Busines Blue Print
Busines Blue Print
Desember 2018
Title Blueprint SAP Project System
Author Darmitha Tandepadang Page 2 Dari 83
Status Final Version 2.0
Document PBB PS P3 Project System v2.1 Date 19-Des-2018
Tujuan
Dokumen Business Blueprint ini merupakan suatu dokumentasi kebutuhan fungsional dan non-
fungsional dari modul aplikasi untuk mendukung kebutuhan-kebutuhan di area bisnis yang termasuk
dalam lingkup implementasi sistem SAP. Dokumen ini juga menjelaskan proses-proses secara
keseluruhan yang didukung oleh modul aplikasi dan kebutuhan detil yang mencakup fungsional, data,
form, laporan (report), dan interface. Kebutuhan tersebut akan mengacu pada lingkup proyek yang
disepakati di Project Charter.
Dokumen ini akan menjadi suatu dasar untuk aktivitas desain teknis, kustomisasi dan testing modul
aplikasi SAP di PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) yang mengacu pada Project Charter.
Lembar Pengesahan
Project System
Project Coordinator
NO NAMA PERUSAHAAN
1 Angga Pradiptya PT Pelabuhan Indonesia III (Persero)
2 Topo Sapto Nugroho PT Pelabuhan Indonesia III (Persero)
3 Hendiek Eko Setiantoro PT Pelabuhan Indonesia III (Persero)
4 Agus Dharmawan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero)
5 Aris Setya Yuwana PT Pelabuhan Indonesia III (Persero)
6 Darmitha Tandepadang Perdana Consulting
7 Galent Oktanaseven Altha Consulting
Title Blueprint SAP Project System
Author Darmitha Tandepadang Page 5 Dari 83
Status Final Version 2.0
Document PBB PS P3 Project System v2.1 Date 19-Des-2018
DAFTAR ISI
TUJUAN ................................................................................................................................................ 2
LEGEND ................................................................................................................................................ 8
Daftar Tabel
LEGEND
Legend adalah simbol yang menjelaskan aliran proses bisnis yang akan digunakan dalam tiap-tiap
skenario bisnis. Daftar legend adalah sebagai berikut :
Start
Indicates the start or end of the Description of Other Process in Other System
process System Non SAP
End
Description
Process in SAP system
of SAP process Decision Decision
(TCode) (Enhancement)
Description
Process in SAP system
of SAP process Database Database
(TCode) (Other SAP Modules)
1 STRUKTUR ORGANISASI
Struktur organisasi di modul Project System perlu didefinisikan untuk menentukan fungsi entitas
perusahaan yang terlibat dalam proses bisnis yang terkait dengan perencanaan RKAP (Rencana
Kerja dan Anggaran Perusahaan) investasi, pelaksanaan pekerjaan investasi, addendum
pekerjaan investasi, pelaporan progress pekerjaan investasi, revisi RKAP investasi, posting biaya
tidak langsung pekerjaan investasi, settlement biaya pekerjaan investasi, dan penutupan
pekerjaan investasi.
Struktur organisasi di modul Project System (PS) terdiri dari Client, Controlling Area, Company
Code, Plant, dan Person Responsible. Struktur organisasi Client, Controlling Area, Company
Code mengikuti struktur organisasi yang didefinisikan di modul Financial Accounting (FI) dan
Controlling (CO). Sedangkan struktur organisasi Plant mengikuti struktur organisasi yang
didefinisikan di modul Material Management (MM).
Struktur organisasi yang spesifik didefinisikan untuk kebutuhan di modul Project System adalah
Person Responsible.
1.1 Client
Client adalah organisasi tertinggi dalam struktur organisasi di SAP dimana seluruh entitas
perusahaan melakukan transaksi dalam database yang sama. PT Pelabuhan Indonesia III
(Persero) memiliki satu production client di SAP dalam menjalankan transaksi perusahaan. Kode
Client yang digunakan adalah 300.
Title Blueprint SAP Project System
Author Darmitha Tandepadang Page 10 Dari 83
Status Final Version 2.0
Document PBB PS P3 Project System v2.1 Date 19-Des-2018
PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) memiliki satu Controlling Area di sistem SAP sesuai
dengan legal entity-nya yakni PT Pelabuhan Indonesia III (Persero). Kode Controlling Area yang
digunakan di dalam sistem SAP adalah 1000.
PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) memiliki satu Company Code di sistem SAP sesuai dengan
legal entity-nya yakni PT Pelabuhan Indonesia III (Persero). Kode Company Code yang
digunakan di dalam sistem SAP adalah 1000.
Title Blueprint SAP Project System
Author Darmitha Tandepadang Page 11 Dari 83
Status Final Version 2.0
Document PBB PS P3 Project System v2.1 Date 19-Des-2018
1.4 Plant
Plant adalah organisasi yang melakukan aktivitas pekerjaan investasi, proses pengadaan,
pemeliharaan, dan penjualan. PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), Plant menggambarkan
kantor pusat, Regional, atau Terminal.
Detail kode dan deskripsi Plant dijelaskan di struktur organisasi modul Material Management
(MM).
Kode Deskripsi
Master data didefinisikan sebagai sekumpulan data yang harus sudah ada di sistem terlebih
dahulu sebelum proses bisnis di SAP dijalankan. Tipikal dari master data adalah dapat digunakan
berkali-kali dan frekuensi perubahannya kecil.
Master data yang terkait dengan modul SAP Project System adalah :
1. Work Center
2. Standard Work Breakdown Structure (WBS) dan Network
3. Struktur Biaya Pemeliharaan
Master data work center di PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) diperlukan dengan tujuan
sebagai berikut :
• Mengidentifikasi terdapat pekerjaan-pekerjaan yang merupakan bagian dari suatu
pekerjaan investasi yang dikerjakan oleh internal perusahaan PT Pelabuhan Indonesia
III (Persero).
• Menghitung kapasitas suatu work center untuk kebutuhan penjadwalan berdasarkan jam
kerja dan jumlah orang yang didefinisikan dalam work center.
Desain work center yang digunakan di PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) adalah
merepresentasikan Subdit-Subdit di Kantor Pusat dan Regional yang terlibat dalam pekerjaan-
pekerjaan yang dikerjakan secara internal untuk suatu proyek investasi. Kode Work Center
dibuat berdasarkan jumlah Terminal, dengan pertimbangan bahwa pekerjaan investasi yang
dilakukan oleh internal untuk Regional dan Terminalnya selalu ditangani di level Terminal.
