0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
161 tayangan72 halaman

Pertemuan Ke 2 - TM

KARAKTERISTIK ARUS LALU LINTAS MENGANALISIS VOLUME LALU LINTAS BERDASARKAN VARIASI JAM, HARI, BULAN DAN ARAH SERTA TERMINOLOGI SEPERTI LHRT, LHR, DAN VOLUME JAM MAKSIMUM TAHUNAN UNTUK KEPERLUAN PERENCANAAN JALAN.

Diunggah oleh

laras
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
161 tayangan72 halaman

Pertemuan Ke 2 - TM

KARAKTERISTIK ARUS LALU LINTAS MENGANALISIS VOLUME LALU LINTAS BERDASARKAN VARIASI JAM, HARI, BULAN DAN ARAH SERTA TERMINOLOGI SEPERTI LHRT, LHR, DAN VOLUME JAM MAKSIMUM TAHUNAN UNTUK KEPERLUAN PERENCANAAN JALAN.

Diunggah oleh

laras
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

KARAKTERISTIK

ARUS LALU LINTAS

Universitas Mercubuana (12 March 22)


Pengantar

Informasi dari lalu lintas berupa:


kecepatan, volume, kerapatan, antrian,
kemacetan, tundaan, kondisi parkir,
keselamatan, konsumsi bahan bakar, dan
dampak lingkungan merupakan faktor
penting yang digunakan untuk mendiagnosa
masalah, menemukan solusi yang tepat,
serta untuk mempelajari efek dari skema
Implementasi lalu lintas.
KARAKTERISTIK
ARUS LALU LINTAS
> Makrokospik (parameter arus lalu lintas secara
keseluruhan) > Primer :
 Kecepatan (speed)
 Volume
 Kerapatan (density)
> Mikroskospik (parameter perilaku dari kendaraan
secara sendiri di dalam lalu lintas dan dengan lainnya) >
Sekunder :
 Headway
 Spacing
 Clearance
Kecepatan

Definisi kecepatan :
 PP 32/2011 “kecepatan adlh kemampuan
utk menempuh jarak ttt dlm satuan wkt,
dinyatakan dlm km/jam.”
 Hobbs (1995) “kecepatan adlh laju
perjalanan yg biasanya dinyatakan dlm
km/jam.
Jenis-Jenis Kecepatan

 Kecepatan Sesaat (Spot Speed) :


Adlh kecept kend pd suatu saat diukur dr suatu tempat yg
ditentukan.
 Kecepatan Bergerak :
Adlh kecept rata2 kend pd saat bergerak pd suatu jalur dan
didapat dgn membagi panjang jalur dgn wkt kend
menempuh jalur tsb.
 Kecepatan Perjalanan :
Adlh kecept efektif kend yg sedang dlm perjal ant 2 tempat
(mrpk jarak antara 2 tempat dibagi dgn lama wkt kend
utk menyelesaikan perjal antr 2 tempat tsb, dgn wkt yg
mencakup setiap wkt berhenti yg ditimbulkan oleh
hambatan (tundaan) lalin.
Rumus Kecepatan

Kecepatan dirumuskan sebagai berikut:

d
V =
t

dimana:
V = kecepatan (km/jam)
d = jarak (km)
t = waktu untuk melintasi (detik)
A.1 Kecepatan rerata waktu dan
Kecepatan rerata ruang

1. Kecepatan rerata waktu (time mean speed,


TMS) adalah kecepatan rata-rata dari seluruh
kendaraan yang melewati suatu titik dari jalan selama
periode waktu tertentu atau nilai rata-rata dari
kecepatan sesaat (spot speed), yang dirumuskan:
n
1
U TM S =
n
 U i
i

dimana:
n = jumlah kendaraan yang diamati
Ui = spot speed tiap kendaraan yang
diamati
n
1 L
Atau: U TMS =
n
 ti
i

dimana:
L =pajang ruas jalan yang ditempuh
kendaraan
ti =waktu yang diperlukan tiap kendaraan
yang diamati untuk menempuh jarak L

