Diagnosa Pulpa dan Periapikal Gigi
Diagnosa Pulpa dan Periapikal Gigi
Diagnosa Konservasi
Pulpitis Irreversible (Symptomatic dan Asymptomatic) Apical Abcess (Acute dan Chronic)
Previously Treated
Pulpitis Irreversible
Previously
Diagnosis Pulpa Normal Pulpitis Reversible Nekrosis Pulpa Previously Treated
Symptomatic Asymptomatic Initiated Theraphy
Tidak memiliki ▪ Rasa tidak ▪ Sakit tajam yang jika ▪ Tidak memiliki Tidak memiliki Tidak memiliki Tidak memiliki
gejala nyaman/ngilu jika ada rangsang termal gejala gejala gelaja kecuali gelaja kecuali
ada rangsang ▪ Sakit menetap (≥30 terjadi infeksi terjadi infeksi
dingin/manis dan detik) setelah
hilang 1-2 detik rangsang dihilangkan
setelah rangsang ▪ Sakit spontan
Gejala
dihilangkan ▪ Nyeri alih
▪ Tidak ada sakit/ ▪ Sakit meningkat ketika
nyeri spontan posisi berbaring
▪ Analgesik tidak
memberikan
perbaikan
Respon normal thd - Dentin terbuka ▪ Vitalistas + ▪ Respon normal ▪ Vitalitas – ▪ Gigi telah ▪ Pernah
rangsang termal - Karies atau ▪ Perkusi – terhadap tes dirawat dirawat endo
Gambaran dingin (bertahan 1- restorasi dalam ▪ Karies dalam termal endodontic tetapi belum
Klinis 2 detik setelah - Vitalitas + ▪ Restorasi luas ▪ Vitalitas + ▪ Vitalitas – dilakukan
rangsang hilang) ▪ Fraktur mengenai ▪ Karies dalam obturasi
vitalitas + pulpa ▪ Restorasi luas
Normal Normal Normal Normal Normal kecuali ▪ Ada bahan Normal/ patologis
jika SA terinfeksi pengisiSA jika terdapat
Gambaran akan memberikan ▪ Normal/ infeksi
Radiograf gambaran patologis jika
periodontitis terdapat
apikal infeksi
UKMP2DG
Diagnosa Periapikal Highlight!
Sering Keluar UKMP2DG
Normal (lamina dura Normal/ada pelebaran Radiolusensi pada Dapat disertai/ tidak Radiolusen pada Radiopak diffuse di
Gambaran intak, ruang ligamen ruang ligamen daerah periapikal disertai kerusakan periapikal daerah periapikal
Radiograf periodontal teratur periodontal, radiolusensi (pelebaran ruang jaringan periapikal
pada periapikal ligament periodontal)
UKMP2DG
GV BLACK Highlight!
Sering Keluar UKMP2DG
0 1 2 3 4 5 6
Permukaan gigi Ada perubahan Perubahan visual ▪ Kavitas enamel Bayangan Kavitas mencapai Kavitas luas dan
normal : tidak ada visual opasitas / yang tampak saat yang terlihat saat hitam dari dentin yang dalam (>1/2
tanda-tanda diskolorasi permukaan gigi kavitas dentin nampak secara permukaan)
karies setelah gigi (putih/coklat dalam keadaan basah/kering visual dengan dentin
dikeringkan setelah basah, semakin ▪ Tidak ada terbuka
selama 5 detik permukaan gigi terlihat ketika keterlibatan
dikeringkan dikeringkan dentin
0 1 2 3 4
5 6
UKMP2DG
Highlight!
