Business Model Canvas
1. Segmen Pelanggan (Customer Segments): Menentukan siapa pelanggan utama perusahaan
manufaktur. Ini bisa mencakup perusahaan lain dalam rantai pasokan, distributor, atau konsumen
akhir.
2. Penawaran Nilai (Value Propositions): Mengidentifikasi nilai unik yang ditawarkan oleh
perusahaan manufaktur kepada pelanggannya. Hal ini bisa berupa kualitas produk, harga, inovasi
teknologi, atau layanan pelanggan.
3. Saluran (Channels): Menjelaskan bagaimana perusahaan manufaktur menyampaikan
produknya kepada pelanggan. Ini bisa melalui saluran distribusi sendiri, mitra distribusi, toko
ritel, atau e-commerce.
4. Hubungan Pelanggan (Customer Relationships): Menentukan bagaimana perusahaan
membangun dan memelihara hubungan dengan pelanggannya. Ini bisa termasuk layanan
pelanggan, kontrak jangka panjang, atau program loyalitas.
5. Aliran Pendapatan (Revenue Streams): Mengidentifikasi sumber pendapatan utama, seperti
penjualan produk, kontrak layanan, atau lisensi paten.
6. Sumber Daya Kunci (Key Resources): Menjelaskan sumber daya yang penting bagi
perusahaan untuk menyampaikan penawaran nilainya. Ini bisa termasuk fasilitas manufaktur,
mesin, tenaga kerja terampil, atau bahan baku.
7. Aktivitas Kunci (Key Activities): Menggambarkan aktivitas utama yang harus dilakukan
untuk menyampaikan penawaran nilainya, seperti produksi, penelitian dan pengembangan, atau
pemasaran.
8. Kemitraan Kunci (Key Partnerships): Menjelaskan kemitraan yang penting bagi
perusahaan untuk beroperasi secara efektif. Ini bisa termasuk pemasok, mitra distribusi, atau
aliansi strategis lainnya.
9. Struktur Biaya (Cost Structure): Menggambarkan biaya utama yang terkait dengan operasi
bisnis, seperti biaya bahan baku, tenaga kerja, pemasaran, dan pemeliharaan peralatan.
McFarlan Portfolio
Strategic High Potential
Online Reporting System -
Strategic High Potential
SAP FICO Pro-int (HRIS)
SAP Lexia Promotion System
Coupa Supplier Portal RPA
Wonderware Intouch Claim Tracking System
Loyalty Application for Trade Spent Monitoring System
Consumer Modern Trade Claim System
Loyalty Application for Medical Budgeting System
Distributor MARS
Distributor Management Tax Promotion List System
System Mobile Expenses Management System
SAP EWM Safety at Work
Service Desk DMC Online Assessment Test System
Quality Management System Service Desk Portal
(QMS) MRTG
People Portal
Website DMC
Penggunaan Grid McFarlan membantu organisasi untuk:
- Mengalokasikan Sumber Daya: Menentukan di mana investasi TI harus diarahkan untuk
mendukung strategi bisnis.
- Pengelolaan Risiko: Mengidentifikasi area di mana ketergantungan pada TI tinggi dan
mengelola risiko yang terkait.
- Perencanaan Strategis: Memahami peran aplikasi TI dalam rencana strategis organisasi
dan mengarahkan perhatian pada aplikasi yang memiliki dampak strategis yang lebih
besar.
1. Strategic (Strategis):
Definisi: Aplikasi dalam kuadran ini memiliki signifikansi strategis tinggi baik untuk operasi saat
ini maupun untuk masa depan organisasi. Aplikasi-aplikasi ini sering kali memberikan
keunggulan kompetitif dan merupakan kunci dari rencana strategis perusahaan.
Fokus: Mengembangkan dan mempertahankan aplikasi ini merupakan prioritas tinggi. Investasi
terus menerus diperlukan untuk inovasi dan pemeliharaan.
Contoh: Sistem yang memungkinkan model bisnis baru, seperti platform e-commerce untuk
perusahaan ritel.
2. High Potential (Potensi Tinggi):
Definisi: Aplikasi dalam kuadran ini memiliki potensi untuk menjadi penting secara strategis di
masa depan, meskipun saat ini perannya mungkin belum terlalu signifikan.