2. Kecepatan rerata ruang (space mean


speed, SMS) :
kecepatan rata-rata dari seluruh kendaraan
yang menempati / melintasi penggalan jalan
selama periode waktu tertentu.
Penghitungan SMS didasarkan pada rata-rata waktu
tempuh (ti ) yang diambil dari seluruh kendaraan
yang melintasi suatu panjang jalan L. Tiap-tiap
kendaraan melintas pada kecepatan Ui , sehingga
waktu tempuhnya untuk melintasi jarak L adalah:

L
ti =
U i

dengan demikian rata-rata waktu tempuh dari n


kendaraan adalah:
n

t i
=
1
n
 U
L
i i
ti

sedangkan kecepatan rata-rata berdasarkan pada


rata-rata waktu tempuh, yang merupakan space
mean speed (SMS), adalah rata-rata dari spot
speed dirumuskan :

1
U SMS = n
1
 1
n i Ui

atau:
U SMS = 1 = nL
1 n ti
 ti
L i n
Contoh 1: Spot speed 6 kendaraan adalah : 30,
40, 50,60 ,70, 80 km/jam. Hitung TMS dan SMS !
Solusi:
30 + 40 + 50 + 60 + 70 + 80
U TMS = = 55km / jam
6

1
U SMS = = 49,27 km/jam
1  1 1 1 1 1 1
x + + + + +
6 30 40 50 60 70 80

Contoh 2: Diamati 6 kendaraan masing-masing


menempuh jarak yang sama yakni 1000 m,
dengan waktu tempuh masing-masing adalah :
18,20,23,25,19,24 detik. Hitung TMS dan SMS.
No. Jarak Waktu Kecepatan
Solusi: Kendaraan (m) Tempuh
(detik ) ( m/det )

a b c d=b/c
1 1000 18 55,56
2 1000 20 50,00
3 1000 23 43,48
4 1000 25 40,00
5 1000 19 52,63
6 1000 24 41,67

Total 6000 129 283,66


Rata-rata 129/6 = 21,5 283,66/6=47.28

U TMS = 47,28 m/det =170 km/jam


U SMS = 1000/21,5 atau 6000/ 129 = 46,51 m/det =167,44 km/jam
A.2 Kecepatan Rata-rata Bergerak dan Kecepatan
Rata-rata Perjalanan

Kecepatan rata-rata bergerak (average running


speed) dan kecepatan rata-rata perjalanan
(average travel speed) adalah dua bentuk dari
space mean speed yang sering digunakan untuk
menentukan ukuran-ukuran dalam bidang
rekayasa lalu lintas. Prinsip keduanya sama
yakni kecepatan merupakan jarak tempuh dibagi
dengan rata-rata waktu untuk menempuh bagian
dari suatu ruas jalan yang diukur . Beda prinsip
keduanya adalah travel time meliputi seluruh
waktu termasuk waktu berhenti sedangkan
running time hanya waktu saat kendaraan
bergerak saja .
Volume Lalu Lintas

Adalah : jumlah kendaraan yang melalui satu titik yang tetap


pada jalan per satuan waktu

n
Q=
t
Dimana :
Q = Volume Lalu Lintas (kend/jam)
n = Jumlah kendaraan yang lewat (kend)
t = waktu (jam)
Bandingkan !!!
Bagaimana Volumenya !!!
Karakteristik Arus Lalu Lintas

1. Variasi Jam-an
2. Variasi Harian
3. Variasi Bulanan
4. Variasi Arah
Variasi Jam-an

Adalah : Variasi/fluktuasi arus lalu lintas yang terjadi


setiap jam-nya.

Misal :
Kendaraan pada pagi hari jauh lebih banyak
dibandingkan siang hari
Variasi Jam-an
Variasi Harian

Adalah : Variasi/fluktuasi arus lalu lintas yang terjadi


setiap harinya-nya.

