0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
330 tayangan52 halaman

LKP Pu Diii

Modul ini membahas tentang modul praktikum penyehatan udara di laboratorium kesehatan lingkungan. Modul ini mencakup tujuan praktikum untuk membantu mahasiswa memahami karakteristik udara bersih, penyakit yang ditularkan lewat udara, sistem ventilasi, dan teknik pengendalian pencemaran udara. Praktikum akan meliputi pengukuran parameter udara, ventilasi, dan alat ukur seperti impinger dan detektor gas.

Diunggah oleh

Tina Tri Lestari
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
330 tayangan52 halaman

LKP Pu Diii

Modul ini membahas tentang modul praktikum penyehatan udara di laboratorium kesehatan lingkungan. Modul ini mencakup tujuan praktikum untuk membantu mahasiswa memahami karakteristik udara bersih, penyakit yang ditularkan lewat udara, sistem ventilasi, dan teknik pengendalian pencemaran udara. Praktikum akan meliputi pengukuran parameter udara, ventilasi, dan alat ukur seperti impinger dan detektor gas.

Diunggah oleh

Tina Tri Lestari
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES IK-POLTEKKES-SMG-01010-03-UPM-08

SEMARANG

MODUL PRAKTIK LABORATORIUM


PENYEHATAN UDARA

1. Tema Modul : Modul Penyehatan Udara


2. Mata Kuliah/Kode : Penyehatan Udara / KL.1.3.05
3. Jumlah SKS : 2 SKS (1 Teori, 1 Praktik )
4. Alokasi Waktu : 1 SKS Praktik = 170 menit
5. Semester : Semester III
6. Tujuan : 1. Mahasiswa dapat melakukan identifikasi,
analisis dan intervensi permasalahan udara
2. Mahasiswa mampu menjelaskan karakteristik
dan kebutuhan udara bersih untuk kehidupan
manusia
3. Mahasiswa mampu menjelaskan penyakit yang
ditularkan melalui udara
4. Mahasiswa dapat merancang system ventilasi
hubungannya dengan pemenuhan kebutuhan
udara bersih atas dasar kapasitas ruangan
5. Mahasiswa mampu mengukur parameter udara
6. Mahasiswa dapat menjelaskan tentang
pencemaran udara
7. Mahasiswa mampu menjelaskan prinsip-prinsip
pengendalian cemaran udara
8. Mahasiswa mampu menjelaskan teknik
pengendalian pada sumber dengan metode
Grafitasi, Cyclone, Filtration, electrostatic
Precipitation, Scrubbing, Absorption &

1
Adsorption, dan Combustion.
7. Gambaran umum : Modul ini berisi tentang Prosedur Praktik yang
modul dilakukan di laboratorium Penyehatan Udara dan
lapangan.
8. Karakteristik : Mahasiswa yang mengikuti Mata Kuliah Penyehatan
mahasiswa Udara ini adalah mahasiswa Semester III Diploma
III Kesehatan Lingkungan Purwokerto sebanyak 2
kelas (Kelas A dan Kelas B).
9. Target kompetensi : Target Kompetensi yang diharapkan antara lain:
Pada akhir perkuliahan mahasiswa mampu
menjelaskan tentang identifikasi, analisis dan
intervensi permasalahan udara,karakteristik dan
kebutuhan udara bersih untuk kehidupan manusia,
system ventilasi hubungannya dengan pemenuhan
kebutuhan udara bersih atas dasar kapasitas ruangan,
parameter udara, pencemaran udara, prinsip-prinsip
pengendalian cemaran udara, teknik pengendalian
pada sumber.

10. Indikator : 1. Mahasiswa dapat melakukan identifikasi,


ketercapaian analisis dan intervensi permasalahan udara
2. Mahasiswa mampu menjelaskan karakteristik
dan kebutuhan udara bersih untuk kehidupan
manusia
3. Mahasiswa mampu menjelaskan penyakit yang
ditularkan melalui udara
4. Mahasiswa dapat merancang system ventilasi
hubungannya dengan pemenuhan kebutuhan
udara bersih atas dasar kapasitas ruangan
5. Mahasiswa mampu mengukur parameter udara
6. Mahasiswa dapat menjelaskan tentang

2
pencemaran udara
7. Mahasiswa mampu menjelaskan prinsip-prinsip
pengendalian cemaran udara
8. Mahasiswa mampu menjelaskan teknik
pengendalian pada sumber dengan metode
Grafitasi, Cyclone, Filtration, electrostatic
Precipitation, Scrubbing, Absorption &
Adsorption, dan Combustion.
11. Materi : 1. Pengukuran ventilasi, menghitung kebutuhan
Pembelajaran oksigen
2. AC & Exhauster
3. Penyegar (pengharum ruangan)
4. Desinfeksi ruangan dengan ULV
5. Penentuan titik sampel pengukuran kualitas
udara
6. Pengukuran kecepatan, arah angin, dan tekanan
udara
7. Pemeriksaan Angka kuman Udara (Impinger)
8. ISBB (suhu & kelembaban)
9. HVS
10. LVS
11. Dustrek
12. Gas Detector
13. EPAM
14. EPAS
12. Strategi : 1. P
Perkuliahan raktikum secara langsung dengan melakukan
pengukuran yang sesuai dengan pokok bahasan
praktikum.
2. D
osen dan Instruktur memandu praktikum dan

3
juga memperagakan kepada mahasiswa
begaimana cara/ prosedur praktek di
Laboratorium Penyehatan Udara, serta
mahasiswa membuat hasil praktikum.

1. Sarana Penunjang : Peralatan dan bahan yang ada di Laboraturium


Pembelajaran Penyehatan Udara Jurusan Kesehatan Lingkungan.
(Peralatan dan bahan praktikum terlampir)
2. Prosedur : Prosedur praktikum terlampir (LKP mahasiswa)
3. Metode Evaluasi : LKP (Laporan Kerja Praktikum) yang disusun
mahasiswa pada setiap pertemuan praktek yang
dibuat secara individu sebagai sarana evaluasi dan
penilaian praktikum.
4. Metode Penilaian : Dosen menilai melalui report/laporan praktikum
yang disusun mahasiswa.
5. Daftar Pustaka : 1. Tri Cahyono, 2017, Penyehatan Udara,
Yogyakarta: Andi
2. Gabriel, JF, 1996, Fisika Kedoktern, Jakarta :
EGC
3. Ahmadi Ruslan Hani dan Hanoko Riwidikdo,
2007, Fisika Kesehatan, Jogjakarta : Mitra
Cendika
4. Diana Barsasella, 2010, Fisika Untuk
Mahasiswa Kesehatan, Jakarta, CV Trans Info
Media
5. Frederick K Lutgens dan edward J Tarbuck,
1982, The Atmosphere an introduction to
meteorology second edition, Ne Jersey: Prentice
Hell Inc.
6. Arthur C. Stern (Edited), 1997, Air Pollution
Volume I, Third Edition: ”Air Pollutants, Their

