0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
973 tayangan15 halaman

RKS Pagar BRC

Dokumen tersebut merupakan rencana kerja dan syarat-syarat pekerjaan konstruksi pembangunan pagar perumahan guru. Dokumen ini menjelaskan lingkup pekerjaan seperti persiapan lapangan, pekerjaan tanah, dan pondasi serta persyaratan bahan dan pedoman pelaksanaannya sesuai standar nasional Indonesia.

Diunggah oleh

Rizq Wardhana
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
973 tayangan15 halaman

RKS Pagar BRC

Dokumen tersebut merupakan rencana kerja dan syarat-syarat pekerjaan konstruksi pembangunan pagar perumahan guru. Dokumen ini menjelaskan lingkup pekerjaan seperti persiapan lapangan, pekerjaan tanah, dan pondasi serta persyaratan bahan dan pedoman pelaksanaannya sesuai standar nasional Indonesia.

Diunggah oleh

Rizq Wardhana
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT

RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT


PEKERJAAN PISIK BANGUNAN

A. SPESIFIKASI UMUM

1. Lingkup Pekerjaan

Bangunan yang dilaksanakan adalah Perencanaan Konstruksi Pemagaran Tanah Ex.


Perumahan Guru. Perincian bagian pekerjaan yang dilaksanakan didasarkan pada gambar
rencana, BQ dan RKS yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari rencana kerja dan
syarat-syarat ini.

2. Peraturan Teknis Bangunan yang digunakan

Kecuali ditentukan lain dalam RKS ini, berlaku dan menikat ketentuan-ketentuan tersebut
dibawah ini termasuk segala perubahan dan tambahannya.
2.1. Keppres No. 16 tahun 1994 dan no. 24 tahun 1995 beserta lampiran-lampiran dan
juknisnya.
2.2. Peraturan-peraturan umum mengenai pelaksanaan pembangunan di Indonesia
atau Algemene voor warden voor de uit voering bij aanneming van openbare
werken (AV) 1941
2.3. Surat Edaran bersama Bappenas dan Dirjen Anggaran No. 351/D.VI/01/1997 dan
SE - 39/A/21/01997 tanggal 20 Januari 1997.
2.4. Keputusan Dirjen Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum No.
295/KPTS/CK/1997 tanggal 1 April 1997 tentang Pedoman Teknis Pembangunan
Bangunan Gedung Negara.
2.5. Pedoman Perencanaan Gedung Sekolah Mengengah Umum SNI 03-1730-1989
2.6. Peraturan Beton Bertulang Indonesia (PBI 1991), SK SNI T-15.1919.03
2.7. Tata cara pengadukan dan pengecoran beton SNI 03-3976-1995
2.8. Peraturan Muatan Indonesia NI. 8 dan Indonesian Loading Code 1987 (SKBI-
1.2.53.1987)
RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT

2.9. Mutu Sirap SNI 03-3527-1994


2.10. Peraturan Umum Keselamatan Kerja dari Departemen Tenaga Kerja
2.11. Peraturan Semen Potland Indonesia NI 8 tahun 1972
2.12. Perturan Bata Merah sebagai bahan bangunan NI 10
2.13. Tata cara Pengacatan Dinding Tembok dengan Cat Emulsi SNI 03-2410-1991
2.14 Pedoman Perencanaan Penanggulangan Longsoran SNI 03-1962-1990
2.15. Peraturan dan ketentuan yang dikeluarkan Pemerintah Daerah setempat yang
bersangkutan dengan permasalahan bangunan.

Apabila penjelasan dalam RKS tidak sempurna atau belum lengkap sebagaimana
ketentuan dan syarat dalam peraturan diatas, maka Kontraktor Wajib mengikuti ketentuan
peraturan-peraturan yang disebutkan diatas.

3. Pekerjaan Persiapan

3.1. Lingkup Pekerjaan


3.1.1. Pembersihan lokasi sekeliling Pagar
3.1.2. Pengadaan air untuk pelaksanaan pekerjaan
3.1.3. Pemasangan bouwplank
3.1.4. Pengadaan alat-alat kerja yang dibutuhkan

3.2. Persyaratan bahan


3.2.1. Untuk penampungan air kerja disiapkan drum penampung, air harus
memenuhi kualitas yang ditentukan dalam PBI 1991.
3.2.2. Bahan bouwplank dipakai tiang kayu meranti atau sengon 5/7 dan papan
meranti atau sengon ukuran 2/20 cm.
3.2.3. Untuk lalat-alat kerja berupa kotak adukan, kotak takaran, gerobak dorong
dan lain-lain digunakan bahan kayu setempat.