Misal :
Kendaraan pada hari Senin – Jumat lebih
banyak dibandingkan hari Sabtu - Minggu
Variasi Harian
Variasi Bulanan

Adalah : Variasi/fluktuasi arus lalu lintas yang terjadi


setiap bulannya-nya.

Misal :
lalu lintas pada bulan libur sekolah jauh lebih
padat dibandingkan hari masuk sekolah
Variasi Bulanan
Variasi Arah

Adalah : Variasi/fluktuasi arus lalu lintas menurut


arah menurut waktu-waktu tertentu.

Misal :
Pada pagi hari, lalu lintas ke arah kota jauh
lebih besar dibandingkan yang ke luar kota,
sebaliknya pada sore hari, lalu lintas ke luar
kota lebih besar dibandingkan yang menuju
kota
Variasi Arah
KARAKTERISTIK ARUS LALU LINTAS
KARAKTERISTIK VOLUME LALU LINTAS
1) HASIL ANALISIS DATA (TAMPILAN) VOLUME LALU LINTAS
 Variasi JAM – AN  Jam Sibuk (Peak Hour), Jam Tidak Sibuk (Off Peak)
 Variasi HARIAN  Hari Sibuk, Misal Week end di jalan luar kota
 Variasi BULANAN  Bulan Sibuk, misal Liburan, Lebaran, Panen Raya
 Variasi ARAH  Pagi hari arah ke pusat kota sibuk
 Variasi Distribusi Lajur  Volume Lajur Cepat lebih tinggi
2) Volume Desain
 Jalan Perkotaan  Volume Jam Puncak
 Jalan Luar Kota  Volume Lalu Lintas Harian
3) TERMINOLOGI VOLUME LALU LINTAS YANG SERING DIGUNAKAN
 LHRT
 LHR
 LHR Bulanan
 Volume Jam Maksimum Tahunan  VJP, volume sibuk ke – 30 dalam setahun
KARAKTERISTIK ARUS LALU LINTAS
KARAKTERISTIK VOLUME LALU LINTAS

Grafik Volume Jam Perencanaan

Arus

arus tersibuk ke – 30

kurva arus harian yang disusun dari


tertinggi ke yang terendah

30 hari
Grafik Volume Jam Perencanaan
Volume dapat dibagi menjadi:
1. Volume Harian (Daily Volumes)
 Average Annual Daily Traffic (AADT) yakni
volume rata-rata yang diukur selama 24 jam
dalam kurun waktu 365 hari, dengan demikian
maka AADT merupakan jumlah total kendaraan
yang melintasi jalan terukur dibagi dengan 365.
 Average Annual Weekday Traffic (AAWT) adalah
volume rata-rata yang diukur selama 24 jam
untuk hari-hari kerja selama kurun waktu 365
hari, sehingga AAWT merupakan jumlah total
kendaraan yang terukur dibagi total hari kerja
dalam satu tahun yakni 260.
Lalu Lintas Harian Rata-Rata Tahunan (LHRT)

Adalah : volume lalu lintas rata-rata dalam setahun

N
LHRT =
365
Dimana :
N = Jumlah kendaraan dalam setahun
LHRT = lalu lintas harian rata-rata tahunan
 Average Daily Traffic (ADT) adalah
volume rata-rata yang diukur selama 24
jam penuh dalam periode waktu tertentu
yang lebih pendek dari satu tahun,
misalnya dalam dalam6 bulan, satu
bulan, satu minggu, atau lebih kecil dari
2 hari.
 Average Weekday Traffic (AWT) adalah
volume rata-rata yang diukur selama 24
jam pada hari-hari kerja dalam kurun
waktu kurang dari satu tahun, misalnya
dalam waktu satu bulan
Lalu Lintas Harian Rata-Rata (LHR)

