0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
425 tayangan11 halaman

Wellness Tourism

Dokumen tersebut membahas potensi pengembangan wellness hospitality tourism di Tawangmangu. Trend gaya hidup sehat berpengaruh terhadap pariwisata dan muncul pendekatan wellness tourism. Tawangmangu berpotensi mengembangkan wellness hospitality tourism karena letak, alam, dan pariwisata. Penelitian ini menganalisis potensi pengembangan wellness hospitality di Tawangmangu secara umum.

Diunggah oleh

Rahmat Prima Mz
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
425 tayangan11 halaman

Wellness Tourism

Dokumen tersebut membahas potensi pengembangan wellness hospitality tourism di Tawangmangu. Trend gaya hidup sehat berpengaruh terhadap pariwisata dan muncul pendekatan wellness tourism. Tawangmangu berpotensi mengembangkan wellness hospitality tourism karena letak, alam, dan pariwisata. Penelitian ini menganalisis potensi pengembangan wellness hospitality di Tawangmangu secara umum.

Diunggah oleh

Rahmat Prima Mz
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

ISSN: 2721-8686 (online)

POTENSI PENGEMBANGAN WELLNESS HOSPITALITY TOURISM


DI TAWANGMANGU
Rizal Yuwono ABSTRAK
Program Studi Arsitektur Berkembangnya trend gaya hidup sehat berpengaruh terhadap
Universitas Muhammadiyah Surakarta pendekatan pariwisata sehingga muncul pendekatan wellness
rizalyuwono23@gmail.com tourism pada industri pariwisata, pendekatan tersebut terus
berkembang sehingga berpengaruh positif secara ekonomi dan
Dyah Widi Astuti
diperhitungkan secara global. Indonesia dengan kekayaan budaya
Program Studi Arsitektur
Universitas Muhammadiyah Surakarta dan sumber daya alam yang mendukung dapat memanfaatkan
dyahwidi.wd@gmail.com perkembangan industri pariwisata tersebut. Tawangmangu dengan
letak geografis, bentang alam, dan perkembangan industri
pariwisata dapat memanfaatkan peluang besar dan berkontribusi
dalam pengembangan pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisa secara umum terkait potensi pengembangan hospitality
tourism dengan pendekatan wellness hospitality di kawasan
Tawangmangu. Metode yang digunakan deskriptif kualitatif dengan
pengambilan data sekunder, observasi, dan wawancara. Hasil yang
diperoleh merupakan perpaduan antara observasi dan wawancara
sehingga didapat gambaran umum dan rekomendasi terkait
penerapan wellness hospitality tourism secara teknis maupun non
teknis. Kesimpulannya, pendekatan wellness tourism sebagai inovasi
dan bermanfaat secara pendekatan ekonomi pada pengembangan
hospitality industry, serta kawasan Tawangmangu berpotensi dalam
pengembangan wellness hospitality tourism dengan beberapa
rekomendasi dan dukungan pemerintah yang positif terhadap
pengembangan industri pariwisata.

KATA KUNCI: Hospitality, Wellness Tourism, Tawangmangu

PENDAHULUAN penerapan aktivitas antara lain; spa, yoga, tea


Hospitality merupakan bentuk pelayanan time, meditasi, jacuzzi, hingga menu makanan
antara pengunjung dengan pengelola.Pada yang sehat (Well Building Institue, Europe Spa).
industri pariwisata istilah hospitality identik Segmentasi kelas konsumen berpengaruh
dengan perhotelan, resort, club house, positif terhadap pengembangan ekonomi
restoran, villa. sektor pariwisata, Global Wellness Institute
Pada pendekatan wellness hospitality, pada tahun 2018 mengestimasi pasar global
merupakan fokus dalam pelayanan maupun sebesar 4.5 triliun dollar, dengan wellness
fasilitas guna meningkatkan/merawat gaya tourism sebesar 639 milyar dollar dan terbesar
hidup berdasar aktivitas/kegiatan (proses yang merupakan aktivitas fisik sebesar 828 milyar
aktif) yang mengarah kepada kesehatan secara dollar.
keseluruhan (fisik maupun mental) dan bersifat Indonesia dengan kekayaan alam dan
individu (Global Wellness Institute). budaya serta didukung daerah wisata dengan
Fasilitas/pelayanan yang bersifat individu kualitas alam yang mendukung wellness
diterapkan dari segi non fisik antara lain ; hospitality dapat memanfaatkan momentum
pengalaman tidur, kenyamanan ruang, tumbuhnya ekonomi pariwisata secara global
perasaan yang mendukung untuk gaya hidup, secara berkelanjutan.
hingga kebiasaan yang terbentuk. Sedangkan