3.3. Pedoman Pelaksanaan


3.3.1. Pembersihan lokasi sekeliling bangunan
Meliputi pembersihan semua tanam tumbuh termasuk pembongkaran akar-
RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT

akar pohon yang terkena Pagar dan halaman sekolah disekeliling Pagar,
termasuk perataan tanah/pembuatan terasering jika diperlukan. Hasil
bongkaran tersebut diatas dibuang ke luar lokasi pekerjaan..

3.3.2. Pengadaan air untuk pelaksanan pekerjaan


Pengadaan air untuk pelaksanaan pekerjaan diambil dari sumber air
terdekat, kemudian ditampung dalam drum-drum yang telah disediakan.
Kebutuhan air ini harus disediakan dalam jumlah yang cukup selama
pelaksanaan pekerjaan. Air harus memenuhi syarat yang tercantum dalam
PBI NI 2.

3.3.4. Pemasangan Bouwplank


Tiang Bouwplank harus terpasang kuat. Papan diketam halus dan lurus pada
sisi atasnya dan dipasang waterpass (timbang air) dengan sudut-sudutnya
harus siku.

B. SPESIFIKASI TEKNIS
4. Pekerjaan Tanah/Urugan

4.1. Lingkup Pekerjaan


Lingkup pekerjaan yang akan dilaksanakan pada pekerjaan ini sudah harus
diperhitungkan jenis tanah yang dijumpai dilapangan seperti tanah pasir, gambut,
tanah keras (batuan), tanah liat dan lain sebagainya, yaitu:
4.1.1. Galian tanah untuk pekerjaan substruktur (pondasi, saluran keliling Pagar).
4.1.2. Timbunan kembali galian tanah pondasi
4.1.3. Timbunan tanah dan pasir bawah lantai, pondasi dan saluran termasuk
pemadatannya.
4.1.4. Perataan tanah sekelilling Pagar
4.1.5. Pekerjaan Cut & Fill (bila ada)

4.2. Persyaratan Bahan


Untuk timbunan bekas galian pondasi, digunakan tanah bekas galian pondasi. Untuk
timbunan bawah lantai digunakan tanah dan pasir pasang kualitas baik.
RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT

4.3. Pedoman Pelaksanaan


4.3.1. Galian pondasi baru boleh dilaksanakan setelah bouwplank dengan
penandaan sumbu ke sumbu selesai diperiksa dan disetujui Direksi. Bentuk
galian dilaksanakan sesuai dengan ukuran yang tertera dalam gambar.
Apabila ditempat galian ditemukan pipa-pipa pembuangan, kabel listrik,
telepon atau lainnya yang masih berfungsi, maka Kontraktor secepatnya
memberitahukan kepada Direksi atau kepada instansi yang berwenang
untuk mendapat petunjuk seperlunya. Kontraktor bertanggung jawab
sepenuhnya atas segala kerusakan yang diakibatkan pekerjaan galian
tersebut.
Apabila pada waktu penggalian ditemukan benda-benda purbakala, maka
kontraktor wajib melaporkannya kepada Pemerintah Daerah setempat.
Galian-galian untuk septictank, saluran air hujan, saluran air kotor dan air
bersih dilaksanakan dengan ukuran yang ditetapkan dalam gambar kerja dan
gambar detai.
Untuk kondisi tanah yangmudah longsor Kontraktor harus memasang turap
kayu pengaman yang cukup kuat. Turap didalam bangunan harus dibongkar
setelah pondasi selesai.
4.3.2. Bila ternyata penggalian memebihi kedalaman yang telah ditentukan dalam
gambar, maka Kontraktor harus mengisi kelebihan galian tersebut dengan
pasir urug.
4.3.3. Dibawah pondasi, dan dibawah air diurug dengan pasir pasangan setebal 10
cm dan dipadatkan.

