0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
77 tayangan9 halaman

Mitos Kehamilan dan Faktanya

Dokumen tersebut membahas beberapa mitos yang sering dikaitkan dengan kehamilan beserta faktanya. Beberapa mitos yang dibahas antara lain soal konsumsi kopi, mengecat rambut, naik pesawat, memelihara kucing, mengonsumsi sushi dan nanas, serta melakukan aktivitas seperti sauna dan olahraga selama kehamilan. Secara umum diketahui bahwa sebagian besar aktivitas dan makanan tersebut dapat dikonsumsi atau

Diunggah oleh

yanti
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai RTF, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
77 tayangan9 halaman

Mitos Kehamilan dan Faktanya

Dokumen tersebut membahas beberapa mitos yang sering dikaitkan dengan kehamilan beserta faktanya. Beberapa mitos yang dibahas antara lain soal konsumsi kopi, mengecat rambut, naik pesawat, memelihara kucing, mengonsumsi sushi dan nanas, serta melakukan aktivitas seperti sauna dan olahraga selama kehamilan. Secara umum diketahui bahwa sebagian besar aktivitas dan makanan tersebut dapat dikonsumsi atau

Diunggah oleh

yanti
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai RTF, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Setelah dinyatakan hamil, biasanya wanita punya daftar pertanyaan 

do's and don’ts yang panjang mengenai kehamilan, seperti, apakah


aman menyantap sushi, bolehkah menyetir atau mengecat rambut. Ditambah lagi, dengan orang-orang sekitar yang tampaknya selalu
siaga menasihati ibu hamil untuk tidak makan atau melakukan ini dan itu. Alhasil, ibu hamil, terutama yang baru pertama kali mengandung,
bisa makin bingung atau bahkan cemas.

Ya, banyak sekali mitos seputar kehamilan yang berseliweran, entah benar atau tidak. Itulah mengapa Anda harus lebih cermat dalam
memilih mana yang memang bermanfaat dan mana yang perlu dibuang. Karena hal ini, sebenarnya, dapat memengaruhi keputusan-
keputusan Anda selama kehamilan.

Yuk, intip mitos-mitos seputar kehamilan beserta faktanya berikut ini:

1. Mitos: Ibu Hamil Tidak Boleh Minum Kopi


Ketika Anda minum kopi, kafein akan melewati plasenta menuju cairan ketuban dan aliran darah janin. Tubuh bayi yang masih berkembang
memerlukan waktu lebih untuk memproses kafein tersebut dibandingkan tubuh Anda. Akibatnya, si Kecil akan terkena efek kafein yang
lebih lama dari ibunya.

American College of Obstetricians and Gynecologists mengatakan bahwa sejauh ini, asupan kafein kurang dari 200 mg tidak meningkatkan
risiko keguguran atau kelahiran prematur. Sebaliknya, ibu yang mengonsumsi lebih dari 300 mg kafein sehari lebih mungkin melahirkan
bayi yang kecil.

Jadi, boleh-boleh saja ibu hamil mengonsumsi kopi asalkan tidak berlebihan. Satu cangkir kopi tidak akan menyakiti si jabang bayi. Ingat,
tidak lebih dari 200 mg kafein per hari, ya!

Artikel Lainnya: Bolehkah Ibu Hamil Keluar Rumah Saat Malam Hari?

2. Mitos: Ibu Hamil Tidak Boleh Ngecat Rambut


Siapa bilang tidak boleh? Ibu hamil juga perlu gaya dan tampil cantik, dan beruntung, mengecat rambut tidak berdampak buruk asalkan
dilakukan dengan benar.

Hal-hal yang harus diperhatikan sebelum mengecat rambut saat hamil, antara lain:

 Hindari mewarnai rambut Anda saat trimester pertama, karena organ-organ bayi Anda masih berkembang. Tunggulah hingga trimester
kedua.
 Jika Anda memilih untuk mewarnai rambut Anda sendiri, kenakan sarung tangan. Bukalah jendela saat mengecat agar sirkulasi udara lebih
baik, juga untuk meminimalkan paparan bahan kimia. Lagi pula, ibu hamil umumnya lebih sensitif terhadap bau (termasuk bau cat yang
menyengat), sehingga ventilasi ruangan yang baik dan sirkulasi udara yang cukup, dapat mencegah mual.
 Bilas rambut Anda secara menyeluruh pada akhir proses.
 Highlight rambut lebih disarankan ketimbang mewarnai seluruh rambut. Hal ini karena bahan kimia yang digunakan hanya diserap oleh
rambut Anda, dan bukan oleh kulit kepala atau aliran darah.