SIAR II 2021: SEMINAR ILMIAH ARSITEKTUR | 282


Pesatnya industri pariwisata di Kawasan Selanjutnya dari definisi diatas, terbagi
Tawangmangu dan didukung bentang alam menjadi 2 kelas (jenis) wisatawan, yaitu : (1)
serta letak geografis yang mudah diakses oleh Wisatawan yang menginap setidaknya 24 jam
kota besar terdekat membuka peluang bagi di destinasi. Seperti wisata rekreasi,
kawasan Tawangmangu untuk terus Kesehatan, olahraga, berlibur, maupun
berkembang dan bermanfaat secara ekonomi kunjungan religi. (2) Wisatawan dengan
bagi industri pariwisata.Perlu dukungan kunjungan kurang dari 24 jam, sehingga lebih
pemerintah daerah dalam perkembangan ditujukan kepada wisatawan domestik.
industri pariwisata secara umum maupun Faktor Wisatawan Berwisata
hospitality industry khususnya. Dari latar menurut Sharpley (1994) faktor yang
belakang diatas, didapati permasalahan yang mendorong untuk berwisata juga terdapat
muncul dalam potensi hospitality industry faktor internal maupun eksternal. Dorongan
dengan pendekatan wellness hospitality di eksternal pada wisatawan seperti butuhnya
Kawasan Tawangmangu, yaitu respon individu untuk mengurangi/menghindari
terhadap trend wellness hospitality dan beban psikis dan memilih untuk menenangkan
kemungkinan pengembangan hospitality diri pada lingkungan wisata. Kemudian pada
industry di kawasan Tawangmangu. faktor internal dalam dorongan untuk
Berdasarkan permasalahan diatas, maka berwisata yakni dari diri sendiri, kebutuhan
muncul pertanyaan pada penelitian sebagai psikologis, ataupun kebutuhan untuk
berikut : berkumpul dengan kerabat yang lain.
a. Seberapa dampak pendekatan wellness Tabel 1. Faktor Pendorong Berwisata
hospitality pada hospitality tourism?. Kategori Dorongan
b. Apakah kawasan tawangmangu Fisik Rekreasi untuk fisik maupun pikiran yang
berpotensi dalam penerapan wellness lebih baik (kesehatan fisik maupun
mental). Seperti; olahraga, hiburan,
hospitality tourism?. maupun belanja.
Pembahasan yang dilakukan adalah observasi Budaya Keingin tahuan tentang budaya tertentu.
secara umum pada hospitality industry dengan Seperti; minat pada seni musik daerah,
pendekatan wellness hospitality yang sudah cerita rakyat, arsitektur, tempat-tempat
bersejarah, dan lainnya
dan akan berjalan, pandangan oleh praktisi
Personal Kegembiraan pribadi saat berpergian.
terkait, pendekatan arsitektural pada wellness Seperti; mengunjungi teman lama,
hospitality, dan peninjauan lebih lanjut terkait pengalaman baru pada lingkungan baru,
dukungan pihak terkait (Dinas Pariwisata maupun hal yang terkait agama seperti
Pemuda dan Olahraga Kabupaten ziarah maupun haji/umroh
Gengsi/ Pengakual status secara social dapat
Karanganyar) pada pengembangan pariwisata Pengaku berpengaruh terhadap gaya hidup
di Tawangmangu. an Sosial seseorang, dalam perihal pariwsata
seperti; fashion terkini, eklusifitas wisata,
hobi eklusif, maupun peningkatan ego
TINJAUAN PUSTAKA individu.
Definisi Pariwisata Sumber : Thal, Karen Irene. 2015
Pengertian pariwisata menurut A.J. Burkat
dalam Damanik (2006), pariwisata merupakan Hospitality Industry
pindahnya orang untuk sementara dalam Definisi
jangka waktu tertentu ke tujuan diluar tempat Hospitality industry identik dengan
dimana mereka terbiasa berkegiatan sehari- kepuasan pelanggan/wisatawan. Cakupan
hari. hospitality industry sangatlah luas dengan
Menurut Matheison dan Wall dalam Pitana berbagai macam kategori yaitu mulai dari jasa
dan Gyatri (2005), bahwa pariwisata adalah penginapan, event planning/event organizer,
kegiatan perpindahan orang untuk sementara tempat rekreasi, transportasi, hingga
waktu ke destinasi diluar tempat tinggal dan restorant. Menurut Haris Gunawan (Le Corden
melaksanakan kegiatan selama di destinasi dan Bleu, 2017) hospitality adalah hubungan antara
fasilitas untuk memenuhi kebutuhan tamu dan tuan rumah, atau tindakan yang
wisatawan. bersikap ramah. Hal ini termasuk dalam