Fokus: Eksperimen dan investasi dalam teknologi baru. Ini adalah area riset dan pengembangan
untuk masa depan perusahaan.
Contoh: Sistem inovatif yang sedang diuji coba, seperti teknologi AI untuk analisis data
pelanggan.
3. Key Operational (Operasional Kunci):
Definisi: Aplikasi dalam kuadran ini sangat penting untuk operasi harian perusahaan tetapi tidak
dianggap sebagai penggerak strategi masa depan.
Fokus: Keandalan dan efisiensi. Memastikan bahwa sistem ini stabil dan efisien merupakan
prioritas utama.
Contoh: Sistem manajemen basis data pelanggan, sistem penggajian, atau aplikasi pengolahan
transaksi.
4. Support (Dukungan):
Definisi: Aplikasi dalam kuadran ini memiliki sedikit signifikansi strategis dan digunakan untuk
tugas-tugas rutin dan administratif.
Fokus: Manajemen biaya dan efisiensi. Pemeliharaan rutin dan peningkatan kecil mungkin
dilakukan sesuai kebutuhan.
Contoh: Sistem manajemen kantor, perangkat lunak pengolah kata, atau alat-alat administratif
lainnya.
Aplikasi loyalty untuk konsumen merupakan sebuah alat digital yang digunakan oleh bisnis
untuk meningkatkan dan mengelola loyalitas pelanggan. Aplikasi semacam ini seringkali
merupakan bagian dari program loyalitas yang lebih luas dan dirancang untuk memberikan
pengalaman yang mudah dan menarik bagi pelanggan, dengan tujuan untuk meningkatkan
retensi pelanggan dan mendorong penjualan berulang. Berikut adalah beberapa aspek kunci dari
aplikasi loyalty untuk konsumen:
Fitur Utama
Skema Poin atau Hadiah: Pelanggan mendapatkan poin atau hadiah berdasarkan pembelian
mereka, yang kemudian dapat ditukar dengan produk, layanan, atau manfaat lainnya.
Penawaran Khusus dan Diskon: Memberikan penawaran eksklusif, diskon, atau promosi khusus
kepada anggota program.
Personalisasi: Menggunakan data pelanggan untuk menawarkan promosi, rekomendasi produk,
dan pengalaman yang disesuaikan.
Komunikasi Langsung: Melakukan komunikasi langsung dengan pelanggan melalui notifikasi
push, email, atau SMS mengenai penawaran khusus atau informasi penting lainnya.
Aplikasi Distributor Management System (DMS) adalah sistem teknologi informasi yang
dirancang untuk mengoptimalkan dan mengelola proses distribusi dalam rantai pasokan. Aplikasi
ini biasanya digunakan oleh produsen atau distributor dalam berbagai industri untuk mengelola
interaksi mereka dengan jaringan distribusi. DMS membantu dalam memantau, mengontrol, dan
mengelola aktivitas yang berkaitan dengan distribusi produk dari produsen ke distributor, dan
akhirnya ke pengecer atau konsumen akhir.
Fitur Utama Distributor Management System
Manajemen Inventaris: Melacak stok barang di gudang distributor, mengelola pesanan
pembelian, dan mengontrol persediaan.
Manajemen Pesanan: Memproses dan mengelola pesanan dari distributor, termasuk penerimaan
pesanan, penjadwalan pengiriman, dan fakturasi.
Pemantauan Penjualan dan Distribusi: Melacak penjualan, pengiriman, dan distribusi produk ke
berbagai lokasi atau pengecer.
Manajemen Hubungan dengan Distributor: Mengelola informasi distributor, termasuk profil,
kinerja, dan sejarah transaksi.
Laporan dan Analisis: Menghasilkan laporan terperinci tentang penjualan, inventaris, dan kinerja
distribusi untuk membantu pengambilan keputusan.
Manfaat Menggunakan Distributor Management System
Efisiensi Operasional: Meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses distribusi melalui
otomatisasi dan pengurangan kesalahan manual.
Kontrol Stok yang Lebih Baik: Mengelola inventaris dengan lebih efektif, mengurangi kelebihan
stok atau kekurangan stok.
Peningkatan Visibilitas: Memiliki visibilitas yang lebih baik atas rantai pasokan, termasuk
pergerakan barang dan tren penjualan.