Mount and Hume Sering Keluar UKMP2DG
Site Size
0 - Lesi awal yang bisa diidentifikasi namun belum menyebabkan
kavitas
1 ▪ Pit & fissure permukaan oklusal gigi posterior Lesi minimal (kavitas enamel)
▪ Permukaan halus enamel
2 Proksimal Kavitas sedang (enamel dan dentin)
3 Servikal, termasuk akar yang terbuka Kavitas meluas sampai melibatkan cusp gigi posterior /
insisisal edge gigi anterior
4 - Kavitas melibatkan hilangnya cusp gigi posterior atau insisal
edge gigi anterior
Site 1 Size 1 Site 2 Size 1 Site 3 Size 3
• Medical History
MOBILITAS
• Untuk memeriksa kegoyangan gigi
• Menekan ringan permukaan bukal dan lingual menggunakan 2 ujung handle
kaca mulut atau 1 dengan jari dan 1 dengan ujung handle kaca mulut →
derajat mobilitas
EPT
• Untuk menentukan vitalitas gigi menggunakan stimulus saraf yang meningkat secara bertahap
• Ada respon → pulpa vital
• Tidak ada respon → pulpa nonvital
TES ANASTESI
• Untuk pasien yg datang dalam keadaan sakit dan tidak bisa menentukan gigi penyebab
• Menggunakan an.infiltrasi/intraligamen pada gigi paling posterior di daerah yg dicurigasi sebagai
penyebab nyeri lalu ke mesial hingga rasa sakit hilang
TES KAVITAS
• Dilakukan ketika metode lain tidak menunjukkan hasil yang akurat
• Kavitas dibur melalui DEJ tanpa anastesi dengan highspeed hingga pasien merasa nyeri
• Nyeri sebelum mencapai kamar pulpa → vital
UKMP2DG • Tidak nyeri mencapai kamar pulpa → nonvital
Highlight!
Sering Keluar UKMP2DG
UKMP2DG
Highlight!
Tes untuk gigi fraktur Sering Keluar UKMP2DG
❑ S. Mutans
Initial Colonizer → Streptococcus spp ❑ S. Salivarius
❑ S. sobrinus
Enzyme Transferase ❑ S. parasanguinis
Demineralisasi Kavitas
Karies enamel dan dentin yang mengandung banyak bakteri
Infiltrasi PMN
Spinal Cord
PROCESSING
Thalamus
Endo adalah kata Yunani untuk "Dalam" Memelihara dan memulihkan gigi yang gagal pada terapi endodontik
dan Odont adalah kata Yunani untuk "Gigi". sebelumnya.
Indikasi
1. Ada keterlibatan pulpa karena karies, trauma, dll
2. Elektif → dilakukan pada gigi yang mengalami farktur atau restorasi yang
berat dan memiliki resiko untuk mengalami exposure pulpa
3. Restorasi yang tidak memadai → perawatan endodontik diikuti dengan
restorasi gigi yang optimal memberikan tingkat keberhasilan yang tinggi
4. Devitalisasi gigi → pada pasien dengan gigi atrisi, karies yang meluas
atau berulang dan defek permukaan yang halus lebih baik dilakukan
desensitisasi sehingga pasien tidak merasa tidak nyaman terhadap dingin
atau makanan manis
5. Endodontik darurat → pada pasien yang datang dengan nyeri gigi akut
Kontraindikasi
1. Gigi yang tidak dapat direstorasi: Gigi dengan karies akar yang luas, karies
furkasi, rasio mahkota/akar yang buruk, dengan akar yang retak
2. Gigi yang instrumentasinya tidak memungkinkan: Gigi dengan lekukan yang
tajam, dilaserasi, kalsifikasi, sklerosis dentin
3. Aksesibilitas yang buruk: Kadang-kadang trismus atau jaringan parut akibat
prosedur bedah atau trauma, masalah sistemik, dll
4. Resorpsi gigi yang tidak dapat diobati
5. Fraktur gigi vertikal
6. Hopeless teeth: gigi yang tidak dapat direstorasi atau memiliki dukungan
periodontal yang tidak memadai dan dapat diterima tidak ada harapan.
7. Kondisi sistemik: sebagian besar kondisi medis tidak merupakan kontraindikasi
perawatan endodontik tetapi pasien harus dievaluasi secara menyeluruh untuk
mengelola kasus secara optimal
UKMP2DG
Highlight!
Sering Keluar UKMP2DG
Triad Endodontik
Preparasi koronal yang memungkinkan akses tanpa hambatan ke orifisium kanal, akses garis lurus
Open Access ke foramen apikal, kontrol penuh atas instrumentasi dan menyediakan teknik obturasi yang baik.
