Anda di halaman 1dari 4

TUGAS AKHIR PROGRAM (BING4500)

Sesi 4 : Penyuntingan Teks Terjemahan dalam Bahasa Indonesia

Pada sesi ke-2, Anda telah melakukan identifikasi terhadap masalah-masalah penerjemahan yang
mungkin timbul dan juga menentukan strategi/teknik penerjemahan yang akan digunakan guna
mengatasi kesulitan-kesulitan tersebut.

Task:
Berbekal teknik penyuntingan teks terjemahan yang Anda peroleh melalui BMP Penyuntingan
Teks Terjemahan (BING4319), cobalah lakukan penyuntingan terhadap teks terjemahan berikut
dan jelaskan alasan (reasons) Anda melalui Forum Diskusi sehingga teman-teman Anda dapat
mengomentarinya.

Tsu Tsa
Indonesia's economy is showing Perekonomian Indonesia menunjukkan
gradual improvement after kebaikan bertahap setelah mengalami
experiencing the deepest contraction pergerakan terdalam pada kuartal
in the second quarter of 2020 (2Q20) kedua 2020 (2Q20) akibat pandemi
due to the COVID-19 pandemic. COVID-19. Meskipun pertumbuhan
Although economic growth in 1Q21 ekonomi di 1Q21 masih negatif,
was still negative, the contraction kontraksinya lebih kecil (-5,32 persen
was smaller (-5.32 percent year-on- tahun-ke-tahun di 2Q20 vs -0,74 persen
year in 2Q20 vs. -0.74 percent yoy yoy di 1Q21). Perbaikan pertumbuhan
in 1Q21). The improvement in ekonomi tersebut didukung oleh
economic growth was supported by seluruh komponen gross domestic
all components of gross domestic product (GDP), termasuk pengeluaran
product (GDP), including household rumah tangga. Pertumbuhan belanja
spending. Household spending rumah tangga mengalami kontraksi
growth contracted 2.23 percent yoy 2,23 persen yoy di 1Q21, lebih baik
in 1Q21, better than -3.61 percent, dari -3,61 persen, -4,05 persen dan
-4.05 percent and -5.52 percent yoy -5,52 persen yoy di 4Q20, 3Q20, dan
in 4Q20, 3Q20, and 2Q20, 2Q20, masing-masing.
respectively.
Kontribusi pengeluaran rumah tangga
The contribution of household terhadap struktur ekonomi Indonesia
spending to Indonesia's economic masih mendominasi, yaitu sebesar
structure is still dominant, at 56.93 56,93 persen pada 1Q21 dan 57,66
percent in 1Q21 and 57.66 percent persen pada tahun anggaran 2020.
in the 2020 fiscal year. However, Namun, dengan ketidakpastian yang
with such high uncertainty due to the begitu tinggi akibat pandemi COVID-
COVID-19 pandemic, will the 19, apakah pemulihan belanja rumah
recovery in household spending be tangga akan berkelanjutan dan dapat
sustainable and can it become a menjadi pendorong pertumbuhan
driver for future economic growth? ekonomi ke depan?
Kepala Ekonom Kantor Bank Mandiri
The Office of the Bank Mandiri memperkirakan pengeluaran rumah
Chief Economist estimates that tangga pada 2Q21 dapat tumbuh 6,57
household spending in 2Q21 may persen yoy, meningkat signifikan
grow 6.57 percent yoy, a significant dibandingkan periode sebelumnya.
increase compared to the previous Namun, hal ini dimungkinkan
periods. However, this is possible mengingat efek dasar yang lebih rendah
given the lower base effect from last dari tahun lalu, ketika pengeluaran
year, when household spending rumah tangga berkontraksi sangat
contracted very deeply in 2Q20. In dalam di 2Q20. Secara lebih rinci,
more detail, there are several factors banyak faktor yang mempengaruhi
influencing the hike in household kenaikan belanja rumah tangga pada
spending in 2Q21. 2Q21.
Source: https://www.thejakartapost.com/ne
ws/2021/06/08/maintaining-household-
spending-recovery-momentum.html

Berikut hasil penyuntingan saya:

 improvement diterjemahkan menjadi “kebaikan” menurut saya kurang sesuai. Lebih baik jika
diterjemahkan menjadi perbaikan
 Frase the deepest contraction diterjemahkan menjadi  "pergerakan terdalam" tidak tepat. Istilah
ekonomi yang umum digunakan adalah istilah "kontraksi" yang berarti penurunan siklus ekonomi.
Terjemahan yang disarankan adalah , "kontraksi yang dalam."
 YoY YoY merupakan singkatan dari year-on-year, yaitu metode atau cara yang digunakan
untuk mengevaluasi pertumbuhan perusahaan melalui perbandingan antara periode tahun ini
dan periode yang sama di tahun sebelumnya. Untuk penggunakaan singkatan ini tidak perlu
untuk diterjemahkan, yang harus diperhatikan dalam Teks sumber diatas adalah penggunaan
huruf kapital, karena ini merupakan istilah yang digunakan dalam bidang ekonomi.
 Gross Domestic Product (GDP) seharusnya dapat diterjemahkanmenjadi Produk
Domestik Bruto (PDB) karena Produk Domestik Bruto merupakan istilah resmi yang telah
ditetapkan, dan merupakan istilah resmi dibidang ekonomi.
 in the second quarter of 2020 (2Q20) diterjemahkan menjadi pada kuartal kedua 2020 (2Q20)
dirasa kurang akurat, untuk istilah yang umum digunakan pada bidang ekonomi lebih baik
jika diterjemahkan menjadi pada triwulan II-2020 (2Q20)
 Household spending terasa kaku jika diterjemahkan menjadi “"pengeluaran rumah tangga”,
akan lebih berterima jika diterjemahkan menjadi “ konsumsi rumah tangga”
·         Frase nomina temperate zone memiliki makna daerah yang beriklim sedang bukan “daerah
yang beriklim dingin”.
·         Kata humidity pada kalimat pertama paragraf kedua sudah tepat diterjemahkan menjadi
“kelembaban” tetapi menurut KBBI kata dasarnya adalah lembap bukan lembab, sehingga
penulisan yang benar adalah kelembapan.