Adalah : hasil bagi jumlah kendaraan yang diperoleh


selama pengamatan dengan lamanya
pengamatan

N
LHR =
t
Dimana :
N = Jumlah kendaraan selama pengamatan
t = lama pengamatan
Kegunaan Lalu Lintas Harian Rata-Rata (LHR)

1. Desain jalan antar – kota;


2. Menentukan tingkat pertumbuhan lalu lintas;
3. Menganalisis variasi lalu lintas per jam, harian, bulanan
dan atau musiman;
4. Analisis kecelakaan (menghubungkan jumlah dan jenis
kecelakaan terhadap arus lalu lintas dan atau
kendaraan - km);
5. Perencanaan jaringan dan pendanaan.
Tabel . Ilustrasi Volume Harian ( daily volumes)

Juml. Juml. Total Total


Bulan Hari Hari Volume Volume AWT ADT
Kerja Hari Kerja 1 bulan (kph) (kph)
a b
(hari) (hari)
c (kend.)
d (kend.)
e f=d/b g=e/c
Jan. 22 31 208.000 425.000 9.455 13.710
Peb. 20 28 220.000 410.000 11.000 14.643
Maret 22 31 185.000 385.000 8.409 12.419
April 22 30 200.000 400.000 9.091 13.333
Mei 21 31 215.000 450.000 10.238 14.516
Juni 22 30 230.000 500.000 10.455 16.667
Juli 23 31 260.000 580.000 11.304 18.710
Agust 21 31 260.000 570.000 12.381 18.387
Sept. 22 30 205.000 490.000 9.318 16.333
Okt. 22 31 190.000 420.000 8.636 13.548
Nop. 21 30 200.000 415.000 9.523 13.833
Des 22 31 210.000 400.000 9.545 12.903
Total 260 365 2.583.000 5.445.000 - -
.
 AAWT= 2.583.000/260 = 9.935 kph (kend. per hari)
 AADT = 5.445.000/365 = 14.918 kph (kend. per hari)
2. Volume Per-Jam (hourly volumes)
Volume jam puncak merupakan volume yang
sangat diperhatikan oleh seorang Traffic Engineer
yang biasanya dipakai sebagai dasar untuk disain
dan analisis operasional lainnya. Untuk keperluan
disain, volume jam puncak kadangkala dihitung
dari proyeksi volume harian dengan rumus:

DDHV = AADT x K
dimana :
DDHV = volume perjam yang dipakai untuk
arahan desain
K = proporsi dari lalu lintas harian yang
terjadi selama jam puncak
Volume Jam Perencanaan (VJP)

Adalah : jumlah kendaraan dalam satu jam yang


digunakan sebagai dasar perencanaan

VJP = k * LHR

Dimana :
k = Faktor K (7 – 15%)
LHR = Lalu Lintas Harian Rata-Rata
Tabel. Range dari faktor K dan secara
umum

Faktor Range Normal


Tipe Jalan K
Desa 0,15-0,25
Pinggiran 0,12-0,15
Kota:
Rute radial 0,07-0,12
Rute Lingkaran 0,07-0,12
Latihan !!!

Jika diperkirakan lalu lintas pada suatu ruas jalan rata-


rata sebesar 24.000 kend/hari, tentukan volume jam
perencanaan (VJP) dimana faktor k (k factor) sebesar
8,5 % pada wilayah perkotaan!
3. Volume per sub jam ( subhourly
volumes )
Volume yang disurvai dalam periode
waktu lebih pendek dari satu jam pada
umumnya diekspresikan sebagai laju dari
arus per jam.
Sebagai contoh ada 1.000 kendaraan
yang disurvey dalam periode waktu 15
menit, maka dapat diekspresikan sebagai:
1.000 kend/ 0.25 jam = 4.000 kend. /
jam.
Tabel. Ilustrasi tentang volume per
jam dan laju dari arus