4
Transformation and Transport”, Department of
Environmental Science and Engineering, School
of Public Health, University of North Carolina
at Chapel Hill, Academy Press New York, San
Fransisco, London
7. Arthur C. Stern (Edited), 1997, Air Pollution
Volume II, Third Edition: ”The Effect of Air
Pollution”, Department of Environmental
Science and Engineering, School of Public
Health, University of North Carolina at Chapel
Hill, Acadmy Press New York, San Fransisco,
London
8. Arthur C. Stern (Edited), 1997, Air Pollution
Volume III, Third Edited: ”Measuring,
Monitoring, and Surveillance of Air Pollution”,
Department of Environmental Science and
Engineering, School of Public Halth, Universty
of orth Carolina at Chapel Hill, Academy Press
New York, San Fransisco, London.
9. Pedoman Bidang Studi Pengawasan
Pencemaran Lingkungan Fisik Pada Institusi
Pendidikan Tenaga Kesehatan Lingkungan,
Soedjono, dkk, Pusat Pendidikan Tenaga
Kesehatan, Departemen Kesehatan RI, Jakarta,
1990/1991
10. Lud Waluyo, 2007, Mikrobiologi Umum,
Malang: UPT Penerbitan Universitas
Muhammadiyah Malang
11. Michael J, Pelezar Jr dan ECS Chan, 1998,
Dasar-dasar Mikrobiologi, Jakarta: UI Press
12. Nyoman Suendra, dk, 1991, Buku Pedoman

5
Mata Ajaran Mikrobiologi Lingkungan, Jakarta:
Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan,
Departemen Kesehatan RI
13. Geo Brooks, janet SB, L. Nicholas Ornston,
1996, Mikrobiologi Kedokteran, Jakarta: EGC
14. Gabriel, JF, 2001, Fisika Lingkungan, Jakarta:
Hipocrates
15. Keenan, Klein Felter, Wood, 1986, Kimia
Untuk Universitas, Jakarta: erlangga
16. Hiskia Achmad, 1992, Penuntun Belajar Kimia
Dasar Wujud Zat dan Kesetimbangan Kimia,
Jakarta: PT Citra Adiya Bakti
17. Setyati Pandia, Amir Husin, Zahrina Masyithah
1995, Kimia Lingkungan, Jakarta: dirjen Dikti
Depdikbud

Disiapkan oleh : Diperiksa oleh Disahkan oleh :


Dosen Pengampu Ketua Program Studi Ketua Jurusan

Tri Cahyono, SKM., M.Si Suparmin, SST, M.Kes. Asep Tata Gunawan, SKM, M.Kes
NIP: 196408211989031002 NIP. 196705271988031002 NIP. 196511161989021001

LEMBAR KERJA PRAKTIKUM

6
(LKP)

NAMA MAHASISWA :
NIM :
SEMESTER :
MATA KULIAH : Penyehatan Udara
WAKTU DAN LOKASI :

A. MATERI PRAKTIKUM :
Jenis Praktikum : Pengukuran ventilasi, menghitung kebutuhan
oksigen
Tujuan : Mahasiswa dapat mengukur ventilasi dan
menhitung kebutuhan oksigen

B. DASAR TEORI :
Ventilasi udara adalah bagian dari rumah yang berfungsi sebagai saluran
udara dimana udara dapat mengalir dengan baik dari dan ke dalam rumah.
Dengan demikian, udara yang ada di dalam rumah akan tergantikan secara
terus menerus oleh udara dari luar melalui ventilasi tersebut. Ventilasi alami
adalah proses  pergantian udara ruangan oleh udara segar dari luar ruangan
tanpa bantuan peralatan mekanik. Pergantian udara per jam (ACH, Air Change
per Hour) adalah jumlah pergantian seluruh udara didalam ruangan dengan
udara segar dari luar setiap jamnya.+emakin besar potensi kekotoran udara
disuatu ruangan (misalnya laboratorium, bengkel, toilet, dan dapur) semakin
tinggi angka pergantian udara perjam yang diharuskan.
Tujuan pengadaan ventilasi :
1. Mengeluarkan kontaminan
2. Mengatur panas atau dingin didalam ruangan
3. Menyegarkan ruangan dengan pertukaran udara
4. Mengencerkan konsentrasi kontaminan dalam udara

7
5. Mencegah terjadinya peledakan atau kebakaran
Ventilasi yang baik dalam ruangan harus mempunyai syarat, di antaranya:
Luas lubang ventilasi tetap, minimum 5% dari luas lantai ruangan.
Sedangkan luas lubang ventilasi insidentil (dapat dibuka dan ditutup)
minimum 5%. Jumlah keduanya menjadi 10% dikali luas lantai ruangan.
Ukuran luas ini diatur sedemikian rupa sehingga udara yang masuk tidak
terlalu deras dan tidak terlalu sedikit.
2. Udara yang masuk harus udara bersih, tidak dicemari oleh asap dari
sampah atau dari pabrik, dari knalpot kendaraan, debu dan lain-lain. 
Aliran udara diusahakan ventilasi silang dengan menempatkan lubang
hawa berhadapan antara 2 dinding ruangan.
4. Aliran udara ini jangan sampai terhalang oleh barang-barang besar
misalnya almari, dinding sekat dan lain-lain.
Luas ventilasi minimal menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik
Indonesia Nomor 829/MENKES/SK/VI/1999 Tentang Persyaratan Kesehatan
Perumahan adalah 10% luas lantai (5%permanen dan 5% dapat diatur).

