0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan18 halaman

Makalah Aldehid

Aldehid adalah senyawa organik yang mengandung gugus karbonil yang terikat pada satu atau dua atom hidrogen. Aldehid memiliki sifat fisik dan kimia yang berbeda tergantung panjang rantainya, dan dapat digunakan dalam berbagai industri dan kehidupan sehari-hari."

Diunggah oleh

Mukhlis Mukhlis
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan18 halaman

Makalah Aldehid

Aldehid adalah senyawa organik yang mengandung gugus karbonil yang terikat pada satu atau dua atom hidrogen. Aldehid memiliki sifat fisik dan kimia yang berbeda tergantung panjang rantainya, dan dapat digunakan dalam berbagai industri dan kehidupan sehari-hari."

Diunggah oleh

Mukhlis Mukhlis
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH ALDEHID

Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Kimia


Dosen pengampu : Ricky M.Arnis, M.Pd

DISUSUN OLEH:
KELOMPOK 6
Dwi Novel Ersa Ifada : 2202009
Maya Sari : 2202020
Meydi Widya Hastuty : 2202023
Nur Saniqmah : 2202028
Rezky Pratama Mandala : 2202030

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HUSADA


GEMILANG PROGRAM STUDI GIZI TINGKAT SATU
TEMBILAHAN
T.A 2022/2023
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan
rahmat dan karunia-Nya kepada penulis sehingga mampu menyelesaikan makalah ini
yang berjudul Aldehid..

Penulis menyadari banyak kekurangan dalam pembuatan makalah ini. Sebab


itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif. Akhir kata
penulis berharap semoga makalah ini dapat memberikan banyak manfaat bagi kita
semua, khususnya bagi kami dan umumnya bagi semua pihak yang memerlukan.

Tembilahan, 8 November 2022

Kelompok 6

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR......................................................................................... i
DAFTAR ISI........................................................................................................ ii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.................................................................................... 1
B. Rumusan masalah............................................................................... 2
C. Tujuan Pembahasan............................................................................ 2

BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Aldehid............................................................................. 3
B. Tata nama Aldehid.............................................................................. 4
C. Sifat Fisik Aldehid.............................................................................. 5
D. Sifat Kimia Aldehid............................................................................ 8
E. Isomer Aldehid................................................................................... 9
F. Reaksi pada Aldehid........................................................................... 10
G. Kegunaan Aldehid.............................................................................. 12

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan......................................................................................... 14
B. Saran................................................................................................... 14

DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................... 15

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kimia organik merupakan salah satu cabang ilmu kimia yang khusus
mempelajari yang khusus mempelajari senyawa-senyawa karbon. Aldehid adalah
suatu senyawa organik yang mengandung gugus karbonil. Senyawa ini
mempunyai sekurangnya satu atom hidrogen yang terikat pada gugus karbonilnya
dengan rumus umum. Aldehid berasal dari alkohol primer yang teroksidasi,
sedangkan keton berasal dari alkohol sekunder yang teroksidasi. Aldehid dan
keton adalah contoh senyawa-senyawa karbonil yang banyak ditemukan dialam
bebas. Aldehid merupakan senyawa organik yang karbon karbonilnya selalu
berikatan dengan paling sedikit atom satu atom hidrogen. Gugus karbonil ialah
satu atom karbon dan satu atom oksigen yang dihubungkan dengan ikatan ganda
dua. Gugus ni merupakan salah satu gugus fungsi yang paling lazim di alam dan
terdapat dalam karbohidrat, lemak, protein dan steroid. Gugus fungsi ini dijumpai
dalam senyawa aldehid dan keton. (Wilbraham dan Matta,1992)
Aldehid sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia, diantaranya dalam
industri, senyawa aldehid banyak dipakai sebagai pelarut, bahan baku, dan
pereaksi untuk membuat produk lain. Sebagai contoh, senyawa formaldehida
yang lebih dikemal sebagai larutan formalin, banyak digunakan sebagai bahan
pengawet spesimen biologi. Lebih dari 4 miliar Kg formaldehida diproduksi
setiap tahun untuk membuat Bakelite, resin fenol-formaldehida, bahan perekat
urea-formaldehida, bahan baku asam asetat, obat-obatan dan berbagai macam
produk polimer. Karena peranannya yang sangat penting dalam kehidupan
manusia, maka aldehid layak dipelajari dan akan dibahas dalam makalah ini.

