0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
387 tayangan33 halaman

Bab10. Risiko & Return

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Dokumen tersebut membahas tentang risiko dan pengembalian dalam konteks investasi dan keuangan. 2. Terdapat hubungan positif antara risiko dan pengembalian, di mana semakin tinggi risiko maka semakin tinggi pula pengembalian yang diharapkan. 3. Dokumen tersebut mendefinisikan risiko, pengembalian, dan risiko serta pengembalian secara menyeluruh.

Diunggah oleh

Rahma Ainun
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
387 tayangan33 halaman

Bab10. Risiko & Return

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Dokumen tersebut membahas tentang risiko dan pengembalian dalam konteks investasi dan keuangan. 2. Terdapat hubungan positif antara risiko dan pengembalian, di mana semakin tinggi risiko maka semakin tinggi pula pengembalian yang diharapkan. 3. Dokumen tersebut mendefinisikan risiko, pengembalian, dan risiko serta pengembalian secara menyeluruh.

Diunggah oleh

Rahma Ainun
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB 10

RISK AND RETURN

Tujuan lnstruksional Khusus

t Setelah membaca bab ini diharapkan mahasiswa/i mampu


memahami dengan baik tentang:
1. Pengertian risk and return, dan penerapan dan fungsi standard
L deviasi dan varians dalam konteks risk and return.
2. Hubungan antara karakteristik dan risk and return.
3. Systematic risk, unsystematic riskdan pergerakan aset pada risiko.
4. Berbagai bentuk pertanyaan yang diberikan serta mampu menyele-
saikan kasus yang ada, hingga memberikan solusinya.
h
Pembahasan risk and return tidak hanya dibahas dan
7 didiskusikan di bidang keuangan saja tapi berbagai disiplin bidang ilmu
yang lain telah ikut serta membahas risk and return sebagai salah satu
n
n topik yang penting. Seperti pada bidang ilmu teknik baik sipil, mesin,
kimia dan lainnya menempatkan isk and return sebagai salah satu
bagian dari analisa mereka.
k
B Beberapa riset dalam bidang teknik kimia menempatkan rumus-
rumus dengan penggunaan standar deviasi (o') dan varians (o2) sebagai
formula yang harus dipertimbangkan penggunaanya. Dalam bidang ilmu
hukum yang umumnya menggunakan pendekatan kualitatif adalah lebih
banyak menempatkan risk and return dari setiap keputusan yang
rn diambil. Seperti menempatkan suatu keputusan dimana kita harus
melihat efek-efek yang mungkin akan timbul dari keputusan tersebut.
I Efek-efek di sinilah yang dilihat sebagai risiko yang akan timbul seperti
gugatan dari pihak-pihak tertentu. Dan juga berbagai disiplin ilmu tainnya
dengan padangan mereka masing-masing.

168
1. Definisi Risiko (Brsk)
Pendifinisian risiko telah kita kemukakan pada bab 1 namun
untuk menyegarkan ingatan dapat kita tegaskan sekali lagi bahwa,
"Risiko dapat ditafsirkan sebagai bentuk keadaan ketidakpastian tentang
suatu keadaan yang akan terjadi nantinya (future) dengan keputusan
yang diambil berdasarkan berbagai pertimbangan pada saat ini.
Bahwa pembahasan risiko memiliki keterkaitan kuat dengan
pembahasan investasi. lni sebagaimana dikemukakan oleh Raharjol),
bahwa risiko adalah tingkat potensi kerugian yang timbul karena
perolehan hasil investasi yang diharapkan tidak sesuai dengan harapan.
Setiap keputusan investasi memiliki keterkaitan kuat dengan
terjadinya risiko, karena perangkat keputusan investasi tidak selamanya
lengkap dan bisa dianggap sempurna, namun di sana terdapat berbagai
kelemahan yang tidak teranalisis secara baik dan sempurna'). Karena itu
risiko selalu dijadikan barometer utama untuk dianalisis jika keputusan
investasi dilakukan, ini seperti yang dikemukakan oleh Joel G. Siegel
dan Jae K. Shim3) menjelaskan pengertian dari analisis risiko adalah
proses pengukuran dan penganalisian risiko disatukan dengan
keputusan keuangan dan investasi.
Sementara itu David K. Eiteman, Arthur I. Stonehill dan Michael
H. Moffetta) mengatakan bahwa risiko dasar adalah the mismatching ot
interest rate bases far associated assefs and liabilities. Sehingga secara
umum risiko dapat ditangkap sebagai bentuk keadaan ketidakpastian
tentang suatu keadaan yang akan terjadi nantinya dengan keputusan
yang diambil berdasarkan suatu pertimbangan.

2. Definisi Return
Return adalah keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan,
individu dan institusi dari hasil kebijakan investasi yang dilakukannya.
Adapun menurut R.J. Shooks) return merupakan laba investasi, baik
melalui bunga ataupun dividen.
Ada beberapa pengertian return yang umum dipakai dalam dunia
investasi, yaitu:
a. Return on equity atau imbal hasil atas ekuitas merupakan pendapatan
bersih dibagi ekuitas pemegang saham6).
b. Return of capitalatau imbal hasil atas modal merupakan pembayaran
kas yang tidak kena pajak kepada pemegang saham yang mewakili
imbal hasil modal yang diinvestasikan dan bukannya distribusi

Risk and Return


1"69
dividen. lnvestor mengurangi biaya investasi dengan jumlah
pembayaranT).
Return on investment atau imbal hasil atas investasi merupakan
membagi pendapatan sebelum pajak terhadap investasi untuk
memperoleh angka yang mencerminkan hubungan antara investasi
dan laba8).
d. Return on invested capital atau imbal hasil atas modal investasi
rnerupakan pendatan bersih dan pengeluaran bunga perusahaan
dibagi total kapitalisasi perusahaane).
e. Return realisasi (realized return) merupakan return yang telah
terjadilo).
f. Return on network atau imbal hasil atas kekayaan bersih merupakan

t pemegang saham dapat merrentukan imbal hasilnya dengan


membandingkan laba bersih setelah pajak dengan kekayaan

t bersihnyall).
g. Return on sales atau imbal hasil atas penjualannya merupakan untuk
menentukan efisiensi operasi perusahaan, seseorang dapat
membandingkan persentase penjualan bersihnya yang mencermin-
IT kan laba sebelum pajak terhadap variabel yang sama dari periode
sebelunnnya. Persentase yang menunjukkan tingkat efisiensi operasi
ini Llervariasi antar industril2).
hr h. Fleturn ekspektasi (expected return) merupakan return yang diharap-

7 kan akan diperoleh oleh investor di masa mendatangl3).


Return total (fofal return) merupakan return keseluruhan dari suatu
n
n
investasi dalam suatu periode tertentula).
t, Fleturn realisasi portofolio (portfolio realized return) merupakan rata-
I

rata tertimbang dari return-return realisasi masing-masing sekuritas


tunggal di dalam portofolio tersebutls).
k
tr k. Return ekspektasi portofolio (portfolio expected return) merupakan
rata-rata tertimbang dari return-return ekspektasi masing-masing
sekuritas tunggal di dalam portofoliol6).

3. Definisi Risk and Return


Ifr
Risk and return merupakan kcndisi yang dialami oleh per-

I usahaan, institusi, dan individu dalam keputusan investasi yaitu baik


kerugian ataupun keuntungan dalam suatu periode akuntansi. Dalam
dunia investasi dikenal adanrya hubungan kuat antara risk dan return,
yaitu jika risiko tinggi maka return (keuntungan) juga akan tinggi begitu
pula sebaliknya jika return rendah maka risiko juga akan rendah.

UA Manajemen Risiko - Teori, Kasus, dan Solusi


Pernyataan ini dapat kita lihat pada gambar (i), (ii), dan (iii) hubungan
antara risiko dan return yang diharapkan.
Dari gambar yang terlihat pada (i), (ii), dan (iii) maka kita dapat
menyimpulkan bahwa bentuk hubungan antara risk and return adalah,
a. Bersifat linear atau searah.
b. Semakin tinggi return maka semakin tinggi pula risiko.
c. Semakin besar aset kita tempatkan dalam keputusan investasi maka
semakin besar pula risiko yang timbul dari investasi tersebut.
d. Kondisi hubungan yang bersifat linear ini hanya mungkin terjadi pada
pasar yang bersifat normal, karena pada kondisi pasar yang tidak
normal semua ini bisa saja berubah atau tidak seperti yang di
harapkan.

