0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
42 tayangan13 halaman

Makalah Kelompok 13 SPI

Islam mulai masuk ke Asia Tenggara pada abad ke-7 Masehi melalui pedagang dan mubaligh Muslim dari Timur Tengah. Pengaruh Islam semakin kuat di kawasan ini karena peran penting jalur perdagangan laut Asia Tenggara.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
42 tayangan13 halaman

Makalah Kelompok 13 SPI

Islam mulai masuk ke Asia Tenggara pada abad ke-7 Masehi melalui pedagang dan mubaligh Muslim dari Timur Tengah. Pengaruh Islam semakin kuat di kawasan ini karena peran penting jalur perdagangan laut Asia Tenggara.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ISLAM DI ASIA TENGGARA

OLEH

 Annisa Divanny (0205211004)


 Hamonangan Siregar (0205211012)
 Zulfarhan Harahap (0205213048)

Dosen Pengampu: Sahlia Dra.M.ag

UNIVESITAS ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA

FAKULTAS HUKUM DAN SYARIAH

JURUSAN HUKUM PIDANA ISLAM

TAHUN AJARAN 2021 / 2022


KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta
karunia Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang
Alhamdulillah tepat pada waktumya yang berjudul “ISLAM DI ASIA TENGGARA”.

Diharapkan Makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang Asas
fungsi dan tujuan hukum. Penulis menyadari bahwa makala ini masih jauh dari kata
sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu
saya harapkan demi perbaikan dari kesalahan- kesalahan dalam penulisan makalah ini.

Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan
serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir dan dapat menambah
pengetahuan dan bermanfaat untuk pembacanya. Semoga Allah SWT senantisa meridhoi
segala usaha kita Amiin.

Medan, 23 Desember 2021

Penulis

i
DAFTAR ISI

Kata Pengantar.................................................................................................................i

Daftar Isi............................................................................................................................ii

BAB I Pendahuluan .........................................................................................................1

A. Latar Belakang Masalah...............................................................................................1


B. Rumusan Masalah.........................................................................................................2
C. Tujuan Masalah............................................................................................................2

BAB II Pembahasan.........................................................................................................3

A. Sejarah masuknya Islam di Asia Tenggara...................................................................3


B. Cara penyebaran Islam di Asia Tenggara diantaranya: ...............................................4
C. Pengaruh Peradaban Islam di Asia Tenggara...............................................................6

BAB III Penutup..............................................................................................................8

A.Kesimpulan.....................................................................................................................8

DAFTAR PUSTAKA........................................................................................................9

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Sebagaimana Islam telah menyebar dari Timur Tengah menuju Asia Tengah dan dari
Afghanistan menuju India, maka Islam menyebar dari berbagai wilayah di India dan Arabia
ke semenanjung Malaya dan kepulauan Indonesia. Islam dikenalkan ke wilayah Asia
Tenggara dan berkembang dalam bentuk berbeda jika dibandingkan dengan bentuknya yang
berkembang di Timur Tengah dan anak benua India. Sementara pada beberapa daerah Islam
disebarkan melalui penakhlukan Arab dan Turki, tetapi di Asia Tenggara Islam
disebarluaskan melalui kegiatan kaum pedagang dan Sufi.

Mengenai kedatangan Islam di negara-negara yang ada di Asia Tenggara hampir


semuanya didahului oleh interaksi antara masyarakat di wilayah kepulauan dengan para
pedagang Arab, India, Bengal, Cina, Gujarat, Iran, Yaman dan Arabia Selatan. Pada abad ke-
5 sebelum Masehi Kepulauan Melayu telah menjadi tempat persinggahan para pedagang
yang berlayar ke Cina dan mereka telah menjalin hubungan dengan masyarakat sekitar
Pesisir. Kondisi semacam inilah yang dimanfaatkan para pedagang Muslim yang singgah
untuk menyebarkan Islam pada warga sekitar pesisir.

Di Asia Tenggara, Islam merupakan kekuatan sosial yang patut diperhitungkan,karena


hampir seluruh negara yang ada di Asia Tenggara penduduknya, baik mayoritas ataupun
minoritas memeluk agama Islam. Misalnya, Islam menjadi agama resmi Negara federasi
Malaysia, Kerajaan Brunei Darussalam, negara Indonesia (penduduknya mayoritas atau
sekitar 90% beragama Islam), Burma (sebagian kecil penduduknya beragama Islam),
Republik Filipina, Kerajaan Muangthai, Kampuchea, dan Republik Singapura.