Cleaning & Prosedur melebarkan dan menghaluskan saluran akar sehingga dentin yang
Shaping terinfeksi dapat terambil dan bahan irigasi dapat membersikan dinding saluran akar
2 Access Refining Burs Berbentuk flame dengan grit kasar, bulat meruncing dan
berlian untuk menghaluskan dinding kavitas
Gigi Panjang Ruang Pulpa Saluran Akar Gambar Saluran Outline Form
Gigi Akar
Insisiv sentral 22.5 cm • Terletak di tengah mahkota • 1 akar, 1 SA Segitiga bersudut bulat
RA dengan jarak yang sama antar • Kebanyakan lurus dengan dasar
dinding dentin menghadap insisal
• Berbentuk ovoid
Premolar 1 RA 21 mm • Memiliki 2 tanduk pulpa (di ▪ 2 akar, 2 SA Oval dgn lebar <1/2
apikal cusp bukal dan palatal) ▪ Lurus dan divergent inklinasi lingual cusp
bukal dan <1/2
inklinasi bukal cusp
lingual
UKMP2DG
Highlight!
Sering Keluar UKMP2DG
Gigi Panjang Ruang Pulpa Saluran Akar Gambar Saluran Outline Form
Gigi Akar
Premolar 2 21.5 mm • Dalam arah bukopalatal lebih lebar ▪ Seringkali 1 akar, 1 Sama dengan P1 RA
RA dibandingkan mesiodistal SA
▪ Kadang 1 akar, 2 SA
Molar 1 RA 21 MM • Kamar pulpa paling lebar dengan 4 ▪ 3 akar dengan 3/4 Rhomboid
tanduk pulpa (mesionukal, SA
mesiopalatal, distobukal, distoplatal) ▪ Orifice palatal yg
membentuk rhomboid paling lebar
• 4 dindingnya membentuk triangular ▪ Orifice mesiobukal
yg paling sempit
Molar 2 RA 20 mm • Mirip seperti M1 RA tapi ▪ Mirip seperti M1 RA Segitiga bersudut
mesiodistalnya lebih sempit namun tidak lebih bulat dengan alas
• Atap pulpa berbentuk rhomboid divergent dari M1 menghadap bukal
RA
Caninus 22.5 • Menyempit di 1/3 insisal dan ▪ 1 akar, 1 SA (kadang 2) Oval dgn
RB mm melebar di 1/3 servikal ▪ Oval di koronal, bulat di diameter
• Terdapat konstriksi di servikal apikal mesiodistal
• Lebih sempit dalam arah lebih sempit
mesiodistal
Premolar 21.5 • Menyempit dalam arah ▪ 1 akar, 1 SA Oval dengan mesiodistal
1 RB mm mesiodistal ▪ Oval dalam arah bukal yg lebih lebar (penetrasi
• Terdapat 2 tanduk pulpa (bukal lingual bur di inklinasi ligual
lebih prominen) ▪ Bulat di daerah apikal cusp bukal sejajar dgn
puncak cusp)
Gigi Panjang Ruang Pulpa Saluran Akar Gambar Saluran Outline Form
Gigi Akar
Kelebihan • Melarutkan jaringan nekrotik dan kolagen • Memiliki efek residual • Bahan khelasi kalsium
dentin antimikroba yang bertahan 72 • Pelarut anorganik → pelunak
• Memiliki sifat antimikroba jam dentin
• Memiliki kemampuan bleaching • Menghilangkan smear layer
• Murah, mudah dicari
Fungsi • Irigant yang paling umum digunakan • Kasus nerkrosis /abses • Lubrikasi file
periapikal (lebih efektif thd • Emulsifikasi
E.faecalis daripada NaOCl
Normal Saline MTAD (Mixture of
H2O2 3% Potassium Iodine (2-5%) Ca(OH)2 10%
(0.9%) Doxycycline)
Anti-mikroba • Gram (+) • Antibakteri spectrum Bakteriores Efektif untuk E.
- • Efektif untuk bakteri luas faecalis
anaerob
Kelebihan Biokompatibel, • Memiliki efek • Toksisitas lebih rendah • Melarut-kan • Menghilangkan
tidak iritatif jika antimikroba dibandingkan irigan lain jaringan lunak smear layer
terdorong ke • Melarutkan jaringan • Memiliki efek dan nekrotik
periapikal organic antimikroba residual
• Memiliki efek belaching
Kekurangan Tidak dapat • jika gas terjebak di SA • Potensial toksisitas • Jarang dipakai • Jarang dipakai
melarutkan smear dapat menyebabkan iodin bebas • Harganya mahal • Harganya
layer sakit → harus diakhiri • Karena bentuknya mahal
Tidak memiliki akuades pasta → harus
sifat antimikroba diakhiri dengan
aquades
UKMP2DG
Highlight!