C. METODE
Metode yang digunakan adalah observasi yaitu melakukan pengamatan dan
pengukuran secara langsung di lokasi.

D. PROSEDUR .
1. Alat :
 Meteran
 Alat tulis
 Penggaris
2. Bahan
 Ruangan
3. Cara Kerja
a. Siapkan alat ukur & catatan

8
b. Observasi ruangan & deskripsikan ruangan
c. Ukur luas ruangan (cm2)
d. Ukur luas ventilasi permanen & luas ventilasi insidentil
e. Hitung total luas ventilasi yang ada (permanen & insidentil)
f. Hitung luas ventilasi permanen seharusnya (5% luas ventilasi permanen)
g. Hitung luas ventilasi insidentil seharusnya ( 5% luas ventilasi insidentil)
h. Hitung total luas ventilasi seharusnya (f + g)

E. HASIL

F. KESIMPULAN

Asisten Nilai Praktikan

9
LEMBAR KERJA PRAKTIKUM
(LKP)

NAMA MAHASISWA :
NIM :
SEMESTER :
MATA KULIAH : Penyehatan Udara
WAKTU DAN LOKASI :

A. MATERI PRAKTIKUM
Jenis Praktikum : Penyegar (Pengharum Ruangan)
Tujuan : Mahasiswa dapat mengetahui jenis, fungsi dan
peruntukan dari Penyegar (pengharum ruangan).

B. DASAR TEORI :
Pengharum ruangan semakin sering kita jumpai disekitar kita. Penggunaan
pengharum ruangan (air freshener) tidak saja digunakan di ruang kerja, alat
transportasi seperti mobil, bus dan kereta api, serta rumah – rumah tinggalpun
kerap memakainya.
Di pasaran ada berbagai jenis pengharum ruangan. Ada yang padat
(biasanya pengharum ruangan yang diperuntukkan untuk toilet dan lemari), ada
yang cair, gel dan ada juga yang spray atau semprot. Sementara
penggunaannya, ada yang digantung, ada yang diletakkan begitu saja atau
ditempatkan di bibir AC ataupun kipas angin.

C. HASIL :

10
F. KESIMPULAN

Asisten Nilai Praktikan

11
LEMBAR KERJA PRAKTIKUM
(LKP)

NAMA MAHASISWA :
NIM :
SEMESTER :
MATA KULIAH : Penyehatan Udara
WAKTU DAN LOKASI :

A. MATERI PRAKTIKUM
Jenis Praktikum : AC dan Exhauster
Tujuan : - Mengetahui prinsip kerja AC dan Exhauster
- Mengetahui prinsip pemasangan AC dan
exhauster
- Mengethaui bagian – bagian Ac dan Exhauster

B. DASAR TEORI :
AC (Air Conditioner) adalah suatu mesin yang digunakan untuk
mendinginkan udara dengan cara mensirkulasi gas refrigerant berada di pipa
yang ditekan dan dihisap oleh kompresor. Jenis-jenis Ac :
1. AC Split
2. AC Window
3. AC Floor standing
4. AC Central
Exhauster adalah suatu alat yang digunakan untuk menghisap udara
didalam ruang untuk dibuang keluar, dan pada saat bersamaan menarik udara
segar diluar kedalam ruangan dan untuk mengatur volume udara yang akan
disirkulasikan pada ruang.
Ada beberapa tipe exhauster menurut pemasangannya :

12
1. Dipasang di dinding (wall mount)
2. Dipasang di jendela kaca (wondow mount)
3. Dipasang di plafon.
Prinsip kerja AC :
1. Pertama kali Ac akan menghisap udara pada ruangan melalui kipas
sentrifugal yang ada pada evaporator
2. Selanjutnya tekanan uap dari evaporator akan disirkulasikan ke kondensor
3. Cara kerja AC selanjutnya yaitu udara yang keluar dari kondensor
merupakan udara panas yang berubah menjadi uap
4. Selanjutnya agar sirkulasi udara dapat diatur secara terus – menerus dan
dapat diatur sesuai keinginan penggunaan AC maka dibutuhkanlah
thermostat.
5. Tidak hanya udara dalam ruangan saja yang dihisap oleh kipas sentrifugal.
Dalam kondisi ruangan yang suhunya sudah lebih dingin dibanding suhu
diluar ruangan maka udara di luar ruangan akan dihisap juga.
6. Kejadian atau proses pendinginan udara terjadi secara terus - menerus dan
berulang.
Prinsip kerja Exhauster :
1. Saat exhauster diaktifkan maka exhauster akan menghisap udara dari
dalam ruangan dan membuangnya keluar ruangan
2. Udara yang dihisap dan terbuang adalah udara kotor yangs ebelumnya
berada didalam ruangan.
3. Dengan terhisap dan terbuang tentu volume / jumlah udara kotor didalam
ruangan akan berkurang
4. Setiap kali udara (kotor) terhisap keluar maka udara bersih dari luar
ruangan akan masuk ke ruangan melalui lubang ventilasi, begitu
seterusnya. Hal tersebut dimungkinkan karena saat udara terhisap keluar
maka tekanan udara total didalam ruangan menjadi lebih kecil dari tekanan
udara diluar ruangan, dengan demikian maka ruangan akan mendapatkan
supply udara dari luar ruangan.

13
5. Hal ini akan terus berulang selama exhauster dalam keadaan ON. Dengan
demikian maka udara didalam ruangan akan terasa lebih segar dan tentu
saja sejuk. Karena volume udara kotor selalu terhisap keluar dan
digantikan dengan udara yang bersih setiap saat.

C. HASIL :

D. KESIMPULAN

Asisten Nilai Praktikan

14
LEMBAR KERJA PRAKTIKUM
(LKP)

NAMA MAHASISWA :
NIM :
SEMESTER :
MATA KULIAH : Penyehatan Udara
WAKTU DAN LOKASI :

A. MATERI PRAKTIKUM
Jenis Praktikum : Desinfeksi ruangan dengan ULV
Tujuan : Mahasiswa dapat mengetahui alat – alat yang
digunakan untuk desinfeksi ruangan dan cara
penggunaan

B. DASAR TEORI :
Desinfeksi diartikan sebagai proses menurunkan jumlah mikroorganisme
penyebab penyakit atau yang berpotensi pathogen dengan cara fisika atau
kimiawi. Proses ini biasanya tidak menghancurkan spora. Setiap proses
desinfeksi harus selalu didahului dengan proses menghilangkan sebagian besar
kuman yang terdapat pada permukaan benda dan sisa kuman yang sedikit akan
lebih mudah dibunuh oleh zat bahan desinfektan. Sterilisasi adalah suatu proses
perlakuan terhadap bahan atau barang dimana pada akhir proses tidak dapat
ditunjukkan adanya mikroorganisme hidup pada bahan atau barang tersebut
(Depkes RI, 2002). Kematian mikoorganisme ditentukan oleh daya tahan
mikroorganisme terhadap teknik sterilisasi. Daya tahan ini tergantung pada