Kolaborasi yang Lebih Baik: Meningkatkan komunikasi dan kolaborasi antara produsen dan
distributor.
Pengambilan Keputusan yang Berbasis Data: Menyediakan data real-time yang dapat digunakan
untuk membuat keputusan strategis.
Lexia
"Inti dari Lexia Analytics adalah Manajemen Promosi Perdagangan (Trade Promotion
Management, TPM). Melalui solusi perangkat lunak kami, klien kami mendapatkan kontrol atas
pengeluaran promosi mereka, meningkatkan efektivitasnya, dan menghilangkan atau
merampingkan proses back-office yang rentan kesalahan dan tidak efisien.
Penawaran perangkat lunak utama kami, LexiaStudio TPM, adalah solusi Manajemen Promosi
Perdagangan berbasis web. LexiaStudio TPM mencakup seluruh siklus mulai dari penganggaran
hingga perencanaan promosi, evaluasi, persetujuan, eksekusi, penyelesaian, dan akuntansi."
Robot Process Automation (RPA) adalah teknologi yang memungkinkan automasi proses
bisnis dengan menggunakan "robot" atau perangkat lunak untuk meniru dan mengintegrasikan
tindakan manusia dalam melakukan tugas-tugas dalam sistem komputer.
Contoh Aplikasi RPA di Departemen Keuangan
- Rekonsiliasi Akun: Mengotomatiskan proses pengecekan dan rekonsiliasi transaksi
keuangan antara berbagai sistem dan laporan, mengurangi kesalahan dan meningkatkan
efisiensi.
- Pengolahan Faktur dan Pembayaran: Automasi proses entri data untuk faktur, pengolahan
pembayaran, dan manajemen piutang dan hutang.
- Penutupan Bulanan dan Pelaporan: Mengotomatiskan tugas-tugas dalam proses
penutupan bulanan, seperti pengumpulan data, pembuatan jurnal, dan persiapan laporan
keuangan.
- Manajemen Anggaran: Automasi dalam pembuatan, pemantauan, dan penyesuaian
anggaran.
- Audit dan Kepatuhan: Menggunakan RPA untuk memastikan transaksi dan proses
keuangan sesuai dengan standar regulasi dan kebijakan internal.
- Manajemen Kas dan Likuiditas: Otomatisasi pengelolaan kas dan prediksi aliran kas.
Sistem pemantauan pengeluaran perdagangan, atau "Trade Spend Monitoring System",
adalah sebuah alat atau platform yang digunakan oleh perusahaan, khususnya dalam industri
barang konsumen cepat saji (FMCG) dan ritel, untuk melacak dan mengelola pengeluaran yang
terkait dengan kegiatan perdagangan dan promosi. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan
efektivitas pengeluaran perdagangan dan memaksimalkan ROI (Return on Investment). Sistem
ini memainkan peran kunci dalam manajemen promosi dan strategi harga.
Fitur Utama
-Pelacakan Pengeluaran: Memantau biaya yang terkait dengan berbagai aktivitas promosi seperti
diskon, kupon, penempatan produk, dan iklan di titik penjualan.
-Analisis ROI: Mengukur efektivitas pengeluaran perdagangan terhadap peningkatan penjualan
dan penguatan merek.
-Pengelolaan Anggaran: Menetapkan dan mengelola anggaran untuk promosi, serta memastikan
pengeluaran tetap dalam batas yang ditentukan.
-Pelaporan dan Wawasan: Menyediakan laporan terperinci mengenai kinerja promosi dan
pengeluaran perdagangan untuk analisis lebih lanjut.
-Prediksi dan Perencanaan: Menggunakan data historis untuk meramalkan hasil promosi masa
depan dan membuat keputusan yang lebih tepat.
Sistem klaim perdagangan modern, atau "Modern Trade Claim System", adalah platform
teknologi yang dirancang untuk mengelola dan memproses klaim yang berkaitan dengan
transaksi dalam perdagangan modern. Perdagangan modern di sini merujuk pada saluran
penjualan yang melibatkan rantai ritel besar, supermarket, dan toko serba ada, yang berbeda
dengan pasar tradisional atau saluran penjualan langsung.