High Lower qualitv common stocks


Corporate bonds with low credit ratings
(iu nk

Size of High quality, cyclical common stocks (e.g. Monsanto)


financial
retu rns
that must Medium quality preferred stock
be offered
to induce High quality, stable common
invest- Stocks (e.g. Rubbermaid)
ment High grade corporate bonds and
commercial paper
Short-term U.S. Treasury Bills and
Low bank CDs (risk free)

Low High
Future returns Very unsure
known for sure (no risk) future returns (bie risk)
Uncertainty about financial retuns on investments
Sumber: Bicky W. Griffin dan Ronald J. EbertlT)
Gambar (i); Hubungan Risiko (Risk) dan Pengembalian (Return)

Risk and Return 171


Ekuitas
i nternasiona I

t iko
R is Risiko Risiko
Risiko
Risiko
L renda h moderat seda ng
diatas rata-
rata ti nggi

Sumber: Farrel, James., L.,18) .

Gambar (ii): Hubungan Return dan Risiko yang Diharapkan


fr Pada gambar (ii) terlihat bahwa risiko terendah adalah yang
paling berdekatan dengan RF (risk freelbebas risiko), dan yang risiko
7 yang tertinggi berada pada posisi Kontrak "futurd' dan Ekuitas
internasional. Dan jika kita perhatikan secara seksama bahwa risiko
f
n rendah tersebut terjadinya karena perlindungan untuk mengusahakan
risiko yang rendah telah diterapkan dengan sangat baik. semakin besar
reserue (cadangan) yang dimiliki oleh sebuah institusi maka semakin
kq besar pula kemampuan institusi tersebut untuk menjamin bebas risiko
IT
tersebut.

f
172 Manajemen Risiko - Teori, Kasus, dan Solusi
-- - - - - - - - - - - -- Warant
6ovanimairt Prefferent

Obligasi
pemerintah
/ perusahaan
Pusat
I
Obligasi
perusa haa n
asing

910
Risk

Sumber: Dari berbagai sumber


Gambar (iii): Hubungan Risiko dan Expected Return

Pada gambar (iii) hubungan risiko dan expected return dapat kita
jelaskan mengenai posisi "government protectiotl' yaitu,
. Pertama, SBI (Sertifikat Bank lndonesia) dianggap oleh banyak
investor sebagai risk free atau bebas risiko.
. Kedua, obligasi pemerintah pusat dan obligasi pemerintah daerah
dianggap memiliki jaminan kuat karena dilindungi oleh pemerintah
yang memiliki otoritas kuat di tempat tersebut.
. Ketiga, obligasi pemerintah asing merupakan obligasiyang diterbitkan
rO
oleh pemerintah asing dan dijual di negara lain. Misalnya Pemerintah
Swedia menerbitkan obligasi dan menjualnya ke beberapa negara, fl
maka tentu obligasitersebut dijamin oleh pemerintah Negara Swedia.
. Keempat, Time deposit dan saving adalah dijamin oleh pemerintah
dalam jumlah tertentu yang dimaksud. Penjaminan dana nasabah
oleh pemerintah ini merupakan bukti perhatian pemerintah secara
konsisten dalam melindungi berbagai kepemilikan dana nasabah

Risk and Return 173


yang berada di bank, dan juga memberi sinyal positif ke pasar dalam
negeri dan luar negeri bahwa kondisi ekonomi dan moneter lndonesia
tetap dalam keadaan stabil dan terkendali dengan baik.

4. Risiko Investasi
lnvestor dalam mengambil setiap keputusan investasi selalu
berusaha untuk meminimalisasi berbagai risiko yang timbul, baik risiko
yang bersifat jangka pendek maupun risiko yang bersifat jangka panjang.
Setiap perubahan berbagai kondisi mikro dan makro ekonomi akan turut
mendorong terbentuknya berbagai kondisi yang mengharuskan seorang
investor memutuskan apa yang harus dilakukan dan strategi apa yang
diterapkan agar ia tetap memperoleh return yang diharapkan.

t Dengan begitu risiko investasi dapat kita artikan sebagai


kemungkinan terjadinya perbedaan antara actual return and expected

t return (E(R).

5. Expected Return
Expected return adalah keuntungan yang diharapkan oleh
seorang investor di kernudian hari terhadap sejumlah dana yang telah
ditempatkannya. Pengharapan menggambarkan sesuatu yang bisa saja
fr terjadi di luar dari yang diharapkan. Contohnya seorang investor
mengharapkan akan memperoleh keuntungan sebesar 25o/o namun
7 ternyata ia hanya memperoleh sebesar 221" saja, maka ini dapat
dipahami bahwa keuntungan sebesar 227" letaplah bisa dikatakan ia
xn tetap memperoleh return namun sudah berkurang dari yang diharapkan
(expected).

tri 6. Sumber-sumber Risiko yang Mempengaruhi Besarnya Risiko


B suatu lnvestasi
Menurut Eduardus Tandelilinle) ada beberapa sumber risiko yang
mempengaruhi besarnya risiko suatu investasi. Sumber-sumber tersebut
antara lain:
a. Risiko Suku Bunga. Naik turunnya suku bunga perbankan baik
x deposito, tabungan, dan pinjaman akan mempengaruhi keputusan

I publik dalam menetapkan keputusannya, yaitu jika suku bunga bank


mengalami kenaikan maka publik akan menyimpan dananya di bank
seperti dalam bentuk deposito, namun jika suku bunga bank
mengalami penurunan maka publik akan mempergunakan dana
tersebut untuk membeli saham.
b. Risiko pasar. Kondisi risiko pasar tergambarkan pada fluktuasi pasar,

774 Manajemen Risiko - Teori, Kasus, dan Solusi


krismon, dan resesi ekonomi.
c. Risiko inflasi (daya beli masyarakat pada saat inflasi mengalami
penurunan, namun pada saat inflasi stabil atau rendah maka daya
beli masyarakat akan mengalami peningkatan).
d. Risiko Bisnis. Perkembangan dalam bidang tren, mode, dan dinamika
lainnya telah mampu mempengaruhi berbagai keputusan publik
dalarn melakukan pembelian.
e. Risiko finansial (memakai utang dalam membiayai perusahaan, maka
akan menyebabkan utang mengalami peningkatan hingga berefek
pada risiko yang ikut meningkat juga sehingga otomatis risiko
finansial akan ikut meningkat).
f. Risiko likuiditas (menyangkut kemampuan iikuiditas perusahaan
dalam memenuhi kebutuhan jangka pendeknya, seperti membayar
gaji karyawan, teknisi, membayar listrik, telepon, dan biaya r
operasional lainnya).
g. Risiko nilai tukar mata uang (risiko pasar mata uang, naik turunnya
nilai mata uang suatu negara saat dikonversikan dengan mata uang
negara lainnya, seperti dengan dollar, yen, euro, dan lainnya. Apalagi
saat itu ada berbagai perusahaan membutuhkan mata uang asing ,q

dalam setiap transaksi bisnisnya).


h. Hisiko negara (country risk). lni menyangkut dengan kerusuhan
politik, kudeta militer, dan pemberontakan lainnya. Contohnya apa '{

yang terjadi di Negara lrak, dan Afganistan, Thailand (2009), nr

Myanmar.