XYYZZ
X : Initial Company Code
YY : Identifikasi Kantor Pusat/Terminal
ZZ : No. Urut
10901 Benoa
10501 Tanjung Wangi
11001 Celukan Bawang
11101 Lembar
11201 Bima
11202 Badas
11301 Maumere
11401 Kupang
11402 Kalabahi
11403 Waingapu
11404 Ende – Ippi
Title Blueprint SAP Project System
Author Darmitha Tandepadang Page 15 Dari 83
Status Final Version 2.0
Document PBB PS P3 Project System v2.1 Date 19-Des-2018
Start Start
1a. 1b.
Permintaan Permintaan
Work Center Perubahan
Baru Hardcopy/ Work Center Hardcopy/
Email Email
Pimpinan Subdit / Divisi
2a.
Fungsional
2b.
Persetujuan Persetujuan
Permintaan Perubahan
Work Center Work Center
Baru Hardcopy/ Hardcopy/
Email Email
4b. Mengubah
4a. Membuat Work
Sudah Ada? Tidak Work Center
Center (CNR1)
(CNR2)
Ya
End End
Title Blueprint SAP Project System
Author Darmitha Tandepadang Page 17 Dari 83
Status Final Version 2.0
Document PBB PS P3 Project System v2.1 Date 19-Des-2018
2a. Permintaan pembuatan work center harus disetujui Pimpinan Detil data
oleh Pimpinan Subdit terkait Kantor Subdit / Divisi work center
Pusat/Terminal, dalam bentuk hardcopy atau email Fungsional dalam
sesuai template yang berisi data detil dari dari work hardcopy/
center yang dimaksud. email
Setelah disetujui maka data dapat dikirimkan ke
administrator master data PS (Subdit Port
Engineering Supervision).
Jika tidak disetujui, maka proses kembali ke
langkah nomor 1a.
2b. Permintaan perubahan work center harus disetujui Subdit / Divisi Detil data
oleh Pimpinan Subdit terkait Kantor Fungsional work center
Pusat/Terminal, dalam bentuk hardcopy atau email dalam
sesuai template yang berisi data detil dari dari work hardcopy/
center yang dimaksud. email
Setelah disetujui maka data dapat dikirimkan ke ke
administrator master data PS (Subdit Port
Engineering Supervision).
Jika tidak disetujui, maka proses kembali ke
langkah nomor 1b.
Title Blueprint SAP Project System
Author Darmitha Tandepadang Page 18 Dari 83
Status Final Version 2.0
Document PBB PS P3 Project System v2.1 Date 19-Des-2018
Step
Deskripsi Proses Peran Dokumen T-code
No.
3b. Administrator master data PS (Subdit Port Subdit Port CNR3
Engineering Supervision) melakukan pengecekan Engineering
terhadap parameter di work center yang ingin Supervision
diubah.
Profil Deskripsi
PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) project profile yang terkait dengan proyek investasi hanya
ada 1 jenis yaitu I001 dan dapat digunakan untuk semua Kantor Pusat dan Regional/Terminal.
Pada awal project profile memiliki kode “I” memiliki arti investment. Kode “001” adalah urutan
untuk project profile yang digunakan di PT Pelabuhan Indonesia III (Persero). Apabila ada
kebutuhan proses bisnis baru, maka dapat dibuatkan project profile dengan urutan 002, 003 dan
seterusnya.
Adapun penamaan Project Coding Mask yang digunakan untuk proyek investasi di PT
Pelabuhan Indonesia III (Persero) adalah :
Karakter Penggunaan
Karakter Penggunaan
60 : Waingapu
61 : Ende – Ippi
70 : Regional Kalimantan
71 : Trisakti
72 : TPKB
73 : Pulang Pisau
74 : Kotabaru
75 : Batu Licin
76 : Mekar Putih
77 : Sampit
78 : Bagendang
79 : Kumai
80 : Bumiharjo
Untuk pekerjaan investasi, standard WBS element terdiri dari beberapa level yang berisi
informasi sebagai berikut :
• Level 1 yaitu sub-program investment project
• Level 2 yaitu fase pekerjaan
• Level 3 yaitu kelompok pekerjaan
Title Blueprint SAP Project System
Author Darmitha Tandepadang Page 23 Dari 83
Status Final Version 2.0
Document PBB PS P3 Project System v2.1 Date 19-Des-2018
Penamaan kode standard WBS tidak lepas dari kode standard project definition. WBS element
memiliki hirarki/level, maka antar level di tiap WBS harus unik dalam hal pengkodean. Level 1
WBS element memiliki kode yang sama dengan standard project definition. Kode level 2 WBS
element mengandung kode WBS level 1 ditambah kode yang disesuaikan dengan keperluan
pekerjaan investasi tersebut sesuai dengan aturan coding mask.
Dibawah ini adalah standard WBS coding mask beserta identifikasi leveling yang didefinisikan di
PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) :
[Perencanaan Desain]
[Pelelangan Desain]
Beberapa hal penting terkait dengan fungsi WBS element di dalam sistem SAP yaitu:
• Sebagai account assignment untuk posting biaya di level detil pekerjaan (network).
• Dapat digunakan untuk perencanaan kegiatan per fase dengan memasukkan tanggal
rencana mulai pekerjaan beserta tanggal rencana selesai pekerjaan.
• Monitoring dan analisa realisasi per fase pekerjaan.
Penentuan struktur WBS element di SAP dapat dilakukan dengan berbagai metode. Karena
secara sistem tidak ada rekomendasi khusus yang berkaitan dengan penyusunan WBS element,
sehingga berapa level WBS yang diperlukan tergantung dari analisa yang digunakan untuk suatu
pekerjaan investasi, namun terdapat batasan karakter yang diperbolehkan oleh SAP yaitu
maksimum 24 karakter untuk kode WBS element.
Ada banyak faktor yang terkait dengan penyusunan WBS element diantaranya:
• Phase-based structuring, yaitu penyusunan WBS element berdasarkan tahapan
pekerjaan investasi.
• Function-based structuring, yaitu penyusunan WBS element berdasarkan fungsi alat
yang digunakan untuk kegiatan investasi.
• Structuring based on organizational aspects, yaitu penyusunan WBS element
berdasarkan struktur organisasi yang ada dalam suatu pekerjaan investasi.