Sering Keluar UKMP2DG
1. Cairan irigasi dimasukkan 1. Jarum irigasi diletakkan lebih
ke dalam saluran akar koronal
menggunakan jarum end- 2. Ujung suction diletakkan di
port atau side-port yang dekat foramen apikal
diletakkan mendekati 3. Sehingga menciptakan sistem
foramen apikal tekanan negative (negative
2. Suction diletakkan di pressure irrigation system) →
dekat koronal aliran cairan bersirkulasi
3. Saat cairan irigasi turun ke arah apikal
dilepaskan, akan kemudian cairan irigasi
terbentuk sistem tekanan diaspirasi oleh suction.
positif (positive pressure 4. Suction akan menciptakan
system) → cairan akan dorongan cairan irigasi
terdorong ke jaringan menelusuri dinding saluran
periapikal akar ke apeks, menciptakan
tekanan turbulensi yang
cepat
“Jarak dari titik referensi koronal ke
titik dimana preparasi saluran akar dan
obturasi harus berhenti”
UKMP2DG
Highlight!
Sering Keluar UKMP2DG
Terminologi
Reference point Apeks anatomis Apeks radiografis
Titik di permukaan oklusal atau Ujung akar yang Ujung akar yang
insisal yang digunakan sebagai dideterminasikan secara dideterminasikan secara
acuan untuk pengukuran morfologi radiologis
Weine’s Method
PK definitive = PK – 1 mm (tidak ada resorpsi)
PK definitive = PK – 1,5 mm (ada resorpsi tulang alveolar)
PK definitive = PK – 2 mm (ada resorpsi tulang alveolar dan akar)
UKMP2DG
Highlight!
Sering Keluar UKMP2DG
Grossman Method
1. Instrument dimasukkan ke dalam saluran akar, stopper diletakkan di reference
point kemudian dilakukan foto radiografi
Kombinasi reaming dan filing: file dimasukkan ¼ putaran searah jarum jam, kemudian ditekan ke apikal lalu ditarik ke
koronal
Balanced force: instrument diinsersikan ke dalam SA ¼ putaran searah jarum jam (untuk memotong dentin), kemudian
diputar berlawanan arah dengan jarum jam secara simultan menekan ke apikal lalu file ditarik ke koronal dengan searah
jarum jam
Watch winding: instrument diinsersikan ke dalam SA sambil digerakkan maju mundur dengan sudut rotasi 30-60 derajat.
Watchwinding dan Pull motion: instrument diinsersikan ke apikal dengan cara rotasi ke kanan dan kiri melewati
lengkungan, ketika terasa resistensi, instrument diangkat dengan gerakan pull motion
Alat Shaping
Alat Fungsi Bahan Gerakan
K-file Penetrasi dan Stainless steel Reaming motion
melebarkan saluran Ni-Ti Filling motion
akar
K-reamer Penetrasi dan Stainless steel Twisting motion
melebarkan saluran
akar
H-Type (Hedstrom) Mencari orifice, Translational strokes
membuang undercut
(filling stroke)
Barbed broach Membuang pulpa vital Metal wire
Gates Glidden Drills Preparasi 1/3 korona Stainless steel Digunakan bersama
highspeed/lowspeed
handpis
Peeso Reamers Melebarkan bagian Stainless steel Digunakan bersama
korona lowspeed handpis
Teknik Preparasi SA
Golongan Fenol
• bau menyengat
• rasa tidak enak
• daya aktif maksimal 24 jam
• iritatif jika berlebihanc
• yang dibutuhkan hanya uapnya
Cara aplikasi → diteteskan di kapas → kapas diperas → diaplikasikan di kamar pulpa
ChKM Antibakteri (efektif anaerob) + • Toksik dan iritatif
Analgesik • Untuk kasus nekrosis pulpa tanpa lesi periapikal
• Paling sering digunakan sebagai medikamen pulpa yang telah
diekstirpasi namun belum dilakukan preparasi
• Cocok untuk kondisi nekrosis karena mampu membantu
membunuh bakteri E. faecalis
Chresophene Antibakteri (lebih baik daripada • + dexa → antiinflamsi
ChKM) • Biasanya untuk kasus Periodontitis Apikalis Kronis
• Daya iritatif lebih besar dari ChKM
Cresatin Antibakteri lebih rendah Daya iritatif lebih kecil dari ChKM dan chresopene
UKMP2DG
Highlight!
