Dengan mengangkat tema “Kearifan lokal” dan mengacu kepada
dimensi Profil Pelajar Pancasila, projek “Mikacinta Kabudayaan
Sunda” ini bertujuan untuk membentuk murid memiliki
kesadaran bahwa budaya lokal perlu dijaga dan dilestarikan,
serta
TUJUAN PROJEK
Dengan mengangkat tema “Kearifan lokal” dan mengacu
kepada dimensi Profil Pelajar Pancasila, projek “Mikacinta
Kabudayaan Sunda” ini bertujuan untuk membentuk murid
memiliki kesadaran bahwa budaya lokal perlu dijaga dan
dilestarikan, serta mengaitkan pemahamannya tentang warisan
budaya lokal khususnya warisan budaya Sunda di Bandung
merupakan suatu kebanggaan orang Sunda dan keberadaannya
sudah turun temurun sejak zaman nenek moyang. Selain itu, tujuan
projek ini adalah memahami bahwa mencintai budaya lokal
khususnya budaya Sunda di Bandung sama halnya dengan
melestarikan budaya nasional.
DESKRIPSI PROJEK
Kurangnya publikasi terhadap warisan budaya Sunda Bandung
membuat sebagian masyarakat Bandung minim informasi tentang asal
usul dari warisan Budaya Sunda Bandung walaupun mereka tinggal di
Bandung dan sering kali menikmati warisan budaya tersebut. Sehingga
mereka tidak mengenal dan pada akhirnya tidak mencintai Budaya
Sunda Bandung yang merupakan bagian dari kearifan lokal Bandung.
Oleh karena itu, projek dengan 216 JP ini dibuat agar bermanfaat
khususnya untuk murid pada Fase E agar budaya Sunda Bandung tetap
lestari.
Projek ini dimulai dengan tahap pengenalan, murid diperkenalkan
dengan warisan budaya di Indonesia melalui literasi, mengeksplorasi
warisan budaya Sunda di Bandung dengan menggunakan teknologi,
memberikan pertanyaan dalam pojok tanya serta melakukan
kunjungan ke tempat warisan budaya Sunda di Bandung. Setelah tahap
pengenalan dilanjutkan ke tahap kontekstualisasi yang mana murid
mengumpulkan, mengorganisasikan, dan menyajikan data hasil
kunjungan ke beberapa tempat warisan budaya Sunda Bandung
kemudian dipresentasikan di depan kelas. Tahap selanjutnya adalah
tahap aksi dengan pemilihan warisan budaya yang akan ditampilkan,
apakah membuat makanan khas Bandung, mempraktikkan tarian,
menyanyikan lagu, mempraktikkan alat musik, mendesain pakaian adat
Sunda, dan lain-lain. Kemudian dilanjutkan tahap persiapan aksi dan
gladi resik. Setelah kegiatan aksi selanjutnya akan dilanjutkan dengan
kegiatan Gelar Karya dengan menyajikan makanan khas, tarian, lagu,
alat musik, pakaian dan kerajinan khas Bandung dan ditunjukkan pada
orang lain (misal guru, orang tua murid, dan tamu undangan lainnya).
Pada tahap terakhir murid melakukan evaluasi, refleksi, dan menyusun
langkah strategis untuk perbaikan projek.
Murid akan dapat melakukan projek ini karena warisan budaya Sunda
Bandung pada hakikatnya sudah melekat dengan kehidupan mereka
khususnya di daerah Bandung, sehingga mereka tidak asing lagi dan
tentu saja ini akan mudah dilakukan karena mereka sudah dekat dan
kenal. Projek ini juga dapat dilakukan oleh sekolah lain karena pada
hakikatnya projek ‘Mikacinta Kabudayaan Sunda Bandung” adalah
projek untuk menggali dan memperkenalkan warisan budaya Sunda di
Bandung sehinga timbul rasa mencintai terhadap warisan budaya
Sunda Bandung. Warisan budaya Sunda Bandung adalah salah satu
budaya nasional yang patut kita lestarikan. Mencintai warisan budaya
Bandung sama halnya kita semua melestarikan budaya nasional. Jadi
bisa dilakukan oleh sekolah baik sekolah dari Bandung maupun dari
luar Bandung.
DIMENSI DAN SUB-ELEMEN: CAPAIAN FASE
Kegiatan
Sub- Target yang
Dimensi Elemen
elemen pencapaian
berkaitan
Beriman, Akhlak Mengutama Mengidentifikasi 1, 3,4, 5, 6,
bertakwa kepada kan hal yang menjadi 7, 8, 9, 10,
kepada manusia persamaan permasalahan 11, 12
Tuhan dengan bersama,
yang maha orang lain memberikan
esa dan dan alternatif solusi
mulia menghargai untuk
berakhlak perbedaan menjembatani
perbedaan
dengan
mengutamakan
kemanusiaan.
Berempati Memahami dan 1, 3, 4, 5, 6
kepada menghargai
orang lain perasaan dan
sudut pandang
orang dan/atau
kelompok lain
Berkebin Menge Mendalami Menganalisis 2, 3, 4, 5, 6,
ekaan nal dan budaya dan pengaruh 7,8, 9, 10,
global mengh identitas keanggotaan 12
argai budaya kelompok lokal,
budaya regional,
nasional, dan
Kegiatan
Sub- Target yang
Dimensi Elemen
elemen pencapaian
berkaitan
global terhadap
pembentukan
identitas,
termasuk
identitas dirinya.
Mulai
menginternalisasi
identitas diri
sebagai bagian
dari budaya
bangsa.
Mengeksplor Menganalisis 2, 4, 7, 8, 9,
asi dan dinamika budaya 10, 12
membanding yang mencakup
kan pemahaman,
pengetahuan kepercayaan, dan
, budaya, praktik
kepercayaan, keseharian dalam
serta rentang waktu
praktiknya yang panjang dan
konteks yang
luas.
Menumbuhk Mempromosikan 1, 7, 8, 9,
an dan pertukaran 10, 11, 12
menghorma budaya dan
ti terhadap kolaborasi dalam
keanekaraga dunia yang saling
man budaya terhubung serta
menunjukkannya
dalam perilaku
Bernalar Memp Mengidentifi Secara kritis 1, 2, 3, 4, 5,
Kritis eroleh kasi, mengklarifikasi 12
dan mengklarifik serta
mempr asi, dan menganalisis
oses mengolah gagasan dan
inform informasi informasi yang
asi dan dan gagasan kompleks dan
Kegiatan
Sub- Target yang
Dimensi Elemen
elemen pencapaian
berkaitan
gagasa abstrak dari
n berbagai sumber.
Memprioritaskan
suatu gagasan
yang paling
relevan dari hasil
klarifikasi dan
analisis
DIMENSI DAN SUB-ELEMEN: ALUR PERKEMBANGAN
Elemen Sub- Awal Sedang Berkembang Sangat
elemen berkembang berkembang sesuai berkembang
harapan
Akhlak Mengutama Terbiasa Mengidentifika Mengenal Mengidentifikasi hal
kepada kan mengidentifikasi si kesamaan perspektif dan yang menjadi
manusia persamaan hal-hal yang dengan orang emosi/perasaan permasalahan
dengan sama dan lain sebagai dari sudut bersama,
orang lain berbeda yang perekat pandang orang memberikan
dan dimiliki diri dan hubungan atau kelompok alternatif solusi
menghargai temannya dalam sosial dan lain yang tidak untuk menjembatani
perbedaan berbagai hal mewujudkanny pernah dijumpai perbedaan dengan
serta a dalam atau dikenalnya. mengutamakan
memberikan aktivitas Mengutamakan kemanusiaan.
respons secara kelompok. persamaan dan
positif. Mulai menghargai
mengenal perbedaan
berbagai sebagai alat
kemungkinan pemersatu
interpretasi dan dalam keadaan
cara pandang konflik atau
yang berbeda perdebatan.
ketika
dihadapkan
dengan dilema.
Berempati Terbiasa Mulai Memahami Memahami dan
kepada memberikan memandang perasaan dan menghargai perasaan
orang lain apresiasi di sesuatu dari sudut pandang dan sudut pandang
lingkungan perspektif orang orang dan/atau orang dan/atau
lain serta
sekolah dan kelompok lain kelompok lain
mengidentifikasi
masyarakat kebaikan dan
yang tidak
kelebihan orang pernah
sekitarnya. dikenalnya.
Elemen Sedang Berkembang Sangat
Sub- Awal berkembang sesuai harapan berkembang
elemen berkembang
Mengenal Mendala Mengidentifi Mengidentifi Memahami Menganalisis
dan mi kasi dan kasi dan perubahan pengaruh
mengharg budaya mendeskripsi mendeskripsi budaya seiring keanggotaan
dan kan ide-ide kan waktu dan kelompok lokal,
ai budaya
identitas tentang keragaman sesuai konteks, regional, nasional,
budaya dirinya dan budaya di baik dalam dan global terhadap
berbagai sekitarnya; skala lokal, pembentukan
kelompok di serta regional, dan identitas, termasuk
lingkungan menjelaskan nasional. identitas dirinya.
sekitarnya, peran budaya Menjelaskan Mulai
serta cara dan bahasa identitas diri menginternalisasi
orang lain dalam yang terbentuk identitas diri sebagai
berperilaku membentuk dari budaya bagian dari budaya
dan identitas bangsa. bangsa.
berkomunika dirinya.
si dengannya.
Mengeksp Mengidentifi Mendeskri Memahami Menganalisis
lorasi dan kasi dan psikan dan dinamika budaya dinamika budaya
memband membanding membandi yang mencakup yang mencakup
ingkan kan praktik ngkan pemahaman, pemahaman,
pengetahu keseharian pengetahu kepercayaan, dan kepercayaan, dan
an diri dan an, praktik keseharian praktik keseharian
budaya, budayanya kepercaya dalam konteks dalam rentang
kepercaya dengan orang an, dan personal dan waktu yang panjang
an, serta lain di tempat praktik sosial. dan konteks yang
praktikny dan dari luas.
a waktu/era berbagai
yang kelompok
berbeda. budaya.