Dari segi jumlah, hampir terdapat 300 juta orang di seluruh Asia Tenggara yang
mengaku sebagai Muslim. Berdasar kenyataan ini, Asia Tenggara merupakan satu-satunya
wilayah Islam yang terbentang dari Afrika Barat Daya hingga Asia Selatan, yang mempunyai
penduduk Muslim terbesar. Asia Tenggara dianggap sebagai wilayah yang paling banyak
pemeluk agama lslamnya.Termasuk wilayah ini adalah pulau-pulau yang terletak di sebelah
timur lndia sampai lautan Cina dan mencakup lndonesia, Malaysia dan Filipina.

1
Sebagai seorang muslim yang tinggal di kawasan ASEAN hendaklah kita mengetahui tentang
sejarah masuknya Islam di kawasan ASEAN. Untuk itulah kiranya makalah yang hendak di
bahas ini akan memberikan gambaran sekilas tentang sejarah peradaban dan pemikiran islam
serta pengaruh-pengaruhnya di asia tenggara.

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimanakah sejarah masuknya Islam di asia tenggara?


2. Apakah pengaruh peradaban Islam di Asia tenggara?

C. Tujuan Penulisan

1. Untuk mengetahui Bagaimanakah sebenarnya sejarah masuknya Islam di asia


tenggara?
2. Untuk menjelaskan Apa sajakah pengaruh peradaban Islam di Asia tenggara?

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. Sejarah Masuknya Islam di Asia Tenggara

Menurut catatan sejarah, bangsa yang pertama kali diketahui hidup di Asia Tenggara
adalah orang Dongson di Vietnam. Mereka sudah tinggal di negeri itu sejak 5000 tahun
sebelum Masehi. Disusul kemudian oleh bangsa Thai di Thailand pada 3000 tahun sebelum
Masehi. Sedangkan, bangsa Melayu tercatat mulai mengembangkan kehidupannya di Asia
Tenggara pada 2500 tahun sebelum Masehi. Selanjutnya, datanglah kaum pendatang dari
China, khususnya bangsa Yunani dan lembah Yangtse, di wilayah China Selatan, kemudian
bangsa India, Arab, dan Eropa.
Sejak abad pertama, kawasan laut Asia Tenggara, khususnya Selat Malaka sudah
mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam kegiatan pelayaran dan perdagangan
internasional yang dapat menghubungkan negeri-negeri di Asia Timur Jauh, Asia Tenggara
dan Asia Barat. Perkembangan pelayaran dan perdagangan internasional yang terbentang
jauh dari Teluk Persia sampai China melalui Selat Malaka itu kelihatan sejalan pula dengan
muncul dan berkembangnya kekuasaan besar, yaitu China dibawah Dinasti Tang (618-907),
kerajaan Sriwijaya (abad ke-7-14), dan Dinasti Umayyah (660-749). Mulai abad ke-7 dan ke-
8 (abad ke-1 dan ke-2 H), orang Muslim Persia dan Arab sudah turut serta dalam kegiatan
pelayaran dan perdagangan sampai ke negeri China. Pada masa pemerintahan Tai Tsung
(627-650) kaisar ke-2 dari Dinasti Tang, telah datang empat orang Muslim dari jazirah
Arabia. Yang pertama, bertempat di Canton (Guangzhou), yang kedua menetap dikota Chow,
yang ketiga dan keempat bermukim di Coang Chow. Orang Muslim pertama, Sa’ad bin Abi
Waqqas, adalah seorang muballigh dan sahabat Nabi Muhammad SAW dalam sejarah Islam
di China. Ia bukan saja mendirikan masjid di Canto, yang disebut masjid Wa-Zhin-Zi. Karena
itu, sampai sekarang kaum Muslim China membanggakan sejarah perkembangan Islam di
negeri mereka, yang dibawa langsung oleh sahabat dekat Nabi Muhammad SAW sendiri,
sejak abad ke-7 dan sesudahnya. Makin banyak orang Muslim berdatangan ke negeri China
baik sebagai pedagang maupun mubaligh yang secara khusus melakukan penyebaran Islam.
Sejak abad ke-7 dan abad selanjutnya Islam telah datang di daerah bagian Timur Asia dan
Asia Tenggara. Sebagaimana dikemukakan diatas Selat Malaka sejak abad tersebut sudah
mempunyai kedudukan penting. Karena itu, para pedagang dan mubaligh Arab dan Persia
yang sampai di China Selatan juga menempuh pelayaran melalui Selat Malaka. Kedatangan
Islam di Asia Tenggara dapat dihubungkan dengan pemberitaan dari I-Cing, seorang musafir
Budha, yang mengadakan perjalanan dengan kapal yang di sebutnya kapal Po-Sse di Canton
pada tahun 671. Ia kemudian berlayar menuju arah selatan ke Bhoga (di sekitar daerah
Palembang di Sumatera Selatan). Selain pemberitaan tersebut, dalam Hsin-Ting-Shu dari
masa Dinasti yang terdapat laporan yang menceritakan orang Ta-Shih mempunyai niat untuk
menyerang kerajaan Ho-Ling di bawah pemerintahan Ratu Sima (674).Dari sumber tersebut,
ada dua sebutan yaitu Po-Sse dan Ta-Shih. Menurut beberapa ahli, yang dimaksud dengan
Po-Sse adalah Persia dan yang dimaksud dengan Ta-Shih adalah Arab. Jadi jelaslah bahwa

