0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
182 tayangan92 halaman

Diagnosa Pulpa dan Periapikal Gigi

Dokumen tersebut memberikan informasi mengenai diagnosa konservasi gigi. Diagnosa dibagi menjadi diagnosa pulpa dan diagnosa periapikal. Pada diagnosa pulpa dijelaskan kondisi pulpa normal, pulpitis reversible dan irreversible, nekrosis pulpa, serta kondisi gigi yang sebelumnya dirawat. Sedangkan pada diagnosa periapikal dijelaskan kondisi jaringan apikal normal, periodontitis apikal, abscess apikal, serta osteitis kondensan. Diuraikan pula gej

Diunggah oleh

rocky
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
182 tayangan92 halaman

Diagnosa Pulpa dan Periapikal Gigi

Dokumen tersebut memberikan informasi mengenai diagnosa konservasi gigi. Diagnosa dibagi menjadi diagnosa pulpa dan diagnosa periapikal. Pada diagnosa pulpa dijelaskan kondisi pulpa normal, pulpitis reversible dan irreversible, nekrosis pulpa, serta kondisi gigi yang sebelumnya dirawat. Sedangkan pada diagnosa periapikal dijelaskan kondisi jaringan apikal normal, periodontitis apikal, abscess apikal, serta osteitis kondensan. Diuraikan pula gej

Diunggah oleh

rocky
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

drg.

Iga Nadya Putri


UKMP2DG
Highlight!
Sering Keluar UKMP2DG

Diagnosa Konservasi

• AAE (American Association of Endodontics)

Diagnosa Pulpa Diagnosa Periapikal


Pulpa Normal Normal Apical Tissue

Pulpitis Reversible Apical Periodontitis (Symptomatic dan Asymptomatic)

Pulpitis Irreversible (Symptomatic dan Asymptomatic) Apical Abcess (Acute dan Chronic)

Nekrosis Pulpa Condensing Osteitis

Previously Treated

Previously Initiated Theraphy


UKMP2DG
Diagnosa Pulpa Highlight!
Sering Keluar UKMP2DG

Pulpitis Irreversible
Previously
Diagnosis Pulpa Normal Pulpitis Reversible Nekrosis Pulpa Previously Treated
Symptomatic Asymptomatic Initiated Theraphy

Tidak memiliki ▪ Rasa tidak ▪ Sakit tajam yang jika ▪ Tidak memiliki Tidak memiliki Tidak memiliki Tidak memiliki
gejala nyaman/ngilu jika ada rangsang termal gejala gejala gelaja kecuali gelaja kecuali
ada rangsang ▪ Sakit menetap (≥30 terjadi infeksi terjadi infeksi
dingin/manis dan detik) setelah
hilang 1-2 detik rangsang dihilangkan
setelah rangsang ▪ Sakit spontan
Gejala
dihilangkan ▪ Nyeri alih
▪ Tidak ada sakit/ ▪ Sakit meningkat ketika
nyeri spontan posisi berbaring
▪ Analgesik tidak
memberikan
perbaikan
Respon normal thd - Dentin terbuka ▪ Vitalistas + ▪ Respon normal ▪ Vitalitas – ▪ Gigi telah ▪ Pernah
rangsang termal - Karies atau ▪ Perkusi – terhadap tes dirawat dirawat endo
Gambaran dingin (bertahan 1- restorasi dalam ▪ Karies dalam termal endodontic tetapi belum
Klinis 2 detik setelah - Vitalitas + ▪ Restorasi luas ▪ Vitalitas + ▪ Vitalitas – dilakukan
rangsang hilang) ▪ Fraktur mengenai ▪ Karies dalam obturasi
vitalitas + pulpa ▪ Restorasi luas

Normal Normal Normal Normal Normal kecuali ▪ Ada bahan Normal/ patologis
jika SA terinfeksi pengisiSA jika terdapat
Gambaran akan memberikan ▪ Normal/ infeksi
Radiograf gambaran patologis jika
periodontitis terdapat
apikal infeksi
UKMP2DG
Diagnosa Periapikal Highlight!
Sering Keluar UKMP2DG

Apical Periodontitis Apical Abcess


Diagnosa Normal Apical Tissue Condensing Osteitis
Symptomatic Asymptomatic Acute Chronic
Tidak ada gejala Sakit saat menggit Tidak ada gejala ▪ Nyeri spontan Tidak ada/sedikit rasa Tidak ada gelaja
▪ Sakit saat menggigit tidak nyaman
Gejala
▪ Malaise, demam,
limfadenopati
▪ Perkusi – ▪ Perkusi + ▪ Perkusi - ▪ Vitalitas – ▪ Vitalitas - ▪ Karies yang luas
▪ Palpasi – ▪ Palpasi + ▪ Palpasi - ▪ Perkusi + ▪ Terdapat sinus dan dalam/gigi
Gambaran ▪ Palpasi + tract dan disertai nonvital/ post-PS
Klinis ▪ Bengkak + pus
▪ Bengkak +

Normal (lamina dura Normal/ada pelebaran Radiolusensi pada Dapat disertai/ tidak Radiolusen pada Radiopak diffuse di
Gambaran intak, ruang ligamen ruang ligamen daerah periapikal disertai kerusakan periapikal daerah periapikal
Radiograf periodontal teratur periodontal, radiolusensi (pelebaran ruang jaringan periapikal
pada periapikal ligament periodontal)
UKMP2DG
GV BLACK Highlight!
Sering Keluar UKMP2DG

Class Gambaran Klinis Karies


I ▪ Pit dan fissure pada 1/3 dan 2/3 gigi posterior
▪ Lingual gigi anterior
II Proksimal gigi posterior
III Proksimal gigi anterior tanpa keterlibatan sudut insisal
IV Proksimal gigi anterior melibatan sudut insisal
V 1/3 gingiva permukaan fasial/lingual gigi posterior atau anterior
VI Ujung cusp gigi posterior
UKMP2DG
Highlight!
ICDAS Sering Keluar UKMP2DG

0 1 2 3 4 5 6
Permukaan gigi Ada perubahan Perubahan visual ▪ Kavitas enamel Bayangan Kavitas mencapai Kavitas luas dan
normal : tidak ada visual opasitas / yang tampak saat yang terlihat saat hitam dari dentin yang dalam (>1/2
tanda-tanda diskolorasi permukaan gigi kavitas dentin nampak secara permukaan)
karies setelah gigi (putih/coklat dalam keadaan basah/kering visual dengan dentin
dikeringkan setelah basah, semakin ▪ Tidak ada terbuka
selama 5 detik permukaan gigi terlihat ketika keterlibatan
dikeringkan dikeringkan dentin

0 1 2 3 4

5 6
UKMP2DG
Highlight!
Mount and Hume Sering Keluar UKMP2DG

Site Size
0 - Lesi awal yang bisa diidentifikasi namun belum menyebabkan
kavitas
1 ▪ Pit & fissure permukaan oklusal gigi posterior Lesi minimal (kavitas enamel)
▪ Permukaan halus enamel
2 Proksimal Kavitas sedang (enamel dan dentin)
3 Servikal, termasuk akar yang terbuka Kavitas meluas sampai melibatkan cusp gigi posterior /
insisisal edge gigi anterior
4 - Kavitas melibatkan hilangnya cusp gigi posterior atau insisal
edge gigi anterior
Site 1 Size 1 Site 2 Size 1 Site 3 Size 3

Site 1 Size 3 Site 2 Size 4 Site 3 Size 4


Pemeriksaan Subjektif
• Identitas Pasien (nama, umur, pekerjaan, alamat)
• Dental History
Localization Gigi mana yang dikeluhkan?
Commencement Kapan mulai terjadi sakit? Kapan saja sakit?
Intencity Bagaimana intensitas rasa sakit (dalam skala)? Seberapa sering mengalami sakit?
Provocation and Apa yang mencetuskan, memperparah, meringankan rsa sakit? Sudah pernah minum
attenuation obat?
Duration Sakit muncul sebentar, lama, menetap?