Menumbu Memaha Mengidenti Memahami mempromosika
hkan dan mi fikasi pentingnya n pertukaran
menghor bahwa peluang melestarikan budaya dan
mati kemajem dan dan kolaborasi
terhadap ukan tantangan merayakan dalam dunia
keanekara dapat yang tradisi budaya yang saling
gaman memberi muncul dari untuk terhubung serta
budaya kan keragaman mengembangk menunjukkann
kesempat budaya di an identitas ya dalam
an untuk Indonesia. pribadi, sosial, perilaku
mempero dan bangsa
leh Indonesia
pengala serta mulai
man dan berupaya
pemaha melestarikan
man budaya dalam
yang kehidupan
baru. sehari-hari
Elemen Sub-elemen Awal Sedang Berkembang Sangat
berkembang berkembang sesuai berkembang
harapan
Memperoleh Mengidentifi Mengumpulka Mengumpulkan, Mengidentif Secara kritis
dan memproses kasi, n, mengklasifikasik ikasi, mengklarifik
informasi dan mengklarifik mengklasifikas an, mengklarifi asi serta
asi, dan ikan, membandingkan, kasi, dan menganalisis
gagasan
mengolah membandingka dan memilih menganalisi gagasan dan
informasi dan n dan memilih informasi dari s informasi informasi
gagasan informasi dan berbagai sumber, yang relevan yang
gagasan dari serta serta kompleks dan
berbagai memperjelas mempriorita abstrak dari
sumber. informasi dengan skan berbagai
bimbingan orang beberapa sumber.
dewasa. gagasan Memprioritas
tertentu. kan suatu
gagasan yang
paling
relevan dari
hasil
klarifikasi
dan analisis.
ALUR PROJEK
ENGENALAN Mengenali dan membangun kesadaran murid terhadap warisan
budaya Sunda Bandung
Kegiatan pada tahap 1.Perkenalan 12 JP 2.Eksplorasi 20 JP
ini Murid mengamati Murid mengeksplorasi warisan budaya
video macam- Sunda di Bandung dengan menggunakan
macam warisan berbagai teknologi yang dimiliki
budaya yang
sudah disediakan
oleh fasilitator
3. Pojok Tanya 12 JP 4. Kunjungan ke beberapa tempat warisan
Murid menuliskan budaya 30 JP
pertanyaan Murid melakukan kunjungan ke
sebelum beberapa tempat warisan budaya di
melakukan Bandung seperti sanggar tari, tempat
kunjungan pada pembuatan makanan khas Bandung,
kertas karton yang dll
sudah disediakan
fasilitator
KONTEKSTUALISA Bersama-sama mewujudkan
SI pelajaran yang mereka dapatkan
melalui aksi nyata
Kegiatan pada 5. Pengumpulan, 6. Asesmen Formatif:
tahap ini pengorganisasian dan Presentasi “Warisan
penyajian data 16 JP Budaya di Bandung secara
Murid akan berkelompok”16 JP
mengumpulkan, Murid akan mempresentasikan
mengorganisasikan, dan laporan kunjungan ke beberapa
menyajikan data hasil warisan budaya Sunda di
kunjungan ke beberapa Bandung (Proposal Projek)
tempat warisan budaya
Sunda di Bandung
AKSI Bersama-sama mewujudkan pelajaran yang mereka
dapatkan melalui aksi nyata
Kegiatan pada tahap 7. Pemilihan warisan 8. Persiapan aksi 20 JP
ini Budaya yang akan Murid mempersiapkan produk/karya
ditampilkan 16 JP. yang mau ditampilkan
Setelah murid
mengkontekstualisasi,
sekelompok murid memilih
warisan budaya apa yang
ingin ditampilkan
9. Membuat/Berlatih 30 JP 10. Gladi Resik 10 JP
Murid membuat/ berlatih Murid melakukan gladi
produk/ karya yang dipilih resik untuk
menampilkan produk
karya dari warisan
budaya yang dipilih
dalam mempersiapkan
acara di panen karya
Gelar Karya MengGelar Karya proses dengan berbagi karya
Kegiatan pada tahap 11. Pameran Karya Warisan Budaya Sunda 12 JP
ini Murid menampilkan karya hasil buatan kelompok sesuai
dengan minat warisan budaya Bandung, di antaranya berupa:
● Memamerkan makanan khas Bandung
● Mempertunjukkan tarian Sunda Bandung
● Menyanyikan lagu Sunda Bandung
● Mempertunjukkan musik Sunda Bandung
● Menampilkan pakaian adat Sunda
● Memamerkan kerajinan khas Sunda Bandung
REFLEKSI DAN Evaluasi, refleksi dan menyusun langkah
TINDAK LANJUT strategis
Kegiatan pada tahap ini 12. Mengisi refleksi dan evaluasi dan membuat
rencana tindak lanjut (langkah strategis) 10 JP
Murid akan melakukan evaluasi, refleksi
dan menyusun langkah strategis
PENGENALAN : Perkenalan Warisan Budaya
Kegiatan pembuka:
Pada tahap ini, Fasilitator memberikan pertanyaan pemantik
murid akan tentang warisan budaya Sunda di Bandung,
mengamati video misalnya:
macam-macam 1. Apakah kalian pernah mendengar kata “Warisan
warisan budaya Budaya”?
yang sudah 2. Warisan budaya apa saja yang sudah kalian ketahui?
disediakan oleh 3. Apakah kalian pernah mengunjungi tempat yang
fasilitator memiliki unsur budaya? Coba sebutkan contohnya!
Jumlah jam pelajaran: 4 JP Kegiatan inti:
Murid menyimak video “warisan budaya di Indonesia”
Alat & bahan: yang telah disajikan oleh fasilitator pada tautan berikut:
https://www.youtube.com/watch?v=-0KGXNz0XZI
Laptop, Proyektor, speaker, https://www.youtube.com/watch?v=tRGTQ5yc-Ik
sticky note (lembar mencatat), https://www.youtube.com/watch?v=BDy2ChJusqU
papan tulis, spidol Murid memberikan tanggapan terhadap video yang
disajikan
Referensi: Murid mengisi rubrik penilaian diri
https:// Kegiatan penutup:
www.youtube.com/watch? Fasilitator mengkonfirmasi pengetahuan murid
v=-0KGXNz0XZI tentang warisan budaya dengan meminta murid
https://www.youtube.com/ menuliskan kesimpulan yang sudah ia ketahui
watch?v=tRGTQ5yc-Ik menggunakan sticky note yang ditempel di papan
https://www.youtube.com/ tulis
watch?v=BDy2ChJusqU
No Pernyataan Sanga Setuj Ragu- Tidak Sanga
t u r agu setuju t
setuju tidak
setuju
1. Saya sudah mengetahui pengertian
warisan budaya
2. Menurut saya warisan budaya di
Indonesia sangat beranekaragam
3. Menghargai perbedaan budaya
merupakan salah satu wujud akhlak
kepada manusia
4. Menjaga dan melestarikan warisan
budaya merupakan salah satu wujud
cinta tanah air
5. Warisan budaya merupakan warisan
nenek moyang yang patut kita jaga
dan lestarikan
Rubrik
Penilaian Diri
PENGENALAN : Eksplorasi
Pada tahap ini, murid akan Kegiatan pembuka:
mengeksplorasi warisan ● Fasilitator membuka kelas dengan memberikan gambar
budaya Sunda di Bandung pemantik berupa “makanan khas, tarian tradisional, lagu
dengan menggunakan tradisional, alat musik tradisional, cagar budaya Sindang
berbagai teknologi yang Barang, pakaian adat dari Bandung, dll”
dimiliki. Mulai dari cagar ● Murid memberikan tanggapan terhadap gambar yang
budaya, makanan,tarian dan disajikan dengan menjawab pertanyaan dari fasilitator:
lain-lain. “Apakah kalian pernah menikmati makanan khas Sunda?
Apakah kalian bisa menari Jaipong? Apakah bisa
Jumlah jam pelajaran: 10 JP memainkan degung, angklung? Apakah kalian bisa pencak
silat? Apakah kalian pernah mengunjungi cagar budaya
Alat & bahan: Sunda di sekitar wilayah Bandung?
Kegiatan inti:
Gadget, laptop, internet,
● Murid secara berkelompok mengeksplorasi warisan
Proyektor
budaya Sunda dengan menggunakan teknologi yang
dimiliki (bisa menggunakan gadget, laptop, internet)
Referensi: dengan mengakses link berikut:
https://www.youtube.com/w https://www.youtube.com/watch?v=UTX0WClNGY0
atch?v=UTX0WClNGY0 https://www.youtube.com/watch?v=CY5_CMc2neI
https://www.youtube.com/w https://www.youtube.com/watch?v=WDuHKCTDBJY
atch?v=CY5_CMc2neI ● Hasil ekplorasi literatur dapat dituliskan dalam Lembar
https://www.youtube.com/w Kerja.
atch?v=WDuHKCTDBJY ● Murid mendiskusikan hasil eksplorasi literatur
Asesmen: ● Murid berbagi temuan paling menarik dari hasil
eksplorasi kemudian mempresentasikannya
Rubrik dari lembar kerja
● Selanjutnya ditanggapi oleh kelompok lain dengan
dipandu oleh fasilitator
Kegiatan penutup:
.Masing-masing kelompok menyimpulkan hasil
eksplorasi
Lembar Kerja
Kelompok
Kelompok :
Kelas :
Tanggal eksplorasi :
1. Apa : Apa saja warisan budaya Sunda yang ada di Bandung?
2. Dimana : Dimana lokasi warisan budaya Sunda di Bandung?
3. Kapan : Kapan warisan budaya Sunda di Bandung mulai berdiri?
4. Siapa: Siapakah pendiri warisan budaya Sunda di Bandung?
5. Mengapa : Mengapa budaya Sunda di Bandung muncul?
6. Bagaimana : Bagaimana proses terbentuknya budaya Sunda di
Bandung?
