Anda di halaman 1dari 4

Resume Manajemen Keuangan Internasional

“SISTEM MONETER INTERNASIONAL”

PROGRAM STUDI
S1-AKUNTANSI

Kelompok 2 :
1. Aisyah Ranindita Putri S. 17.1.01.10418
2. Dina Dwi Apsari 17.1.01.10724
3. Emilia Huriyatur R. 17.1.01.10744
4. Adellia Rachma Hardini 17.1.01.10774
5. Tita Marita 17.1.01.10800

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI INDONESIA (STIESIA)


SURABAYA
2019/2020
A. Sejarah Sistem Moneter Internasional
1. Standar Emas (1876-1913)
 Sejak zaman firan (Sekitar 3000 SM) emas digunakan sebagai alat pertukaran
ataua penyimpanan nilai.
 Orang Yunani dan Romawi menggunakan koin emas dan meneruskan tradisi ini
melalui zaman merkantilisme sampai abad 19. Aturan menurut standar emas jelas
dan sederhana. Misalnya, AS menyatakan dolar dikonversikan menjadi emas
dengan nilai $20,67/ons emas (nilai tukar yang berlaku sampai awal PD I) Pound
Inggris dipatok pada $4,2474/ons emas. Standar emas berfungsi cukup baik
sampai meletusnya PD I menginterupsi aliran perdagangan dan pergerakan emas
secara bebas.
2. Tahun di Antara Perang dan Perang Dunia II (1914-1944)
 Selama PD I awal tahun 1920 an, berbagai mata uang mungkin saja berfluktuasi
dalam kisaran yang relatif luas terhadap emas maupun terhadap satu sama lain.
 Secara teoritis, penawaran dan permintaan untuk ekspor dan impor negara
menyebabkan perubahan moderat dalam nilai tukar di sekitar suatu nilai
ekuilibrium.
 1934-akhir PD II, nilai tukar secara teoritis ditentukan oleh nilai masing-masing
mata uang menurut emas.
 Selama PD II banyak mata uang dgang utama kehilangan nilai tukarnya terhadap
mata uang lain, kecuali Dolar.
3. Brutton Woods dan Dana Moneter Internasional (International Moneter Fund) 1944
 PD II hingga akhir 1944, sekutu bertemu di Bretton Woods untuk menciptakan
sistem moneter internasional pascaperang, yaitu IMF.
 IMF membantu negara-negara yang mengalami kesulitan dalam neraca
pembayaran dan nilai tukar/kurs.
4. Eurocurrency
 Eurocurrency adalah mata uang domestik dari suatu negara yang disimpan di
negara lain.
 1957, otoritas Inggris merespons melemahnya poundsterling dengan memberi
pinjaman kepada warga Inggris.
 Pada akhirnya pasar eurocurrency tetap tumbuh karena pasar uang internasional
relatif bebas dari peraturan dan campur tangan pemerintah.
5. Tingkat Bunga Eurocurrency: LIBOR
 Penggunaan London Interbank Offered Rate (LIBOR) pada pasar Eurocurrency
merupakan tingkat bunga yang paling banyak ada di kutipan yang terstandirasi,
perjanjian utang dan penilaian instrumen keuangan derivatif.
 Tingginya deposan dan peminjam ke pasar Eurocurrency disebabkan oleh
sempitnya rentang tingkat bunga dalam pasar tersebut.
6. Nilai tukar tetap 1945-1973
 Setelah PD II – AS mengalami defisit neraca pembayaran, dibutuhkan arus kas
modal dolar yang besar sehingga banyaknya dolar yang dikuasi di luar ngeri
mengakibatkan kurangnya kepercayaan terhadap dolar.
 1971 – presiden AS saat itu menghentikan penjualan dan pembelian resmi emas
oleh U.S Treasury karena AS menderita kekurangan sepertiga cadangan emas
resminya saat itu.
 1973 – dolar mengalami devaluasi kedua
7. Beberpa pengaturan mata uang (Electric Currency Arrangement) 1971-sekarang
 Maret 1973 – nilai tukar menjadi kurang stabil dan kurang dapat diramalkan
ketimbang periode nilai tukar “tetap”
B. Beberapa Rezim Mata Uang Kontemporer
a. Klarifikasi Rezim Nilai Tukar Mata Uang Menurut IMF
1. Pengaturan nilai tukar tanpa alat tender legal terpisah
Mata uang negara asing beredar sebagai satu-satunya alat tender legal tunggal
2. Currency board arrengements
Suatu rezim berdasar komitmen legislatif implisit yang harus dipatuhi terhadap
pertukaran mata uang domestik untuk mata uang asing tertentu untuk nilai tukar
tertentu.
3. Pengaturan nilai tukar tetap dengan patokan konvensional lainnya
Negara mematok mata uangnya pada suatu nilai tetap terhadap suatu mata uang
utama.
4. Nilai tukar yang dipatok dalam rentang horizontal
Nilai mata uang dipertahankan dalam margin fluktuasi di seputar patokan de facto
yang lebih lebar kurang lebih 1% di seputar nilai tengah.
5. Crawling pegs
Mata uang itu disesuaikan secara periodik dalam jumlah kecil pada suatu nilai tukar
tetap.
6. Nilai tukar di dalam crawling pegs
Mata uang itu dipertahankan dengan margin fluktuasi tertentu di seputar nilai tengah
yang disesuaikan secara periodik
7. Mengambang terkendali tanpa jalur yang diumumkan terlebih dahulu
Otoritas moneter mempengaruhi pergerakan nilai tukar.
8. Mengambang bebas
Nilai tukar ditentukan pasar, dengan intervensi valuta asing apa saja yang ditujukan
agar nilai tukar tetap moderat.
b. Nilai Tukar Tetap vs Nilai Tukar Fleksibel
1. Nilai tukar tetap memberikan stabilitas dalam harga-harga internasional
2. Nilai tukar tetap secara inheren anti-inflasi
3. Rezim nilai tukar mengharuskan bank sentral untuk mempertahankan kuantitas
cadangan internasional.
4. Nilai tukar tetap dapat dipertahankan pada tingkat nilai tukar yang tidak konsisten
dengan berbagai dasar ekonomi.
c. Atribut Mata Uang yang Ideal (the imposibble trinity)
1. Stabilitas nilai tukar
2. Integrasi keuangan penuh
3. Independensi moneter

