produktivitas kerja serta merugikan nama baik perusahaan di
mata para supplier perusahaan. Sebaliknya kas yang berlebihan berarti
menyerap dana modal kerja yang langkah dan mahal, sehingga menaikkan
beban tetap perusahaan.
Jelaslah bahwa operasi perusahaan haruslah direncanakan dalam batas-
batas dana yang tersedia. Dan sebaiknya harus disediakan dengan jumlah yang
cukup untuk melaksanakan operasi perusahaan seperti yang telah
direncanakan.
Dengan demikian sangatlah diperlukan penentuan jumlah kas yang optimal
agar kegiatan operasi perusahaan dapat berjalan sesuai dengan yang
direncanakan.

1.2 Maksud dan Tujuan Penulisan


Adapun tujuan penulisan yang mendasari penyusunan makalah ini adalah:

Informasi tentang arus kas suatu perusahaan berguna bagi para pemakai
laporan keuangan sebagai dasar untuk menilai kemampuan perusahaan dalam
menghasilkan kas dan setara kas dan menilai kebutuhan perusahaan untuk
menggunakan arus kas tersebut. Dalam proses pengambilan keputusan
ekonomi, para pemakai perlu melakukan evaluasi terhadap kemampuan
perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas serta kepastian
perolehannya .

Tujuan Pernyataan ini adalah memberi informasi historis mengenai


perubahan kas dan setara kas dari suatu perusahaan melalui laporan arus kas
yang mengklasifikasikan arus kas berdasarkan aktivitas operasi, investasi
maupun pendanaan (financing) selama suatu periode akuntansi.

1.3 Rumusan Masalah


Apakah metode optimalisasi kas dapat digunakan oleh Perusahaan
sebagai upaya menunjang kegiatan operasional perusahaan?
Bab II
Landasan Teori

2.1 Definisi Kas, yang Termasuk dan Tidak Termasuk Kas/Cash


Kas ( Cash ) adalah aktiva lancar yang meliputi uang kertas/logam dan
benda-benda lain yang dapat digunakan sebagai media tukar/alat pembayaran
yang sah dan dapat diambil setiap saat.

Kas adalah modal kerja yang sangat likuid. Semakin besar jumlah kas yang
ada dalam suatu perusahaan berarti makin tinggi tingkat likuiditasnya. Ini berarti
bahwa perusahaan mempunyai resiko yang lebih kecil untuk tidak dapat
memenuhi kewajiban finansialnya. Tetapi ini tidak berarti bahwa perusahaan
harus berusaha untuk mempertahankan persediaan kas yang sangat besar,
karena semakin besar kas berarti semakin besar dana yang menganggur dan
akan memperkecil laba yang yang akan diperoleh.
Sebaliknya jika perusahaan hanya akan mengejar keuntungan saja tanpa
memperhitungkan faktor-faktor lain maka semua kas akan dalam keadaan
bekerja. Jika hal itu terjadi artinya perusahaan akan berada di posisi illikuid
apabila suatu saat ada penagihan hutang atau ada hutang yang jatuh tempo tapi
perusahaan tidak mampu membayar karena tidak ada persediaan kas baik di
bank ataupun di perusahaan.
Kas didefinisikan sebagai alat pembayaran yang siap dan bebas
dipergunakan untuk membiayai kegiatan umum perusahaan. Kas dan setara kas
menurut PSAK No.2 (IAI:2009 :22) ”Kas terdiri dari saldo kas (cash on hand) dan
rekening giro. Setara kas (cash equivalent) adalah investasi yang sifatnya
sangat liquid, berjangka pendek dan dengan cepat dapat dijadikan sebagai kas
dalam jumlah tertentu tanpa menghadapai risiko perubahan nilai yang
signifikan”.

PSAK No. 2, paragraf 6 menjelaskan setara kas sebagai berikut :

Setara kas dimiliki untuk memenuhi komitmen kas jangka pendek, bukan
untuk investasi atau tujuan lain. Untuk memenuhi persyaratan setara kas,
investasi harus dapat segera diubah menjadi kas dalam jumlah yang diketahui
tanpa menghadapi resiko perubahan nilai yang signifikan. Karenanya, suatu
investasi baru dapat memenuhi syarat sebagau setara kas hanya segera akan
jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang dari tanggal perolehannya.