5. Pekerjaan Pondasi

5.1. Lingkup Pekerjaan


Meliputi pengerjaan seluruh Pagar, terdiri dari :
5.1.1. pondasi pasangan batu kali/batu belah
5.1.2. pondasi batu bata
5.1.3 pondasi Tapak

5.2. Persyaratan Bahan


RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT

5.2.1. Untuk pondasi batu bata digunakan jenis batu setempat yang berkualitas
baik.
5.2.2. Pondasi batu belah dengan menggunakan spesi 1 PC : 3 Kpr : 10 Psr,
bagian bawah pondasi dibuat aanstamping dari batu belah kosong yang
dipasang berdiri rapat, setebal 20 cm dengan tidak terdapat batu-batu
bertumpuk.
5.2.2. Pondasi tapak dengan menggunakan spesi 1 PC : 2 Kpr : 3 Psr, mengikuti
pedoman pelaksnaa beton bertulang.

5.3. Pedoman Pelaksanaan


5.3.1. Sebelum pondasi dipasang terlebih dahulu diadakan pengukuran-
pengukuran untuk asa pondasi sesuai dengan gambar konstruksi dan
dimintakan persetujuan Direksi tentang kesempurnaan galian.
5.3.2. Dibawah dasar pondasi didasari dengan pasir pasang setebal 10 cm dan
dipadatkan, sebagai lantai kerja. Diatas pasir dipasang aanstamping, untuk
pondasi plat tapak beton bertulang, cyclopen beton dan pondasi batu
kali/batu belah, terdiri dari batu kali dan pasir pasang (pasangan batu
kosong). Lapisan ini juga harus dipadatkan, dengan menyiram air diatasnya,
sehingga pasir akan mengisi rongga-rongga batu kali tersebut. Tebal lapisan
dibuat sesuai dengan gambar detail pondasi.
5.3.3. Untuk tanah yang berdaya dukung lebih kecil 0,5 kg/cm2, dibawah pondasi
dipasang cerucuk kayu gelam/kelukup yang ditumbuk hingga mencapai
kedalaman tanah keras.
5.3.4. Untuk pondasi dilaksanakan dengan ukuran sesuai gambar kerja dan
gambar detail. Campuran yang digunakan: Plat tapak beton adukan 1 Pc : 2
Ps : 3 Kr. Pondasi beton cyclopen dibuat dengan adukan 1 Pc : 3 Ps : 5 Kr
yang diisi 30% batu kali. Pondasi batu kali/belah dipasang dengan aperekat 1
Pc : 3 Ps. Pondasi batu bata dipasang dengan perekat 1 Ps : 4 Ps dan pada
bagian sisi diplester kasar/brappen adukan 1 Pc : 3 Ps.
5.3.5. Untuk pondasi plat tapak beton bertulang Pedoman pelaksanaan, adukan
dan pembesian harus memenuhi pedoman pada pasal beton bertulang.
5.3.6. Pondasi kaca puri dari Kayu Ulin
5.3.7. Tongkat dibuat dari kayu ulin dengan ukuran 10/10 cm diatas sepatu
RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT

penahan dari kayu ulin dipasang kruis/pen diatas dasar pondasi yang
disesuaikan dengan keadaan tanah dan petunjuk Direksi.
5.3.8. Tiang tongkat harus dipasang dengan teliti, harus tegak lurus dan siku serta
diperkuat dengan suai, yang dipasang selang-seling dengan ukuran 5/10
cm.
5.3.9. Antara tiang dengan tongkat diikat dengan baut diameter 3/8”” dan pada
bagian bawah dipasang sunduk ukuran 5/5 cm.
5.3.10. Keseluruhan pekerjaan slof untuk konstruksi kayu dibuat dari kayu ulin yang
berkualitas baik, tua dan tidak cacat dengan ukuran 10/10 cm harus sesuai
dengan gambar dan menurut petunjuk Direksi.
5.3.11. Pekerjaan gelagar dari kayu ulin dengan ukuran 5/10 cm, harus sesuai
dengan gambar dan menurut petunjuk Direksi.
5.3.12. Untuk keliling Pagar bagian bawah lantai sampai tanah ditutup papan ulin
tbal 2 cm, dengan bahan yang berkualitas baik cukup tua dan tidak cacat
serta dicat dengan residu

6. Pekerjaan Beton Bertulang

6.1. Lingkup Pekerjaan


Beton bertulang dengan perbandingan 1 Pc : 2 Ps : 3 Kr harus dibuat untuk :
6.1.1. Sloof
6.1.2. Kolom-kolom induk
6.1.3. Kolom-kolom praktis
6.1.4. Tempat-tempat lain yang mempergunakan beton bertulang sesuai dengan
gambar rencana