1
B. Rumusan masalah

1. Apa yang dimaksud dengan Pengertian Aldehid?


2. Bagaimana cara Tata nama Aldehid?
3. Bagaimana Sifat Fisik pada Aldehid?
4. Bagaimana Sifat Kimia pada Aldehid?
5. Apa yang dimaksud dengan Isomer Aldehid?
6. Bagaimana rekasi yang ditimbulkan Aldehid?
7. Bagaimana kegunaan Aldehid dalam kehidupan sehari-hari?

C. Tujuan Pembahasan

1. Untuk mengetahui Pengertian Aldehid.


2. Untuk mengetahui Tata nama Aldehid.
3. Untuk mengetahui Sifat Fisik pada Aldehid.
4. Untuk mengetahui Sifat Kimia pada Aldehid.
5. Untuk mengetahui Isomer Aldehid.
6. Untuk mengetahui rekasi dari Aldehid.
7. Untuk mengetahui Aldehid dalam kehidupan sehari-hari.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Aldehid
Nama aldehida merupakan singkatan dari alkoholdehidrogeneratus,
yang berasal dari bahasa latin yang berarti alkohol yang kehilangan hidrogen.
Senyawa yang mengandung gugus aldehida disebut golongan alkanal.
Aldehida atau alkanal merupakan senyawa karbon turunan alkana dari

keluarga aldehida yang memiliki gugus fungsi

(-CHO). Rumus struktur aldehida adalah (RCHO).


Aldehid adalah suatu senyawa yang mengandung sebuah gugus karbonil yang
terikat pada sebuah atau dua buah atom hidrogen.

Rumus Umum Aldehida


Contoh senyawa aldehida pada tabel

Dari contoh – contoh di atas, maka dapat disimpulkan rumus umum


aldehida / alkanal adalah CnH2nO. Pada aldehid gugus fungsi selalu terletak
di salah satu ujung rantai C.

3
B. Tata nama Aldehid
1. Sistem IUPAC
Nama IUPAC untuk aldehida adalah alkanal. Adapun tata nama
aldehida menurut sistem IUPAC adalah sebagai berikut:

a. Nama aldehid sebagai turunan dari alkana diturunkan dari nama


alkana dengan mengganti akhiran -a dengan -al.Contoh:
CH4 (metana) dan metanal

b. Rantai induk adalah rantai terpanjang yang mengandung gugus fungsi


c. Penomoran dimulai dari gugus fungsi.
d. Pemberian nama dimulai dari nama cabang – cabang yang disusun
menurut abjad, kemudian nama rantai induk. Posisi gugus fungsi tidak
perlu disebutkan karena selalu terletak pada atom C nomor 1.
Contoh :

3-metil pentanal 2,4-dimetil heksanal

2. Sistem Trivial
Nama lazim (trivial) aldehid diturunkan dari nama asam karboksilat
induk dengan mengubah asam oat / asam –at menjadi aldehid. Contoh
penamaan aldehida secara trivial diperlihatkan dalam tabel berikut:

4
No Rumus Struktur Nama Lazim (Trivial)

1 Formaldehida

2 Asetaldehida

3 Propionaldehida

4 Butiraldehida

C. Sifat Fisik Aldehid

5
Aldehid sederhana seperti metanal memiliki wujud gas dengan titik didih (-
21°C) dan etanal memiliki titik didih +21°C. Ini berarti bahwa etanal akan
mendidih pada suhu yang mendekati suhu kamar. Aldehid lainnya berwujud cair,
dengan titik didih yang semakin meningkat apabila molekul semakin besar.
Besarnya titik didih dikendalikan oleh kekuatan gaya-gaya antar-molekul, yaitu :

a. Gaya dispersi van der Waals

Gaya tarik ini menjadi lebih kuat apabila molekul menjadi lebih panjang dan
memiliki lebih banyak elektron. Peningkatan gaya tarik ini akan
meningkatkan ukuran dipol-dipol temporer yang terbentuk. Inilah sebabnya
mengapa titik didih meningkat apabila jumlah atom karbon dalam rantai juga
meningkat pada aldehid.

b. Gaya tarik dipol-dipol van der Waals

Aldehid adalah molekul polar karena adanya ikatan rangkap C=O.


