Anda di halaman 1dari 30

Spesifikasi Pekerjaan Konstruksi Baja

BAB 3 - PEKERJAAN BAJA STRUKTUR


PASAL 1 - UMUM Pekerjaan dari bab ini, harus sesuai dengan persyaratan dari seluruh dokumen kontrak. 1.1. Persyaratan Umum A. Kontraktor harus menyediakan semua tenaga kerja, termasuk tukang las yang mempunyai sertifikat; bahan-bahan, perlengkapan dan peralatan dan menyelenggarakan semua pekerjaan seperti disyaratkan untuk kelengkapan, pengiriman dan pekerjaan yang berhubungan sesuai dengan gambar-gambar kontrak. Kontraktor harus menjamin pengukuran di lapangan sedemikian seperti disyaratkan untuk ketepatan pabrikasi dan pemasangan baja struktur serta pekerjaan yang berhubungan. Semua pengukuran-pengukuran menjadi tanggung jawab Kontraktor.

B.

C. Apabila ada pertentangan antara spesifikasi, gambar-gambar, referensi peraturan-peraturan dan standar-standar serta peraturan bangunan, maka persyaratan yang paling kuat/keras harus diikuti. D. Pemeriksaan dan persetujuan yang diberikan sesuai dengan spesifikasi ini tidaklah membebaskan Kontraktor dari tanggung jawabnya. E. Kontraktor bertanggung jawab untuk pembuatan baja struktur sesuai spesifikasi yang harus diperiksa oleh pengawas yang ditunjuk dengan bantuan keperluan detail seperti skala, kapasitas, teknologi, fasilitas pabrik, tenaga teknisi, pekerja yang terampil dan sebagainya untuk mendapatkan persetujuan secara resmi. Biaya seperti disyaratkan untuk pelaksanaan pemeriksaan seperti dimaksud di atas menjadi tanggung jawab Kontraktor. Apabila Engineer berpendapat bahwa baja struktur dikerjakan (seluruhnya atau sebagian) di pabrik tanpa persetujuan seperti disebutkan di atas, Kontraktor harus secepatnya mengganti dengan baja struktur seperti tersebut di atas yang dikerjakan pada satu pabrik yang telah disetujui. 1.2. Lingkup Pekerjaan A. Pekerjaan yang termasuk meliputi :

Spesifikasi Pekerjaan Konstruksi Baja

1.

Penyediaan semua tenaga kerja, bahan-bahan dan sebagainya seperti dinyatakan pada pekerjaan pabrik secara umum, pengiriman, pemasangan, percobaan dan pemeriksaan dari baja struktur. Semua penunjang, perkuatan sementara (temporary bracing). Persiapan dibengkel dan cat dasar untuk batang-batang baja struktur. Perbaikan lapangan untuk bagian-bagian baja struktur yang tidak dimaksudkan untuk dilapis pelindung tahan api. Perlengkapan baut angkur, pelat-pelat dasar dan pelat untuk meratakan, perancah dan penunjang yang diperlukan untuk pemasangan. Batang-batang penunjang metal deck. Semua sambungan dan alat-alat penyambung. Persyaratan yang harus diserahkan. Koordinasi pekerjaan ini dengan pekerjaan lain yang berhubungan seperti metal decking.

2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

10. Catatan pada gambar-gambar struktur adalah merupakan bagian dari bab ini. B. Pekerjaan yang berhubungan : Pelajari semua bagian untuk pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan bab ini, seperti : 1. 2. 3. bagian-bagian metal macam-macam seperti ditunjukkan pada gambar arsitek, termasuk pekerjaan tangga baja. pekerjaan metal decking, sesuai Spesifikasi Arsitektur. pekerjaan lapisan pelindung tahan api yang disemprotkan, seperti disyaratkan.

1.3.

Referensi-referensi Pekerjaan yang terdapat pada bab ini, kecuali ditentukan lain pada gambar atau diperinci berikut, harus mengikuti peraturan-peraturan, standard-standard atau spesifikasi edisi terakhir sebagai berikut : 1. 2. 3. PPBBI - 1984 AISC AISC : : : Peraturan Perencanaan Bangunan Baja Indonesia. Specification for the design, Fabrication and Errection of Structural Steel for Buildings. Code of standard practice.

Spesifikasi Pekerjaan Konstruksi Baja

4. 5. 6. 7. 8. 9.

AWS

D1.1.

: : : : : : : :

Specification for Welding Electrodes. Method and Definitions for Mechanical Testing of Steel Products. Specification for Structural Steel. Specifications for High Strength Low Alloy Columbium - Vanadium Steels of Structural Quality. Specification for High Strength Bolts for Structural Steel Joints, Nuts and Plain Hardened Washers. Specification for Quenched and Tempered Alloy Steel Bolts for Structural Steel Joints. Specification for Straight Beam Ultrasonic Examination of Plain and clad steel plates for Special Applications. Specification for Steel Sheet, Zinc Coated (Galvanized) by the Hot-Dip Process, Structural (Physical) Quality. Specification for Steel Sheet, Zinc-Coated (Galvanized) by the Hot-Dip Process, General Requirements. Code for Welding in Building Construction. Welding Inspection.

ASTM A370 ASTM ASTM A36 A572

ASTM A325 ASTM A490

10. ASTM A578 11. ASTM A446

12. ASTM A525

13. AWS 14. AWS 1.4.

: :

Hal-hal yang perlu diserahkan : Hal-hal yang perlu diserahkan seperti berikut harus disiapkan oleh Kontraktor sesuai dengan jadwal yang telah disetujui untuk diserahkan dan dengan segera agar tidak menyebabkan keterlambatan baik pada pekerjaannya sendiri maupun pada pekerjaan kontraktor lain atau sub kontraktor : A. Gambar kerja Kontraktor harus menyerahkan gambar kerja kepada pengawas yang ditunjuk empat minggu sebelum pabrikasi, gambar kerja harus termasuk detail-detail lengkap dan jadwal-jadwal untuk pabrikasi dan perakitan komponen struktur di bengkel. 1. 2. 3. termasuk detail pemotongan, sambungan-sambungan, anti lendutan, lubang-lubang dan data lain yang berhubungan. nyatakan las dengan simbol-simbol AWS, dan tunjukkan ukuran, jenis dan panjang las. informasikan tahapan pengelasan.