6.2. Bahan
6.2.1. Semen
 Digunakan Portland Cement jenis I menurut NI-8 tahun 1972 dan memenuhi
S-400 menurut Standart Cement Portlandia yang digariskan oleh Asosiasi
Semen Indonesia (NI 8 tahun 1972).
 Semen yang telah mengeras sebagian maupun seluruhnya dalam satu zak
semen, tidak siperkenankan pemakaiannya sebagai bahan campuran.
 Penyimpanan harus sedemikian rupa sehingga terhindar dari tempat yang
RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT

lembab agar semen tidak mengeras. Tempat penyimpanan semen harus


ditinggikan 30 cm dan tumpukan paling tinggi 2 cm. Setiap semen baru yang
masuk harus dipisahkan dari semen yang telah ada agar pemakaian semen
dapat dilakukan menurut urutan pengiriman.
6.2.2. Pasir Beton
Pasir beton harus berupa butir-butir tajam dan keras, bebas dari bahan-
bahan organis, lumpur dan sejenisnya serta memenuhi komposisi butir serta
kekerasan sesuai dengan syarat-syarat yang tercantum dalam PBI-1991.
6.2.3. Kerikil
 Kerikil yang digunakan harus bersih dan bermutu baik, serta mempunyai
gradasi dan kekerasan sesuai yang disyaratkan dalam PBI 1991.
 Penimbunan kerikil dengan pasir harus dipisahkan agar kedua jenis
material tersebut tidak tercampur untuk menjamin adukan beton dengan
komposisi material yang tepat.
6.2.4. Air
Air yang digunakan harus air tawar, tidak mengandung minyak, asam alkali,
garam, bahan-bahan organis atau bahan-bahan lain yang dapat merusak
beton atau baja tulangan. Dalam hal ini sebaiknya dipakai air bersih yang
diminum.
6.2.5. Besi Beton
Besi beton yang digunakan adalah baja lunak dengan mutu U-24 (tegangan
leleh karakteristik minimum 2400kg/cm2).
Daya lekat baja tulangan harus dijaga dari kotoran, lemak, minyak, karat
lepas dan bahan lainnya.
Besi beton harus disimpan dengan tidak menyentuh tanah dan tidak boleh
disimpan diudara terbuka dalam jangka waktu panjang.
Membengkok dan meluruskan tulangan harus dilakukan dalam keadaan
batang dingin. Tulangan harus dipotong dan dibengkokkan sesuai gambar
dan harus diminta persetujuan Direksi terlebih dahulu. Jika Pemborong tidak
berhasil memperoleh diameter besi sesuai dengan yang ditetapkan dalam
gambar, maka dapat dilakukan penukaran dengan diameter yang terdekat
dengan catatan:
Harus ada persetujuan Direksi
RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT

Jumlah besi persatuan panjang atau jumlah besi ditempat tersebut tidak
boleh kurang dari yang tertera dalam gambar (dalam hal ini yang dimaksud
adalah jumlah luas). Biaya tambahan yang diakibatkan oleh penukaran
diameter besi menjadi tanggungjawab pemborong.
6.2.6. Cetakan dan Acuan
Bahan yang digunakan untuk cetakan dan acuan harus bermutu baik
sehingga hasil akhir konstruksi mempunyai bentuk, ukuran dan batas-batas
yang sesuai dengan yang ditujukkan oleh gambar rencana dan uraian
pekerjaan.
Pembuatan cetakan dan acuan harus memenuhi ketentuan-ketentuan
didalam pasal 5.1. SK SNI T-15.1919.03.
6.2.7. Mutu Beton
Mutu beton yang digunakan adalah perbandingan 1 Pc : 2 Ps : 3 Kr.