SIAR II 2021: SEMINAR ILMIAH ARSITEKTUR | 283


penerimaan dan hiburan tamu, pengunjung, yakni individu, diperlukan pendekatan khusus
ataupun orang asing. Jadi, hospitality industry secara personal dalam pendekatan wellness
sendiri merupakan sektor yang berhubungan hospitality pada hospitality industry.
dengan kegiatan pelayanan pengunjung/tamu. Jenis
Untuk sektor hospitality seperti Terdapat tiga jenis yang identik, tetapi secara
hotel/resorts, restoran, atau taman rekreasi harfiah berbeda dengan wellness tourism.
memiliki pemeliharaan fasilitas dan Antara lain :
operasional langsung seperti server, a. Health tourism (wisata kesehatan) secara
housekeepers, porter, chef, bartender, sederhana yakni penyediaan fasilitas
manajemen, marketing, dan sumber daya kesehatan pada suatu wilayah / daerah
manusia terkait. tertentu (destinasi) dengan dukungan
sumber daya yang ada (Hall, 2011).
Akomodasi b. Medical tourism (wisata medis)
Akomodasi wisata menurut Burkart dan merupakan respon terhadap vonis dokter
Medlik (1974) mengacu pada dua komponen terkait penyakit tertentu, berbeda dengan
yang tidak terpisahkan. Dua komponen health tourism maupun wellbeing
tersebut yaitu adanya penawaran dan tourism. Medical tourism merupakan
permintaan. Hal ini menunjukan bahwa proses terhadap penangan penyakit
akomodasi mengacu pada siapa yang melayani secara langsung ( tidak secara preventif).
kebutuhan maupun konsumen jasa parwisata. Medical tourism bertujuan bagi pasien
Selanjutnya, menurut Wikitravel (2015) untuk mendapatkan penanganan medis,
Akomodoasi merupakan hal yang menjadi seperti penangan operasi maupun rawat
faktor utama yang harus dipersiapkan oleh jalan. Perihal ini menjadi produk wisata
wisatawan sendiri, dalam arti wisatawan tersendiri bagi beberapa negara dengan
mencari pelayanan sesuai kebutuhan dan fasilitas kesehatan yang maju, seperti
harapan wisatawan tersebut. Bentuk-bentuk Singapura maupun India.
akomodasi wisata menurut Wikitravel yaitu ; c. wellbeing tourism, tidak jauh dari wellness
(1) Hotel (2) hostel (3) capsule hotel (4) bed and tourism, yakni kegiatan wisata yang
breakfasts gusehouse (5) camping, dan (6) ditujukan untuk menjaga ataupun
villas. mengembangkan kesehatan individu
secara holistic (menyeluruh) termasuk
Wellness Hospitality fisik, mental, dan jiwa (Konu & Laukkanen,
Definisi 2009). Kegiatan wisata berbasis kegiatan
Pengertian wellness tourism menurut luar dan berhubungan dengan alam
Mueller dan Lanz Kaufman (2001), wellness secara langusng merupakan karakteristik
tourism merupakan perpaduan antara dari wellbeing tourism. Menjadi pembeda
fenomena hidup sehat dengan hubungan antara wellbeing tourism dengan wellness
tentang harapan tiap individu untuk menjaga tourism adalah dimana wellbeing tourism
maupun mengembangkan kesehatan mereka, dilakukan dengan lingkungan disekitarnya
mereka tinggal / berwisata dengan jangka dan secara komunitas (Hjalager &
waktu tertentu dengan pelayanan yang Flagested, 2012). Sedangkan wellness
komprehensif (meneyeluruh) yang bersifat tourism lebih bersifat individual dan
individu terdiri dari kebugaran jasmani, pribadi.
kedamaian mental, relaksasi, diet sehat,
maupun segala aktifitas berorientasi individu Jenis Pelayanan
yang mempengaruhi terhadap kebaikan secara a. Spa, merupakan salah satu segmen
fisik maupun mental. paling beragam dalam wellness
Global Wellness Institute mendefinisikan tourism industry. Dengan adanya
wellness sebagai aktivitas/kegiatan, maupun asosiasi international merujuk pada
gaya hidup yang mengarah kepada kesehatan pelayanan spa yakni International Spa
secara keseluruhan (fisik maupun mental) dan Association (ISPA), juga pada setiap
bersifat individu. Disebabkan sifat wellness regional dan terpengaruh historis /

SIAR II 2021: SEMINAR ILMIAH ARSITEKTUR | 284


lokalitas pada tiap regional. Pada spa, Dorongan yang utama pada wisatawan
pelayanan professional dapat adalah untuk menghilangkan stress maupun
berpengaruh positif terhadap fisik, guna memfasilitasi relaksasi psikologis.
mental, dan jiwa.
b. Retreats, menjadi media dalam Demografi Wisatawan
kepentingan spiritual baik secara
Seperti yang dilaporkan pada studi
sendiri secara sepi, maupun secara
sebelumnya bahwa sebagaian besar
komunitas. Dalam pengembangannya
wisatawan adalah wanita dengan umur
retreats berhubungan dengan yoga
mencapai kemandirian, status pendidikan dan
dengan makna dan konotasi yang sama
kemampuan finansial diatas rata-rata
sekaligus memperdalam aspek
(Gustavo, 2010; Kelly, 2012; Mak et al., 2009;
spiritual (Lehto, Brown, Chen, &
Smith & Puckzo, 2008). Namun, usia bervarias
Morrison, 2006).
antara 20-an dan pertengahan 40-50an pada
c. Gaya Hidup Sehat. Merujuk kepada wellness hospitality tourism (Kelly, 2008).Hal
pengertian wellness tourism, dimana tersebut tidak menutup kemungkinan dalam
aspek yang aktif dalam wellness perkembangan trend gaya hidup sehat dapat
tourism adalah gaya hidup. Kegaiatan mengarah kepada generasi lebih muda dengan
maupun aktifitas dalam wellness kemandirian individu yang beragam.
tourism berdampak kepada kesehatan
fisik, mental, dan jiwa. METODE PENELITIAN
Menurut Lebe (2006) kesehatan fisik pada
wellness tourism biasanya ditangani dengan Pada penletian ini menggunakan penelitian
olahraga didukung dengan makanan yang deskriptif kualitatif, yaitu metode penelitian
sehat serta pelayanan yang memenuhi aspek yang memanfaatkan data kualitatif dan
wellness, termasuk seperti spa serta beberapa dijabarkan secara deskriptif . Berdasarkan
tindakan pelayanan yang mempunyai unsur pendekatan kualitatif maka dalam penelitian
terapi. ini menggunakan teknik pengumpulan data
dengan cara studi literatur, pengambialn data
Kemudian pada aspek mental dan jiwa,
sekunder, observasi, dan wawancara. Studi
ditangani melalu kegiatan wisata seperti yoga
Literatur dilakukan dengan cara
ataupun yang lain dengan sifat personal
mengumpulkan refrensi baik jurnal, buku, data
dengan tujuan kebaikan mental dan jiwa,
diagram, publikasi kementrian maupun
seperti sesi konseling psikologi. Spiritualitas
asosiasi internasional, dan berita yang
dapat didorong melalui kegiatan meditasi pada
mendukung aspek penelitian.
umumnya ataupun ritual-ritual keagamaan
secara individu. Hal pelayanan tersebut
Subyek penelitian ini adalah fokus terhadap
disediakan dan difasilitasi secara professional
potensi hospitality industry (hotel, dan resort)
dalam wellness hospitality.
pada kawasan Tawangmangu dengan
pendekatan wellness hospitality. Dalam
Manfaat tumbuh kembangnya industri pariwisata yang
Menurut Voigt (2011), pelayanan dan berfokus kepada pengembangan hospitality
aktifitas wellness tourism dapat berdampak industry memunculkan tuntutan adanya aspek
kepada kebaikan individu, keseimbangan khusus dalam operasional maupun sifat
psikologis dan perbaikan terhadap gaya hidup, pelayanan.
maupun pencarian makna pada sifat-sifat yang
transcendental (kerohanian). ANALISA
Pada hakikatnya, wellness tourism Metode analisa SWOT (strength,
berdampak kepada kebaikan fisik, mental, dan weakness, opportunity, treathness) yaitu
jiwa berdasar kegiatan yang bersifat personal suatu teknik yang digunakan untuk
dalam aktifitas wisata. mengidentifikasi masalah melalui penguraian
Dorongan Wisata dan pemetaan SWOT.

