Anda di halaman 1dari 7

PERJANJIAN KERJASAMA

PEMBANGUNAN JEMBATAN BULELENG


No.016/TAS-..../PK-PJB/Ups-Lgl/VII/2022

Perjanjian Kerjasama Pembangunan Jembatan Buleleng, untuk selanjutnya disebut “PERJANJIAN”


ini ditandatangani pada hari ini, Senin tanggal Empat Belas Bulan Maret Tahun Dua Ribu Dua Puluh
Dua (14-3-2022) di Jakarta Selatan, oleh dan antara :

I. NAMA : EDY SANTI


PEKERJAAN/JABATAN : Direktur
NIK : 517103220770022
ALAMAT : Pondok Indah Office Tower 2, 11st Floor Suite 1101
Jl.Sultan Iskandar Muda, V-TA Pondok Indah – Jakarta
12310 Indonesia

Dalam hal ini bertindak dalam jabatannya tersebut di atas, berkedudukan di Jakarta Selatan, dari dan
karenanya bertindak untuk dan atas nama PT. TEKNIK ALUM SERVICE; selanjutnya disebut
PIHAK PERTAMA.

II. NAMA : SUDARMIN MOONAI


NIK :
ALAMAT :

dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama pribadi, berkedudukan di Kabupaten Morowali;
selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.

PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA secara bersama-sama disebut “PARA PIHAK” dan
secara sendiri-sendiri disebut “PIHAK”

Dalam kedudukannya mereka masing - masing seperti tersebut diatas terlebih dahulu menerangkan
dan menyatakan sebagai berikut :

PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA


- PIHAK PERTAMA merupakan Perseroan Terbatas yang bergerak di industri
Pertambangan Bijih Nikel bermaksud memberi tugas kepada PIHAK KEDUA untuk
pekerjaan Pembangunan Jembatan Buleleng;
- PIHAK KEDUA merupakan perorangan pribadi yang bersedia dan menerima tugas dari
PIHAK PERTAMA untuk melakukan Pembangunan Jembatan Buleleng sebagaimana yang
dimaksud oleh PIHAK PERTAMA.

Oleh sebab hal-hal diatas PARA PIHAK telah saling setuju dan mufakat untuk melangsungkan
PERJANJIAN ini dengan mempergunakan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan sebagai berikut :

PASAL - 1
RUANG LINGKUP dan OBJEK PERJANJIAN
PIHAK PERTAMA dengan ini bermaksud memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA untuk
melakukan pekerjaan Pembangunan Jembatan Buleleng baik berupa maintanance, upgrade,
pembuatan laporan kepada PIHAK PERTAMA dan tidak terbatas pada kegiatan lainnya yang
diarahkan oleh perwakilan PIHAK PERTAMA di lapangan, selanjutnya disebut PEKERJAAN.

PASAL – 2
JANGKA WAKTU
PARA PIHAK telah sepakat bahwa jangka waktu PERJANJIAN ini berlaku terhitung mulai tanggal
Empat Belas Bulan Maret Tahun Dua Ribu Dua Puluh Dua (14-3-2022) sampai dengan tanggal Tiga
Puluh Satu Bulan Mei Tahun Dua Ribu Dua Puluh Dua (31-5-2022) dan PERJANJIAN ini dapat
diperpanjang kembali atas kesepakatan PARA PIHAK.

PASAL – 3
HARGA SEWA dan TATA CARA PEMBAYARAN
1. PARA PIHAK telah saling setuju dan mufakat bahwa harga atas jasa PIHAK KEDUA
melakukan pekerjaan perbaikan Jembatan di buleleng adalah sebesar Rp. 3.368.500.000,- (Tiga
Miliar Tiga Ratus Enam Puluh Delapan Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) belum termasuk
pajak (PPN dan PPh);
2. Pembayaran atas jasa tersebut akan dibayarkan dengan ketentuan sebagai berikut :

PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA


 Pembayaran Tahap Pertama sebesar Rp. 1.908.000.000,- (Satu Miliar Sembilan Ratus
Delapan Juta Rupiah) yang paling lambat akan di bayarkan pada tanggal Dua Puluh
Dua Bulan Maret Tahun Dua Ribu Dua Puluh Dua (22-3-22);
 Pembayaran Tahap Kedua sebesar Rp. 1.460.500.000,- (Satu Miliar Empat Ratus
Enam Puluh Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) yang paling lambat akan di bayarkan
pada tanggal Dua Belas Bulan Mei Tahun Dua Ribu Dua Puluh Dua (12-5-22);
3. Pajak-pajak yang timbul sehubungan dengan pelaksanaan PERJANJIAN ini wajib ditanggung
dan dibayar/disetor oleh PIHAK terhadap siapa menurut peraturan perpajakan yang berlaku
diletakkan beban kewajiban kepadanya. Apabila salah satu PIHAK tidak dan/atau lalai
memenuhi kewajiban-kewajiban pajaknya, maka PIHAK tersebut berkewajiban untuk
menyelesaikan atas kewajiban pajaknya dan membebaskan PIHAK lainya atas penyelesaian
kewajiban atas Pajak tersebut;
4. Pembayaran atas hasil pekerjaan PIHAK KEDUA dapat dilakukan PIHAK PERTAMA secara
Transfer ke nomor rekening yang di tunjuk oleh PIHAK KEDUA;
5. PARA PIHAK sepakat bahwa segala bentuk bukti pembayaran akan menjadi lampiran bagian
tak terpisahkan dari PERJANJIAN ini.

PASAL – 4
TANGGUNG JAWAB PARA PIHAK
1. PIHAK PERTAMA bertanggung jawab untuk :
1.1. Melaksanakan pembayaran atas PEKERJAAN kepada PIHAK KEDUA sesuai dengan
ketentuan PERJANJIAN ini;
2. PIHAK KEDUA bertanggung jawab untuk :
2.1. Menjaga dan memelihara kebersihan Jembatan secara umum agar tetap berada dalam
kondisi bersih dan berfungsi selama Jangka Waktu PERJANJIAN;
2.2. Menjaga, merawat, dan memelihara kondisi jembatan serta fasilitas di sekitarnya, dan
memberikan laporan kegiatan, ataupun laporan kerusakan jalan kepada PIHAK
PERTAMA;
2.3. Melaksanakan segala hal yang diinstruksikan oleh PIHAK PERTAMA atau perwakilan
PIHAK PERTAMA di lapangan.

PASAL – 5
PEMBATALAN dan/atau PENGAKHIRAN PERJANJIAN

PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA


1. PIHAK PERTAMA berhak untuk membatalkan dan mengakhiri PERJANJIAN ini secara
sepihak tanpa perlu dibuktikan lagi dan tanpa gugatan dalam bentuk apapun dari PIHAK
KEDUA dan/atau Pihak Ketiga baik di dalam maupun di luar pengadilan, dalam hal :
1.1. PIHAK KEDUA tidak mematuhi ketentuan PERJANJIAN ini;
1.2. PIHAK PERTAMA telah selesai menggunakan dan/atau tidak lagi meneruskan kegiatan
pada PEKERJAAN;
1.3. alasan lain dari PIHAK PERTAMA;
2. PERJANJIAN ini berakhir dengan sendirinya sesuai dengan jangka waktu yang telah disepakati
PARA PIHAK dalam PERJANJIAN ini;
3. Dengan berakhirnya PERJANJIAN ini sebagaimana diatur dalam pasal ini, PARA PIHAK
telah saling setuju dan semufakat akan saling mengadakan pembebasan dan perhitungan selesai
(Acquit et de charge);
4. Dengan berakhirnya PERJANJIAN ini sebagaimana diatur dalam pasal ini, PARA PIHAK
telah saling setuju dan semufakat untuk mengenyampingkan ketentuan Pasal 1266 dan 1267
Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Republik Indonesia (KUHPerdata);
PENGECUALIAN
1. PERJANJIAN ini tidak berakhir, karena salah satu PIHAK meninggal dunia, melainkan tetap
bersifat turun-temurun, dan harus dipatuhi oleh para ahli waris atau penerima hak masing-masing
PIHAK;
2. PERJANJIAN ini juga tidak berakhir apabila rumah/Kost atau OBJEK PERJANJIAN dalam
PERJANJIAN ini dijual ataupun karena sebab apa pun juga menjadi milik atau dikuasai
PIHAK lain. Dalam hal ini pemilik baru atas tanah tersebut tetap diwajibkan melaksanakan
PERJANJIAN ini sebagaimana mestinya sesuai ketentuan Pasal 1576 KUHPerdata.