Kas merupakan komponen aktiva (asset) lancar yang paling likuid di


dalam neraca, karena kas sering mengalami mutasi atau perpindahan dan
hampir semua transaksi yang terjadi dalam perusahaan akan mempengaruhi
posisi kas. Dalam Standar Akuntansi Keuangan (IAI) (2009 : 1.7), Aset lancar
dijelaskan bahwa suatu aset diklasifikasikan sebagai aset lancar jika aset
tersebut :

1. Diperkirakan akan direalisasikan atau dimiliki untuk dijual atau digunakan


dalam jangka waktu siklus operasi normal perusahaaan.

2. Dimiliki untuk diperdagangkan atau untuk tujuan jangka pendek dan


diharapkan kan direalisasikan dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan dari
tanggal neraca.

3. Berupa kas atau setara kas yang penggunaannya tidak dibatasi.

Dari definisi kas dan setara di atas dapat disimpulkan bahwa:

1. Kas dan setara kas bukan hanya yang ada di perusahaan, tetapi juga saldo
rekening giro di bank yang penggunaannya tidak dibatasi dan surat-surat
berharga yang dapat ditarik dengan segera menjadi kas sehingga risikonya
kecil akibat pengaruh terjadinya perubahan nilai dari perubahan tingkat suku
bunga.

2. Umumnya kas dan setara digunakan untuk membiayai kegiatan umum


perusahaan, sehingga kas dan setara kas secara langsung atau tidak
langsung hampir mempengaruhi semua transaksi bisnis perusahaan.

3. Perkiraan kas dan setara kas di Neraca disajikan pada urutan pertama
golongan aktiva lancar karena merupakan aktiva yang paling likuid.

Perbedaan utama terhadap pentingnya kas sebagai unsur kunci dalam


posisi likuiditas perusahaan adalah sifat tidak produktifnya, karena kas adalah
ukuran nilai, maka tidak dapat berkembang dan tumbuh jika tidak dikonversikan
ke dalam properti yang lain. Manajemen kas yang efisien membutuhkan kas
yang tersedia untuk operasional atau dalam investasi jangka pendek dan jangka
panjang.

Salah satu tanggung jawab manajer keuangan perusahaan adalah


mengatur sumber-sumber kas untuk memastikan tersedianya kas untuk
kebutuhan jangka pendek juga merencanakan kebutuhan kas jangka panjang
untuk memperlancar kebutuhan dan perkembangan perusahaan melalui
ekspansi dan akuisisi.

Yang Termasuk Dalam Kas (Cash)

· Uang tunai dalam bentuk kertas/logam

· Uang perusahaan yang disimpan di bank yang sewaktu-waktu dapat diambil

· Cek yang diterima sebagai pembayaran dari pihak lain

· Cek perjalanan(travell check) adalah yang diterbitkan oleh suatu bank untuk
melayani nasabah yang melakukan perjalanan jarak jauh.

· Kasir cek adalah cek yang dibuat dan ditanda tangani oleh suatu bank,ditarik
oleh bank itu sendiri untuk melakukan pembayaran ke pihak lain

· Wesel post: dapat dijadikan uang tunai pada saat diperlukan 

Yang Tidak Termasuk Dalam Kas (Cash)

· Deposito berjangka/Time deposite : uang simpanan di bank yang hanya dapat


diambil setelah jangka waktu tertentu berakhir

· Uang yang disediakan untuk tujuan-tujuan tertentu sehingga terikat


penggunaannya Contoh : Dana Pensiun

· Cek mundur/Post date check : tidak dapat digolongkan ke dalam kas sebelum
jangka waktunya

· Perangko
2.2 Tujuan Informasi Arus Kas

Salah satu tujuan utama dari pelaporan arus kas adalah memberikan informasi
yang akan:

1. Membantu investor atau kreditur meramalkan jumlah kas yang mungkin


mereka terima dalam bentuk deviden, bunga dan pembayaran kembali utang
pokok.

2. Membantu mereka mengevaluasi resiko yang mungkin terjadi.

Evaluasi mengenai arus kas dikemudian hari dan resiko yang dihadapi oleh
investor dan kreditor sangatlah relevan karena kedua hal ini merupakan
informasi dasar bagi penentuan present value dari surat-surat berharga .