SIAR II 2021: SEMINAR ILMIAH ARSITEKTUR | 285


Pada analisa berikut menitikberatkan Dengan topografi berbukit pada
pada garis besar penelitian, sehingga kawasan Tawangmangu, pendekatan
terdapat beberapa point yang berpengaruh yang dilakukan dalam wellness tourism
terhadap studi potensi wellness hospitality yang ada lebih baiknya merujuk
tourism di kawasan Tawangmangu. Point kepada kondisi eksisting, sehingga
tersebut meliputi pemangku kebijakan, dalam perancangan teknisnya tidak
infrastruktur, kondisi alam, masyarakat, terlalu riskan. Adapun kondisi alam
pendekatan umum dan pendekatan khusus sendiri mendukung untuk dijadikan
pada hospitality industry, pendekatan salah satu atraksi pada pengembangan
arsitektur pada wellness tourism , pelayanan pariwisata.
pada wellness tourism, dan preseden terkait c. Pendekatan Arsitektur Pada Wellness
wellness tourism. Hospitality Tourism Sebagai Salah Satu
Bagan 1 : Kerangka Penelitian Unsur Utama Pengembangan.
Arsitektur mengambil peran pada
kesan hotel / resort yang ada. Wellness
hospitality tourism sendiri unsur
utamanya terletak pada pelayanannya,
akan tetapi kehadiran arsitektur dapat
mendukung secara signifikan dalam
perencanaan pariwisata. Arsitektur
secara tepat dapat memberikan kesan
positif kepada pengunjung hotel /
resort mendatang.
d. Fokus Pelayanan Wellness Hospitality
Tourism Dengan Konsentrasi Tertentu.
Banyaknya aspek wellness dari
kesehatan hingga wellbeing
menjadikan catatan tersendiri dalam
pengembangan. Adapaun hal tersebut
dapat dimaksimalkan pada konsentrasi
pelayanan secara umum dan dapat
menjadi ”landmark” pariwiata
Sumber : Analisa Penulis, 2020
e. Kegiatan Penunjang Wellness
Hospitality Tourism Bersama
Strategi S.O. (Strength dengan Opportunity) Masyarakat Sekitar.
a. Mendukung Konsep Pengembangan Kegiatan penunjang seperti
INTANPARI eksplorasi daerah sekitar, menikmati
Investor / pengembang / konsultan budaya, hingga keramahtamahan
pariwisata dalam penerapan bersama masyarakat. Hal ini juga
pengembangan pariwisatanya di untuk menghindari kesenjangan
kawasan Tawangmangu harus sejalan antara wisata premium dengan
dengan kosenp utama pengembangan masyarakat sekitar.
Kabupaten Tawangmangu yaitu Strategi W.O. (Weakness dengan
INTANPARI. Begitu juga dengan Opportunity)
pemerintah kabupaten dan pihak a. Menghindari Pengembangan Pariwisata
terkait juga mendukung langkah Di Kawasan Lindung.
pengembangan pariwisata dengan Pada RTRW Kab. Karanganyar
keberpihakan, dan dipermudah izin, diperbolehkan dengan catatan tidak
maupun pelaksanaannya selama tidak merubah bentang alam, akan tetapi
melanggar peraturan. untuk menghindari efek jangka
b. Wellness Hospitality Tourism Dengan panjang dari pengembangan
Pendekatan Kondisi Alam. pariwisata sebaiknya dihindari.

