Job III Laprak Adhar Revisi 1
Job III Laprak Adhar Revisi 1
Abstrak
Amplitudo Modulasi (AM) adalah proses untuk memodulasi sinyal frekuensi rendah pada
gelombang frekuensi tinggi dengan mengubah-ubah amplitudo gelombang frekuensi tinggi
tanpa mengubah frekuensinya. Frekuensi rendah disebut isyarat pemodulasi dan frekuensi
tinggi adalah pembawa. Amplitudo Modulasi dapat mencampurkan frekuensi suara kepada
frekuensi radio untuk mengubah amplitude nya Metode ini dipakai dalam transmisi radio AM
untuk melakukan memungkinkan frekuensi audio dipancarkan ke jarak yang jauh, dengan
cara super imposisi frekuensi audio pada pembawa frekuensi radio yang dapat dipancarkan
melalui antena. Frekuensi radio adalah sebagai frekuensi yang akan dan dipakai untuk radiasi
energi elektromagnetik yang berguna untuk melakukan komunikasi. Pada praktikum kali ini
kita mendapatkan nilai sebesar R1= 34kΩ, R2= 34kΩ, R3= 34kΩ, R4= 34kΩ, dan C1= 1nF,
dan L1= 1mH
1. PENDAHULUAN
Modulasi amplitudo (AM) yaitu adalah 15 kHz maka akan dihasilkan lebar bidang
metode modulasi dimana ada amplitudo samping atas dan bawah. Kedua lebar
gelombang carrier yang (pembawa) dibuat bidang tersebut sama dengan lebar
bervariasi agar menurut harga sesaat dari gelombang sinyal informasi. Apabila tidak
sinyal yang pemodulasi. Dengan agar bila terjadi modulsi, frekuensi gelombang AM
gelombang pembawa dimodulasikan ke sama seperti hal frekuensi gelombang
amplitudo, amplitudo bentuk gelombang pembawa
tegangan pembawa dibuat berubah sesuai
Apabila dan ada gelombang tersebut
dengan tegangan yang akan memodulasi.
pembawa dimodulasikan, lebar dan bidang
Jenis modulasi ini kemudian disebut
frekuensi gelombang diperpanjang antara
sebagai modulasi amplitudo (AM).
batas atas dan batas bawah dari lebar
Dalam sistem modulasi amplitudo bidang samping atas dan lebar bidang
sinyal suara ditumpangkan pada frekuensi samping bawah. Batas dari perpanjangan
pembawa yang berupa gelombang radio, maksimum sama dengan halnya dua kali
sehingga pada sistem ini amplitudonya frekuensi sinyal informasi maksimum.
yang berubah-ubah. Kelemahan sistem Seperti kekuatan yang pemancar, frekuensi
modulasi amplitudo adalah sebagai mudah yang tersedia, daya konduksi tanah, jumlah
terganggu oleh iklim cuaca, akan tetapi interferensi yang muncul.
modulasi amplitudo ini dapat menjangkau
jarak jauh dan dapat dipantulkan oleh Adapun tujuan dari praktikum pada job
lapisan ionosfer. Dalam akan membentuk ini adalah :
Modulasi Amplitudo, apabila gelombang 1. Mahasiswa mampu mengamati dan
pembawa dimodulasikan oleh yang sinyal memahami proses kerja dari sistem
imformasi yang berfrekuensi 30 Hz sampai pemancar amplitudo modulasi.
2. DASAR TEORI Saluran AM adalah saluran yang
2.1 Pemancar Amplitudo Modulasi pertama kali digunakan dalam teknologi
Ada topologi dasar menghasilkan penyiaran. Menurut internasional, saluran
mengirimkan gelombang yang termodulasi AM berada pada blok frekuensi 300-3000
amplitude. KHz. Dalam memancarkan sinyal, saluran
AM memanfaatkan sumber gelombang
1. Modulasi Tingkat Rendah
elektromagnetik bumi atau yang disebut
Pada modulasi level rendah ini akan,
dengan adanya ground waves dan juga
pembangkitan gelombang AM terjadi pada
gelombang udara atau sky waves. Kedua
tahap awal amplifikasi, yaitu pada level
jenis gelombang dapat membawa sinyal ke
daya rendah. Sinyal AM yang dihasilkan
wilayah yang sangat jauh. Cakupan 5 sinyal
kemudian diamplifikasi agar menggunakan
AM tergantung beberapa hal, seperti
sejumlah tahapan amplifier.
