Modul Ajar IPA SMA
Modul Ajar IPA SMA
Hal
1
A. Instrumen Penilaian Sumatif Pengetahuan ______________________________ 47
2
Unit Pembelajaran
Sistem Pernapasan pada Manusia
Hal
3
Hal
4
Unit Pembelajaran
Sistem Pernapasan pada Manusia
Modul Ajar Sistem Pernapasan pada Manusia ini disusun sebagai salah satu
aternatif sumber bahan ajar bagi guru untuk memahami topik sistem
pernapasan pada manusia. Dalam rangka memudahkan peserta didik
mempelajari konten, di dalam modul ajar ini dimuat Lembar Kegiatan Peserta
Didik (LKPD) yang dapat digunakan guru untuk memfasilitasi pembelajaran.
Komponen-komponen di dalam modul ajar ini dikembangkan dengan tujuan
agar Guru dapat dengan mudah memfasilitasi peserta didik mendeskripsikan
sistem pernapasan pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan,
masalah-masalah yang berhubungan dengan sistem pernapasan, melakukan
percobaannya, sekaligus mendorong peserta didik mencapai kemampuan
berpikir tingkat tinggi.
5
Profil Peserta Didik
Kelas terdiri atas 32 peserta didik yang terdiri atas sebagian besar peserta
didik reguler, 1 orang peserta didik tunarungu, dan 1 orang peserta didik autis.
Peserta didik tunarungu tidak mengalami kesulitan berkomunikasi jika
melihat gerak bibir lawan biacar, sehingga tidak sepenuhnya membutukan
bahasa isyarat dan mampu dengan baik memahami penjelasan dalam bentuk
tulisan untuk setiap instruksi/materi ajar. Adapun siswa autis dengan kondisi
mengalami kesulitan memusatkan perhatian dan dalam menjalankan
tugas/kegiatan.
A. Identitas
6
Unit Pembelajaran
Sistem Pernapasan pada Manusia
1. Beriman, Bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan dan Berakhlak
Mulia
2. Bergotong Royong
3. Kreatif
4. Bernalar Kritis
C. Capaian Pembelajaran
Pada akhir fase D, peserta didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup
dan benda berdasarkan karakteristik yang diamati, mengidentifikasi sifat dan
karakteristik zat, membedakan perubahan fisik dan kimia serta memisahkan
campuran sederhana. Peserta didik dapat mendeskripsikan atom dan senyawa
sebagai unit terkecil penyusun materi serta sel sebagai unit terkecil penyusun
makhluk hidup, mengidentifikasi sistem organisasi kehidupan serta
melakukan analisis untuk menemukan keterkaitan sistem organ dengan
fungsinya serta kelainan atau gangguan yang muncul pada sistem organ
tertentu (sistem pencernaan, sistem peredaran darah, sistem pernafasan dan
sistem reproduksi). Peserta didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk
hidup dan lingkungannya, serta dapat merancang upaya-upaya mencegah dan
mengatasi pencemaran dan perubahan iklim. Peserta didik mengidentifikasi
pewarisan sifat dan penerapan bioteknologi dalam kehidupan sehari-hari.
Peserta mampu melakukan pengukuran terhadap aspek fisis yang mereka
temui dan memanfaatkan ragam gerak dan gaya (force), memahami hubungan
konsep usaha dan energi, mengukur besaran suhu yang diakibatkan oleh
energi kalor yang diberikan, sekaligus dapat membedakan isolator dan
konduktor kalor. Peserta didik memahami gerak, gaya dan tekanan, termasuk
pesawat sederhana. Peserta didik memahami getaran dan gelombang,
7
pemantulan dan pembiasan cahaya termasuk alat- alat optik sederhana yang
sering dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik dapat
membuat rangkaian listrik sederhana, memahami gejala kemagnetan dan
kelistrikan untuk menyelesaikan tantangan atau masalah yang dihadapi dalam
kehidupan seharihari. Peserta didik mengelaborasikan pemahamannya
tentang posisi relatif bumi-bulan-matahari dalam sistem tata surya dan
memahami struktur lapisan bumi untuk menjelaskan fenomena alam yang
terjadi dalam rangka mitigasi bencana. Peserta didik mengenal pH sebagai
ukuran sifat keasaman suatu zat serta menggunakannya untuk
mengelompokkan materi (asam-basa berdasarkan pH nya). Dengan
pemahaman ini peserta didik mengenali sifat fisika dan kimia tanah serta
hubungannya dengan organisme serta pelestarian lingkungan. Peserta didik
memiliki keteguhan dalam mengambil keputusan yang benar untuk
menghindari zat aditif dan adiktif yang membahayakan dirinya dan
lingkungan.