6.3. Pedoman Pelaksanaan


6.3.1. Kecuali ditentukan lain dalam Rencana Kerja dan syarat-syarat ini, maka
sebagai pedoman tetap dipakai SK SNI T-15.1919.03.
6.3.2. Pemborong wajib melaporkan secara tertulis pada Direksi apabila ada
perbedaan yang didapat didalam gambar konstruksi dan gambar arsitektur.
6.3.3. Adukan beton
Pengangkutan adukan beton dari tempat pengaduan ketempat pengecoran
harus dilakukan dengan cara yang disetujui oleh Direksi, yaitu:
 Tidak berakibat pemisahan dan kehilangan bahan-bahan.
 Tidak terjadi perbedaan waktu pengikatan yang menyolok antara beton
yang sudah dicor dan yang akan dicor, dan nilai slump untuk berbagai
pekerjaan beton harus memenuhi tabel 4.4.1SK SNI T-15.1919.03.
6.3.4. Pengecoran
Pengecoran beton hanya dapat dilaksanakan atas persetujuan tertulis
Direksi. Selama pengecoran berlangsung pekerja dilarang berdiri dan
berjalan-jalan diatas penuangan. Untuk dapat sampai ketempat-tempat yang
sulit dicapai harus digunakan papan-papan berkaki yang tidak membebani
tulangan. Kaki-kaki tersebut harus sudah dapat dicabut pada saat beton
dicor.
RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT

Apabila pengecoran beton harus dihentikan, maka tempat penghentiannya


harus disetujui oleh Direksi. Untuk melanjutkan bagian pekerjaan yang
diputus tersebut, bagian permukaan yang mengeras harus dibersihkan dan
dibuat kasar kemudian diberi additive yang memperlambat proses
pengerasan. Kecuali pada pengecoran kolom, adukan tidak boleh dicurahkan
dari ketinggian yang lebih tinggi dari 1,5 m.
6.3.5. Perawatan Beton
Beton yang sudah dicor harus dijaga agar tidak kehilangan kelebaban untuk
paling sedikit 14 (empat belas) hari. Untuk keperluan tersebut ditetapkan
cara sebagai berikut :
 Dipergunakan karung-karung goni yang senantiasa basah sebagai
penutup beton.
 Hasil pekerjaan beton yang tidak baik seperti sarang kerikil, permukaan
tidak mengikuti bentuk yang diinginkan, munculnya pembesian pada
permukaan beton, dan lain-lain yang tidak memenuhi syarat, harus
dibongkar kembali sebagian atau seluruhnya menurut perintah Direksi.
Untuk selanjutnya diganti atau diperbaiki segera atas resiko pemborong.

7. Pekerjaan Dinding

7.1. Lingkup Pekerjaan


7.1.1. Diding Bata
Pemasangan dinding bata merah setebal ½ bata dilakukan untuk seluruh,
seperti tertera dalam gambar dan dijelaskan dalam gambar detail.

7.2. Persyaratan Bahan


7.2.1. Bata
Mutu bata yang digunakan dari jenis kelas I menurut NI 10 dengan bentuk
standart batu bata adalah prisma empat persegi panjang, bersudut siku-siku
dan tajam, permukaannya rata dan tidak menampakkan adanya retak-retak
yang merugikan. Bata merah dibuat dari tanah liat dengan atau campuran
bahan lainnya, yang dibakar pada suhu cukup tinggi hingga tidak hancur bila
direndam air.
RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT

7.2.2. Pasir
Harus terdiri dari butir-butir yang tajam dan keras, butir-butir harus bersifat
kekal, artinya tidak pecah atau hancur oleh pengaruh cuaca, seperti terik
matahari dan hujan. Kadar lumpur tidak boleh melebihi 5% berat

7.2.3. Semen dan Air


Untuk persyartan kedua bahan tersebut, mengikuti persyaratan yang telah
digariskan pada pasal beton bertulang.

7.2.4. Papan digunakan bahan kayu kelas II yang tidak cacat, dan untuk triplek
digunakan produksi dalam negeri.

7.3. Pedoman Pelaksanaan


7.3.1. Pekerjaan dinding mempunyai dua macam pasangan, yaitu:
 Pasangan kedap air (1 PC : 2 PS)
 Semua pasangan bata dimulai diatas sloof Pasangan dinding Pagar
7.3.2. Persyaratan Adukan
Adukan pasangan harus dibuat secara hati-hati, diaduk didalam bak kayu
yang memenuhi syarat. Mencampur semen dengan pasir harus dalam
keadaan kering yang kemudian diberi air sampai didapat campuran yang
plastis. Adukan yang telah mengering akibat tidak habis digunakan
sebelumnya, tidak boleh dicampur lagi dengan adukan yang baru.

7.3.3. Pengukuran (Uit-zet)harus dilakukan oleh Kontraktor secara teliti dan sesuai
gambar, dengan syarat:
 Semua pasangan dinding harus rata (horizontal), dan pengukuran harus
dilakukan dengan benang.
 Pengukuran pasangan benang antara satu kali menaikkan benang tidak
boleh melebihi 30 cm, dari pasangn bata yang telah selesai.