Seperti halnya gaya-gaya dispersi, juga akan ada gaya tarik antara dipol-dipol
permanen pada molekul-molekul yang berdekatan. Ini berarti bahwa titik
didih akan menjadi lebih tinggi dibanding titik didih hidrokarbon yang
berukuran sama, yang mana hanya memiliki gaya dispersi. Misalnya, titik
didih dari tiga senyawa hidrokarbon yang memiliki besar molekul yang mirip.
Ketiga senyawa ini memiliki panjang rantai yang sama, dan jumlah
elektronnya juga mirip (walaupun tidak identik).

6
- Suhu yang rendah memiliki bau yang menyengat, sedangkan aldehid dengan
suhu yang tinggi berbau harum
- bersifat polar sehingga suku pendek deperti formaldehid dan asetaldehid dapat
larut dalam air. Kelarutan dalam air akan menurun dengan bertambahnya
rantai karbon.

Kelarutan aldehida

Aldehida memiliki gugus –CO– yang bersifat polar dan rantai alkyl (R-)
yang bersifat non polar. Jadi, aldehida dapat bercampur dengan senyawa ion,
senyawa kovalen polar, dan non polar. Kelarutan aldehida dalam pelarut polar
seperti air akan berkurang dengan pertambahan panjang rantai karbon karena
aldehida semakin bersifat non polar.

Aldehid yang kecil dapat larut secara bebas dalam air tetapi
kelarutannya berkurang seiring dengan pertambahan panjang rantai. Sebagai
contoh, metanal, etanal dan propanal yang merupakan aldehid berukuran kecil
dapat bercampur dengan air pada semua perbandingan volume. Alasan
mengapa aldehid yang kecil dapat larut dalam air adalah bahwa walaupun
aldehid tidak bisa saling berikatan hidrogen sesamanya, namun keduanya bisa
berikatan hidrogen dengan molekul air.

Salah satu dari atom hidrogen yang sedikit bermuatan positif dalam
sebuah molekul air bisa tertarik dengan baik ke salah satu pasangan elektron

7
bebas pada atom oksigen dari sebuah aldehid untuk membentuk sebuah ikatan
hidrogen.

Selain karena adanya ikatan hidrogen antara air dan molekul


aldehid,adanya gaya dispersi dan gaya tarik dipol-dipol antara aldehid dengan
molekul air menyebabkan aldehid berukuran kecil dapat larut dalam air.
Pembentukan gaya-gaya tarik ini melepaskan energi yang membantu
menyuplai energi yang diperlukan untuk memisahkan molekul air dan aldehid
atau keton satu sama lain sebelum bisa bercampur.

Apabila panjang rantai meningkat, maka "ekor-ekor" hidrokarbon dari


molekul-molekul (semua hidrokarbon sedikit menjauh dari gugus karbonil)
mulai mengalami proses di atas. Dengan menekan diri diantara molekul-
molekul air, ekor-ekor hidrokarbon tersebut memutus ikatan hidrogen yang
relatif kuat antara molekul-molekul air tanpa menggantinya dengan ikatan
yang serupa. Ini menjadi proses yang tidak bermanfaat dari segi energi,
sehingga kelarutan berkurang.

D. Sifat Kimia Aldehid


a. Gugus karbonil Atom oksigen pada gugus karbonil (C=O) jauh lebih
elektronegatif dibanding karbon sehingga memiliki kecenderungan kuat
untuk menarik elektron-elektron yang terdapat dalam ikatan C=O
kearahnya sendiri. Salah satu dari dua pasang elektron yang membentuk
ikatan rangkap C=O bahkan lebih mudah tertarik ke arah oksigen. Ini
menyebabkan ikatan rangkap C=O sangat polar. Oleh karena itu, karbon
karbonil bersifat elektrofilik, sehingga lebih reaktif terhadap nukleofil.
Selain itu, oksigen yang elektronegatif juga dapat bereaksi dengan
elektrofil.