15
jenis , jumlah, umur mikroorganisme, serta kondisi lingkungan proses
sterilisasi.
Adapun prinsip kerja dari ULV :
1. Larutan dari tangki akibat adanya tekanan udara melalui tenaga listrik
2. Larutan keluar dari tangki menuju tabung udara,s ehingga tekanan udara
dalam tabung meningkat
3. Keadaan ini menyebabkan larutan desinfektan dalam tangki dipaksa keluar
melalui klep dan selanjutnya diarahkan oleh nozzle bidang sasaran
semprot.
Kegunaan ULV :
1. Menurunkan angka kuman / desinfeksi ruangan
2. Pengendalian insekta / pest control
3. Pengharum / air freshener
4. Meningkatkan kelembaban / humidifier
C. PROSEDUR :
1. Alat :
 ULV ( Ultra Low Volume)
2. Bahan :
 Ruangan yang akan didesinfeksi
3. Cara kerja :
a. Mempersiapkan alat (ULV)
b. Masukkan bahan cair dan desinfektan kedalam alat
c. Menghubungkan Kabel ULV ke aliran listrik
d. Hidupkan ULV dengan menekan tombol ON, tunggu sampai mistnya
keluar
e. Usahakan kabel ULV tidak menyentuh lantai supaya tidak terbelit.
f. Setelah mistnya keluar, matikan ULV dengan menekan tombol OFF
g. Kemudian hidupkan kembali ULV dengan menekan tombol ON
h. Angkat ULV dengan satu bagian tangan dan tangan yang satunya
memegang kabel ULV.

16
i. Arahkan ULV pada bagian ruangan yang akan didesinfeksi dengan
mengarahkan ke atas dan ke bawah. Pada saat menggerakkan ULV ke
atas usahakan harus mengenai plafon, dan saat menggerakkan ke bawah
usahakan menjangkau kolong tempat tidur.
j. Menyemprotkan ULV keseluruh ruangan sehingga ruangan menjadi
steril.
k. Setelah selesai mendesinfeksi ruangan, amtikan alat terlebih dahulu
dengan menekan tombol OFF, lalu cabut kabel ULV dari aliran listrik.

D. HASIL :

E. KESIMPULAN

Asisten Nilai Praktikan

17
LEMBAR KERJA PRAKTIKUM
(LKP)

NAMA MAHASISWA :
NIM :
SEMESTER :
MATA KULIAH : Penyehatan Udara
WAKTU DAN LOKASI :

A. MATERI PRAKTIKUM :
Jenis Praktikum : Penentuan titik sampel pengukuran kualitas udara,
pengukuran kecepatan, arah angin, tekanan udara,
pemeriksaan angka kumanudara, suhu dan
kelembaban
Tujuan : Mahasiswa dapat menentuka titik sampel
pemgukuran kualitas udara, dapat melakukan
pengukuran kecepatan, arah angin, tekanan udara,
pemeriksaan angka kuman udara, suhu dan
kelembaban.

B. DASAR TEORI :
Secara umum pengambilan sampel udara ambien diperuntukkan pada
daerah pemukiman penduduk, perkantoran, kawasan sekitar industri atau
daerah lain yang dianggap penting untuk mengetahui kualitas udara akibat dari
suatu kegiatan tertentu. Kriteria daerah berikut ini dapat digunakan sebagai

18
pertimbangan dalam penentuan lokasi pengambilan sampel udara ambien,
yaitu:
1) daerah yang mempunyai konsentrasi pencemar tinggi;
2) daerah dengan kepadatan penduduk tinggi;
3) daerah yang diperkirakan menerima paparan pencemar akibat emisi
cerobong industri;
4) daerah proyeksi untuk menentukan dampak akibat perkembangan
pembangunan mendatang; dan
5) daerah sekitar lokasi penelitian yang diperuntukkan bagi kawasan studi
Sedangkan penentuan titik pengambilan sampel udara ambien harus
mempertimbangkan faktor meteorologi yaitu arah angin, kecepatan angin, suhu
udara, kelembaan serta faktor geografi seperti topografi dan tata guna lahan.
Beberapa petunjuk yang dapat digunakan sebagai acuan dalam penentuan titik
pengambilan sampel udara ambien adalah:
1) Hindari daerah yang dekat dengan gedung atau bangunan dan/atau
pepohonan sehingga dapat menimbulkan terjadinya proses absorpsi atau
adsorpsi pencemar udara ke gedung atau pepohonan tersebut;
2) Hindari daerah dimana pengganggu yang bersifat kimia dapat
mempengaruhi pencemar udara yang akan diukur, misalnya gas emisi dari
kendaraan bermotor akan dapat menggangu secara kimiawi pada saat
mengukur ozon;
3) Hindari daerah dimana pengganggu fisika dapat mempengaruhi hasil
pengukuran, sebagai ilustrasi, pada saat mengukur total partikulat di udara
ambien tidak diperkenankan dekat dengan insinerator atau dapur.
C. PROSEDUR :
1. Alat :
- Cawan petri
- Anemometer
- Termometer
- Hygrometer
2. Bahan :

19
- PCA
- Ruangan yang diukur
3. Cara kerja :
a. Menentukan titik sampel untuk pengukuran kualitas udara
b. Melakukan pemeriksaan angka kuman udara dengan cara pengambilan
sampel udara terlebih dahulu dengan cara :
1) Siapkan Cawan petri yang berisi media PCA dan telah
disterilasi.
2) Sterilkan tangan praktikan dengan alkohol .
3) Buka pembungkus cawan petri yang berisi media PCA
4) Buka tutup cawan petri
5) Letakkan cawan petri yang berisi media PCA di titik pengukuran
yang telah ditentukan
6) Paparkan selama 30 menit
7) Tutup kembali cawan petri
8) Lalu bungkus cawan petri dengan kertas payung
9) Beri label tentang pengambilan sampel : tanggal dan hari
pemeriksaan, waktu, tempat dan nama pengambil sampel.
10) Bawa ke laboratorium
11) Cawan petri yang berisi sampel kuman udara dimasukkan ke
inkubator untuk pengeraman pada suhu 370C selama 2x24 jam.
12) Setelah 2x24 jam, hitung jumlah koloni per petri dengan koloni
counter.
c. Pada saat pengambilan sampel udara, lakukan pengukuran : kecepatan
angin, arah angin, tekanan udara,suhu dan kelembaban.
A. Pengukuran kecepatan angin
a) Siapkan Anemometer
b) Tangan kanan Praktikan memegang baling kipas (arahkan ke
datangnya angin), tangan kiri memegang bagian layar.
c) Tangan kanan praktikan direntangkan ke atas, sehingga baling
dapat menangkap kecepatan angin yang diukur.