SIAR II 2021: SEMINAR ILMIAH ARSITEKTUR | 286


b. Memperhatikan Kondisi Alam Dalam Bentang alam dapat dimanfaatkan
Pengembangan. sebagai karakter dari pariwisata,
Hal ini menindaklanjuti topografi menindaklanjuti RTRW Kab.
Tawangmangu yang berbukit, Karanganyar terkait pengembangan
pendekatan yang bisa diambil salah pariwsata di zona kawasan lindung, hal
satunya penerapan masa bangunan itu dapat sebagai karakter wisata
jamak ataupun split level pada dengan catatan jenis wisata
bangunan. Rawannya tanah longsor merupakan wisata alam. Wisata alam
juga dapat diatasi dengan keterlibatan juga termasuk dalam pendekatan
professional teknis dalam wellness tourism.
perencanaan dan pengembangannya. c. Pendekatan Arsitektur Dapat
c. Pendekatan Arsitektur Sebagai Penunjang Memberikan Prestige Dan Privasi Pada
Akomodasi Wellness Hospitality Tourism. Wellness Hospitality Tourism.
Akomodasi yang ada dalam Mengingat segmen konsumen dan
wellness hospitality tourism ditunjang demografi wisatawan pada wellness
secara menyeluruh oleh perencanaan hospitality tourism adalah
dan perancangan arsitektur. Oleh berpenghasilan diatas rata-rata maka
karena itu pendekatan arsitektur yang kebutuhan privasi tinggi tidak dapat
dilakukan antara lain kontekstual, dielakkan dalam pengembangan
sesuai fungsi, dan memberikan pariwisata. Kesan prestige tidak dapat
pengalaman baik ruang maupun dilepaskan pada pariwisata dengan
aktivitas bagi pengguna. sifat wisatawan yang eksekutif.
d. Peningkatan Kualitas Masyarakat Sekitar. d. Pemanfaatan Sumber Daya Guna
Peningkatan kualitas SDM sekitar Pelayanan Wellness Hospitality
dapat dilakukan dengan pendekatan Tourism.
dan sosialisasi. Seperti memberikan Sumber daya manusia berupa
arahan masyarakat terkait ketrampilan dalam pelayanan baik itu
keramahtamaahan maupun masyarakat sekitar maupun
sosialisasi terkait program pariwisata professional dibidangnya, maupun
yang ada. sumber daya alam yang dimanfaatkan
sebaik dan sebijak mungkin. Seperti
Strategi S.T. (Srengths dengan Threats) penggunaan bahan-bahan alami yang
a. Peran Aktif Pemangku Kebijakan didapat dari petani sekitar, bahan-
Dalam Pengawasan dan Inovasi bahan alami yang dapat ditemukan
Industri Pariwisata. pada kawasan Tawangmangu yang
dapat digunakan dalam pelayanan
Pengawasan yang aktif dilakukan
wellness hospitality tourism seperti ;
oleh pihak terkait mengingat
lemon grass (sereh) dan tanaman
banyaknya zona kawasan lindung pada
turunan atsiri lainnya.
kawasan pariwsata Tawangmangu
demi menjaga keberlanjutan e. Masyarakat Dilibatkan Aktif Dalam
ekosistem kedepan. Inovasi di industry Pariwisata.
pariwisata juga harus dikembangkan Kerjasama antara pengembang
mengingat tumbuh pesatnya pariwisata dengan masyarakat dapat
pariwisata tetapi disayangkan dilakukan dengan pendekatan
pendekatan yang dilakukan sebatas keterlibatan aktif masyarakat.
konvensional, pendekatan wellness Seperti Kerjasama pertanian guna
tourism menjadi salah satu solusi bahan pangan pada hospitality,
dalam pengembangan inovasi industry kerjasama pementasan budaya, dan
pariwisata. lain sebagainya.
b. Bentang Alam Sebagai Salah Satu
Unsur Utama Penarik Wisatawan. Strategi W.T. (Weakness dengan Threats)

SIAR II 2021: SEMINAR ILMIAH ARSITEKTUR | 287


a. Pengembangan Gagasan Maupun Kawasan Tawangmangu
Panduan Pada Wellness Hospitality Kawasan Tawangmangu merupakan
Tourism Dalam Skala Nasional. kawasan dengan batas administrasi Kecamatan
Terjalinnya kerjasama pada Tawangmangu, kawasan yang dimaksud
kementrian terkait (kementrian adalah pengembangan wisata alam, budaya,
pariwisata dan kementrian kesehatan) dan buatan/binaan manusia ( RTRW Kab.
merupakan sebuah dukungan dari Karanganyar pasal 38 ayat (1)).
pemerintah pusat, panduan maupun Kawasan Tawangmangu memiliki potensi
organisasi yang mendukung akan bentang alam guna industri dan pariwisata,
berkembangnya wellness hospitality jenis tanah yang subur mendukung berbagai
tourism perlu dikembangkan secepat macam tanaman dari bahan pokok hingga
mungkin guna mendukung inovasi tanaman herbal maupun tanaman turunan
pada industri pariwisata. atsiri. Berkembangnya industri pariwisata di
b. Keterlibatan Professional Teknis Dalam Tawangmangu sejalan dengan konsep
Pengembangan Wellness Hospitality pengembangan Kabupaten Karanganyar yaitu
Tourism. INTANPARI (Industri, Pertanian, dan
Dengan topografi perbukitan dan Pariwisata) dimana sebagai salah satu daerah
pada beberapa wilayah termasuk tujuan utama wisata Jawa Tengah maupun
rawan longsor, maka perlu di tingkat nasional.
perhatikan terkait pelaksanaan teknis Dukungan pemerintah daerah dalam
dalam pengembangan pariwisata di pengembangan industri pariwisata tertuang
kawasan Tawangmangu. Keterlibatan dalam Peraturan Daerah Kabupaten
professional kontruksi / struktur Karanganyar Nomor 19 Tahun 2019 Tentang
menjadi satu acuan dalam proses Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten
pengembangan pariwisata. Karanganyar Tahun 2013-2032. Secara umum
c. Penerapan Tarif Yang Sesuai Antara peraturan terkait pengembangan pariwisata
Kompetitif, Operasional, Dan bersifat memihak pelaku usaha pariwisata
Pelayanan Hospitality. dengan pendekatan konservasi alam,
Pelayanan wellness tourism yang dukungan pemerintah daerah juga tertuang
bersifat personal dan eksekutif harus dalam pasal 4 ayat (2) huruf e dimana
melalui perhitungan ekonomi yang pemerintah daerah mendukung
matang, agar tidak terjadi harga yang pengembangan dengan menyediakan fasilitas
terlalu tinggi atau sebaliknya. Dengan penunjang dari sektor lain. Arah kebijakan
letak strategis Tawangmangu yang publik pemerintah Kab. Karangyar
waktu tempuh maksimal 2 jam dari menekankan kepada pengembangan
kota terdekat (Solo) dapat menjadi pariwisata dalam konsep INTANPARI.
salah satu barometer penentuan
harga. Hospitality Industry
d. Keterlibatan Arsitek Secara Berkembangnya industri pariwisata di
Menyeluruh, Dari Awal Perencanaan Tawangmangu terbukti dengan banyaknya
Hingga Bentuk-Bentuk Akomodasi hospitality industry. Maraknya pertumbuhan
Wellness Hospitality Tourism. hospitality industry di Tawangmangu tidak
Arsitek mengambil peran kunci didukung dengan peningkatan inovasi
dalam pelaksanaan perencanaan dan pariwisata dibidang hospitality. Penerapan
perancangan pengembangan hospitality industry dengan pendekatan
pariwisata. Arsitek harus mempunyai konvensional dianggap merupakan langkah
komunikasi yang sejalan dengan yang paling mudah dan cepat dalam penerapan
gagasan wellness tourism, pelayanan operasional hospitality, hal tersebut membuat
akomodasi, hingga operasional minimnya inovasi pada pendekatan
sebuah hotel / resort. operasional.
Salah satu hospitality industry dengan
PEMBAHASAN pendekatan khusus adalah Greenhost

