0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
561 tayangan7 halaman

Konsep Caring

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Dokumen tersebut membahas konsep caring dalam keperawatan yang meliputi pengertian, konsep, karakteristik, asumsi dasar, dan proses caring. 2. Konsep caring terbagi menjadi konsep tentang manusia dan kesehatan. Karakteristik caring terdiri dari professional, scientific, dan humanistic caring. 3. Proses caring terdiri dari pengkajian, perencanaan, implementasi, dan evaluasi.

Diunggah oleh

Shn Xwtng
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
561 tayangan7 halaman

Konsep Caring

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Dokumen tersebut membahas konsep caring dalam keperawatan yang meliputi pengertian, konsep, karakteristik, asumsi dasar, dan proses caring. 2. Konsep caring terbagi menjadi konsep tentang manusia dan kesehatan. Karakteristik caring terdiri dari professional, scientific, dan humanistic caring. 3. Proses caring terdiri dari pengkajian, perencanaan, implementasi, dan evaluasi.

Diunggah oleh

Shn Xwtng
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Tugas : Discovery Learning

KONSEP CARING

Disusun Oleh :

Nama : Siti Nurjanah

NIM : K1A223028

PRODI KEPERAWATAN

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS HALU OLEO

KENDARI 2023
A. Pengertian Caring
Caring science merupakan suatu orientasi human science dan kemanusiaan
terhadap proses, fenomena, dan pengalaman human caring. Caring science, seperti
juga science lainnya, meliputi seni dan kemanusiaan. Caring adalah tindakan yang
diarahkan untuk membantu, membimbing, atau melakukan cara untuk membantu
dalam pencapaian tujuan tertentu, dengan cara mendukung individu lain atau
kelompok dengan nyata atau antisipasi kebutuhan untuk meningkatkan kondisi
kehidupan manusia (Pardede, J. A, 2022).
Caring didefinisikan sebagai suatu perilaku atau tindakan yang dilakukan
guna memberikan rasa aman baik secara fisik dan emosi kepada orang lain dengan
tulus. Perilaku caring yang dilakukan seperti memberikan pelayanan bersikap
ramah, lemah lembut, sopan santun kepada pasien, care, sabar tenang menghadapi
pasien, menggunakan komunikasi terapeutik saat dengan pasien dan keluarga
pasien, komunikasi verbal dan nonverbal yang baik kepada pasien. Setiap
melakukan tindakan selalu cekatan, cepat, tepat dan terampil memiliki rasa empati,
peduli terhadap kebutuhan pasien terutama masalah atau keluhan yang dirasakan
saat kunjungan dan memotivasi pasien semangat menjalani pengobatan. (Kusnanto,
2019).
B. Konsep Caring
Konsep caring terbagi menjadi 2, yaitu meliputi:
1. Konsep tentang Manusia
Manusia merupakan suatu kesatuan yang saling terintegrasi dan memiliki
suatu konsep yang utuh, seperti: keinginan untuk dirawat, keinginan untuk
mendapatkan asuhan, keinginan untuk dapat dipahami, keinginan untuk
dihormati, dan keinginan untuk dibantu. Pada hakikatnya manusia itu sendiri
iingin dirasakan keberadaannya oleh lingkungan sekitarnya, dan merasa menjadi
bagian yang utuh dari suatu kelompok masyarakat.
2. Konsep tentang Kesehatan
Kesehatan merupakan keselarasan antara fungsi fisik dan fungsi sosial.
Berkenaan tentang Kesehatan akan memperhatikan kemampuan dari
pemeliharaan dan adaptasi dari masing individu untung keberlangsungan hidup
sehari-hari (Handayani, Reska, et.,al, 2023).
C. Karakteristik Caring
Karakteristik caring terbagi menjadi 3 (tiga), yaitu:
a. Professional caring, yaitu sebagai wujud dari kemampuan secara kognitif.
Sebagai perawat professional dalam melakukan tindakan harus berdasarkan
ilmu, sikap dan keterampilan professional agar dapat memberikan bantuan
sesuai kebutuhan klien, dapat menyelesaikan masalah dan dapat mencapai
tujuan yang telah ditetapkan bersama antara perawat dan klien.
b. Scientific Caring, yaitu segala keputusan dan tindakan dalam memberikan
asuhan keperawatan pada klien berdasarkan pengetahuan yang dimiliki perawat.
c. Humanistic Caring, yaitu proses pemberian bantuan pada klien bersifat kreatif,
intuitif atau kognitif dan didasarkan pada filosofi, fenomenologi, perasaan
objektif maupun subjektif (Handayani, Reska, et.,al, 2023).