20
d) Nyalakan Anemometer dengan menekan/menggeser tombol
“ON”
e) Paparkan Anemometer selama ± 10 menit.
f) Perhatikan angka yang muncul pada layar, catat hasil
pengukuran.
g) Matikan Anemometer dengan menekan/menggeser tombol
“OFF”.
B. Menentukan arah angin
a) Siapkan kompas
b) Letakkan kompas dengan posisi terlentang/menghadap ke atas
c) Ambil seutas tali/ benang
d) Posisikan tali / benang tegak lurus dengan kompas, pegang
tali /benang
e) Biarkan tali / benang tersebut bergerak karena adanya pengaruh
dari angin
f) Perhatikan arah pergerakan tali / benang tersebut
g) Catat arah datangnya angin dengan melihat pergerakan tali /
benang tersebut.
C. Pengukuran Tekanan udara
a) Siapkan Barometer
b) Tentukan titik pengukuran
c) Letakkan barometer di titik yang akan diukur
d) Paparkan barometer selama ± 15 menit
e) Catat hasil tekanan udara
D. Pengukuran suhu
a) Siapkan thermometer
b) Tempatkan thermometer dengan posisi tegak berdiri di sebuah
ruangan untuk mengukur suhu ruang.
c) Catat hasil pengukuran suhu
E. Pengukuran kelembaban
a) Siapkan Hygrometer

21
b) Letakkan Hygrometer di tempat yang akan diukur
c) Tunggu beberapa saat
d) Bacalah skalanya

D. HASIL :

E. KESIMPULAN :

22
Asisten Nilai Praktikan

LEMBAR KERJA PRAKTIKUM


(LKP)

NAMA MAHASISWA :
NIM :
SEMESTER :
MATA KULIAH : Penyehatan Udara
WAKTU DAN LOKASI :

A. MATERI PRAKTIKUM :
Jenis Praktikum : Pengukuran Pencahayaan
Tujuan : Mahasiswa dapat mengetahui alat yang digunakan
untuk pengukuran pencahayaan beserta
pengunaanya.

B. DASAR TEORI :
Cahaya adalah gelombang elektromagnetik yang memiliki panjang
gelombang antara 4.10-7 s/d 8.10-7 meter. Cahaya atau sinar putih dikenal
dengan nama cahaya polikhromatik (banyak warna).
Untuk keperluan teknis, cahaya dapat dipecah menjadi spectrum warna
tunggal dengan sebuah instrument yang disebut monochromator. Kita dapat
melihat misalnya pada specthrophotometer. Untuk keperluan penerangan, kuat
cahaya dapat diukur dengan sebuah tranduser peka cahaya. Satuan yang lazim
digunakan adalah lux atau cd (candela).

23
C. PROSEDUR :
1. Alat :
- Luxmeter
2. Bahan :
- Cahaya yang ada di tempat kerja yang akan diukur
3. Prosedur kerja :
a. Sebelum melakukan pengukuran intensitas cahaya, deskripsikan
ruangan yang akan diukur (Luas ruangan, volume ruangan, gambaran
dinding, langit-langit, lantai,perabot yang ada di ruangan, banyaknya
lampu yang dipasang, keadaan lampu,jumlah armature, tinggi
pemasangan lampu, jarak antar armature,dll.)
b. Siapkan Luxmeter
c. Kalibrasi Luxmeter yang akan digunakan
d. Hidupkan Luxmeter
e. Lakukan pengukuran terhadap tempat yang akan diukur intensitas
cahayanya. Tinggi alat ± 85 cm dari permukaan tanah dan jarak dengan
operator ± 60-90 cm.
f. Pakaian pengukur berwarna gelap untuk menghindari adanya pantulan
g. Baca hasil pengukuran pada layar monitor setelah menunggu beberapa
saat sehingga didapat nilai angka yang stabil
h. Catat hasil pengukurannya.
i. Matikan luxmeter setelah selesai dilakukan pengukuran intensitas
cahaya.

D. HASIL :
1. Penerangan Umum

BAG. DALAM (R) BAG. SAMPING (Q) BAG. UJUNG (T) BAG. SUDUT (P)
R–1 Q–1 T–1 P–1
R–2 Q-2 T–2 P-2

24
R–3 T–3
R–4 T-4
R–5
R–6
R–7
R–8
TOTAL
R Q T P

AI = R(N-1) (M – 1) + Q(N-1) + T (M – 1) + P
NM

N : Jumlah armature tiap deret


M : Jumlah deret

E. KESIMPULAN :

25
Asisten Nilai Praktikan

LEMBAR KERJA PRAKTIKUM


(LKP)

NAMA MAHASISWA :
NIM :
SEMESTER :
MATA KULIAH : Penyehatan Udara
WAKTU DAN LOKASI :

A. MATERI PRAKTIKUM
Jenis Praktikum : Pengukuran Radiasi Pengion dan No Pengion
Tujuan : Mahasiswa dapat mengetahui alat – alat yang
digunakan untuk pengukuran radiasi pengion dan
non pengion beserta penggunaanya.

B. DASAR TEORI :
Radiasi dapat diartikan sebagai energi yang dipancarkan dalam bentuk
partikel atau gelombang. Salah satu contoh sumber radiasi yang sudah kita
kenal adalah matahari.
Jenis radiasi :
1) Ditinjau dari massanya radiasi dapat dibagi menjadi radiasi elektromagnetik
dan radiasi partikel. Radiasi elektromagnetik adalah radiasi yang tidak
memiliki massa. Radiasi ini terdiri dari gelombang radio, gelombang mikro,

26
inframerah, cahaya tampak, sinar-X, sinar gamma dan sinar kosmik. Radiasi
partikel adalah radiasi yang memiliki massa terukur, misalnya partikel beta,
alfa dan neutron.
2) Ditinjau dari muatan listriknya, radiasi terbagi menjadi radiasi non pengion
dan pengion. Radiasi non-pengion adalah radiasi yang tidak dapat
menimbulkan ionisasi. Termasuk ke dalam radiasi non-pengion adalah
gelombang radio, gelombang mikro, inframerah, cahaya tampak dan
ultraviolet.
Radiasi pengion adalah radiasi yang apabila menumbuk atau menabrak
suatu materi, akan muncul partikel bermuatan listrik yang disebut ion.
Peristiwa terjadinya ion ini disebut ionisasi. Ion-ion hasil ionisasi ini dapat
menimbulkan efek atau pengaruh pada bahan/materi, termasuk benda hidup,
yang berinteraksi oleh radiasi. Radiasi pengion terkadang disebut juga
sebagai radiasi atom atau radiasi nuklir. Yang termasuk ke dalam radiasi
pengion adalah sinar-X, sinar gamma, sinar kosmik, serta partikel beta, alfa
dan neutron. Partikel beta, alfa dan neutron dapat menimbulkan ionisasi
secara langsung. Sedangkan sinar-x, sinar gamma dan sinar kosmik,
meskipun tidak memiliki massa dan muatan listrik, juga termasuk golongan
radiasi pengion karena dapat menimbulkan ionisasi secara tidak langsung.