MODUL PEMBELAJARAN P5: KEARIFAN LOKAL 17
Rubrik Penilaian
Presentasi
N Kriteria Sangat Baik Cukup Kurang
o Baik
1. Kelengkapan berkomunikasi
2. Gaya berkomunikasi
3. Tampilan media
Skor = skor yang diperoleh x 100%
Skor maksimum
Skor = skor yang diperoleh x 100%
12
MODUL PEMBELAJARAN P5: KEARIFAN LOKAL 18
PENGENALAN : Pojok Tanya
Kegiatan pembuka:
Pada tahap ini, murid
akan menuliskan Fasilitator membuka kelas dengan memberikan
pertanyaan pemantik seperti:
pertanyaan pada sticky note
kemudian di tempel pada “Sebelum kita melakukan kunjungan ke beberapa
kertas karton yang sudah tempat warisan budaya di Bandung, apa saja
disediakan oleh fasilitator pertanyaan-pertanyaan yang dapat digunakan untuk
menggali informasi mengenai warisan budaya?”
sebelum melakukan
kunjungan
Kegiatan inti:
Jumlah jam pelajaran: 4● Murid menuliskan beberapa pertanyaan pada sticky note
JP yang sudah disediakan oleh guru
● Menempelkan sticky note yang berisi pertanyaan pada
Alat & bahan: karton yang telah ditempelkan pada dinding dan
Karton, sticky note disediakan oleh fasilitator
(kertas untuk mencatat), ● Murid mengelompokkan pertanyaan-pertanyaan sesuai
pulpen dengan topik yang sama
● Murid lain saling menanggapi pertanyaan yang sudah
dibuat temannya dengan cara murid mencari tahu dan
mendiskusikannya jawabannya lebih dahulu dengan
dipandu oleh fasilitator agar lebih jelas. Dalam hal ini
fasilitator juga dapat memberikan jawaban atas
pertanyaan murid yang belum bisa dijawab oleh murid
lain.
Kegiatan penutup:
Murid menyimpulkan hasil diskusi.
MODUL PEMBELAJARAN P5: KEARIFAN LOKAL 19
PENGENALAN : Adat Istiadat Sunda
Fasilitator menyampaikan informasi mengenai
Pada tahap ini, Adat Istiadat Sunda pada link berikut :
murid akan
https://youtu.be/jGoCck8psHg?t=259
mengamati
informasi mengenai Kegiatan inti:
Adat Istiadat Sunda 1. Saksikan video tentang keunikan adat sunda pada
video youtube yang telah diberikan oleh fasilitator
Jumlah jam pelajaran: 2 JP 2. Catat informasi penting dalam tayangan video
3. Carilah informasi pendukung dengan kata kunci
Alat & bahan: ragam adat istiadat sunda melalui berbagai sumber
referensi
Handphone, papan tulis, 4. Diskusikan informasi yang diperoleh berkaitan
spidol dengan jenis budaya, filosofi, unsur historis
berdasarkan hasil pengamatan video antar
Referensi: kelompok
https://youtu.be/ 5. Tulislah keragaman adat istiadat sunda
jGoCck8psHg?t=259 disekitarmu.
6. Fasilitator melakukan penilaian terhadap siswa
Asesmen: pada kegiatan P5
Kegiatan penutup:
Lembar Penilaian Siswa
Fasilitator mengkonfirmasi pengetahuan
murid tentang adat istiadat sunda dengan
meminta murid menuliskan kesimpulan di
buku P5 masing-masing.
MODUL PEMBELAJARAN P5: KEARIFAN LOKAL 20
PENGENALAN : Adat Istiadat Sunda
Kegiatan pembuka:
Pada tahap ini, Fasilitator mengingatkan kembali video youtube pada
murid akan materi sebelumnya yaitu mengenai keunikan adat istiadat
mengisi sebuah sunda pada link berikut https://youtu.be/jGoCck8psHg?
tabel mengenai t=259
data informasi adat Kemudian fasilitator memberikan pertanyaan pemantik
istiadat sunda. seperti berikut:
1. Bagaimana latar belakang adat istiadat sunda tersebut bisa
Jumlah jam pelajaran: 2 dikatakan unik?
2. Apakah kalian pernah mengunjungi tempat tersebut atau
JP
pernah melihat bahkan berpartisipasi perihal kegiatan adat
yang diselenggarakan didaerahmu? Coba sebutkan
Alat & bahan: contohnya!
Handphone, papan tulis, Kegiatan inti:
spidol ● Murid menyimak video “Keunikan Adat Istiadat Sunda”
● Murid memberikan tanggapan terhadap video yang
Referensi: disajikan
https://youtu.be/ ● Murid mengisi tabel data informasi adat istiadat daerah
jGoCck8psHg?t=259
1. Unsur Hidtoris
…
Asesmen: (Latar Belakang, Tokoh/budayawan)
2. Unsur Filosofis
Lembar Penilaian Siswa …
(asal Usul)
3. Unsur Sosial Ekonomi …
4. Unsur Sosial Budaya …
Kegiatan penutup:
Fasilitator mengkonfirmasi pengetahuan murid tentang
warisan budaya dengan meminta murid menuliskan
kesimpulan di buku P5 masing-masing
MODUL PEMBELAJARAN P5: KEARIFAN LOKAL 21
PENGENALAN : Refleksi Kegiatan
Kegiatan pembuka:
Fasilitator menanyakan kembali terkait materi warisan
Pada tahap ini, budaya di Indonesia yang telah disampaikan pada
murid akan pertemuan sebelumnya
melakukan asesmen Kegiatan inti:
terkait warisan 1. Peserta berkempul dengan kelompoknya masing-
budaya Indonesia masing
2. Setiap kelompok diberikan table yang berisikan
Jumlah jam pelajaran: 2 JP Lembar belajar 1
3. fasilitator menginformasikan bahwa lembar
Alat & bahan: belajar yang harus diisi berkaitan dengan Budaya
di Indonesia (materi telah disampaikan pada hari
Handphone, papan tulis, spidol
rabu)
4. Kelompok melakukan diskusi dan mencari
Referensi:
informasi terkait budaya yang ada pada lembar
https://www.youtube.com/watch? belajar dari buku catatan atau sumber lainnya
v=-0KGXNz0XZI 5. Hasil dari diskusi kelompok ditulis dilembar
belajar yang telah diberikan
Asesmen: 6. Setiap kelompok mengirimkan hasil diskusinya
pada link berikut ini
Lembar belajar 1
https://forms.gle/Rv64PPVDZLMjrZKz6
7. Fasilitator melakukan penilaian terhadap siswa
pada kegiatan P5
Kegiatan penutup:
Fasilitator menyampaikan tentang
pentingnya menumbuhkan rasa
menghormati terhadap keanekaragaman
budaya
MODUL PEMBELAJARAN P5: KEARIFAN LOKAL 22
Lembar Belajar 1
NAMA ANGGOTA KELOMPOK :
KELAS :
Nama Budaya History Filosofi
No Budaya
Lokal (Latar Belakang) (Asal Usul)
1
MODUL PEMBELAJARAN P5: KEARIFAN LOKAL 23
6
MODUL PEMBELAJARAN P5: KEARIFAN LOKAL 24
PENGENALAN : Refleksi Kegiatan
Kegiatan pembuka:
Pada tahap ini, Setiap kelompok bersiap dengan bahan dan alat
murid akan untuk pembuatan peta konsep mengenai
membuat peta Budaya Sunda
konsep mengenai
salah satu adat Kegiatan inti:
sunda.
Jumlah jam pelajaran: 2 1. Siswa berkumpul dengan kelompoknya
JP masing-masing
2. Fasilitator akan membagikan HVS kepada
Alat & bahan:
setiap kelompok.
Handphone, papan tulis, 3. Setiap kelompok menjelajahi mandiri video
spidol atau artikel terkait budaya sunda
Referensi: 4. Kelompok akan mencari informasi terkait
budaya-budaya sunda dengan unsur yang di
diskusikan adalah : nama budaya sunda,
Asesmen:
latar belakang, tradisi/seni adat, asal
Produk peta konsep kesenian, tokoh budayawan, unsur historis,
unsur filosofis, unsur sosial, ekonomi, sosial
budaya
5. Catattlah hasil diskusi dan menuangkannya
dalam peta konsep, dengan memuat unsur
budaya yang disebutkan pada poin 3.
6. Buatlah peta konsep pada kertas yang sudah
disediakan
7. Berkreasilah untuk membuat peta konsep
Kegiatan penutup:
Fasilitator menyampaikan tentang pentingnya
mendalami budaya dan identitas bangsa
MODUL PEMBELAJARAN P5: KEARIFAN LOKAL 25
Contoh Peta Konsep Budaya
MODUL PEMBELAJARAN P5: KEARIFAN LOKAL 26
Mengenal Adat Istiadat daerah Pasirjambu, Ciwidey, dan Rancabali
Kegiatan pembuka:
Pada tahap ini, murid 1. Fasilitator membuka pelajaran dengan salam
akan menganalisis adat 2. Fasilitator memberikan motivasi dan
istiadat yang ada mengajukan pertanyaan terkait kegiatan projek
didaerah PACIRA yang akan dilaksanakan, seperti:
Jumlah jam pelajaran: 2 JP a. Apakah diantara kalian ada yang
mengetahui adat istiadat daerah Ciwidey,
Alat & bahan: Rancabali atau Pasirjambu?
Handphone, papan tulis, spidol b. Adakah diantara kalian yang pernah
mengikuti kegiatan adat istiadat di daerah
Referensi: Ciwidey, Rancabali atau Pasirjambu?
1. Kegiatan inti:
https://wartaparahyangan.com/ber 1. Peserta didik dibagi menjadi 8 kelompok
anda/warga-desa-cisondari-gelar- 2. Fasilitator membagikan sumber referensi
hajat-lembur-ketua-dprd- terkait adat istiadat yang ada di daerah
kabupaten-bandung-sebut-warga- Ciwidey, Rancabali atau Pasirjambu.
cisondari-junjung-tinggi-warisan- Pembagian topik sebagai berikut :
leluhur/ Kelompok Referensi
2. Kelompok https://wartaparahyangan.com/
https://www.infociwidey.com/20 1 dan 2 beranda/warga-desa-cisondari-gelar-
14/06/tradisi-panen-raya-di- hajat-lembur-ketua-dprd-kabupaten-
ciwidey.html?m=1 bandung-sebut-warga-cisondari-junjung-
3. tinggi-warisan-leluhur/
https://desawisatalebakmuncang. Kelompok https://www.infociwidey.com/2014/06/
3 dan 4 tradisi-panen-raya-di-ciwidey.html?m=1
wordpress.com/
Kelompok https://
4.https://bandungbergerak.id/ 5 dan 6 desawisatalebakmuncang.wordpress.co
article/detail/402/ramadan-di- m/
bandung-dulu-dan-kini-9-trad Kelompok https://bandungbergerak.id/article/
7 dan 8 detail/402/ramadan-di-bandung-dulu-
dan-kini-9-trad
3. Setiap anggota kelompok membaca
penjelasan materi dari Handphonenya
masing-masing
MODUL PEMBELAJARAN P5: KEARIFAN LOKAL 27
4. Setelah selesai membaca, setiap kelompok
akan berdiskusi terkait : Nama adat
istiadat, tempat dilaksanakan, waktu
kegiatan, tujuan dari kegiatan dan
bagaimana kegiatan tersebut dilaksanakan.