Spesifikasi Pekerjaan Konstruksi Baja

4. 5. 6. B.

lengkapi gambar-gambar, templates, dan arah untuk memasang bautbaut angkur dan persyaratan-persyaratan angkur lainnya. identifikasi detail-detail dari semua sambungan-sambungan dengan petunjuk nomor detail dan lembar gambar. usulan untuk pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

Gambar-gambar pelaksanaan (as built drawing) Setelah pemasangan selesai, Kontraktor harus memperbaiki gambar kerja sehubungan dengan perubahan-perubahan yang dilakukan di lapangan dan menyerahkan gambar pelaksanaan ini kepada pengawas yang ditunjuk pada waktu pelaksanaan selesai.

C.

Data produksi Spesifikasi pabrik atau perusahaan dan rekomendasi pemasangan untuk produk-produk berikut, termasuk laporan pengujian laboratorium dan data lain yang disyaratkan untuk membuktikan pemenuhan sesuai pesyaratanpersyaratan yang ditentukan : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Baja struktural, termasuk lampiran laporan "mill test", meliputi bahan kimia dan sifat-sifat physik. Baut mutu tinggi, termasuk mur ("nuts") dan cincin ("washers"). Baut hitam dan mur. Cat dasar untuk baja struktur. Elektroda untuk las. "Steel deck". "Stud connectors".

D. Sertifikat tukang las Sertifikat tukang las harus diserahkan, yang menyatakan kwalifikasi tukang las. E. Laporan Serahkan sertifikat dari laporan-laporan percobaan di pabrik untuk semua kelengkapan pekerjaan baja. Termasuk nama dan lokasi dari pabrik dan bengkel dan analisa dari sifat-sifat fisik dan kimia dari semua baja sesuai dengan semua bagian dari persyaratan ASTM.

Spesifikasi Pekerjaan Konstruksi Baja

1.5.

Pengujian dan pemeriksaan-pemeriksaan A. Pengujian untuk baja struktur harus dibuat dan dilengkapi dengan laporanlaporan oleh laboratorium dimana dilakukan percobaan-percobaan sesuai dengan persyaratan-persyaratan berikut : 1. Diadakan semua pengujian dari baja struktur sesuai dengan persyaratanpersyaratan dari "Standard Methods dan Definisi-definisi untuk percobaan mekanik dari produksi-produksi baja, ASTM A 370. Pengujian ultrasonic harus sesuai dengan persyaratan-persyaratan dari American Welding Society's (AWS) D 1.1, pasal 6. Pengujian Dye Panetrant harus sesuai dengan persyaratan-persyaratan dari ASTM E 165 dan AWS D 1.1. Pengujian contoh benda uji harus dilakukan oleh laboratorium resmi dan oleh Kontraktor harus dibuat dengan mesin untuk mendapatkan dimensi seperti disyaratkan pada Spesifikasi Standar ASTM atau standar AWS.

2. 3. 4.

B.

Percobaan "Mill Test" dan pemeriksaan dari baja struktur : 1. Pengujian Pesanan Baja di pabrik sesuai ASTM A 36 dan A 572; dimana baja dipesan dari pabrik, dipotong sesuai panjang, diidentifikasikan dengan angka/nilai panas atau leleh dan dilengkapi dengan laporanlaporan percobaan analisa pabrik, bahan harus dipakai tanpa pengujian setempat lebih jauh, dengan ketentuan perlengkapan dan pernyataan tertulis yang sah diberikan bahwa bahan-bahan sesuai dengan persyaratan-persyaratan. Dalam hal ada pertentangan, percobaan-percobaan tarik dan lentur dari bahan, baik di pabrik atau setempat, seperti disyaratkan (untuk persediaan setempat) harus diadakan. 2. Pengujian pada baja yang tidak diidentifikasikan : Dalam hal baja struktur tidak dapat diidentifikasikan dengan nilai panas atau leleh dan tidak disertai dengan analisa pabrik dan laporan percobaan, persediaan demikian boleh dipakai, dengan mengadakan 1 percobaan tarik dan 1 percobaan lentur untuk setiap 50 ton atau sebagian kecil sebanyak yang akan dipakai dalam pekerjaan. Untuk bahan-bahan, pemeriksaan lengkap keempat sisi permukaan dapat disyaratkan. Setiap potong baja dari persediaan setempat harus dilakukan percobaan dan dicap.

C. Setiap baja yang tidak dapat diidentifikasikan atau meragukan dari mana asalnya harus ditolak dan disingkirkan dari proyek.

Spesifikasi Pekerjaan Konstruksi Baja

D. Pipa baja bila ada harus ditest untuk tarik, lentur dan kerataan untuk setiap kepanjangan 500 dari bagian dari setiap ukuran. E. Pemeriksaan baja struktur harus diadakan di pabrik, bengkel dan lapangan tapi pemeriksaan-pemeriksaan atau percobaan-percobaan demikian tidak membebaskan Kontraktor dari tanggung jawabnya untuk menyiapkan bahanbahan yang memuaskan. Pengawas yang ditunjuk dibenarkan untuk memeriksa dan menolak bahanbahan ataupun hasil kerja yang salah setiap saat sebelum persetujuan akhir dari pemasangan baja struktur. F. Percobaan las dan baut : Percobaan laboratorium harus memeriksa las di lapangan dan di bengkel dan baut "mutu tinggi". Percobaan laboratorium harus sesuai dengan\peraturan-peraturan dari Departemen Bangunan/Gedung yang berlaku dan harus dinyatakan tertulis, pada waktu selesainya pekerjaan, pengelasan dan pemakaian baut "high tensile" harus dilakukan sesuai dengan gambar-gambar dan spesifikasi-spesifikasi dan peraturan setempat yang berlaku.