Interval Waktu Volume tiap Laju dari arus tiap


interval waktu interval waktu
(kend.) (kend.)
a b c = b/0,25

05.00 - 05.15 1.000 4.000


05.15 - 1.100 4.400
05.30 1.200 4.800
05.30 - 0 5.45 900 3.600
05.45 - 06.00 4.200
05.00 - 06.00
Hubungan antara volume per jam dan laju
maksimum dari arus selama satu jam
merupakan faktor jam puncak (peak hour
factor = PHF), yang dirumuskan:
v o lu m e. p e r . ja m
P H F =
m a x .l a j u . a r u s

Untuk laju arus dalam periode 15 menit,


persamaan menjadi:
v o l u m e . p e r . ja m
= P H F =
4 x V 15
Kepadatan Lalu Lintas

Adalah : Jumlah kendaraan pada suatu panjang segmen jalan

n
D=
l
Dimana :
D = Kepadatan (kend/km)
n = Jumlah kendaraan (kend)
l = panjang lintasan (km)
Bandingkan !!!
Kerapatan ( Density )

q = Vs x d

Sehingga : d = q / Vs
dimana : q = Arus
Vs= kecepatan Space mean speed
d = Kerapatan
Latihan !!!

Tentukan kepadatan kendaraan pada suatu ruas jalan


yang setelah diobservasi memiliki volume sebesar
2400 kend/jam dan kecepatan rata-rata 40 km/jam?

Tentukan kepadatan kendaraan pada suatu ruas jalan


yang setelah diobservasi memiliki volume sebesar
2400 kend/jam dan kecepatan rata-rata 60 km/jam?

Tentukan kepadatan kendaraan pada suatu ruas jalan


yang setelah diobservasi memiliki volume sebesar
1400 kend/jam dan kecepatan rata-rata 40 km/jam?
Teori Aliran Lalu lintas

Karakteristik dasar lalu lintas yang utama adalah:


1. Arus atau volume lalu lintas
2.Kecepatan kendaraan
3.Kepadatan lalu lintas

Ketiga unsur tersebut merupakan unsur pembentuk aliran


lalu lintas, yang akan mendapatkan pola hubungan:
1. Kecepatan dengan kerapatan
2. Arus dengan kecepatan
3. Arus dengan kerapatan
Hubungan antara kecepatan,
arus, dan kerapatan
 Model dari hubungan antara arus, kecepatan, dan
kerapatan, dapat terlihat pada gambar di atas, pada
dasarnya dapat diterangkan bahwa:

1. Pada kondisi kerapatan mendekati harga nol, arus lalu lintas


juga mendekati harga nol, dengan asumsi seakan-akan tidak
terdapat kendaraan bergerak. Sedangkan kecepatannya akan
mendekati kecepatan rata-rata pada kondisi arus bebas.
2. Apabila kerapatan naik dari angka nol, maka arus juga naik.
Pada suatu kerapatan tertentu akan tercapai suatu titik dimana
bertambahnya kerapatan akan membuat arus menjadi turun.
3. Pada kondisi kerapatan mencapai kondisi maksimum atau
disebut kerapatan kondisi jam (kerapatan jenuh) kecepatan
perjalanan akan mendekati nilai nol, demikian pula arus lalu
lintas akan mendekati harga nol karena tidak
memungkinkan kendaraan untuk dapat bergerak lagi.
4. Kondisi arus di bawah kapasitas dapat terjadi pada dua
kondisi, yakni:
Pada kecepatan tinggi dan kerapatan rendah (kondisi A)
Pada kecepatan rendah dan kerapatan tinggi (kondisi B)
Analisis Hubungan Antara Arus,
Kecepatan, dan Kerapatan