C. PROSEDUR :
1. Alat :
- Radiasi Detector Kit
2. Bahan :
- Sumber radiasi
3. Cara kerja :

27
D. HASIL :

E. KESIMPULAN :

28
Asisten Nilai Praktikan

LEMBAR KERJA PRAKTIKUM


(LKP)

NAMA MAHASISWA :
NIM :
SEMESTER :
MATA KULIAH : Penyehatan Udara
WAKTU DAN LOKASI :

A. MATERI PRAKTIKUM
Jenis Praktikum : Pemeriksaan angka kuman udara
Tujuan : Mahasiswa dapaet mengetahui caa pengambilan
sampel udara dan pemeriksaan anka kuman udara

B. DASAR TEORI :
Kuman adalah mikroorganisme / jasad hidup yang sangat kecil
ukurannya, sulit diamati, tanpa alat pembesar, berukuran beberapa mikron dan
meliputi bakteri, jamur, algae, protozoa, maupun kuman. Habitat dari kuman
bukanlah udara, namun sel-sel kuman yang terdapat di udara merupakan
kontaminan terbesar. Banyak kuman pathogen tersebar di udara melalui butir-
butir debu atau residu tetesan air ludah yang kering. Kuman ini sangat
berpengaruh terhadap terjadinya gangguan kesehatan berupa mual, artinya

29
semakin banyak jumlah koloni kuman dalam ruangan maka mempunyai resiko
1.008 kali lebih besar untuk terjadinya mual.
Derajat kontaminan mikroorganisme dalam ruangan dipengaruhi oleh
beberapa faktor seperti luas ventilasi, kepadatan, tingkat aktivitas
mikroorganisme dalam ruangan dan luas ruangan yang ditempati. Beberapa
faktor yang berpengaruh terhadap pertumbuhan kuman udara adalah :
1. Suhu
Daya tahan kuman terhadap suhu tidak sama bagi setiap spesies. Ada
spesies yang mati setelah mengalami pemanasan beberapa menit dalam
cairan medium bertemperatur 600C.
2. Kelembaban
Bakteri lebih suka pada keadaan basah, bahkan dapat hidup di dalam air.
Dalam air tertutup bakteri tidak dapat mampu hidup subur karena
kurangnya udara. Kelembaban optimum yaitu 50 – 55 %.
3. Cahaya
Kebanyakan bakteri tidak dapat berfotosintesis bahkan setiap radiasi dapat
berbahaya bagi kehidupannya.
Standar baku mutu Angka Kuman Udara menurut Keputusan Menteri
Kesehatan RI No. 1405/MENKES/SK/XI/2002, yaitu kurang dari (< ) 700
koloni/m3.

C. PROSEDUR :
1. Alat :
 Cawan Petri
 Coloni Counter
 Lampu Bunsen
 Inkubator
 Termohygrometer
 Anemometer
 Sound Level Meter

30
2. Bahan :
 Plate Count Agar (PCA)
 Alkohol 70%
 Alat tulis
 Kertas Label
 Kertas payung
3. Cara kerja :
a. Pengambilan sampel angka kuman udara
1) Mengusapkan kedua telapak tangan dengan alkohol 70 %
2) Panaskan PCA sampai mencair
3) Tuang PCA ke cawan petri steril
4) Biarkan dingin terlebih dahulu
5) Bungkus Cawan petri berisi PCA dengan kertas payung
6) Bawa ke tempat pengambilan sampel
7) Buka kertas payung di tempat yang akan diukur
8) Buka tutup cawan petri
9) Biarkan selama kurang lebih 15 menit
10) Lakukan pengukuran juga untuk suhu, kelembaban, kecepatan
angin dan pencahayaan pada ruangan yang diukur.
11) Tutup kembali cawan petri
12) Bungkus kembali dengan kertas payung
13) Catat hari, tanggal, waktu pengambilan sampel
14) Bawa sampel kuman udara ke Laboratorium
b. Pemeriksaan Angka Kuman Udara
1) Cawan petri yang berisi sampel kuman udara dimasukkan ke
inkubator untuk pengeraman pada suhu 370C selama 2x24 jam.
2) Setelah 2x24 jam, hitung jumlah koloni per petri dengan koloni
counter.

D. HASIL :

31
E. KESIMPULAN :

Asisten Nilai Praktikan

32
LEMBAR KERJA PRAKTIKUM
(LKP)

NAMA MAHASISWA :
NIM :
SEMESTER :
MATA KULIAH : Penyehatan Udara
WAKTU DAN LOKASI :

A. MATERI PRAKTIKUM :
Jenis Praktikum : Pengukuran Suhu dan Kelembaban
Tujuan : Mahasiswa dapat mengetahui alat-alat yang
digunakan untuk pengukuran suhu dan
kelembaban beserta penggunaannya

B. DASAR TEORI :
Suhu adalah besaran yang menyatakan derajat panas dingin suatu benda.
Alat yang digunakan untuk mengukur suhu disebut termometer. Kelembaban
udara adalah banyaknya kandungan uap air di atmosfer. Udara atmosfer adalah
campuran dari udara kering dan uap air. Kelembaban udara menggambarkan
kandungan uap air di udara yangd apat dinyatakan sebagai kelembaban mutlak,
kelembaban nisbi (relatif) maupun deficit tekanan uap air.Kelembaban mutlak
adalah kandungan uap air (dapat dinyatakan dengan massa uap air atau

33
tekanannya) per satuan volum. Kelembaban nisbi membangingkan antara
kandungan/tekanan uap air actual dengan keadaan jenuhnya atau pada
kapasitas udara untuk menampung uap air. Defisit tekanan uap air adalah
selisih antara tekanan uap jenuh dan tekanan uap aktual.(Handoko, 1994).