8
Nukleofil merupakan sebuah ion bermuatan negatif (misalnya, ion
sianida, CN- ), atau bagian yang bermuatan negatif dari sebuah molekul
(misalnya, pasangan elektron bebas pada sebuah atom nitrogen dalam
molekul amonia NH3). Selama reaksi berlangsung, ikatan rangkap C=O
terputus. Efek murni dari pemutusan ikatan ini adalah bahwa gugus
karbonil akan mengalami reaksi adisi, seringkali diikuti dengan hilangnya
sebuah molekul air.
b. Reaktifitas gugus karbonil α,β-tak jenuh dan hydrogen α Senyawa
karbonil α,β-takjenuh adalah sebuah kelompok senyawa karbonil yang
penting dengan struktur umumnya Cβ-Cα−C=O.
Pada senyawa-senyawa ini, gugus karbonil berkonjugasi dengan sebuah
alkena. Hal ini menyebabkan sifat-sifat khusus senyawa ini. Sebagai contoh
senyawa ini adalah akrolein, mesitil oksida, asam akrilat, dan asam maleat.
Karbonil tak jenuh dapat dibuat dalam laboratorium menggunakan reaksi
aldol dan reaksi Perkin. Gugus karbonil, baik pada aldehida menarik elektron
dari alkena dan gugus alkena pada karbonil tak jenuh, sehingga menurunkan
reaktivitas terhadap elektrofil seperti bromin atau asam klorida. Sedangkan
hidrogen yang melekat pada karbon α disebut hidrogen alfa, yang terjadi
akibat penarikan elektron oleh gugus karbonil, kerapatan elektron pada atom
karbon alfa semakin berkurang maka ikatan karbon dan hidrogen alfa semakin
lemah dan menyebabkan hidrogen alfa lebih mudah melepaskan proton.
Sehingga senyawa ini reaktif terhadap nukleofil pada adisi nukleofilik.
1. Sifat Spektral Aldehid
Aldehid mempunyai spektra inframerah yang sangat mirip dengan spektra
keton. Beda yang penting antara suatu aldehida dan suatu keton ialah
bahwa aldehida mempunyai H yang terikat pada karbon karbonil. Ikatan
C-H istimewa ini menunjukan dua pita uluran karakteristik (tepat di kanan
pita CH alifatik) pada 2820 – 2900 cm-1 (3,45 – 3,35 µm) dan 2700 –
2780 cm-1 (3,60 – 3,70 µm). kedua peak CH ini runcing, tetapi lemah, dan

9
peak pada 2900 cm-1 (3,45 µm) dapat tersembunyi oleh absorpsi yang
bertumpang tindih (dari) ikatan CH lain (lihat gambar)

E. Isomer Aldehid
Aldehida tidak mempunyai isomer posisi karena gugus fungsi dari
aldehida terletak di ujung rantai C. Isomer pada aldehida terjadi karena
adanya cabang dan letak cabang, jadi aldehida memiliki isomer struktur.

Untuk isomer-isomer aldehida, sifat fisis seperti titik didih dari isomer
rantai lurus lebih tinggi dibanding isomer rantai bercabang. Hal ini
dikarenakan molekul-molekul dengan rantai lurus dapat mendekat dengan
mudah. Dengan demikian, gaya antar molekul dari isomer rantai lurus lebih
kuat dan lebih banyak dibandingkan gaya serupa dari isomer rantai bercabang.

Keisomeran alkanal mulai terdapat pada butanal yang mempunyai dua


isomer, yaitu butanal dan 2–metil–propanal (isobutanal).

Butanal 2–metil–propanal (isobutanal)

F. Reaksi pada Aldehid

10
1. Reaksi Oksidasi
Oksidasi aldehida menghasilkan asam karboksilat jika dilakukan pada suasana
asam, dan jika reaksi ini dilakukan dalam suasana basa maka oksidasi
aldehida ini akan menghasilkan garam karboksilat, karena dalam suasana basa
asam karboksilat mudah bereaksi dengan logam alkali.