8
Unit Pembelajaran
Sistem Pernapasan pada Manusia
pola atau hubungan pada data secara digital atau non digital.
Mengumpulkan data dari penyelidikan yang dilakukannya menggunakan
data sekunder, serta menggunakan pemahaman sains untuk
mengidentifikasi hubungan dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti
ilmiah.
5. Mengevaluasi dan refleksi; Mengevaluasi kesimpulan
melaluiperbandingan dengan teori yang ada. Menunjukkan kelebihan dan
kekurangan proses penyelidikan dan efeknya pada data. Menunjukkan
permasalahan pada metodologi.
6. Mengomunikasikan hasil: Mengomunikasikan hasil penyelidikan secara
utuh yang ditunjang dengan argumen, bahasa serta konvensi sains yang
sesuai konteks penyelidikan. Menunjukkan pola berpikir sistematis sesuai
format yang ditentukan.
9
A. Tujuan Pembelajaran
Tujuan Pembelajaran
Tujuan Mengidentifikasi organ-organ sistem pernafasan serta
Pembelajaran melakukan analisis untuk menemukan keterkaitan
sistem organ dengan fungsinya serta kelainan atau
gangguan yang muncul pada sistem organ tertentu
Kriteria 1. Peserta didik mengidentifikasi organ-organ
Ketercapaian pernapasan manusia dengan lengkap*/**
Tujuan 2. Peserta didik menjelaskan fungsi organ-organ
Pembelajaran pernapasan manusia dengan tepat*/**
3. Peserta didik mempraktikkan proses proses
inspirasi dan ekspirasi pernapasan pada manusia
dengan tepat.
4. Peserta didik praktik menganalisis proses inspirasi
dan ekspirasi pernapasan pada manusia dengan
baik
5. Perserta didik menggambarkan gerak paru-paru
pada saat bernapas dengan tepat
6. Perserta didik membedakan struktur paru-paru
sehat dan memiliki gangguan dengan tepat*/**
7. Peserta didik menjelaskan jenis-jenis gangguan
pada sistem pernapasan dengan tepat**
8. Peserta didik mengidentifikasi upaya-upaya
menjaga kesehatan sistem pernapasan dengan baik
10
Unit Pembelajaran
Sistem Pernapasan pada Manusia
C. Skenario Pembelajaran
Kegiatan Aktivitas Waktu
11
Inti a. Guru membagi peserta didik ke dalam kelompok yang 60’
beranggotakan 4-5 orang. (pembentukan kelompok
disesuaikan dengan jumlah peserta didik).
b. Guru membagikan LKPD 1. dan 2. kepada peserta didik.
Meminta peserta didik mempelajari LKPD 1. terlebih
dahulu.
c. Guru memfasilitasi peserta didik berdiskusi tentang
aktivitas yang perlu dilakukan selama pengamatan
video dengan bantuan LKPD 1, terutama
pembimbingan siswa berkebutuhan khusus dan
mengendalikan peserta didik lainnya untuk dapat
membantu temannya.
d. Memfasilitasi peserta didik dalam mengamati video
proses pernapasan untuk mengidentifikasi organ-
organ pernapasan yang terdapat di
https://www.youtube.com/watch?v=0zsLnyCq7yU
(atau Guru dapat mengunduhnya sebelum kegiatan
pembelajaran). Video yang digunakan dilengkapi
dengan teks yang jelas agar dapat dipahami oleh
peserta didik tunarungu. Alternatif lain, kegiatan
pembelajaran dapat menggunakan bahan bacaan yang
disertakan pada uraian materi.
e. Guru memfasilitasi peserta didik di dalam kelompok
ketika mendiskusikan hasil pengamatan dan mengisi
LKPD 1 untuk menuliskan Organ Pernapasan
menggunakan gambar yang disediakan.
f. Guru memfasilitasi peserta didik di dalam kelompok
mengamati video
https://www.youtube.com/watch?v=H6CZPpRdExk
12
Unit Pembelajaran
Sistem Pernapasan pada Manusia
13
n. Guru memfasilitasi peserta didik untuk
mengkonfirmasi hasil pekerjaannya dengan bahan
bacaan, materi di buku paket, video
(https://www.youtube.com/watch?v=9FnzDFUFrjM),
dan sumber lainnya yang relevan. Video dilengkapi
dengan teks yang menjelaskan isi video agar mudah
dipahami oleh peserta didik berkebutuhan khusus.
o. Guru meminta perwakilan dari dua kelompok untuk
mepresentasikan hasil pengamatan melalui diskusi
kelas. Meminta kelompok lain menanggapinya.