kekuatan yang pemancar, frekuensi yang
2. Modulasi tingkat tinggi tersedia, daya konduksi tanah, jumlah
Modulasi tingkat tinggi, modulasi interferensi yang muncul.
terjadi pada tahap akhir amplifikasi dan
Dalam perjalanan mencapai penerima,
oleh karena itu sirkuit modulasi harus
gelombang akan mengalami redaman
menangani daya tinggi. Perbedaan pada
(fading) oleh udara, mendapat interfensi
pemancar tingkat tinggi adalah tempat
dari frekuensi-frekuensi lain, noise, atau
modulasi. Alih-alih menambahkan segera
bentuk-bentuk dalam gangguan. Adanya
setelah buffering, jenis pemancar ini
gangguan-gangguan itu adalah umumnya
memperkuat sinyal pembawa RF yang tidak
berupa variasi amplitudo sehingga mau
termodulasi terlebih dahulu.
tidak mau akan mempengaruhi ampitudo
Dalam sistem tingkat rendah, penguat gelombang yang terkirim. Akibatnya,
pemeliharaan bandwidth agar merupakan informasi yang terkirim pun akan berubah
faktor penting karena sinyal audio memiliki dan mutu informasi yang diterima jelas
daya yang rendah. Untuk modulasi tingkat berkurang.Frekuensi carrier untuk siaran
tinggi selain dari efisiensi kemampuan AM terletak di Medium Frequency (300 kHz-
penanganan dari daya amplifier, distorsi, 3 MHz).
kemampuan menangani variasi amplitudo
Pada modulasi amplitudo besarnya
merupakan parameter penting. Output dari
amplitudo sinyal pembawa akan diubah-
penguat akhir akan dilewatkan melalui
ubah adalah oleh suatu sinyal pemodulasi
jaringan pencocokan impedansi yang
sehingga besarnya sebanding dengan amp
mencakup rangkaian tangki penguat akhir.
litudo sinyal pemodulasi tersebut. Frekuen
Untuk sirkuit tangki, Q dibuat cukup rendah
si sinyal pembawa biasanya jauh lebih
untuk melewatkan semua sinyal sideband
tinggi dari akan nada pada frekuensi sinyal
tanpa amplitudo dan distorsi frekuensi.
pemodulasi. Frekuensi sinyal pemodulasi
Modulasi adalah proses perubahan biasanya merupakan sinyal pada rentang
(varying) dalam suatu gelombang periodik dari frekuensi audio (AF, Audio Frequency)
sehingga menjadikan suatu sinyal mampu yaitu antara 20 Hz sampai denan 20 kHz.
membawa suatu informasi. Dengan proses Sedangkan frekuensi sinyal pembawa
modulasi, suatu informasi akan (biasanya biasanya akan dapat berupa sinyal radio
berfrekeunsi rendah) bisa dimasukkan ke (RF, Radio Frequency) pada dari rentang
dalam suatu gelombang yang pembawa, frekuensi tengah (MF,Mid-Frequency) yaitu
biasanya berupa yang gelombang sinus antara 300 kHz sampai dengan 3 Mhz.
berfrekuensi tinggi. Untuk mempermudah pembahasan, hanya
akan di diskusikan modulasi dengan sinyal kantor pusat adalah pembawa dengan
sinus. frekuensi 0 Hz, yang dimodulasi oleh
mikrofon ( pemancar ) pada perangkat
Sebagai contoh misalkan sebuah sinyal
telepon sesuai dengan sinyal akustik dari
memiliki frekuensi 1 kHz akan
mulut dari speaker. Hasilnya adalah arus
dimodulasikan dengan sinyal carrier yang
searah amplitudo yang bervariasi, yang
memiliki frekuensi 10 kHz, maka akan
komponen AC-nya adalah sinyal ucapan
menghasilkan sinyal termodulasi AM seperti
yang diekstraksi di kantor pusat untuk
gambar berikut :
ditransmisikan ke pelanggan lain.