G. Pemeriksaan secara kontinu baut-baut "mutu tinggi" : Laboratorium penguji harus memeriksa kekencangan baut tidak kurang dari 10% dari baut mutu tinggi secara arak pada setiap sambungan dengan baut mutu tinggi, dengan paling sedikit dua buah baut pada tiap sambungan, bila nilai kemampuan tarik pada setiap baut yang ditest jatuh di bawah nilai yang sebagaimana mestinya, maka semua baut yang ada pada sambungan tersebut harus ditest. Prosedur pemeriksaan harus seperti dinyatakan pada "Specification for Structural Joints Using ASTM A 325 atau A 490 bolts" by the Research Council on Riveted and Bolted Structural Joints. H. Pemeriksaan secara menerus pada pekerjaan las tumpul : Laboratorium penguji harus memeriksa sambungan las dari kolom ke kolom, kolom ke gelagar (girder), atau gelagar ke gelagar dengan ultrasonic atau percobaan tanpa merusak (non destructive tests) lainnya yang disetujui. 1. Pengujian ultrasonic harus dilaksanakan oleh tenaga yang telah dilatih secara khusus, teknisi yang bermutu, yang akan mengoperasikan perlengkapan, mempelajari las dan menyiapkan suatu catatan (record) dari hasil pengujian las yang telah dipelajari, kerusakan yang dijumpai dan penempatan setiap kerusakan. Biaya dari perbaikan dan percobaan ulangan dari las yang rusak harus dipikul oleh Kontraktor.

Spesifikasi Pekerjaan Konstruksi Baja

2.

Pada awalnya, las-las yang disyaratkan untuk percobaan ultrasonic harus ditest sebanyak 100% dengan maksud menetapkan kwalifikasi dari setiap tukang las. Apabila kerusakan yang terjadi dan ditolak kurang dari 5% dari las yang diuji, maka frekwensi dari percobaan boleh dikurangi sampai 25%. Apabila pada tahap percobaan yang 25% ini tingkat kerusakan yang terjadi dan ditolak meningkat sampai 5% atau lebih, maka percobaan 100% harus dilaksanakan sampai tingkat kerusakan yang terjadi dan ditolak berkurang sampai kurang dari 5%. Persentase harus dihitung untuk masing-masing tukang las. Bila indikasi ultrasonic timbul dari akar las, dapat diinterpretasikan sebagai kerusakan las atau backing strip, maka backing strip harus dilepas atas biaya Kontraktor, dan apabila tak ada kerusakan yang tampak pada akar las secara visual, las harus ditest ulang. Apabila tak ada kerusakan yang terindikasi pada percobaan ulangan ini dan tak ada pengaruh yang perlu diperhitungkan dari bagian dasar (base) dan metal las (backing strip) telah dilepas, sambungan tidak perlu perbaikan atau pengelasan lebih lanjut. Bila ada kerusakan yang terindikasi maka kerusakan harus diperbaiki atas biaya Kontraktor. Indikasi akar las yang meragukan yang ternyata terbukti tidak rusak, tidak boleh diperhitungkan terhadap tukang las untuk menaikkan tingkat (jumlah) percobaan. Hasil test ultrasonic harus dievaluasi oleh laboratorium resmi untuk menyatakan mutu dari las sesuai dengan AWS D 1.1., Appendix L Part C. Metoda-metoda lain untuk pemeriksaan, seperti misalnya x-ray, gammaray, magnetic particle, atau dye penetrant, boleh dipakai pada las-las dengan persetujuan Engineer, bila dianggap perlu.

3.

4.

5.

6.

I.

Inspeksi bahan dengan ultrasonic 1. Semua bagian dari kolom dalam jarak 30 cm (15 cm masing-masing sisi) dari las tumpul langsung untuk sambungan flens gelagar harus ditest dengan ultrasonic untuk laminasi sesuai petunjuk ASTM A 578 - Level II. Bahan pada lokasi yang diberi tanda harus ditest untuk mengetahui texture lapisan (laminasi) dengan ultrasonic sebelum pabrikasi, dengan laporan tertulis yang diserahkan kepada Arsitek dan Engineer Struktur. Deteksi dari laminasi : Yang dimaksudkan dengan kerusakan yang dijumpai pada pengetesan ultrasonik dan ditolak adalah sebagai berikut :

2.

3.

Spesifikasi Pekerjaan Konstruksi Baja

Dipakai perlengkapan ultrasonic yang cocok dan telah dikalibrasi, setiap data yang tidak menerus disebabkan kehilangan total dari refleksi balik dan yang tidak dapat dicakup dalam diameter lingkaran 7.5 cm tidak dapat diterima. J. Pemeriksaan ulang dari las dan Laminasi di lapangan : Kira-kira 25 persen dari sambungan gelagar dan kolom yang menahan momen, harus dilakukan percobaan ulang di lapangan. Sambungansambungan ini harus ditest ulang setelah las berumur kira-kira 30 hari. Hal yang sama, periksa ulang bahan kolom untuk laminar tearing.