5. Hasil dari diskusi akan dituangkan
dilembar kerja kelompok dan dikirmkan
pada jam ke 3-4
MODUL PEMBELAJARAN P5: KEARIFAN LOKAL 28
LEMBAR BELAJAR
KELOMPOK
NAMA ANGGOTA KELOMPOK :
KELAS :
Nama adat istiadat :
Waktu pelaksanaan :
Tempat :
Tujuan :
Alur kegiatan:
MODUL PEMBELAJARAN P5: KEARIFAN LOKAL 29
Mengenal Adat Istiadat daerah Pasirjambu, Ciwidey,
dan Rancabali
Kegiatan pembuka:
Pada tahap ini, murid akan 1. Fasilitator membuka pelajaran
mempersentasikan adat dengan salam
istiadat yang ada didaerah
PACIRA Kegiatan inti:
Jumlah jam pelajaran: 2 JP 1. Peserta didik berkumpul
Alat & bahan: dengan kelompoknya masing-
masing
Handphone, papan tulis, spidol
2. Fasilitator menanyakan hasil
diskusi yang telah dilakukan
Referensi:
pada pertemuan sebelumnya
1.
3. Fasilitator menentukan urutan
https://wartaparahyangan.com/berand
kelompok untuk presentasi
a/warga-desa-cisondari-gelar-hajat-
4. Setiap kelompok
lembur-ketua-dprd-kabupaten- mempersentasikan hasil diskusi
bandung-sebut-warga-cisondari- 5. Lembar Kerja Kelompok yang
junjung-tinggi-warisan-leluhur/ telah dikerjakan siswa
2. dikirimkan pada link berikut :
https://www.infociwidey.com/2014/06 https://forms.gle/
/tradisi-panen-raya-di-ciwidey.html? Rv64PPVDZLMjrZKz6
m=1
3.
https://desawisatalebakmuncang.word
press.com/
4.https://bandungbergerak.id/article/
detail/402/ramadan-di-bandung-dulu-
dan-kini-9-trad
Asesmen:
Lembar Belajar Kelompok dan lembar
penilaian siswa
MODUL PEMBELAJARAN P5: KEARIFAN LOKAL 30
Bentuk Promosi Adat Istiadat daerah Pasirjambu, Ciwidey, dan
Rancabali
Kegiatan pembuka:
Pada tahap ini, 1. Fasilitator membuka pelajaran
murid akan dengan salam
membuat desain 2. Fasilitator memberikan
produk adat istiadat motivasi dan mengajukan
yang ada didaerah pertanyaan terkait kegiatan projek
PACIRA yang akan dilaksanakan, seperti:
Jumlah jam pelajaran: 2 JP c. Apakah diantara kalian ada yang
Alat & bahan: mengetahui seperti apa bentuk
promosi adat istiadat daerah
Handphone, papan tulis, kalian seperti di daerah Ciwidey,
spidol Rancabali atau Pasirjambu?
d. Adakah diantara kalian yang
Referensi:
pernah membuat desain kegiatan
https:// adat istiadat di daerah Ciwidey,
www.kompasiana.com/ Rancabali atau Pasirjambu?
Kegiatan inti:
rahmah77129/5fc50d14bb448
1. Peserta didik dibagi menjadi 8 kelompok
6114c2be0b2/desa-wisata- 2. Fasilitator memberikan pilihan pada
ciwidey setiap kelompok untuk membuat desain
promosi adat istiadat sebagai berikut :
Asesmen:
N Bentuk Promosi
Lembar Belajar Kelompok o
1 Membuat desain infografis/lini
masa/poster promo budaya
2 Membuat desain kolase/album foto
promo budaya
3 Membuat desain rancangan video
promo budaya
3. Setiap anggota kelompok boleh mencari contoh promosi di berbagai
media
4. Untuk menuangkan ide masing-masing kelompok boleh dimuat dalam
MODUL PEMBELAJARAN P5: KEARIFAN LOKAL 31
kertas HVS atau bisa dalam bentuk soft file yang dapat di share kepada
kelompok lainnya
5. Hasil karya setiap kelompok wajib di presentasikan di jam pembelajaran
P5 berikutnya
MODUL PEMBELAJARAN P5: KEARIFAN LOKAL 32
Bentuk Promosi Adat Istiadat daerah Pasirjambu, Ciwidey,
dan Rancabali
Kegiatan pembuka:
Pada tahap ini, 1. Fasilitator membuka pelajaran dengan
murid akan salam
mempreentasikan 2. Fasilitator memberikan motivasi dan
hasil karya mengajukan pertanyaan terkait
pembuatan desain kegiatan P5 yang akan dilaksanakan,
produk adat seperti:
istiadat yang ada a. Apakah persiapan pembuatan bentuk-
didaerah PACIRA bentuk promosi adat istiadat sudah
Jumlah jam pelajaran: 2 selesai?
JP Kegiatan inti:
Alat & bahan: 1. Peserta didik melakukan presentasi hasil
Handphone, papan tulis, kerja kelompoknya didepan kelas masing-
spidol masing
Referensi: 2. Fasilitator memberikan penilaian terhadap
https:// hasil yang mereka buat.
www.kompasiana.com/ 3. Setiap kelompok boleh memberikan kritik
rahmah77129/5fc50d14bb44 dan saran terhadap hasil karya kelompok
86114c2be0b2/desa-wisata- yang lain.
ciwidey 4. Fasilitator memberikan penilaian pada
Asesmen: setiap proses pembelajaran P5.
Lembar Belajar Kelompok 5. Fasilitator bersama peserta didik
menyimpulkan pembelajaran P5 hari ini.
MODUL PEMBELAJARAN P5: KEARIFAN LOKAL 33
REFLEKSI TENTANG ADAT ISTIADAT
Kegiatan pembuka:
Pada tahap ini,
diberi link untuk
1. untuk Jam ke 3-4 (Refleksi Pribadi)
mengisi refleksi
oleh fasilitator dengan mengisi link berikut ini
https://forms.gle/NJcezwPZSz6nUsRq9
Jumlah jam pelajaran: 4
JP
Alat & bahan:
2. Jam ke 5-6 (refleksi kelompok) mengisi
Handphone, lembar absen
link berikut :
https://forms.gle/Jxcj7tnDgQYc94E69
MODUL PEMBELAJARAN P5: KEARIFAN LOKAL 34
PENGENALAN : Perkenalan Senjata Khas Nusantara budaya
Kegiatan pembuka:
Pada tahap ini,
murid akan Fasilitator memberikan pertanyaan
menyimak pemantik tentang senjata khas
nusantara, misalnya:
paparan tentang
keragaman 1. Apakah kalian pernah mendengar kata senjata
senjata khas khas nusantara”?
Nusantara yang 2. Senjata khas apa saja yang sudah kalian
di paparkan oleh ketahui?
fasilitator 3. Apakah kalian tahu filosofi senjata
dari setiap propinsi
Jumlah jam pelajaran: 4
JP Kegiatan inti:
Fasilitator menyampaikan materi tentang
berbagai senjata khas nusantara
Alat & bahan:
Handphone, papan tulis, Kegiatan penutup:
spidol Peserta didik mencatat materi dari
fasilitator
Asesmen:
Lembar penilaian diri
MODUL PEMBELAJARAN P5: KEARIFAN LOKAL 35
PENGENALAN : Perkenalan Senjata Khas Nusantara budaya
Kegiatan pembuka:
Pada tahap ini, murid Fasilitator memberikan pertanyaan
akan mengamati video pemantik tentang senjata khas
macam-macam senjata nusantara, misalnya:
khas Nusantara di hp 1. Apakah kalian sudah mempunyai gambaran
masing-masing seperti apa bentuk dan fungsi dari setiap
senjata khas nusantara”?
Jumlah jam pelajaran: 2 2. Senjata khas apa saja yang sudah kalian
JP ketahui?
Kegiatan inti:
Alat & bahan: ● Murid menyimak video “warisan budaya di
Indonesia” yang telah disajikan oleh
Handphone, papan tulis,
fasilitator pada tautan berikut:
spidol
● https://www.youtube.com/watch?
v=PV1LYW7EWMc&t=30s
Asesmen: ● https://www.youtube.com/watch?
v=8_qwMvGvv6o
Lembar penilaian diri Murid memberikan tanggapan terhadap video
yang disajikan
● Murid mengisi rubrik penilaian diri
Kegiatan penutup:
Fasilitator mengkonfirmasi pengetahuan
murid tentang warisan budaya dengan
meminta murid menuliskan kesimpulan di
buku P5 masing-masing.
MODUL PEMBELAJARAN P5: KEARIFAN LOKAL 36
LEMBAR PENILAIAN DIRI SISWA
NAMA :
KELAS :
KELOMPOK :
1. Setelah Menyimak Video, Coba Tuliskan Senjata
Khas Dari Berbagai Provinsi di Indonesia
2. Coba sebutkan 10 nama senjata beserta asal
provinsinya!
3. Menurut kalian Senjata apa saja di Jawa barat
yang keberadaannya masih ada sampai sekarang
dan masih di gunakan!
4. Jelaskan asal muasal munculnya senjata khas dari
jawa barat!
5. Kesimpulan apa yang kalian dapat pelajari dari
uraian video di atas.