• Medical History

Cardiovascular Pulmonary Gastrointestinal and renal


Hematologic Neurologic Endocrine
Pemeriksaan Objektif
Ekstraoral Intraoral
1. Pemeriksaan visual dan palpasi
untuk mendeteksi adanya
pembengkakan di area fasial
(asimetri), sulkus nasiolabial (hilang
→ curiga abses fossa canina), sinus
tract
1. Pemeriksaan jaringan keras
2. Palpasi pada limfa nodi servikal dan a. Warna → normal (translusen dan bersinar), nekrotik
submandibular (normal → tidak (diskolorasi)
teraba, lunak → infeksi, keras b. Kontur → ada tidaknya fraktur
terfiksir → curiga keganasan) c. Konsistensi → identifikasi lesi karies/nonkaries, resorpsi
2. Pemeriksaan jaringan lunak
a. Visual → Warna, kontur, dan konsistensi gingiva
b. Probing
PERKUSI
• Untuk mengevaluasi status periodontium di sekitar gigi.
• Gigi diketuk dengan cepat, awalnya dengan intensitas rendah oleh jari dan
kemudian dengan meningkatkan intensitas dengan handle instrument pada
beberapa sisi dan diikuti pada gigi lain yang sehat
• Respon sensitif→ periodontitis apikal simptomatik
PALPASI
• Untuk memeriksa konsistensi jaringan dan respon nyeri
• Dilakukan dengan ujung jari, menggunakan tekanan ringan.
• Evaluasi:
▪ fluktuasi ▪ kehadiran dan lokasi adenopati
▪ kehadiran, intensitas, dan lokasi nyeri ▪ krepitasi tulang

MOBILITAS
• Untuk memeriksa kegoyangan gigi
• Menekan ringan permukaan bukal dan lingual menggunakan 2 ujung handle
kaca mulut atau 1 dengan jari dan 1 dengan ujung handle kaca mulut →
derajat mobilitas

BITE TEST/ TES TEKAN


• Untuk mengidentifikasi gigi yang retak atau cusp yang retak, dan kondisi
patologis di periapikal
• Menginstruksikan pasien untuk menggigit cotton roll yang telah diposisikan
di oklusal
UKMP2DG • Nyeri saat menggigit → periodontitis apikal simtomatik
Highlight! • Nyeri saat gigitan dilepas → cracked tooth
Sering Keluar UKMP2DG
• TES TERMAL → Untuk menentukan sensitivitas gigi terhadap perubahan suhu
• Sensitif terhadap perubahan suhu → vitalitas (+)
• Tidak sensitif terhadap suhu → vitalitas (-)

TES TERMAL PANAS


• Dilakukan pada 1/3 okluso-bukal atau daerah yang terekspos setalah dilakukan pengeringan
dan pengolesan Vaseline (≤5 detik)
• Panas (air panas dengan isolasi rubber dam, Hot burnisher, Hot compound , Dry rubber
polishing wheel)

TES TERMAL DINGIN


• Dilakukan pada midfasial/midbukal gigi yang telah dikeringkan (≤15 detik)
• Dingin (Endo-Ice/1,1,1,2-tetrafluoroethane, CO2 snow, pencil of ice, Ice cold water under
rubber dam isolation, Ethyl chloride)

EPT
• Untuk menentukan vitalitas gigi menggunakan stimulus saraf yang meningkat secara bertahap
• Ada respon → pulpa vital
• Tidak ada respon → pulpa nonvital

TES ANASTESI
• Untuk pasien yg datang dalam keadaan sakit dan tidak bisa menentukan gigi penyebab
• Menggunakan an.infiltrasi/intraligamen pada gigi paling posterior di daerah yg dicurigasi sebagai
penyebab nyeri lalu ke mesial hingga rasa sakit hilang

TES KAVITAS
• Dilakukan ketika metode lain tidak menunjukkan hasil yang akurat
• Kavitas dibur melalui DEJ tanpa anastesi dengan highspeed hingga pasien merasa nyeri
• Nyeri sebelum mencapai kamar pulpa → vital
UKMP2DG • Tidak nyeri mencapai kamar pulpa → nonvital
Highlight!
Sering Keluar UKMP2DG
UKMP2DG
Highlight!
Tes untuk gigi fraktur Sering Keluar UKMP2DG

RADIOGRAFI VISUAL BITE TEST


Periapikal menyediakan informasi • Transilluminasi → • Menggunakan cotton roll atau
detail tentang gigi dan jaringan o untuk mendeteksi adanya tooth sloth
sekitarnya: fraktur/infark pada gigi dengan • Nyeri saat tekanan dilepaskan →
• pemeriksaan pulpa dan morfologi cara menyinari gigi crown originating fracture
akar gigi, menggunakan fiber optic light
• status tulang alveolar pendukung di o Berguna untuk mendeteksi
area interdental, fraktur incomplete dan fraktur
• mendeteksi kondisi patologi yang memiliki arah mesiodistal
peripikal • Dye → menggunakan methylene
• fraktur mahkota atau akar blue untuk mendeteksi fraktur
Anatomi Gigi
• Cell bodies of odontoblast
• Pembuluh darah kapiler
• Serabut saraf
• Dendritic cells

Kapiler, serabut saraf


tidak bermyelin, prosesus
fibroblast

Fibroblast, sel imun (makrofag,


dendritic cells), undifferentiated
mesenchymal stem cells.

Jaringan ikat longgar


(fibroblast), pembuluh
darah, saraf
Odontoblast
❑Berfungsi dalam proses
dentinogenesis (pembentukan
dentin dan tubulus dentin)
❑Sintesis odontoblast:
1. Serabut kolagen (tipe I dan V)
2. Proteoglycans
3. Dentin sialoprotein
4. Phosphophoryn
5. Acid phosphatase dan alkaline
phosphatase (berperan dalam
proses mineralisasi)
Inervasi Pulpa
Karies

What is dental caries ?