C. PROSEDUR :
1. Alat :
- Termometer
4. Bahan :
- suhu dan kelembaban suatu ruangan
5. Cara kerja :
a. Termometer dinding
1) Siapkan thermometer
2) Tempatkan thermometer dengan posisi tegak berdiri di sebuah
ruangan untuk mengukur suhu ruang.
3) Catat hasil pengukuran suhu
b. Hygrometer
1) Siapkan Hygrometer
2) Letakkan Hygrometer di tempat yang akan diukur
3) Tunggu beberapa saat
4) Bacalah skalanya

D. HASIL :

34
E. KESIMPULAN :

35
Asisten Nilai Praktikan

LEMBAR KERJA PRAKTIKUM


(LKP)

NAMA MAHASISWA :
NIM :
SEMESTER :
MATA KULIAH : Penyehatan Udara
WAKTU DAN LOKASI :

A. MATERI PRAKTIKUM
Jenis Praktikum : Pengukuran kadar debu dengan HVAS
Tujuan : - Mahasiswa dapat merangkai dan melepas
perangkat HVAS
- Mahasiswa dapat melakukan pemantauan
kualitas debu udara dengan menggunakan
HVAS

B. PROSEDUR :
1. Alat :
- HVAS (High Volume air Sampler)
- Desikator
- Timbangan analitik
- Pinset

36
- Oven
2. Bahan :
- Kertas filter
- Trifoot
- Plastik
3. Cara kerja :
a. Siapkan alat dan bahan
b. Kertas filter terlebih dahulu dioven dalam suhu 103 – 105 0C selama 1
jam, kemudian kertas filter dimasukkan kedalam desikator selama 24
jam.
c. Timbang kertas filter menggunakan timbangan analitik (A mg).
d. Letakkan kertas filter pada filter holder HVAS dengan menggunakan
pinset
e. Nyalakan HVAS setelah disambungkan dengan stop kontak terlebih
dahulu
f. Melakukan pembacaan dan mencatat indicator laju alir yang ada pada
perangkat HVAS
g. Lakukan pemaparan selama 30 menit
h. Matikan alat
i. Ambil kertas filter menggunakan pinset, lalu masukkan ke desikator
terlebih dahulu, diamkan selama 24 jam
j. Ambil kertas filter dari desikator menggunakan pinset, lalu timbang
menggunakan timbangan analitik.
k. Catat hasil penimbangan sebagai B mg
l. Hitung kadar debu, dengan rumus :

Kadar debu = ( B – A ) / (Q x t )

Q : Volume udara yang terhisap (Liter/menit)


t : Waktu sampling (menit)

37
A : Berat kertas filter dalam mg sebelum pengambilan sampel
udara (mg)
B : Berat kerats filter dalam mg setelah pengambilan sampel
udara (mg)

C. HASIL :

D. KESIMPULAN :

Asisten Nilai Praktikan

38
LEMBAR KERJA PRAKTIKUM
(LKP)

NAMA MAHASISWA :
NIM :
SEMESTER :
MATA KULIAH : Penyehatan Udara
WAKTU DAN LOKASI :

A. MATERI PRAKTIKUM :
Jenis Praktikum : Pengukuran kadar debu dengan LVAS
Tujuan : - Mahasiswa dapat merangkai dan melepas
perangkat LVAS
- Mahasiswa dapat melakukan pemantauan
kualitas debu udara dengan menggunakan
LVAS

B. PRINSIP KERJA ALAT :


1. Udara dihisap melalui filter fiber glass dengan kecepatan aliran udara 20
L/menit. Dengan rentang kecepatan aliran udara tersebut, partikulat yang
berukuran < 10 µm (diameter aerodinamik) akan tertahan dan menempel
pada permukaan filter.

39
2. Partikulat yang berukuran besar dari 10 µm akan mengendap pada sekat-
sekat elutriator, sehingga partikulat yang akan tertahan pada permukaan
filter hanya yang berukuran 10 µm;
3. Metode ini digunakan untuk mengukur pm10 di udara ambient dengan
satuan 10 µg/m3, dengan cara menimbang berat partikel yang tertahan di
permukaan filter dan menghitung volume udara yang terhisap;
4. Selain menentukan konsentrasi partikulat, filter hasil sampling juga dapat
digunakan untuk mengetahui komposisi kimia yang terkandung dalam
partikulat tersebut. Misal: sulfat, nitrat, ammonium, Cl, dan elemen logam.

C. PROSEDUR :
1. Alat :
- LVAS (Low Volume air Sampler)
- Desikator
- Timbangan analitik
- Pinset
- Oven
2. Bahan :
- Kertas filter
- Trifoot
- Plastik
3. Cara kerja :
a. Persiapan alat
1) Kalibrasi alat lakukan uji fungsi alat.
2) Persiapkan kertas filter dengan cara sebagai berikut :
 Ambil kertas filter dari kemasannya
 Kertas filter yang akan dipakai diperiksa dahulu dari
kemungkinan adanya lubang/kerusakan.
 Panaskan di dalam oven pada temperatur 100ºC selama ± 60
menit

40
 Keluarkan kertas filter dari dalam oven kemudian masukkan ke
dalam desicator ( ± 10 menit ).
 Setelah dingin keluarkan dari desicator dan segera lakukan
penimbangan, catat berat kertasfilter (berat awal).
 Kertas filter disimpan pada amplop/map, setelah itu siap untuk
digunakan.
b. Pengoperasian
1) Letakkan alat pada ruangan dengan menggunakan meja atau tripod.
2) Letakan kertas filter yang telah ditimbang pada filter holder.
3) Hidupkan alat sampai waktu yang ditentukan
4) Atur flow meter dungeon kecepatan aliran udara.
5) Setelah selesai pengukuran, ambil kertas filter, lipat dan masukan
dalam amplop.
6) Lama pengukuran : Flowmeter diatur sesuai kecepatan aliran udara
yang diinginkan, amati setiap 15 menit dan catat.
c. Metode analisis :
1) Panaskan kertas filter hasil sampel dalam oven dengan suhu 100ºC
selama ± 60 menit.
2) Dinginkan didalam desicator ± 10 menit.
3) Lakukan penimbangan dan catat beratnya (berat akhir).
4) Lakukan perhitungan.

D. HASIL :

41
E. KESIMPULAN :

42
Asisten Nilai Praktikan

LEMBAR KERJA PRAKTIKUM


(LKP)

NAMA MAHASISWA :
NIM :
SEMESTER :
MATA KULIAH : Penyehatan Udara
WAKTU DAN LOKASI :

A. MATERI PRAKTIKUM
Jenis Praktikum : Dust Trak
Tujuan : - Mahasiswa dapat mengetahui fungsi alat
dust trak
- Mahasiswa dapat melakukan pemantauan
kualitas debu udara dengan menggunakan
Dust trak.