7. Systematic Risk, UnsystematicBisk, dan Total Risk ,:

Pembahasan tentang risiko sistematis dan risiko tidak sistematis


sudah banyak dikaji dan diteliti. Pernbahasan kedua risiko ini sering ,r

dibahas dalam konteks portofolio pasar. Beberapa rekomendasi yang ',t

diberikan menjelaskan bahwa mekanisme berlakunya konsep


diversifikasi investasi tidak bisa diterapkan pada seluruh bidang risiko
yaitu terutama pada risiko yang sifatnya menyeluruh terjadi secara
global. Dalam kondisi secara menyeluruh ini sangat sulit untuk suatu
perusahaan bisa membendung risiko yang timbul tersebut. ,,F

Adapun pengertian dari sysfematic risk, unsystematic risk dan ii$

total risk adalah:


I
a. Systematic Risk
Systematic risk (risiko sistematis) adalah risiko yang tidak bisa di
deversifikasikan atau dengan kata lain risiko yang sifatnya
mempengaruhi secara menyeluruh. Contohnya krisis moneter pada

Risk and Return


175
tahun 1997 di lndonesia yang telah menyebabkan banyak sekali
perusahaan yang bangkrut dan meningkatnya angka pengangguran
serla moral hazard. Kondisi terakhir juga terjadi pada tahun 2008
yaitu saat dunia dilanda krisis finansial yang salah satunya
dikarenakan kasus pemberian kredit subrime morigage di Amerika
Serikat (tahun 2008) yang sudah terlalu tinggi, dan ternyata tidak bisa
diatasi lagi. Kasus subrime mortgage adalah dimana perbankan di
Amerika terlalu besar dan tidak terkontrol lagi dalam memberikan
pengucuran kredit dalam bidang perumahan atau real estate
sehingga kondisi menjadi lebih diperparah pada saat beberapa
perusahaan yang menerima dana tersebut tidak mampu untuk
mengembalikannya secara tepat waktu, efek yang lebih jauh dimana

t saat ini pemerintahan Amerika melalui Presiden Barrack Husein


Obama mencoba mencari solusinya yaitu mengucurkan dana
talangan guna menyelamatkan ekonomi Amerika dari krisis finansial
L ini. Sebagaimana dikatakan oleh Eduardus Tandelilin20) bahwa
perubahan pasar tersebut akan mempengaruhi variabilitas return
suatu investasi. Sysfematic risk disebut juga dengan market risk atau
risiko umum.
b. Unsystematic Risk
fi Risiko yang tidak sistematis, yaitu hanya membawa dampak pada
perusahaan yang terkait saja. Jika suatu perusahaan mengalami
7 unsystematic risk maka kemampuan untuk mengatasinya masih akan
bisa dilakukan, karena perusahaan bisa menerapkan berbagai
n
nl strategi untuk mengatasinya seperti diversifikasi portofolio. Strategi
lain yang bisa diterapkan pada saat harga sekuritas perusahaan jatuh
dengan menerapkan berbagai strategi investasi.
adalah
Ei Unsystematic risk disebut juga dengan risiko spesifik atau risiko yang
k dapat didiversifikasikan. (baca konsep diversifikasi investasi yang
dikemukakan oleh Henry Markowitz.
c. Total Risk
Total risk adalah gabungan dari unsystematic risk dan systematic risk.
x Jadi, dari hasil penjumlahan dari unsystematic risk dan systematic
risk akan kita peroleh total risiko. Adapun rumus untuk menghitung
I total risiko adalah

Total risk = unsystematic risk + systematic risk

176 Manajemen Risiko - Teori, Kasus, dan Solusi


Risk (%)

Risiko tidak sistematis


funsvstematic riskl

o stock
Gambar.' Systematic Risk, Unsystematic Fiskdan Total Risk
Keterangan;
SA = saham A
SB = saham B
SC = saham C
SD = saham D, dan
SE = saham E

Maka berdasarkan pada gambar di atas (systematic risk,


unsystematic risk, dan total risk) bahwa dengan menempatkan dana
pada berbagai sekuritas saham tersebut diharapkan kita dapat memper-
kecil risiko yang akan timbul nantinya, dan juga mengharapkan diper-
olehnya keuntungan dari menganekaragamkan pembelian saham.

8. Alternatif-alternatif Menghindari Risiko


h
Untuk menghindari risiko yang timbul terhadap aktivitas investasi irir

yang dilakukan perlu dilakukan alternatif-alternatif dalam pengambilan


keputusan. Alternatif keputusan yang diambil adalah yang dianggap
realistis dan tidak akan menimbulkan masalah nantinya. Tindakan
seperti ini dianggap sebagai bagian strategi investasi.
Berbagai keputusan-keputusan strategis akan menghasilkan nilai
yang lebih besar bagi perusahaan. Dimana tindak lanjut dari keputusan

Risk and Return


177
strategis ini adalah dengan melibatkan secara maksimal sumberdaya
yang ada untuk mengimplementasikan keputusan yang dimaksud dan
menentukan pihak-pihak yang bertanggungjawab atas implementasi ini.
Artinya adalah risiko yang timbul merupakan bentuk dari realita
yang terjadi yang mana risiko itu selalu saja sulit untuk dihindari namun
diusahakan terjadi dalam jumlah yang sangat minim. Sebuah contoh
sederhana dalam usaha menghindari risiko bisnis adalah pada saat
seorang pebisnis membutuhkan pinjaman dana untuk melakukan usaha
sebesar Rp 2 miliar maka sebaiknya ia mengajukan pinjaman sebesar
Rp 2,3 miliar. Dalam artian angka kelebihan Rp 300 juta lagi itu tetap
saja disimpan di bank sebagai bentuk hedging atau semacam antisipasi
jika dalam proses pelunasan tersebut ia mengalami kendala atau ttdak
tercapainya target keuntungan secara sistematis dari hasil usaha maka
untuk sementara waktu ia bisa mempergunakan angka yang tersimpan
di bank tersebut untuk membayar cicilan pinjaman.
Dengan begitu pihak pemberi pinjaman akan melihat bahwa
nasabahnya tersebut tidak mengalami kesulitan dalam melunasi
pinjaman. Di kemudian hari, jika nasabah tersebut sudah mencapai
x pembayaran sebesar 50% dari total pinjaman dan akan mengajukan lagi
pinjaman dengan konsep yang sama, bukan tidak mungkin bila pihak
I pemberi pinjaman akan mengabulkan pinjaman itu. Perlunya dibuat
F
posisi hedging seperti dijelaskan di sini
dimaksudkan guna
mengantisipasi kondisi ekonomi yang sering berubah dan tak menentu
seperti negara lndonesia yang tingkat utangnya sudah begitu tinggi.
x
rl 9. Mengelola Risiko
Dalam aktivitas, yang namanya risiko pasti terjadi dan sulit untuk
Ht
k dihindari sehingga bagi sebuah lembaga bisnis seperti misalnya
perbankan sangat penting untuk memikirkan bagaimana mengelola atau
rne-manage risiko tersebut. Pada dasarnya risiko itu sendiri dapat
dikelola dengan 4 (empat) cara, yaitu;
a. Memperkecil risiko
H Keputusan untuk memperkecil risiko adalah dengan cara tidak
memperbesar setiap keputusan yang mengandung risko tinggi tapi
/ membatasinya bahkan meminimalisasinya agar risiko tersebut tidak
bertambah besar di luar dari kontrol pihak manajemen perusahaan.
Karena mengambil keputusan di luar dari pemahaman manajemen
perusahaan maka itu sama artinya dengan melakukan keputusan
yang sifatnya spekulasi.

t78 Manajemen Risiko - Teori, Kasus, dan Solusr


b. Mengalihkan risiko
Keputusan mengalihkan risiko adalah dengan cara risiko yang kita
terima tersebut kita alihkan ke tempat lain sebagian, seperti dengan
keputusan mengasuransikan bisnis guna menghindari terjadinya
risiko yang sifatnya tidak diketahui kapan waktunya.
c. Mengontrol risiko
Keputusan mengontrol risiko adalah dengan cara melakukan
kebijakan mengantisipasi terhadap timbulnya risiko sebelum risiko itu
terjadi. Kebijakan seperti ini biasanya dilakukan dengan memasang
alat pengaman atau pihak penjaga keamanan pada tempat-tempat
yang dianggap vital. Seperti memasang alarm pengaman pada mobil,
alarm kebakaran pada rumah, dan menempatkan satpam pada siang
atau malam hari.
d. Pendanaan risiko
Keputusan pendanaan risiko adalah menyangkut dengan
menyediakan sejumlah dana sebagai reserue (cadangan) guna
mengantisipasi timbulnya risiko dikemudian hari. Seperti perubahan
terhadap nilai tukar dolar dipasaran maka kebijakan sebuah
perbankan adalah harus memiliki cadangan dalam bentuk mata uang
dolar sehingga sejumlah perkiraan akan terjadi kenaikan atau
perubahan tersebut.