Aldehid mengandung gugus karbonil yang mengikat atom hidrogensehingga


dapat mengalami oksidasi.
 Larutan pereaksi Tollens (campuran perak nitrat, ammonium hidroksida
dan basa kuat)

 Larutan Fehling (campuran cupri sulfat, (Fehling A) kalium, natrium


tetrat dan basa kuat (Fehling B)
 Larutan fehling dicampur menimbulkan warna biru tuadari Cu+ , jika
dipanaskan dan ditambah aldehid terjadi endapan Cu2O (jingga merah)
 Larutan Benedict`s (campuran cupri sulfat, natriumsitrat dan dinatrium
karbonat)

2. Reaksi Adisi Hidrogenasi (Reduksi)


Pada reaksi ini, ikatan rangkap –C=O dari gugus fungsi aldehida dapat
diadisi oleh gas hidrogen membentuk suatu alkohol primer. Adisi

11
hidrogen menyebabkan penurunan bilangan oksidasi atom karbon gugus
fungsi. Oleh karena itu, adisi hidrogen tergolong reduksi.

Adoso ialah suatu pereaksi juga dapat masuk ke dalamikatanrangkap


karbonil. Misalnya pada senyawakarbonil dapat terjadi hidrogenasi. Adisi
aldehid bisa terjadi karena adanya air, alkohol, hidrogen sianida.

G. Kegunaan Aldehid
Senyawa aldehid yang terdapat di alam salah satunya adalah benzaldehid
yang merupakan senyawa aromatic pemberi aroma buah ceri. Formaldehida

12
merupakan aldehida yang paling banyak diproduksi dan mempunyai banyak
kegunaan antara lain sebagai berikut.
1) Untuk membuat formalin, yaitu larutan 40 % formaldehida dalam air.
Formalin digunakan untuk mengawetkan contoh biologi dan juga
mengawetkan mayat, tetapi tidak boleh untuk mengawetkan makanan.
2) untuk membuat berbagai jenis plastik termoset (plastik yang tidak
meleleh pada pemanasan),
3) sebagai desinfektans, membuat damar buatan.
4) Formaldehida juga dimanfaat sebagai bahan baku untuk industri plastik
melamin dan bakelit.
5) Asetaldehida atau etanal merupakan bahan baku untuk bahan industri,
misalnya polivinilasetat (P VA) yang digunakan sebagai bahan lem dan
paraldehida (Obat penenang).
6) Sumber formaldehid adalah diudara bebas, diluar rumah, formaldehid
bisa berasal dari pembakaran tidak sempurna dari bensin yang keluar
dari knal pot kendaraan bermotor, dari cerobong pabrik yang
menggunakan bahan bakar yang berasal dari fosil, dari kebakaran hutan
dan pembakaran sampah. Di udara bisa terjadi karena sinar matahari
dapat memacu pembentukan formaldehid dari oksigen dan polutan yang
ada diudara.
7) Di dalam rumah bisa berasal dari cat tembok, cat kayu, peralatan rumah
tangga dari “polywood” , serbuk kayu yang dipadatkan, lem kayu,
“fiberglass”, bahan kosmetik, sampo, sabun busa, bahan pembersih
lantai, deodoran, cat rambut, pasta gigi, obat kumur, “hair spray”.
8) Juga bisa terdapat dalam bahan plastik, kertas (kertas pembersih muka,
kertas toilet, kertas handuk), karpet, pakaian (kain yang tidak mudah
kusut). Formaldehid juga didapatkan dalam asam rokok.

13
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Aldehid adalah suatu senyawa yang mengandung sebuah gugus karbonil yang
terikat pada sebuah atau dua buah atom hydrogen.
2. Nama IUPAC untuk aldehida adalah alkanal.
3. Nama lazim (trivial) aldehid diturunkan dari nama asam karboksilat induk
dengan mengubah asam oat / asam –at menjadi aldehid.
4. Sifat fisik aldehid
- -Suhu yang rendah memiliki bau yang menyengat, sedangkan aldehid dengan
suhu yang tinggi berbau harum
- bersifat polar sehingga suku pendek deperti formaldehid dan asetaldehid dapat
larut dalam air. Kelarutan dalam air akan menurun dengan bertambahnya
rantai karbon.
5. Kegunaaan Aldehid :
- Pengawet mayat
- untuk membuat berbagai jenis plastik termoset
- sebagai desinfektans, cat tembok, cat kayu, peralatan rumah tangga dari
“polywood”

14
- kertas pembersih muka, kertas toilet, kertas handuk), karpet, pakaian

B. Saran
Penulis menyadari bahwa makalah ini banyak sekali kesalahan dan sangat
jauh dari kesempurnaan. Tentunya, penulis akan terus memperbaiki makalah
dengan mengacu pada sumber yang dapatdipertanggung jawabkan nantinya. Oleh
karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran tentang pembahasan
makalah diatas.