Title Blueprint SAP Project System
Author Darmitha Tandepadang Page 24 Dari 83
Status Final Version 2.0
Document PBB PS P3 Project System v2.1 Date 19-Des-2018
Di PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), struktur WBS element-nya dibuat dengan pendekatan
phase-based structuring dimana WBS level 2 dibagi kedalam fase-fase seperti Perencanaan
Desain, Pekerjaan Fisik Investasi, Supervisi. Untuk WBS level 3 berisi informasi lebih detail dari
fase tersebut yang terdiri dari kelompok-kelompok pekerjaan seperti Pelelangan Desain,
Pekerjaan Desain. Pengaturan WBS element untuk pekerjaan investasi :
• WBS element terdiri dari maksimum 3 level, dengan justifikasi sebagai berikut :
o Standarisasi struktur WBS untuk semua pekerjaan investasi
o Mengurangi kompleksitas struktur WBS dengan menstandarisasi WBS level 2 dan
3
• WBS element menggunakan system status standar yang ada di SAP, adalah sebagai
berikut :
o CRTD : Created
o REL : Released
o CNF : Confirmed
o TECO : Technically Completed
o CLSD : Closed
• Account assignment element di WBS element di-set secara default. Indikator ini
menandakan bahwa WBS tersebut dapat memilliki network header dan activity untuk
menampung detil pekerjaan sekaligus biaya yang terjadi.
Standard Network
Definisi standard network di SAP adalah suatu yang dapat merepresentasikan pekerjaan-
pekerjaan detil (activity) investasi. Dalam struktur pekerjaan investasi, network ini digunakan
sebagai dasar untuk melakukan perencanaan, analisa, dan monitoring jadwal pekerjaan,
penugasan tenaga kerja, pembobotan pekerjaan, dan nantinya sebagai masukkan untuk
progress fisik pekerjaan.
Struktur standard network di SAP didefinisikan ke dalam 2 bagian, yaitu standard network header
dan network activity. Network header digunakan untuk mengelompokkan beberapa network
activity kedalam satu kelompok.
Network Type
Network type digunakan untuk menentukan parameter yang akan di-maintain dalam suatu
pekerjaan investasi, seperti penomoran dan settlement profile. Network type yang didesain
untuk digunakan di PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) adalah sebagai berikut :
Penomoran network type dibuat secara internal number dimana sistem akan men-generate
secara otomatis penomoran sesuai dengan range yang telah ditentukan dan di-assign ke seluruh
plant (Kantor Pusat dan Terminal) di PT Pelabuhan Indonesia III (Persero).
Title Blueprint SAP Project System
Author Darmitha Tandepadang Page 25 Dari 83
Status Final Version 2.0
Document PBB PS P3 Project System v2.1 Date 19-Des-2018
Network Profile
Network profile berisi informasi mengenai parameter default yang di-set dalam sebuah standard
network. Network profile harus diisikan dari profil yang telah dibuat sebelumnya. Di dalam
network profile berisi informasi-informasi sebagai berikut :
• Default value untuk aturan penomoran network activity, default control key untuk
pekerjaan internal maupun eksternal, unit of work/duration yang muncul pada saat
membuat sebuah network activity sehingga user tidak perlu lagi melakukan banyak entry
data pada saat proses pembuatan network activity tersebut.
Profil Deskripsi
2.2.1 Aliran Proses PS-MD-02 Pengelolaan Data Standard WBS & Network
Start Start
1b. Menambah/
1a. Membuat
Mengubah
Standard
Standard
Project
Hardcopy/ Project Hardcopy/
Structure
Email Structure Email
Pimpinan Subdit / Divisi
Standard Pengubahan
Project Standard Project
Structure Hardcopy/ Structure Hardcopy/
Email Email
Menambah/
(Port Engineering Supervision)
Administrator Master Data PS
Tidak Ya Ya Ya
5a. Data work center harus telah tersedia terlebih Mengacu pada proses :
dahulu untuk pembuatan standard network (header • (PS-MD-01) Pengelolaan Data Work
dan activity). Center
5b. Data work center harus telah tersedia terlebih Mengacu pada proses :
dahulu untuk pembuatan/penambahan/perubahan • (PS-MD-01) Pengelolaan Data Work
standard network (header dan activity). Center
Profil Deskripsi
Karakter Penggunaan
Karakter Penggunaan
Karakter Penggunaan
79 : Kumai
80 : Bumiharjo
Tabel 12. Definisi Project Coding Mask Struktur Realisasi Biaya Pemeliharaan
[Dermaga]
[Dermaga A]
Start
Dibuat di
awal tahun
1. Membuat dan
Menyetujui Struktur
Biaya Pemeliharaan
(CJ20N)
Administrator Master Data PM
3.
PM-BP-01
PM-BP-02
PM-BP-03
PM-BP-04
Maintenance Order
Processing
Tidak
Akhir Tahun?
Ya Ditutup di
akhir tahun
4. Melakukan
Technical Complete
(TECO) dan Menutup
Struktur Biaya
Pemeliharaan
(CJ20N)
End
Title Blueprint SAP Project System
Author Darmitha Tandepadang Page 34 Dari 83
Status Final Version 2.0
Document PBB PS P3 Project System v2.1 Date 19-Des-2018
2a Data WBS akan dimasukkan di setiap master data Mengacu pada proses :
Functional Location. • (PM-MD-02) Pengelolaan Data
Functional Location
2b Data WBS akan dimasukkan di setiap master data Mengacu pada proses :
Equipment. • (PM-MD-03) Pengelolaan Data
Equipment
3 Apabila belum mencapai akhir tahun, proses Mengacu pada proses :
pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan • (PM-BP-01) Maintenance
(Maintenance/Work Order) akan mengacu ke data Notification
WBS di Functional Location dan Equipment untuk • (PM-BP-02) Preventive
tahun tersebut. Maintenance
• (PM-BP-03) Predictive Maintenance
• (PM-BP-04) Corrective Maintenance
Modul Controlling (CO) menangani proses settlement dari biaya-biaya pekerjaan investasi baik
langsung maupun tidak langsung ke Cost Center (dibiayakan) ataupun ke AUC (dikapitalisasi).
5. Plant Maintenance (PM)
Modul Plant Maintenance terkait dengan proses peningkatan fungsi dan kehandalan peralatan
yang meningkatkan nilai peralatan tersebut, seperti proses retrofit atau refurbishment container
crane.