Kemudian, peserta didik menyimpulkan hasil
kegiatannya.
p. Guru melakukan konfirmasi konten organ-organ
pernapasan, struktur dan fungsinya melalui diskusi
kelas.
Penutup a. Guru memfasilitasi siswa merangkum materi 10’
berdasarkan aktivitas yang dilakukan
b. Guru memfasilitasi sikap reflektif siswa tentang
materi yang dipelajari dan menentukan hal yang akan
dilakukan setelah mempelajari materi pernapasan.
14
Unit Pembelajaran
Sistem Pernapasan pada Manusia
Pemetaan Asesmen
SB B K SK
15
Siswa Berkebutuhan Khusus Autis
Tuntas : Siswa menunjukkan kriteria minimal 75% baik untuk
seluruh aspek
Belum tuntas : Siswa masih mendapatkan nilai “Kurang” lebih dari 25%
untuk setiap aspek
SB B K SK
1 Penguasaan Materi
a. Menyampaikan materi dengan lengkap
b. Menyampaikan materi dengan tepat
c. Menyampaikan materi dengan sistematis
2 Aspek Bahasa
a. Bahasa yang digunakan dapat dipahami
b. Bahasa yang digunakan komunikatif
c. Menjalaskan materi dengan lancar
3 Aspek Sikap
a. Menunjukkan sikap percaya diri
b. Menerima saran dari teman dengan baik
c. Merespons pertanyaan dengan baik
16
Unit Pembelajaran
Sistem Pernapasan pada Manusia
17
A. Lembar Kerja Peserta Didik
Beriku ini tujuh buah Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) yang digunakan
dalam aktivitas pembelajaran, yaitu 1) LKPD 1. Identifikasi Organ-Organ
Pernapasan pada Manusia; 2) LKPD 2. Analisis Mekanisme Inspirasi dan
Ekspirasi; 3) LKPD 3. Identifikasi Proses Pertukaran Gas pada Sistem
Pernapasan; 4) LKPD 4. Identivikasi Kapsitas dan Volume Paru-Paru; 5) LKPD
5. Pengaruh Aktivitas Tubuh terhadap Frekuensi Peranapasan; 6) LKPD 6.
Identifikasi Gangguan dan Penyakit Sistem Pernapasan; dan 7) LKPD 7. Upaya
Pencegahan Gangguan dan Penyakit Pada Sistem Pernapasan.
Prosedur Kegiatan
1. Kamu akan mengamati video tentang proses pernapasan. Pada saat
mengamati, identifikasi 1) nama organ-organ pernapasan; 2)
struktur/bentuk masing-masing organ-organ pernapasan; dan 3)
identifikasi fungsingnya masing-masing. Selain itu, buatlah pertanyaan
tentang isi video yang menurut kamu belum bisa dipahami.
2. Amati video tentang proses pernapasan. Jika video tidak tersedia, bisa
langsung mengerjakan langkah nomor 3.
18
Unit Pembelajaran
Sistem Pernapasan pada Manusia
3. Tuliskan pertanyaan tentang isi video yang menurut kamu belum bisa
dipahami.
______________________________________________________________________________
______________________________________________________________________________
______________________________________________________________________________
1. ................................................................
2. ................................................................
3. ................................................................
4. ................................................................
5. ................................................................
6. ................................................................
7. ................................................................
8. ................................................................
9. ................................................................
19
LKPD 2. Analisis Mekanisme Inspirasi dan Ekspirasi
Tujuan:
1. Menggambarkan gerak paru-paru pada saat bernapas berdasarkan hasil
praktik.
2. Mendiagramkan arah aliran udara pada saat inspirasi berdasarkan hasil
praktik.
Prosedur Kegiatan
1. Potong bagian bawah botol aqua, dari atas kira-kira 25–30 cm
menggunakan gunting.
2. Ambil sebuah balon, potong bagian bawahnya, kemudian tutup lubang
botol dengan potongan balon.