Sering Keluar UKMP2DG
Golongan lain
Laddermix Demeclocycline (tetracycline) + dexa • Radang periapikal akut
• Bentuknya pasta → aplikasinya menggunakan paperpoint →
paper point diolesi laddermix kemudian dimasukkan ke SA
Ca(OH)2 Antiseptic (tetapi tidak bekerja pada • Untuk jarak kunjungan lama
E. faecalis → paling baik • Mengurangi inflamasi periapeks, merangsang penyembuhan
dikombinasikan dengan ChKM) periapikal
• Paling umum digunakan untuk SA yang sudah dipreparasi
• Sifatnya basa → menetralkan kondisi asam
• Golden standard untuk kondisi abses periapikal
TKF + formalin • Efektif terhadap bakteri anaerob dan aerob
• Efek toksik jika digunakan berlebihan
• Aplikasinya sama seperti golongan fenol
Eugenol Antiseptik (kecil) + Analgesik • Digunakan untuk relief of pain karena ada ekstrak minyak
cengkeh yang dapat menghambat prostaglandin dan sintesis
saraf (mis: kondisi PSA Vital dan tidak tidak cukup waktu sampai
preparasi SA)
• Kondisi nekrosis pulpa tidak perlu pakai eugenol
Obturation
Tujuan obturasi:
Elimasi dan mengunci seluruh akses agen iritan yang tersisa setelah proses shaping dan cleaning dari rongga
mulut atau jaringan periradikuler ke saluran akar
Bahan Obturasi
Silver cone SA yang bulat, taper, dan sempit (P1 RA, akar bukal gigi M RA, akar meial M RB jika berbentuk lurus).
Tidak bisa menyesuaikan bentuk saluran akar. → tdk bisa digunakan untuk gigi anterior, P dengan 1
SA, SA gigi M yang lebar
Gutta Percha (+) → Adaptasi yang baik, material non-reaktif, dimensi stabil, toleransi jaringan baik, radiopak,
plastis jika dihangatkan, terlalut dengan bahan chloroform, minyak eukaliptus
(-) → rigiditas rendah (mudah bengkok), sulit digunakan di SA yang kecil, mudah berubah jika diberi
tekanan, kualitas adesif rendah
Resilon Merupakan material resin core (Resilon) composed of polyester, difunctional methacrylate,
bioactive glass, radiopaque fillers, a resin sealer. Bersifat nontoxic, nonmutagenic, dan
biocompatible.
Costum cones Digunakan pada SA yang lebar
SEALER
Syarat sealer yang ideal
Fungsi sealer saluran akar: 1. Lengket ketika dicampur sehingga memberikan ikatan yang
a. Agent antimicroba baik dengan dinding saluran akar ketika mengeras
b. Mengisi ruang antara material pengisi 2. Menciptakan penutupan yang hermetis
3. Radiopak
dengan dinding dentin
4. Ukuran bbubuk halus, untuk mempermudah pencampuran
c. Sebagai pelumas dengan likuid
d. memberikan radioopansitas 5. Tidak mengerut saat mengeras
e. Sebagai material pengisi 6. Tidak menyebabkan diskolorasi gigi
f. Sebagai material pengikat 7. Bakteriostatik
8. Mengeras dengan lambat
9. Tidak mudah larut dalam cairan jaringan
10. Tidak mengiritasi jaringan periradikuler
11. Dapat larut dalam bahan pelarut
12. Tidak menginduksi sistem imun
13. Tidak mutagenic dan karsinogenik
ZOE → lubrikan yang baik, working time 30
menit, (1:1 ratio), antimikroba, biokompatibel,
mampu mengisi kanal aksesori, void, kanal
lateral dengan baik. Menyebabkan diskolorisasi
akibat kandungan silver.