2.3 Arus Kas dan Prediksi Mengenai Deviden


Informasi tentang jenis-jenis arus kas yang berguna bagi pembaca laporan
keuangan :
1. Arus kas yang berhubungan dengan kegiatan utama perusahaan pada saat
ini.
2. Arus kas yng timbul berulang-ulang maupun yang sesekali saja terjadi, yang
timbul dari kejadian yang tidak diduga-duga.
3. Arus kas yang akan dipakai untuk memperluas fasilitas produksi dan
meningkatkan inventory.
4. Arus kas dari atau kepada pemegang saham dan obligasi dalam kerangka
pembelanjaan perusahaan.
5. Pembayaran bunga dan deviden kepada pemegang preferred stock.

2.4 Penyajian Informasi Arus Kas

Karena adanya perbedaan waktu antara penerimaan dan pengeluaran


disatu pihak dengan kegiatan-kegiatan usaha yang menimbulkan arus kas dilain
pihak, maka penyajian arus kas (cash flow statement) untuk satu periode yang
mempunyai kegunaan yang terbatas.
Kesukaran yang timbul dengan penggunaan informasi arus kas ialah
adanya transaksi-transaksi penting yang dilakukan tanpa melalui kas. Contoh :
aktiva tetap diperoleh dengan utang jangka panjang atau pengeluaran saham.

2.5 Aliran Kas Dalam Perusahaan


1. Aliran Kas Keluar (Cash Outflow) :

 Bersifat Terus-Menerus atau kontinyu, misalnya pembelian


bahan baku, pembayaran upah dan gaji,dsb.

 Bersifat Tidak Kontinyu (Intermitten), misalnya pembayaran


bunga, deviden, pajak penghasilan, pembayaran angsuran
utang, pembelian aktiva,dsb.

2. Aliran Kas Masuk (Cash Inflow)


 Bersifat Kontinyu, misalnya aliran kas yang berasal dari hasil
penjualan produk secara tunai, penerimaan piutang,dsb.
 Bersifat Tidak Kontinyu, misalnya penjualan saham ,investasi
pemilik, penerimaan pinjaman, penjualan aktiva yang tidak
terpakai, dsb.

2.6 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Persediaan Kas Minimal

Kas merupakan salah satu unsur modal kerja yang paling tinggi
tingkat likuiditasnya. Makin besar jumlah kas yang ada di dalam perusahaan
berarti makin tinggi tingkat likuiditasnya, artinya perusahaan mempunyai
resiko yang lebih kecil untuk tidak dapat memenuhi kewajiban finansiilnya.
Tetapi tidak berarti bahwa perusahaan harus mempertahankan persediaan
kas yang sangat besar, karena makin besar jumlah kas berati makin banyak
jumlah uang yang menganggur sehingga akan memperkecil profitabilitasnya.

Beberapa standar yang dapat digunakan sebagai pedoman dalam


menentukan jumlah kas yang dapat dipertahankan oleh perusahaan adalah:
Menurut H.G. Guthmann jumlah kas yang ada dalam perusahaan
yang well finance hendaknya tidak kurang dari 5% - 10% dari jumlah aktiva
lancar.

Jumlah kas dapat juga dihubungkan dengan jumlah penjualanatau


salesnyanya. Perbandingan antara sales dengan jumlah kas rata-rata
meggambarkan tingkat perputaran kas (cash turnover). Makin tinggi tingkat
turn over maka makin baik, karena makin tinggi efisiensi penggunaan
kasnya, tetapi cash turnover yang berlebihan tingginya dapat berarti
jumlah kas yang tersedia adalah terlalu kecil untuk volume sales
yang bersangkutan.

2.7 Persediaan Kas Minimal


Persediaan kas minimal atau persediaan besi (safety cash balance)
adalah jumlah minimal dari kas yang harus dipertahankan oleh perusahaan
agar dapat memenuhi kewajiban finansiilnya sewaktu-waktu. Faktor-faktor
yang mempengaruhinya adalah:

1. Perimbangan Antara Aliran Kas Masuk Dengan Kas Keluar


Adanya perimbangan yang baik mengenai kuantitas maupun timing
antara cash inflow dengan cash outflow dalam suatu perusahaan, artinya
pengeluaran kas baik mengenai jumlahnya maupun waktunya akan dapat
dipenuhi dari penerimaan kasnya sehingga perusahaan tidak perlu empunyai
persediaan besi kas yang besar.