MODUL PEMBELAJARAN P5: KEARIFAN LOKAL 37
PENGENALAN : Perkenalan Senjata Khas Nusantara budaya
Kegiatan pembuka:
Pada tahap ini,
Fasilitator menanyakan kembali terkait materi
murid akan
mengamati video warisan budaya di Indonesia yang telah
macam-macam disampaikan pada pertemuan sebelumnya
senjata khas
Nusantara di hp
masing-masing Kegiatan inti:
1. Peserta berkempul dengan kelompoknya
Jumlah jam pelajaran: 2 masing-masing
JP 2. setiap kelompok diberikan table yang
berisikan Lembar belajar 1
3. fasilitator menginformasikan bahwa lembar
Alat & bahan: belajar yang harus diisi berkaitan dengan
Handphone, papan tulis, senjata di Indonesia
spidol 4. Kelompok melakukan diskusi dan mencari
informasi terkait budaya yang ada pada
lembar belajar dari buku catatan atau
Asesmen: sumber lainnya
5. Hasil dari diskusi kelompok ditulis dilembar
Lembar penilaian diri belajar yang telah diberikan
6. Setiap kelompok mengirimkan hasil
diskusinya pada link berikut ini
https://forms.gle/Rv64PPVDZLMjrZKz6
7. Fasilitator melakukan penilaian terhadap
siswa pada kegiatan P5
MODUL PEMBELAJARAN P5: KEARIFAN LOKAL 38
NAMA ASAL MANFA TERBUAT
SENJAT DAERAH AT DARI
A
MODUL PEMBELAJARAN P5: KEARIFAN LOKAL 39
MODUL PEMBELAJARAN P5: KEARIFAN LOKAL 40
REFLEKSI TENTANG ADAT ISTIADAT
Pada tahap ini, Kegiatan pembuka:
diberi link untuk
mengisi refleksi
1. untuk Jam ke 3-4 (Refeleksi dan
oleh fasilitator
asessmen) dengan mengisi link berikut ini
Jumlah jam pelajaran: 4 https://forms.gle/Jo1NWYtuadaqytio6
JP
Alat & bahan:
Handphone, lembar absen 2. Jam ke 5-6 (refleksi kelompok) mengisi
link berikut :
https://forms.gle/QANnypMFc4H2J31r7
MODUL PEMBELAJARAN P5: KEARIFAN LOKAL 41
IDENTIFIKASI KERAJINAN GOLOK
DI KABUPATEN BANDUNG JAM 1
dan 2
Kegiatan pembuka:
Pada tahap ini, murid
akan menyimak paparan Fasilitator memberikan pertanyaan
tentang keragaman senjata pemantik tentang senjata khas Jawa barat,
khas Nusantara yang di misalnya:
paparkan oleh fasilitator 1. Apakah kalian pernah mendengar kata senjata
khas dari jawa barat”?
Jumlah jam pelajaran: 2 2. Senjata khas apa saja yang sudah kalian
JP ketahui dari jawa barat?
3. Apakah kalian tahu kerajinan senjata
Alat & bahan: yang dibuat di sekitar daerahmu?
Handphone, papan tulis,
spidol Kegiatan inti:
Fasilitator membagikan tautan link :
https://www.youtube.com/watch?
Asesmen:
v=8_qwMvGvv6o&t=3s
Lembar penilaian diri
https://www.youtube.com/watch?
v=PMmZPKd-4SM
Kegiatan penutup:
Peserta didik mencatat materi dari
fasilitator
MODUL PEMBELAJARAN P5: KEARIFAN LOKAL 42
IDENTIFIKASI KERAJINAN GOLOK DI KABUPATEN BANDUNG
Kegiatan pembuka:
Pada tahap ini, 1. Fasilitator melakukan refleksi
peserta didik pertemuan sebelumnya?
mengisi lembar
kerja yang telah di Kegiatan inti:
sediakan Fasilitator membagikan tautan link lembar
kerja siswa :
Jumlah jam pelajaran: 2
JP https://forms.gle/4sicrrCPoLzfYnUJ9
Alat & bahan:
Kegiatan penutup:
Handphone, papan tulis, Peserta didik mengisi link dari
spidol fasilitator
Asesmen:
Lembar penilaian diri
MODUL PEMBELAJARAN P5: KEARIFAN LOKAL 43
IDENTIFIKASI KERAJINAN GOLOK DI KABUPATEN BANDUNG
JAM KE 1 DAN 2
Kegiatan pembuka:
Pada tahap ini, murid
1. Fasilitator membukan pembelajaran dengan
akan menyimak paparan
berdoa bersama
tentang keragaman senjata
khas Nusantara yang di
Kegiatan inti:
paparkan oleh fasilitator
1. Selanjutnya fasilitator menugaskan kepada
Jumlah jam pelajaran: 2 peserta didik secara berkelompok membuat
JP desian promo tentang berbagai senjata khas
dari jawa barat agar diketahui oleh khalayak
ramai.
Alat & bahan:
2. Pembuatan desain promo tersebut dapat di
Handphone, papan tulis, lakukan baik secara online (canva dll)
spidol maupun di kertas hvs.
Kegiatan penutup:
Asesmen: Peserta didik mengupulkan tugas
tersebut melalui link
Lembar penilaian diri
https://forms.gle/GarrkVTN9r8NDA9L8
MODUL PEMBELAJARAN P5: KEARIFAN LOKAL 44
IDENTIFIKASI KERAJINAN GOLOK DI KABUPATEN BANDUNG
JAM KE 3 DAN 4
Pada tahap ini, peserta Kegiatan pembuka:
didik mengisi lembar kerja 1. Fasilitator membuka pembelajaran
yang telah di sediakan
dengan berdoa
Jumlah jam pelajaran: 2
Kegiatan inti:
JP
Fasilitator membagikan tautan link:
Alat & bahan:
https://www.youtube.com/watch?
Handphone, papan tulis,
spidol v=7dIpVzbMPI0
Asesmen:
Lembar penilaian diri
Kegiatan penutup:
Peserta didik secara berkelompok
mencatat kesimpulan di kertas satu
lembar dari video yang diberikan dari
fasilitator
MODUL PEMBELAJARAN P5: KEARIFAN LOKAL 45
IDENTIFIKASI KERAJINAN GOLOK DI KABUPATEN BANDUNG
JAM KE 1 DAN 2
Kegiatan pembuka:
Pada tahap ini,
1. Fasilitator membukan pembelajaran dengan
murid akan mengisi
berdoa bersama
refleksi kegiatan
tentang senjata
Kegiatan inti:
khas dari jawa barat
1. Selanjutnya fasilitator menugaskan kepada
Jumlah jam pelajaran: 2 JP peserta didik agar mengisi link refleksi
tentang pembelajaran senjata khas dari jawa
barat secara mandiri
Alat & bahan:
https://forms.gle/2QezGc12bVnxGXjYA
Handphone, papan tulis,
spidol
Kegiatan penutup:
Peserta didik mengisi link
Asesmen:
refleksi secara mandiri
Lembar penilaian diri
MODUL PEMBELAJARAN P5: KEARIFAN LOKAL 46
IDENTIFIKASI KERAJINAN GOLOK DI KABUPATEN BANDUNG
JAM KE 3 DAN 4
Pada tahap ini, Kegiatan pembuka:
murid akan
1. Fasilitator membukan pembelajaran
mengisi refleksi
dengan berdoa bersama
kegiatan tentang
senjata khas dari
Kegiatan inti:
jawa barat
1. Selanjutnya fasilitator menugaskan
Jumlah jam pelajaran: 2 kepada peserta didik agar mengisi link
JP refleksi tentang pembelajaran senjata
khas dari jawa barat secara
Alat & bahan: berkelompok
https://forms.gle/
Handphone, papan tulis, LEC4v2fE5pK3gq7u9
spidol
Asesmen:
Lembar penilaian diri
Kegiatan penutup:
Peserta didik mengisi link refleksi secara
berkelompok
MODUL PEMBELAJARAN P5: KEARIFAN LOKAL 47
IDENTIFIKASI KERAJINAN GOLOK DI KABUPATEN BANDUNG
JAM KE 1 DAN 2
Kegiatan pembuka:
Pada tahap ini, murid akan 1. Fasilitator membukan pembelajaran
mengisi refleksi kegiatan dengan berdoa bersama
tentang senjata khas dari jawa
barat Kegiatan inti:
1. Selanjutnya fasilitator menugaskan
Jumlah jam pelajaran: 2 JP kepada peserta didik agar mengisi link
refleksi tentang pembelajaran senjata khas
Alat & bahan: dari jawa barat secara mandiri
https://forms.gle/2QezGc12bVnxGXjYA
Handphone, papan tulis, spidol
Asesmen:
Lembar penilaian diri
Kegiatan penutup:
Peserta didik mengisi link refleksi
secara mandiri
MODUL PEMBELAJARAN P5: KEARIFAN LOKAL 48
IDENTIFIKASI KERAJINAN GOLOK DI KABUPATEN BANDUNG
JAM KE 3 DAN 4
Kegiatan pembuka:
Pada tahap ini, murid akan
1. Fasilitator membukan pembelajaran dengan
mengisi refleksi kegiatan
berdoa bersama
tentang senjata khas dari
jawa barat
Kegiatan inti:
Jumlah jam pelajaran: 2
1. Selanjutnya fasilitator menugaskan kepada
peserta didik agar mengisi link refleksi
JP tentang pembelajaran senjata khas dari jawa
barat secara berkelompok
Alat & bahan: https://forms.gle/
LEC4v2fE5pK3gq7u9
Handphone, papan tulis,
spidol
Asesmen:
Lembar penilaian diri Kegiatan penutup:
Peserta didik mengisi link refleksi
secara berkelompok
KESENIAN DI INDONESIA
MODUL PEMBELAJARAN P5: KEARIFAN LOKAL 49
(SENI TARI, SENI RUPA, SENI MUSIK DAN SENI PERAN)
HARI RABU JAM KE 1-2
Kegiatan pembuka:
Pada tahap ini, murid akan Fasilitator menyampaikan informasi
mengamati informasi mengenai kesenian di indonesia link
mengenai Kesenian di berikut :
Indonesia https://ilmuseni.com/dasar-seni/macam-macam-
kesenian-daerah
Jumlah jam pelajaran: 2
JP Kegiatan inti:
1. Siswa mencari informasi mengenai ragam
Alat & bahan: kesenian di indonesia yang di akui di
dunia
Handphone, papan tulis, 2. Siswa mencatat informasi penting dalam
spidol tayangan video, atau artikel yang telah
mereka cari
Referensi: 3. Diskusikan informasi yang diperoleh
https://ilmuseni.com/dasar- berkaitan dengan jenis kesenian, filosofi,
seni/macam-macam- unsur historis berdasarkan hasil
kesenian-daerah pengamatan video atau artikel antar
kelompok
Asesmen:
4. Tulislah ragam kesenian yang ada
Lembar Penilaian Siswa disekitarmu.