1. Pola hubungan antara kecepatan-kerapatan

Luasan dari segi empat V xPk xO


menggambarkan kondisi arus pada kecepatan
2. Pola hubungan antara arus dan
kerapatan
3. Pola hubungan antara arus dan
kecepatan
Model Hasil Studi Empiris
Hubungan Antara Arus,
Kecepatan, dan Kerapatan
1. Model Linier Greenshield
VS = Vf – ( ). K
Dengan:
Vs = kecepatan
Vf = kecepatan pada saat arus bebas (free-flow speed)
k = kerapatan
Kmaks = kerapatan pada saat arus maksimum
kj = kerapatan pada saat macet (jam density)
q = arus
Qmaks = arus maksimum
Rumus tersebut merupakan suatu bentuk persamaan yang
dapat dilinierkan dalam bentuk Y=a+X, dimana dianggap:
VS = Y, Vf = a, Vf/ kj = b, dan k = X.
Mikroskopis : parameter perilaku dari
kendaraan secara sendiri di dalam lalu
lintas dan dengan lainnya, diuraikan
menjadi parameter sebagai berikut:
 Time Headway (wkt antara
kendaraan)
 Space Headway/Spacing (jarak
antara kendaraan)
 Clearance
 Gap
Waktu Antar Kendaraan

Adalah : waktu yang diperlukan antara satu kendaraan


dengan kendaraan berikutnya untuk melalui
satu titik tertentu yang tetap

1
TH =
Q
Dimana :
TH = Waktu antar kendaraan (menit atau detik)
Q = Volume lalu lintas (kend/jam)
Latihan !!!

Berapakah waktu antar kendaraan pada suatu jalan


dengan arus lalu lintas 30 kend/jam?
Jarak Antar Kendaraan

Adalah : jarak yang diperlukan antara satu kendaraan


dengan kendaraan berikutnya untuk melalui
satu titik tertentu yang tetap

1
SH =
D
Dimana :
SH = Jarak antar kendaraan (meter)
D = Kepadatan lalu lintas (kend/km)
Latihan !!!

Berapakah jarak antar kendaraan pada suatu jalan


dengan volume 850 kend/jam dengan rata-rata
kecepatan 45 km/jam?
Faktor smp

Jenis kendaraan yang berbeda memiliki


ukuran-ukuran/dimensi, berat, radius
putar, tenaga penggerak, jenis mesin,
kecepatan maksimum, dan
karakteristik percepatan serta
pengereman yang berbeda, 
kendaraan dikelompokkan ke dalam
kelas  klasifikasi
Klasifikasi kendaraan menurut MKJI
(Manual Kapasitas Jalan Indonesia)

 Kendaraan tak bermotor (UM/ un


motorcycle)
 Sepeda Motor (MC=motorcycle)
 Mobil dan kendaraan kecil (LV=light
vehicle)
 Truk dan bis besar (HV = heavy
vehicle)
Satuan Mobil
Penumpang
 Metode mengalikan faktor terhadap
volume lalu lintas untuk
memperhitungkan pengaruh dari jenis-
jenis kendaraan yang berbeda
terhadap kapasitas jalan dan
persimpangan, relatif terhadap mobil
penumpang
Faktor smp
MKJI C. Buchanan

UM - 0,2

MC 0,33 0,33

LV 1 1

HV 1,2 1,5

Bus Standar 1,2 1,8

Truk 1,2 2,5


gandeng
Dapat juga klasifikasi lain,
sesuai kebutuhan

Pembagian jenis kendaraan dalam lalu lintas disesuaikan


dengan tujuan survai, misalnya : dibedakan antara mobil
penumpang dengan mobil barang.

Berikut ini diberikan contoh pembagian kendaraan


bermotor :
– kendaraan bermotor beroda dua,
– mobil penumpang : sedan, taksi, minicab ( carry,
zebra, Mitsubishi), van ( vw combi, kijang, panther),
jeep (jimny, taft, hardtop, dll),
– mobil bis,
– mobil barang (truk kecil) sampai dengan 2 ton,
– mobil barang (truk sedang) sampai dengan 2- 8 ton,
– mobil barang (truk besar) lebih dari 8 ton.
Kinerja Lalu Lintas Ruas Jalan
Mobilitas Lalu Keselamatan Lalu
Lintas Lintas
• V/C Ratio •Tingkat Kecelakaan
• Kecepatan
• Kerapatan
• Headway (waktu
dan jarak)
• Waktu Perjalanan Biaya
• Tundaan
•Biaya Operasi
•Derajat Iringan
•Derajat Tikungan
Kapasitas Dasar
Kapasitas Jalan:
volume lalu lintas maksimum yang dapat dilayani oleh suatu
ruas jalan pada kondisi tertentu yang dinyatakan dalam satuan
mobil penumpang per jam.