2. Penyimpangan Terhadap Aliran Kas Yang Diperlukan


Jika aliran kas yang sebenarnya selalu sesuai dengan estimasinya,
maka perusahaan tersebut tidak mengalami kesulitan likuiditas, sehingga
perusahaan tidak perlu mempertahankan adanya persediaan besi kas yang
besar.
3. Adanya Hubungan Yang baik Dengan Bank-Bank
Jika pimpinan suatu perusahaan dapat membina hubungan baik
dengan bank akan mempernudah untuk mendapatkan kredit dalam
mengahapi kesukaran finansiilnya, sehingga perusahaan tidak perlu
mempunyai persediaan besi kas yang besar.

2.8 Budget Kas


Adalah estimasi terhadap posisi kas untuk satu periode tertentu yang
akan datang. Penyusunan budget kas bagi suatu perusahaan sangat penting
artinya bagi penjagaan likuiditas. Dengan penyusunan budget kas dapat
diketahui kapan perusahaan dalam keadaan defisit kas atau dalam kondisi
surplus kas karena kegiatan operasional perusahaan. Periode penyusunan :
bulanan atau kuartalan
Pada dasarnya penyusunan budget kas dapat dibedakan dalam dua
bagian :
1. Estimasi penerimaan-penerimaan kas yang berasal dari hasil
penjualan, piutang yang terkumpul, penerimaan bunga, deviden, hasil
penjualan aktiva tetap, dsb
2. Estimasi pengeluaran kas yang digunakan untuk pembelian bahan
mentah, pembayaran utang-utang, pembayaran upah buruh,
pengeluaran untuk biaya-biaya , dsb

2.9 Tujuan penyusunan budget kas agar pimpinan perusahaan


dapat mengetahui :
 Kemungkinan posisi kas sebagai hasil rencana operasi perusahaan
 Kemungkinan adanya surplus atau defisit karena rencana operasi
perusahaan
 Besarnya dana beserta saat-saat kapan dana itu dibutuhkan untuk defisit kas.

2.10Tahap penyusunan budget kas :


1. Menyusun estimasi penerimaan dan pengeluaran menurut rencana
operasionil perusahaan. Transaksi-transaksi disini merupakan transaksi
operasi . Pada tahap ini akan diketahui adanya defisit atau surplus
karena rencana operasional perusahaan.
2. Menyusun estimasi kebutuhan dana atau kredit dari bank atau sumber-
sumber dan lainnya yang diperlukan untuk menutup defisit kas karena
rencana operasi perusahaan. Juga disusun estimasi pembayaran bunga
kredit beserta waktu pembayarannya kembali. Transaksi-transaksi ini
merupakan transaksi finansiil.
3. Menyusun kembali estimasi keseluruhan penerimaan dan pengeluaran
setelah adanya transaksi finansiil, dan budget kas yang final ,
merupakan gabungan dari transaksi operasional dan transaksi finansiil
yang menggambarkan estimasi penerimaan dan pengeluaran kas secara
keseluruhan.
BAB III
PEMBAHASAN

3.1 PENGERTIAN LAPORAN ARUS KAS

Laporan arus kas (Inggris: cash flow statement atau statement of cash flows)
adalah bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu
periode akuntansi yang menunjukkan aliran masuk dan keluar uang (kas)
perusahaan. Informasi ini penyajiannya diklasifikasikan menurut jenis kegiatan yang
menyebabkan terjadinya arus kas masuk dan kas keluar tersebut.
Kegiatanperusahaan umumnya terdiri dari tiga jenis yaitu, kegiatan operasional,
kegiatan investasi serta kegiatan keuangan.

Laporan Arus Kas merupakan penerimaan kas dan pembayaran kas


(pengeluaran kas). Laporan arus kas melaporkan penerimaan kas dan pengeluaran
kas yang digolongkan sesuai dengan kegiatan utama entitas : operasi,investasi, dan
pembelanjaan. Laporan tersebut melaporkan arus masuk kas bersih atau keluar kas
bersih dari setiap kegiatan dan untuk semua kegiatan usaha.