3. Lubangi tutup botol aqua, seukuran diameter selang plastik.
4. Ambil sebuah balon yang lain dan ikat pada sedotan/ selang plastik yang
lewatkan melalui tutup botol.
20
Unit Pembelajaran
Sistem Pernapasan pada Manusia
______________________________________________________________________________
______________________________________________________________________________
______________________________________________________________________________
______________________________________________________________________________
______________________________________________________________________________
______________________________________________________________________________
8. Alat praktikum merupakan gambaran paru-paru kamu. Pasangkanlah
dengan tepat bagian alat peraga tersebut dengan organ-organ
pernapasan.
21
1. ................................................................
2. ................................................................
3. ................................................................
4. ................................................................
5. ................................................................
______________________________________________________________________________
______________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________________
10. Buatlah diagram arah aliran udara pada saat inspirasi dan juga diagram
pada saat ekspirasi.
22
Unit Pembelajaran
Sistem Pernapasan pada Manusia
______________________________________________________________________________
______________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________________
Prosedur Kegiatan
1. Amatilah video tentang kabut asap akibat kebakaran hutan dan penularan
penyakit tuberkolosis. Selanjutnya, telaahlah artikel tentang kabut asap akibat
kebakaran hutan.
2. Buatlah satu pertanyaan berdasarkan hasil pengamatan video dan
penelaahan artikel.
______________________________________________________________________________
______________________________________________________________________________
______________________________________________________________________________
23
3. Diskusikanlah jawaban atas pertanyaan yang dibuat temanmu. Kamu
dapat mengamati ulang video dan menelaah ulang artikel untuk
menemukan jawabannya. Jika belum menemukan jawabannya, cobalah
Kamu mencari jawabannya dari bahan lainnya.
Pertanyaan temanmu yang akan dijawab.
______________________________________________________________________________
______________________________________________________________________________
Jawaban kamu atas pertanyaan temanmu.
______________________________________________________________________________
______________________________________________________________________________
______________________________________________________________________________
______________________________________________________________________________
______________________________________________________________________________
______________________________________________________________________________
24
Unit Pembelajaran
Sistem Pernapasan pada Manusia
Prosedur Kegiatan
25
2. Deskripsikan akibat yang ditimbulkan dari permasalahan yang terdapat di
artikel, beserta usulan upaya pencegahannya di kertas karton/plano
sebagai laporan kelompok.
26
Unit Pembelajaran
Sistem Pernapasan pada Manusia
______________________________________________________________________________
______________________________________________________________________________
______________________________________________________________________________
B. Bahan Bacaan
27
tersebut adalah zat karbondioksida (CO2) yang harus dikeluarkan dari sel dan
selanjutnya dikeluarkan dari dalam tubuh. Dengan demikian, antara tubuh dan
lingkungan sekitarnya berlangsung suatu proses pertukaran gas oksigen dan
karbon dioksida yang dikenal sebagai proses pernapasan. Cobalah sekarang
rumuskan ulang definisi pernapasan menurut kalimat kamu sendiri!
1. Organ-Organ Pernapasan
1.1. Hidung
Hidung merupakan bagian paling atas dari alat pernapasan dan merupakan
alat pernapasan paling awal yang dilalui udara. Di hidung terdapat saraf-saraf
penciuman. Rongga hidung berhubungan dengan rongga mulut udara masuk
ke dalam rongga hidungdan melalui lubang hidung. Rongga hidung memiliki
tiga fungsi utama yaitu:
28
Unit Pembelajaran
Sistem Pernapasan pada Manusia
agar hidung ditutup. Gas CO yang tidak berbau akan lolos dari
penyaringan ini, sehingga dapat menimbulkan kematian.
• Mencegah masuknya debu-debu yang terkandung di dalam udara. Hal
ini dimungkinkan oleh adanya rambut-rambut halus disebut silia,
yang meliputi selaput mukosa hidung. Ketika dilalui udara silia
bergerak menggelombang.
(c) Melembapkan udara
29
Pada bagian ujung belakang rongga hidung terdapat daerah yang disebut
faring (tekak). Faring merupakan lanjutan dari saluran hidung yang
meneruskan udara ke laring.
30
Unit Pembelajaran
Sistem Pernapasan pada Manusia
Paru-paru adalah alat pernapasan terletak antara rongga dada dan diafragma.