Modulasi Amplitudo tujuanya adalah
Untuk memindahkan atau menumpangkan
posisi spektrum yang rendah dari sinyal
data (informasi), ke pita spektrum yang
jauh lebih tinggi dari sinyal pembawa.
Sinyal data dapat berbentuk sinyal audio,
sinyal video, sinyal yang lain. Frekuensi
sinyal data (informasi) akan biasanya
merupakan sinyal pada rentang frekuensi
audio (Audio Frequency) yaitu antara 20 Hz
Gambar 3.1 Sinyal Sinus 1 Khz
sampai dengan 20 kHz penguat buffer dan
driver menggunakan konfigurasi kelasnya
Modulasi amplitudo, amplitudo atau
di A. Sedangkan frekuensi sinyal pembawa
kekuatan osilasi yang ada pembawa
biasanya berupa sinyal radio (RF, Radio
bervariasi. Misalnya, dalam hal komunikasi
Frequency) sampai Mhz. Bagian penguat
radio AM, dari sinyal frekuensi radio
RF biasanya terdiri dari beberapa tingkat
gelombang kontinu dari akan ( gelombang
sesuai dengan fungsinya, antara lain adalah
pembawa sinusoidal ) memiliki amplitudo
tingkat yang penyangga (buffer), kemudian
yang dimodulasi oleh bentuk gelombang
driver, dan terakhir adalah rangkaian Final
audio sebelum dari dan transmisi. Bentuk
RF.
gelombang audio mengubah amplitudo
gelombang akan sebagai pembawa dan Satu atau keseluruhan dari penguat RF
menentukan selubung bentuk gelombang. banyak sekali konfigurasi yang dapat
dipakai, baik itu menggunakan rangkaian
Dalam domain frekuensi , modulasi
kelas A, B, AB atau C. Cara kerja dari
amplitudo menghasilkan sinyal dengan
modulasi AM yaitu mempergunakan amp-
daya dari terkonsentrasi pada frekuensi
litudo sinyal analog untuk membedakan
pembawa dua sideband berdekatan. Pada
kedua keadaan sinyal digital. Pada AM,
setiap sideband memiliki bandwidth yang
frekuensi dan phase sinyal adalah tetap,
sama dengan halnya sinyal modulasi, dan
dan yang berubah-ubah adalah amp-
merupakan bayangan cermin dari yang
litudonya. Sehingga keadaan “1”(high)
lain. Oleh karena itu, AM standar kadang-
sinyal digital diwakili dengan tengan yang
kadang disebut modulasi amplitudo pita sisi
lebih besar daripada tegangan yang
ganda.
mewakili keadaan “0”(low) sinyal digital.
Bentuk sederhana dari modulasi AM adalah cara modulasi yang paling agar
amplitudo adalah transmisi sinyal ucapan mudah tetapi mudah dipengaruhi oleh dan
dari perangkat telepon analog tradisional keadaan media transmisinya. a(t) = a0
menggunakan loop lokal baterai umum. untuk bit 0, dan a1 untuk bit 1. Pada AM,
Arus searah yang disediakan oleh baterai frekuensi dan phase sinyal adalah tetap,
berubah-ubah adalah amplitudonya. Satu adalah beberapa komponen yang ada di
atau keseluruhan dari penguat RF banyak setiap proses modulasi. Contohnya pada
sekali konfigurasi yang dapat dipakai, baik AM SSB maka dari sideband yang di
itu menggunakan rangkaian kelas A, B, AB transmisikan adalah sideband frekuensi LSB
atau C. atau USB saja. Tentunya di suatu sistem
terdapat juga transmisi sideband. Nah,
yang akan bahas selanjutnya adalah proses
pada transmisi sideband.