C. Pasar yang Sedang Berkembang dan Pilihan Rezim


 Periode 1997-2005 adalah meningkatnya tekanan terhadap pasar negara
berkembang untuk memilih dari beberapa tipe nilai tukar yang ekstem.
 Currency Boards dikatakan ada apabila bank sentral suatu negara berkomitmen
untuk mendukung dasar moneternya
 Dolarisasi penggunaan dolar AS sebagai mata uang resmi suatu negara. Beberapa
negara telah menderita akibat devaluasi mata uangnya selama bertahun-tahun,
sebagai akibat dari inflasi dan telah mengambil langkah dolarisasi
D. Rezim Nilai Tukar
 Sistem moneter internasional saat ini dicirikan dengan tidak adanya peraturan baku
dengan berbagai tingkat kerja sama.
 Rezim mata uang yang ideal yaitu rezim yang memiliki nilai tetap, dapat
dipertukarkan dan kebijakan moneter independen.
E. Kebijakan Moneter dan Pertimbangan Internasional
 Kebijakan moneter adalah seperangkat kebijakan ekonomi yang mengatur
ukuran dan tingkat pertumbuhan pasokan uang dalam suatu perekonomian
negara. 
 Tujuan Kebijakan Moneter yaitu dapat menargetkan tingkat inflasi,
mengurangi tingkat pengangguran dalam suatu negara, mengatur nilai tukar
mata uang asing.
 Instrumen Kebijakan Moneter yaitu Penyesuaian tingkat suku bunga: Bank
sentral dapat mempengaruhi suku bunga dengan mengubah tingkat diskonto,
Penyesuaian Giro Wajib Minimum (GWM) : Bank sentral biasanya mengatur
jumlah giro wajib minimum yang harus dipegang oleh bank komersial.
Operasi pasar terbuka : Bank sentral dapat membeli atau menjual surat
berharga yang diterbitkan oleh pemerintah untuk mempengaruhi jumlah uang
beredar.