3.
Flushing Hidrolik
Adalah pekerjaan yang bertujuan untuk membersihkan system hidrolik dari kotoran
akibat kerusakan pompa hidrolik, control valve, filter, dan silinder hidrolik, misalnya:
gram-gram, kertas filter, packing, dll. Secara garis besar pekerjaan flushing ini
mengalirkan oli ke seluruh sistem hidrolik selama 30 menit dengan arah aliran yang
dibolak-balik setiap 5 menit sekali.
Langkah-langkahnya:
a. Siapkan tampungan oli pada saat melepas hose dari silinder hidrolik untuk
menghindari pencemaran lingkungan.
b. Melepas hose dari silinder hidrolik sisi head dan bottom. Kemudian ujungnya
dihubungkan menggunakan Flushing Bridge.
Ukuran flushing bridge disesuaikan dengan ukuran connectornya.
c. Hidupkan Engine
Mulai flushing dengan menggerakan hand lever ke salah satu gerakan
attachment. Flushing dilakukan minimal 30 menit dan pergantian arah aliran
oli setiap 5 minute
d. Jika sudah, lepas semua return-line and leak-oil, dan periksa filter screens.
a. Rusak : ganti filter screens
b. Tidak rusak : bersihkan filter screen. Check kondisi by pass valves
dan flow regulator valve.
4. Mengatur tekanan oli dari Main Relief Valve (D85-ESS-2)
Pengaturan tekanan oli ini bertujuan untuk mengatur tekanan oli maksimum pada
saat unit beroperasi. Pengaturan ini dilakukan pada saat unit selesai di assembly,
selain itu dilakukan pada saat tekanan oli mengalami penurunan (low pressure).
Langkah-langkahnya :
1. Lepaskan cap nut (4) dari main relief valve
(3), kemudian kendorkan locknut (5) dan
putar adjustment screw (6) untuk mengatur
tekanan maksimum olinya.
2. Pada saat memutar adjustment screw (6)
perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
a. Untuk menaikkan tekanan oli hidrolik,
putar adjustment screw (6) searah
jarum jam (clockwise)
b. Untuk menurunkan tekanan oli
hidrolik, putar adjustment screw (6)
berbalik arah jarum jam (anti
clockwise)
c. Perubahan tekanan oli hidrolik setiap
satu putaran adjustment screw (6)
adalah :
3,5 MPa (35,7 kg/cm²)
3. Setelah melakukan pengaturan adjustment
screw, kencangkan adjustment screw-nya
dengan torque :
4. Kemudian dilakukan pengecekan dengan
menggunakan Pressure Gauge