Penyakit multifaktorial, infeksius yang
terutama disebabkan oleh interaksi
kompleks dari flora mulut kariogenik
(biofilm) dengan karbohidrat yang
difermentasi pada permukaan gigi dalam
waktu tertentu.
UKMP2DG
Highlight!
Pelikel (Glikoprotein) Sering Keluar UKMP2DG

❑ S. Mutans
Initial Colonizer → Streptococcus spp ❑ S. Salivarius
❑ S. sobrinus
Enzyme Transferase ❑ S. parasanguinis

Fermentasi karbohidrat (glukosa, fruktosa, galactosa)

Asam laktat Extra-Cellular Polysaccharide (ECP)


Metabolic cooperation

↓ pH di bawah level kritis Lactobacillus fermentum (pada advanced lesions)


(5.5 pada enamel, 6.2 pada dentin)

Difusi kalsium dari gigi ke biofilm

Demineralisasi Kavitas
Karies enamel dan dentin yang mengandung banyak bakteri

Penetrasi bakteri ke lapisan yang lebih dalam

Toksin bakteri menginfeksi pulpa

Infiltrasi sel-sel radang kronis

Infiltrasi pulpa oleh bakteri

Infiltrasi PMN

Pembentukan daerah nekrosis likuefaksi

Penyebaran nekrosis ke seluruh pulpa dan daerah periapikal


UKMP2DG
Highlight!
Histopatologi Karies Enamel Sering Keluar UKMP2DG

Surface zone Body of lesions Dark zone Translucent zone


Infeksi/ iritasi (noxious chemical, thermal, and mechanical stimuli) mengenai pulpa

Pelepasan mediator inflamasi

Ditangkap oleh nociceptive sensory neuron


PERCEPTION

Produksi second messengers dan aktivasi protein kinase dan phospholipase

Kanal ion terbuka

Penghantaran rangsang oleh serabut saraf


INPUT

Spinal Cord
PROCESSING
Thalamus

Dipersepsikan oleh Cortex


UKMP2DG
Highlight!
Sering Keluar UKMP2DG

Serabut saraf dalam ruang pulpa:


1. Myelinated (A fibers)
2. Unmyelinated (C fibers).

Serabut Myelin Lokasi Karakteristik nyeri Ambang Rangsangan


A-delta Bermyelin Pulp-dentin junction Tajam, menusuk, cepat, Rendah
terlokalisasi
C Tidak bermyelin Terdistribusi di dalam pulpa Sakit, tumpul, menyebar, Tinggi, biasanya
lambat, tidak hilang berhubungan dengan
meskipun stimus jejas pada jaringan
dihilangkan
4 zona yang ada akibat adanya respon dari
sistem saluran akar untuk mengisolasi dan
melokalisasi infeksi pada daerah
Fish zone of endodontic periradikuler

1. Infection/Necrosis → mengandung bakteri, PMN, sel


nekrosis, komponen destruktif yang dilepaskan dari
proses fagositosis
2. Contamination → mengandung toksin bakteri,
osteosit nekrosis, lacuna kosong, dan limfosit
3. Irritation → mengandung toksin yang lebih sedikit,
makrofag, histocytes, osteoklast dan plasma cell
4. Stimulation → mengandung toksin yang lemah,
osteoblast dan fibrobalst.
Endodontik Tujuan utama → untuk menciptakan lingkungan di dalam sistem
saluran akar yang memungkinkan penyembuhan dan pemeliharaan
kesehatan jaringan periradikular yang berkelanjutan.

Endo adalah kata Yunani untuk "Dalam" Memelihara dan memulihkan gigi yang gagal pada terapi endodontik
dan Odont adalah kata Yunani untuk "Gigi". sebelumnya.

Perawatan endodontik berhubungan


dengan bagian dalam gigi. Memelihara dan memulihkan gigi dengan pulpa yang rusak dan
nekrotik
Endodontik adalah cabang kedokteran gigi
klinis yang berhubungan dengan
pencegahan, diagnosis dan pengobatan Menjaga vitalitas pulpa.
patologi pulpa gigi dan gejala yang
menyertainya.
UKMP2DG
Highlight!
Sering Keluar UKMP2DG

Indikasi
1. Ada keterlibatan pulpa karena karies, trauma, dll
2. Elektif → dilakukan pada gigi yang mengalami farktur atau restorasi yang
berat dan memiliki resiko untuk mengalami exposure pulpa
3. Restorasi yang tidak memadai → perawatan endodontik diikuti dengan
restorasi gigi yang optimal memberikan tingkat keberhasilan yang tinggi
4. Devitalisasi gigi → pada pasien dengan gigi atrisi, karies yang meluas
atau berulang dan defek permukaan yang halus lebih baik dilakukan
desensitisasi sehingga pasien tidak merasa tidak nyaman terhadap dingin
atau makanan manis
5. Endodontik darurat → pada pasien yang datang dengan nyeri gigi akut
Kontraindikasi
1. Gigi yang tidak dapat direstorasi: Gigi dengan karies akar yang luas, karies
furkasi, rasio mahkota/akar yang buruk, dengan akar yang retak
2. Gigi yang instrumentasinya tidak memungkinkan: Gigi dengan lekukan yang
tajam, dilaserasi, kalsifikasi, sklerosis dentin
3. Aksesibilitas yang buruk: Kadang-kadang trismus atau jaringan parut akibat
prosedur bedah atau trauma, masalah sistemik, dll
4. Resorpsi gigi yang tidak dapat diobati
5. Fraktur gigi vertikal
6. Hopeless teeth: gigi yang tidak dapat direstorasi atau memiliki dukungan
periodontal yang tidak memadai dan dapat diterima tidak ada harapan.
7. Kondisi sistemik: sebagian besar kondisi medis tidak merupakan kontraindikasi
perawatan endodontik tetapi pasien harus dievaluasi secara menyeluruh untuk
mengelola kasus secara optimal
UKMP2DG
Highlight!
Sering Keluar UKMP2DG

Triad Endodontik
Preparasi koronal yang memungkinkan akses tanpa hambatan ke orifisium kanal, akses garis lurus
Open Access ke foramen apikal, kontrol penuh atas instrumentasi dan menyediakan teknik obturasi yang baik.