10. Perhitungan Risiko


Ada model perhitungan risiko yang paling sering dipergunakan
khususnya dalam investasi yaitu secara varians dan standar deviasi.
Perhitungan risiko dalam suatu investasi menyangkut dengan perhi-
tungan terhadap return yang diharapkan dari suatu investasi atau apa
yang biasa disebut dengan return on investment (ROI). ii,

Return on lnvestmenf menurut Joel G. Siegel2l) adalah rasio


untuk mengukur kekuatan penghasilan atas aktiva. Rasio tersebut
menyatakan kemampuan perusahaan dalam memperoleh penghasilan
terhadap operasi bisnis dan menjadi ukuran keefektifan manajemen.
Memang bagi seorang pebisnis atau investor memperhitungkan risiko n

dan pengembalian (risk and return)adalah penting, seperti ditunjukkan i$l

pada gambar (i), (ii), dan (iii) (Hubungan Risiko dan Pengembalian), dan
tak ada investor yang tidak memperhitungkan pengembalian investasi-
nya walaupun dalam kamusnya ia menerapkan "Siap berbisnis maka
harus siap juga untuk rugi."

Risk and Return


L79
Untuk mengerti secara sederhana bahwa risiko yang terkecil itu
adalah obligasi (bond)yang dijual oleh pemerintah, karena sudah pasti
itu akan aman dimana pemerintah pasti akan membeli kembali dan
membayar bunganya sesuai dengan perjajian dalam artian jaminannya
adalah oleh pemerintah. Risiko yang tertinggi adalah saham yang dijual
oleh perusahaan karena sudah tidak sanggup membayar karena
perusahaan sedang mengalami posisi seperti financial distress. setiap
orang pasti menginginkan kenyamanan dalam keputusan keuangannya,
dan kenyamanan itu dibuat dengan mempertimbangkan segala sesuatu
yang mungkin nantinya bisa terjadi.
Dalam pendekatan matematis untuk menghitung varians dan
standar deviasi dapat dipergunakan rumus sebagai berikut22):
varians return = 02 = [R,_E(R)]2pr;
Standardeviasi - o =(o')t''
Keterangan:
o' = varians return
o = standar deviasi
E(R) = return yang diharapkan dari suatu surat berharga
Ri = return ke-i yang mungkin terjadi
Pri = probabilitas kejadian return ke-i
Contohnya dapat kita lihat dibawah ini:
Tabel; Perhitungan Varians dan Standard Deviasi pada Salah Satu
Jenis Sekuritas
t (,11 {2t (s) (4t (5) (6)
T
Hslurn Probabilitas fil,€) .ni-"E(n) [nrE(R)]2 lnrEffi)lzpn
(Hr.4. (pro,
H
n 0,1 1 0,3 0,033 0,031 0,000961 0,0002883
0,09 0,2 0,018 0,011 0,000121 0,0000242
0,12 0,1 o,012 0,041 0,001681 0,0001681
0,05 0,2 0,0'10 -0,029 0,000841 0,0001682
0,06 0,1 0,006 -0,019 0,000361 0,0000361

E(R) = 0,079 02=


0,0006849

Selanjutnya kita dapat menghitung standar deviasi yaitu:


I
l

standard deviasi -, =(or)r,2= (0,000684g),/, - 0,0261 =2,610/o

180 Manajemen Risiko - Teori, Kasus, dan Solusi


Untuk mendapatkan hasil 0,0261 dapat juga dihitung dengan cara
mengakarkan yaitu;

= Jouooo6S4g = 0,0261 = 2,61"/o


Coefficient of variation = o : E(R) = 0,0261 : 0,079 = 0,330379746.

Untuk melengkapi perhitungan ini dengan maksud agar lebih


komprehensif terutama jika timbulnya suatu persoalan seperti penye-
baran return yang diharapkan sangat besar maka dipergunakan
perhitungan tambahan dengan digunakannya coefficient of variation atau
risiko relatif . Coefficient of variation dapat dihitung dengan cara membagi
antara angka perolehan dari standar deviasi return atau o dengan return
yang diharapkan dari suatu sekuritas atau E(R), yaitu;
Adapun pengertian dari standar deviasi, Variance, dan coefficient
of variation adalah;
a. Standar deviasi atau simpangan baku adalah suatu estimasi probabi-
litas perbedaan return nyata (reality) dari return diharapkan
(expected). Secara konsep jika jangka waktu investasi adalah pendek
maka semakin besar standar deviasi dan risiko juga akan semakin
tinggi, dan itu juga terjadi sebaliknya jika jangka waktu investasi
adalah panjang maka standard deviasi adalah semakin kecil dan
risiko juga akan semakin kecil.
b. Variance (nilai kuadrat dari deviasi standar) adalah
. Dalam statistik, ukuran penyerapan dari penyebaran probabilitas.
Hal ini merupakan pangkat dua deviasi standar. Misalnya, bila
deviasi standarnya 20, maka variannya menjadi 40023).
. Selisih pendapatan, biaya, dan keuntungan terhadap jumlah yang
direncanakan. Salah satu tahap yang sangat penting dari
tanggungjawab akuntansi adalah membuat standar biaya,
pendapatan, dan keuntungan, serta membuat kinerja dengan
membandingkan banyak sebenarnya dengan banyak standar.
Varian dihitung pada pusat pertanggungjawaban, penganalisisan. ftr
Dan varian yang tidak menguntungkan diselediki untuk mencari
ilt
kemungkinan perbaikan2a).
c. Coefficient of variation adalah ukuran penyebaran relatif atau risiko
relatif. Contoh perhitungan dengan mempergunakan Coefficient of
variation pada dua usulan proyek investasi adalah;

Risk and Return


181
Proyek Keuntungan yang diharapkan Standari deviasi
E(R) o
. r'ft,,;;;.,t, ;':, i",'..,,;l;.
s ++o $ 231,02
B $ 450 $ 406,77

Maka Coefficient of variation dapat dihitung dengan cara:


. Proyek A = o.'E(R) = $ 231,02;$ 440 = 0,5250
. Proyek B = o.'E(R) = $406,77: $ +SO = 0,9039

11. Perhitungan Expected Return pada Satu Sekuritas


Pada soal di atas kita telah melakukan perhitungan pada dua
p usulan proyek investasi, maka pada soal di bawah ini kita akan
menghitung expected return pada satu sekuritas.
Ri Pri

., ..,,.32o1..)"',"' .., . , ,, ,0,0-6

147o 0,66
07" O,14
-10Yo 0,07

i Maka keuntungan yang diharapkan adalah


E(R)= (0.32) (0.06)+ (0.1a) (0,66) + (0) (0,14)+ (-0,10) (0,07)
n = 0, 1046
n = 10,460/o

lii 12. Perhitungan Keuntungan yang Diharapkan pada Portofolio


I Adapun pengertian dari portofolio adalah sebuah bidang ilmu
yang khusus mengkaji tentang bagaimana cara yang dilakukan oleh
r*! seorang investor untuk menurunkan risiko dalam berinvestasi seminimal
mungkin, termasuk salah satunya dengan menganekaragamkan risiko
tersebut.
n
{r Diketahui seorang investor memiliki dana sebesar Rp
2.000,000.000,00 dan melakukan keputusan investasi pada portofolio A
dan B.

Saham Jumlah E (R)


A Rp,800;000,000,' 10o/o
B Rp.1.200.000.000,- 7%
782 Manajemen Risiko - Teori, Kasus, dan Solusi
Maka kita dapat mempergunakan rumus:

E(R r) = x o.E (Ro) + x u.E(Rr)

Keterangan
E (Rp) = expected return portofolio
E (Rn) = expected return A
E (Ra) = expected return B
Xa = uarlg yang diinvestasikan pada saham A
Xs = uaog yang diinvestasikan pada saham B
Maka hitungnya dapat kita lakukan,
E (Rp) = (800.000.000) (0.10) + (1 .200.000.000)(0,07) tk

= Rp 164.000.000
'
Untuk persentase kita dapat mengitungnya dengan cara;
E (Rp) =
sr
[(Boo.0oooo0)(0,10):2.0oO.oo0.o0O]+[(1 .2oo.oo0.OooX0.07):2.000.000.0
001

= 0, 04 + 0,O42 $rr

!{!
= 0,082
Hasil hitungan dengan persentase akan memperlihatkan tingkat
keuntungan untuk portofolio dengan modal yang dimiliki oleh investor iE

tersebut adalah sebesar Rp 2,000.000.000,- yaitu ia memperoleh 0, !:q

082%

13. Menghitung Befu rn darisuatu Sekuritas yang Diharapkan ;;

Untuk menghitung return yang diharapkan dari suatu sekuritas


yang harus dipahami oleh seorang investor adalah dengan memahami
probabilitas dari kejadian yang akan terjadi.
Adapun rumusnya adalah25)

E(R) = In,P,,
i=l

Keterangan:
E(R) = Expected return atau return yang diharapkan dari suatu
sekuritas

