0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
170 tayangan29 halaman

Analisis Getaran Motor Listrik dan Resonansi

Dokumen tersebut membahas tentang ciri getaran pada berbagai komponen mesin seperti motor listrik, sistem transmisi belt, mesin dengan komponen sudu, dan penyebab resonansi. Secara khusus dijelaskan mengenai frekuensi dominan dan sideband yang muncul akibat kerusakan tertentu sehingga dapat digunakan untuk melakukan diagnosis.

Diunggah oleh

Nurhasan
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
170 tayangan29 halaman

Analisis Getaran Motor Listrik dan Resonansi

Dokumen tersebut membahas tentang ciri getaran pada berbagai komponen mesin seperti motor listrik, sistem transmisi belt, mesin dengan komponen sudu, dan penyebab resonansi. Secara khusus dijelaskan mengenai frekuensi dominan dan sideband yang muncul akibat kerusakan tertentu sehingga dapat digunakan untuk melakukan diagnosis.

Diunggah oleh

Nurhasan
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

GETARAN MOTOR LISTRIK

Hal yang mempengaruhi putaran rotor pada motor listrik


induksi adalah frekuensi-slip yang merupakan perbedaan
antara putaran motor listrik dengan putaran sinkron medan
elektromagnetik pada gulungan statornya.
Slip akan membesar dengan naiknya beban sehingga
pengukuran pada kasus ini sebaiknya dilakukan pada beban
penuh.
Slip (S) dihitung sebagai berikut :
S = 1 – (Fr/Fs)
Fr : Frekuensi putaran motor = RPMmotor/60 [Hz]
Fs : Frekuensi sinkronus medan = 2 * (FI/P) [Hz]
FI : Frekuensi jala-jala listrik
P : Jumlah pasang-kutub
GETARAN MOTOR LISTRIK
Ciri sinyal getarannya adalah sebagai berikut :
Frekuensi dominan dalam arah radial pada frekuensi 1x, 2x,
3x…….RPM. Frekuensi side-band sebesar (P*s*F1) menunjukkan
adanya batang yang retak atau patah pada rotor.
Data domain waktu (waveform) yang terdomulasi perlahan
menunjukkan adanya batang retak atau patah pada rotor.
Frekuensi dominan yang amplitudonya besar pada 1 x RPM
menunjukkan adanya eksentrisitas rotor atau poros rotor
melengkung.
Level getaran yang tinggi dalam arah aksial menunjukkan adanya
poros lengkung ataupun bantalan yang mengalami pergeseran
angular.
Frekuensi side band yang selanya sebesar 2*s*F1 disekitar 1 x F1
hasil analisis frekuensi arus listrik dan amplitudonya membesar
menunjukkan adanya keretakan atau patah pada batang rotor.
GETARAN MOTOR LISTRIK
Motor listrik yang memiliki ketidaknormalan pada
stator nya memiliki ciri getaran sebagai berikut:
Frekuensi dominan yang tinggi dalam arah radial pada
frekuensi 2xF1 (jala-jala listrik).
Hal ini menunjukkan adanya : eksentrisitas, fasa tak-
seimbang, hubung singkat pada gulungan.
Getaran arah aksial kecil, kecuali ada problema pada
rotornya.
Pengukuran :
Rentang frekuensi pengukuran : 2 – 200 Hz
Periksa frekuensi dominan yang rendah pada : 2x, 4x,
6x…..RPM.
GETARAN MOTOR ASINKRON
GETARAN MOTOR ASINKRON
GETARAN MOTOR ASINKRON
GETARAN MOTOR ASINKRON
GETARAN MOTOR ASINKRON
GETARAN MOTOR ASINKRON
GETARAN MOTOR ASINKRON
GETARAN MOTOR ASINKRON
GETARAN MOTOR ASINKRON
GETARAN MOTOR SINKRON
GETARAN MOTOR SINKRON
GETARAN MOTOR DC
GETARAN MOTOR DC
GETARAN MOTOR DC
RESONANSI
Resonansi yang terjadi pada struktur penyangga rotor
akibat gaya eksitasi yang berasal dari putaran rotor,
memiliki ciri getaran sebagai berikut :
Frekuensi dominan yang tinggi pada frekuensi 1 x RPM atau
harmoniknya dan terjadi amplitude perubahan drastic untuk
perubahan putaran yang sedikit saja.
Estimasi frekuensi resonansi dapat dilakukan dengan
memukul struktur tersebut dan mengukur power-
spectrumnya. Pemukulan dilakukan pada saat mesin tidak
berputar.
Catatan :
Pada saat pengukuran power spectrum jangan dilakukan
pengintegrasian analog terhadap sinyal getarannya untuk
mencegah terjadinya pergeseran fasa.
RESONANSI
• Pengamatan fasa
– Pergeseran fasa 90o, seringkali merupakan indikasi
bahwa terjadi resonansi pada mesin yang diukur.