Ingatlah bahwa kehamilan dapat memengaruhi kondisi normal rambut Anda. Misalnya, setelah dicat, warna rambut jadi tak terlalu keluar,
atau rambut menjadi kusut. Karena itu, sebaiknya Anda melakukan tes dahulu dengan pewarna atau perawatan yang hendak Anda
gunakan. Bicarakan dengan hairdresser Anda untuk saran terbaik.

1 dari 6 halaman
3. Mitos: Ibu Hamil Tidak Boleh Naik Pesawat Terbang

Mitos: Ibu Hamil Tidak Boleh Naik Pesawat Terbang

Jika kehamilan Anda normal, sebenarnya aman-aman saja naik pesawat. Namun, pada trimester pertama, ibu hamil biasanya masih
mengalami morning sickness, dan ini bisa menjadi berkali lipat selama di pesawat. Karena itu, berjaga-jagalah. Lebih baik Anda
mendiskusikan dengan dokter kandungan Anda perihal perjalanan yang akan dilakukan, meskipun kehamilan Anda termasuk sehat.

Waktu terbaik untuk terbang adalah pada trimester kedua. Alasannya karena morning sickness sudah jauh berkurang dan perut belum
terlalu besar. Pada saat tersebut, kehamilan belum menyebabkan nyeri punggung bawah atau pinggang yang mengganggu.

Untuk ibu hamil, disarankan untuk memilih kursi yang dekat lorong karena memberikan banyak ruang untuk bergerak dan memudahkan
untuk ke toilet. Hindari berdiam diri di kursi untuk jangka waktu yang lama. Regangkan betis Anda secara berkala saat duduk dan berjalan
di lorong satu jam sekali jika berada dalam penerbangan panjang. Selain itu, minum air putih secara teratur untuk menghidrasi diri Anda.

4. Mitos: Ibu Hamil Tidak Boleh Memelihara Kucing


Jangan khawatir, Anda tetap dapat bermain dengan kucing kesayangan Anda. Namun, Anda harus berhati-hati saat membersihkan kotak
pasirnya. Sebaiknya minta orang lain yang membersihkan dan sesedikit mungkin kontak dengan kucing.

Kotoran kucing dapat membawa infeksi parasit yang disebut toksoplasmasis. Jika Anda terkena toksoplasmasis saat hamil (khususnya
pada trimester satu), atau bahkan beberapa bulan sebelum hamil, bayi dapat mengalami kerusakan mata atau otak. Bila Anda terserang
pada trimester kedua dan ketiga, bayi biasanya aman.

Penting juga untuk diketahui, sebagian besar bayi yang terinfeksi tidak memiliki gejala saat lahir, dan baru akan terlihat pada kemudian hari.
Bila Anda khawatir, konsultasikan dengan dokter Anda terkait tes darah untuk mengetahui apakah tubuh Anda imun terhadap
toksoplasmasis. 

5. Mitos: Ibu Hamil Harus Menghindari Sushi


Sebaiknya ibu hamil tidak menyantap sushi dengan ikan mentah. Makan ikan atau kerang setengah matang dapat membahayakan
kesehatan Anda dan janin. Ikan mentah yang telah dibekukan juga tidak aman selama kehamilan. Pembekuan ini memang dapat
menghancurkan parasit yang berpotensi berbahaya, tapi tidak membunuh patogen.

Tak hanya itu, ibu hamil juga harus berhati-hati dengan kandungan merkuri di dalam ikan. Anda harus menghindari ikan hiu, makarel raja,
pedang, dan todak karena kadar merkuri mereka yang sangat tinggi. Di Indonesia, ikan yang rendah kadar merkurinya adalah tenggiri, lele,
teri, salmon, tuna, dan kembung.

Pastikan ikan sudah benar-benar matang sebelum dikonsumsi. Jadi, makanlah sushi yang isinya sayur-sayuran atau ikan yang dimasak
matang, ya.

Artikel Lainnya: Cara Mengatasi Overthinking Saat Hamil

2 dari 6 halaman
6. Mitos: Ibu Hamil Harus Makan untuk Dua Orang

Mitos: Ibu Hamil Harus Makan untuk Dua Orang

Tinggalkan prinsip lawas ini! Selama trimester pertama, Anda sebenarnya tidak membutuhkan tambahan kalori, makanlah seperti biasa
(1.800–2.200 kalori tergantung tinggi dan berat badan).