Diafragma adalah sekat rongga badan yang membatasi rongga dada dan
rongga perut. Selain sebagai pembatas, otot diafragma berperan aktif dalam
proses pernapasan. Paru-paru diselubungi oleh selaput elastis yang disebut
pleura.
Paru-paru terdiri atas dua bagian, yaitu paru-paru kiri dan paru-paru kanan.
Paru-paru kiri terdiri atas dua gelambir, sedangkan paru-paru kanan terdiri
atas tiga gelambir. Di dalam paru-paru terdapat bronkus dan bronkiolus.
Bronkiolus paru-paru bercabang-cabang lagi membentuk pembuluh-
pembuluh halus. Pembuluh-pembuluh halus ini berakhir pada gelembung-
gelembung halus mirip buah anggur yang berisi udara yang disebut alveolus.
(alveoli = jamak). Yang jumlahnya kira-kira mencapai 300.000.000 alveoli
dengan luas permukaan seluruhnya apabila direntangkan sekitar 80 meter
persegi. Alveolus sangat tipis, namun elastis dan mengandung kapiler-kapiler
darah yang membentuk jaring-jaring.
31
Gambar 2. Alveolus dan kapiler-kapiler darah
2. Mekanisme Pernapasan
Proses bernapas pada manusia dapat terjadi secara sadar maupun tidak sadar.
Apakah Kamu dapat mengatur ritme pernapasan pada saat tidur? Bernapas
secara sadar terjadi jika kita melakukan pengaturan-pengaturan saat
pernapasan, misalnya pada saat latihan dengan cara menarik napas panjang,
kemudian menahannya beberapa saat, serta mengeluarkannya. Bernapas
secara tidak sadar, yaitu pernapasan yang dilakukan tanpa perintah otak,
misalnya pada saat kita tidur nyenyak pun kita melakukan pernapasan.
32
Unit Pembelajaran
Sistem Pernapasan pada Manusia
Proses bernapas selalu terjadi dua siklus, yaitu inspirasi dan ekspirasi.
Berdasarkan cara melakukan inspirasi dan ekspirasi serta tempat terjadinya,
manusia dapat melakukan dua mekanisme pernapasan, yaitu pernapasan
dada dan pernapasan perut.
Sebaliknya, proses ekspirasi berlangsung pada saat otot antar tulang rusuk
berelaksasi sehingga tulang rusuk turun kembali. Keadaan ini mengakibatkan
rongga dada menyempit, sehingga tekanan udara dalam rongga dada
33
meningkat dan paru-paru mengecil. Paru-paru yang mengecil menyebabkan
tekanan udara dalam rongga paru-paru menjadi lebih tinggi dibanding
tekanan udara luar, sehingga udara keluar dari paru-paru.
34
Unit Pembelajaran
Sistem Pernapasan pada Manusia
Oksigen masuk ke dalam tubuh melalui inspirasi dari rongga hidung sampai
alveolus. Di alveolus terjadi difusi oksigen ke kapiler paru-paru yang terletak
di dinding alveolus. Masuknya oksigen dari luar (lingkungan) menyebabkan
35
tekanan parsial oksigen atau PO2 di alveolus lebih tinggi dibandingkan dengan
PO2 di kapiler paru-paru. Oleh karena itu, oksigen akan bergerak dari alveolus
menuju kapiler paru-paru, yang disebabkan proses difusi selalu terjadi dari
daerah yang bertekanan parsial tinggi ke daerah yang bertekanan parsial
rendah.
a. Volume Tidal (VT). Volume udara tidal adalah volume udara hasil
inspirasi atau ekspirasi pada setiap kali bernapas normal. Volume udara
tidal bervariasi tergantung pada tingkat kegiatan seseorang. Pada kondisi
36
Unit Pembelajaran
Sistem Pernapasan pada Manusia
tubuh istirahat, volume udara tidal sebanyak kira-kira 500 mililiter pada
rata-rata orang dewasa muda, dan besarnya akan meningkat bila kegiatan
tubuh meningkat. Dari 500 mililiter udara tidal yang dipernapaskan pada
kondisi istirahat tersebut hanya 350 mililiter saja yang dapat sampai di
alveolus, sedang yang 150 mililiter mengisi ruang yang terdapat pada
saluran pernapasan (disebut ruang rugi).
b. Volume Cadangan Inspirasi (VCI), adalah volume udara yang dapat
dihisap dengan kekuatan inspirasi yang lebih kuat setelah volume tidal
dilakukan, pada keadaan normal sebanyak kira-kira 3000 mililiter.
c. Volume Cadangan Ekspirasi (VCE), adalah volume udara ekstra yang
dapat dikeluarkan (dihembuskan) dengan ekspirasi kuat pada akhir
ekspirasi normal, pada keadaan normal sebanyak kira-kira 1000 mililiter.
d. Volume Residu (VR), yaitu volume udara yang masih tetap berada dalam
paru-paru setelah ekspirasi kuat, kira-kira sebanyak 1500 mililiter.