Arus kas adalah kas aktual yang keluar masuk dari dan ke dalam suatu
perusahaan (Weston dan righam, 1990 : 55). Arus kas masuk (cash inflows)
merupakan penerimaan kas yang berasal dari kegiatan rutin perusahaan, misalnya
penjualan tunai, penerimaan piutang maupun penerimaan kas yang bersifat tidak
rutin misalnya penyertaan modal, penjualan saham, penjualan aktiva perusahaan.
Arus kas keluar (cash out flows) adalah pengeluaran yang bersifat kontinyu, seperti
pembayaran bunga, dividen dan pembayaran pajak. Arus kas berlangsung terus
menerus selama perusahaan menjalankan kegiatannya. Agar kas ini mudah dibaca
dan dipahami, maka informasi arus kas tersebut dibuat dalam bentuk laporan yang
disebut Laporan Arus Kas (statement of cash flows), sehingga dapat memenuhi
kebutuhan informasi para investor dan kreditur dalam menganalisa arus kas.

Aktivitas yang membagi laporan arus kas adalah kegiatan operasi, kegiatan
investasi, dan kegiatan pendanaan. Ketiga aktivitas ini memberikan informasi yang
memungkinkan para pengguna laporan untuk menilai pengaruh aktivitas tersebut
terhadap keuangan perusahaan serta terhadap jumlah kas. Manfaat utama laporan
arus kas adalah untuk menyediakan informasi yang relevan tentang penerimaan dan
pengeluaran kas perusahaan selama satu periode, serta untuk membantu investor,
kreditur dan pihak lain yang berkepentingan dalam menganalisa kas (Kieso dan Wey
Grandt, 1995 : 247).

3.2 TUJUAN DAN KEGUNAAN

Sebagai dasar untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan


kas dan setara kas, dan menilai kebutuhan perusahaan untuk menggunakan arus
kas tersebut.

Laporan arus kas disusun dengan tujuan utama untuk memberikan informasi
tentang aktivitas operasi, investasi dan pendanaan dengan basis kas (cash basis)
selama periode akuntansi tertentu.

Menurut Financial Accounting Standard Board, informasi yang diberikan dalam


suatu laporan kas, jika digunakan dengan pengungkapan yang berkaitan dan
laporan keuangan lainnya, harus membantu investor, kreditor dan pihak lainnya
untuk:

1. Menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan arus kas bersih masa


depan.
2. Menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya,
kemampuan membayar dividen, dan kebutuhan untuk pendanaan eksternal.
3. Menilai alasan perbedaan antara laba bersih dibanding penerimaan serta
pengeluaran kas yang berkaitan.
4. Menilai pengaruh transaksi investasi dan pendanaan baiuk kas maupun non
kas terhadap posisi keuangan suatu perusahaan selama satu periode
tertentu.

Jadi informasi yang disajikan dalam laporan arus kas berguna bagi para
pemakai laporan keuangan, baik bagi pihak manajemen, investor, kreditor maupun

pihak-pihak yang berkepentingan lainnya, sebagai dasar untuk menilai


kemampuan perusahaan untuk menggunakan arus kas dan setara kas dan menilai
kebutuhan perusahaan untuk menggunakan arus kas tersebut.
3.3 BENTUK DAN METODE LAPORAN ARUS KAS
A. Metode Lansung
  Terdapat dua bentuk penyajian laporan arus kas, yang pertama metode
langsung dan yang kedua metode tidak langsung. Perbedaan antara kedua metode
terletak pada penyajian arus kas berasal dari kegiatan operasi. Dengan metode
langsung, arus kas dari kegiatan operasional dirinci menjadi arus kas masuk dan
arus kas keluar. Arus kas masuk dan keluar dirinci lebih lanjut dalam beberapa jenis
penerimaan atau pengeluaran kas.

Sementara itu dengan metode tidak langsung, arus kas dari opersional
ditentukan dengan cara mengoreksi laba bersih yang dilaporkan di laporan laba rugi
dengan beberapa hal seperti biaya penyusutan, kenaikan harta lancar dan hutang
lancar serta laba/rugi karena pelepasan investasi. Berikut ini diberikan contoh bentuk
laporan arus kas dengan metode langsung dan metode tidak langsung.