SIAR II 2021: SEMINAR ILMIAH ARSITEKTUR | 288


Boutique Hotel di Parwirotaman, Yogyakarta. Thermal/Mineral
$51.0 $56.2 4.9%
Hotel tersebut melakukan pendekatan khusus Sprins
Workplace
berupa pendekatan lingkungan baik secara Wellness
$4II3.3 $47.5 4.8%
arsitektural maupun pelayanan. Greenhost Personal Care,
menerapkan Agricafture yaitu perpaduan Beauty & Anti- $999.0 $1,082.9 4.1%
antara pertanian, dan kerajinan/seni dari Aging
komunitas seniman lokal. Secara aktif hotel Wellness
$3,724.4 $4,220.2 6.4%
Economy
tersebut mengadakan acara kolaboratif
bekerja sama dengan seniman dan komunitas Sumber : Global Wellness Institute, 2018
Sebelum pandemic covid-19, GWI
terkait.
mengestimasi pasar global pada pertumbuhan
wellness tourism di tahun 2022 sebesar US$
Wellness Tourism 919.4 Milyar (7,5% dari tahun 2017). Dengan
Wellness tourism menjadi salah satu inovasi rincian beberapa sektor sebagai berikut :
dalam pengembangan hospitality industry,
Tabel 3. Projected Global Wellness Economy 2017-2022
pendekatan wellness tourism pada hospitality
Projected
industry dapat berpengaruh terhadap Projected
Average
Market Size
pendekatan ekonomi, didukung dengan data Sectors Annual
(US$ Billions)
global pertumbuhan wellness economy. Growth Rate
Dimana sejak 2015 mengalami trend 2017 2022 2017-2022
Wellness Real
peningkatan dalam segi ekonomi/economy Estate
$134.3 $197.4 8.0%
growth. Global Wellness Institute (GWI) pada Workplace
$47.5 $65.6 6.7%
tahun 2018 mengestimasi pasar global pada Wellness
wellness economy sebesar US$ 4.5 Triliun, Wellness
$639.4 $919.4 7.5%
sebesar 5.3% ekonomi global pada tahun 2017. Tourism
Spa Facilities $93.6 $127.6 6.4%
Sejak 2015-2017 wellness economy tumbuh
Thermal/Mineral
6.4% setiap tahun, sekitar dua kali lipat dari Sprins
$56.2 $77.1 6.5%
pertumbuhan ekonomi global sebesar 3.6% Sumber : Global Wellness Institute, 2018
saat itu. Berikut tabel pertumbuhan wellness Menurut GWI, Asia-Pasifik pada tahun 2017
economy termasuk beberapa sektor terjadi kapitalisasi pasar terkait wellness
didalamnya : tourism sebesar US$ 136.7 milyar (10.9% dari
Tabel 2. Global Wellness Economy Report 2018 2015-2017) dan Indonesia masuk dalam daftar
Average Top Ten Wellness Tourism Markets in Asia-
Market Size Annual Pacific 2017 dengan nilai pasar sebesar US$ 6.9
(US$ Billions) Growth
Sectors
Rate
milyar pada peringkat ke-7 dibawah Korea
205- Selatan dan diatas Malaysia, Vietnam, dan New
2015 2017
2017 Zealand.
Healty Eating, Perihal pandemic covid-19 yang
Nutrition, & $647.8 $702.1 4.1% memberikan efek negative pada pertumbuhan
Weight Loss
Wellness
pariwisata, wellness tourism diprediksi sebagai
$563.2 $639.4 6.5% sektor yang akan cepat pulih. Berdasarkan
Tourism
Spa Economy $98.6 $118.8 9.8% Global Wellness Tourism Economy Report 2017
(Spa Facilities) ($77.6) ($93.6) (9.9%) dimana health tourism sekitar setengah triliun
Fitness & Mind- dollar dan 14% dari total global tourism
$542.0 $595.4 4.8%
Body
Preventive &
(Amelia, Gitta 2020). Menyikapi pandemic
Personalized covid-19, ini menjadi momentum bagi wellness
$534.3 $574.8 3.7%
Medicine And sectors sebagai bentuk kampanye hidup sehat
Public Health mulai dari makanan hingga pariwisata. Dengan
Traditional & penerapan wellness tourism dengan segala
Complementary $199.0 $359.7 -
Medicine bentuk pelayanan dan aktivitasnya menjadi
Wellness Real focus masyarakat akan pentingnya kesehatan,
$118.6 $134.3 6.4%
Estate hal ini juga yang menjadi dasar bahwa wellness