7.3.4. Lapisan bata yang satu dengan lapisan bata diatasnya harus berbeda
setengah panjang bata. Bata setengah tidak dibenarkan digunakan ditengah
pasangan bata, kecuali pasangan pada sudut.
RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT

7.3.7. Dalam mendirikan dinding yang kena udara terbuka, selama waktu hujan
lebat harus diberi perhitungan dengan sesuatu penutup yang sesuai (plastik).
Dinding yang telah terpasang harus deiberi perawatan dengan cara
membasahi secara terus menerus paling sedikit 7 hari setelah
pemasangannya.

8. Pekerjaan Pagar BRC

8.1. Lingkup Pekerjaan

Meliputi pengerjaan bagian pagar BRC

8.2. Persyaratan Bahan

1.1. Panel pagar dipasang BRC tinggi 0.90 m’ dan lebar 1 panel 2.40 m’

1.2. Pintu pagar dari BRC dengan lebar sesuai gambar.

1.3. Clip. Pagar Galvani

1.4. Tiang pagar BRC dengan tinggi 1.50 m’

8.2. Pedoman Pelaksanaan

1.1. Tiang pagar BRC dari besi bulat Galvani setinggi 0.90 m’, dipasang dengan
jarak 2.40 m’. Tiang ini harus tertanam dalam sloof beton sampai tiang
beton sesuai gambar.

1.2. Panel pagar BRC dengan tinggi 0.90 m’ dipasang antara tiang tersebut
butir a diatas, dilekatkan pada tiang dengan menggunakan clip galvani.
Tiap tiang dipasang clip sebanyak 9 buah.

1.3. Pemasangan panel tiang dan clip harus mengikuti petunjuk/ brosur produk
BRC.

9. Pekerjaan Plesteran

9.1. Lingkup Pekerjaan


Pekerjaan plesteran dilakukan pada seluruh pasangan bata, beton bertulang, saluran
RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT

keliling bangunan dan septicktank.

9.2. Persyaratan Bahan


Bahan pasir, semen dan air mengikuti persyaratan yang telah digariskan dalam pasal
beton bertulang.

9.3. Pedoman Pelaksanaan


9.3.1. Sebelum plesteran dilakukan, maka :
 Dinding dibersihkan dari semua kotoran
 Dinding dibasahi dengan air
 Semua siar permukaan dinding batu bata dikorek sedalam 0,5 cm
 Permukaan beton yang akan diplester dibuat kasar agar bahan plesteran
dapat merekat dengan baik.
9.3.2. Adukan plesteran pasangann bata kedap air dipakai campuran 1 PC:4 PS,
9.3.3. Ketebalan pleseran pada semua bidang permukaan harus sama tebalnya dan
tidak diperbolehkan berkisar antara 1,00 cm sampai 1,50 cm. Untuk mencapai
tebal plesteran yang rata sebaiknya diadakan pemeriksaan secara silang
dengan menggunakan mistar kayu panjang yang digerakan secara horisontal
dan vertikal.
9.3.4. Bilamana terdapat bidang plesteran yang berombak harus diusahakan
memperbaikinya secara keseluruhan. Bidang-bidang yang harus diperbaiki
hendaknya dibongkar secara teratur (dibuat bongkaran berbentuk segi empat)
dan plesteran baru harus rata dengan sekitarnya.
9.3.5. Semua bidang plesteran harus dipelihara kelembabannya selama seminggu
sejak
permulaan plesteran.
9.3.6. Pekerjaan plesteran baru boleh dilaksanakan setelah pekerjaan penutup atap
selesai dipasang dan setelah pipa-pipa listrik selesai dipasang.