 
PT. SURAYA MANDIRI, Tbk
LAPORAN ARUS KAS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2009
(Dalam Rupiah)
 
Arus kas yang berasal dari kegiatan operasi :

Kas yang diterima dari pelanggan                                   951.000

Dikurangi :

Kas untuk membeli persediaan              555.200

Kas untuk membayar biaya operasi    259.800

Kas untuk membayar biaya bunga        14.000

Kas untuk membayar pajak                       29.000 (+)

858.000 (-)

Aliran kas bersih dari kegiatan operasi                                                93.000


 
Aliran kas yang berasal dari kegiatan investasi :

Kas masuk yang berasal dari penjualan investasi         75.000

Kas keluar untuk membeli peralatan                               157.000 (-)

Aliran kas bersih untuk kegiatan investasi -


82.000

 
Aliran kas dari kegiatan keuangan :

Kas yang diterima dari penjualan saham                         160.000

Dikurangi :

Kas untuk membayar dividen                             23.000

Kas untuk membayar hutang obligasi                (125.000)


148.000 (-)
Aliran kas masuk neto dari kegiatan keuangan                                  
12.000

Kenaikan kas                                                                                         23.000

Saldo kas pada awal tahun                                                                     26.000


Saldo kas pada akhir tahun                                                                     49.000

Dari laporan terlihat bahwa arus kas yang berasal dari kegiatan operasional
dirinci menjadi penerimaan dari berbagai sumber yang merupakan kegiatan
operasional dan pengeluaran kas untuk berbagai kegiatan operasional. Arus kas dari
kegiatan investasi dan keuangan juga dirinci menurut jenis-jenis kegiatan yang
mengakibatkan timbulnya penerimaan dan pengeluara kas.

Sementara jika kita lihat contoh di bawah ini arus kas dari kegiatan
operasional tidak dirinci menurut sumber dan jenis penggunaannya, melainkan net
income dikoreksi sehingga net income tersebut berubah menjadi net cashflows dari
operasi.
B. Metode Tidak Lansung

Dengan metode ini laba atau rugi bersih disesuaikan dengan mengoreksi
pengaruh dari transaksi bukan kas, penangguhan atau akrual dari penerimaan atau
pembayaran kas untuk operasi dari masa lalu dan masa depan, dan unsure
penghasilan atau beban yang berkaitan dengan arus kas investasi atau pendanaan.

Jadi pada dasarnya metode tidak langsung ini merupakan rekonsiliasi laba
bersih yang diperoleh perusahaan. Metode ini memberikan suatu rangkaian
hubungan antara laporan arus kas dengan laporan laba rugi dan neraca. Dalam
metode tidak langsung arus kas bersih diperoleh dari aktifitas operasi ditentukan
dengan menyesuaikan laba atau rugi bersih dari pengaruh :

1. Perubahan persediaan dan piutang usaha serta hutang usaha selama periode
berjalan.
2. Pos bukan kas seperti penyusutan, penyisihan, pajak ditangguhkan,
keuntungan dan kerugian, valuta asing yang belum direalisasi, laba
perusahaan asosiasi yang belum dibagikan dan hak minoritas dalam
laba/rugi konsolidasi.
3. Semua pos lain yang berkaitan dengan arus kas investasi dan pendanaan.
 
PT. SURYA MANDIRI, Tbk
LAPORAN ARUS KAS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2009
(Dalam Rupiah)
 
Arus kas yang berasal dari kegiatan operasi :

Laba bersih menurut laporan laba rugi                90.500

Ditambah :

Biaya depresiasi                                             18.000

Penurunan persediaan kantor                          8.000


Kenaikan hutang jangka pendek                       16.800

Kenaikan hutang biaya                                        1.200 (+)


44.000 (+)

Dikurangi :

Kenaikan biaya dibayar dimuka                   1.000

Kenaikan piutang usaha                                 9.000

Penurunan hutang pajak                               1.500

Laba penjualan aktiva tetap                             30.000

41.500 (-)

Aliran kas bersih dari kegiatan operasi                                         93.000

Aliran kas yang berasal dari kegiatan investasi :

Kas masuk yang berasal dari penjualan investasi                             75.000

Kas keluar untuk membeli peralatan                                                 157.000 (-)

Aliran kas keluar bersih untuk kegiatan investasi 82.000

Aliran kas dari kegiatan keuangan :

