0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
165 tayangan6 halaman

Spo Nakesla

Dokumen ini membahas tentang prosedur pemberian kewenangan klinis kepada tenaga kesehatan lain di RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie. Prosedur ini meliputi pengajuan permohonan, kajian oleh komite tenaga kesehatan lain, rekomendasi pemberian kewenangan, dan berakhirnya kewenangan. Kewenangan klinis diberikan untuk melindungi pasien dan memastikan tenaga kesehatan profesional dan akuntabel.

Diunggah oleh

alwan arif
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
165 tayangan6 halaman

Spo Nakesla

Dokumen ini membahas tentang prosedur pemberian kewenangan klinis kepada tenaga kesehatan lain di RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie. Prosedur ini meliputi pengajuan permohonan, kajian oleh komite tenaga kesehatan lain, rekomendasi pemberian kewenangan, dan berakhirnya kewenangan. Kewenangan klinis diberikan untuk melindungi pasien dan memastikan tenaga kesehatan profesional dan akuntabel.

Diunggah oleh

alwan arif
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PEMBERIAN KEWENANGAN KLINIS

NO. DOKUMEN : NO. REVISI HALAMAN

RSUD Dr.H.CHASAN
BOESOIRIE
DITETAPKAN OLEH :
STANDAR DIREKTUR RSUD Dr. H. CHASAN BOESOIRIE
TANGGAL
PROSEDUR TERBIT :
OPERASIONAL
(SPO) Dr. Syamsul Bahri MS Hi.Idris, Sp.OG.,SH.,M.MKes.
NIP. 19650210 199603 1 003
Pemberian kewenangan kerja klinis adalah hak khusus seorang tenaga
Pengertian kesehatan lain untuk melakukan pelayanan tertentu dalam lingkungan
rumah sakit, untuk suatu periode tertentu yang dilaksanakan
berdasarkan penugasan kerja klinis.
1. Untuk melindungi keselamatan pasien dengan memastikan bahwa
tenaga kesehatan lain yang akan melakukan pelayanan di rumah
Tujuan sakit kredibel.
2. Untuk mendapatkan dan memastikan tenaga kesehatan lain yang
professional dan akuntabel bagi pelayanan di rumah sakit.
Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan.
Undang-UndangNomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.
Kebijakan Undang-Undang RI Nomor 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit;
Undang-Undang RI Nomor 29 Tahun 2004 Tentang Praktek Kedokteran;
Peraturan Gubernur Nomor 49 Tahun 2009 tentang Tugas Pokok, Fungsi
dan Uraian Tugas jabatan RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie;
1. Tenaga kesehatan lain mengajukan permohonan kewenangan kerja
klinis kepada direktur rumah sakit dengan mengisi formulir daftar
rincian kewenangan kerja klinis yang telah disediakan rumah sakit
dengan dilengkapi bahan-bahan pendukung.
2. Berkas permohonan tenaga kesehatan lain yang telah lengkap
disampaikan oleh direktur rumah sakit kepada komite tenaga
Prosedur kesehatan lain.
3. Kajian terhadap formulir daftar rincian kewenangan kerja klinis yang
telah diisi oleh pemohon
4. Dalam melakukan kajian subkomite kredensial dapat membentuk
panel atau panitia adhoc dengan melibatkan mitra dari disiplin yang
sesuai dengan kewenangan kerja klinis.

PEMBERIAN KEWENANGAN KLINIS


NO. DOKUMEN : NO. REVISI HALAMAN
2/4

RSUD Dr.H.CHASAN
BOESOIRIE
DITETAPKAN OLEH :
DIREKTUR RSUD Dr. H. CHASAN BOESOIRIE
TANGGAL
STANDAR
TERBIT :
PROSEDUR
OPERASIONAL
Dr. Syamsul Bahri MS Hi.Idris,
(SPO)
Sp.OG.,SH.,M.MKes.
NIP. 19650210 199603 1 003

5. Subkomite kredensial melakukan seleksi terhadap anggota panel


Prosedur atau panitia adhoc dengan mempertimbangkan reputasi, adanya
konflik kepentingan, bidang disiplin, dan kompetensi yang
bersangkutan.
6. Kewenangan kerja klinis yang diberikan mencakup derajat
kompetensi dan cakupan praktik.
7. Rekomendasi pemberian kewenangan kerja klinis dilakukan oleh
komite tenaga kesehatan lain berdasarkan masukan dari subkomite
kredensial.
8. Subkomite kredensial melakukan kredensial bagi setiap tenaga
kesehatan lain yang mengajukan permohonan pada saat
berakhirnya masa berlaku surat penugasan kerja klinis
9. Bagi tenaga kesehatan lain yang ingin memulihkan kewenangan
kerja klinis yang dikurangi atau menambah kewenangan kerja klinis
yang dimiliki dapat mengajukan permohonan kepada komite tenaga
kesehatan lain melalui direktur rumah sakit. Selanjutnya, komite
tenaga kesehatan lain menyelenggarakan pembinaan profesi antara
lain melalui mekanisme pendampingan (proctoring).
PEMBERIAN KEWENANGAN KLINIS

NO. DOKUMEN : NO. REVISI HALAMAN


3/4

RSUD Dr.H.CHASAN
BOESOIRIE
DITETAPKAN OLEH :
DIREKTUR RSUD Dr. H. CHASAN BOESOIRIE

STANDAR
PROSEDUR
TANGGAL
OPERASIONAL
TERBIT :
(SPO) Dr. Syamsul Bahri MS Hi.Idris,
Sp.OG.,SH.,M.MKes.
NIP. 19650210 199603 1 003
Prosedur 10. Berakhirnya kewenangan kerja klinis
Kewenangan kerja klinis akan berakhir bila surat penugasan
kerja klinis (clinical job appointment) habis masa berlakunya atau
dicabut oleh direktur rumah sakit. Surat penugasan kerja klinis untuk
setiap tenaga kesehatan lain memiliki masa berlaku untuk periode
tertentu, misalnya dua tahun. Pada akhir masa berlakunya surat
penugasan tersebut rumah sakit harus melakukan rekredensial
terhadap tenaga kesehatan lain yang bersangkutan. Proses
rekredensial ini lebih sederhana dibandingkan dengan proses
kredensial awal sebagaimana diuraikan di atas karena rumah sakit
memiliki informasi setiap tenaga kesehatan lain yang melakukan
pelayanan penunjang di rumah sakit tersebut.
Peraturan internal tenaga kesehatan lain memegang peranan
penting dalam proses kredensial dan pemberian kewenangan kerja
klinis untuk setiap tenaga kesehatan lain.

PEMBERIAN KEWENANGAN KLINIS

NO. DOKUMEN : NO. REVISI HALAMAN


4/4

RSUD Dr.H.CHASAN
BOESOIRIE
DITETAPKAN OLEH :
DIREKTUR RSUD Dr. H. CHASAN BOESOIRIE

STANDAR
PROSEDUR
TANGGAL
OPERASIONAL
TERBIT :
(SPO) Dr. Syamsul Bahri MS Hi.Idris,
Sp.OG.,SH.,M.MKes.
NIP. 19650210 199603 1 003

Prosedur
1. Gizi
2. Farmasi
3. Fisioterapi
4. Kesehatan masyarakat
Unit Terkait
5. Radiologi
6. Perawat gigi
7. Penata anastesi
8. Eletromedis

Anda mungkin juga menyukai