Risk and Retum 183


Ri = Return ke-i yang mungkin terjadi
Pri = Probabilitas kejadian return ke-i
n = Banyaknya return yang mungkin terjadi

14. Hubungan Karakteristik dengan Risk and Return


Dalam pengambilan keputusan yang dilakukan, maka ada faktor
yang turut mempengaruhinya yaitu karakteristik sang pengambil
keputusan. Latar belakang karakter ini menjadi bagian yang dominan
untuk dikaji sebagai bahan analisis pendukung tentunya.
Karakteristik tersebut secara umum dapat dibagi menjadi tiga
yaitu:
a. Takut pada Risiko atau Risk Avoider
Karakteristik seperti ini adalah dimana sang decision maker sangat
hati-hati terhadap keputusan yang diambilnya, bahkan ia cenderung
begitu tinggi melakukan tindakan yang sifatnya menghindari risiko
yang akan timbuljika keputusan diaplikasikan. Secara umum pebisnis
yang berkarakter seperti ini cenderung melakukan tindakan yang
biasanya disebut dengan safety player. Maka mereka penganut risk
avoider cenderung sulit menjadi pemimpin dan lebih banyak menjadi
follower bukan seorang innovator. Namun yang harus kita pahami
bahwa hampir semua investor bertipe penghindar risiko, dalam artian
mereka tidak ingin menanggung risiko yang akan timbul dalam bentuk
kerugian yang akan timbul di kemudian hari. Bagaimanapun investasi
selalu dilihat sebagai bentuk usaha mencari keuntungan dalam
bentuk financial di kemudian hari, terhadap sejumlah dana yang telah
ditanamkan pada saat ini.
li$
b. Hati-hati pada Risiko atau Fisk lndifference
T Karakteristik seperti ini adalah dimana sang declsion maker sangat
hati-hati atau begitu menghltung terhadap segala dampak yang akan
terjadi jika keputusan tersebut dilakukan. Namun bagi mereka yang
menganut karakter seperti ini dengan kencenderungan kehati-hatian
yang begitu tinggi maka biasanya setelah keputusan tersebut diambil
m ia tidak akan mengubahnya begitu saja. Bagi kalangan bisnis mereka

I menyebut orang dengan karakter seperti ini secara ekstrem sebagai


tipe peragu.
c. Suka pada Risiko atau Risk Seekeratau Risk Lover
Karakteristik seperti ini adalah tipe yang begitu suka pada risiko.
Karena bagi dia semakin tinggi risiko maka semakin tinggi pula
tingkat keuntungan yang akan diperolehnya. Prinsip seperti Ini

184 Manajemen Risiko - Teori. Kasus, dan Solusi


cenderung begitu menonjol dan mempengaruhi besar terhadap setiap
keputusan yang ia ambil, mereka terbiasa dengan spekulasi dan itu
pula yang membuat mereka penganut karakteristik ini selalu saja
ingin menjadi pemimpin dan cenderung tidak ingin menjadi pekerja
dan kalaupun berada pada posisi sebagai pekerja maka itupun tidak
akan berlangsung lama. Mental risk seeker atau juga disebut dengan
risk lover adalah mental yang dimiliki oleh pebisnis besar dan juga
pemimpin besar, karakter ini juga umumnya dimiliki oleh para
pemberontak dimana mereka mau bersusah-payah dengan
keyakinan akan memperoleh kenikmatan setelah itu yaitu berupa
kemenangan.

fil

tl

0 Monetary Outcome

Sumber: Barry Render and Ralph M. Stair, Jr,26) il )i

Gambar (i): Tiga Perbedaan Pengambil Keputusan

Hrt

ld

Risk and Return 185


Utility
l,
nist< seeter
Risk Avoider

Risk lndifference

0 10 20 30 40 MonetarY Outcome
Sumber: Dari berbagai sumber.
Gambar (ii): KondisiTiga Perbedaan Pengambil Keputusan
Dari gambar di atas kita bisa memperhatikan bagaimana
perubahan dan pergerakan titik tersebut pada tiga karakteristik peng-
t ambil keputusan. Dimana terlihat risk seeker akan terus naik sementara
risk avoider akan terus bergerak turun, dengan begitu jika risk avoider
I ingin bisa naik ia harus berani melakukan sikap tegas dan berani
mengambil risiko pada saat-saat yang sulit, sebagai bentuk gambaran
It seorang pebisnis yang memiliki reputasi sebagai seorang yang berani
menghadapi tantangan.
Dari ketiga karakteristik ini mungkin karakter risk seeker yang
n paling begitu mendominasi jika dilihat dari segi kedekatannya dengan
:t risiko, namun tentunya bukan berarti mereka yang lain tidak memiliki
kelebihan tapi jika dikaitkan dengan ruang lingkup aktivitas bisnis maka
mereka dengan latar belakang mental risk seeker cenderung lebih berani
dan tegas dari pada yang lain, tentunya tidak terlepas dari mualan
keputusan yang yang dihasilkan yaitu fokus pada sasaran atau penuh
Il perhitungan bukan hanya sekedar spekulasi saja, Ketiga karakter
s tersebut dapat kita lihat pada gambar (ii) (Tiga Perbedaan Pengambil
Keputusan).
Menurut Paul L. Krugman dan Maurice Obstfeld2T) bahwa pada
kenyataanya, seorang investor yang netral terhadap risiko cenderung
mengambil posisi agresif maksimum, ia akan membeli sebanyak
mungkin aset yang menjanjikan hasil tinggi, dan menjual sebanyak

186 Manajemen Risiko - Teori, Kasus, dan Solusi


mungkin aset yang hasilnya lebih rendah. Perilaku inilah yang
menciptakan kondisi paritas suku bunga.

15. Karakteristik Risiko dalam Konteks Nasabah di Perbankan


Nasabah yang menempatkan dananya baik dalam bentuk
deposito domestik dan valuta asing, tabungan, dan obligasi bahkan
mengambil kredit di suatu perbankan memiliki perbedaan karaktertstik
terutama jika kita mengaitkannya dengan latar belakang persepsi
nasabah terhadap risiko.
Seorang nasabah bertindak atas dasar keputusan investasi,
artinya jika ia menempatkan dananya di perbankan ia menerapkan
investasi pada bank tersebut dalam bentuk keyakinan mempercayakan
sejumlah kekayaanya untuk dikelola oleh bank tersebut dengan
tingkatan risiko yang jelas telah disadarinya. Begitu pula pada mereka 'ir
yang mengambil kredit di perbankan, artinya nasabah tersebut pasti
sudah memikirkannya dengan baik. Yaitu kemana dana kredit tersebut r,i

akan digunakan, dan juga sebesar mana keuntungan yang akan


diterimanya nanti.
lrfl
Dalam konteks ini lramani2s) mengatakan bahwa, apabila
dikaitkan dengan preferensi nasabah terhadap risiko, maka risiko
dibedakan menjadi 3 (tiga) yaitu: ilD

a. Nasabah yang menyukai risiko atau pencari risiko (risk seeker), rn

nasabah ini jika dihadapkan dengan dua pilihan investasi dengan


tingkat pengembalian yang sama dengan risiko yang berbeda, maka H
nasabah tersebut lebih suka mengambil investasi dengan risiko yang ic
lebih tinggi dengan harapan pengembalian investasi lebih tinggi,
nasabah seperti ini cenderung agresif dan spekuiatif dalam mengabil
keputusan investasi karena mengetahui bahwa hubungan tingkat
{41

r,{
pengembalian dan risiko adalah positif.
b. Nasabah yang netral/moderat terhadap risiko (risk neutrall moderat);
nasabah ini umumnya meminta kenaikan risiko, nasabah ini cukup i,
fleksibel dan bersikap hati-hati (prudent) dalam mengambil keputusan
investasi. ,.i!
c. Nasabah yang tidak menyukai risiko atau menghindari risiko (risk id
avertell, nasabah ini apabila dihadapkan pada dua pilihan investasi
yang memlrerikan tingkat pengembalian yang sama dengan risiko ,*l
yang berbeda, maka nasabah lebih suka mengambil investasi dengan
risiko yang rendah, dan biasanya nasabah ini cenderung
mempertimbangkan keputusan investasinya secara matang dan
terencana.