PASAL 2 - Bahan-bahan 2.1. Bahan-bahan Bahan-bahan baja yang dimaksud pada bab ini adalah baja profil, baja pelat, steel decking untuk lantai dan hal-hal lain seperti studs, baut angkur, elektroda las dan lain sebagainya. Semua bahan-bahan harus baru, dari mutu terbaik. Bahan-bahan persediaan harus baik dari pabrik dengan memperhatikan kekhususan pada pasal-pasal khusus, didasarkan persetujuan oleh Arsitek. A. Baja struktur : ASTM A 36, ASTM A 572, mutu seperti tercantum pada gambar-gambar. B. Baut mutu tinggi, mur dan cincin : ASTM A 325 dan ASTM A 490, mutu seperti dicantumkan pada gambar-gambar.

C. Electrode las untuk baja struktur : AWS D 1.1. hanya elektroda-elektroda di dalam seri E-60 XX termasuk dispesifikasi tersebut di atas yang boleh dipakai seperti disyaratkan dengan kondisi pakai yang diharapkan. D. Metal decking : ASTM A 446-87 dan A 525-87 dan Steel Deck Institute (SDI) Design Manual for Floor Deck and Roofs Decks. E. 2.2. Angkur Baut : ASTM A 307.

Pabrikasi baja : A. Umum Kecuali ditentukan lain atau seperti diperinci disini, harus disediakan tenaga

Spesifikasi Pekerjaan Konstruksi Baja

kerja dan pabrikasi seperti AISC spesifikasi. Permukaan bidang kontak harus dibersihkan sebelum mulai. Toleransi untuk pabrikasi material harus sesuai AISC "Code of Standard Practice". B. Lubang-lubang untuk baut angkur Lubang-lubang untuk baut angkur pada pelat bearing dan pelat dasar dibuat dengan menggunakan mesin punch dan bor. C. Sambungan-sambungan di bengkel Baut-baut dan las-las seperti dimaksudkan, kecuali bila disetujui lain. D. Permukaan-permukaan tumpuan (Bearing Surfaces) Semua permukaan-permukaan tumpuan harus rata dan direncanakan untuk kontak penuh. E. Pengelasan Lihat Pasal 3 dari spesifikasi ini. F. Bahan alternatif : Secara umum, sediakan ukuran-ukuran, bentuk, berat-berat dan jenis yang tepat untuk kesesuaian dengan gambar-gambar dan spesifikasi-spesifikasi, karena ukuran-ukuran berakibat tidak hanya terhadap kekuatan batang, tetapi juga pengaturan dari Mechanical dan penampakan Arsitektural dan operasi dari kelengkapan tersebut. Namun, dengan persetujuan tertulis dari pengawas yang ditunjuk, batangbatang yang dibentuk dari pelat (members built up from plates) boleh digantikan dengan "rolled shapes" tanpa biaya tambahan kepada Owner, dengan ketentuan menghasilkan sifat-sifat phisik dari batang asli seperti penampang modulus, momen inersia dan lain sebagainya, dan dengan ketentuan biaya tambahan yang diakibatkan oleh penggantian dari built up dengan rolled shapes harus ditanggung oleh Kontraktor. 2.3. Toleransi Produk : Toleransi produk harus sesuai tabel berikut : Item 1. Panjang balok L Bentuk (Figures) Toleransi 3 mm

Spesifikasi Pekerjaan Konstruksi Baja

2. Panjang kolom L

L < 10 m L 10 m

3 mm 4 mm

3. Ketinggian Lantai L1, L2, L3

3 mm

4. Lengkungan balok

1 ---- L 1000 dan 10 mm 1 ---- L 1500 dan 5 mm

5. Lengkungan kolom

Item 6. Tinggi penampang (H)

Bentuk (Figures)

Toleransi H 400 mm 2 mm 1 400mm< H < 800 mm 1 --- H 200 H 800 mm 4 mm

7. Lebar penampang

3 mm

Spesifikasi Pekerjaan Konstruksi Baja

8. Kesikuan (squareness)

B --100 dan 3 mm b --100 dan 1.5 mm 2 mm

9. Lendutan flens

10. Ketidak sentrisan kolom

Item 11. Lengkungan dari badan profil penampang (H)

Bentuk (Figures)

Toleransi H e1 --150 B e2 --150 tidak berlaku untuk t 6 mm L e1; e2 --300 dan e1, e2 3 mm

12. Sudut dari batang pada sambungan

13. Kekasaran dari permukaan yang dipotong dengan sistim

---

200 s

Spesifikasi Pekerjaan Konstruksi Baja

gas torch 14. Dalamnya takikan dari permukaan yang dipotong dengan sistim "gas cut"

---

1 mm

Spesifikasi Pekerjaan Konstruksi Baja

PASAL 3 - PELAKSANAAN PEKERJAAN 3.1. Pengiriman dan penyimpanan A. Baja struktur tidak boleh diangkat sampai lapisan cat dasar benar-benar kering. Perhatikan untuk menghindari abrasi dan kerusakan-kerusakan lainnya. B. Simpan bahan-bahan baja, baik yang masih baku ataupun yang dihasilkan di pabrik, di atas platform yang diletakkan di atas tanah, pallet, skids atau penunjang-penunjang lainnya. Bahan-bahan harus dijaga agar bebas dari kotoran, gemuk dan benda-benda asing lain serta dilindungi dari korosi. C. Kirim ke proyek dalam waktu yang cukup untuk pemasangan : baut-baut angkur, pelat-pelat tumpuan (bearing plates) dan bagian-bagian lain untuk dikumpulkan sebagai bagian dari pekerjaan lain dari proyek ini dan lengkap dengan templates dan/atau instruksi-instruksi setting yang lain. 3.2. Instalasi A. Umum 1. Pemasangan baja struktur dilakukan dengan penunjang yang memenuhi syarat. Pemasangan baja harus direncanakan dengan hati-hati dan disiapkan pemotongan yang memenuhi persyaratan minimum. Untuk pemasangan agar memenuhi persyaratan terhadap kelurusan, ketepatan posisi dan level, maka perlu disediakan penunjang-penunjang sementara untuk keseimbangan beban dan tegangan dari struktur, termasuk pada waktu pemasangan dan operasinya; tinggalkan ditempat sesuai persyaratan keamanan kerja. Jangan memberikan beban dengan alasan yang tidak perlu pada bahan atau perlengkapan. Aturlah operasi pelaksanaan agar tidak terjadi keterlambatan atau gangguan dengan bagian pekerjaan lain. Perhatikan semua resiko pada sambungan dengan pelaksanaan pekerjaan ini. 2. Batang-batang yang rusak : Selama pemasangan, meluruskan atau mengganti batang-batang yang bengkok, terpuntir atau rusak, harus sesuai petunjuk pengawas yang ditunjuk. Apabila disyaratkan pemanasan dalam meluruskan, adakan pemanasan demikian dengan metoda-metoda yang akan menjamin terjadinya temperatur yang seragam untuk keseluruhan batang. Dalam hal menurut pengawas yang ditunjuk terjadi