Kemungkinan Fungsi dan Fitur "Tax Promotion List System"
-Manajemen Promosi Pajak: Sistem semacam ini mungkin dirancang untuk mengelola dan
melacak promosi atau insentif pajak yang tersedia bagi bisnis atau individu. Ini dapat termasuk
informasi tentang kredit pajak, pengurangan, dan pengecualian.
-Database Insentif Pajak: Menyediakan database yang komprehensif mengenai berbagai jenis
insentif pajak, termasuk ketentuan spesifik, kriteria kelayakan, dan jangka waktu.
-Pembaruan dan Perubahan Regulasi: Memantau dan memperbarui informasi terkait perubahan
dalam peraturan pajak atau pengenalan insentif pajak baru.
-Integrasi dengan Sistem Akuntansi: Kemungkinan integrasi dengan sistem akuntansi atau
keuangan untuk mengotomatiskan aplikasi manfaat pajak atau memonitor dampak promosi pajak
pada laporan keuangan.
-Pengajuan dan Pelaporan: Fasilitas untuk menyiapkan dan mengajukan klaim terkait promosi
pajak, serta menyediakan laporan untuk analisis internal atau persyaratan regulasi.
-Analisis Dampak Keuangan: Alat untuk menganalisis bagaimana promosi pajak tertentu
mempengaruhi posisi keuangan bisnis atau individu.
Aplikasi "Multi Asset Risk Assessment" kemungkinan merupakan sebuah sistem atau platform
yang dirancang untuk menilai risiko terkait dengan berbagai jenis aset dalam portofolio investasi
atau manajemen aset. Aplikasi semacam ini biasanya digunakan dalam sektor keuangan oleh
manajer investasi, analis risiko, dan para profesional keuangan lainnya untuk memahami dan
mengelola risiko yang terkait dengan investasi
Aplikasi Mobile Expenses Management System dirancang untuk mengelola dan melacak
pengeluaran bisnis melalui perangkat mobile, seperti smartphone atau tablet. Fungsi utamanya
adalah untuk menyederhanakan proses pengelolaan biaya, membuatnya lebih efisien, transparan,
dan mudah diakses bagi karyawan dan manajemen.
Aplikasi OEE, atau Overall Equipment Effectiveness, adalah sebuah alat yang digunakan
untuk mengukur efektivitas dan produktivitas peralatan dalam proses manufaktur. OEE adalah
metrik yang menggabungkan tiga elemen penting: Ketersediaan (Availability), Kinerja
(Performance), dan Kualitas (Quality), untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang
seberapa efektif peralatan digunakan. Berikut adalah beberapa fungsi utama dari aplikasi OEE:
1. Mengukur Ketersediaan (Availability)
Menghitung persentase waktu mesin atau peralatan yang sebenarnya digunakan dibandingkan
dengan waktu yang tersedia untuk digunakan. Ini termasuk pengidentifikasian dan pelaporan
downtime.
2. Mengukur Kinerja (Performance)
Mengukur tingkat kinerja peralatan selama beroperasi. Ini membandingkan jumlah unit yang
diproduksi dengan jumlah yang seharusnya diproduksi dalam kondisi ideal.
3. Mengukur Kualitas (Quality)
Menghitung rasio produk yang memenuhi standar kualitas terhadap total produksi. Ini membantu
mengidentifikasi jumlah produk cacat atau yang memerlukan rekondisi.
4. Pelaporan dan Analisis Data
Mengumpulkan dan menganalisis data dari operasi peralatan untuk menghasilkan laporan
tentang efektivitas keseluruhan dan menentukan area yang memerlukan perbaikan.
5. Identifikasi Penyebab Kegagalan
Menyediakan alat untuk menganalisis dan mengidentifikasi penyebab utama downtime,
penurunan kinerja, atau masalah kualitas.
6. Pemantauan Real-Time
Memberikan pemantauan real-time atas kinerja peralatan, memungkinkan intervensi cepat untuk
mengatasi masalah yang muncul.
7. Integrasi dengan Sistem Lain
Bisa terintegrasi dengan sistem manajemen pabrik lainnya, seperti ERP (Enterprise Resource
Planning) atau MES (Manufacturing Execution System), untuk analisis yang lebih komprehensif.
8. Mendukung Pengambilan Keputusan
Memberikan data dan wawasan yang diperlukan untuk membuat keputusan strategis terkait
peningkatan proses, investasi peralatan, dan pelatihan karyawan.