Skenario proses bisnis untuk pekerjaan investasi dalam modul Project System di PT Pelabuhan
Indonesia III (Persero) meliputi skenario-skenario dibawah ini :
• Skenario Perencanaan RKAP Investasi
• Skenario Pelaksanaan Pekerjaan - Konsultansi Perencanaan Investasi
• Skenario Pelaksanaan Pekerjaan - Fisik dan Supervisi Investasi
• Skenario Addendum Pekerjaan Investasi
• Skenario Pelaporan Progress Pelaksanaan Pekerjaan
• Skenario Revisi RKAP Investasi
• Skenario Posting Biaya Tidak Langsung Pekerjaan Investasi
• Skenario Settlement Biaya Pekerjaan Investasi
• Skenario Penutupan Pekerjaan Investasi
Title Blueprint SAP Project System
Author Darmitha Tandepadang Page 37 Dari 83
Status Final Version 2.0
Document PBB PS P3 Project System v2.1 Date 19-Des-2018
Dokumen-dokumen pendukung yang harus dilampirkan untuk usulan RKAP investasi diantaranya :
1. Analisa Kebutuhan
2. Analisa Kelayakan
3. Analisa Resiko
Proses selanjutnya adalah penetapan dan pengesahan RKAP investasi oleh Direksi dan Komisaris PT
Pelabuhan Indonesia III (Persero) kemudian anggaran dari RKAP investasi yang telah disetujui di-
transfer dari SAP BPC (Business Planning and Consolidation) ke SAP FM (Fund Management) untuk
kemudian dibuatkan project definition berdasarkan master data standard WBS dan network yang telah
dibuatkan oleh administrator master data PS (Subdit Teknologi Informasi dan Komunikasi). Setelah
project definition terbentuk, maka Direktorat Keuangan menentukan settlement rule sebagai penerima
akhir beban biaya pekerjaan investasi pada setiap network activity.
Proses selanjutnya adalah project approver melakukan persetujuan (release) atas proyek investasi
tersebut agar dapat dilakukan pekerjaan pelaksanaan fisik dan supervisi.
Title Blueprint SAP Project System
Author Darmitha Tandepadang Page 38 Dari 83
Status Final Version 2.0
Document PBB PS P3 Project System v2.1 Date 19-Des-2018
7.
8.
PS-MD-02
FI-MD-2.5
Standard
Fungsional
Master Data
WBS dan
Default Aktiva Tetap
Network
Settlement Rule
adalah AUC
6. Membuat
Project Definition*
(CJ20N)
Unit Solution &
Development
Subdit ICT
Back End
5. Transfer
Anggaran SAP FM
(SAP BPC)
Subdit / Regional /
Start
Terminal
1. Penyampaian
Usulan RKAP
Investasi
Komite Investasi dan
Pimpinan Subdit /
Regional
2. Pembahasan
Usulan RKAP
Investasi
BOD, BOC,
dan RUPS
3. Presentasi 4. Persetujuan
ke BOD & RUPS, &
A
BOC, Pra- Penetapan
RUPS RKAP
Project Planner
Subdit / Divisi
9.
Fungsional
PS-BP-02.1
Pelaksanaan
End Pekerjaan -
Konsultansi
Perencanaan
Investasi
Notes
* Termasuk menentukan bobot pekerjaan, tanggal dimulainya pelaksanaan, durasi dan relationship antar Network Activity
Title Blueprint SAP Project System
Author Darmitha Tandepadang Page 39 Dari 83
Status Final Version 2.0
Document PBB PS P3 Project System v2.1 Date 19-Des-2018
12.
A PS-BP-02.2
Supervision
Pelaksanaan
Pekerjaan - Fisik
dan Supervisi
Investasi
10.
Pembentukan
Tim PMO
End
Direksi
11. Persetujuan
Pembentukan
Tim PMO
Title Blueprint SAP Project System
Author Darmitha Tandepadang Page 40 Dari 83
Status Final Version 2.0
Document PBB PS P3 Project System v2.1 Date 19-Des-2018
Step
Deskripsi Proses Peran Dokumen T-code
No.
3. Komite Investasi mempersiapkan
dokumen-dokumen penunjang usulan
RKAP Investasi
4. Pembahasan usulan investasi antara
Komite Investasi dengan BOD.
5. Dalam pembahasan terdapat penilaian
dari BOD terhadap Usulan RKAP
Investasi yang disetujui, yang disetujui
tetapi ada perbaikan atau koreksi, dan
yang tidak disetujui.
6. Tim investasi melakukan
perbaikan/revisi usulan investasi
berdasarkan arahan/pembahasan
bersama BOD.
Step
Deskripsi Proses Peran Dokumen T-code
No.
10. Setelah dilakukan persetujuan dan penetapan Subdit Port Engineering Supervision
RKAP investasi, Subdit Port Engineering
Supervision membentuk Project Management
Office (PMO). Project Management Office
(PMO) bertanggung jawab kepada Direksi
dengan pembinaan Senior Manager yang
membidangi investasi teknik. Tugas dari Project
Management Office (PMO) untuk
melaksanakan proyek investasi.
Di dalam SAP, untuk pekerjaan yang dikerjakan oleh pihak internal PT Pelabuhan Indonesia III
(Persero) sendiri (inhouse) atau oleh pihak rekanan akan dibedakan melalui control key di network
activity. Control key memiliki fungsi mengontrol transaksi bisnis suatu network activity.
Di bawah ini adalah control key yang digunakan untuk pekerjaan investasi di PT Pelabuhan Indonesia
III (Persero) :
1. PS-BP-01
Perencanaan
Start
RKAP
Investasi
Project Planner Subdit / Divisi Fungsional
2a. Konsultan
Desain 3b. Pelaksanaan
Perencana / Desain 2b. Desain Sendiri / In
Tidak Sendiri / In Ya Pekerjaan
Pihak Ketiga (External) House (Internal)
House ? Desain Internal
(CJ20N)
Lampiran Lampiran
KAK, RAB Remunerasi RKS, RAB, Gambar
Konsultan, BQ Desain
4b. Pelaporan
Progress Desain
Oleh Pekerjaan
Tidak Internal
Konsultan Selesai?
Perencana
6a. PS-BP-03 Ya
5a. Pelaksanaan
Pelaporan
Pekerjaan 7a. Display
Progress
Konsultansi Progress Pekerjaan
Pelaksanaan
Perencana
Pekerjaan
BA. Dimulainya Laporan Bulanan/
Pekerjaan Mingguan
8a.