5. Fasilitator melakukan penilaian terhadap
siswa pada kegiatan P5
Kegiatan penutup:
Fasilitator mengkonfirmasi pengetahuan
murid tentang Kesenian di Indonesia dengan
meminta murid menuliskan kesimpulan di
buku P5 masing-masing.
MODUL PEMBELAJARAN P5: KEARIFAN LOKAL 50
KESENIAN DI INDONESIA
(SENI TARI, SENI RUPA, SENI MUSIK DAN SENI PERAN)
HARI RABU JAM KE 3-4
Kegiatan pembuka:
Pada tahap ini, murid
Fasilitator mengingatkan kembali artikel pada
akan mengisi sebuah tabel
materi sebelumnya yaitu mengenai ragam
mengenai ragam kesenian
kesenian di Indonesia link berikut
di indonesia.
https://ilmuseni.com/dasar-seni/macam-
Jumlah jam pelajaran: 2 macam-kesenian-daerah
Kemudian fasilitator memberikan pertanyaan
JP pemantik seperti berikut:
1. Bagaimana latar belakang munculnya ragam
Alat & bahan: kesenian di indonesia?
Handphone, papan tulis, 2. Apakah kalian pernah mengunjungi tempat
spidol kesenian atau mempraktikan kesenian yang ada di
indonesia? Coba sebutkan !
Referensi: Kegiatan inti:
https://ilmuseni.com/ ● Murid membaca artikel “Kesenian di
dasar-seni/macam-macam-
Indonesia”
kesenian-daerah
● Murid memberikan tanggapan terhadap artikel
Asesmen: yang disajikan
● Murid mengisi tabel data informasi Kesenian
Lembar Penilaian Siswa Di Indonesia
No. Nama Asal Makna yang Terkandung
Kesenian
1
2
3
4
5
Kegiatan penutup:
Fasilitator mengkonfirmasi pengetahuan murid
MODUL PEMBELAJARAN P5: KEARIFAN LOKAL 51
tentang ragam kesenian di indonesia dengan
meminta murid menuliskan kesimpulan di buku
P5 masing-masing
Bahan bacaan!
Macam-Macam Kesenian Daerah di Indonesia
Dalam setiap harinya secara sadar maupun tidak sadar apapun
yang kita lakukan dan kerjakan hampir seluruhnya berkaitan dengan seni.
Cara kita memandang dan mengerjakan sesuatu hal juga merupakan seni
karena setiap kita memiliki selera, pandangan, pendapat sendiri
tergantung cara pandang kita masing-masing dalam mengambil
kesimpulan. Seni sendiri mempunyai cakupan yang cukup luas yang
tidak dapat dibatasi oleh suatu penjelasan yang harafiah. Namun secara
garis besar seni merupakan ekspresi yang diciptakan manusia dan
memiliki unsur keindahan atau unsur estetika yang dapat dituangkan
menjadi suatu karya. Dimana karya tersebut dapat dinikmati oleh kelima
panca indera dan dapat mempengaruhi perasaaan seseorang terhadap hal
tersebut. Terdapat 5 jenis seni yang tersebar di seluruh Indonesia dan
macam-macamnya dikenal sebagai kesenian daerah dimana karya-
karyanya diakui oleh negara dan menjadi harta kebanggaan negeri kita.
Seni terdiri dari 5 jenis, yaitu seni tari, seni rupa, seni musik, seni teater,
dan seni sastra. Kali ini kita akan melihat contoh-contoh 5 jenis seni itu
ke dalam macam-macam kesenian daerah yang tersebar di indonesia.
Macam-Macam Kesenian Daerah:
1. Seni Tari
Tari Tradisional Serimpi
Tari serimpi merupakan tari tradisional yang menjadi identitas bagi
daerah Yogyakarta dalam bidang seni gerak. Pada zaman dahulu tarian
ini selalu dipertunjukan untuk menyambut setiap adanya acara
pergantian Raja di daerah Jawa Tengah. Cirikhas dari tarian serimpi
ini adalah setiap penari wanitanya memakai pakaian pengantin seperti
MODUL PEMBELAJARAN P5: KEARIFAN LOKAL 52
pengantin putri keraton. Tarian ini akan menggambarkan seorang
wanita yang memiliki kepribadian yang santun dan beretika serta
menjunjung tinggi harkat dan martabat. Hal ini akan digambarkan dari
jenis geraknya yang sangat lemah gemulai dan diiringi oleh musik
gamelan.
Tari tradisional ronggeng bugis
Tari tradisional ini berasal dari daerah Cirebon dimana tarian ini
bersifat komedi dan bertujuan untuk menghibur para penikmat seni.
Tarian ini ditarikan oleh 10-20 orang laki-laki namun memakai
aksesoris, kostum dan dandanan layaknya wanita. Para penari ini juga
akan menari dan menunjukkan gaya bahasa tubuh seperti perangai
seorang wanita. Tari tradisional Bugis ini memiliki sejarah yang
berkaitan dengan Sunan Gunung Jati yang berkedudukan sebagai Raja
Cirebon. Saat itu, terjadi ketegangan antara Kerajaan Cirebon dengan
Kerajaan Padjajaran yang merupakan Kerajaan Islam. Raja Sunan
Gunung Jati akhirnya menyuruh kerabat kerajaan dari suku Bugis
untuk menyamar sebagai seorang penari untuk mengawasi Kerajaan
Padjajaran. Cara penyamaran ini di gambarkan dan dilestarikan
melalui tari tradisional ronggeng Bugis yang diiringi oleh gendang,
kelenang , krecek dan gong kecil.
Tari tradisional Pendet
Tari Pendet merupakan tarian yang tidak asing lagi bagi setiap turis
baik dari lokal maupun dari manca negara. Kesenian daerah Bali ini
ditarikan oleh beberapa remaja putri yang akan membawa mangkok
perak berisi bunga-bunga. Pada akhir acara, bunga-bunga ini akan
ditaburkan ke arah penonton sebagai ucapan selamat datang. Tari
pendet ini dahulu dilakukan sebagai tarian tradisional saat upacara
piodalan yang sakral di pura. Mereka menari sebagai ucapan syukur
terhadap Dewata yang turun dari kahyangan. Tarian ini sudah menjadi
hal yang erat dengan kehidupan masyarakat Bali. Namun seiring
perkembangan zaman, tarian ini dijadikan sebagai hiburan yang
MODUL PEMBELAJARAN P5: KEARIFAN LOKAL 53
lengkap dengan gerakan yang dinamis dan ritme ala Bali. Alunan
gangsa, kenyur, tungguh, gendang dan alat musik lain yang mengiringi
juga ikut memeriahkan tarian ini. Dalam menyambut para penonton,
mereka akan memakai kostum berupa kemben , sabuk dan ada
selendang yang akan diliit di badan dan di taruh di pundak. Ikatan
rambut kepala akan dihiasi bunga kamboja, mawar dan jempaka
lengkap dengan lirik-lirikan mata yang tajam saat menari juga
merupakan ciri khas tarian asal pulau Dewata ini.
Tari Tradisional Andun
Tari Andun ini merupakan salah satu dari macam-macam kesenian
daerah yang berasal dari Bengkulu. Tarian ini biasanya dipertunjukkan
ketika diadakan pesta pernikahan yang akan diiringi oleh musik
kolintang. Tarian ini ditarikan saat malam hari dan dilakukan secara
berpasang-pasangan antara para bujang dan para gadis. Asal usul
tarian ini sebenarnya adalah tarian untuk mencari jodoh setelah mereka
panen padi. Namun dengan seiring perkembangan zaman, tarian ini
lebih digunakan sebagai hiburan dan biasanya ditarikan oleh para
gadis-gadis dengan sarung yang cantik dan membawa seperti bakul
sebagai properti dalam pertunjukan mereka.
2. Seni Rupa
Batik
Batik merupakan kain yang dihias menggunakan canting atau printing.
Teknik membatik menjadi cirikhas dari salah satu dari macam-macam
kesenian daerah di Indonesia. Batik yang paling terkenal saat ini
adalah batik Solo dan batik Pekalongan. Cirikhas batik ini adalah
adanya motif atau ukiran-ukiran yang khas pada sebuah kain.
Tenun
Tenun juga merupakan salah satu kesenian Indonesia yang terkenal.
Hanya saja menenun memiliki tingkat kerumitan yang cukup tinggi.
Sehingga biasanya hanya orang-orang yang terlatih yang dapat
menenun. Ciri khas dari tenun adalah adanya sebuah alat yang dipakai
MODUL PEMBELAJARAN P5: KEARIFAN LOKAL 54
dan terlihat seperti memilin-milin benang dan akhirnya akan
menciptakan suatu motif. Hasil tenun ini tergolong memiliki nilai yang
cukup tinggi karena kerumitan dalam membuatnya.
Lukisan Badai Pasti Berlalu
Lukisan ini merupakan karya dari Affandi yang bermakna seseorang
yang ingin mengarungi kehidupan. Makna tersebut juga tergambar
dalam lukisannya yang terdapat perahu dan matahari. Lukisan dari
affandi ini memang memiliki cirikhas yang abstrak namun memiliki
makna dalam yang ada di setiap lukisannya.
Lukisan Penari dari Bali
Rustamadji adalah salah satu tokoh terkenal di bidang macam-macam
kesenian di Indonesia khususnya seni rupa. Rustamadji adalah maestro
asal Jawa Tengah yang sudah banyak sekali menghasilkan lukisan,
salah satunya adalah lukisan Penarii di Bali yang menggambarkan
keindahan seorang penari Bali yang dimiliki oleh Indonesia.