Kas yang diterima dari penjualan saham                               160.000

Dikurangi :

Kas untuk membayar dividen                      23.000

Kas untuk membayar hutang obligasi           125.000 (+)

148.000 (-)

Aliran kas masuk neto dari kegiatan keuangan                                        12.000

Kenaikan kas                                                                                         23.000


Saldo kas pada awal tahun                                                                   26.000
Saldo kas pada akhir tahun                                                                     49.000
 
3.4 PENYAJIAN LAPORAN ARUS KAS
A. Klasifikasi Arus Kas

Laporan arus kas mengklasifikasikan penerimaan kas berdasarkan kegiatan


operasi, investasi, dan pembiayaan. Karakteristik transaksi dan peristiwa lainnya dari
setiap jenis kegiatan adalah :

1. Kegiatan operasi melibatkan pengaruh kas dari transaksi yang dilibatkan


dalam penentuan laba bersih, seperti penerimaan kas dari penjualan barang
dan jasa, serta pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan untuk
memperoleh persediaan serta membayar beban.
2. Kegiatan investasi umumnya melibatkan aktiva jangka panjang dan
mencangkup (a) pemberian serta penagihan pinjaman, dan (b) perolehan
serta pelepasan investasi dan aktiva produktif jangka panjang.
3. Kegiatan pembiayaan melibatkan pos-pos kewajiban dan ekuitas pemegang
saham serta mencangkup (a) perolehan kas dari kreditor dan pembayaran
kembali pinjaman, serta (b) perolehan modal dari pemilik dan pemberian
tingkat pengembalian atas, dan pengembalian dari investasinya.
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
A. Laporan Arus Kas Tidak Bisa Bohong

Berdasarkan peraturan, semua emiten dan bank, karena mengelola dana


publik, harus memublikasikan laporan keuangannya secara periodik. Walaupun yang
dipublikasikan di dua harian nasional itu umumnya hanya neraca dan laporan laba
rugi, investor tidak boleh melupakan laporan arus kas, laporan perubahan ekuitas,
dan catatan atas laporan keuangan.

Setelah neraca dan laporan laba rugi, kali ini saya akan menjelaskan laporan
arus kas. Laporan ini belum menjadi bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan
sekitar 20 tahun lalu. Sebelum diwajibkannya laporan arus kas, para pengguna
laporan keuangan mengeluh tidak bisa memperoleh informasi yang diperlukan
mengenai sebab peningkatan atau penurunan saldo kas.

Tanpa pemahaman yang memadai mengenai sumber dan penggunaan kas


selama satu periode, mereka kesulitan memprediksi kemampuan perusahaan
menghasilkan kas, yang dipandang lebih penting daripada laba. Inilah perbedaan
akuntansi dan manajemen keuangan. Akuntansi berorientasi pada bottom line,
sementara aksioma pertama dalam manajemen keuangan mengatakan kas adalah
raja.

Kelemahan yang melekat pada laporan laba rugi dengan konsep accrual-nya
dan memenuhi tuntutan para penggunanya, pada akhir 1980-an, para penyusun
standar akuntansi di Amerika menetapkan laporan arus kas sebagai bagian integral
dari laporan keuangan. Dewan standar akuntansi di Indonesia dan di negara-negara
lain pun mengikuti jejak Amerika ini pada periode awal 1990-an

Laporan arus kas sejatinya adalah laporan yang menjabarkan jumlah kas
masuk dan sumbernya serta jumlah kas keluar dan penggunaannya. Laporan arus
kas tidak lain adalah pelaporan secara sistematis transaksi yang ada di akun kas
dalam buku besar sebuah perusahaan, baik sisi debit maupun sisi kredit. Laporan
arus kas lengkapnya dibagi dalam tiga kelompok aktivitas yaitu arus kas dari
kegiatan operasi, dari kegiatan investasi, dan dari kegiatan pendanaan. Total arus
kas dari ketiga kegiatan ini harus sama dengan perubahan saldo kas di neraca.
Karena itu, ada juga pengguna laporan keuangan yang memandang sepele manfaat
laporan arus kas dengan mengatakan laporan ini hanya menjelaskan naikturunnya
kas.