FI-BP-6.11
4a. Melakukan Upload Pengakuan
Network Activity*/BQ Hutang
(Enhancement) Usaha PO
Procurement
5b. PS-BP-02.2
3a. MM-BP-03
Subdit
Pelaksanaan
Pengadaan Pekerjaan - Fisik
End
Jasa dan Supervisi
Konsultansi Investasi
Title Blueprint SAP Project System
Author Darmitha Tandepadang Page 45 Dari 83
Status Final Version 2.0
Document PBB PS P3 Project System v2.1 Date 19-Des-2018
2a. Untuk pekerjaan desain (DED) yang Project Planner KAK, RAB CJ20N
dilakukan oleh konsultan Subdit / Divisi Remunerasi
perencana/desain yang dilakukan oleh Fungsional Konsultan,
pihak ketiga (Rekanan), dokumen yang BQ
harus disiapkan oleh Konsultan Perencana
diantaranya :
1. KAK (Kerangka Acuan Kerja)
2. RAB (Rencana Anggaran Biaya)
Remunerasi Konsultan
3. BQ (Bill of Quantity) yang nantinya
digunakan untuk penawaran
konsultan
Di SAP akan melakukan input jasa atau
external service pada network activity
dalam project definition.
2b. Pelaksanaan RKAP investasi dapat Project Planner RKS, RAB, CJ20N
dilakukan oleh masing-masing Subdit Subdit / Divisi Gambar
terkait. Fungsional Desain
Dokumen yang harus disiapkan oleh
Subdit terkait diantaranya :
1. RKS (Rencana Kerja dan Syarat-
syarat teknis)
2. RAB (Rencana Anggaran Biaya)
3. Gambar Desain
4. BQ (Bill of Quantity) untuk proses
lelang
Di SAP akan melakukan input network
activity internal.
Step
Deskripsi Proses Peran Dokumen T-code
No
4a. Project Planner akan melakukan upload Project Planner Enhancement
daftar pekerjaan yang dilakukan sesuai Subdit / Divisi & CN72
dengan BQ yang disetujui, daftar Fungsional
pekerjaan tersebut di upload di SAP
menjadi network activity dan simpan versi
tersebut di SAP menggunakan transaction
code CN72
Step
Deskripsi Proses Peran Dokumen T-code
No
Pekerjaan, BA Penyerahan laporan semi
rampung, BA penyerahan laporan final, BA
serah terima pekerjaan, invoice dari
konsultan, dan persyaratan lainnya).
Project Management Office (PMO) bertanggung jawab untuk mengawasi, mengarahkan pelaksanaan
pekerjaan dan mengambil keputusan terhadap hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan investasi
sesuai dengan persyaratan pekerjaan yang tercantum dalam dokumen kontrak. Hal ini bertujuan agar
penyelesaian proyek dapat berjalan tepat waktu.
Progress pelaksanaan pekerjaan investasi membutuhkan laporan-laporan yang diberikan secara tetap
untuk hasil pengukuran kuantitas dan kualitas pekerjaan yang sudah di-test, termasuk penggunaan dan
kualitas material. Laporan yang akan dimonitor diantaranya :
1. Laporan Harian
2. Laporan Mingguan
3. Laporan Bulanan
4. Laporan Akhir
Jika pelaksanaan pekerjaan investasi dilakukan oleh Konsultan Supervisi (eksternal), maka Konsultan
Supervisi akan melakukan update progress pekerjaan dari Rekanan/Vendor untuk selanjutnya
dilakukan validasi oleh Project Management Office (PMO) dan Subdit Port Engineering Supervision.
Namun, apabila pelaksanaan pekerjaan hanya dilakukan oleh Subdit terkait (internal), maka Project
Management Office (PMO) akan melakukan update progress pekerjaan dari Rekanan/Vendor dan di
validasi oleh Subdit Port Engineering Supervision. Jika pelaksanaan pekerjaan atau network activity
sudah selesai, maka dapat dilakukan Technically Completed (TECO) per network activity.
Title Blueprint SAP Project System
Author Darmitha Tandepadang Page 48 Dari 83
Status Final Version 2.0
Document PBB PS P3 Project System v2.1 Date 19-Des-2018
2.
MM-BP-01
Subdit
4. MM-BP-03
MM-BP-02 Pengadaan
MM-BP-05 B
Jasa
Proses Konsultansi
Pengadaan
Start
1. Pembuatan
WBS dan Network
Activity Pekerjaan Fisik
(CJ20N)
Lampiran KAK, RAB
dan dokumen
pendukung lain Mutual Check 0
& Change
Contract Order
Konsultan
Supervisi?
3b. Supervisi 5. Pre
Tidak Oleh Internal PMO Construction
(CJ20N) Meeting
Project Management Office (PMO)
Tidak
Tidak
10a.
12a. PS-BP-03 9a.
Pekerjaan 11a. Display Pelaporan Pelaksanaan
Melakukan Technical
Ya Proyek Progress Pekerjaan Progress Pekerjaan
Completion Activity
Selesai? (ZPS045) Pelaksanaan Proyek
(CJ20N) Laporan
Lampiran Pekerjaan
Bulanan/ BA Dimulainya
Lap. Akhir & BA. Mingguan Pekerjaan
Serah Terima
Pekerjaan
Ya A Oleh Konsultan
Supervisi
7b. PS-BP-03
9b. 6b.
Pekerjaan 8b. Display Pelaporan
Melakukan Technical Pelaksanaan
Ya Supervisi Progress Pekerjaan Progress
Completion Activity Pekerjaan
Selesai? (ZPS045) Pelaksanaan
(CJ20N) Supervisi
Pekerjaan
Lampiran Laporan Bulanan/ BA Dimulainya
Lap Final & BA. Serah Mingguan Pekerjaan
Terima Pekerjaan
Tidak
Port Engineering Supervision
13a. Laporan
Pekerjaan Investasi A
(ZPS045)
Laporan
Pekerjaan
Investasi
Subdit
18a. FI-BP-7.1
Settlement
Asset
14.
FI-BP-6.11
A Pengakuan
Hutang
Usaha PO
15.
16. Update
PS-BP-02.3
Ada Status Activity Final
Addendum Ya Tidak
Perubahan? Opname/Final Check
Pekerjaan
(CJ20N)
Investasi
(CJ20N)
18b.
FI-BP-6.11
Pengakuan
Hutang
Usaha PO
Oleh
Rekanan
22.
20. Update Status FI-BP-6.11
Activity BAST 2 Pengakuan
(CJ20N) Hutang
Usaha PO
21. PS-BP-07
Penutupan
End
Pekerjaan
Investasi
Title Blueprint SAP Project System
Author Darmitha Tandepadang Page 50 Dari 83
Status Final Version 2.0
Document PBB PS P3 Project System v2.1 Date 19-Des-2018
• Apabila permohonan addendum tidak disetujui, maka maka Project Management Office (PMO)
akan melakukan pengkajian kembali atas permohonan addendum tersebut.