Risk and Retum 187


16. Risk Free Lending and Borrowing Rate
Kondisi risk free lending and borrowing rate terjadi pada para
investor yang berani mengambil risiko seiring dengan peningkatan
kualitas kompetensi kemampuan dan kekayaan mereka. Pada saat
mereka memiliki peningkatan kompetensi keilmuan dalam menganalisis
pasar saham baik secara kuantitatif dan kualitatif menyebabkan timbul-
nya rasa percaya diri yang kuat untuk mecoba meningkatkan risiko
dengan harapan terjadinya hubungan yang linear yaitu peningkatan
risiko juga berdampak pada peningkatan keuntungan yang akan
diperoleh (expected return). Untuk lebih jelasnya kita dapat melihat pada
gambar di bawah ini.

I
x

tI

tr
lt
*Pada titik
M terciptanya optimal portofolio
Gambar: Risk Free Lending dan Borrowing Rate
Pada gambar Risk free lending dan Borrowing rate terlihat bahwa
pada saat investor memiliki dana dari hasil meminjam maka ia akan
menginvestasikan dana di atas M yaitu di posisi c2. lni dilakukan karena
ia ingin mengambil keuntungan yang tinggi agar mampu mengembalikan
pinjaman. Adapun risiko tinggi yang menyertainya adalah sesuatu yang
biasa bagi investor tersebut, karena dia sudah mengawalinya dari sikap
berani meminjam yang otomatis juga memiliki kewajiban untuk berani
mengembalikan pinjaman secara tetap dan tepat pada waktunya, jika
tidak jaminannya akan diambil dan risiko itu adalah semakin besar,

Manajemen Risiko - Teori, Kasus, dan Solusi


karena dalam prinsip dan konsep kredit nilaijaminan adalah harus selalu
lebih besar dari angka pinjaman kredit.
Sedangkan pada saat investor tersebut memiliki dana dari
simpanan pribadi atau tidak meminjam maka ia akan menginvestasi-
kannya pada titik C1. lni dilakukan karena investor dengan kepemilikan
dana pribadi akan merasa sangat hati-hati atau bahkan takut jika dana
pribadinya tersebut akan hilang karena salah dalam menempatkannya.
Karena bagi investor tersebut ia tetap berpikir bahwa dana yang ia miliki
tersebut ia kumpulkan dengan susah payah dan terjadi dalam proses
waktu yang lama.
Gambaran kondisi psikologis ini memberikan masukan secara
sederhana pada kita bahwa investor penghindar risiko dan pencinta
risiko sangat dipengaruhi oleh proses dari mana ia memperoleh
kekayaan itu. Tentunya umumnya mereka yang mendapatkan kekayaan
dari hasil kerja keras yang memakan waktu lama sangat merasa akan
susah dan payahnya ia memperoleh kekayaan itu dan kehati-hatiannya
dalam menempatkan dana tersebut akan sangat ia perhitungkan sekali.
Jika ia salah dalam menempatkan dana dan kemudian meng-
alami kebangkrutan maka ia kembali berada pada posisi awal yang tidak
memiliki dana dan harus berjuang dari bawah kembali untuk kemudian
perlahan-lahan mengumpulkan kekayaan tersebut. Sehingga dengan
begitu semangatnya untuk berspekulasi dan menempatkan keberanian
dalam usaha memperoleh keuntungan yang tinggi tidak mengalami
tempaan yang kuat. Apalagi jika dana itu semuanya diperoleh dari
ln
posisinya sebagai seorang pekerja (worker) selama bertahun-tahun.
xr!
Semua ini mungkin akan berbeda jika kekayaan itu diperolehnya dari
hasil warisan atau hadiah, tanpa ada keterlibatan kerja keras secara
t,r
langsung.
1t

17. Portofolio Dua Saham dengan Expected Return dan Standar


Deviasiyang Berbeda
Dalam suatu hitungan portofolio saham kita sering menemukan
perbedaan pada hasil hitungan standar deviasi. Perbedaan tersebut
mempengaruhi pada terbentuknya garis portofolio saham tersebut, yaitu
id
sebagaimana tergambarkan pada "Gambar portofolio dua saham
dengan standar deviasi (o') yang berbeda. Jika kita menganalisis tiap-tiap
dari titik dari Cr, C2, Cs, C+, Cs, Co, Cz, dan Cs maka akan diperoleh
berbagai arti yang melingkupinya dalam konteks expected return dan
standar deviasi. lni dapat kita lihat pada tabel di bawah ini.

Risk and Return 189


Tabel: Portofolio Dua Saham dengan Expected Return
dan Standar Deviasi Vang Berbeda
No Uraian E(R)
:',,1 ,Titik ci r,11,p0 60
2 Titik c2 150 48
.,3
'riiix,Cl 220 30
4 Titik c4 260 33

,5, Titik cs 370 40


6 Titik c6 450 55
7 Titik c7 600 7A
8 Titik cB 650 BO

Pada gambar portofolio dua saham dengan standar deviasi yang


berbeda dan juga berdasarkan tabel expected return dan standar deviasi
terlihat bahwa titik C3 berada pada posisi E(R) terkecil yaitu 22O dan o
terkecil yaitu 30. Adapun C7 berada pada posisi tertinggi pada dua sisi
yaitu E(rR) sebesar 650 dan o sebesar 80. Dengan kondisi ini maka
pada karakteristik investor yang menghindari risiko akan memilih pada
B titik C1 atau pada saham 41. Dan investor berharap dapat memilih
x portofolio saham pada titik Cs atau maksimal pada titik Ca. Namun jika
investor tersebut menyukai risiko dan siap berhadapan dengan berbagai
kemungkinan, dan tentu diikuti dengan berbagai ekspektasi keuntungan
n yang akan diperoleh maka ia akan memilih pada portofolio saham B atau
n
pada titik CB yaitu pada kondisi E(R) sebesar 800 dan o' sebesar 75.

lffi
H

bI

190 Manajemen Risiko - Teori, Kasus, dan Solusi


E(R)
650
600

500
450

400
370

300
260 t1

200 Czi
150

100

30 40 50

Gambar; Portofolio Dua Saham dengan Expected Return


dan Standar Deviasi yang Berbeda
k
Untuk dipahami bahwa posisi C4 adalah jauh lebih baik karena
risikonya hanya bertambah dari 30 menjadi 33 namun E(Ft) naik lebih
tinggi yaitu menjadi 260. Maka ada baiknya jika kita memilih C4. lnvestor
selalu menginginkan terdapatnya maksimal return dan risiko yang
lit

rendah, gambaran psikologis ini semakin memperjelas bahwa investor


adalah penghindar risiko.

18. Bisk and Returnpada Tiga Sektor Bisnis yang Berbeda ;


Untuk memahami risk and return pada tiga sektor bisnis yang
berbeda kita dapat memperhatikan pada gambar dibawah ini dengan .

asumsi ada tiga sektor bisnis yang saling tidak berhubungan atau
bersifat tidak searah, yaitu sektor A = food and beverage, B = travel dan ,*
perhotelan, dan C = r@dl eastate. 6

Risk and Return 791


E(R)
425
400
370

300
260

200

150

100

Maka berdasarkan gambar di atas kita dapat membuat


rekomendasi dari segi r.sk and return, bahwa manakah di antara ketiga
sektor bisnis tersebut yang lebih tepat diputuskan dalam asumsi kondisi
ekonomi lndonesia pada saat ini (tahun 2009).
I
I Dari gambar di atas atas dasar efficient /rne dapat kita tarik
beberapa kesimpulan yaitu,
a. Sektor bisnis food and beverage adalah sektor bisnis yang
tI ciri-ciri sebagai berikut:
memiliki

1) Produk yang disajikan/dijual dibutuhkan oleh banyak orang.


n 2) Produk yang disajikan/dijual memiliki turnoveryang tinggi.
T 3) Produk memiliki tingkat kadaluarsa yang cepat.
4) Memiliki banyak saingan.
5) Barang dijual di banyak tempat mulai dari perkotaan hingga ke
pedesaan.
6) Barang mentah berasal dari dalam negeri atau bisa diperoleh di
T dalam negeri, karena bisa dikatakan semua bahan mentah berasal
dari sektor pertanian, perikanan, kelautan, dan peternakan.
) 7) Sangat mengutamakan kepuasan kepada konsumen.
i B) Riset dan penciptaan produk baru harus selalu diciptakan agar
memiliki variasi di pasaran dan juga untuk menghindari kebosanan
di kalangan konsumen.