Pandangan seperti ini sudah tentu tidak benar. Laporan arus kas
sesungguhnya dapat bercerita banyak. Mengapa akun kas mendapatkan perhatian
khusus dan istimewa sampai diperlukan laporan tersendiri yang menggambarkan
mutasinya? Ada tiga alasan untuk itu.

1. manajemen yang berhasil mestinya tidak hanya dilihat dari kemampuannya


menghasilkan laba besar, tetapi juga dari kehebatannya meningkatkan saldo
kas. Inilah nilai tambah yang lebih nyata, menurut manajemen keuangan,
tanpa saldo kas yang memadai, kecil kemungkinan perusahaan dapat
membagikan dividen. Investor, terutama investor jangka panjang, pada
umumnya berkepentingan dengan laba yang dibagikan ini.
2. laporan arus kas tidak pernah bisa berbohong. Ini sangat berlawanan dengan
angka dalam laporan laba rugi yang mungkin saja bersifat artifisial, hasil
rekayasa keuangan yang berlindung di bawah diskresi dan kebijakan
manajemen.
3. kas adalah aset yang paling rawan disalahgunakan. Kas juga merupakan
darah yang menjamin kelangsungan suatu usaha. Karena itulah, akuntansi
untuk kas berbeda dengan akuntansi untuk akun lainnya. Akuntansi untuk
piutang dagang, persediaan, investasi, harta tetap, utang, dan ekuitas
semuanya menekankan pada pengakuan, pengukuran, pencatatan, dan
pelaporan.

Untuk kas, masalahnya bukan itu, tetapi perencanaan dan pengendalian.


Untuk dua tujuan ini kita mengenal istilah bank rekonsiliasi, pemisahan tugas,
perlunya otorisasi, sistem kas kecil, anggaran kas masuk dan kas keluar, dan
lainnya.

 
B. Kas Operasi Harus Positif

Sejatinya, laporan arus kas yang diharapkan investor bukan sekadar yang
menghasilkan netto arus kas positif. Investor kurang menyukai jika arus kas positif
itu hanya berasal dari kegiatan pendanaan (pinjaman baru atau right issue).

Dalam semua kondisi, investor sangat menghargai arus kas operasi yang
positif. Hanya dengan arus kas operasi positif, perusahaan dapat melakukan
investasi baru, pembayaran bunga, pelunasan utang, dan pembagian dividen.
Berbeda dengan arus kas investasi dan arus kas pendanaan, arus kas operasi
sangat berhubungan dengan laba bersih di laporan laba rugi.

Salah satu alternatif penyajian arus kas operasi bahkan memulainya dari laba
bersih dari laporan laba rugi yang kemudian disesuaikan dengan depresiasi,
amortisasi, dan lainnya.

Masyaratkan arus kas investasi positif justru tidak realistis, terutama untuk
perusahaan yang sedang bertumbuh. Demikian juga dengan arus kas pendanaan,
positif tidak berarti bagus dan negatif tidak berarti jelek. Arus kas pendanaan yang
negatif berarti perusahaan melunasi utang atau melakukan buyback saham atau
membayar dividen, sedangkan positif berarti memperoleh pinjaman baru, right issue,
atau pelepasan saham buyback.

Walaupun jujur dan tidak bisa berbohong, laporan arus kas juga tak luput dari
kekurangan. Laporan arus kas tidak bersifat komprehensif, karena transaksi penting
yang tidak melibatkan kas tidak akan muncul. Contohnya, pembelian asset tetap
dengan obligasi atau konversi obligasi menjadi saham, atau komitmen jangka
panjang capital lease. Agar investor tidak salah baca, kejadian ini harus
diungkapkan untuk melengkapi laporan arus kas.

Kelemahan lainnya, klasifikasi operasi, investasi, atau pendanaan juga ada


beberapa alternatif. Biaya bunga dapat dimasukkan dalam arus kas operasi atau
pendanaan. Pendapatan bunga dan penerimaan dividen, karena timbul dari kegiatan
investasi, juga bisa diperlakukan sebagai arus kas operasi atau investasi.
DAFTAR PUSTAKA

http://putra-finace-accounting-taxation.blogspot.com
http://repository.widyatama.ac.id/xmlui/bitstream/handle/10364/731/content
%202.pdf?sequence=2
http://www.google.com
http://id.wikipedia.org 

Anda mungkin juga menyukai