DAFTAR PUSTAKA

Bredy, E James.2010.Kimia Universitas Asas dan Struktur.Jakarta:Binarupa Aksara

Fessenden. 1999. Kimia Organik Jilid 2. Jakarta: Erlangga.

Matsjeh, Sabirin. 1993. Kimia Organik Dasar. Jakarta: Depertemen Pendidikan dan
Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi

Pudjaatmaka, Aloysius Handayana. 1991. Kimia Organik. Jakarta: Erlangga

Respati. Ir,. 1986. Pengantar Kimia Organik, Jilid 1. Jakarta: Penerbit Aksara Baru.

Riswiyanto. 2009. Kimia Organik. Jakarta: Erlangga

15

Common questions

Didukung oleh AI

Gugus karbonil pada aldehid sangat polar karena oksigen lebih elektronegatif dan menarik elektron dari ikatan C=O, membuat karbon elektrofilik yang reaktif terhadap nukleofil . Sifat ini menyebabkan aldehid mengalami reaksi adisi sebagai reaktif utama .

Aldehida dengan molekul kecil seperti metanal ada dalam bentuk gas dan yang lebih besar seperti etanal adalah cair dengan titik didih yang semakin tinggi karena peningkatan gaya dispersi dan gaya tarik dipol-dipol van der Waals . Kelarutannya dalam air menurun dengan bertambahnya panjang rantai karbon, dikarenakan sifat campuran polar aldehid dengan air .

Aldehida tidak memiliki isomer posisi karena gugus fungsi selalu di ujung rantai, melainkan memiliki isomer struktur yang bergantung pada cabang dan letak cabang . Pada senyawa lain, isomer posisi dapat bervariasi karena gugus fungsi dapat berada di tempat berbeda dalam rantai karbon .

Formaldehida digunakan untuk membuat larutan formalin sebagai pengawet spesimen biologi, dan dalam produksi plastik termoset seperti melamin dan bakelit . Ia juga dipakai dalam industri kosmetik, cat tembok, lem kayu, serta beberapa produk rumah tangga terkait dengan polimer .

Aldehid tidak dapat memiliki isomer posisi karena gugus -CHO harus berada di ujung rantai karbon. Oleh karena itu, isomerisasi hanya terjadi dalam bentuk isomer struktur, seperti rantai bercabang . Ini berlawanan dengan senyawa lain di mana gugus fungsional dapat terletak di sepanjang rantai karbon .

Aldehid dapat dioksidasi menjadi asam karboksilat dalam suasana asam atau menjadi garam karboksilat dalam suasana basa . Dalam reaksi reduksi, ikatan rangkap C=O di aldehid dapat mengalami adisi hidrogen membentuk alkohol primer .

Menurut sistem IUPAC, aldehid diberi nama alkanal dan diambil dari nama alkana dengan mengganti akhiran -a dengan -al . Berdasarkan sistem trivial, nama aldehid diturunkan dari nama asam karboksilat dengan mengubah akhiran -oat atau -at menjadi aldehid .

Aldehid larut lebih baik dalam air dibanding hidrokarbon karena sifat polar gugus karbonilnya yang cenderung berikatan dengan molekul air, tetapi kelarutannya menurun dengan peningkatan panjang rantai karbon karena semakin nonpolar . Hidrokarbon yang tidak memiliki ikatan polar lebih sedikit larut dalam air .

Aldehid adalah senyawa karbon yang mengandung gugus karbonil terikat pada satu atau dua atom hidrogen, dengan rumus umum CnH2nO . Nama 'aldehid' diambil dari singkatan 'alkohol dehidrogenatus', yang berarti alkohol yang kehilangan hidrogen dalam bahasa Latin .

Gugus karbonil adalah pusat reaktivitas dalam aldehid. Ketika atom oksigen yang elektronegatif menarik elektron dari karbon, karbon menjadi elektrofilik dan rentan terhadap serangan nukleofil, yang memicu reaksi adisi . Ini memungkinkan reaksi dengan berbagai senyawa seperti nukleofil nitrogen dan reaksi reduksi atau oksidasi yang penting dalam sintesis kimia .

Anda mungkin juga menyukai