1. Terjemahan pada judul sudah benar hanya saja kurang tepat dalam penyusunan katanya.
Pada kalimat pertama hasil terjemahnnya daya saing ekspor bagi sebuah studi tentang sektor
manufaktur yang belum lama ini dikeluarkan Bank Dunia dalam BSu diterjemahkan ke dalam
BSa menjadi  information for policy note for the recent World Bank study on Indonesian
manufacturing sector and highlights the window terasa kaku karena diterjemahkan
menggunakan metode kata per kata (word by word).
-kata penting dan pengembangan yang juga terdapat pada kalimat pertama dari BSu ke BSa
diterjemahkan Critical dan producing kurang tepat, meskipun makna kata tersebut benar dalam
hal ini penerjemah perlu lebih teliti dalam pemilihan kata.
-Klausa namun penting dalam strategi dalam BSu diterjemahkan menjadi yet represent strategic
importance tidak tepat

3. Pada paragraf kedua


-Klausa Meskipun ada tantangan dari dinamika pasar global dalam kalimat pertama
diterjemahkan ke dalam BSa menjadi Despite the dynamics in the global market and their
challenges keluar dari makna  karna penerjemah menambahkan kata yang terdapat dari BSu.
- Kalimat kedua "Selain akses bahan mentah, keunggulan lain Indonesia yang juga bisa
dimanfaatkan untuk membantu pertumbuhan sektor manufaktur lain adalah besarnya pasar
domestik dan integrasi regional, yang memiliki potensi besar untuk mengambil keuntungan dari
dampak home market dan ekonomi skala dalam produksi." diterjemahkan ke dalam BSa
menjadi "Besides access to raw materials, another critical sources of competitive advantage for
Indonesia, that may be leveraged for growth in some manufacturing sectors – specifically, the
huge domestic market and the power of regional integration, both of which offer significant
potential to take advantage of home market effects and scale economies in production." sebagian
sudah benar namun sebaguan yang lain masih rancu, hal itu disebabkan penyususnan kata-
katanya yang masih terbolak-balik.

Adapun hasil terjemahan yang sudah disunting adalah sebagai berikut:

Tsu Tsa
Indonesia's economy is showing Perekonomian Indonesia menunjukkan
gradual improvement after perbaikan bertahap setelah mengalami
experiencing the deepest contraction kontraksi yang dalam, pada triwulan II-
in the second quarter of 2020 (2Q20) 2020 (2Q20) akibat wabah COVID-19.
due to the COVID-19 pandemic. Meskipun pertumbuhan ekonomi di
Although economic growth in 1Q21 1Q21 masih negatif, kontraksinya kecil
was still negative, the contraction (-5,32 persen tahun-ke-tahun di 2Q20
was smaller (-5.32 percent year-on- dan -0,74 persen di 1Q21). Kemajuan
year in 2Q20 vs. -0.74 percent yoy pertumbuhan ekonomi ditopang oleh
in 1Q21). The improvement in seluruh komponen produk domestik
economic growth was supported by bruto (PDB), termasuk pengeluaran
all components of gross domestic rumah tangga. Pertumbuhan biaya
product (GDP), including household rumah tangga melambat menjadi 2,23
spending. Household spending persen di 1Q21, -3,61 persen, -4,05
growth contracted 2.23 percent yoy persen dan -5,52 persen di 4Q20, 3Q20
in 1Q21, better than -3.61 percent, dan 2Q20 masing-masing.
-4.05 percent and -5.52 percent yoy
in 4Q20, 3Q20, and 2Q20, Kontribusi pengeluaran rumah tangga
respectively. terhadap struktur ekonomi Indonesia
masih dominan, yaitu sebesar 56,93
The contribution of household persen pada 1Q21 dan 57,66 persen
spending to Indonesia's economic pada tahun anggaran 2020. Namun,
structure is still dominant, at 56.93 dalam menghadapi ketidakpastian yang
percent in 1Q21 and 57.66 percent disebabkan oleh pandemi COVID-19,
in the 2020 fiscal year. However, apakah pemulihan biaya rumah tangga
with such high uncertainty due to the akan tetap berkelanjutan dan dapatkah
COVID-19 pandemic, will the ini menjadi katalis pertumbuhan
recovery in household spending be ekonomi di masa depan?
sustainable and can it become a
driver for future economic growth? Kantor Kepala Ekonom Menteri
Perbankan memperkirakan bahwa
The Office of the Bank Mandiri biaya perumahan pada 2Q21 akan
Chief Economist estimates that meningkat sebesar 6,57 persen,
household spending in 2Q21 may meningkat signifikan dibandingkan
grow 6.57 percent yoy, a significant periode sebelumnya. Namun, ketika
increase compared to the previous biaya perumahan di 2Q20 menyusut
periods. However, this is possible sangat dalam, hal ini dimungkinkan
given the lower base effect from last dengan efek dasar yang lebih sedikit
year, when household spending dibandingkan tahun lalu. Secara lebih
contracted very deeply in 2Q20. In rinci, ada beberapa faktor yang
more detail, there are several factors mempengaruhi kenaikan biaya
influencing the hike in household perumahan di 2Q21.
spending in 2Q21.
Source: https://www.thejakartapost.com/ne
ws/2021/06/08/maintaining-household-
spending-recovery-momentum.html