Endomethasone→ mengandung
dexamethasone (antiinflamasi), dan
hidrokortison (antiinflamasi),
paraformaldehyde, eugenol (liquid)
+ -
+ -
• Penutupan • Meningkatkan
apeks, lateral, resiko fraktur
dan kanal akar vertikal
aksesori yang • Overfilling
baik • Membutuhkan
banyak waktu
Lesi Endo Perio
“Lesi endo-perio adalah suatu kondisi patologis pada jaringan pulpa
dan periodontal yang disebabkan oleh perjalanan penyakit”
DAMPAK PENYAKIT PULPA PADA
DAMPAK PENYAKIT PERIODONTAL PADA
PERIODONSIUM
JARINGAN PULPA
Infeksi pulpa
Bakteri patogen dan produk inflamasi dari
↓
penyakit periodontal
Saluran akar, saluran lateral, saluran
↓
aksesori
saluran aksesori, saluran lateral, foramen
↓
apikal, tubulus dentin yg terbuka
kerusakan jaringan dari daerah apikal ke
↓
margin gingiva
masuk ke dalam sistem saluran akar
(retrograde periodontitis)
(retrograde pulpitis)
UKMP2DG
Highlight!
Sering Keluar UKMP2DG
Etiologi Patogenesis Keluhan pasien Kondisi Pulpa Kondisi Periodontal Perawatan
PRIMARY • Karies Eksaserbasi akut Asymptomatik, tetapi • Nekrosis (vitalitas • Periodontal abses PSA
ENDODONTIC • Restorasi dari lesi apikal ada riwayat -) • True pocket pada 1
LESIONS dekat pulpa kronis pada gigi eksaserbasi akut • Sinus tract pada sisi gigi yang
• Jejas nonvital dapat foramen apikal/ dikeluhkan saja
traumatic meluas ke koronal kanal lateral/ • Kalkulus dan plak
• PSA yang melalui ligament daerah furkasi minimal
jelek periodontal
melalui sulkus
gingiva
PRIMARY ▪ Progresi dari Terjadi karena lesi • Nekrosis (vitalitas • Pocket periodontal PSA dan
ENDODONTIC lesi endodontic -) seperti pada perawatan
LESION WITH endodontic primer yang tidak • Sinus tract pada generalized periodontal
SECONDARY primer dirawat → foramen apikal/ periodontisis pada
PERIODONTAL destruksi jaringan kanal lateral/ gigi yang
INVOLVEMENT semakin besar → daerah furkasi dikeluhkan
jaringan
interradikular →
kerusakan
jaringan lunak
dan keras
UKMP2DG
Highlight!
Sering Keluar UKMP2DG
Etiologi Patogenesis Keluhan pasien Kondisi Pulpa Kondisi Periodontal Perawatan
PRIMARY • Plak Infeksi di periodontal • Periodontal • Gigi vital • Poket periodontal yang • KIE
PERIODONTAL • Kalkulus menyebabkan pain dalam dengan kalkulus dan • Profilaksis
LESIONS • Trauma destruksi hingga ke • Gigi goyang plak oral
daerah periapikal • Attachment loss → gigi • SRP
periodontal goyang • Bedah
• Biasanya disertai dengan periodontal
periodontitis generalis .
PRIMARY Kesalahan Prosedur periodontal Hipersensitivitas • Gigi nonvital • Periodontitis generalis • PSA
PERIODONTAL iatrogenic (SRP, kuretase) → atau inflamasi atau pulpitis • Gigi mobile ketika dipalpasi • Bedah
LESIONS WITH saat kanal aksesori, kanal setelah irreversible • Permukaan akar terbuka, periodontal
SECONDARY perawatan lateral, tubulus dentin perawatan • Keluar pus dari poket jika
ENDODONTIC periodontal terbuka → inflamasi periodontal ketika dipalpasi diperlukan
INVOLVEMENT pulpa
TRUE COMBINED • Plak Pada gigi yang • Gigi goyang • Nonvital • Poket periodontal sempit Jika jariangan
ENDO-PERIO • Kalkulus mengalami lesi pulpa • Dental pain dengan dan dalam (dapat meluas periodontal
LESIONS • Karies dan periodontal • Periodontal karies yang hingga akar gigi) masih bisa
yang bersamaan dan sulit pain meluas • Bone loss dari puncak dirawat → PSA
meluas untuk dibedakan • Kadang tulang alveolar meluas ke → perawatan
• Restora secara klinis melibatkan apikal periodontal
si buruk bifurkasi (KIE, SRP,
bedah)
PRIMARY ENDODONTIC LESION WITH
PRIMARY ENDODONTIC LESIONS
SECONDARY PERIODONTAL INVOLVEMENT
UKMP2DG
Highlight!