Start
4. Melakukan
update requirement
urgency item PR
1. (ME52N)
PS-BP-02.2
6. Melakukan
Pelaksanaan
3. Melakukan submit PR
Pekerjaan -
penyesuaian network (ZMM6003)
Fisik dan
Supervisi project
Investasi (CJ20N)
7. Menyerahkan
dokumen
addendum kepada
Procurement
Tidak
Approver PR
Ya 5. Melakukan approval
PR
(Fiori/ME52N)
Perubahan Waktu
Penambahan
Approval Addendum
2. Menyetujui
Addendum Nilai Proyek?
Perubahan Nilai
8. MM-BP-06
Subdit
Addendum dan
Tidak End
Perubahan
Kontrak
Title Blueprint SAP Project System
Author Darmitha Tandepadang Page 59 Dari 83
Status Final Version 2.0
Document PBB PS P3 Project System v2.1 Date 19-Des-2018
Progress pekerjaan diinput tidak hanya untuk pekerjaan fisik, tetapi juga pekerjaan desain dan supervisi
yang dilakukan oleh Rekanan/Vendor.
Data yang harus di-input oleh Rekanan/Vendor di template softcopy untuk progress pelaksanaan
pekerjaan adalah :
1. Persentase progress pelaksanaan pekerjaan,
2. Tanggal aktual mulai pekerjaan,
3. Tanggal aktual selesai pekerjaan.
4. Tanggal pelaporan (entry date)
Setelah data-data telah diisi dan dicek benar, Rekanan/Vendor kemudian mengirim isian progress
pekerjaan dalam bentuk template softcopy tersebut untuk divalidasi oleh Konsultan Supervisi dan
Project Management Office (PMO) melalui email dan tandatangan hardcopy. Validasi dilakukan untuk
setiap progress pekerjaan.
Berikut ini proses validasi isian progress sebelum data diunggah ke SAP :
1. Jika menggunakan Konsultan Supervisi :
• Validasi #1 oleh Konsultan Supervisi
• Validasi #2 oleh PMO
2. Jika tidak menggunakan Konsultan Supervisi :
• Validasi #1 oleh PMO
Apabila ada progress pekerjaan yang tidak valid, maka template softcopy akan dikembalikan ke
Rekanan/Vendor untuk dikoreksi.
Title Blueprint SAP Project System
Author Darmitha Tandepadang Page 61 Dari 83
Status Final Version 2.0
Document PBB PS P3 Project System v2.1 Date 19-Des-2018
Start
Project Management Office (PMO)
6. Unggah Template
1a. PS-BP-02.1 7a. PS-BP-02.1
Softcopy Progress
Pelaksanaan Pelaksanaan
(ZPS005)
Pekerjaan - Pekerjaan -
Konsultansi Template Konsultansi
Perencanaan Softcopy yang Perencanaan
Investasi Telah Diisi Investasi
Ya
1b. PS-BP-02.2
Pelaksanaan 2. Unduh Template
Pekerjaan - Fisik Softcopy Progress Progress Valid? End
dan Supervisi (ZPS004)
Investasi
Template
Softcopy
7b. PS-BP-02.2
1c. PS-BP-02.3 Pelaksanaan
5b. Validasi
Addendum Pekerjaan - Fisik
Progress
Pekerjaan Template Softcopy dan Supervisi
Investasi dan Hardcopy yang Investasi
Telah Diisi.
Ya
Tidak
Konsultan Supervisi
Progress Valid?
Tidak
4. Validasi
Progress
Template Softcopy
dan Hardcopy yang
Telah Diisi.
Rekanan / Vendor
3. Input Progress,
Actual Start Date, 5a. Melakukan
Actual Finish Date per Proses Koreksi
Network Activity Sesuai Progress
Template Softcopy
Template
Template dan Hardcopy yang
Softcopy yang Telah Diisi.
Telah Diisi
Berkas-berkas usulan revisi RKAP investasi yang telah lengkap dan disetujui Pimpinan Terminal dapat
disampaikan ke Kantor Pusat. Usulan revisi RKAP investasi dikelompokkan menurut aktiva keuangan
(asset class).
Usulan revisi RKAP investasi yang telah disetujui juga akan dilakukan pembahasan bersama dengan
Komite Investasi Revisi RKAP Investasi untuk kemudian dipresentasikan kepada BOD (Board of
Director) dan BOC (Board of Commissioner).
Title Blueprint SAP Project System
Author Darmitha Tandepadang Page 64 Dari 83
Status Final Version 2.0
Document PBB PS P3 Project System v2.1 Date 19-Des-2018
Start
Terminal
1. Penyampaian
Usulan Revisi Lampiran
RKAP Investasi Analisa Kebutuhan,
Kelayakan & Resiko
2. Penjadwalan
Komite Investasi
Pembahasan
Usulan Revisi
RKAP Investasi
4. Presentasi ke
3. Pembahasan
BOD &BOC,
Usulan Revisi
Penetapan Revisi
RKAP Investasi
RKAP Investasi
Project Management Officer Unit Solution &
Development
Back End
Subdit ICT
5. Upload penetapan
Revisi RKAP Investasi ke
SAP BPC dan Transfer
Anggaran ke SAP FM
6.
PS-BP-02.2
Pelaksanaan
Pekerjaan -
(PMO)
Fisik dan
Supervisi
Investasi
End
Title Blueprint SAP Project System
Author Darmitha Tandepadang Page 65 Dari 83
Status Final Version 2.0
Document PBB PS P3 Project System v2.1 Date 19-Des-2018
Step
Deskripsi Proses Peran Dokumen T-code
No.
6. Tim investasi melakukan
perbaikan/revisi usulan investasi
berdasarkan arahan/pembahasan
bersama BOD (Board of Director).
5. Subdit ICT Unit Solution & Development Back Subdit ICT SAP BPC
End melakukan upload penetapan Revisi Unit Solution
RKAP Investasi ke SAP BPC dan Transfer &
Anggaran ke SAP FM (Fund Management). Development
Back End
Untuk tunjangan Project Management Office (PMO) dan tunjangan komunikasi (pulsa telepon dan
internet), proses diawali dengan perhitungan jumlah proyek yang ditangani oleh PMO (apabila telah
ada perubahan atas Perdir 74 Tahun 2015 sebelum SAP Go Live).
Apabila Perdir 74 Tahun 2015 belum diubah saat SAP Go Live, maka role akan diberikan ke Subdit
Port Engineering Supervision, dengan menghitung besaran nilai tunjangan berdasarkan Perdir no 74
tahun 2015 kemudian didistribusikan ke masing-masing proyek secara proporsional berdasarkan nilai
kontrak.