Cleaning & Prosedur melebarkan dan menghaluskan saluran akar sehingga dentin yang
Shaping terinfeksi dapat terambil dan bahan irigasi dapat membersikan dinding saluran akar

Proses tahapan dimana saluran akar sudah dilakukan preparasi dan


Obturation sterilisasi akan dimasukkan bahan pengisi guna mencegah terjadinya
infeksi ulang
Open Access

Tujuan cavity access Preparasi akses yang ideal harus :


1. Akses langsung berupa garis lurus ke foramen apikal a. Membenuk akses garis lurus langsung ke dalam orifice
→ Peningkatan kontrol instrumen karena defleksi dengan sudut garis membentuk corong yang turun
instrumen minimal dan kemudahan memasukkan dengan mulus ke dalam saluran akar
instrumen ke dalam saluran, peningkatan obturasi, dan b. Menghilangkan kontak koronal pada instrumen
menurunkan insiden kesalahan iatrogenik. (mencegah ledge dan perforasi)
2. Membuang atap kamar pulpa → Debridement optimal c. Pandangan tidak terhalang ke dalam saluran akar
kamar pulpa, meningkatkan visibilitas, menemukan d. Instrument harus melewati saluran tanpa menyentuh
orifice, memungkinkan akses garis lurus, mencegah bagian dari kavitas.
perubahan warna gigi karena jaringan pulpa yang tersisa. e. Tidak ada sisa karies di kavitas.
3. Mempertahankan struktur gigi yang sehat sebanyak
mungkin untuk menghindari melemahnya struktur gigi
yang tersisa.
ALAT
1 Access Opening Burs Round burs dengan panjang shank 16 mm (3 mm lebih
panjang dari bur standar)

2 Access Refining Burs Berbentuk flame dengan grit kasar, bulat meruncing dan
berlian untuk menghaluskan dinding kavitas

3 Surgical Length Burs Memiliki panjang 32 mm. Berguna apabila pandangan


dan akses sulit

4 Munce Discovery (MD) Bur karbida bulat dengan panjang 34


Burs

5 Müller Burs Bur bulat karbida dengan shaft panjang → digunakan


untuk preparasi saluran yang terkalsifikasi
Guideline Preparasi Cavity Access
1. Periksa kedalaman preparasi dengan cara mengarahkan bur dan
handpis di atas foto radigraf
2. Menggunakan safe ended bur untuk membentuk outline form
sesuai dengan axioma gigi
3. Penetrasi bur dari oklusal hingga menembus atap kamar pulpa
(sensasi jatuh)
4. Membuang atap pulpa secara sempurna
5. Finishing akses menggunakan noncutting ends bur
6. Eksplorasi orifice
7. Membuang struktur yang tidak didukung jaringan yang sehat
UKMP2DG
Highlight!
Sering Keluar UKMP2DG

Gigi Panjang Ruang Pulpa Saluran Akar Gambar Saluran Outline Form
Gigi Akar
Insisiv sentral 22.5 cm • Terletak di tengah mahkota • 1 akar, 1 SA Segitiga bersudut bulat
RA dengan jarak yang sama antar • Kebanyakan lurus dengan dasar
dinding dentin menghadap insisal
• Berbentuk ovoid

Insisiv lateral 21 mm • Terletak di tengah mahkota • 1 akar, 1 SA


RA dengan jarak yang sama antar • Apeks kadang
dinding dentin melengkung ke arah
• Berbentuk lebih bulat palatal

Caninus RA 26.5 mm • Berbentuk triangular • 1 akar, 1 SA Oval dgn


• Lurus dan kadang diameter
melengkung di distal labiopalatal
lebih besar

Premolar 1 RA 21 mm • Memiliki 2 tanduk pulpa (di ▪ 2 akar, 2 SA Oval dgn lebar <1/2
apikal cusp bukal dan palatal) ▪ Lurus dan divergent inklinasi lingual cusp
bukal dan <1/2
inklinasi bukal cusp
lingual
UKMP2DG
Highlight!
Sering Keluar UKMP2DG

Gigi Panjang Ruang Pulpa Saluran Akar Gambar Saluran Outline Form
Gigi Akar
Premolar 2 21.5 mm • Dalam arah bukopalatal lebih lebar ▪ Seringkali 1 akar, 1 Sama dengan P1 RA
RA dibandingkan mesiodistal SA
▪ Kadang 1 akar, 2 SA

Molar 1 RA 21 MM • Kamar pulpa paling lebar dengan 4 ▪ 3 akar dengan 3/4 Rhomboid
tanduk pulpa (mesionukal, SA
mesiopalatal, distobukal, distoplatal) ▪ Orifice palatal yg
membentuk rhomboid paling lebar
• 4 dindingnya membentuk triangular ▪ Orifice mesiobukal
yg paling sempit
Molar 2 RA 20 mm • Mirip seperti M1 RA tapi ▪ Mirip seperti M1 RA Segitiga bersudut
mesiodistalnya lebih sempit namun tidak lebih bulat dengan alas
• Atap pulpa berbentuk rhomboid divergent dari M1 menghadap bukal
RA

Molar 3 RA 16.5 mm • Mirip dengan M2 RA namun bentuk, ▪ Dapat ditemukan


ukuran, ruang pulpa lebih bervariasi 1/2/3/lebih SA
Gigi Panjang Ruang Pulpa Saluran Akar Gambar Saluran Outline Form
Gigi Akar
Insisive 21 mm • Merupakan gigi paling kecil ▪ 1 akar, 1 SA (kadang Oval panjang dgn
Central RB • Mirip dengan insisive central RA ditemukan SA yang dimensi g lebih besar
• Terdapat 3 tanduk pulpa bercabang) pada arah insisalgingiva
▪ Ovoid, sempir dalam arah
mesiodistal
Insisive 21 mm • Mirip dengan insisiv central RB ▪ Mirip insisive central RB
Lateral RB namun memiliki dimensi yang ▪ Lurus dan membengkok ke
lebih lebar distal/labial

Caninus 22.5 • Menyempit di 1/3 insisal dan ▪ 1 akar, 1 SA (kadang 2) Oval dgn
RB mm melebar di 1/3 servikal ▪ Oval di koronal, bulat di diameter
• Terdapat konstriksi di servikal apikal mesiodistal
• Lebih sempit dalam arah lebih sempit
mesiodistal
Premolar 21.5 • Menyempit dalam arah ▪ 1 akar, 1 SA Oval dengan mesiodistal
1 RB mm mesiodistal ▪ Oval dalam arah bukal yg lebih lebar (penetrasi
• Terdapat 2 tanduk pulpa (bukal lingual bur di inklinasi ligual
lebih prominen) ▪ Bulat di daerah apikal cusp bukal sejajar dgn
puncak cusp)
Gigi Panjang Ruang Pulpa Saluran Akar Gambar Saluran Outline Form
Gigi Akar

Premolar 22.5 • Mirip dengn Premolar 1 RB ▪ 1 akar, 1 SA Oval dengan


2 RB mm namun tanduk pulpa lingual ▪ Oval di koronal dan bulat di mesiodistal yg lebih
lebih prominen apikal lebar (penetrasi bur
di fossa sentral)

Molar 1 21 mm • Atap pulpa berbentuk ▪ Akar mesial (mesiobukal dan Trapezoid/


RB rectangular mengikuti bentuk mesiolingua), distal (1 atau 2 Rhomboid
dinding mesial yang lurus dan SA)
dinding distal yang membulat
• Ada 4 atau 5 tanduk pulpa
Molar 2 20 mm • Mirip M1 RB namun ukurannya ▪ 2 akar 3 SA Trapezoid/ Rhomboid
RB lebih kecil
• Orifice lebih kecil dan
berdekatan