5. Quadrature amplitude modulation
Quadrature amplitude dari modulation
(QAM) adalah baik analog dan digital
Gambar 3.2 Bentuk Gelombang AM
modulasi skema. Ini menyampaikan dua
Adapun beberapa jenis dari modulasi sinyal pesan analog, atau dua digital bit
amplitudo, yaitu : stream, dengan mengubah (memodu lasi)
yang amplitudo dari dua gelombang pem-
1. AM SSB (Single Sideband)
bawa, menggunakan amplitudo-shift key-
Adalah salah satu jenis modulasi ampli-
ing (ASK) skema modulasi digital atau dari
tudodimana spektrum frekuensi yang
modulasi amplitudo (AM) modulasi analog
dipancarkan hanya salah satu dari spek-
skema. Dua gelombang pembawa frekuensi
trum frekuensi AM yaitu frekuensi LSB
yang sama, biasanya sinusoid, yang keluar
(Lower Sideband) atau frekuensi USB
dari fase satu sama lain dengan 90° dan
(Upper Sideband) saja.
demikian quadrature carrier atau kompo-
2. AM DSBFC (Double Sideband Full nen quadrature.
Carrier)
Gelombang termodulasi dijumlahkan,
Disebut juga full AM dimana spektrum
dan gelombang terakhir adalah kombinasi
yang dipancarkan dari adalah spektrum
dari kedua fase-shift keying (PSK) dan yang
frekuensi AM yaitu frekuensi LSB dan
amplitudo-shift keying (ASK), atau,
frekuensi USB. Agar dari bandwidth sinyal
dalam kasus analog, fase modulasi (PM)
termodulasinya adalah sama dengan dua
dan modulasi amplitudo. Dalam kasus QAM
kali sinyal informasinya.
digital, jumlah terbatas setidaknya dua
3. AM DSBSC (Double Sideband Sup- tahap dan setidaknya dua amplitudo digu-
prised Carrier) nakan. PSK modulator yang sering di
Adalah jenis dari modulasi amplitudo rancang menggunakan prinsip QAM, tetapi
dimana spektrum frekuensi carrier di tekan tidak dianggap sebagai untuk QAM sejak
mendekati nol. amplitudo sinyal pembawa termodulasi
adalah konstan. QAM digunakan secara
4. AM VSB (Vestigial Sideband)
luas sebagai skema modulasi untuk digital
Sering digunakan untuk pada industri
telekomunikasi sistem.
televisikomersial untuk transmisi dan
penerimaan dari sinyal video. Pada VSB Sewenang-wenang tinggi efisiensi
sebagian dari komponen LSB ikut di spektral dapat bisa dicapai dengan QAM
transmisikan dengan dari komponen USB dengan menetapkan sesuai konstelasi
dankomponen pembawa. ukuran, hanya dapat dibatasi oleh tingkat
Setelah dari mengetahui jenis-jenis kebisingan dan bisa linearitas dari saluran
modulasi AM, ada satu hal yang paling komunikasi. QAM yang digunakan dalam
dominan semua jenis-jenis dari modulasi sistem serat optik sebagai tarif sedikit
AM. Hal ini adalah sideband. Sideband peningkatan; QAM16 dan QAM64 dapat
optik dapat ditiru dan dengan 3-jalan sinyal dapat dikuatkan, kemudian sinyal
interferometer. akan masuk keamplitudo modulator, disini
terjadi proses modulasi dimana terjadi
Seperti semua modulasi skema, QAM
penumpangansinyal informasi ke sinyal
menyampaikan data yang akan dengan
carrier. Kemudian sinyal yang termodulasi
mengubah beberapa aspek dari sinyal
akan masukke output filter. di output filter
pembawa, atau gelombang pembawa,
sinyal termodulasi akan di filter sehingga
(biasanya sinusoid) dalam menanggapi
menghasilkan sinyal AM dengan satu
sinyal data. Dalam kasus QAM, amplitudo
sideband. Derajat modulasi merupakan
dua gelombang frekuensi yang sama, 90°
parameter penting dan juga sering disebut
out-of-fase satu sama lain sebagai (dalam
indeks modulasi AM, dinotasikan dengan
quadrature) berubah (termodulasi atau
(m).
mengetik) untuk mewakili sinyal data.