Karakteristik caring menurut Pardede (2020), adalah sebagai berikut:


1. Be ourself, sebagai manusia harus jujur, dapat dipercaya, tergantung pada orang
lain.
2. Claritity, keinginan untuk terbuka dengan orang lain.
3. Respect, selalu menghargai orang lain.
4. Separateness, dalam caring perawat tidak terbawa dalam depresi atau ketakutan
dengan orang lain.
5. Freedom, memberi kebebasan kepada orang lain untuk mengekspresikan
perasaannya.
6. Empathy, mengalami emosi yang serupa dengan emosi orang lain, mengetahui
apa yang orang lain rasakan dan fikirkan.
7. Communicative, komunikasi verbal dan nonverbal harus menunjukkan
kesesuaian dan evaluasi dilakukan secara bersama-sama.
D. Asumsi Dasar Science of Caring
Watson (dalam Pardede, 2020) menyatakan tujuh asumsi tentang science of
caring. Asumsi dasar tersebut yaitu:
a. Caring terdiri dari carative factors yang menghasilkan kepuasan terhadap
kebutuhan manusia tertentu.
b. Efektif caring meningkatkan kesehatan dan pertumbuhan individu dan keluarga.
c. Respon caring menerima seseorang tidak hanya sebagai dia saat ini, tetapi juga
menerima akan jadi apa dia kemudian.
d. Lingkungan caring adalah sesuatu yang menawarkan perkembangan dari potensi
yang ada, dan di saat yang sama membiarkan seseorang untuk memilih tindakan
yang terbaik bagi dirinya saat itu.
e. Caring lebih “healthogenic” dari pada curing.
f. Praktek caring merupakan sentral bagi keperawatan.

Watson memberikan rekomendasi agar perawat memberikan asuhan


keperawatan kepada klien melalui sepuluh faktor carative yaitu yang berhubungan
dengan sifat dan karakter perawat yang menjelaskan bagaimana perilaku caring
dimanifestasikan. Sepuluh faktor carative dan bagaimana perilaku caring
dimanifestasikan perawat dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Formation of a humanistic–altruistic system of values. Perawat menumbuhkan
rasa puas karena mampu memberikan sesuatu kepada klien. Selain itu, perawat
juga memperlihatkan kemampuan diri dengan memberikan pendidikan
kesehatan pada klien.
b. Instillation of faith–hope. Memfasilitasi dan meningkatkan asuhan keperawatan
yang holistik. Di samping itu, perawat meningkatkan perilaku klien dalam
mencari pertolongan kesehatan.
c. Cultivation of sensitivity to one’s self and to others. Perawat belajar menghargai
kesensitifan dan perasaan klien, sehingga ia sendiri dapat menjadi lebih sensitif,
murni, dan bersikap wajar pada orang lain.
d. Development of a helping–trusting, human caring relationship. Perawat
memberikan informasi dengan jujur, dan memperlihatkan sikap empati yaitu
turut merasakan apa yang dialami klien. Sehingga karakter yang diperlukan
dalam faktor ini antara lain adalah kongruen, empati, dan kehangatan.
e. Promotion and acceptance of the expres-sion of positive and negative feelings.
Perawat memberikan waktunya dengan mendengarkan semua keluhan dan
perasaan klien.
f. Systematic use of a creative problem-solving caring process. Perawat
menggunakan metoda proses keperawatan sebagai pola pikir dan pendekatan
asuhan kepada klien.
g. Promotion of transpersonal teaching–learning. Memberikan asuhan mandiri,
menetapkan kebutuhan personal, dan memberikan kesempatan untuk
pertumbuhan personal klien.
h. Provision for a supportive, protective, and/or corrective mental, physical,
societal, and spiritual environment. Perawat perlu mengenali pengaruh
lingkungan internal dan eksternal klien terhadap kesehatan dan kondisi penyakit
klien.
i. Assistance with gratification of human needs. Perawat perlu mengenali
kebutuhan komprehensif diri dan klien. Pemenuhan kebutuhan paling dasar
perlu dicapai sebelum beralih ke tingkat selanjutnya.
j. Mengijinkan terjadinya tekanan yang bersifat fenomenologis agar
pertumbuhandiri dan kematangan jiwa klien dapat dicapai. Kadang-kadang
seorang klien perlu dihadapkanpada pengalaman/pemikiran yang bersifat
profokatif. Tujuannya adalah agar dapat meningkatkan pemahaman lebih
mendalam tentang diri sendiri.
Terdapat empat langkah dalam proses caring, yaitu pengkajian, perencanaan,
pengimplementasian dan proses evaluasi. Adapun penjelasan langkah-langkah
proses caring adalah sebagai berikut:
1) Pengkajian. Proses caring pada tahap ini meliputi pengamatan/observasi,
mengidentifikasi, melakukan review masalah, menggunakan pengetahuan dan
konseptual dari berbagai literatur yang dapat untuk diterapkan, membentuk
konseptualisasi kerangka kerja yang digunakan untuk mengkaji masalah dan
pengkajian juga meliputi pendefinisian variabel yang akan diteliti dalam
menyelesaikan masalah.
2) Perencanaan. Perencanaan dapat membantu menentukan bagaimana variabel-
variabel akan diteliti dan diukur, meliputi pendekatan konsep atau design untuk
menyelesaikan masalah yang mengacu pada asuhan keperawatan dan meliputi
penentuan data yang akan dikumpulkan pada siapa dan bagaimana data tersebut
dikumpulkan.
3) Implementasi. Implementasi adalah tindakan yang dilakukan berdasarkan dari
rencana yang telah disusun berdasarkan data-data yang telah dikumpulkan.
4) Evaluasi. evaluasi adalah metode, proses analisa, serta efek dari tindakan yang
telah dilakukan berdasarkan data yang meliputi intervensi hasil, tingkat dimana
suatu tujuan tercapai atau tidak, dana apakah hasil yang didapat dapat
digeneralisasikan (Pardede, J. A, 2020).
DAFTAR PUSTAKA