SIAR II 2021: SEMINAR ILMIAH ARSITEKTUR | 289


tourism sebagai sektor industry pariwisata mulai dari Yoga yang dilakukan dua kali dalam
yang akan cepat pulih. sehari (pagi dan sore) hingga pengalaman tour
Sebagai preseden pendekatan wellness sejarah.
tourism di Tawangmangu adalah Rumah Atsiri
Indonesia, dalam pengembangannya KESIMPULAN DAN SARAN
menambahkan fungsi pendukung berupa Berdasarkan analisa yang telah dilakukan,
fasilitas lodging (penginapan) dengan dimana trend pertumbuhan wellness tourism
pendekatan wellness tourism pada dari segi ekonomi dan daya wisatawan
operasionalnya. Bentuk-bentuk pelayanan menunjukan trend dan indikasi positif dalam
wellness pada fasilitas terbut, antara lain spa, perkembangannya. Wellness tourism
tour alam, yoga, aromaterapi, makanan sehat, merupakan salah satu pendekatan yang dapat
artisan tea, dan lain sebagainya. Pada paket diemplementasikan pada hospitality industry
wisata yang ada adalah wisatawan dapat (hotel/resort). Dengan prtumbuhan pada
menikamti selama 3 atau 5 hari, 7 hari, bahkan wellness economy berdasarkan Global
untuk jangka Panjang selama 30 hari dengan Wellness Tourism Economy Report 2018 yang
program wellness yang akan dinikmati diterbitkan oleh Global Wellness Institute
wisatawan. (GWI) mengestimasi pasar global pada
wellness economy sebesar US$ 4.5 triliun, 5.3%
Pandangan Wisatawan pada Wellness dari ekonomi global pada tahun 2017 dengan
Hopitality pertumbuhan setiap tahun dari tahun 2015-
Pendekatan wellness tourism sebelumnya 2017 sebesar 6.4%, sekitar dua kali lipat dari
sudah diaplikasikan secara menyeluruh oleh pertumbuhan ekonomi global sebesar 3.6%
Amanjiwo Resort, Borobudur. Resort tersebut (2017). Pertumbuhan wellness economy secara
memberikan pelayanan istimewa dengan global juga berdampak pada pasar wellness
menghadirkan pengalaman lebih personal economy di Asia-Pasifik termasuk Indonesia. Di
kepada pengunjung. Amanjiwo dikelilingi pasar Asia-Pasifik wellness tourism (bagian dari
bentang alam yang indah didukung budaya dan sektor wellness economy) pada tahun 2017
keramahan khas masyarakat sekitar. Dengan terjadi pertumbuhan 10.9% ( 2015-2017) atau
view candi Borobudur tepat saat matahari sebesar US$ 136.7 milyar. Industri pariwisata
terbit serta bentang alam Perbukitan Menoreh dengan pendekatan wellness tourism di
menambah kesan ketenangan jiwa sesuai Indonesia menduduki peringkat ke 7 dalam
namanya. daftar Top Ten Wellness Tourism Markets in
Pada situs travel terkait, wisatawan Asia-Pacific 2017 dengan nilai/kapitalisasi
memberikan peringkat 85% menyebutkan luar pasar sebesar US$ 6.9 milyar. Sebelum
biasa, 10% menyebut sangat bagus, dan 5% pandemic covid-19, GWI mengestimasi
menyebut mahal dengan biaya hampir Rp. pertumbuhan wellness tourism di tahun 2022
50.000.000,- per malam (Azzam, kompasiana terjadi pertumbuhan 7,5% (dari tahun 2017)
2021). Harga tersebut bisa dikatakan atau sebesar US$ 919.4 milyar. Pandemic
sebanding mengingat prestige yang didapat covid-19 yang terjadi telah menjadikan
sekaligus pelayanan yang bersifat privat yang momentum untuk urgensi terkait gaya hidup
meneyeluruh. Review positif serupa juga sehat, termasuk kegiatan wisata yakni wellness
tertulis pada platform tour and travel, tourism. Masyarakat mulai sadar artinya gaya
Tripadvisor. Pada review tersebut tertulis bagai hidup sehat yang menyeluruh, hal ini menjadi
mana pengunjung disambut dengan hangat sentiment positif terkait pulihnya industri
oleh segenap pimpinan dan pelayan Amanjiwo pariwisata terutama wellness tourism yang
resort, sekaligus menceritakan pengalamannya berkaitan dengan health tourism.
selama 5 hari 4 malam di Amanjiwo resort. Dengan penjelasan diatas, hospitality
Dimulai dari penjelasan Amanjiwo resort industry dapat menerapkan pendekatan
disambung dengan mendeskripsikan unit villa wellness tourism sebagai inovasi
dengan pemandangan yang dapat langsung pengembangan industri pariwisata. Trend
dinikmati, kemudian diceritakan bagaimana positif terkait wellness tourism, data global dan
aktivitas wellness hospitality pada Amanjiwo pertumbuhan positif wellness economy, iklim