Spesifikasi Pekerjaan Konstruksi Baja

kerusakan pada penampilannya, kekuatannya atau angka keamanannya, maka batang-batang tersebut harus diganti dengan yang baru. 3. Toleransi untuk pelaksanaan Pekerjaan baja struktur, toleransi pelaksanaannya selain harus sesuai dengan edisi terahir dari : "AISC Specification for the Design, Fabrication and Erection of Structural Steel for Buildings" dan "AISC Code of Standard Practice for Steel Buildings and Bridges", juga harus memenuhi toleransi berikut:

Spesifikasi Pekerjaan Konstruksi Baja

Item Kemiringan dari Struktur (/H)

Bentuk (Figures)

Toleransi 1 ---, dan harus kurang 500 dari 25 mm

Kelengkungan dari Struktur (/H)

1 ----, dan harus kurang 2000 dari 30 mm

Tinggi kolom yang dipasang lokasi dan kerataan dari baut-baut angkur

Kesalahan dari tinggi Kolom yang terpasang Harus kurang dari 3 mm. Kesalahan jarak (1) antara dua pusat angkur yang berdekatan haruslah kurang dari 3 mm. Kesalahan 2, jarak antara pusat angkur ke pusat pola harus lebih kecil daripada 2 mm. Kesalahan dari Penempatan kolom yang tidak segaris harus lebih kecil dari 5 mm.

Ketidak tepatan penempatan kolom-kolom pada suatu garis ()

Spesifikasi Pekerjaan Konstruksi Baja

Item

Bentuk (Figures)

Toleransi

Tinggi lantai ke lantai (H)

+ 3 mm

Kemiringan kolom (/H)

1 --500

Level dari balok (/L)

1 ---- , dan harus 1000 lebih kecil dari 5 mm

Lentur dari balok (/L)

1 ---1000

Spesifikasi Pekerjaan Konstruksi Baja

Serta harus memenuhi toleransi berikut : a. Untuk batang-batang individual, kecuali spandrel beams, harus memperhatikan kelurusan vertikal atau kedataran dimana kesalahan tidak boleh melampaui 1 : 750. Spandrel beams harus memperhatikan kedataran dimana kesalahannya tidak melampaui 1 : 1500 (plus atau minus) diukur dari tepi atas balok sampai kesambungan kolom diatasnya yang terdekat. b. Potongan tegak, diukur dari tepi atas balok pada setiap pertemuannya dengan kolom tidak boleh bervariasi lebih dari plus atau minus 12 mm setiap tingkat tidak termasuk perpendekan kolom akibat beban mati. Pada 10 (sepuluh) tingkat yang pertama, ketidak lurusan dari sumbu kolom tidak boleh lebih dari 12 mm kearah depan maupun belakang. Di atas tingkat ini, batasan boleh dinaikkan 1.5 mm untuk setiap tambahan tingkat, tetapi tidak melampaui perpindahan total sebesar 25 mm ke arah depan maupun belakang dari garis sumbu yang ditetapkan. Untuk lantai, harus memperhatikan level dari semua bagian-bagian rangka lantai atau lantai manapun, diukur dari sambungan kolom terdekat, tidak boleh bervariasi lebih dari plus atau minus 6 mm. Untuk kedataran tidak boleh bervariasi lebih dari plus atau minus 1 : 2000 untuk keseluruhan panjang atau lebar dari struktur.

c.

d.

e.

4.

Kinerja Meliputi progres pemasangan, pekerjaan mengencangkan baut untuk menjaga profil-profil baja agar tetap pada posisinya selama pengelasan di lapangan dan pengencangan akhir dari baut dan untuk mengatasi bebanbeban mati, angin dan tegangan-tegangan waktu pemasangan. Jangan mengelas atau mengunci baut sampai pekerjaan telah benar-benar lurus.

5.

Sebelum pabrikasi atau dikerjakan, bahan harus disikat dengan sikat baja, dibersihkan dari karat-karat dan untuk meluruskan harus dengan metoda yang tak akan melukai bajanya. Setelah pemasangan atau pengerjaan bagian-bagian komponen dari suatu batang; semua puntir atau lendutan harus dihilangkan sebelum bagian-bagian tersebut disatukan. Batang-batang yang sudah selesai harus bebas dari puntir, lentur dan sambungan yang tidak rapat bila dipasang. Penyambungan di lapangan : Batang-batang dan bagian-bagiannya haruslah dari ukuran-ukuran, berat, bentuk dan susunan pengaturan

6.