Pada trimester kedua, dibutuhkan tambahan 340 kalori per hari. Lalu pada trimester ketiga, ibu hamil membutuhkan tambahan 450 kalori
per hari. Bila hamil anak kembar, Anda membutuhkan tambahan 300 kalori per hari untuk masing-masing janin. Selama kehamilan,
pastikan Anda menerapkan diet bergizi seimbang, tinggi protein, tinggi serat, dan kaya lemak sehat.

7. Mitos: Ibu Hamil Tidak Boleh Makan Nanas


Nanas dianggap dapat menyebabkan keguguran, atau persalinan dini. Padahal, buah ini aman dan sehat untuk dikonsumsi selama
kehamilan. Bahkan tidak ada bukti medis yang mendukung pernyataan bahwa nanas membahayakan ibu dan janin.

Awal munculnya mitos ini adalah karena bromelain, kandungan pada nanas, diteliti dapat memecah protein dalam tubuh dan
mengakibatkan perdarahan abnormal. Ini memang benar. Tapi jumlah bromelain dalam satu porsi nanas tidak akan memengaruhi
kehamilan Anda. Faktanya, Anda harus makan antara tujuh hingga sepuluh nanas untuk memicu hal tersebut.

Selain itu, kandungan bromelain paling tinggi terletak pada bagian tengah nanas. Jika Anda sangat khawatir, bisa makan bagian pinggir
nanas saja.

8. Mitos: Ibu Hamil Tidak Boleh Sauna


Ini benar. Anda harus menghindari sauna, Jacuzzi, dan apa pun yang menaikkan suhu tubuh Anda lebih dari 102 derajat. Ada
kemungkinan, kenaikan suhu inti yang signifikan dapat memengaruhi perkembangan janin, terutama dalam 12 minggu pertama kehamilan.

Selain itu, jika tubuh Anda terlalu panas (overheat), akan lebih banyak darah mengalir ke kulit untuk membantu mendinginkan tubuh Anda
dengan berkeringat. Ini berarti lebih sedikit aliran darah ke organ dalam, seperti otak. Bila Anda tidak mendapatkan cukup darah dan
oksigen ke otak, ini dapat membuat tubuh merasa lemas. Apalagi saat hamil, perubahan hormonal dalam tubuh dapat membuat Anda
sering merasa ingin pingsan. 

Artikel Lainnya: Penyebab Ibu Hamil Sering Merasa Ngantuk

3 dari 6 halaman

9. Mitos: Ibu Hamil Tidak Boleh Makan Pedas

Mitos: Ibu Hamil Tidak Boleh Makan Pedas


Menyantap makanan pedas selama kehamilan termasuk aman tapi dapat menyebabkan heartburn (rasa perih dan panas pada dada).
Banyak ibu hamil mengalami heartburn, dan makanan pedas dapat memperburuk kondisi ini. Heartburn paling sering terjadi pada trimester
akhir kehamilan.

Pada beberapa ibu hamil, makanan pedas yang sebelumnya dapat dikonsumsi dengan baik-baik saja, ternyata memicu morning sickness.
Jika Anda tidak mengalami gangguan sama sekali selama menyantap makanan pedas, berarti Anda tak perlu khawatir.

10. Mitos: Ibu Hamil Tidak Boleh Menyetir


Sebenarnya menyetir aman untuk ibu hamil selama kehamilannya sehat. Hanya saja pada trimester ketiga, perut yang makin membesar
akan membuat tak nyaman sehingga Anda mesti lebih berhati-hati. Namun sebenarnya, pada trimester pertama pun, Anda harus waspada
karena saat-saat ini morning sickness sering melanda, dan bisa sangat mengganggu ketika menyetir.

Selama kehamilan, jika Anda mengemudi atau Anda penumpang di dalam mobil, ingatlah untuk selalu mengenakan sabuk pengaman.
Hindari perjalanan jarak jauh selama kehamilan jika memungkinkan. Bila harus melakukan perjalanan jauh, ajak orang lain untuk
menggantikan Anda. Berhentilah setiap 90 menit untuk istirahat, ke toilet, dan meregangkan tubuh Anda.