Sedangkan untuk biaya atas Pajak Import Barang (PIB) dan bunga pinjaman suatu proyek, dilakukan
oleh Direktorat Keuangan dengan melakukan posting terhadap network activity biaya tidak langsung di
setiap proyek.
Biaya tidak langsung lainnya, seperti survei, soil test, Konsultan Perencana, Konsultan Supervisi,
promosi, operasional proyek, dibuat melalui proses pembuatan Purchase Requsition (PR) dari network
activity.
Title Blueprint SAP Project System
Author Darmitha Tandepadang Page 68 Dari 83
Status Final Version 2.0
Document PBB PS P3 Project System v2.1 Date 19-Des-2018
3.7.1 Aliran Proses PS-BP-05 Posting Biaya Tidak Langsung Proyek Investasi
Start
Indirect Cost
2. PS-BP-02.2
1. FI-BP-6.11
Pelaksanaan 3. Display Biaya Tidak
Pengakuan
Pekerjaan - Fisik Langsung Proyek
Hutang Usaha
dan Supervisi (CN41N)
PO
Investasi
End
Title Blueprint SAP Project System
Author Darmitha Tandepadang Page 69 Dari 83
Status Final Version 2.0
Document PBB PS P3 Project System v2.1 Date 19-Des-2018
Biaya-biaya yang terjadi untuk proyek investasi di PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) dapat
dikategorikan sebagai berikut :
1. Biaya langsung adalah biaya-biaya yang terjadi untuk pelaksanaan fisik pekerjaan investasi,
baik berupa jasa pekerjaan investasi ataupun pengadaan aset.
2. Biaya tidak langsung adalah biaya-biaya yang terjadi untuk pekerjaan/aktivitas lainnya diluar
pekerjaan pelaksanaan fisik proyek investasi. Contoh biaya ini adalah :
a. Posting biaya atas Pajak Import Barang (PIB) dan bunga pinjaman suatu proyek
b. Biaya-biaya yang telah mendapat persetujuan dari Divisi Finance & Budgeting
Secara proses di SAP, biaya-biaya tersebut diatas di-posting terhadap network activity di suatu proyek
investasi. Posting biaya terhadap network activity berasal dari proses berikut ini :
1. Posting atas Service Acceptance terhadap Purchase Order/Kontrak berdasarkan isian
progress fisik pekerjaan, baik untuk kontrak konsultan perencana, kontrak pekerjaan fisik
proyek, dan kontrak konsultan supervisi.
2. Posting atas Service Acceptance terhadap Purchase Order/Kontrak berdasarkan proses
pengadaan jasa survei, promosi, pengadaan yang terkait operasional.
3. Posting atas Good Receive terhadap Purchase Order/Kontrak berdasarkan pengadaan aset,
misalnya kendaraan, lahan, dll.
4. Posting dari modul Human Capital Management atas perjalanan dinas yang terkait dengan
proyek investasi (Travel Management).
5. Posting dari modul Human Capital Management untuk tunjangan Project Management Office
(PMO) dan komunikasi
6. Posting dari modul Finance langsung, misalnya untuk pajak import barang dan bunga
pinjaman.
Proses settlement diawali dengan pengecekkan settlement rule untuk setiap network activity yang telah
di-set oleh Direktorat Keuangan ketika menyusun struktur pekerjaan investasi, ataupun ketika ada
penambahan pekerjaan (addendum) oleh Project Management Office (PMO).
Pihak Direktorat Keuangan melakukan review dan justifikasi, apakah biaya tersebut akan dikapitalisasi
atau menjadi expense. Dibawah ini adalah settlement receiver masing-masing proses tersebut :
1. Jika dikapitalisasi, cek nomor AUC (Asset Under Construction) telah benar,
2. Jika dijadikan expense, ubah settlement rule dengan kategori Cost Center, dan isikan kode
Cost Center penerima beban biaya.
Title Blueprint SAP Project System
Author Darmitha Tandepadang Page 71 Dari 83
Status Final Version 2.0
Document PBB PS P3 Project System v2.1 Date 19-Des-2018
Start
1. Month End
Closing
Activity
2. Cek Settlement
Rule untuk Network
Subdit Accounting & Budget
Dibiayakan/
Dikapitalisasi Dibiayakan
Dikapitalisasi?
4. Melakukan
Settlement
(CJ88/CJ8G)
End
Title Blueprint SAP Project System
Author Darmitha Tandepadang Page 72 Dari 83
Status Final Version 2.0
Document PBB PS P3 Project System v2.1 Date 19-Des-2018
Setelah dilakukan penutupan, dokumen-dokumen terkait diarsipkan dari pihak Project Management
Office (PMO) ke Subdit Port Engineering Supervision, yang selanjutnya diserahkan oleh Subdit Port
Engineering Supervision kepada Subdit Umum (Kearsipan).
Title Blueprint SAP Project System
Author Darmitha Tandepadang Page 74 Dari 83
Status Final Version 2.0
Document PBB PS P3 Project System v2.1 Date 19-Des-2018
Start
1. PS-BP-02.2
Pelaksanaan
Pekerjaan –
Fisik dan
Supervisi
Investasi
Project Management Office (PMO)
2. Melakukan
TECO (Technical
Completion) Project
Definition, WBS, Network
(CJ20N)
3.
FI-BP-6.11
Pengakuan
Hutang
Usaha PO
4. Penutupan Project
Definition
(CJ20N)
End
Title Blueprint SAP Project System
Author Darmitha Tandepadang Page 75 Dari 83
Status Final Version 2.0
Document PBB PS P3 Project System v2.1 Date 19-Des-2018
Kode
Nama Report Transaksi Deskripsi
SAP
Display Project Planning CJ2C Menampilkan rencana waktu pelaksanaan pekerjaan
Board investasi dalam bentuk planning board.
Project Structure CN41N, CN41 Menampilkan rencana waktu dan waktu aktual
Overview pelaksanaan pekerjaan investasi, rencana biaya dan
realisasi biaya yang timbul, progress dan status setiap
pekerjaan (network activity) untuk keseluruhan
pekerjaan investasi.
Individual Overview – CN42N, CN42 Menampilkan informasi dan parameter yang ada di
Project Definition project definition.
Individual Overview – CN43N, CN43 Menampilkan informasi dan parameter serta rencana
WBS Elements waktu dan waktu aktual pelaksanaan pekerjaan
investasi di level WBS element.
Individual Overview – CN47N, CN47 Menampilkan rencana waktu dan waktu aktual
Network Activities pelaksanaan pekerjaan investasi, progress dan status
setiap pekerjaan (network activity) secara individual.