Molar 3 17.5 • Mirip dengan M1/M2 RB ▪ Dapat ditemukan 1/2/3 SA


RB mm namun lebih bervariasi ▪ C-shaped orifice
Cleaning & Shaping
Cleaning → prosedur membuang seluruh patogen dari saluran akar
Shaping → prosedur membentuk kavitas untuk menyediakan akses yang optimal
ke dalam saluran akar dan menciptakan preparasi apikal sehingga instrument dan
bahan obturasi akhir bisa fit dengan mudah

Tujuan Cleaning & Shaping


Membuang jaringan lunak dan keras yang terinfeksi
Memberikan akses kepada bahan irigasi untuk mencapai ruang saluran akar bagian apikal
Membentuk ruangan untuk medikamen dan bahan obturasi
Mempertakankan integritas struktur radikular
Irigasi
Fungsi bahan irigasi Sifat ideal yang harus dimiliki oleh bahan irigasi
❑ Menghilangkan hasil dari pengasahan fisik ➢ Antimicrobial spectrum luas
dentin ➢ Broadspectrum antimicrobial properties
❑ Meningkatkan efektivitas instrument ➢ Dapat membantu debridement saluran akar
❑ Melarutkan jaringan nekrotik ➢ Memiliki kemampuan untuk melarutkan jaringan
❑ Membuang debris dari saluran lateral dan nekrotik dan debris
aksesoris ➢ Tingkat toksisitas rendah
❑ Sifat antimikroba ➢ Pelumas yang baik
❑ Efek bleaching ➢ Memiliki tegangan permukaan yang rendah untuk dapat
❑ Bahan irigasi dengan agent lubrikan mengalir ke daerah yang sulit diakses
meningkatkan efisiensi prosedur ➢ Memiliki kemampuan untuk mensterilkan saluran akar
❑ Membuka tubulus dentin dengan cara ➢ Menghalangi/melarutkan smear layer
menghilangkan smear layer ➢ Menginaktivasi endotoksin
UKMP2DG
Highlight!
Sering Keluar UKMP2DG

NaOCl 2,5%; CHX 2 % EDTA 15-17%

Anti-mikroba Antibakteri spectrum luas Lebih efektif untuk bakteri gram +


daripada gram - -

Kelebihan • Melarutkan jaringan nekrotik dan kolagen • Memiliki efek residual • Bahan khelasi kalsium
dentin antimikroba yang bertahan 72 • Pelarut anorganik → pelunak
• Memiliki sifat antimikroba jam dentin
• Memiliki kemampuan bleaching • Menghilangkan smear layer
• Murah, mudah dicari

Kekurangan • Iritatif • Tidak dapat melarutkan • Karena bentuknya pasta →


• Dapat menyebabkan endapan → harus jaringan nekrotik harus diakhiri dengan aquades
diakhiri dengan aquades • Tidak bisa digunakan sebagai
• Bau dan rasa yang tidak enak irigan tunggal karena dapat
• Menurunkan flexural strength dentin menyisakan residu

Fungsi • Irigant yang paling umum digunakan • Kasus nerkrosis /abses • Lubrikasi file
periapikal (lebih efektif thd • Emulsifikasi
E.faecalis daripada NaOCl
Normal Saline MTAD (Mixture of
H2O2 3% Potassium Iodine (2-5%) Ca(OH)2 10%
(0.9%) Doxycycline)
Anti-mikroba • Gram (+) • Antibakteri spectrum Bakteriores Efektif untuk E.
- • Efektif untuk bakteri luas faecalis
anaerob
Kelebihan Biokompatibel, • Memiliki efek • Toksisitas lebih rendah • Melarut-kan • Menghilangkan
tidak iritatif jika antimikroba dibandingkan irigan lain jaringan lunak smear layer
terdorong ke • Melarutkan jaringan • Memiliki efek dan nekrotik
periapikal organic antimikroba residual
• Memiliki efek belaching

Kekurangan Tidak dapat • jika gas terjebak di SA • Potensial toksisitas • Jarang dipakai • Jarang dipakai
melarutkan smear dapat menyebabkan iodin bebas • Harganya mahal • Harganya
layer sakit → harus diakhiri • Karena bentuknya mahal
Tidak memiliki akuades pasta → harus
sifat antimikroba diakhiri dengan
aquades

Fungsi Irigant • Irigant • Pengganti irigan pada • Irigant • Irigant


Pembilas terakhir pasien yang alergi
NaOCl

UKMP2DG
Highlight!
Sering Keluar UKMP2DG
1. Cairan irigasi dimasukkan 1. Jarum irigasi diletakkan lebih
ke dalam saluran akar koronal
menggunakan jarum end- 2. Ujung suction diletakkan di
port atau side-port yang dekat foramen apikal
diletakkan mendekati 3. Sehingga menciptakan sistem
foramen apikal tekanan negative (negative
2. Suction diletakkan di pressure irrigation system) →
dekat koronal aliran cairan bersirkulasi
3. Saat cairan irigasi turun ke arah apikal
dilepaskan, akan kemudian cairan irigasi
terbentuk sistem tekanan diaspirasi oleh suction.
positif (positive pressure 4. Suction akan menciptakan
system) → cairan akan dorongan cairan irigasi
terdorong ke jaringan menelusuri dinding saluran
periapikal akar ke apeks, menciptakan
tekanan turbulensi yang
cepat
“Jarak dari titik referensi koronal ke
titik dimana preparasi saluran akar dan
obturasi harus berhenti”
UKMP2DG
Highlight!
Sering Keluar UKMP2DG
Terminologi
Reference point Apeks anatomis Apeks radiografis
Titik di permukaan oklusal atau Ujung akar yang Ujung akar yang
insisal yang digunakan sebagai dideterminasikan secara dideterminasikan secara
acuan untuk pengukuran morfologi radiologis

Foramen apikal Apical constriction


Cementodentinal junction
Bukaan utama dari saluran Minor apical diameter →
Daerah pertemuan antara
akar yang dapat berada jauh bagian dari saluran akar yang
dentin dan sementum (0.5-3
dari ujung apeks anamotis atau memiki diameter terkecil (0.5-
dari ujung apeks anatomis)
radiografis 1 mm dari foramen apikal)
Ingle’s Method

1. Cusp yang mengalami fraktur, lemah karena karies atau


restorasi harus dibuang untuk menghindari fraktur
enamel yang lemah selama perawatan → mencegah
hilangnya reference point
2. Mengukur panjang kerja estimasi dari radiografi
periapikal preoperative
3. Tempatkan stopper instrument sesuai dengan PK
estimasi dan masukkan ke dalam saluran akar
4. Lakukan foto radiografi periapikal
5. Ukur jarak antara ujung instrument dengan ujung akar
6. Tambahkan/kurangi selisih jarah tersebut ke PK
estimasi untuk mendapatkan PK baru
7. PK definitive = PK baru – 1 mm
UKMP2DG
Highlight!
Sering Keluar UKMP2DG

Weine’s Method
PK definitive = PK – 1 mm (tidak ada resorpsi)
PK definitive = PK – 1,5 mm (ada resorpsi tulang alveolar)
PK definitive = PK – 2 mm (ada resorpsi tulang alveolar dan akar)
UKMP2DG
Highlight!
Sering Keluar UKMP2DG