11. Mitos: Ibu Hamil Tidak Boleh Berolahraga


Olahraga memberikan banyak manfaat untuk ibu hamil, salah satunya untuk memudahkan persalinan. Tetaplah berolahraga seperti biasa
selama Anda nyaman. Anda bisa joging, yoga (hindari Bikram atau hot yoga), menari, atau berjalan kaki. Beberapa olahraga yang
sebaiknya dihindari adalah olahraga yang berisiko membuat Anda terjatuh atau terhantam (kickboxing, judo, squash, berkuda, bersepeda),
serta scuba diving.

Tapi, jangan sampai terlalu lelah. Untuk mengukurnya, Anda harus dapat berbicara saat berolahraga. Jika ngos-ngosan hingga sulit
berbicara, itu tandanya intensitas olahraga Anda terlalu berat. Selalu lakukan pemanasan sebelum berolahraga, dan pendinginan
setelahnya. Lakukan olahraga dengan rutin, sesibuk apa pun, tak perlu lama-lama asalkan berkualitas. Minumlah air putih yang cukup
setelah berolahraga.

 Mitos: Ibu Hamil Tak Boleh ke Dokter Gigi


Mitos: Ibu Hamil Tak Boleh ke Dokter Gigi

Semua orang tak boleh abai dengan kesehatan gigi dan mulutnya, termasuk ibu hamil. Ini diperkuat dengan fakta bahwa peningkatan level
hormon selama kehamilan dapat membuat gusi membengkak dan berdarah.

Tak pelak, masalah kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil, terutama periodontitis kronis, dapat menyebabkan kelahiran prematur
dan berat badan bayi lahir rendah. Gigi berlubang yang tidak diobati juga berisiko mengakibatkan gangguan jantung, yang kemudian bisa
mengganggu aliran darah ke janin.

Hal-hal yang harus diperhatikan ibu hamil untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut adalah: teratur menyikat gigi dua kali sehari, setelah
sarapan pagi dan malam sebelum tidur, membersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi, hindari obat kumur yang mengandung alkohol,
dan melakukan kontrol secara teratur ke dokter gigi. Yang perlu diperhatikan adalah, jangan langsung menyikat gigi setelah muntah karena
dapat merusak permukaan gigi. Tunggu 30 menit hingga 1 jam setelahnya.

13. Mitos: Ibu Hamil Tidak Boleh Melakukan Hubungan Seksual


Boleh-boleh saja. Ibu hamil dengan kehamilan normal dapat terus berhubungan seksual sampai air ketuban pecah. Hubungan seksual
yang Anda lakukan juga tidak membahayakan bayi karena kantong ketuban dan otot kuat rahim melindungi bayi.

Anda pun tak perlu takut seks memicu persalinan dini jika, lagi-lagi, Anda memiliki kehamilan yang normal. Bahkan orgasme pun tidak akan
menyebabkan keguguran. Memang, orgasme dapat menimbulkan kontraksi uterus yang ringan, tapi ini bersifat sementara dan tidak
berbahaya.

14. Mitos: Ibu Hamil Tidak Boleh Makan Jamur


Asalkan dimasak dengan matang, jamur boleh dikonsumsi oleh ibu hamil. Beberapa jamur yang baik untuk kesehatan adalah shiitake,
maitake, enoki, dan oyster. Ibu hamil harus menghindari jamur yang masih mentah, magic mushroom, dan jamur yang berkategori toksik.

Sebelum membeli jamur, coba riset dulu tentang jenis-jenis jamur yang ada di pasaran. Jika mereka tampak menarik tapi tidak familiar,
selidiki apakah mereka termasuk aman untuk dikonsumsi. Belilah jamur yang masih segar dari swalayan yang sudah terkenal atau vendor
yang terpercaya. Bersihkan jamur dengan baik dengan air bersih sebelum dimasak.

 Mitos: Ibu Hamil Perlu Menunda Operasi Lasik

Mitos: Ibu Hamil Perlu Menunda Operasi Lasik

Menjalani operasi lasik saat hamil tidak disarankan. Perubahan hormon yang terjadi selama kehamilan dapat berpengaruh terhadap kondisi
mata, sehingga dapat membuat hasil lasik tidak maksimal. Selain itu, beberapa resep obat yang biasanya digunakan oleh pasien lasik bisa
berisiko untuk bayi Anda yang sedang berkembang.

Oleh karena itu, prosedur lasik sebaiknya ditunda sampai selesai menyusui. Para ahli menyarankan untuk melakukannya setelah 1–2 kali
siklus menstruasi usai Anda berhenti menyusui.