PASAL - 6
FORCE MAJEURE
1. Penyimpangan dari ketentuan PERJANJIAN ini hanya berlaku dalam keadaan force majeure
yang tidak terbatas pada keadaan banjir, gempa bumi, angin topan (badai), epidemi,
pemberontakan, huru-hara, peperangan, dan suatu keadaan lain yang di luar kekuasaan PARA
PIHAK untuk mengatasinya;
2. Keadaan force majeure harus dilaporkan PIHAK yang mengalami kepada PIHAK lain dalam
tenggang waktu 3 x 24 (tiga kali dua puluh empat) jam, kelalaian mana dianggap force majeure
tidak mempengaruhi pelaksanaan PERJANJIAN ini, terkecuali dapat dibuktikan bahwa

PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA


pemberitahuan kepada PIHAK Lain dalam tenggang waktu 3 x 24 (tiga kali dua puluh empat)
jam juga berada di luar kekuasaan PIHAK yang mengalami;
3. Karena keadaan force majeure ini, PIHAK yang mengalami tidak dapat dipersalahkan dan
karenanya harus dilindungi dan tidak dapat digugat dalam bentuk apapun baik di dalam maupun
di luar pengadilan oleh PIHAK lain yang menderita kerugian;
4. Apabila force majeure berlangsung secara terus-menerus selama lebih dari 45 (empat puluh lima)
hari, PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA atas persetujuan bersama dapat mengakhiri
PERJANJIAN ini dengan terlebih dahulu mengadakan pembebasan dan perhitungan selesai
(Acquit et de charge) KECUALI atas pembayaran sewa yang sudah dibayarkan namun masa
sewa belum selesai sesuai jangka waktunya sebagaimana yang tercantum dalam PERJANJIAN
ini, maka sisa hutang atas jangka waktu sewa belum selesai akan di hitung secara proporsional
sesuai masa jangka waktu sewa yang belum selesai dan atas perhitungan nilai proporsional
tersebut, akan menjadi HUTANG mutlak PIHAK KEDUA yang wajib dibayarkan, Dan
PERJANJIAN ini berlaku juga sebagai SURAT PENGAKUAN HUTANG PIHAK KEDUA
atas nilai proporsional tersebut.

PASAL - 7
ADDENDUM – ADDENDUM
Hal-hal yang belum diatur dalam PERJANJIAN ini akan diatur dan ditetapkan kemudian atas
persetujuan bersama PARA PIHAK yang berlaku sebagai Addendum dan merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari PERJANJIAN ini.

PASAL - 8
PENYELESAIAN PERSELISIHAN
1. Segala perselisihan antara PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang timbul dari
pelaksanaan PERJANJIAN ini, PARA PIHAK sepakat akan menyelesaikannya secara
musyawarah untuk mufakat;
2. Apabila perselisihan antara PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA tidak terselesaikan
secara musyawarah, PARA PIHAK sepakat memilih dan/atau menunjuk domisili hukum yang
umum dan tidak berubah di Kantor Kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

PASAL - 9
KETENTUAN LAIN-LAIN

PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA


Bahwa PARA PIHAK sepakat segala hal yang menjadi Lampiran pada PERJANJIAN ini menjadi
satu kesatuan bagian tak terpisahkan dari PERJANJIAN ini.

Demikian PERJANJIAN ini dibuat dalam rangkap 2 (dua), masing-masing mempunyai kekuatan
hukum yang sama, 1 (satu) rangkap untuk PIHAK PERTAMA dan 1(satu) rangkap untuk PIHAK
KEDUA, dibubuhi meterai secukupnya, ditandatangani oleh PARA PIHAK pada hari, tanggal, bulan
dan tahun sebagaimana disebutkan pada awal PERJANJIAN ini.

PARA PIHAK

PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA


PT. Teknik Alum Service

Edy Santi Basri Zakaria


(Direktur)

PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA

Anda mungkin juga menyukai