37
adalah jumlah udara maksimum yang dapat dikeluarkan dari paru-paru
seseorang setelah terlebih dahulu mengisi paru-paru secara maksimum
dan kemudian mengeluarkan sebanyak-banyaknya (kira-kira 4500 ml).
d. Kapasitas total paru-paru, adalah volume maksimum dimana paru-paru
dapat dikembangkan sebesar mungkin dengan inspirasi paksa atau sama
dengan kapasitas vital ditambah dengan volume residu (kira-kira 6000
ml).
38
Unit Pembelajaran
Sistem Pernapasan pada Manusia
Suhu Tubuh; manusia memiliki suhu tubuh yang konstan (berkisar antara 36-
37 0C) karena manusia mampu mengatur produksi panas tubuhnya dengan
cara meningkatkan laju metabolisme. Jika suhu tubuh turun, maka tubuh akan
meningkatkan metabolismenya, sehingga kebutukan akan oksigen meningkat.
Selama 24 jam kita bernapas kurang lebih membutuhkan 15.000 liter udara
bersih. Dengan demikian kebersihan udara disekitar kita merupakan suatu hal
yang sangat penting. Udara inspirasi dan udara ekspirasi memiliki komponen
yang berbeda. Perbedaan yang paling mencolok adalah kandungan
karbondioksida, yaitu sebelum masuk paru-paru ± 0,03% dari total volume
udara yang masuk. Setelah masuk paru-paru dan terjadi pertukaran gas,
akhirnya kandungan karbon dioksida yang dikeluarkan dari paru-paru
meningkat menjadi ± 5,6% dari total volume udara yang dikeluarkan.
39
Tabel 1. Perbandingan Jumlah Udara Luar, Sebelum dan Sesudah
Pernapasan Berlangsung
Sedangkan untuk gas-gas yang lainnya, misalnya nitrogen, SO2, NO2, dan
yang lainnya cenderung tidak mengalami perubahan jumlah antara
sebelum masuk paru-paru dengan pada saat dikeluarkan dari paru-paru.
Namun demikian, polusi sangat mempengaruhi persentase komponen gas
yang terkandung dalam udara sehingga dapat mengganggu mekanisme
pernapasan pada manusia
40
Unit Pembelajaran
Sistem Pernapasan pada Manusia
41
b. Tidak disebabkan oleh infeksi
1) Rinitis, adalah radang membran mukosa pada rongga hidung
menyebabkan bengkak dan mengeluarkan banyak lendir
(sekresi). Peradangan ini disebabkan oleh alergi terhadap
sesuatu benda atau suasana.
2) Asma, adalah gangguan pada sistem pernapasan dengan gejala
sukar bernapas ditandai dengan kontraksi yang kaku dari
bronkiolus menyebabkan kesukaran bernapas. Asma biasanya
disebabkan oleh hipersensitivitas bronkiolus (disebut asma
bronkiale) terhadap benda-benda asing di udara. Pada
penderita di bawah usia 30 tahun, asma kira-kira 70%
disebablkan oleh hipersensitivitas alergi, terutama
hipersensivitas terhadap tumbuhan. Pada penderita yang lebih
tua, kira-kira 70% asma disebabkan karena alergi pada bahan
bahan kimia dan kabut/debu.
6.2. Gangguan pada alveolus
a. Disebabkan oleh Infeksi Mikroorganisme
1) Pneumonia adalah peradangan paru-paru dimana alveolus
biasanya berisi cairan dan eritrosit yang berlebihan. Jenis
pneumonia yang umum adalah pneumonia bakteri. Penyakit ini
dimulai dengan infeksi dalam alveolus, yaitu membran paru-
paru mengalami peradangan dan berlubang-lubang sehingga
cairan dan eritrosit masuk ke dalam paru-paru. Dengan
demikian, alveolus terinveksi oleh cairan dan eritrosit. Infeksi
disebarkan oleh bakteri dari satu alveolus lain sehingga dapat
meluas ke seluruh lobus bahkan seluruh paru-paru.