Spesifikasi Pekerjaan Konstruksi Baja

seperti dicantumkan dan harus dikencangkan benar-benar untuk memperoleh hasil pemasangan yang akurat serta penyambungan yang baik dari bagian-bagian yang ada di lapangan. Memperbesar lubang baut dengan cara yang tidak benar tidak diijinkan tanpa ijin pendahuluan. 7. Kontak : Bagian-bagian komponen dari batang-batang build-up harus dijaga agar benar-benar terjepit dan kaku serta dalam keadaan kontak yang rapat dengan memakai penjepit (clamps) atau baut-baut sementara selama operasi-operasi pengelasan. Sambungan-sambungan tekan yang tergantung pada tumpuan kontak harus mempunyai permukaan tumpuan yang digiling (dari pabrik) dengan halus atau dipotong dengan gergaji tegak lurus terhadap sumbunya, atau seperti pada detail. Sambungan-sambungan lain harus dipotong atau dirapikan kelurusannya dan dengan benar. 8. Pengeboran, pemukulan dan membesarkan lubang : Pembuatan lubang dengan cara membakar atau membakar untuk memperbesar lubang yang dilakukan di bengkel atau di pabrik, hanya diijinkan dengan persetujuan tertulis dari Engineer. Lubang-lubang untuk alat pelengkap/tambahan atau untuk lewatan pekerjaan lain, harus dengan persetujuan tertulis dari Engineer dan harus diadakan sebagai bagian pekerjaan dari bab ini. Bila diijinkan, untuk pelat dengan tebal sama atau lebih kecil dari diameter baut ditambah 1.4 mm, maka lubang baut boleh dibuat 1.5 mm lebih besar dari diameter nominal dari baut. Dimana pada pembuatan lubang dibuat dahulu dengan diameter lebih kecil 1.5 mm dari diameter nominal baut dan kemudian baru digerinda atau semacamnya untuk mencapai diameter lebih besar 1.5 mm dari diameter nominal baut agar sesuai dengan yang diperlukan. 9. Pemotongan dengan alat untuk memotong dengan sistim bakar diperbolehkan bila baja yang dipotong tidak mengalami tegangan selama pengoperasian, dan asalkan saja tegangan tidak akan dipindahkan melalui permukaan yang dipotong dengan sistim bakar. Pemotongan dengan sistim bakar harus dibuat halus dan teratur dalam garis bentuknya. Untuk menentukan lebar efektif dari batang, yang dipotong dengan sistim bakar, dikurangi 3 mm dari tepi yang dipotong. Sudut dari pelat pengkaku pada pertemuan dua pelat harus dipotong

Spesifikasi Pekerjaan Konstruksi Baja

dengan radius yang memungkinkan untuk pengerjaan dengan min 25 mm. B. Sambungan-sambungan 1. Baut hitam Sambungan-sambungan di lapangan dengan menggunakan baut hitam hanya boleh dilakukan sebagaimana ditunjukkan/dinyatakan. Toleransinya harus sebagai berikut : Item Bentuk (Figures) Toleransi

a. toleransi pusat lubang baut

1 mm

b. toleransi jarak lubang baut

2 mm

Spesifikasi Pekerjaan Konstruksi Baja

2.

Baut mutu tinggi : Dimana sambungan struktur menggunakan baut-baut mutu tinggi, maka bahan-bahan, metoda pemasangan dan pemeriksaan terhadap tarik, jenis-jenis dari "wrench" yang akan dipakai dan metoda-metoda pemeriksaan harus sesuai dengan "specification for structural joints using ASTM A 325 or A 490 bolts". a. Penggunaan baut-baut kekuatan tinggi harus mempunyai tanda pengenal yang ditempatkan pada bagian atas dari kepala baut sebelum meninggalkan pabrik. Pengencangan dari mur-mur harus dilakukan dengan "turn-of-nut method" atau "direct tension indicator procedure". Gaya tarik baut minimum untuk ukuran baut yang dipakai harus sesuai dengan tabel pada standar-standar referensi di atas. c. d. e. Baut-baut yang telah dikencangkan harus diberi tanda dengan indentifikasi. Cincin untuk mengencangkan harus dipasang sesuai spesifikasi AISC. Permukaan bidang kontak dari bagian-bagian baut harus bebas dari kulit oksid besi (scale), karat, kotoran-kotoran, atau bahan-bahan asing lain dan/atau segala macam kerusakan yang akan menghalangi/menghambat kerjasama antara bagian-bagian dari baut. Panjang baut harus terdiri dari grip ditambah 30 mm. Toleransi untuk celah pada sambungan dengan baut kekuatan tinggi sebelum dikencangkan adalah 1 mm.

b.

f. g.

Spesifikasi Pekerjaan Konstruksi Baja

3.