16. Mitos: Ibu Hamil Tidak Boleh Menyusui


Anda dapat menyusui saat hamil hanya jika kehamilan Anda dinyatakan sehat oleh dokter, apalagi kalau anak Anda masih di bawah usia 6
bulan. Menyusui saat hamil tidak dianjurkan bila Anda mempunyai riwayat kelahiran prematur, memiliki kelahiran kembar, dan
pernah keguguran.

Namun jika Anda ingin tetap menyusui anak, hendaknya konsultasikan lebih lanjut dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

17. Mitos: Ibu Hamil Tidak Boleh Menggendong Balita


Menggendong balita saat hamil tidak masalah, terutama pada awal-awal kehamilan. Tapi Anda perlu lebih berhati-hati jika memiliki
komplikasi kehamilan, seperti perdarahan atau kontraksi. Sebaiknya bicarakan dengan dokter mengenai boleh tidaknya Anda
menggendong anak. 

Agar tetap nyaman, ada cara menggendong anak yang perlu diperhatikan: raih anak dengan berjongkok menekuk lutut, bukan
membungkuk di pinggang, dan ingat agar punggung tetap lurus. Pertimbangkan juga untuk menggunakan stroller saat berjalan jauh
dengan anak, atau ajak anak untuk berjalan jika memungkinkan.
https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3459678/17-mitos-dan-fakta-seputar-kehamilan

Mitos vs Fakta Kehamilan


Untuk mengetahui mitos kehamilan yang banyak berkembang sekaligus mengetahui apa saja fakta di baliknya, Bunda
bisa menyimak informasi berikut ini.

1. Mitos jenis kelamin bayi berdasarkan bentuk perut dan denyut jantung janin
Ibu hamil yang perutnya melebar ke samping akan memiliki bayi perempuan, sedangkan jika meruncing ke depan akan
memiliki bayi laki-laki. Dikatakan juga bahwa jika detak jantung janin di atas 140 per menit, maka jenis kelaminnya adalah
perempuan. Sedangkan jika detak jantungnya kurang dari 140 per menit, maka ia berjenis kelamin laki-laki.
Faktanya?
Bentuk perut ibu hamil tidak dapat dijadikan penentu jenis kelamin bayi di dalam kandungan. Selain itu, belum ada bukti
ilmiah yang mendukung teori penentuan jenis kelamin bayi berdasarkan denyut jantung janin.
Detak jantung janin yang normal adalah antara 120 - 160 kali per menit. Denyut jantung janin bisa berbeda setiap kali
pemeriksaan kehamilan rutin. Hal ini dikarenakan denyut jantung janin dipengaruhi oleh usia kehamilan dan aktivitas janin
pada saat pemeriksaan.
Untuk mengetahui jenis kelamin bayi di dalam kandungan, Bunda bisa menjalani pemeriksaan USG kehamilan saat usia
kehamilan sudah lebih dari 18 minggu.

2. Mitos melihat gerhana bulan ketika hamil


Bila ibu hamil melihat gerhana bulan, bayi di dalam kandungannya akan lahir dengan kondisi bibir sumbing.
Faktanya?
Bibir sumbing terjadi karena adanya kelainan genetik, infeksi selama hamil, kekurangan nutrisi tertentu, misalnya  asam
folat, atau kebiasaan merokok saat hamil. Jadi, bibir sumbing pada bayi tidak memiliki keterkaitan apa pun dengan bulan.

3. Mitos wanita hamil sebaiknya tidak mandi terlalu sering


Konon, ibu hamil tidak boleh mandi terlalu sering, karena kotoran yang ada di air akan meresap ke dalam tubuh ibu dan
membuat bayi terkontaminasi.
Faktanya?
Mitos tersebut jelas tidak benar. Bayi terlindungi oleh selaput lendir dan ketuban yang membungkus rahim, sehingga
kotoran dari luar tubuh ibu tidak akan sampai ke tubuh bayi.