Manfaat Utama
Optimasi Proses Produksi: Meningkatkan efisiensi dan mengurangi pemborosan.
Peningkatan Kualitas Produk: Mengidentifikasi dan mengurangi jumlah produk cacat.
Peningkatan Ketersediaan Peralatan: Mengurangi waktu henti dan meningkatkan produktivitas.
Data Berbasis untuk Peningkatan Berkelanjutan: Memberikan data yang dapat diandalkan untuk
inisiatif peningkatan berkelanjutan.
Aplikasi OEE adalah alat yang sangat berharga dalam industri manufaktur karena membantu
mengidentifikasi kelemahan dalam proses produksi dan menyediakan wawasan untuk
peningkatan operasional.
Integrasi aplikasi Manufacturing Execution System (MES) dengan Enterprise Resource
Planning (ERP) menciptakan sebuah ekosistem teknologi yang kuat, yang meningkatkan
efisiensi, transparansi, dan pengambilan keputusan dalam proses manufaktur dan manajemen
bisnis. MES fokus pada operasional dan pengendalian proses produksi di lantai pabrik,
sedangkan ERP mengelola sumber daya dan proses bisnis yang lebih luas di seluruh organisasi.
Berikut adalah beberapa aspek utama dari integrasi MES dengan ERP:
Fungsi Integrasi MES dan ERP
Aliran Data Otomatis: Integrasi memungkinkan aliran data otomatis antara lantai produksi dan
sistem manajemen bisnis. Informasi produksi real-time dari MES dapat disediakan ke ERP untuk
analisis dan perencanaan yang lebih baik.
Perencanaan dan Jadwal Produksi: ERP dapat menerima data tentang kapasitas produksi aktual
dan kinerja dari MES, yang membantu dalam perencanaan dan penjadwalan produksi yang lebih
akurat.
Manajemen Inventaris dan Rantai Pasokan: Data produksi real-time dari MES membantu ERP
dalam mengelola inventaris dan rantai pasokan secara efektif, memastikan ketersediaan bahan
baku dan mengurangi kelebihan stok.
Kontrol Kualitas: Integrasi memungkinkan pelacakan dan pemantauan kualitas produk secara
langsung dari lantai produksi, memfasilitasi respon cepat terhadap masalah kualitas.
Pelaporan dan Analisis: Kombinasi data produksi dari MES dan data finansial serta operasional
dari ERP memungkinkan analisis yang lebih komprehensif dan pelaporan terpadu.
Pengambilan Keputusan yang Cepat dan Berdasarkan Data: Informasi real-time dan akurat dari
sistem produksi dan bisnis mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat.
Automasi Proses Bisnis: Mengurangi input manual, meminimalkan kesalahan, dan meningkatkan
efisiensi keseluruhan proses bisnis.
Kepatuhan dan Pelacakan: Memudahkan pelacakan kepatuhan terhadap regulasi industri dan
standar kualitas.
Manfaat Integrasi
Efisiensi Operasional yang Lebih Tinggi: Mengurangi pemborosan, memperbaiki aliran kerja,
dan meningkatkan produktivitas.
Peningkatan Visibilitas dan Kontrol: Memberikan pandangan yang jelas atas operasi produksi
dan dampaknya terhadap aspek-aspek bisnis lainnya.
Koordinasi yang Lebih Baik: Memastikan bahwa kegiatan produksi selaras dengan tujuan dan
kebutuhan bisnis yang lebih luas.
Responsif terhadap Perubahan: Kemampuan untuk merespons dengan cepat terhadap permintaan
pasar dan perubahan dalam produksi.
Tantangan dalam Integrasi
Kompleksitas Teknis: Mengintegrasikan dua sistem yang kompleks membutuhkan perencanaan
yang matang dan eksekusi yang tepat.
Pengelolaan Perubahan: Mengatasi resistensi terhadap perubahan dari karyawan dan memastikan
pelatihan yang memadai.
Pemeliharaan dan Dukungan: Menjaga konsistensi dan keandalan sistem yang terintegrasi.
Integrasi MES dan ERP adalah langkah strategis untuk perusahaan manufaktur yang
ingin meningkatkan sinergi antara operasi produksi dan strategi bisnis secara
keseluruhan, membawa efisiensi, transparansi, dan keunggulan kompetitif yang lebih
besar.