Las Las dan sambungan-sambungan las harus didetail dan dilaksanakan sesuai dengan persyaratan-persyaratan dari American Welding Society, D 1.1. Code for Welding in Building Constructions, edisi terakhir, section 2, 3, and 4, dan seperti modifikasi pada AISC Specifications for the Design, Fabrication and Erection of Structural Steel for Buildings; atau seperti didetail dan catatan pada gambar-gambar. Sambungan-sambungan las harus dilas secara elektrik dengan mesinmesin las dengan kuat arus yang disetujui, jenis voltage rendah. a. Semua metoda, tahapan, persyaratan dan prosedur termasuk pemanasan awal, harus didetail secara tertulis dan diserahkan kepada Engineer untuk diperiksa. Kelengkapan-kelengkapan harus dibuat dalam mendetail panjang batang untuk perubahan dimensi sebagai ruang dari penyusutan akibat tegangan-tegangan sedemikian untuk mendapatkan dimensi ahir seperti disyaratkan. Selama pemasangan dan pengelasan, komponen-komponen dari suatu "build-up member" harus dipegang dengan penjepit atau semacamnya yang memadai untuk menjaga kelurusan dari bagianbagian dan untuk menjaga agar bagian-bagian benar-benar menempel. Tahapan dari pengelasan lapangan harus direncanakan untuk menjaga agar tegangan terdistribusi dengan baik dan tidak terjadi penyimpangan serta harus diserahkan kepada pengawas yang ditunjuk pada saat menyerahkan gambar kerja. Jangan mengelas tanpa memasang pelindung anti angin. Bagian-bagian las yang rusak harus dipotong dengan pahat (chisel) atau bunga api las (air arc) dan dibuang. c. Penyimpanan dan perawatan Electrodes : Kemasan dari "low hydrogen type electrodes" harus dalam keadaan kering pada waktu dipakai. Apabila kemasan dibuka, Electrodes harus dipakai dalam waktu 4 (empat) jam setelah kemasan dibuka. Electrodes yang tidak dipakai dalam periode waktu 4 (empat) jam ini, dan electrodes yang telah diekspose terhadap udara dengan kelembaban relative 75% selama lebih dari 1 (satu) jam, atau lebih, harus dikeringkan dahulu sedikitnya 2 (dua) jam pada suhu 43C sampai 121C sebelum dipakai, atau kondisinya harus disesuaikan seperti rekomendasi dari pabrik. Persiapan : Permukaan yang akan dilas harus benar-benar bersih dari cat, gemuk, kulit oksid besi (scale) dan benda-benda asing. Pada

b.

d.

Spesifikasi Pekerjaan Konstruksi Baja

waktu pengerjaan pengelasan; apabila tidak dapat dikerjakan sekaligus maka pada waktu akan melanjutkan, permukaan bidang kontak las harus dibuang lapisan kulit lasnya dan dibersihkan benarbenar sebelum dilanjutkannya pekerjaan pengelasan. Toleransi persiapan Bentuk (Figure) 1. Untuk kasus complete fusion groove welding. i. Bila dipakai back chipping Toleransi (mm) Manual arc welding 0 < G 4 Dalam kasus I shaped welding, bagaimanapun juga T 0 < G -2 Submerged arc welding 0 < G 1 Gas scaled arc semi automatic welding 0 < G 3 Dalam kasus I shaped edge Bagaimanapun juga T 0 < G -3 ii. Bila dipakai backing strip Submerged arc welding - 2 <G +2 Manual arc welding, gas scaled arc semi automatic welding - 2 G

edge

Spesifikasi Pekerjaan Konstruksi Baja

Bentuk (Figure) 2. Untuk kasus partial fusion groove welding.

Toleransi (mm)

Manual arc welding 0 < G 3 Submerged arc welding 0 < G 1 Gas scaled arc semi-automatic Welding 0 < G 2

e.

Sifat-sifat dari las : Setelah pengelasan, las harus disikat dengan sikat kawat dan harus menghasilkan permukaan yang seragam, halus dan baik, tepinya secara visual tidak memperlihatkan bagian las yang kurang atau lebih, dan bebas dari porositas. Pemeriksaan secara visual pada tepi-tepi dan ujung-ujung dari las sudut harus menunjukkan keadaan yang baik dari pengerjaannya (terpasang sampai ke dasar besi yang dilas dan peleburannya baik). Toleransi dari sambungan-sambungan las : Toleransi dari sambungan-sambungan las harus sesuai tabel berikut : Bentuk (Figures) Toleransi 2 mm Ukuran sisi dari las harus Ditambah dengan 2 mm Ukuran sisi dari las harus ditambah dengan Bentuk (Figures) Toleransi 1 mm

f.

Jenis (Type) 1. Celah dari sambungan tee (las sudut) () 2. Celah dari las lewatan (lap weld) () Jenis (Type) 3. Celah dari "backing plate" ()

Spesifikasi Pekerjaan Konstruksi Baja

4. Pelat pada sambungan las tumpul (butt weld)

t 15 mm 1.5 mm t 15 mm < t < 30 mm --10 t 30 mm 3 mm t = tebal pelat terkecil Manual arc welding 0 < 4 mm Submerged arc welding 0 < 1 mm Gas scaled arc semi Automatic welding 0 < 3 mm Non gas scaled arc semi Automatic welding 0 < 3 mm Submerged arc welding 2 mm Manual arc welding, gas Scaled arc semi automatic Welding, non gas scale Arc semi automatic Welding -2 mm

5. Celah sambungan

6. Celah sambungan yang memakai backing strip

Spesifikasi Pekerjaan Konstruksi Baja

Jenis (Type) 7. Root face

Bentuk (Figures)

Toleransi Non gas scaled arc semi automatic welding, manual arc welding, gas scaled arc semi automatic welding. dengan back strip -2 1 mm tanpa back strip -2 2 mm Submerged arc welding -1 1 mm

8. Included angle

+ 5 -5

9. Ukuran las sudut (s)

Dalam 10% dari kepanjangan las, toleransinya < 0.1 s

10. Kelebihan tebal las sudut (c) Catatan : (L) : Panjang kaki (S) : Kelebihan ukuran las

+ (0.1 s + 1 mm) -0

Spesifikasi Pekerjaan Konstruksi Baja

Jenis (Type)

Bentuk (Figures)

Toleransi

11. Kelebihan tebal dari las tumpul (c)

Max + 4 mm Min + 0.8 mm

12. Undercute

e 0.05 t dan e 0.5 mm

13. Ketidakrataan dari kepala las (e1, e2)

e1 < 2.5 mm (L 25 mm) e2 < 5 mm (L 150 mm)

4.