L92 Manajemen Risiko - Teori, Kasus, dan Solusi


b. Sektor bisnis travel dan perhotelan
1) Tidak dibutuhkan banyak orang, dalam artian jasa yang ditawarkan
hanya dipakai oleh orang yang membutuhkan saja.
2) Membutuhkan modal yang besar untuk melaksanakan bisnis ini,
seperti pada bisnis penerbangan dibutuhkan dana yang besar
untuk membeli pesawat terbang.
3) Sangat berhubungan dengan kondisi inflasi di luar negeri.
4) Naik turunnya harga minyak di pasaran internasional sangat
mempengaruhi harga tiket yang akan dibeli oleh konsumen.
5) Sangat mengutamakan kepuasan dan pelayanan yang maksimal
kepada para konsumen.
6) Bahan baku untuk perbaikan dan perawatan mesin banyak yang
harus diimpor.
7) Pada kerusakan mesin yang tidak bisa diselesaikan dari dalam
negeri harus mendatangkan teknisi dari luar negeri, otomatis biaya
yang dikeluarkan untuk menggaji tenaga dari luar juga menjadi
tinggi.
c. Sektor bisnis real estate
1) Membutuhkan modal yang besar untuk melaksanakan bisnis ini,
seperti pada bisnis penerbangan dibutuhkan dana yang besar
untuk membeli pesawat terbang. iNli

2) Sangat berhubungan dengan kondisi inflasi di luar negeri. ,r1

3) Naik turunnya harga minyak di pasaran internasional sangat


mempengaruhi harga tiket yang akan dibeli oleh konsumen.
fr
4) Sangat mengutamakan kepuasan dan pelayanan yang maksimal ,,t{

kepada para konsumen.


5) Beberapa bahan baku yang tidak bisa dihasilkan dari dalam negeri
,il
harus didatangkan dari luar negeri.
u
6) Model dan trend yang berlaku di pasaran harus selalu diikuti.

19. Dana Pinjaman Bersifat Linear dengan Expected Return


Expected return atau keuntungan yang diharapkan merupakan
gambaran keinginan dari seorang investor dalam memperhitungkan
return investasi dan besarnya probability yang mungkin akan timbul. H
Setelah diperhitungkan mungkin saja standar deviasi-nya terlalu besar
sehingga dianggap tidak tepat atau tidak sesuai. Dengan dasar
penjelasan ini kita bisa menempatkan bahwa jika suku bunga pinjaman
dari perbankan lebih tinggi dari keuntungan project maka diperkirakan
pinjaman kredit ke perbankan tidak akan dilakukan,
Namun begitu pula sebaliknya, jika hasil hitungan memperlihat-

Risk and Return


193
kan bahwa keuntungan yang diharapkan alau expected return lebih
besar dari beban suku bunga pinjaman maka proyek tersebut akan
dilaksanakan. Dengan begitu kita bisa menyimpulkan bahwa expected
return dan pinjaman kredit perbankan bersifat linear.

20. Pergerakan Aset pada Risiko yang Semakin Tinggi


Dalam kondisi pasar yang berisiko aset akan bergerak ke posisi
yang makin lama makin tinggi risiko. Kondisi ini sangat tidak
menguntungkan bagi pebisnis karena nilai asetnya yang seharusnya
semakin tinggi nilai namun malah semakin rendah return yang akan
diterima. Secara grafik kita dapai mengambarkan sebagai berikut.

t
t
x Pada gambar di atas terlihat bahwa garis telah bergerak
I menurun dan menuju kepada kondisi yang jauh lebih tinggi risikonya
yaitu dapat kita lihat baik garis A dan B. Secara konsep semakin besar
beta maka semakin besar risiko sistematis yang akan ditanggung oleh
suatu perusahaan.

I 21. Pengambilan Keputusan dalam Berbagai Kondisi


) Tindak lanjut dalam bidang investasi yang terpenting adalah
pengambilan keputusan (decision making). Ada berbagai kondisi yang
sering muncul dalam pengambilan keputusan namun secara umum
dapat dibagi menjadi tiga saja, yaitu:

794 Manajemen Risiko - Teori, Kasus, dan Solusi


a. Kondisi Pasti
Dalam kondisi pasti, proses pengambilan keputusan yang dilakukan
berlangsung tanpa ada banyak alternatif, keputusan yang diambil
sudah jelas pada fokus yang dituju. Ada beberapa teknik yang bisa
dipergunakan sebagai penyelesaian pengambilan keputusan dalam
kondisi pasti ini, yaitu menggunakan program linear atau secara
aljabar linear, dan analisis jaringan kerja (secara critical path
method/CPM dan project evaluation and review technique/PER7).
b. KondisiTidak Pasti
Pada kondisi seperti ini proses lahirnya keputusan lebih sulit atau
lebih kompleks dalam artian keputusan yang dibuat belum diketahui
nilai probabilitas atau hasil yang mungkin diperoleh. Situasi seperti ini
dimungkinkan sekali terjadi dikarenakan minimnya informasi yang
diperoleh baik informasi yang sifatnya hasil penelitian maupun tr

rekomendasi lisan yang bisa dipercaya. Untuk menghindari timbulnya


masalah dalam situasi yang tidak pasti seperti ini sebaiknya ..1

melakukan riset terlebih dahulu, mencari informasi sebanyak mungkin


dan mempergunakan beberapa metode pengambilan keputusan yang
paling sesuai dengan setiap kondisi masalah yang mungkin timbul, '0,r

seperti dipergunakanya metode laplace (proses pengambilan


keputusan dengan asumsi bahwa probabilitas terjadinya berbagai 4i

kondisi adalah sama besarnya), metode maximax (proses r!

pengambilan keputusan dengan hanya mengutamakan hasil yang


paling optimistik dan mengabaikan sisi lain yang mungkin terjadi),
metode maximin (proses pengambilan keputusan dengan memilih
$
rii
alternatif yang minimalnya paling besar), metode regret (proses
pengambilan keputusan dengan didasari pada hasil keputusan yang
maksimal berdasarkan data pada masa lalu sebagai bahan 'i!

perbandingannya), metode realisme (proses pengambilan keputusan '4'

dengan mengabungkan metode maximax dan maximin).


c. Kondisi Konflik ,

Pada kondisi konflik maka pengambilan keputusan yang dilakukan


akan menimbulkan dampak yang mungkin saja bisa merugikan salah qr

satu pihak. Dalam keadaan seperti ini lahirnya keputusan sebelumnya i,


telah diawali oleh keadaan yang saling bertentangan antara satu
pihak dengan pihak lainnya. Untuk menyelesaikan masalah di sini w
biasanya dilakukan pendekatan secara teori permainan, yang dalam
dunia bisnis teraplikasi dalam bentuk tawar-menawar harga dan
hingga terealisasinya suatu kontrak atau kesepakatan.

Risk and Return


195
Istilah Penting dalam Bab Ini
Coeficient of variation
Decision maker
Expected Return
Metode laplace
Risiko aset fisik
Risiko legal
Risk Avoider
Risk lndifference
Risk Seeker
Safety player
Speculative risk
Standar Deviasi
Varians

Kasus
Seorang investor yang berkarakter risk seeker ingin mengambil
* keuntungan dalam kondisi pasar yang fluktuatif. Dimana investor
tersebut tertarik untuk melakukan pembelian saham sebuah perusahaan
manufaktur khususnya perusahaan tekstil. Perkembangan bisnis
t perusahaan tekstil di lndonesia saat ini penuh dengan persaingan,
l terutama terjadi karena banyaknya produk tekstil dari China masuk.
Produk tekstil dari China bahkan dijual dengan harga yang lebih murah
I karena faktor overproducfion (kelebihan produksi) yang dialami mereka,
t dan kebijakan politik dumping yang tersembunyi. Mengapa China
menjual produknya ke lndonesia, karena salah satunya lndonesia adalah
n negara terdekat dan memiliki jumlah penduduk yang besar yaitu t 240
T juta sebagai suatu pangsa pasar yang menggiurkan.
Namun investor tersebut yakin bahwa perusahaan tekstil yang
dimiliki oleh orang lndonesia tersebut akan bisa tumbuh dan bangkit
sebagai perusahaan besar. Bahkan lebih jauh ia berkeyakinan peme-
rintah akan membantu mengembangkan usaha bisnis tekstil tersebut
t dengan berbagai kebijakan yang akan dikeluarkan, karena jika
pemerintah tidak membantu bisnis tekstil dalam negeri maka artinya
) kampanye pemerintah terhadap produk dalam negeri tidak akan
il
terealisasi.
Namun, kita juga harus melihat secara realita bahwa pemerintah
juga ditumpuki oleh berbagai beban berat lainnya yang turut menekan
dan mempersulit berbagai kebijakan yang akan dibuat. Kondisi mikro