3
orang Persia dan Arab sudah hadir di Asia Tenggara sejak abad-7 dengan membawa ajaran
Islam.
Sebelum kedatangan Islam agama-agama Hindu dan Budha adalah kepercayaan
utama di Asia Tenggara. Kerajaan-kerajaan di daratan (semenanjung) Asia Tenggara pada
umumnya memeluk agama Buddha, sedangkan kerajaan-kerajaan di kepulauan Melayu
(Nusantara) umumnya lebih dipengaruhi agama Hindu. Beberapa kerajaan yang berkembang
di semenanjung ini, awalnya bermula di daerah yang sekarang menjadi negara-negara
Myanmar, Kamboja dan Vietnam. Kerajaan-kerajaan kuno di Asia Tenggara pada umumnya
dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu kerajaan-kerajaan agraris dan kerajaan-kerajaan
maritim. Kegiatan utama kerajaan-kerajaan agraris adalah pertanian. Mereka kebanyakan
terletak di semenanjung Asia Tenggara. Contoh kerajaan agraris adalah Kerajaan Ayutthaya,
yang terletak di delta sungai Chao Phraya (Thailand), dan Kerajaan Khmer yang berada di
Tonle Sap. Kerajaan-kerajaan maritim kegiatan utamanya adalah perdagangan melalui laut.
Kerajaan Malaka dan Kerajaan Sriwijaya adalah contoh dari Kerajaan Maritim.Kekuasaan
dominan yang pertama kali muncul di kepulauan adalah Sriwijaya di Sumatra. Dari abad ke-5
Masehi, Palembang sebagai ibukota Sriwijaya menjadi pelabuhan besar dan berfungsi
sebagai pelabuhan persinggahan (entrepot) pada jalur Rempah-rempah (spice route).
Sriwijaya juga merupakan pusat pengaruh dan pendidikan agama Buddha yang cukup
berpengaruh. Kemajuan teknologi kelautan membuat pengaruh dan kemakmuran Sriwijaya
memudar. Kemajuan tersebut membuat para pedagang Tiongkok dan India untuk dapat
secara langsung mengirimkan barang-barang diantara keduanya. Pulau Jawa kerap kali
didominasi oleh beberapa kerajaan agraris yang saling bersaing satu sama lain, termasuk
diantaranya kerajaan-kerajaan wangsa Syailendra, Mataram Kuno dan akhirnya Majapahit.
Para pedagang Muslim mulai mengunjungi Asia Tenggara pada abad ke-12 Masehi.
Samudera Pasai adalah kerajaan Islam yang pertama. Ketika itu, Sriwijaya telah diambang
keruntuhan akibat perselisihan internal. Kesultanan Malaka, yang didirikan oleh salah
seorang pangeran Sriwijaya, berkembang kekuasaannya dalam perlindungan Tiongkok dan
mengambil alih peranan Sriwijaya sebelumnya. Agama Islam kemudian menyebar di sekitar
kepulauan selama abad ke-13 dan abad ke-14 menggantikan agama Hindu, dimana Malaka
(yang para penguasanya telah beragama Islam) berfungsi sebagai pusat penyebarannya di
wilayah ini.Beberapa kesultanan lainnya, seperti kesultanan Brunei di Kalimantan dan
kesultanan Sulu di Filipina secara relatif mengalami sedikit hubungan dengan kerajaan-
kerajaan lainnya.