Amplitudo dari modulasi dua carrier di Sinyal termodulasi AM terdiri dari tiga
quadrature dapat dipersamakan dilihat komponen yaitu komponen pembawa,
sebagai baik amplitudo modulasi dan fase komponen bidang sisi atas, dan komponen
modulasi pembawa tunggal. Fase modulasi sisi bawah. Sinyal ini ditransmisikan atau
(analog PM) dan fase-shift keying (PSK dipancarkan secara keseluruhan ke arah
digital) dapat dianggap kasus khusus yang penerima. Transmisi semacam ini disebut
dari QAM, besarnya sinyal modulasi adalah transmisi DSBFC (Double Side Band Full
konstan, dengan hanya fase yang ber Carrier) yang berarti pemancaran dua
beda-beda. Ini juga dapat bisa diperluas bidang sisi (atas dan bawah) berikut
untuk modulasi frekuensi (FM) dan dengan komponen pembawanya. Jenis
frekuensi-shift keying (FSK), untuk ini transmisi yang demikian membutuhkan
dapat dianggap sebagai kasus khusus dari lebar bidang sebesar 2 fm, dengan fm
modulasi fase. QAM yang digunakan dalam adalah dari frekuensi tertinggi sinyal
sistem serat optik sebagai tarif sedikit pemodulasi.
peningkatan; QAM16 dan QAM64 dapat
untuk optik ditiru dengan 3-jalan Amplitudo dari puncak komponen
interferometer. pembawa dan merupakan bagian yang
terbesar, yaitu Vc. Sedangkan kedua dari
komponen yang agar lain mempunyai
amplitudo puncak yang sama, yaitu ½ m.
Vc Mengalami kerugian karena komponen
pembawa dengan daya yang terbesar dari
ketiga komponen yang ada ini, sebenarnya
tidak membawa informasi apapun.
sehingga rangkaian dan pemancar dan Ini juga dapat bisa diperluas untuk
penerima radionya lebih sederhana dan modulasi frekuensi (FM) dan frekuensi-shift
mudah dibuat. Di pemancar radio dengan keying (FSK), untuk ini dapat dianggap
tekhnik AM, amplitudo gelombang carrier sebagai kasus khusus dari modulasi fase.
akan diubah seiring dengan perubahan QAM yang digunakan dalam sistem serat
sinyal informasi (suara) yang dimasukkan. optik sebagai tarif sedikit peningkatan;
Frekuensi dari gelombang carriernya relatif QAM16 dan QAM64 dapat untuk optik ditiru
tetap. Kemudian, sinyal dilewatkan ke RF dengan 3-jalan interferometer. Besarnya
(radio frequency) agar amplifier untuk indeks modulasi yang mempunyai ren-
dikuatkan agar bisa dikirim kejarak yang tangan antara 0 dan 1. Indeks modulasi
dapat jauh. Setelah itu, dipancarkan melaui sebesar nol, berarti tidak ada pemodu-
antenna. lasian, sedangkan indeks modulasi sebesar
satu merupakan pemodulasian maksimal
Pada tahun 1912, Edwin Howard Ams- yang dimungkinkan. atau gelombang pem-
trong menemukan sebuah penguat gelom- bawa, (biasanya sinusoid) dalam menang-
bang radio disebut sebagai radio amplifier. gapi sinyal data. Dalam kasus QAM,
Alat ini bekerja dengan cara mengkap amplitudo dua gelombang frekuensi yang
sinyal elektromagnetik dari transmisi radio sama, 90° out-of-fase satu sama lain
dan memberikan sinyal balik dari tabung. sebagai (dalam quadrature) berubah (ter-
Dengan begitu kekuatan sinyal akan modulasi atau mengetik) untuk mewakili
meningkat sebanyak 20.000 kali perdetik. sinyal data.