• Pengamatan kecepatan putar


– Perubahan kecepatan putar poros akan menurunkan
amplitudo dari frekuensi resonansi.
RESONANSI
Resonansi yang melibatkan putaran kritis pada sistem
poros rotor, memiliki ciri sinyal getara sebagai berikut :
Serupa dengan kasus resonsi struktur yakni terjadi frekuensi
dominan pada 1 x RPM atau harmonik-harmoniknya.
Putaran kritis dapat diamati dari frekuensi harmoniknya pada
waktu start-up atau pada saat turunnya putaran dari putaran
operasi kerja sampai berhenti. Pada saat melewati putaran
kritis maka amplitudo getarannya maksimum
Getaran dalam aksial rendah.
Pengukuran :
Pilih rentang frekuensi yang sesuai putaran rotor dengan
memperhatikan harmoniknya. Misalnya : 2-200 Hz.
Kecermatan frekuensi normal.
Periksa frekuensi dominan dalam arah radial yang
frekuensinya dekat dengan harmonik dari 1 x RPM.
GETARAN AKIBAT RESONANSI
GETARAN AKIBAT RESONANSI
Ciri Getaran pada Mesin dengan Sudu
Pompa, turbin, compressor dinamik, blower, dan lain
sebaginya adalah mesin-mesin yang memiliki komponen sudu
seperti impeler, blade, vane dan lain-lain.
Frekuensi eksitasi Sudu (Fs) dapat dihitung sebagai berikut:
Fs= (Putaran poros)*(jumlah sudu)/60
Ciri sinyal getaran:
Frekuensi sudu beserta harmoniknya relatif tinggi baik
dalam radial ataupun aksial.
Adanya frekuensi side-band
Kerusakan sudu secara tidak seragam Æ unbalance
Kelonggaran pada pemasangan sudu Æ serupa dengan ciri
getaran kelonggaran mekanik
Impeler atau rotor yang bergesekan dengan rumah
impeler Æserupa dengan ciri getaran gesekan (rub) pada
bantalan luncur.
Ciri Getaran pada Mesin dengan Sudu
Ciri sinyal getaran:
Bila terdapat vane stati atau sudu pengarah dalam aliran
fluida kerjanya, maka dapat terjadi frekuensi dominan
pada frekuensi tinggi yang bearnya :
Fs * Jumlah vane statik
• Pengukuran :
Rentang frekuensi : 2 – 200 Hz atau 2 – 1 kHz. Yakinkan
harmonik 2 dan 3 Fs masuk dalam rentang frekuensi
pengukuran.
Analisis data domain frekuensi menggunakan kecermatan
tinggi.
Bila ada side-band pad 1xrpm menunjukkan adanya:
kerusakan sudu, atau
Akumulasi kotoran, atau
Fluktuasi tekanan sisi masuk dan keluar.
GETARAN POMPA, FAN, KOMPRESOR
Ciri Getaran pada Sistem Trasnmisi Belt
Belt merupakan sistem transmisi yang sering digunakan jika
letak pasangan poros saling berjauhan. Keuntungan lain adalah
bila terjadi overload maka secara otomatis belt akan slip
sehingga menghindarkan mesin dari kerusakan.
Frekuensi eksitasi Belt (Fb) dapat dihitung sebagai berikut:
Fb=3.14*(Putaran pulli)*(Diameter pulli ybs)/panjang belt
Ciri sinyal getaran:
Frekuensi dominan Fb terjadi pada arah radial pulli dan disertai
harmonik 2xFb, 4xFb, 6xFb…
Bila pasangan pulli mengalami ketaksesumbuan maka akan
muncul frekuensi 2xFb beserta harmoniknya pada arah aksial pulli.
Pengukuran:
Rentang frekuensi 2 Hz – 200 Hz
Kecermatan frekuensi normal.
GETARAN AKIBAT BELT AUS
GETARAN AKIBAT BELT AUS
GETARAN BELT BERMASALAH

Anda mungkin juga menyukai