B. Cara penyebaran Islam di Asia Tenggara diantaranya:

Perdagangan
Pada taraf permulaan, proses masuknya Islam adalah melalui perdagangan. Kesibukan
lalu-lintas perdagangan pada abad ke-7 hingga ke-16 membuat pedagang-pedagang Muslim
(Arab, Persia dan India) turut ambil bagian dalam perdagangan dari negeri-negeri bagian
Barat, Tenggara dan Timur Benua Asia. Serta hubungan dengan pelabuhan-pelabuhan di
Selat Malaka, Teluk Siam, IndoChina, Kepulauan Rempah seperti Maluku dan Makasar
sebagai pusat kegiatan manusia dari berbagai tempat. Saluran Islamisasi melaui perdagangan

4
ini sangat menguntungkan karena para raja dan bangsawan turut serta dalam kegiatan
perdagangan, bahkan mereka menjadi pemilik kapal dan saham. Mereka berhasil mendirikan
masjid dan mendatangkan mullah-mullah dari luar sehingga jumlah mereka menjadi banyak,
dan karenanya anak-anak Muslim itu menjadi orang Jawa dan kaya-kaya. Di beberapa tempat
penguasa-penguasa Jawa yang menjabat sebagai Bupati Majapahit yang ditempatkan di
pesisir Utara Jawa banyak yang masuk Islam, bukan karena hanya faktor politik dalam negeri
yang sedang goyah, tetapi karena factor hubungan ekonomi dengan pedagang-pedagang
Muslim. Perkembangan selanjutnya mereka kemudian mengambil alih perdagangan dan
kekuasaan di tempat-tempat tinggalny

Pernikahan
Dari sudut ekonomi, para pedagang Muslim memiliki status sosial yang lebih baik
daripada kebanyakan pribumi, sehingga penduduk pribumi terutama puteri-puteri bangsawan,
tertarik untuk menjadi isteri saudagar-saudagar itu. Sebelum dikawin mereka diislamkan
terlebih dahulu. Setelah mereka mempunyai keturunan, lingkungan mereka makin luas,
akhirnya timbul kampung-kampung, daerah-daerah dan kerajaan Muslim. Dalam
perkembangan berikutnya, ada pula wanita Muslim yang dikawini oleh keturunan
bangsawan; tentu saja setelah mereka masuk Islam terlebih dahulu. Jalur perkawinan ini jauh
lebih menguntungkan apabila antara saudagar Muslim dengan anak bangsawan atau anak raja
dan anak adipati, karena raja dan adipati atau bangsawan itu kemudian turut mempercepat
proses Islamisasi. Demikianlah yang terjadi antara Raden Rahmat atau Kawunganten,
Brawijaya dengan puteri Campa yang mempunyai keturunan Raden Patah (Raja pertama
Demak) dan lain-lain. Politik Di Maluku dan Sulawesi selatan, kebanyakan rakyat masuk
Islam setelah rajanya memeluk Islam terlebih dahulu. Pengaruh politik raja sangat membantu
tersebarnya Islam di daerah ini. Di samping itu, baik di Sumatera dan Jawa maupun di
Indonesia Bagian Timur, demi kepentingan politik, kerajaan-kerajaan Islam memerangi
kerajaan-kerajaan non Islam. Kemenangan kerajaan Islam secara politis banyak menarik
penduduk kerajaan bukan Islam itu masuk Islam. Contoh: Mega Iskandar Shah Malaka
dengan Raja Malik al Salih Pasai. Saluran Tasawuf Pengajar-pengajar tasawuf,atau parasufi
mengajarkan teosofi yang bercampur dengan ajaran yang sudah dikenal luas oleh masyarakat
Indonesia. Mereka mahir dalam hal yang magis dan mempunyai kekuatan-kekuatan
menyembuhkan. Diantara mereka ada juga yang mengawini masyarakat setempat. Dengan
tasawuf bentuk Islam yang diajarkan kepada penduduk pribumi mempunyai persamaan
dengan alam pikiran mereka yang sebelumnya menganut agama Hindu, sehingga agama baru
itu mudah dimengerti dan diterima. Diantara ahli-ahli tasawuf yang memberikan ajaran yang
mengandung persamaan dengan alam pikiran pra Islam itu adalah Hamzah Fansuri di Aceh,
Syekh Lemah Abang, dan Sunan Panggung di Jawa. Ajaran mistik ini masih berkembang di
abad ke-19 M bahkan di abad ke 20 M ini.