Plan and Actual Costs S_ALR_87013 Menampilkan rencana biaya dan realisasi biaya yang
Report 531 timbul di level project definition, WBS element, dan
network activity.
Actual Cost per Month S_ALR_87100 Menampilkan realisasi biaya yang timbul di level
Report 185 project definition, WBS element, dan network activity
setiap bulannya.
Plan Cost per Month S_ALR_87100 Menampilkan rencana biaya yang timbul di level
Report 186 project definition, WBS element, dan network activity
setiap bulannya.
Commitments per Month S_ALR_87100 Menampilkan komitmen biaya seperti PR (Purchase
Report 187 Requisition) dan PO (Purchase Order) yang timbul di
Title Blueprint SAP Project System
Author Darmitha Tandepadang Page 77 Dari 83
Status Final Version 2.0
Document PBB PS P3 Project System v2.1 Date 19-Des-2018
Kode
Nama Report Transaksi Deskripsi
SAP
level project definition, WBS element, dan network
activity setiap bulannya.
Workflow, Report, Interface, Conversion, Enhancement, dan Form dibutuhkan untuk menjalankan
proses bisnis pekerjaan investasi di PT Pelabuhan Indonesia III (Persero). WRICEF merupakan aplikasi
non-standard SAP sehingga memerlukan pengembangan (development) tersendiri.
Berikut ini adalah daftar WRICEF yang akan di-develop untuk menjalankan proses bisnis pekerjaan
investasi di PT Pelabuhan Indonesia III (Persero).
Jenis
No. Deskripsi Detil Kebutuhan
Development
1. Custom Field untuk parameter Enhancement Custom field di project definition :
informasi suatu sub-program
(project definition) pekerjaan 1. Informasi Jenis Investasi, yaitu :
investasi. Tahun Berjalan, Multiyears, Carry
Over
2. Informasi Nama Program Induk,
untuk pengelompokkan sub-
program
3. Kelompok Investasi, yaitu : Level
Of Revenue, Level Of Service,
Level Of Safety, Minimal
Requirement.
Ketiga informasi diatas digunakan
untuk pengelompokkan di report.
4. Volume : misal 400 m2.
Informasi tambahan volume
pekerjaan investasi.
5. Indikator Kelayakan Finansial
(NPV, IRR, Payback Period).
6. Informasi Kode Regional, yaitu :
Jawa timur, Jawa Tengah, Bali
Nusra, dan Kalimantan
Title Blueprint SAP Project System
Author Darmitha Tandepadang Page 78 Dari 83
Status Final Version 2.0
Document PBB PS P3 Project System v2.1 Date 19-Des-2018
3. Upload Network Activity (BQ) Enhancement Program untuk Upload Network Activity
Pekerjaan Investasi. (BQ) Pekerjaan Investasi.
Network Activity di-upload di SAP setelah
BQ diberikan oleh Rekanan/Vendor.
5. Upload Template Softcopy Progress Enhancement Program untuk upload data progress
Network Activity Pekerjaan Investasi
Data yang di-upload :
1. Presentase progress pelaksanaan
pekerjaan,
2. Tanggal aktual mulai pekerjaan,
3. Tanggal aktual selesai pekerjaan.
4. Tanggal pelaporan (entry date)
Program ini untuk melakukan posting :
1. Confirmation progress
2. Service acceptance
9. Report mobile : Status progress fisik Enhancement Report untuk melihat progress total setiap
per pekerjaan investasi, jadwal pekerjaan investasi secara mobile.
pembayaran, & dokumen Monitoring proyek oleh manajemen untuk
persyaratan pembayaran, checklist status progress fisik pekerjaan investasi,
terkait dokumen kelengkapan legal. jadwal pembayaran & dokumen
persyaratan pembayaran, checklist terkait
dokumen kelengkapan legal.
Title Blueprint SAP Project System
Author Darmitha Tandepadang Page 79 Dari 83
Status Final Version 2.0
Document PBB PS P3 Project System v2.1 Date 19-Des-2018
10. Report rincian dan rekapitulasi Report BW Report rincian dan rekapitulasi anggaran
anggaran dalam 1 report BI/BW RKAP investasi per Tahun per Fasilitas ,
query : Terminal, Kelompok Investasi, Triwulan,
1. Laporan Rekapitulasi RKAP Jumlah Program.
Investasi Tahun XXXX - Per
Fasilitas Mendapatkan informasi data anggaran dari
2. Laporan Rekapitulasi RKAP fase usulan sampai dengan
Investasi Tahun XXXX - Per penetapan/pengesahan dengan grouping
Terminal Per Fasilitas per Tahun per Fasilitas , Terminal,
Kelompok Investasi, Triwulan, Jumlah
3. Laporan Rekapitulasi RKAP Program.
Investasi Tahun XXXX - Per
Terminal, Kelompok Investasi,
Triwulan, Jumlah Program
4. Laporan Rincian RKAP
Investasi Tahun XXXX - Per
Terminal / Kantor Pusat
11. Report rincian dan rekapitulasi Report BW Report rincian dan rekapitulasi anggaran
anggaran vs realisasi dalam 1 vs realisasi RKAP investasi per tahun per
report BI/BW query : fasilitas.
1. Laporan Bulanan Rincian Mendapatkan informasi data anggaran vs
Pelaksanaan RKAP Investasi realisasi dengan grouping per tahun, per
Tahun XXXX - Per Terminal / Terminal/kantor pusat, per fasilitas.
Kantor Pusat
2. Laporan Bulanan Rekapitulasi
Pelaksanaan RKAP Investasi
Tahun XXXX - Per Terminal /
Kantor Pusat
3. Laporan Bulanan Rekapitulasi
Pelaksanaan RKAP Investasi
Tahun XXXX - Per Fasilitas
4. Laporan Bulanan Rincian
Pelaksanaan RKAP Investasi
Tahun XXXX - Kantor Pusat
13. Laporan Progress Fisik S-Curve Report BW Laporan Progress Fisik S-Curve Pekerjaan
Pekerjaan Investasi Investasi per pelaksanaan pekerjaan fisik.
Mendapatan laporan Progress Fisik S-
Curve Pekerjaan Investasi per
pelaksanaan pekerjaan fisik bulanan.
15. Workflow informasi email : Workflow Workflow informasi email status BAST 1
Status setelah pelaksanan BAST 1 ➔
ke PMO, Subdit terkait, Port PMO, Subdit terkait, Port Engineering
Engineering Supervision, Subdit Supervision, Subdit Subdit Procurement,
Subdit Procurement, dan Direktorat dan Direktorat Keuangan
Keuangan.
Appendix