3. Seni Musik
Musik Sasando Gong
Musik tradisional ini berasal dari Nusa Tenggara Timur yang berada di
Pulau Rote . Musik ini dihasilkan dari permainan alat musik yang
bernama Sasando. Musik ini dimainkan saat upacara penyambutan
tamu dan sebagai hiburan saat ada acara-acara yang dibuat oleh
masyarakat setempat. Sasando ini mirip seperti kecapi yang dimainkan
dengan cara dipetik dengan suara yang sangat khas.
Musik Tabuh Salimpat
Lampung merupakan pemilik dari musik Tabuh Salimpat ini. Musik
ini memiliki ciri khas dengan musiknya yang penuh tabuhan dan
petikan. Dalam permainan musik ini, alat musik yang menonjol adalah
kerenceng dan gambus lunik. Musik ini dahulu dimainkan saat upacara
adat, pengiring tari dan digunakan sebagai bentuk komunikasi yang
dikemas dalam bentuk lagu yang bersahut-sahutan.
MODUL PEMBELAJARAN P5: KEARIFAN LOKAL 55
Musik Senandung Jolo
Senandung Jolo merupakan salah satu dari macam-macam kesenian
daerah yang berada di daerah Jambi yang terletak di Muara Sabak.
Musik ini dimainkan saat acara manunggal padi, yang merupakan
acara turun sawah untuk menanam padi di sawah. Alat musik
kulintang kayu, biola, gendang dan gong lah yang bereperan sebagai
pengiringnya. Manunggal padi ini menggambarkan isi hati anak muda-
mudi melalui pantun yang disampaikan secara bergantian diiringi oleh
musik senandung jolo ini.
Musik tradisional Laras Madya dan Santi Swara
Di daerah pinggiran Jawa Tengah, musik laras madya dan santi swara
terkenal dengan kemiripan musiknya yang jika dipadu padankan
membuat musik ini menjadi sangat harmonis. Padu padan dari rebana,
gendang, kemanak dan bogem ini menghasilkan musik yang berciri
khas seperti koor tembangan. Musik ini dipakai sebagai musik khusus
untuk mengiringi sholawatan.
4. Seni Teater
Sanghyang
Sanghyang merupakan salah satu macam kesenian daerah dalam
bidang teater dan dipadu padankan dengan tarian. Kesenian teater ini
berasal dari daerah pulau Bali. Sanghyang tidak hanya menjadi sebuah
seni teater tetapi juga menjadi tradisi yang memiliki makna khusus.
Sanghyang ini ditarikan secara religius dalam acara yang khusus untuk
menolak bahaya, bencana dan penyakit. Ciri khas dari seni teater ini
adalah memasukan unsur magis di dalamnya. Saat acara ini
berlangsung biasanya akan banyak yang mengalami kesurupan karena
dimasuki oleh roh-roh seperti bidadari kahyangan sampai binatang
yang bisa merusak seperti monyet, babi hutan dan lain sebagainya.
Lenong
Kesenian lenong ini sudah sangat dikenal sebagai kesenian yang lahir
dari daerah asal Betawi. Lenong memiliki cirikhas berupa penggunaan
MODUL PEMBELAJARAN P5: KEARIFAN LOKAL 56
bahasa yang kental dengan logat Betawi serta diisi dengan banyolan
dan cerita komedi yang akan menghibur para penonton.
Reog
Reog merupakan kesenian daerah yang berasal dari Ponorogo. Dalam
pertunjukan reog, tidak terdapat dialog yang dilafalkan oleh para
pemainnya. Namun reog tetap dapat dikategorikan sebagai seni teater
yang ada di Indonesia. Reog memiliki cirikhas yang sangat mudah
untuk dikenali. Saat pertunjukan reog, para pemainnya akan
menggunakan topeng yang besar dan tinggi menyerupai wajah singa.
Ketika pertunjukan telah mencapai puncak, unsur magis pun tidak
dapat terelakan dan dapat membuat pemainnya mengalami kesurupan.
Ketoprak
Kesenian ketoprak ini sudah ada sejak tahun 1925 dan sangat
berkembang di daerah Yogyakarta. Teater tradisional ini biasanya
akan memainkan skenario tentang kisah-kisah kerajaan-kerajaan kuno.
Teater ketoprak ini memiliki ciri khas berupa drama yang diiringi
musik menggunakan gendang, kenong, seruling, dan lain-lain.
MODUL PEMBELAJARAN P5: KEARIFAN LOKAL 57
KESENIAN DI INDONESIA
(SENI TARI YANG ADA DI INDONESIA)
HARI KAMIS JAM KE 5-6
Kegiatan pembuka:
Pada tahap ini, murid akan Fasilitator menyampaikan informasi
mengamati informasi mengenai Seni Tari di Indonesia pada
mengenai Seni Tari di link berikut :
Indonesia https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-
6570873/38-tarian-tradisional-dari-tiap-
Jumlah jam pelajaran: 2 JP provinsi-di-indonesia
Alat & bahan: Kegiatan inti:
1. Siswa mencari informasi mengenai ragam
Handphone, papan tulis,
Seni Tari di Indonesia
spidol
2. Siswa mencatat informasi penting dalam
tayangan video, atau artikel yang telah
Referensi:
mereka cari
https://www.detik.com/edu/3. Diskusikan informasi yang diperoleh
detikpedia/d-6570873/38-
berkaitan dengan jenis Seni Tari Indonesia
tarian-tradisional-dari-tiap-
provinsi-di-indonesia berupa filosofi, unsur historis berdasarkan
hasil pengamatan video atau artikel antar
Asesmen: kelompok
4. Fasilitator melakukan penilaian terhadap
Lembar Penilaian Siswa
siswa pada kegiatan P5
Kegiatan penutup:
Fasilitator mengkonfirmasi
pengetahuan murid tentang Seni Tari
di Indonesia dengan meminta murid
menuliskan kesimpulan di buku P5
masing-masing.
Bahan Bacaan!
15 Tarian Tradisional Paling Populer di Indonesia
MODUL PEMBELAJARAN P5: KEARIFAN LOKAL 58
Tarian Tradisional dari 38 Provinsi di Indonesia
1. Tari Saman, Aceh
Tari saman berasal dari Aceh Tenggara. Tarian tradisional ini khas
dengan posisi duduk dan gerak tepukan ke dada, pundak, paha, dan
tangan, seperti dikutip dari Buku Siswa Seni Budaya SMA/MA Kelas
10 oleh Jelly Eko Purnomo, SPd. Sambil duduk, penari juga duduk
meliuk dengan bertumpu pada lutut. Keserempakan dan kecepatan
tepukan penari menjadi daya tarik tari tradisonal Aceh yang hanya
diiringi gendang rampak dan suara tepukan tangan ini.
2. Tari Tor-Tor, Sumatera Utara
Tari tor-tor berasal dari Sumatera Utara. Tari tradisional ini semula
dikaitkan dengan ritual dan roh, sehingga dipentaskan ketika ada
anggota keluarga yang meninggal, seperti dikutip dari Ensiklopedia
Seni Tari Nusantara: Sulawesi Barat hingga Sumatera Utara oleh R
Toto Sugiarto. Kini, tari tor-tor menjadi tari tradisional yang kerap
dipentaskan di beragam acara di Sumatera Utara.
3. Tari Piring, Sumatera Barat
Tari piring berasal dari orang Minangkabau di Sumatera Barat. Tari
ini semula merupakan bentuk syukur atas hasil panen, ketika warga
setempat memeluk agama Hindu, seperti dikutip dari Kreatif Tematik
Tema 1 Indahnya Kebersamaan Kelas IV untuk SD/MI oleh Tim
Tunas Karya Guru. Kelak, masuknya agama Islam membuat tari
piring berfungsi sebagai bentuk hiburan dan persembahan bagi tamu
dan masyarakat.
4. Tari Tanggai, Sumatera Selatan
Tari tanggai adalah tarian tradisional Sumatera Selatan. Tari tanggai
berfungsi sebagai tari persembahan bagi tamu undangan. Gerak
tangan yang lentur menunjukkan rasa terima kasih atas
kedatangannya.Tarian tradisional ini diiringi lagu Gending Sriwijaya.
5. Tari Andun, Bengkulu
Tarian andun adalah tari tradisional Bengkulu yang dibawakan saat
pesta pernikahan. Tari ini berfungsi sebagai wadah perkenalan muda-
mudi dengan iringan kulintang, seperti dikutip dari Mengenal Rumah
Adat, Pakaian Adat, Tarian Adat, Dan Senjata Tradisional.
MODUL PEMBELAJARAN P5: KEARIFAN LOKAL 59
6. Tari Zapin, Riau
Tari zapin merupakan tarian tradisional di Riau yang berasal dari
budaya Arab dan Melayu. Tari berpasangan ini berfungsi sebagai
hiburan, seperti dikutip di buku Mandiri Belajar Tematik SD/MI
Kelas 6 Semester 2 oleh Desi Damayanti.
7. Tari Malemang, Kepulauan Riau
Tarian malemang berasal dari Kepulauan Riau. Wilayah asal bahasa
Indonesia ini diperkirakan sudah mengenal tari malemang sejak abad
ke-12.
Di Kepri, tari malemang semula merupakan persembahan bagi raja
yang beristirahat. Setelah kerajaan runtuh, tari malemang berubah
fungsi menjadi hiburan rakyat.
8. Tari Sekapur Sirih, Jambi
Tari sekapur sirih adalah tarian tradisional asal Jambi. Seperti
judulnya, tari ini berfungsi sebagai persembahan dan penyambutan
tamu penting.
Tari sekapur sirih umumnya dibawakan penari perempuan dan laki-
laki, dengan di antaranya bertugas sebagai pengawal dan pembawa
payung.
9. Tari Campak, Bangka Belitung
Tari campak adalah tarian tradisional asal Bangka Belitung yang
berisi berbalas pantun. Tari ini berfungsi sebagai hiburan
penyambutan tamu, pernikahan, rupa suka cita anak muda, dan rasa
syukur atas hasil panen.
10. Tari Sembah, Lampung
Tari sembah adalah tarian tradisional asal Lampung. Tari yang
dikenal juga dengan sebutan tari sigeh pengunten ini dibawakan
sebagai bentuk sambutan dan penghormatan kepada tamu.
