BAB III
Penutup
A.Kesimpulan
Dalam bab ini, kita telah membahas rasio keuangan yang digunakan dalam
analisis kinerja bank. Rasio keuangan adalah alat penting yang membantu
memahami kondisi keuangan suatu bank dan mengevaluasi kinerjanya.
Beberapa rasio yang telah kita bahas meliputi rasio likuiditas, rasio solvabilitas,
rasio profitabilitas, dan rasio efisiensi.
Rasio likuiditas memberikan gambaran tentang kemampuan bank untuk
memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Rasio solvabilitas mengukur
kemampuan bank untuk memenuhi kewajiban jangka panjangnya dan
memperlihatkan kekuatan modal bank. Rasio profitabilitas memberikan
informasi tentang efektivitas bank dalam menghasilkan keuntungan,
sedangkan rasio efisiensi mengindikasikan efisiensi operasional bank.
Dalam menganalisis rasio keuangan bank, perlu diingat bahwa setiap rasio
memiliki interpretasi yang berbeda tergantung pada konteks dan industri.
Selain itu, penting untuk membandingkan rasio bank dengan standar industri
atau rasio bank sebelumnya untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik
tentang kinerja bank.
Kesimpulannya, rasio keuangan adalah alat penting dalam menganalisis kinerja
keuangan bank. Dengan menggunakan rasio ini, kita dapat mengidentifikasi
kekuatan dan kelemahan bank, serta mengukur kinerjanya dalam konteks
industri. Analisis rasio keuangan dapat membantu para pemangku
kepentingan, termasuk investor, kreditor, dan regulator, dalam membuat
keputusan yang informasional dan tepat.
Daftar Pustaka:
1.Brigham, E. F., &
Houston, J. F. (2012). Dasar-dasar Manajemen Keuangan. Salemba Empat.
2.Gibson, C. H. (2013). Financial Reporting and Analysis: Using Financial
Accounting Information. Cengage Learning.
3.Ross, S. A., Westerfield, R. W., & Jordan, B. D. (2012). Fundamental of
Corporate Finance. McGraw-Hill.
4.Sharma, R. K. (2018). Financial Management: Theory and Practice. Pearson
India.
5.Brealey, R. A., Myers, S. C., & Allen, F. (2017). Principles of Corporate
Finance. McGraw-Hill Education.