Saluran pendidikan
Islamisasi juga dilakukan melalui pendidikan, baik pesantren maupun pondok yang
diselenggarakan oleh guru-guru agama, kiai-kiai dan ulama. Di pesantren atau pondok itu,
calon ulama, guru agama dan kiai mendapat pendidikan agama. Setelah keluar dari pesantren,

5
mereka pulang ke kampung masing-masing atau berdakwak ketempat tertentu mengajarkan
Islam. Misalnya, pesantren yang didirikan oleh Raden rahmat di Ampel Denta Surabaya, dan
Sunan Giri di Giri. Keluaran pesantren ini banyak yang diundang ke Maluku untuk
mengajarkan Agama Islam.

Saluran kesenian
Saluran Islamisasi melaui kesenian yang paling terkenal adalah pertunjukan wayang.
Dikatakan, Sunan Kalijaga adalah tokoh yang paling mahir dalam mementaskan wayang. Dia
tidak pernah meminta upah pertunjukan, tetapi ia meminta para penonton untuk mengikutinya
mengucapkan kalimat syahadat. Sebagian besar cerita wayang masih dipetik dari cerita
Mahabarata dan Ramayana, tetapi dalam serita itu di sisipkan ajaran nama-nama pahlawan
Islam. Kesenian-kesenian lainnya juga dijadikan alat Islamisasi, seperti sastra (hikayat, babad
dan sebagainya), seni bangunan dan seni ukir.

C. Pengaruh Peradaban Islam di Asia Tenggara

Sebelum datangnya Islam, masyarakat Asia Tenggara telah berpegang pada amalan
Hindu, Budha dan roh nenek moyang. Yang terwujud dalam politik, ekonomi, dan sosial.
Setelah Islam masuk, unsur-unsur baru yang diperkenalkan, diantaranya adalah:
Pemerintahan
1. Perubahan dalam sistem pemerintahan raja dalam sistem Islam seperti: Sultan
sebagai Raja/ ketua negara dan kerajaan.
2. Penasihat Sultan dengan sebutan jawatan khadi, khatib, bilal, pemungut zakat,
penyelia baitul mal, dan penjaga harta wakaf.
3. Memupuk semangat persaudaraan di kalangan umat Islam.
4. Raja Malaka diberi gelaran Khalifahtul Mukminin artinya pemimpin orang
mukmin.
5. Islam menjadi agama resmi dalam kerajaan Malaka, Brunei.
6. Penggunaan Konsep Khalifah Allah ialah wakil Allah di bumi.
7. Harus menunaikan amanah, dan perintah dengan adil serta menerapkan unsur
Islam bagi menggantikan konsep dewa raja Hindu. Contoh : Sultan al-Zahir
Samudera Pasai.
8. Undang-undang Syariah diperkenalkan.

Pendidikan 

6
1. Sistem Pendidikan
a. Sebelum Islam pendidikan hanya terbatas kepada golongan bangsawan saja.
b. Selepas Islam tersebar luas kepada seluruh masyarakat. Disebarkan melalui:
Istana, Pondok, Pesantren, Madrasah, dan Surau.
2. Pusat pendidikan awal Islam:
a. Kerajaan Perlak di Sumatera Utara – melalui Dayah atau Pondok
b. Samudra Pasai sebagai pusat terjemahan karya agama dan tempat rujukan
kerajaan Islam lain seperti Malaka.
c. Pendidikan Pondok muncul awal kedatangan dan peluasan Islam di Asia
Tenggara. Seperti di Pattani, Aceh, dan Jawa.
d. Wanita juga digalakkan belajar dan diberi peluang yang sama dengan lelaki
baik dalam pemerintahan.