Grossman Method
1. Instrument dimasukkan ke dalam saluran akar, stopper diletakkan di reference
point kemudian dilakukan foto radiografi

2. Menghitung panjang gigi dengan rumus:


𝑝𝑎𝑛𝑗𝑎𝑛𝑔 𝑔𝑖𝑔𝑖 𝑑𝑖 𝑟𝑎𝑑𝑖𝑜𝑔𝑟𝑎𝑓
𝑃𝑎𝑛𝑗𝑎𝑛𝑔 𝑔𝑖𝑔𝑖 𝑎𝑠𝑙𝑖 = 𝑝𝑎𝑛𝑗𝑎𝑛𝑔 𝑖𝑛𝑠𝑡𝑟𝑢𝑚𝑒𝑛 𝑑𝑖 𝑟𝑎𝑑𝑖𝑜𝑔𝑟𝑎𝑓 𝑥 𝑝𝑎𝑛𝑗𝑎𝑛𝑔 𝑖𝑛𝑠𝑡𝑟𝑢𝑚𝑒𝑛𝑡 𝑎𝑠𝑙𝑖
Gerakan
Reaming: diputar searah jarum jam

Filling: gerakan push and pull dengan aktif

Kombinasi reaming dan filing: file dimasukkan ¼ putaran searah jarum jam, kemudian ditekan ke apikal lalu ditarik ke
koronal

Balanced force: instrument diinsersikan ke dalam SA ¼ putaran searah jarum jam (untuk memotong dentin), kemudian
diputar berlawanan arah dengan jarum jam secara simultan menekan ke apikal lalu file ditarik ke koronal dengan searah
jarum jam

Watch winding: instrument diinsersikan ke dalam SA sambil digerakkan maju mundur dengan sudut rotasi 30-60 derajat.

Watchwinding dan Pull motion: instrument diinsersikan ke apikal dengan cara rotasi ke kanan dan kiri melewati
lengkungan, ketika terasa resistensi, instrument diangkat dengan gerakan pull motion
Alat Shaping
Alat Fungsi Bahan Gerakan
K-file Penetrasi dan Stainless steel Reaming motion
melebarkan saluran Ni-Ti Filling motion
akar
K-reamer Penetrasi dan Stainless steel Twisting motion
melebarkan saluran
akar
H-Type (Hedstrom) Mencari orifice, Translational strokes
membuang undercut
(filling stroke)
Barbed broach Membuang pulpa vital Metal wire
Gates Glidden Drills Preparasi 1/3 korona Stainless steel Digunakan bersama
highspeed/lowspeed
handpis
Peeso Reamers Melebarkan bagian Stainless steel Digunakan bersama
korona lowspeed handpis
Teknik Preparasi SA

Step Back Technique → dimulai dari preparasi


apikal menggunakan instrument dengan
diameter kecil ke besar hingga ke orifice

Crown Down Technique → dimulai dari


preparasi orifice menggunakan instrument
dengan diameter besar hingga ke apikal
UKMP2DG
Highlight!
Sering Keluar UKMP2DG

Jenis Preparasi Cara Preparasi


Konvensional Akar lurus (contoh: SA anterior RA). K-file awal dan akhir, panjang kerjanya harus sama
Step back SA sempit, lurus/bengkok di apikal
Fase I → preparasi apikal dimulai pada konstriksi apikal.
Fase II → preparasi saluran akar sisa, secara bertahap PK dikurangi saat ukuran file bertambah besar.
Refining Fase IIA and IIB: penyelesaian preparasi untuk menghasilkan bentuk taper/mengerucut dari apeks ke servikal
Modified Step Back Preparasi dilakukan di 1/3 apikal terlebih dahlu. Kemudian prosedur step back dimulai 2-3 mm dari apikal
konstriksi untuk menghasilkan retensi pada cone guttap utama (slight tug back)
Passive step back Kombinasi hands instrument dan rotary instrument (GGD dan peeso reamer) untuk mencapai pelebaran koronal yang
adekat sebelum preparasi apikal
Crown down Untuk akar yang lurus dan menyempit di bagian 1/3 apikalnya
2/3 koronal → file besar dengan GGD → untuk menyediakan akses untuk masuknya hands instrument ke 1/3 apikal
dengan tekanan pasif
1/3 apikal →k-file (seperti konvensional)
Step down Kombinasi crowndown + step back
2/3 koronal → GGD
1/3 apikal → stepback
Balanced force Menggunakan rotary instrument, untuk saluran akar kurva
1/3 apikal → putaran searah jarum jam 1800, kemudian diputar berlawanan jarum jam ½ putaran
2/3 koronal → GGD 2-6 sampai orifice
Crown down pressureless File 8/10, file 15, S1/Sx, S2 searah jarum jam ¾ putaran. Berlawanan jarum jam saat menarik
Finishing F1, F2, F3
Medikamen Intrakanal
1. Menghancurkan bakteri yang tersisa dan menghambat pertumbuhan bakteri baru
2. membantu perawatan periodontitis apikalis (pada kasus inflamasi yang disebabkan oleh
over instrumentasi)

Indikasi: Syarat medikamen intrakanal yang baik:


a. Menghilangkan sisa-sisa mikroorganisme dari ruang • Efektif terhadap bakteri dan jamur
pulpa • Tidak mengiritasi jaringan pulpa
b. Mengeringkan saluran akar yang basah • Tetap stabil dalam bentuk cairan
c. Berperan sebagai barrier terhadap kebocoran dari • Memiliki efek antimikroba yang panjang
dressing antar kunjungan • Tetap aktif di dalam darah atau pus
d. Menetralisir debris jaringan • Memiliki tegangan permukaan rendah
• Tidak mengganggu proses perbaikan jaringan periapikal
• Tidak menyebabkan diskolorasi gigi
• Dapat menginaktivasi bakteri dalam media kultur
• Tidak menginduksi respon imun
UKMP2DG
Highlight!
Sering Keluar UKMP2DG

Golongan Fenol
• bau menyengat
• rasa tidak enak
• daya aktif maksimal 24 jam
• iritatif jika berlebihanc
• yang dibutuhkan hanya uapnya
Cara aplikasi → diteteskan di kapas → kapas diperas → diaplikasikan di kamar pulpa
ChKM Antibakteri (efektif anaerob) + • Toksik dan iritatif
Analgesik • Untuk kasus nekrosis pulpa tanpa lesi periapikal
• Paling sering digunakan sebagai medikamen pulpa yang telah
diekstirpasi namun belum dilakukan preparasi
• Cocok untuk kondisi nekrosis karena mampu membantu
membunuh bakteri E. faecalis
Chresophene Antibakteri (lebih baik daripada • + dexa → antiinflamsi
ChKM) • Biasanya untuk kasus Periodontitis Apikalis Kronis
• Daya iritatif lebih besar dari ChKM

Cresatin Antibakteri lebih rendah Daya iritatif lebih kecil dari ChKM dan chresopene
UKMP2DG
Highlight!
Sering Keluar UKMP2DG