4. Mitos ibu hamil makan untuk dua orang


Banyak orang yang menganjurkan agar ibu hamil makan lebih banyak. Katanya, ibu hamil harus makan untuk porsi dua
orang.
Faktanya?
Pada saat hamil, wanita hanya membutuhkan kalori tambahan sebesar 300 kalori per hari untuk menunjang pertumbuhan
bayi. Kalori ekstra ini bisa didapatkan dari segelas susu skim dan 60 gram keju atau 4 porsi sayur dan buah. Jadi, jangan
sampai Anda menambahkan kalori secara berlebihan. Selain dapat menyebabkan obesitas yang bisa berdampak buruk
pada kehamilan, Anda juga akan kesulitan untuk membuang kalori dan menurunkan berat badan setelah melahirkan.
5. Mitos larangan naik pesawat ketika hamil
Naik pesawat akan meningkatkan risiko terjadinya komplikasi kehamilan akibat radiasi, baik dari mesin pemindai di
bandara maupun karena ketinggian.
Faktanya?
Mesin pemeriksa yang menggunakan sinar-X di bandara dan pesawat yang terbang pada ketinggian tertentu memang
memancarkan radiasi. Namun, tingkat radiasi tersebut terbilang sangat kecil dan tidak cukup untuk menembus masuk ke
dalam tubuh, sehingga tidak akan mengganggu bayi yang ada di dalam kandungan.

6.  Mitos berhubungan intim saat hamil


Berhubungan seksual saat hamil dapat membahayakan kehamilan dan janin di dalam kandungan.
Faktanya?
Hubungan seksual tidak akan membahayakan bayi di dalam kandungan karena bayi terlindung oleh kantong dan cairan
ketuban, otot rahim yang kuat, serta lapisan lendir tebal di mulut rahim. Orgasme juga tidak menyebabkan keguguran
karena kontraksi otot pada saat orgasme berbeda dengan kontraksi ketika melahirkan.
Namun bagi ibu hamil yang berisiko mengalami keguguran atau persalinan prematur, dan ibu hamil dengan perdarahan
dari vagina tanpa sebab yang jelas, disarankan untuk berkonsultasi dahulu dengan dokter. Kemungkinan dokter akan
menganjurkan untuk tidak melakukan hubungan seksual dulu selama beberapa waktu.
Sebenarnya, hal yang perlu diwaspadai ibu hamil dalam melakukan hubungan seks adalah penyakit menular seksual,
seperti HIV, klamidia, kutil, atau herpes. Jika ibu hamil terinfeksi penyakit tersebut, maka besar kemungkinan bayi akan
terinfeksi juga.

7. Mitos nyeri ulu selama hamil berhubungan dengan ketebalan rambut janin


Konon, jika ibu hamil mengalami nyeri ulu hati alias heartburn selama masa kehamilan, maka janin akan terlahir dengan
rambut tebal.
Faktanya?
Jawabannya mungkin saja iya. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ketika wanita hamil mengalami nyeri ulu hati yang
cukup berat, janin yang dilahirkan cenderung akan memiliki rambut tebal.
Para peneliti menduga hal ini ada kaitannya dengan hormon kehamilan yang berperan terhadap pertumbuhan rambut
janin, namun juga menyebabkan nyeri ulu hati pada ibu hamil. Walau demikian, masih diperlukan penelitian lebih lanjut
untuk memastikan hubungan antara keduanya.
Guna mewujudkan kehamilan yang sehat, Anda perlu cermat menyikapi mitos-mitos yang ada, dengan mendiskusikannya
bersama dokter kandungan sebelum memercayainya.
Anda juga perlu berhati-hati terhadap mitos yang bertentangan dengan anjuran dokter, yang menganjurkan sesuatu yang
tidak direkomendasikan oleh dokter, atau yang menimbulkan kekhawatiran secara berlebihan.
Terakhir diperbarui: 9 April 2019

Ditinjau oleh: dr. Kevin Adrian

https://www.alodokter.com/menguak-mitos-vs-fakta-tentang-kehamilan
bu Harus Tahu, Inilah Mitos dan Fakta
Seputar Kehamilan
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 16 Oktober 2020

Halodoc, Jakarta – Menjalani kehamilan menjadi hal yang sangat membahagiakan bagi pasangan suami dan istri. Banyak cara yang
bisa ibu lakukan untuk menjaga kesehatan ibu dan bayi selama menjalani masa kehamilan, mulai dari rutin lakukan pemeriksaan di
rumah sakit, mengonsumsi makanan sehat, menjalani gaya hidup sehat, hingga mengelola tingkat stres dengan baik.