Sering Keluar UKMP2DG
Kontraindikasi
1. Daerah kerja tidak dapat diisolasi dari kontaminasi oleh
cairan mulut
2. Seluruh beban oklusi mengenai bahan restoratif,
3. Restorasi yang meluas ke permukaan akar →
menghasilkan integritas marginal yang kurang baik.
UKMP2DG
Highlight!
Sering Keluar UKMP2DG
Nanohybrid 0,1-2 µm • Sifat fisik dan mekanik umumnya lebih unggul dari • Aplikasi klinis yang universal
komposit konvensional
Nanofill 0,005–0,01 µm • Sifat fisik yang baik dan estetika yang lebih baik • Aplikasi klinis yang universal
• Mudah dipoles
Ionomer kaca melepaskan fluorida ke dalam struktur gigi sekitarnya, menghasilkan efek anti kariogenik
potensial, dan memiliki koefisien ekspansi termal yang baik. Powder tersusun atas fluoroaluminosilicate
glass dan liquidnya asam poliakrilat. Manipulasinya menggunakan teknik fold and press di atas paper
pad.
Indikasi :
1. Bahan yang baik untuk restorasi gigi dengan karies permukaan akar karena kualitas anti-kariogenik
yang melekat dan adhesi ke dentin.
2. Restorasi pada pasien memiliki resiko karies yang tinggi karena aktivitas pelepasan fluoride yang
berkelanjutan
3. Sementasi permanen mahkota gigi
Kontraindikasi
1. Restorasi area oklusal gigi posterior (ketahanannya yang rendah terhadap keausan dan kekuatan yang
relatif rendah dibandingkan dengan komposit atau amalgam)
2. Restorasi anterior yang membutuhkan estetik yang tinggi
RMGI KOMPOMER
RMGI dikembangkan untuk meningkatkan sifat Kompomer memiliki sifat fisik lebih unggul dari
fisik dan estetik GIC konvensional. RMGI lebih GIC tradisional dan RMGI, tetapi lebih rendah
mudah digunakan dan memiliki kekuatan yang daripada komposit. Indikasi untuk penggunaan
lebih baik, tahan aus, dan estetika daripada GIC klinis terbatas. Meskipun kompomer mampu
konvensional, namun lebih rendah daripada melepaskan fluoride, pelepasannya tidak
komposit. berkelanjutan secara konstan, dan anti-
kariogenisitas dipertanyakan.
Diindikasikan untuk:
1. Restorasi Kelas V pada orang dewasa yang
memiliki resiko karies tinggi
2. Restorasi Kelas I dan II pada gigi sulung yang
tidak membutuhkan perawatan jangka
panjang
UKMP2DG
Highlight!
Sering Keluar UKMP2DG
Summary
Lokasi Kondisi Klinis Rencana Perawatan
Site 1 (Pit dan fissure, Gigi imatur yang baru erupsi dengan fisura yang dalam Unfilled resin atau GIC
permukaan halus)
Gigi matur dengan keterlibatan karies dentin kecil atau kavitas Restorasi Sandwich GIC dan komposit
berukuran sedang, tanpa beban oklusal abnormal dan pit fissure sealant
Lesi sedang hingga besar pada gigi posterior dengan luas keterlibatan Restorasi Sandwich GIC dan komposit
oklusal dan pit fissure sealant
Site 2 (proksimal Lesi yang tidak menembus dentin manajemen diet, instruksi kebersihan
posterior) mulut, penggunaan pasta gigi fluoride
lesi telah menembus ke dalam dentin dan tidak sampai DEJ GIC atau Sandwich GIC Komposit (jika
meluas ke subgingiva)
Lesi yang lebih besar dengan ridge marginal yang terlibat Komposit atau restorasi indirect jika
kavitas luas
Lesi luas dengan cusp yang tidak ditopang atau melemah atau satu atau Onlay
lebih cusp dengan belahan di dasarnya
Site 2 (proksimal Lesi yang tidak menembus dentin Manajemen diet, instruksi kebersihan
anterior) mulut dengan pasta gigi berfluoride
Intrakorona
Intraradikuler
UKMP2DG
Highlight!