Golongan lain
Laddermix Demeclocycline (tetracycline) + dexa • Radang periapikal akut
• Bentuknya pasta → aplikasinya menggunakan paperpoint →
paper point diolesi laddermix kemudian dimasukkan ke SA
Ca(OH)2 Antiseptic (tetapi tidak bekerja pada • Untuk jarak kunjungan lama
E. faecalis → paling baik • Mengurangi inflamasi periapeks, merangsang penyembuhan
dikombinasikan dengan ChKM) periapikal
• Paling umum digunakan untuk SA yang sudah dipreparasi
• Sifatnya basa → menetralkan kondisi asam
• Golden standard untuk kondisi abses periapikal
TKF + formalin • Efektif terhadap bakteri anaerob dan aerob
• Efek toksik jika digunakan berlebihan
• Aplikasinya sama seperti golongan fenol
Eugenol Antiseptik (kecil) + Analgesik • Digunakan untuk relief of pain karena ada ekstrak minyak
cengkeh yang dapat menghambat prostaglandin dan sintesis
saraf (mis: kondisi PSA Vital dan tidak tidak cukup waktu sampai
preparasi SA)
• Kondisi nekrosis pulpa tidak perlu pakai eugenol
Obturation
Tujuan obturasi:
Elimasi dan mengunci seluruh akses agen iritan yang tersisa setelah proses shaping dan cleaning dari rongga
mulut atau jaringan periradikuler ke saluran akar

Bahan Obturasi
Silver cone SA yang bulat, taper, dan sempit (P1 RA, akar bukal gigi M RA, akar meial M RB jika berbentuk lurus).
Tidak bisa menyesuaikan bentuk saluran akar. → tdk bisa digunakan untuk gigi anterior, P dengan 1
SA, SA gigi M yang lebar
Gutta Percha (+) → Adaptasi yang baik, material non-reaktif, dimensi stabil, toleransi jaringan baik, radiopak,
plastis jika dihangatkan, terlalut dengan bahan chloroform, minyak eukaliptus
(-) → rigiditas rendah (mudah bengkok), sulit digunakan di SA yang kecil, mudah berubah jika diberi
tekanan, kualitas adesif rendah
Resilon Merupakan material resin core (Resilon) composed of polyester, difunctional methacrylate,
bioactive glass, radiopaque fillers, a resin sealer. Bersifat nontoxic, nonmutagenic, dan
biocompatible.
Costum cones Digunakan pada SA yang lebar
SEALER
Syarat sealer yang ideal
Fungsi sealer saluran akar: 1. Lengket ketika dicampur sehingga memberikan ikatan yang
a. Agent antimicroba baik dengan dinding saluran akar ketika mengeras
b. Mengisi ruang antara material pengisi 2. Menciptakan penutupan yang hermetis
3. Radiopak
dengan dinding dentin
4. Ukuran bbubuk halus, untuk mempermudah pencampuran
c. Sebagai pelumas dengan likuid
d. memberikan radioopansitas 5. Tidak mengerut saat mengeras
e. Sebagai material pengisi 6. Tidak menyebabkan diskolorasi gigi
f. Sebagai material pengikat 7. Bakteriostatik
8. Mengeras dengan lambat
9. Tidak mudah larut dalam cairan jaringan
10. Tidak mengiritasi jaringan periradikuler
11. Dapat larut dalam bahan pelarut
12. Tidak menginduksi sistem imun
13. Tidak mutagenic dan karsinogenik
ZOE → lubrikan yang baik, working time 30
menit, (1:1 ratio), antimikroba, biokompatibel,
mampu mengisi kanal aksesori, void, kanal
lateral dengan baik. Menyebabkan diskolorisasi
akibat kandungan silver.

CaOH→ menginduksi mineralisasi, menginduksi


penutupan apeks (sementogenesis),
menghambat osteoklast (pH alkalin), toksisitas
rendah. Dapat larut sehingga terbentuk celah

Endomethasone→ mengandung
dexamethasone (antiinflamasi), dan
hidrokortison (antiinflamasi),
paraformaldehyde, eugenol (liquid)

GIC→ memiliki sifat fisik yang baik, ikatan yang


baik dengan dentin, tegangan permukaan
rendah, flow baik. Tidak dapat dilarutkan →
sulit ketika akan retreatment
Teknik Obturasi

Obturasi SA dengan guttap percha:


1. menggunakan cold gutta-percha → Lateral compaction
technique
2. menggunakan guttap percha yang dilunakkan dengan bahan
kimia (Chloroform – Halothane – Eucalyptol)
3. menggunakan gutta-percha yang dilunakkan dengan panas
➢ Vertical compaction technique
➢ System B continuous wave condensation technique
➢ Lateral/vertical compaction
➢ Sectional compaction technique
UKMP2DG
Highlight!
Sering Keluar UKMP2DG

LATERAL COMPACTION TECHNIQUE


Cone guttap percha utama diletakkan di dalam saluran akar
kemudian ditekan ke dinding lateral saluran akar menggunakan
spreader. Cone gutta percha aksesoris dimasukkan hingga spreader
tidak dapat masuk

+ -

• Dapat digunakan pada • Tidak dapat menutup


hampir seluruh iregularitas dengan
kondisi klinis efisien
• Selama kondensasi, • Tidak menghasilkan
panjang gutta percha massa yang homogen
terjaga sehingga • Ruang antara cone
mencegah overfilling. utama dan aksesoris
mungkin terbentuk
UKMP2DG
Highlight!
Sering Keluar UKMP2DG

VERTICAL COMPACTION TECHNIQUE


Teknik ini menggunakan plugger yang dipanaskan, tekanan diaplikasikan dalam arah vertikal ke gutta
percha hangat → menyebabkan gutta percha mengalir dan mengisi ruang saluran akar.

+ -

• Penutupan • Meningkatkan
apeks, lateral, resiko fraktur
dan kanal akar vertikal
aksesori yang • Overfilling
baik • Membutuhkan
banyak waktu
Lesi Endo Perio
“Lesi endo-perio adalah suatu kondisi patologis pada jaringan pulpa
dan periodontal yang disebabkan oleh perjalanan penyakit”
DAMPAK PENYAKIT PULPA PADA
DAMPAK PENYAKIT PERIODONTAL PADA
PERIODONSIUM
JARINGAN PULPA
Infeksi pulpa
Bakteri patogen dan produk inflamasi dari

penyakit periodontal
Saluran akar, saluran lateral, saluran

aksesori
saluran aksesori, saluran lateral, foramen

apikal, tubulus dentin yg terbuka
kerusakan jaringan dari daerah apikal ke

margin gingiva
masuk ke dalam sistem saluran akar
(retrograde periodontitis)
(retrograde pulpitis)
UKMP2DG
Highlight!
Sering Keluar UKMP2DG
Etiologi Patogenesis Keluhan pasien Kondisi Pulpa Kondisi Periodontal Perawatan