2) Tuberkolosis (TBC). Merupakan penyakit spesifik yang
disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosae. Bakteri
ini dapat menyerang semua organ tubuh, tetapi yang paling
42
Unit Pembelajaran
Sistem Pernapasan pada Manusia
43
3) Asidosis, disebabkan meningkatnya kadar asam dalam darah
menyebabkan terganggunya pernapasan.
4) Sianosis Adalah kebiruan pada kulit disebabkan karena jumlah
hemoglobin deoksigenisasi yang berlebihan di dalam pembuluh
darah kulit, terutama dalam kapiler.
44
Unit Pembelajaran
Sistem Pernapasan pada Manusia
a) Menjaga lingkungan tetap bersih sehingga udar yang dihirup juga bebas
dari polusi. Udara yang berkualitas sekaligus akan memberikan asupan
oksigen yang cukup bagi tubuh sehingga gangguan organ pernapasan
dapat dicegah.
b) Memperbanyak ventilasi udara di dalam ruangan. Ventilasi udara akan
membantu proses pertukaran udara. Untuk Anda yang sering bekerja di
dalam ruangan, bukalah udara di siang hari agar pertukaran udara lebih
lancar sehingga jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh tubuh juga lebih
banyak.
c) Rutin berolah raga. Olah raga akan membantu kinerja paru-paru untuk
meningkatkan kapasitasnya dalam proses menghirup dan menahan udara
lebih lama. Berolah raga juga dapat membantu melancarkan peredaran
45
darah sehingga penyebaran nutrisi dan oksigen ke seluruh tubuh lebih
lancar.
d) Rutinlah menarik napas dalam-dalam. Proses tersebut akan membantu
paru-paru untuk bekerja lebih optimal sehingga tidak kekurangan
oksigen. Semakin banyak pasokan oksigen ke paru-paru, maka paru-paru
akan semakin sehat.
e) Perbanyak konsumsi sayur dan buah. Kedua jenis asupan tersebut
mengandung banyak antioksidan alami yang berguna untuk menangkal
radikal bebas yang memicu kerusakan organ.
f) Istirahat dengan cukup, salah satunya dengan tidur. Tidurlah selama 6
sampai 8 jam per hari. Saat tidur, sistem kekebalan tubuh kita akan
meningkat, selain itu, proses regenerasi sel juga terjadi saat tidur. Tidur
berkualitas akan membuat tubuh kembali bugar pada saat bangun.
g) Gunakan masker saat bepergian. Jika Anda bepergian menggunakan
sepeda motor atau berjalan kaki, gunakanlah masker agar asap kendaraan
bermotor atau debu tidak masuk melalui organ pernapasan.
h) Jangan merokok. Merokok terbukti menyebabkan berbagai penyakit,
termasuk penyakit organ pernapasan. Ribuan toksin yang ada dalam
rokok akan tertimbun di paru-paru dan menyebabkan kinerja paru-paru
tidak lagi optimal.
i) Jangan minum minuman beralkohol. Minuman beralkohol terbukti dapat
menyebabkan kerusakan organ dan menyebabkan sesak napas.
Bagian ini memuat soal-soal topik sistem pernapasan manusia yang dapat
dijadikan acuan oleh Guru ketika mengembangkan soal untuk topik ini. Guru
perlu mencermati dengan baik bagian ini, sehingga Guru dapat terampil
mengembangkan soal yang mengacu pada KKTM.
46
Unit Pembelajaran
Sistem Pernapasan pada Manusia
Kunci Jawaban: C
Pembahasan: Bronkitis adalah infeksi pada saluran pernapasan utama dari
paru-paru atau bronkus, saluran udara yang membawa udara dari dan ke
paru-paru Bronkitis disebabkan oleh infeksi paru-paru yang dalam
sebagian besar kasus disebabkan oleh mikroorganisme. Peradangan
menyebabkan bronkus menghasilkan lendir lebih banyak.
2. Perhatikan gambar organ pernapasan berikut ini.
Pada proses pernapasan eksternal, gas oksigen akan diikat oleh hemoglobin
di bagian nomor ....
A. 1
B. 2
47
C. 3
D. 4
Kunci Jawaban: D
Pembahasan: Bagian yang ditunjukkan oleh angka 1, 2, dan 3 adalah
saluran pernapasan. Pertukaran gas pernapasan terjadi di paru-paru, yaitu
pada bagian alveolus yang ditunjukkan oleh nomor 4..