B. PROSEDUR :
1. Alat :

43
- Dust Trak
2. Bahan :
- Debu di udara
3. Cara kerja :
a. Siapkan alat
b. Tekan tombol “ON” untuk menghidupkan alat
c. Tekan “Set Up” pilih “Zero Cal” tunggu sampai 60 detik dan lepaskan
“Zero Filter”
d. Tekan Set Up pilih “Flow Cal” setting dengan menekan “Up or Down”
e. Pasanglah “Dorr-Oliver Cyclone” pada inlet
f. Tekan “Run Mode” dan pilih “Manual”
g. Setting :
1) Log Interval : Kisaran 1 detik – 60 menit
2) Test Length : Kisaran 1 menit – 24 jam
3) Time Costant : kisaran 1 – 60 detik
h. Tekan tombol “Start” dan tunggu sampai “Test Length” berhenti
i. Tekan “Stats” untuk membaca hasil pengukuran kadar debu personal
(mg/m3) lalu pindahkan file ke PC jika diperlukan
j. Tekan tombol “OFF” untuk mematikan alat Dust trak

C. HASIL :

D. KESIMPULAN :

44
Asisten Nilai Praktikan

LEMBAR KERJA PRAKTIKUM


(LKP)

NAMA MAHASISWA :
NIM :
SEMESTER :
MATA KULIAH : Penyehatan Udara
WAKTU DAN LOKASI :

A. MATERI PRAKTIKUM :
Jenis Praktikum : Gas Detector
Tujuan : - Mahasiswa dapat mengetahui fungsi alat gas
detector
- Mahasiswa dapat mengoprasikan alat gas
detector
Fungsi Alat : Untuk mengetahui ada tidaknya gas berbahaya

B. PROSEDUR :
1. Alat :

45
- Gas Detector
2. Bahan :
- Ruangan
3. Cara kerja :
a. Siapkan alat
b. Pasang batu baterai pada gas detector
c. Hidupkan Gas detector dengan cara menekan / menggeser tombol
on/off
d. Paparkan Gas Detector pada suatu tempat yang akan diketahui ada
tidaknya gas berbahaya
e. Apabila akan mendeteksi tempat yang berlubang (seperti sumur) pasang
selang & hubungkan pada Gas Detector, lalu masukkan selang tersebut
kedalam sumur lalu nyalakan Gas detector.
f. Gas Detector akan berbunyi apabila di tempat tersebut terdapat gas
berbahaya
g. Pada layar akan muncul gas yang terdeteksi
h. Matikan alat Gas detector dengan cara menekan/menggeser tombol
on/off

C. HASIL :

D. KESIMPULAN :

46
Asisten Nilai Praktikan

LEMBAR KERJA PRAKTIKUM


(LKP)

NAMA MAHASISWA :
NIM :
SEMESTER :
MATA KULIAH : Penyehatan Udara
WAKTU DAN LOKASI :

A. MATERI PRAKTIKUM :
Jenis Praktikum : EPAM (Environmental Particke Air Monitor)
Tujuan : - Mahasiswa dapat mengetahui fungsi alat
EPAM
- Mahasiswa dapat mengoprasikan elat EPAM
Fungsi Alat : Unutuk mengetahui kandungan debu yang
terpapar di area (TSP, PM10,PM 2,5 dan PM 1,0)

B. PROSEDUR :
1. Alat :
- EPAM (Environmental Particle Air Monitor)

47
2. Bahan :
- Debu
3. Cara kerja :
a. Siapkan alat
b. Tentukan titik pengukuran
c. Tekan tombol power untuk menyalakan alat EPAM -5000 Haz Dust
(Tombol warna merah pada sebelah kanan)
d. Pada layar akan muncul “EPAM 5000 Particulate Air Monitor”
e. Lalu pasang tabung impactor (TSP,PM10,P2.5 dan PM 1.0)
f. Tekan tombol “Enter”
g. Arahkan cursor ke ‘Special Function’ dengan menekan tombol ‘↓’ lalu
‘Enter’
h. Arahkan ke “Extended Options” lalu tekan “Enter” kemudian tekan “↓”
pilih “Status Battery” lalu “Enter” (untuk memeriksa apakah battery
dalam keadaan full)
i. Tekan Enter“ Pilih ‘Special Function’ lalu “Enter” pilih “System
Options” lalu “Enter” kemudian tekan “Extended Options” tekan
“Enter”, tekan “Size Select” (Enter),Pilih ukuran kandungan debu yang
akan diperiksa sesuai dengan abung impactor yang dipasang lalu
“Enter”
j. Tekan “Run” (Enter),Pilih Run-Continue/Run-Overwrite/Alm-
Continue/Alm- Overwrite lalu “Enter” pilih “Yes” lalu “Now” akan
muncul tulisan “Preparing Convensations”, maka operasional
perhitungan dimulai
k. Tekan “Enter” pilih “Review Data” lalu “Satistic” kemudian “Enter”
l. Matikan alat dengan menekan tombol “Run” lalu tekan Enter sambil
ditahan beberapa detik sampai layar mati.

D. HASIL :

48
E. KESIMPULAN :

Asisten Nilai Praktikan

49
LEMBAR KERJA PRAKTIKUM
(LKP)

NAMA MAHASISWA :
NIM :
SEMESTER :
MATA KULIAH : Penyehatan Udara
WAKTU DAN LOKASI :

A. MATERI PRAKTIKUM :
Jenis Praktikum : EPAS (Environmental Perimeter Air Station)
Tujuan : - Mahasoswa dapat mengetahui fungsi alat Haz
Scanner Epas
- Mahasiswa dapat mengoperasikan alat Haz
Scanner Epas
Fungsi Alat : Untuk mengetahui parameter udara ambien yang
terpapar di area (TSP, PM10,No2,CO,suhu dan
kelembaban relative)

B. PROSEDUR :
1. Alat :

50
- Haz-Scanner Epas (Environmental Perimeter Air Station)
2. Bahan :
- Parameter udara
3. Cara kerja :
a. Siapkan alat
b. Tentukan titik pengukuran
c. Tekan “Power”
d. Lalu tekan “Start” kurang lebih 5 Detik sampai muncul tulisan di lyar
e. Kemudian biarkan ± 15 menit lalu baca hasilnya
f. Selama pengukuran, dihimbau untuk operator / orang jangan dekat
dengan alat karena akan mempengaruhi hasil pengukuran (± 1 meter
dari alat)

C. HASIL :

E. KESIMPULAN :

51
Asisten Nilai Praktikan

52

Anda mungkin juga menyukai