Ekstrakorona Sering Keluar UKMP2DG
Mahkota penuh atau complete crown. Complete crown merupakan restorasi yang menutupi seluruh
permukaan mahkota klinis dari suatu gigi asli.
All Metal (full cast crown) All ceramic crown (mahkota porselen) Porcelain fused to metal
• Suatu restorasi yang menyelubungi • Mahkota porselen mempunyai nilai • Lapisan logam sebagai substruktur
seluruh permukaan gigi dari logam estetik tinggi mahkota jaket porselen fused to
campur yang dituang. • Tidak mengalami korosi metal akan mendukung lapisan
• Indikasi → gigi molar dan premolar • Biayanya mahal porselen di atasnya sehingga
RA dan RB, penderita dengan oklusi mengurangi sifat getas (brittle)
• Kekuatan rendah dibandingkan
dan artikulasi yang berat, tekanan porselen
dengan mahkota metal-porselen
kunyah besar, tidak memerlukan • Memiliki kerapatan tepi dan daya
• Indikasi → membutuhkan estetik
estetik, gigi dengan karies cervikal, tahan yang baik.
tinggi, Tooth discoloration,malposisi,
dekalsifikasi, dan enamel hipoplasi. • Lapisan porselen akan memberikan
gigi yang telah dirawat endodonsi
• Kontraindikasi → sisa mahkota gigi dengan pasak dan inti penampilan yang estetik.
tidak cukup terutama pada gigi • Gigi pasca perawatan saluran akar
• Kontraindikasi → indeks karies tinggi,
dengan pulpa vital, memerlukan yang direstorasi dengan mahkota
distribusi beban di oklusal tidak baik,
estetik, pasien dengan OH buruk porselen fused to metal tingkat
dan bruxism.
sehingga restorasi mudah tarnish, keberhasilan perawatannya tinggi.
alergi logam
UKMP2DG
Highlight!
Intrakorona Sering Keluar UKMP2DG
Intraradikuler
Mahkota Pasak Mahkota pasak fiber reinforced composite
• Kerusakan mahkota gigi asli pada gigi • Pasak fiber, semen resin, bahan inti resin
posterior maupun anterior yang cukup komposit, dan dentin memiliki modulus
parah akan menimbulkan masalah retensi elastisitas yang hampir sama, sehingga
• Indikasi: gigi pasca perawatan meningkatkan keberhasilan restorasi,
endodontia, memperbaiki inklinasi gigi. dibandingkan dengan pasak dan inti
• Kontraindikasi: jaringan yang mendukung metal.
gigi tidak cukup, OH buruk, dinding • Diindikasikan untuk saluran akar yang
saluran akar tipis, resorpsi procesus lebar, dinding saluran akar yang tipis
alveolaris lebih dari 1/3. misalnya pada akar yang belum terbentuk
sempurna
Restorasi Post-PSA
Perubahan yang Terjadi pada Gigi Post PSA
Amalgam coronal-
Kerusakan Mahkota Sedang radicular core atau
Gigi Posterior Post
• Minimal ada 1 cusp yang resin composite core
Endo → Wajib followed by a full-
masih baik
Cuspal Coverage Extremely tapered canals
• Extreme root curvature coverage crown
Custom-made post and core
followed by a full-coverage
Kerusakan Mahkota Signifikan
crown
• Little or no remaining coronal
tooth structure Post dan core Canals with circular cross-
• High risk of fracture sections
• FPD or RPD abutment Prefabricated post with
amalgam or resin composite
core followed by a full-
coverage crown
Komponen gigi post endo yang sudah
di restorasi lengkap
1.Struktur gigi yang tersisa
2.Komponen restorasi
❑Post
❑Core
❑Luting agent
UKMP2DG
Highlight!
Struktur Gigi yang Tersisa Sering Keluar UKMP2DG