3. Lembaga Pendidikan
a. Istana: Tempat  ulama bicara hukum dengan sultan dan pembesar , juga
sampaikan ilmu dan nasihati sultan.
b. Surau: Tempat belajar al-Quran secara tidak formal dan gurunya ajar tidak
tetap.
c. Madrasah: Sistem pendidikan formal.
d. Pondok: Pusat pengajian Islam terutama di Pattani dan Melayu, di Aceh
Dayah dan di Jawa dikenal dengan Pesantren.

4. Materi ajar

Fikih, Usuludin, Tasawuf, hadis, Tafsir, bahasa pengantar yang digunakan adalah
Melayu dan Arab.

Cara Hidup
Sebelum Islam datang masyarakat dipengaruh oleh animisme, hindu dan buddha
setelah Islam datang berangsur-angsir hilang. Cara berpakaian Islam seperti berkerudung dan
bersongkok. Sifat tolong menolong, hormat menghormati, dan berkerjasama, bersatu padu
dan wujud semangat kerjasama.

Kesenian
Khat pada batu nisan, sebilah mata keris, dan ukiran kayu. Kreativitas masyarakat
tempatan batu nisan semakin menarik seperti Batu  nisan Sultan al-Malik  Ibrahim ditulis
dengan ayat al-Quran, selain syair dan makam Naina Hisham al-Din 1420M, pengaruh seni
Arab Parsi.

7
Seni pada masjid, surau, rumah kediaman guna kaligrafi arab. Seperti Masjid Ubudiah
Kuala Kangsar, Masjid Brunei.

BAB III
PENUTUP

A.Kesimpulan

Letak Asia Tenggara sangat strategis dikarenakan: kedudukan Asia Tenggara di


tengah perjalanan Timur Barat, dihubungkan dengan Selat Melaka dan Laut Cina Selatan,
mewujudkan banyak bandar seperti: Sriwijaya, Perlak, Pasai, Malaka, Batam, Makasar,
Brunei, dan Pattani, juga berhubungan dengan Lautan Hindi dan Laut China Selatan, yang
memungkinkan terjadinya pertemuan para pedagang.
Tiga teori datangnya Islam Asia Tenggara, yaitu : teori Semenanjung Arab, teori
China, teori India. Cara penyebaran Islam di Asia Tenggara diantaranya: Perdagangan,
pernikahan, Politik, Saluran Tasawuf, Saluran pendidikan, Saluran kesenian.

8
DAFTAR PUSTAKA

Ira. M. Lapidus, Sejarah sosial Ummat Islam. Bagian kesatu dan dua, (Yogyakarta: PT. Raja
Grafindo Persada, 2000), cet. II,

Saifudin Zuhri, Sejarah Kebangkitan Islam dan Perkembangannya di Indonesia, (Bandung:


al-Maarif, tth)

Subaguk, Sejarah Peradan di Asia Tenggara, (Jakarta: Gelora Aksara Pratama, 2000)

Saiful Muzani, Pembangunan dan Kebangkitan Islam di Asia Tenggara, (Jakarta: Pustaka 3
LP3ES Indonesia, 1993)

Andi Faisal Bakti, Islam and Nation Formation in Indonesia. Jakarta: Logos, 2000

Dedi Supriyadi, Sejarah Peradapan Islam, (Bandung: Pustaka Setia,2008)

Ahmad Ibrahim,Islam di Asia Tenggara, (Jakarta: LP3ES,1989)

Muhammad Ibrahim dan Rusdi Sufi, Sejarah Masuk dan Berkembangnya Islam Islam di
Indonesia, (Jakarta: Al-Maarif, 1989)

Badriyatim, Sejarah Peradaban Islam, , (Jakarta: Grafindo Persada, 2000)

9
Hanun Asrofah, Sejarah Pendidikan Islam, (Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1999.

10

Anda mungkin juga menyukai