Kusnanto. (2019). Perilaku Caring Perawat Profesional. Surabaya: Pusat Penerbitan


dan Percetakan Universitas Airlangga (UAP).
Pardede, J. A. (2020). Caring Concept In Nursing: Jean Watson Theory Approach.
Caring in Nursing Journal. 1(3), 1-3. (diakses pada tanggal 11 september, pukul
01.12 WITA).
Handayani, R, Ramadini, I, & Fadriyanti, Y. (2023). Konsep Dasar Komunikasi
Terapeutik, Manajemen Stres Kerja, dan Caring dalam Keperawatan. Penerbit
NEM.

Common questions

Didukung oleh AI

The concept of 'freedom' within caring practices supports patient autonomy and decision-making by empowering patients to express their feelings and participate actively in their care decisions. It respects their capability to choose and manage their health journey, fostering a sense of control and self-efficacy, which are vital for motivation and adherence to care plans and improving overall health outcomes .

Empathy in caring, as described by Pardede, involves experiencing emotions similar to those of others, understanding what they think and feel. Empathy's significance lies in fostering a deeper connection and communication with patients, enabling nurses to provide care that is responsive to patients' emotional and psychological needs, thus enhancing the therapeutic relationship .

Strategies to integrate therapeutic communication into caring practices effectively include employing a communicative approach that combines verbal and nonverbal methods aligned with patient needs. This involves being attentive and open, maintaining congruence in expression, ensuring empathetic understanding, and fostering an environment where patients feel free to express their feelings without judgment, thereby supporting comprehensive and compassionate care .

Cultivating sensitivity to oneself and others enhances caring practice by fostering greater empathy and understanding towards patients. It helps caregivers appreciate a patient's sensitivities and feelings, leading to more personalized and compassionate care. This self-awareness also ensures that caregivers maintain professionalism and emotional stability, which is crucial for effective patient care .

The fundamental assumptions of the science of caring according to Watson include: caring consists of carative factors that satisfy specific human needs, effective caring enhances individual and family health and growth, caring accepts a person not just for who they are now but also for who they might become, a caring environment fosters potential development while allowing individuals to choose their best course of action, caring is more 'healthogenic' than curing, and caring practice is central to nursing .

The core elements involved in the process of caring include assessment, planning, implementation, and evaluation. In assessment, caregivers observe, identify, and conduct a problem review, using knowledge from literature to create a conceptual framework for assessing issues. Planning helps define how variables will be studied and measured, concerning the nursing care approach. Implementation is the execution of the devised plan using collected data. Evaluation involves analyzing methods, the impact of actions taken, whether goals were achieved, and determining if results can be generalized .

Watson's 'carative factors' correlate with the professional character of caring in nursing by offering a framework that guides nurses in demonstrating professional caring through values, empathy, personalized healthcare education, and holistic practices. These factors emphasize the importance of a systematic approach, incorporating creativity and supportive interactions, aligning closely with professional standards of nursing care .

Promoting the expression of both positive and negative feelings is crucial in caring practices as it allows patients to communicate their emotions thoroughly and authentically. This openness facilitates a better understanding of the patient's psychological and emotional state, which can inform the care strategy and therapeutic communication, ultimately improving patient trust and compliance with healthcare interventions .

'Humanistic Caring' involves providing client assistance that is creative, intuitive, or cognitive and is based on philosophy, phenomenology, and both objective and subjective feelings. In contrast, 'Professional Caring' manifests through cognitive abilities and professional skills, enabling a nurse to offer requisite support to clients, solve problems, and achieve mutual goals with the client .

A supportive environment in caring practices encompasses recognizing the influence of internal and external factors on a patient's health and condition. Providing a supportive, protective, and sometimes corrective mental, physical, societal, and spiritual setting is vital. This environment allows for patient comfort and safety, tailored interventions enhancing patient well-being, and facilitated emotional and spiritual care, all contributing significantly to overall health outcomes .

Anda mungkin juga menyukai