Kunci jawaban: C
Pembahasan: Perhatikan gambar bagian hidung berikut ini.
48
Unit Pembelajaran
Sistem Pernapasan pada Manusia
Lubang dan bulu hidung – Didalam lubang hidup terdapat rambut hidung
dan selaput lendir yang mempunyai kegunaan menyaring dan merlindungi
rongga hidung dari masuknya benda asing berupa debu debu atau asap.
Selaput lendir (mukus) – Sebagai media untuk melekatnya kotoran udara
yang gunanaya untuk menghadang agar tidak masuk ke ronga hidung...
Saraf penditeksi bau – Saraf ini sangat peka dengan kotoran yang sangat tipis
dan tidak terlihat oleh mata, bahkan bisa mencium bau dengan kadar bau yang
sangat rendah, sedang sampai yang baunya menyengat.
Kunci Jawaban: C
Pembahasan:
Berikut ini gambaran alat sebagai model paru-paru.
49
Bersarkan gambar, diketahui yang bergerak adalah diafragma, sehingga
rongga dada membesar. Akibat rongga dada membesar, udara luar masuk
ke paru-paru. Oleh karena itu, percobaan tersebut menunjukan proses
inspirasi pernapasan perut.
5. Seorang atlet berlari dengan cepat di lapangan bola. Volume udara yang
dikeluarkan dapat secara maksimal pada saat dia berhenti berlari
sebanyak kurang lebih 1.500 cc disebut ....
A. kapasitas vital paru-paru
B. udara residu
C. udara komplementer
D. udara suplementer
Kunci Jawaban: D
volume udara yang dapat dihembuskan atau dikeluarkan maksimal dari
paru paru dikenal dengan istilah volume cadangan ekspirasi atau disebut
juga udara suplementer. Volume udara suplementer tersebut sekitar 1500
mL.
50
Unit Pembelajaran
Sistem Pernapasan pada Manusia
Jika bagian P ditarik, yang terjadi pada balon di dalam adalah ..., menunjukkan proses
....
Perhatikan gambar model paru-paru dengan tiga posisi yang berbeda-beda, yang
ditunjukan pada gambar A, B, dan C.
Jika tarikan balon pada alas botol dilepas, pernyataan yang tepat adalah ....
A. balon di botol A dan B akan mengecil yang menunjukkan proses ekspirasi,
sedangkan balon dibotol C tidak berubah
B. balon di botol A dan C akan mengecil yang menunjukkan proses ekspirasi,
sedangkan balon dibotol B tidak berubah
C. balon yang terdapat di botol A, B, dan C akan menjadi mengecil yang
menunjukkan terjadinya proses ekspirasi
51
Perhatikan tabel rata-rata frekuensi pernapasan berikut ini.
52
Unit Pembelajaran
Sistem Pernapasan pada Manusia
Dalam rangka mengetahui pemahaman terhadap unit ini, Guru perlu mengisi
lembar persepsi pemahaman. Berdasarkan hasil pengisian instrumen ini, Guru
dapat mengetahui posisi pemahaman beserta umpan baliknya. Oleh karena
itu, isilah lembar persepsi diri ini dengan objektif dan jujur dengan
memberikan tanda silang (X) pada kriteria yang sesuai dengan kondisi Guru.
No Aspek Kriteria
1 2 3 4
1. Memahami dengan baik bahwa semua tujuan
pembelajaran dapat dicapai peserta didik melalui
aktivitas.
2 Mampu menghubungkan konten dengan fenomena
kehidupan sehari-hari.
3 Memahami dengan baik bahwa aktivitas pembelajaran
yang disusun dapat mengembangkan HOTS peserta
didik.
4 Memahami dengan baik tahapan aktivitas
pembelajaran yang disajikan.
5 Mampu dengan baik mengaplikasikan aktivitas
pembelajaran di dalam kelas.
6 Memahami dengan baik lembar kerja peserta didik
yang dikembangkan.
7 Mampu melaksanakan dengan baik lembar kerja
peserta didik yang dikembangkan.
8 Memahami konten secara menyuluh dengan baik.
9 Memahami prosedur penyusunan soal HOTS dengan
baik.
10 Mampu membahas soal HOTS yang disajikan dengan
tepat.
Jumlah
Jumlah Total
53
Umpan Balik
54