Suara yang ditangkap juga jauh lebih kuat
Dari banyak teknik modulasi, AM dan
sehingga bisa didengar langsung tanpa
FM adalah modulasi yang akan banyak
menggunakan earphone. penemuan ini
diterapkan pada radio siara. odulasi amp-
kemudian menjadi sangat penting dalam
litudo (AM) bekerja dengan baik untuk
sistem komunikasi radio karena jauh lebih
sinyal-sinyal audio. Modulasi Amplitudo
efisien dibandingkan alat terdahulu.
juga digunakan pada sistem-sistem radio
Radio penerima AM adalah radio yang AM dan dapat pula digunakan pada jarin-
hanya dapat menerima gelombang yang gan komputer. Dalam modulasi ampitudo,
berasal dari pemancar AM. Radio AM be- kekuatan gelombang pembawa dimodi-
kerja dengan prinsip memodulasikan ge- fikasi sedemikian rupa sehingga mempre-
lombang radio dan gelombang audio. sentasikan data. Modulasi amplitudo cen-
Kedua gelombang ini sama-sama memiliki derung mengalami gangguan karena terja-
Frekuensi dari gelombang carriernya relatif dinya perubahan-perubahan sinyal men-
tetap. Kemudian, sinyal dilewatkan ke RF dadak. Pada awal kehadiran radio sebagai
media penyiaran yang digunakan sebagai mengirimkan suara. Metode ini mengubah
frekuensi adalah pada band rendah (low kekuatan sinyal amplitudo untuk men-
band), yaitu sekitar 500 Khz yang sering girimkan. Sebuah penerima AM kemudian
disebut Medium Wave (MW) pada modulasi mendeteksi variasi amplitudo pada gelom-
yang dinamakan Amplitudo Modulation bang radio pada frekuensi tertentu dan
(AM). Dengan begitu kekuatan sinyal akan memperkuat perubahan tegangan sinyal
meningkat sebanyak 20.000 kali perdetik. untuk menggerakkan loudspeaker atau
Suara yang ditangkap juga jauh lebih kuat earphone. Maka orang akan mendengar
sehingga bisa didengar langsung tanpa pesan asli yang disampaikan. Namun, jika
menggunakan earphone. sinyal tidak cukup kuat ketika mencapai
penerima, seseorang akan mendengar
penemuan ini kemudian menjadi
hanya bunyi statik.
sangat penting dalam sistem komunikasi
radio karena jauh lebih efisien diban- AM jauh lebih sederhana daripada FM,
dingkan alat terdahulu. Awalnya, peng- yang memancarkan sinyal dengan menva-
gunaan radio AM hanya untuk keperluan riasikan frekuensi sinyal. AM biasanya
telegram nirkabel. Dari banyak tekhnik disiarkan secara mono yang membuatnya
modulasi, AM dan FM adalah modulasi yang cukup untuk radio talk. AM biasanya
banyak diterapkan pada radio siaran karena memiloiki kualitas lebih rendah dari FM,
tekhniknya relatif lebih mudah dibanding- tetapi AM memiliki jangkauan jauh lebih
kan dengan teknik teknik lain. Sehingga tinggi daripada FM, yang biasanya turun
rangkaian pemancar dan penerima radio- setelah 50 km dari stasiun radio. Pada
nya lebih sederhana dan mudah dibuat. dasarnya, ini adalah proses dalam sistem
Pemancar dengan tekhnik AM, amplitudo komunikasi. Untuk komunikasi, kita me-
radio gelombang carrier akan diubah merlukan beberapa elemen mendasar.
seiring dengan perubahan sinyal informasi Salah satunya adalah gelombang pembawa
(suara) yang dimasukkan. frekuensi tinggi, dan yang lainnya adalah
Frekuensi gelombang carriernya relatif informasi yang harus ditransmisikan (sinyal
tetap. Kemudian, sinyal dilewatkan ke RF modulasi) atau sinyal masukan. Ini penting
(radio frequency) amplifier untuk dikuatkan untuk komunikasi yang dilakukan meng-
agar bisa dikirim ke jarak yang jauh. gunakan perangkat dari satu tempat ke
Setelah itu, dipancarkan melaui antena. tempat lain. Secara keseluruhan, kita
Dalam perjalannanya mencapai pene-rima, memerlukan bantuan sistem komunikasi.
gelombang akan mengalami redaman Sistem komonikasi elektronik mengubah
(fading) oleh udara, mendapat interfensi pesan (informasi) kita menjadi sinyal elekt-
dari frekuensi-frekuensi lain, noise, atau ronik, dan sinyal elektronik tersebut dibawa
bentu-bentuk gangguan lainnya. Gang- oleh gelombang.