Baca juga: Ibu Hamil, Perhatikan 6 Mitos dan Fakta Kehamilan Berikut Ini

Adanya perubahan hormon dan pola hidup pada ibu hamil terkadang membuat ibu mengalami kondisi stres. Tidak hanya itu, beberapa
mitos yang beredar seputar kehamilan semakin menambah pikiran dan kekhawatiran ibu hamil. Untuk itu, tidak ada salahnya
mengetahui mitos dan juga fakta seputar kehamilan agar ibu dapat menjalankan kehamilan dengan bahagia.

1.Mengonsumsi Kacang dan Susu Membuat Anak Alergi

Hal ini merupakan mitos yang sebaiknya tidak dipercaya. Ibu hamil dapat mengonsumsi kacang maupun susu, kecuali jika ibu hamil
sendiri yang memiliki alergi terhadap kedua jenis makanan tersebut. 

Bahkan, kacang merupakan salah satu jenis makanan yang memiliki kandungan antioksidan, asam folat, lemak, dan protein yang
dibutuhkan oleh ibu hamil. Berbagai kandungan tersebut dapat mengurangi risiko cacat pada bayi, keguguran, dan juga kelahiran
prematur. 

2.Jenis Kelamin Dapat Ditentukan oleh Perubahan yang Dialami Ibu


Saat ibu hamil mengalami masalah kulit, artinya ia akan memiliki anak laki-laki. Namun, ketika ibu hamil memiliki kulit yang
semakin bersinar dan rambut yang lebat, artinya ia akan memiliki anak perempuan. Kondisi ini merupakan mitos yang paling sering
berkembang di antara ibu hamil.

Jenis kelamin bayi dapat diketahui melalui pemeriksaan USG saat usia kehamilan ibu memasuki usia 18 bulan ke atas. Jadi, jika kamu
penasaran dengan jenis kelamin bayi yang ada pada kandungan, segera lakukan pemeriksaan USG pada rumah sakit terdekat.

Baca juga: Mitos Bentuk Perut Ibu Saat Hamil

3.Mengonsumsi Makanan Pedas Dapat Menyebabkan Gangguan Penglihatan pada Janin

Mengonsumsi makanan pedas saat menjalani kehamilan merupakan suatu hal yang aman untuk dilakukan dan tidak tingkatkan risiko
gangguan kesehatan pada janin. Namun, kondisi ini memang meningkatkan risiko gangguan pencernaan pada ibu. Jika ibu memiliki
hobi mengonsumsi makanan pedas, tidak ada salahnya gunakan aplikasi Halodoc dan bertanya langsung pada dokter
kandungan mengenai efek samping mengonsumsi makanan pedas saat hamil.

4.Ibu Hamil Dilarang Berolahraga

Faktanya, olahraga sangat penting dilakukan oleh ibu hamil. Namun, pastikan ibu menjalani kehamilan yang sehat. Berbagai olahraga
bisa kamu lakukan saat hamil, seperti yoga, senam hamil, jalan santai, hingga berenang. Hindari olahraga yang dapat menyebabkan
kontak fisik cukup keras.

5.Kondisi Morning Sickness Hanya Terjadi pada Pagi Hari

Morning sickness merupakan kondisi mual dan muntah yang terjadi ketika hamil. Meskipun dikenal dengan nama morning sickness,
tetapi mual dan muntah tidak hanya terjadi pada pagi hari melainkan sepanjang hari. Morning sickness terjadi akibat adanya perubahan
hormon pada ibu hamil.

6.Tidak Boleh Berendam Air Hangat

Saat hamil tentunya ibu diperbolehkan untuk berendam air hangat. Namun, perhatikan tingkat kehangatan, hindari air yang terlalu
panas. Rasa tidak nyaman pada tubuh yang dirasakan saat menjalani kehamilan dapat diatasi dengan berendam air hangat.

Baca juga: Mitos Seputar Ciri-Ciri Hamil Anak Laki-Laki

Itulah beberapa mitos yang berkembang seputar kehamilan. Lakukan pemeriksaan secara rutin untuk memastikan kondisi kesehatan
ibu dan janin dalam keadaan yang baik. Jangan ragu untuk bertanya langsung pada dokter kandungan apabila ada kondisi yang
membuat ibu hamil merasa tidak nyaman.

Referensi:
Pregnancy Birth and Baby. Diakses pada 2020. Common Myths About Pregnancy.
Healthline. Diakses pada 2020. 30 Facts About Pregnancy.
Parents. Diakses pada 2020. 16 Pregnancy Myths.

Anda mungkin juga menyukai