SIAR II 2021: SEMINAR ILMIAH ARSITEKTUR | 290


bisnis, wellness tourism di Indonesia yang Research, 37:3, 205-213, DOI:
diperhitungkan pada taraf global dan regional 10.1080/02508281.2012.11081709
Asia-Pasifik, kesadaran masyarakat terkait gaya Global Wellness Institute, Defining the Mental
hidup sehat, dan didukung sentiment positif Wellness Economy, November 2020.
dari berbagai pihak dapat memberikan dampak Global Wellness Institute, Global Wellness
perkembangan positif pada hospitality industry Economy Monitor, October 2018.
dari segi ekonomi, dan pemanfaat Global Wellness Institute, Global Wellness
pertumbuhan wellness economy yang bersifat Tourism Economy, November 2018.
global. Global Wellness Institute, Move to be Well: The
Selanjutnya, kawasan Tawangmangu yang Global Economy of Physical Activity,
telah memiliki potensi alam dan infrastruktur October 2019.
terkait dapat memanfaatkan momentum Global Wellness Institute, Move to be Well: The
perkembangan wellness economy terutama Global Economy of Physical Activity,
wellness tourism yang memiliki trend positif October 2019.
setiap tahun. Dukungan pemerintah baik Inran Y. Lehto (Assistant Professor), Sally
daerah maupun pusat diperlukan dalam Brown (President and Founder), Yi
pengembangan industri pariwisata, khususnya Chen (Graduate Student) & Alastair M.
kawasan Tawangmangu. Kabupaten Morrison (Distinguished Professor)
Karanganyar dengan konsep pengembangan (2006) Yoga Tourism as a Niche Within
utama yaitu sebagai salah satu daerah tujuan the Wellness Tourism Market, Tourism
utama wisata di Jawa Tengah maupun tingkat Recreation Research, 31:1, 25-35, DOI:
nasional, serta dengan peraturan terkait 10.1080/02508281.2006.11081244
pariwisata yang bersifat terbuka dan Johanson, Misty M. (2004) "Health, Wellness
mendukung atas kerjasama bergbagai pihak Focus within Resort Hotels,"
guna pengembangan pariwisata di Kabupaten Hospitality Review: Vol. 22 : Iss. 1 ,
Karanganyar. Selanjutnya dukungan pada Article 3.
kementrian terkait dimana Kementrian Karen, I. A. (2015). Self-Determination Theory
Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah bekerja And Wellness Tourism:How Do
sama dengan Kementrian Kesehatan guna Wellness Facilities Contribute To
mengembangkan wisata kesehatan, medis, Wellbeing?. South Carolina: University
kebugaran, dan herbal di Indonesia dengan of South Carolina.
penandatangan Perjanjian Kerja Sama (PKS). Lutfiyani, Yulia N., & Astuti, Dyah W. (2019)
Secara singkat disimpulkan bahwa kawasan
Laporan Seminar Penelitian Public
Tawangmangu berpotensi dalam
Private Community Partnership:
pengembangan wellness hospitality tourism
dengan dukungan pemerintah daerah berupa Potensi Keterlibatan Masyarakat
konsep pengembangan, peraturan terkait, dalam Pengembangan Wisata
dukungan kemetrian terkait yang telah Edukasi (Studi Kasus: Rumah Atsiri
melakukan perjanjian kerja sama, serta Indonesia). Surakarta: Universitas
keterlibatan bebagai pihak termasuk Muhammadiyah Surakarta
masyarakat untuk pengembangan industri Melanie Smith (Senior Lecturer in Cultural
pariwisata di kawasan Tawangmangu. Tourism) & Catherine Kelly (Senior
Lecturer in Cultural Tourism) (2006)
DAFTAR PUSTAKA Wellness Tourism, Tourism Recreation
Camilleri, M. A. (2018). The Tourism Industry: Research, 31:1, 1-4, DOI:
An Overview. In Travel Marketing, 10.1080/02508281.2006.11081241
Tourism Economics and the Airline Yeung, O., and Johnston, K. (2020). Resetting
Product (Chapter 1, pp. 3-27). Cham, the World with Wellness: A New Vision
Switzerland: Springer Nature. for a Post COVID-19 Future. Miami, FL:
Catherine Kelly (2012) Wellness Tourism: Global Wellness Institute.
Retreat Visitor Motivations and Amelia, Gitta. (2020). The Arrival of the
Experiences, Tourism Recreation Wellness Economy in Indonesia

SIAR II 2021: SEMINAR ILMIAH ARSITEKTUR | 291


online). Karanganyarkab. (2019). Peraturan Daerah
https://www.linkedin.com/pulse/arriv Kabupaten Karanganyar Nomor 19
al-wellness-economy-indonesia-gitta- Tahun 2019
amelia/?trackingId=FepzY%2Fm4PT83l (online).http://jdih.karanganayarkab.g
BiXJf4qOg%3D%3D. (diakses 25 Januari o.id. (diakses 13 Januari 2021)
2021). Tripadvisor. (2021). Amanjiwo (online).
Azzam, A. A. (2021) Resort Amanjiwo Teras https://www.tripadvisor.co.id/Hotel_
Damai di Jawa Tengah (online). Review-g790291-d307832-Reviews-
https://www.kompasiana.com/abdurr Amanjiwo-
ofi50157/5fff2f75d541df302e2cdd73/ Borobudur_Magelang_Central_Java_J
resor-amanjiwo-terasa-damai-di-jawa- ava.html. (diakses 15 Januari 2021).
tengah. (diakses 15 Januari 2021).

SIAR II 2021: SEMINAR ILMIAH ARSITEKTUR | 292

Anda mungkin juga menyukai