196 Manajemen Risiko - Teori, Kasus, dan Solusi


dan makro ekonomi sering dijadikan sebagai salah satu landasan dalam
pengambilan keputusan. Seperti kebijakan moneter dan fiskal.
Secara realita diketahui bahwa kebijakan moneter yang dibuat
dan jika diaplikasikan kepada publik seperti kebijakan suku bunga
perbankan baik dalam bentuk kredit, tabungan, dan deposito akan
dirasakan lama efeknya, namun jika pemerintah menaikkan fiskal karena
ingin menggenjot pendapatan dari segi fiskal maka itu akan dengan
cepat dirasakan oleh dunia usaha. Dan itu juga bisa langsung
berdampak pada kenaikan harga pada setiap pembelian bahan baku
seperti bahan mentah, bahan setengah jadi, dan bahan jadi.
Sehingga atas dasar analisa tersebut maka investor tersebut
berkeinginan untuk membeli saham perusahaan tekstil milik orang
lndonesia. Karena ia bukan hanya sekedar ingin membeli saham
perusahaan tersebut atas dasar dan analisa seperti di atas namun
seorang yang berkarakteristik risk seeker juga memiliki keinginan
mengambil keuntungan pada kondisi yang fluktuatif.
Atas dasar kondisi ini maka berikanlah analisa anda dan
rekomendasi sebagai bentuk solusi, yaitu apakah tepat analisa dari
investor tersebut, atau mengapa investor tersebut tidak melakukan
konsep investasi "wait and see' untuk melihat dulu situasi baru kemudian
melakukan keputusan pembelian.

,i!

{t

{fl

Risk and Retum


797
Pertanyaan untuk Didiskusikan
1. Apakah menurut anda return yang diharapkan itu akan selalu
terjadi? Jelaskan!
2. Mengapa dalam perhitungan risiko sering dipakai stdndar deviasi,
apa kegunaannya? Jelaskanl
3. Jelaskan pengertian coeficient of variation!
4. Bagaimanakah bentuk keputusan investasi oleh seorang yang risk
seekerdan risk adverse?Jelaskan dan berikan contohnya!
5. Menurut anda mengapa semua investor lebih berperilaku sebagai
seorang risk adverse atau penghindar risiko? Berikan pendapat
anda!
6. Apakah benar semua spekulan adalah seorang yang risk seeker?
Jelaskan!
7. Risk and return selalu saja memiliki keterkaitan yang kuat. Semakin
tinggi risk maka return juga semakin tinggi, begitu pula sebaliknya.
Maka menurut anda apakah keterkaitan ini selalu saja bersifat linear
atau tidak. Berikan pendapat anda. Jika ada yang bersifat tidak
linear pada contoh produk seperti apa ini tidak bersifat linear?
Jelaskanl
B. Pada gambar hubungan risiko dan expected return, jika kita tempat
emas (gold) maka pada posisi atau dititik mana dia akan berada?
Jelaskan!
9. Ada yang berpendapat bahwa dalam kondisi pasar yang kacaulah
banyak orang yang menjadi kaya atau memperoleh keuntungan.
Bagaimana anda memaknai pendapat ini dari segi perspektif risk
and return?

I
)

198 Manajemen Risiko - Teori, Kasus, dan Solusi


Catatan Akhir

1)
Raharjo, (2006:9), dalam Makaryanawati dan Misbachul Ulum, 2009,
Pengaruh tingkat Suku Bunga dan Tingkat Likuiditas Perusahaan
terhadap Risiko lnvestasi Saham yang Terdaltar pada Jakarta lslamic
lndex, Jurnal EkonomiBisnis, Tahun 14 No. 1 Maret 2009.
Kelemahan itu terjadi karena dipergunakannya data masa lalu untuk
memprediksi kondisi yang akan terjadi di masa depan. Sementara
kondisi dan situasi masa depan tidak diketahui.
Pada bagian ini Joel G. Siegel dan Jae K. Shim memberikan penjelasan
bahwa risiko sangat berhubungan dengan bagian akhir yaitu pada proses
pengambilan keputusan. Joel G. Siegel dan Jae K. Shim, 1999, Kamus
lstilah Akuntansi, Elex Media Komputindo, Jakarta., hlm. 401.
Eileman, David K., Arthur l. Stonehill dan Michael H. Moffett, 1995,
Multinational Business Finance, 7th Edition, Addison-Wesley Publishing
Company, hlm. 370.
R.J. Shook, 2002 hal. 500. R.J. Shook, 2002, Wall Street Dictionary,
Kamus Lengkap Wall Street, Erlangga, Jakarla, hal 519. Adapun
terjemahannya oleh Prof. Roy Simbel.
b)
R.J. Shook, ibid.
7\
R.J. Shook, ibid.
8)
R.J. Shook, ibid. Sebagai bahan perbandingan dan penambah
pemahaman, mengenai Return on lnvestment (HOl) ini, Smith, Skousen,
Stice, dan Stice mengatakan "A general term for various analytical
measurements of profitability related to input of resources. See Rate
earned on average common stockholders' equity and rate earned on
average total assetd', (Smith, Skousen, Stice, and Stice, 't995,
lntermediate Accounting, Comprehensive Volume, Twelfth Edition,
South-Western College Publishing, Cincinnati, Ohio. Hlm. 1150). ,ll
e) R.J. Shook, ibid.
,ti
10)
Jogiyanto, 2008 hal. 195. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada
Jogiyanto, 2008 Teori Portofolio dan Analisis lnvestasi, BPFE,
Yogyakarta.
11)
R.J. Shook, ibid.
'')
13)
R.J, Shook, ibid.
rit
Jogiyanto, ibid.
1a)
Jogiyanto, op. cit. hal. 196. il
15)
Jogiyanto, op. cit. hal. 239.
16)
Jogiyanto, op. cit. hal.24O.
17)
Ricky W. Griffin dan Ronald J. Ebert, 1996, Busrness, Prentice Hall
lnternational Editions, hal 750.

Risk and Retum 199


18)
Farrel, James. L., 1997, Portfolio Management: Theory and Aplication,
McGraw-Hill, Singapore, hlm. 11, (dalam Eduardus Tandelilin, 2001:7).
1e)
Eduardus Tandelilin, 2001, Analisis lnvestasi dan Manajemen Portofolio,
BPFE Yogyakarta, halaman 48.
20)
Eduardus Tandelilin, op. cit. hal. 50.
21].
Joel G. Siegel dan Jae K. Shim, op. cit. hal. 397.
22r,
Dalam pendekatan matematis untuk menghitung varians dan standar
deviasi dipergunakan rumus yang penulis kutip dari bukunya Eduardus
Tandelilin (2001:55). Untuk memahami ini secara lebih dalam terutama
dalam konteks ilmu teori portofolio, pembaca dapat membaca pada buku
yang diltulis oleh Elton, E. J., and Gruber, M. J., 1991, Modern Portfolio
Theory and lnvestment Analysis, John Willey and Sons. Jones, C.P.,
1994, lnvestment: Analysis and Management, John Willey and Sons.

t 24)
Hougen, R., 1990, Modern lnvestment Theory, Prentice Hall.
Joel G. Siegel dan Jae K. Shim, op. cit. hal. 493.
Joel G. Siegel dan Jae K. Shim, op. cit. hal. 493.

t
I 25r,

26)/
Eduardus Tandelilin, op. cit. hal. 52.
Quantitative analysis for management, 1997, Barry Render and Ralph M.
Stair, Jr, Prentice-Hall lnc. Hlm 113, figure "Preferences for Hisk."
271

f Paul L. Krugman, Maurice Obstfeld, 1999, Ekonomi lnternasional: Teori


dan Kebijakan, edisi kedua, PT Raja Grafindo Persada Jakarta,
(terjemahan). hal. 509.
h 28),
lramani, 2010, Prospek Wealth Manajemen di Masa Mendatang, dalam
Economic Outlook 2010, PSMS TIE Perbanas Surabaya.
F
xn
tr
i

:R

I|

/ il

200 Manajemen Risiko - Teori, Kasus, dan Solusi

Anda mungkin juga menyukai