Kolom-kolom : Letakkan dasar kolom pada posisi yang tepat untuk kelurusan, baik kelurusan terhadap garis lokasi maupun terhadap sumbunya sendiri, didukung pada pelat alas/dasar pendukung yang dapat diatur sampai grout di bawahnya telah selesai dikerjakan. Ketidak tepatan sumbu/as kolom pada bagian dasar yang diijinkan adalah 1.5 mm. Aturlah posisi dan level yang tepat dari alas selama grouting. Pengerjaan grout di bawah setiap pelat alas harus diperiksa dan disetujui oleh pengawas yang ditunjuk.

5.

Baut-baut angkur : Disediakan dan dikirim dengan template dan gambar-gambar pelengkap kepada yang akan memasangnya. Periksa posisi dari baut-baut sebelum pengiriman baja; laporkan kesalahan-kesalahan atau penyimpangan-penyimpangan dalam pekerjaan untuk memutuskan ijin.

Spesifikasi Pekerjaan Konstruksi Baja

3.3.

Pemeriksaan mutu di lapangan A. Standar-standar pemeriksaan : "Code for Welding in Building Construction" dan "Welding Inspection" dari "American Welding Society" revisi terahir. B. Percobaan-percobaan dan persyaratan-persyaratan untuk pemeriksaan : sesuai dengan persyaratan-persyaratan dari Pasal 1.4. dari spesifikasi ini.

3.4.

Pembersihan Dalam penyelesaian pekerjaan dari bab ini, singkirkan kelebihan bahan-bahan yang tidak terpakai, sampah dan puing-puing yang dihasilkan dari pekerjaan, termasuk perlengkapan-perlengkapan servis yang tidak terpakai, dan keadaan lapangan dan struktur sejauh pekerjaan pada bab ini diperhatikan, dalam keadaan bersih dan kondisi yang diijinkan.

3.5.

Pengecatan A. Deskripsi layanan Pasal ini terdiri dari ketetapan-ketetapan sesuai dengan cat anti karat (anticorrosive paint) dan pengecatan akhir dari semua baja struktur dari pekerjaan sipil dan pekerjaan-pekerjaan konstruksi bangunan, cat anti karat dan cat akhir dari penghubung-penghubung baja (steel fittings), cat dari pekerjaan-pekerjaan baja lainnya dan cat akhir baik untuk keperluan exterior maupun interior dari bangunan gedung. Kontraktor harus menyerahkan kepada pengawas yang ditunjuk, katalog, contoh-contoh warna dan sertifikat mutu yang menunjukkan dengan jelas sifat-sifat mutu dari semua cat yang akan dipakai, untuk keperluan pemilihan dan persetujuan. Lebih jauh, Kontraktor harus menunjukkan kepada Arsitek jadwal warna yang meliputi seluruh proyek, untuk keperluan pemilihan dan persetujuan. B. Persiapan permukaan untuk baja 1. Untuk Baja a. b. c. Minyak dan gemuk harus dibersihkan Semua permukaan baja harus disemprot sebelum memasang cat anti karat di pabrik. Setelah menyemprot atau membersihkan dengan peralatan, debu pada permukaan harus dihembus dengan peniup udara.

Spesifikasi Pekerjaan Konstruksi Baja

2.

Untuk sambungan dengan baut mutu tinggi a. Timbulnya karat secara cepat. Permukaan geser harus ditangani dengan membuang "mill scales" dengan gerinda putar sampai luasan lebih dari dua kali diameter cincin dan dijaga terhadap udara terbuka dimana proses karat secara cepat dapat terjadi Penyemprotan ("Blasting") Permukaan geser harus dibersihkan dengan cara menyemprot ("shot or grit blasted"). Permukaan geser dengan kekasaran tidak kurang dari 50 s harus dijaga dan karat yang timbul dapat diabai-kan.

b.

C. Bahan-bahan Untuk pekerjaan pengecatan ini, harus dipakai cat seperti berikut. Penggunaan produk ICI atau yang setara lainnya harus berdasarkan persetujuan Engineer. No. 1. 2. 3. Persyaratan Umum Alkyd based red lead/zinc chromate primer Long oil alkyd resin varnish Rich zinc chromate primer

D. Jadwal pengecatan Semua persyaratan disini didasarkan pada 3.5.B. "persiapan permukaan".

No.

No. of coats

Ketebalan dry film (u/coat)

Metoda aplikasinya

Spesifikasi 1 : permukaan baja bagian luar (exterior) dan bagian dalam (interior). di bengkel No.1. 2 di lapangan Setelah pengiriman ke lapangan, semua permukaan harus dicuci dengan air untuk membersihkan kotoran-kotoran, partikel-partikel garam, dsb yang 35 BR

Spesifikasi Pekerjaan Konstruksi Baja

menempel pada waktu pengangkutan. Permukaan yang rusak harus dibersihkan dengan "power tool" seperti disyaratkan pada SIS. No.1. 2 (touch-up primer) No.2. 1 (finish coat) No. of Coats 35 BR

25

BR/AS

No.

Dry Film Thickness (u/coat)

Method of Application

Spesifikasi 2 :

Steel fittings termasuk sashes, dsb. Lapisan cat pertama harus dilaksanakan di bengkel.

di bengkel No.3 di lapangan Setelah pengiriman ke lapangan, semua permukaan harus dicuci dengan air untuk membersihkan kotoran-kotoran, partikel-partikel garam, dsb. yang menempel pada waktu pengangkutan dan kerusakan dari lapisan cat pertama yang dikerjakan di bengkel harus dibersihkan dengan power tool sesuai SIS S.5-3.0. No.1 1 (touch-up primer) No.2 (finish coat) Singkatan : 2 35 BR 1 15 BR/AS

25

BR/AS

BR .............. Brush AS .............. Airless Spray RL .............. Roller Brush ATA .............. Spatula

Akhir dari Bab 4

Spesifikasi Pekerjaan Konstruksi Baja