KOMPONEN LEVEL REGISTER
Register adalah komponen yang lebih kompak dibandingkan dengan sebuah gerbang logic dan
flip-flop. Komponen-komponen pada level register yang dibangun dari rangkaian kombinasional
dan beberapa dibangun dari rangkaian sekuensial. Karakteristiknya sama dengan rangkaian
pembangunnya tersebut. Register dibangun dari gerbang logic dan flip-flop.
1. Register
Berdasarkan data yang dikelolanya, register dibedakan menjadi:
a. Register data yang digunakan untuk menyimpan bilangan biner
b. Register alamat yang dapat menyimpan alamat yang digunakan untuk mengakses memori
c. Register tujuan umum yang dapat menyimpan data maupun alamat
d. Register flooting point yang menyimpan bilangan floating point
e. Register konstanta yang menyimpan nilai yang hanya dapat dibaca
f. Register vector yang menyimpan data untuk melakukan pemrosesan vector
g. Register tujuan khusus menyimpan kondisi program (program state) termasuk di
dalamnya pencacah program, penunjuk tumpukan (stack pointer) dan register status
h. Register yang berhubungan dengan pengaksesan memori seperti register penahan (buffer
register), register data, register alamat
Tipe komponen fungsi
Kombinasional Gerbang word Operasi Boolean
Multiplexer Perutean data
Decoder dan encoder Pemeriksaan kode dan
konversi
Array yang dapat diprogram
Elemen aritmatik Fungsi umum
(penjumlahan, ALU) Operasi numerik
sekuensional Register parallel Penyimpan informasi
Register geser Penyimpan informasi,
konversi serial – parallel
pencacah Kontrol / penghasil sinyal
pewaktu
2. Multiplekser (MUX)
Multiplekser adalah rangkaian yang memilih sat dari beberapa jalur masukan ke satu jalur
keluaran, jalur sumber yang diteruskan ke jalur keluaran dikendalikan oleh sinyal SELECT.
Jika data sumber yang masuk sejumlah k dan setiap jalur masukan data terdiri dari m bit,
multiplexer tersebut dinamakan multiplexer k input m-bit.
Jumlah masukan k menentukan berapa buah SELECT yang diperlukan. Jumlah SELECT ≥
²log k. misalkan aᵢ = 1 jika input In i yang dipilih. Jika aᵢ = 1 ketika bilangan biner i
diterapkan pada jalur select, maka In i akan dihubungkan dengan Out jika e = 1. Jalur
ENABLE e adalah jalur untuk mengaktifkan multiplexer. Jika e bernilai 0 maka multiplexer
tidak aktif. Operasi multiplexer dapat didefenisikan secara formal dengan permasalahan
Boolean m-SOP sebagai berikut :
out k−1
j= ∑ ¿i , ja e
i
untuk j = 0,1,2……,m-1
i=0
Multiplexer mempunyai properti penting yang dapat digunakan untuk menghasilkan berbagai
fungsi kombinasional dan dapat digambarkan sebagai diagram logika universal. Spesifiknya,
pada n-variabel fungsi Out dapat dibuat olegh multiplexer 2n-input 1- bit. Hal ini dapat
dilakukan dengan menghubungkan n variable input (In0, In1, In2, … In n – 1) dengan s jalur
kontrol select.