10. Pekerjaan Pengecatan

10.1. Lingkup Pekerjaan


RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT

10.1.1. Cat tembok untuk dinding yang diplester, bidang-bidang beton dan
plafond eternit.

10.2. Bahan-bahan yang digunakan harus berkualitas baik, seperti :


10.2.1. Cat tembok sekualitas Kuda Terbang, Polymix, Vinilex, Platon.
10.2.2. Residu kualitas baik tidak luntur.

10.3. Pedoman Pelaksanaan


10.3.1. Pekerjaan pengecatan dilaksanakan setelah pemasangan plafond.
10.3.2. Pengecatan dinding harus dilakukan menurut proses sebagai berikut :
 Penggosokan dinding dengan batu gosok sampai rata dan halus,
setelah itu dilap dengan kain basah hingga bersih.
 Melapis dinding dengan plamur tembok, dipoles sampai rata. Setelah
betul-betul kering digosok dengan amplas halus dan dilap dengan
kain kering yang bersih.
 Pengecatan dengan cat tembok emulsi sampai rata, minimal 2 (dua)
kali.
 Pekerjaan cat tembok harus menghasilkan warna merata sama dan
tidak terdapat belang-belang atau noda-noda mengelupas.
10.3.3. Warna yang digunakan apabila tidak ditentukan lain oleh Pemberi Tugas
maka digunakan warna sebagai berikut :
 Dinding digunakan warna Primrose 302 dari daftar warna cat
superpolimyx.

11. Pekerjaan Lain-Lain

11.1. Lingkup pekerjaannya adalah Pekerjaan Administrasi/dokumentasi, Biaya


Keamanan/jaga malam, obat-obatan/P3K. Penjelasan masing-masing lingkup
pekerjaan ini telah dijabarkan pada masing-masing pasal diatas, kecuali pekerjaan
administrasi proyek berupa :
(i) Laporan berkala mengenai pekerjaan secara keseluruhan dan segala
sesuatunya yang berhubungan dengan pekerjaan tersebut dalam kontrak.
(ii) Catatan yang jelas mengenai kemajuan pekerjaan yang telah dilaksanakan
dan jika diminta oleh DIREKSI PEKERJAAN/PEMILIK untuk keperluan
pemeriksaan sewaktu-waktu dapat diserahkan.
RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT

(iii) Dokumen Foto :


KONTRAKTOR diwajibkan membuat dokumen foto-foto, sebelum pekerjaan
dimulai sampai pada pekerjaan selesai 100 % dan tiap tahap permintaan
angsuran disertai keterangan lokasi, arah pengambilan dan tahap
pelaskanaan pembangunan serta disusun secara rapih dan diketahui oleh
DIREKSI PEKERJAAN/PEMILIK dan Pengelola Teknis.
Syarat-syarat foto dokumentasi :
a) Tiap Unit Bangunan diambil dari empat arah,
b) Gambar menyeluruh pandangan dari empat arah,
c) Sudut pengambilan gambar dari tiap tahap harus tetap pada sudut
pengambilan tersebut pada butir (a).
Gambar dimasukkan dalam album diserahkan kepada PEMILIK melalui
DIREKSI PEKERJAAN rangkap 5 (lima).
Biaya dokumen merupakan tanggung jawab Kontrktor, Foto-foto tersebut
harus dibuat dan menjadi lampiran setiap permohonan angsuran
pembayaran.
Segala laporan atau catatan tersebut dalam Ayat (i) dan (ii) Pasal ini, dibuat
dalam bentuk buku harian rangkap 5 (lima) didisi pada formulir yang telah
disetujui oleh DIREKSI PEKERJAAN/PEMILIK dan harus selalu berada di
tempat pekerjaan.

11.2 KONTRAKTOR harus menyerahkan pada PEMILIK as built drawing. As built


drawing adalah gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan di lapangan
yang harus diselesaikan 4 minggu setelah serah terima pekerjaan untuk pertama
kali, dalam bentuk kalkir.

11.3. Pembayaran pekerjaan lain-lain ini didasarkan pada unit taksiran penawaran
Kontraktor. Harga taksiran ini sudah mencakup semua kebutuhan kontraktor
sehingga bagian pekerjaan ini berjalan dengan baik dan sempurna.

11.4. Apabila ada pekerjaan yang tidak tersebutkan dalam uraian ini, yang ternyata
pekerjaan tersebut harus ada agar mendapatkan hasil akhir yang sempurna, maka
pekerjaan tersebut harus dilaksanakan oleh Kontraktor atas perintah tertulis
Pemimpin Bagian Proyek.
RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT

11.5 .Rencana kerja dan syarat-syarat ini menjadi pedoman dan harus ditaati oleh
Kontraktor dan Pemimpin Bagian Proyek dalam melaksanakan pekerjaan ini.

Banda Aceh, 2015


Konsultan Perencana
CV. NEXT ENGINEERING CONSULTANT
 
 
 
 
RIZKY WARDHANA, ST
Direktur

Anda mungkin juga menyukai