Tipe Jalan Kapasitas Catatan Batasan standard untuk faktor


Dasar koreksi=1,0 :
• lebar lajur 3,50 m,
(smp/jam)
• split arah 50%:50%,
4 lajur 1650 Per lajur • hambatan samping rendah
terbagi atau dengan bahu 1,5 m a tau
SSA jarak kerb-penghalang lebih
4 lajur tak 1500 Per lajur dari 2 m untuk dua arah dan
terbagi bahu lebih dari 2 m untuk
jalan satu arah kelas
Dua lajur 2900 Total dua hambatan samping sangat
terbagi arah rendah,
• ukuran kota 1 - 3 juta.
Contoh Perhitungan Kapasitas Jalan

SIMPUL JUMLAH KAPASITAS KAPASITAS PER


LEBAR TfPE LEBAR
NO DASAR PER FCw FCsp FCsf FCcs LAJUR
DARI KE (M) JALUR LAJUR JALAN LAJUR
LAJUR (SMP/JAM)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
1 1 2 7.5 1 2 2/1 UD 1,650 3.75 1.00 1.00 1.00 1.00 1,650.00
2 4 1 9 1 3 3/1 UD 1,650 3.00 1.25 1.00 1.00 1.00 2,062.50
3 2 3 12 1 4 4/2 UD 1,450 3.00 1.34 1.00 1.00 1.00 1,943.00
4 3 4 12 1 4 4/1 UD 1,450 3.00 1.34 1.00 1.00 1.00 1,943.00
5 3 5 12.5 2 4 4/2 D 1,650 3.13 1.34 1.00 1.00 1.00 2,211.00
6 5 6 14 2 4 4/2 D 1,650 3.50 1.34 1.00 1.00 1.00 2,211.00
7 5 9 9.5 1 3 3/1 UD 1,650 3.17 1.25 1.00 1.00 1.00 2,062.50
8 7 6 9.5 1 3 3/1 UD 1,650 3.17 1.25 1.00 1.00 1.00 2,062.50
9 7 8 8.5 1 2 2/1 UD 1,650 4.25 1.14 1.00 1.00 1.00 1,881.00
10 8 9 5 1 2 2/2 UD 1,450 2.50 0.56 1.00 1.00 1.00 812.00
V/C Ratio
angka banding antara volume lalu lintas ruas jalan dengan
kapasitasnya

SIMPUL VOLUME KAPASITA


V/C
NO LALIN S JALAN
(SMP/JAM (SMP/JAM) RATIO
DARI KE
)
1 1 2 1700 3,300.00 0.52
2 4 1 5642 6,187.50 0.91
3 2 3 4658 7,772.00 0.60
4 3 4 4745 7,772.00 0.61
5 3 5 5430 8,844.00 0.61
6 5 6 5098 8,844.00 0.58
7 5 9 6067 6,187.50 0.98
8 7 6 5764 6,187.50 0.93
9 7 8 2435 3,762.00 0.65
10 8 9 1078 1,624.00 0.66
HUBUNGAN KECEPATAN, V/C DAN
TINGKAT PELAYANAN JALAN

TINGKAT PELAYANAN (LEVEL OF SERVICE)


KEC JALAN

V/C
DATA UNTUK TUJUAN
KHUSUS
 KECELAKAAN
 PARKIR
 PERGERAKAN BARANG
 STUDI PEJALAN KAKI
Thank You

Anda mungkin juga menyukai