11. Tari Cokek, Banten
Tari cokek adalah tarian tradisional Banten yang didampingi dengan
permainan pencak silat oleh laki-laki. Gerakan penarinya sendiri
perlahan-lahan dan dibawakan perempuan. Konon, sebutan cokek
MODUL PEMBELAJARAN P5: KEARIFAN LOKAL 60
berasal dari nama Tan Sio Kek, orang yang memperkenalkan tarian
ini pertama kali.
12. Tari Blantek, Jakarta
Tari tradisional Betawi ini merupakan bagian lenong, teater rakyat
khas Betawi. Semula, tari blantek dibawakan di awal tarian. Kini, tari
blantek juga jadi bentuk hiburan, dikutip dari buku Seni dan Budaya
oleh Harry Sulastino.
13. Tari Jaipong, Jawa Barat
Tari jaipong adalah tarian tradisional yang berasal dari Jawa Barat.
Tari jaipong memadukan gerakan tari ketuk tilu, tari ronggeng, dan
gerakan pencak silat.
14. Tari Gambyong, Jawa Tengah
Tari gambyong semula dibawakan pada upacara ritual pertanian yang
bertujuan untuk kesuburan padi dan perolehan panen melimpah. Para
penari gambyong menjadi representasi dewi padi atau Dewi Sri.
15. Tari Serimpi, Yogyakarta
Tari serimpi adalah tari tradisional dengan penari yang mewakili air,
api, angin, dan tanah, serta empat penjuru mata angin. Tari sakral ini
dipentaskan di lingkungan keraton.
KESENIAN DI INDONESIA
(SENI RUPA YANG ADA DI INDONESIA)
HARI KAMIS JAM KE 7-8
Kegiatan pembuka:
Pada tahap ini, murid Fasilitator memberikan bahan bacaan berupa
akan mengisi sebuah tabel link artikel yaitu mengenai ragam Seni Rupa di
mengenai ragam Seni Rupa Indonesia:
di Indonesia. https://kumparan.com/berita-terkini/macam-
MODUL
Jumlah jam pelajaran: 2 PEMBELAJARAN P5: KEARIFAN LOKAL 61
JP
Alat & bahan:
macam-karya-seni-rupa-daerah-di-indonesia-
20VmVN8ei9B
Kemudian fasilitator memberikan pertanyaan
pemantik seperti berikut:
1. Apa yang melatar belakangi munculnya ragam
Seni Rupa yang ada di Indonesia?
2. Apakah kalian pernah mengunjungi tempat
pembuatan Seni Rupa atau mempraktikan Seni
Rupa yang ada di Indonesia? Coba sebutkan !
Kegiatan inti:
● Murid membaca artikel “Seni Rupa yang dikenal
di Indonesia”
● Murid memberikan tanggapan terhadap artikel
yang disajikan
● Murid mengisi tabel data informasi Seni Rupa
yang ada di Indonesia
No. Nama Seni Asal Makna yang Terkandung
Rupa
1
2
3
4
5
Macam-Macam Karya Seni Rupa Daerah di Indonesia
1. Wayang
Wayang merupakan seni pertunjukan dan seni rupa yang populer di Jawa
dan Bali. Wayang kulit adalah yang paling terkenal, di mana tokoh-tokoh
pewayangan diproyeksikan pada layar menggunakan boneka kulit yang
diwarnai dan dipahat secara detail.
2. Batik
Batik adalah seni rupa tekstil yang menggunakan teknik melukis atau
menuliskan motif pada kain dengan malam (lilin) sebelum diwarnai.
Setiap daerah di Indonesia memiliki motif batik khas, seperti Batik Solo,
Batik Jogja, Batik Pekalongan, dan masih banyak lagi.
MODUL PEMBELAJARAN P5: KEARIFAN LOKAL 62
3. Tenun
Seni tenun adalah seni rupa tekstil yang melibatkan penggunaan alat tenun
untuk membuat kain. Setiap daerah memiliki teknik dan motif tenun yang
unik, misalnya tenun ikat dari Sumba, Songket dari Palembang, atau Ulos
dari Sumatera Utara.
4. Ukir
Seni ukir adalah seni memahat atau mengukir benda-benda kayu, batu,
atau bahan lainnya untuk menciptakan karya seni. Beberapa daerah yang
terkenal dengan seni ukirnya adalah Bali (ukiran Bali), Jepara (ukiran
Jepara), dan Toraja (ukiran Toraja).
5. Patung
Patung adalah karya seni tiga dimensi yang dapat terbuat dari berbagai
bahan, seperti kayu, batu, logam, atau tanah liat. Patung-patung tradisional
dapat ditemukan di banyak daerah di Indonesia, seperti Patung Toraja,
Patung Dayak, atau Patung Bali.
6. Seni Pahat
Selain ukiran dan patung, seni pahat juga mencakup pembuatan relief atau
hiasan-hiasan pada bangunan. Contoh terkenal dari seni pahat adalah
relief Candi Borobudur dan relief Candi Prambanan.
7. Lukisan Tradisional
Beberapa daerah di Indonesia memiliki tradisi lukisan khas mereka
sendiri, seperti Lukisan Kamasan di Bali, Lukisan Tanah Liat di Lombok,
atau Lukisan Dongson di Nusa Tenggara Timur.
8. Seni Topeng
Seni topeng adalah seni pentas di mana penari atau aktor menggunakan
topeng untuk mewakili karakter atau makhluk tertentu. Topeng-topeng
tradisional dapat ditemukan di berbagai daerah, seperti Topeng Malangan
di Jawa Timur atau Topeng Pajegan di Bali.
KESENIAN DI INDONESIA
(SENI MUSIK YANG ADA DI INDONESIA)
HARI JUMAT JAM KE 3-4
Kegiatan pembuka:
Pada tahap ini, murid
Fasilitator menyampaikan informasi
akan mengamati informasi
mengenai Seni Tari di mengenai Seni Musik di Indonesia pada
Jawa Barat link berikut :
Jumlah jam pelajaran: 2
JP MODUL PEMBELAJARAN P5: KEARIFAN LOKAL 63
Alat & bahan:
Handphone, papan tulis,
spidol
https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-
6630559/mengenal-musik-tradisional-ciri-
ciri-fungsi-dan-ragam-jenisnya
Kegiatan inti:
1. Siswa mencari informasi mengenai ragam Seni
Musik di Indonesia
2. Siswa mencatat informasi penting dalam
tayangan video, atau artikel yang telah mereka
cari
3. Diskusikan informasi yang diperoleh berkaitan
dengan jenis Seni Musik Indonesia berupa
filosofi, unsur historis berdasarkan hasil
pengamatan video atau artikel antar kelompok
4. Fasilitator melakukan penilaian terhadap siswa
pada kegiatan P5
Kegiatan penutup:
Fasilitator mengkonfirmasi pengetahuan murid
tentang Seni Musik di Indonesia dengan
meminta murid menuliskan kesimpulan di
buku P5 masing-masing.
MODUL PEMBELAJARAN P5: KEARIFAN LOKAL 64
KESENIAN DI INDONESIA
(SENI PERAN YANG ADA DI INDONESIA)
HARI JUMAT JAM KE 5-6
Kegiatan pembuka:
Pada tahap ini, murid akan Fasilitator memberikan bahan bacaan
mengisi sebuah tabel mengenai berupa link artikel yaitu mengenai ragam
ragam Seni Peran di Indonesia. Seni Peran di Indonesia:
https://tirto.id/mengenal-seni-peran-
Jumlah jam pelajaran: 2 JP teater-tradisional-dan-karakteristiknya-
gi7x
Alat & bahan: Kemudian fasilitator memberikan
pertanyaan pemantik seperti berikut:
Handphone, papan tulis, spidol
3. Apa yang melatar belakangi munculnya
Referensi: ragam Seni Peran di Indonesia?
https://tirto.id/mengenal-seni- 4. Apakah kalian pernah mengunjungi
tempat latihan Seni Peran di Indonesia atau
peran-teater-tradisional-dan-
mempraktikan Seni Peran di Indonesia?
karakteristiknya-gi7x Coba sebutkan !
Kegiatan inti:
Asesmen: ● Murid membaca artikel “Seni Peran di
Indonesia”
Lembar Penilaian Siswa
● Murid memberikan tanggapan terhadap
artikel yang disajikan
● Murid mengisi tabel data informasi Seni
Peran di Indonesia
No. Nama Seni Asal Makna yang Terkandung
Rupa
1
2
3
4
5
MODUL PEMBELAJARAN P5: KEARIFAN LOKAL 65
KESENIAN DI DAERAH JAWA BARAT
HARI RABU JAM KE 1-2
Kegiatan pembuka:
Pada tahap ini, murid akan
Fasilitator menyampaikan informasi
mengamati informasi mengenai kesenian di daerah jawa barat link
mengenai Kesenian di berikut :
Daerah Jawa Barat
Kegiatan inti:
Jumlah jam pelajaran: 2 JP
1. Siswa mencari informasi mengenai ragam
kesenian di daerah jawa barat
Alat & bahan: 2. Siswa mencatat informasi penting dalam
tayangan video, atau artikel yang telah
Handphone, papan tulis,
mereka cari
spidol
3. Diskusikan informasi yang diperoleh
berkaitan dengan jenis kesenian, di daerah
Referensi:
jawa barat berupa filosofi, unsur historis
https:// berdasarkan hasil pengamatan video atau
www.wartapesona.com/ artikel antar kelompok
pesona-kuliner/ 4. Fasilitator melakukan penilaian terhadap
5908891004/kesenian-
siswa pada kegiatan P5
daerah-jawa-barat-mengenal-
wayang-golek-tarling-
jaipongan-batik-cirebon- Kegiatan penutup:
kuda-renggong-sisingaan
Fasilitator mengkonfirmasi pengetahuan
Asesmen: murid tentang Kesenian di daerah jawa barat
dengan meminta murid menuliskan
Lembar Penilaian Siswa kesimpulan di buku P5 masing-masing.
MODUL PEMBELAJARAN P5: KEARIFAN LOKAL 66
MODUL PEMBELAJARAN P5: KEARIFAN LOKAL 67
MODUL PEMBELAJARAN P5: KEARIFAN LOKAL 68
MODUL PEMBELAJARAN P5: KEARIFAN LOKAL 69