guan-gangguan itu umumnya berupa vari-
Seperti semua modulasi skema, QAM
asi amplitudo sehingga mau tidak mau akan
menyampaikan data yang akan dengan
mempengaruhi ampitudo gelombang yang
mengubah beberapa aspek dari sinyal
terkirim.
pembawa, atau gelombang pembawa,
Akibatnya, informasi yang terkirim pun (biasanya sinusoid) dalam menanggapi
akan berubah dan mutu informasi yang sinyal data. Dalam kasus QAM, amplitudo
diterima jelas berkurang. Frekuensi carrier dua gelombang frekuensi yang sama, 90°
untuk siaran AM terletak di Medium out-of-fase satu sama lain sebagai (dalam
Frequency (300 kHz3 MHz) AM meng- quadrature) berubah (termodulasi atau
gunakan modulasi amplitudo untuk mengetik) untuk mewakili sinyal data.
3. PERALATAN PERCOBAAN Jumlah : 1 Unit
Pada praktikum kali ini berikut adalah 4. Amplifier
peralatan percobaan yang digunakan : Fungsi : Sebagai penguat sinyal audio.
3.1 Pemancar Amplitudo Modulasi. Jumlah : 1 Unit
1. Osciloskope 5. Speaker
Fungsi : Memproyeksikan bentuk sinyal Fungsi : Sebagai alat yang mengubah
listrik agar dapat dilihat dan gelombang akan listrik,dari
dipelajari. perangkat penguat suara
Jumlah : 1 Unit hingga menjadi gelombang
2. Modul Penerima AM getaran
Fungsi : Untuk menerima sinyal Jumlah : 1 Unit
termodulasi AM agar dan 6. Jumper
melakukan untuk proses Fungsi : Untuk menghubungkan atau
demodulasi terhadap sinyal. memutuskan sirkuit.
Jumlah : 1 Unit Jumlah : Secukupnya
3. Frekuensi Counter
Fungsi : Untuk mengukur frekuensi 4. PROSEDUR PERCOBAAN
Jumlah : 1 Unit Pada praktikum kali ini berikut adalah
4. Amplifier prosedur percobaan
Fungsi : Sebagai penguat sinyal audio. 4.1 Pemancar Amplitudo Modulasi.
Jumlah : 1 Unit 1. Membuat rangkaiannya sesuai
5. Speaker petunjuk asisten.
Fungsi : Sebagai alat yang mengubah 2. Menghubungkan salah satu blok
gelombang agar listrik,dari dengan osiloskop dan frekuensi
perangkat penguat suara counter.
hingga menjadi gelombang 3. Melihat bentuk gelombang dan
getaran besarnya Vpp pada osiloskop dan
Jumlah : 1 Unit kemudian dicatat.
6. Jumper 4. Mencatat nilai frekuensi pada
Fungsi : Untuk menghubungkan atau frekuensi counter.
memutuskan sirkuit. 4.2 Penerima Amplitudo Modulasi.
Jumlah : Secukupnya 1. Merangkai percobaan dibuat sesuai
petunjuk asisten.
3.2 Penerima Amlitudo Modulasi 2. Mencari gelombang AM.
1. Osciloskope 3. Menghubungkan salah satu blok
fungsi : Memproyeksikan bentuk sinyal dengan osiloskop dan frekuensi
listrik agar dapat dilihat counter.
dan dipelajari. 4. Melihat bentuk gelombang dan
Jumlah : 1 Unit mencatat besarnya Vpp pada
2. Modul Penerima AM osiloscope.
Fungsi : Untuk menerima sinyal 5. Mencatat nilai frekuensi pada
termodulasi AM agar dan frekuensi counter.
melakukan untuk proses
demodulasi terhadap sinyal.
Jumlah : 1 Unit
3. Frekuensi Counter
Fungsi : Untuk mengukur frekuensi
5. RANGKAIAN PERCOBAAN 7. HASIL DAN ANALISA
Adapun rangkaian percobaan dalam 7.1 Analisa Data
ini adalah sebagai berikut : Adapun hasil dari analisa data adalah
sebagai berikut :
PENG
OSI BUF AMP
RF
PENG
MIC DRIV MODUL
AUD