PRIMARY • Karies Eksaserbasi akut Asymptomatik, tetapi • Nekrosis (vitalitas • Periodontal abses PSA
ENDODONTIC • Restorasi dari lesi apikal ada riwayat -) • True pocket pada 1
LESIONS dekat pulpa kronis pada gigi eksaserbasi akut • Sinus tract pada sisi gigi yang
• Jejas nonvital dapat foramen apikal/ dikeluhkan saja
traumatic meluas ke koronal kanal lateral/ • Kalkulus dan plak
• PSA yang melalui ligament daerah furkasi minimal
jelek periodontal
melalui sulkus
gingiva

PRIMARY ▪ Progresi dari Terjadi karena lesi • Nekrosis (vitalitas • Pocket periodontal PSA dan
ENDODONTIC lesi endodontic -) seperti pada perawatan
LESION WITH endodontic primer yang tidak • Sinus tract pada generalized periodontal
SECONDARY primer dirawat → foramen apikal/ periodontisis pada
PERIODONTAL destruksi jaringan kanal lateral/ gigi yang
INVOLVEMENT semakin besar → daerah furkasi dikeluhkan
jaringan
interradikular →
kerusakan
jaringan lunak
dan keras
UKMP2DG
Highlight!
Sering Keluar UKMP2DG
Etiologi Patogenesis Keluhan pasien Kondisi Pulpa Kondisi Periodontal Perawatan

PRIMARY • Plak Infeksi di periodontal • Periodontal • Gigi vital • Poket periodontal yang • KIE
PERIODONTAL • Kalkulus menyebabkan pain dalam dengan kalkulus dan • Profilaksis
LESIONS • Trauma destruksi hingga ke • Gigi goyang plak oral
daerah periapikal • Attachment loss → gigi • SRP
periodontal goyang • Bedah
• Biasanya disertai dengan periodontal
periodontitis generalis .

PRIMARY Kesalahan Prosedur periodontal Hipersensitivitas • Gigi nonvital • Periodontitis generalis • PSA
PERIODONTAL iatrogenic (SRP, kuretase) → atau inflamasi atau pulpitis • Gigi mobile ketika dipalpasi • Bedah
LESIONS WITH saat kanal aksesori, kanal setelah irreversible • Permukaan akar terbuka, periodontal
SECONDARY perawatan lateral, tubulus dentin perawatan • Keluar pus dari poket jika
ENDODONTIC periodontal terbuka → inflamasi periodontal ketika dipalpasi diperlukan
INVOLVEMENT pulpa
TRUE COMBINED • Plak Pada gigi yang • Gigi goyang • Nonvital • Poket periodontal sempit Jika jariangan
ENDO-PERIO • Kalkulus mengalami lesi pulpa • Dental pain dengan dan dalam (dapat meluas periodontal
LESIONS • Karies dan periodontal • Periodontal karies yang hingga akar gigi) masih bisa
yang bersamaan dan sulit pain meluas • Bone loss dari puncak dirawat → PSA
meluas untuk dibedakan • Kadang tulang alveolar meluas ke → perawatan
• Restora secara klinis melibatkan apikal periodontal
si buruk bifurkasi (KIE, SRP,
bedah)
PRIMARY ENDODONTIC LESION WITH
PRIMARY ENDODONTIC LESIONS
SECONDARY PERIODONTAL INVOLVEMENT
UKMP2DG
Highlight!
Sering Keluar UKMP2DG

PRIMARY PERIODONTAL LESIONS PRIMARY PERIODONTAL LESIONS WITH


TRUE COMBINED ENDO-PERIO LESIONS
SECONDARY ENDODONTIC INVOLVEMENT
Restorasi Direct
UKMP2DG
Highlight!
KOMPOSIT Sering Keluar UKMP2DG

Komposit adalah bahan restorasi gigi berbahan polimer yang Indikasi


diperkuat dengan partikel anorganik. 1. Restorasi Kelas I, II, III, IV, V, dan VI
Terdiri dari: 2. Core build up
1. Matriks polimer atau resin organik → bis-GMA, 3. Sealant dan restorasi resin preventif (restorasi komposit
TEGDMA, UDMA konservatif)
2. Filler anorganik → quartz 4. Prosedur peningkatan estetika (partial veneer, full
3. Coupling agent → silane veneer, modifikasi kontur gigi, penutupan diastema
4. Fotoinisiator → camphorquinone 5. Semen (untuk restorasi indirek)
5. Aktivator → tertiary amine 6. Restorasi sementara
6. Inhibitor dan stabilizer → hydroquinone 7. Splinting periodontal
7. Modifier → titanium dioksida, alumunium dioksida

Kontraindikasi
1. Daerah kerja tidak dapat diisolasi dari kontaminasi oleh
cairan mulut
2. Seluruh beban oklusi mengenai bahan restoratif,
3. Restorasi yang meluas ke permukaan akar →
menghasilkan integritas marginal yang kurang baik.
UKMP2DG
Highlight!
Sering Keluar UKMP2DG

Ukuran Partikel Karakteristik Kegunaan


Macrofill 8 µm • Permukaan kasar • Sudah jarang digunakan
(Konvensional) • Mudah aus
• Mudah terjadi perubahan warna
Microfill 0,01 - 0,04 µm • Permukaan halus • Restorasi kelas V (flexural strength
• Tidak mudah terjadi perubahan warna tinggi), pasien bruxism, clenching
• Sifat fisik dan mekanik lebih rendah daripada macrofill
dan hybrid
• Tahan aus

Nanohybrid 0,1-2 µm • Sifat fisik dan mekanik umumnya lebih unggul dari • Aplikasi klinis yang universal
komposit konvensional

Nanofill 0,005–0,01 µm • Sifat fisik yang baik dan estetika yang lebih baik • Aplikasi klinis yang universal
• Mudah dipoles

Packable Kandungan filler • Viskositas tinggi • Unggul untuk restorasi yang


tinggi • Sifat fisik dan mekanik tinggi melibatkan area kontak oklusal
atau proksimal
Flowable Kandungan filler • Sifat fisik dan ketahanan thd keausan lebih rendah • Restorasi kelas I kecil
rendah dibandingkan dengan komposit packable • Pit dan fissure sealant
• Polymerization shrinkage tinggi • Pembuatan dinding manginal
• Sebagai liner
UKMP2DG
Highlight!

GIC Sering Keluar UKMP2DG

Ionomer kaca melepaskan fluorida ke dalam struktur gigi sekitarnya, menghasilkan efek anti kariogenik
potensial, dan memiliki koefisien ekspansi termal yang baik. Powder tersusun atas fluoroaluminosilicate
glass dan liquidnya asam poliakrilat. Manipulasinya menggunakan teknik fold and press di atas paper
pad.

Indikasi :
1. Bahan yang baik untuk restorasi gigi dengan karies permukaan akar karena kualitas anti-kariogenik
yang melekat dan adhesi ke dentin.
2. Restorasi pada pasien memiliki resiko karies yang tinggi karena aktivitas pelepasan fluoride yang
berkelanjutan
3. Sementasi permanen mahkota gigi

Kontraindikasi
1. Restorasi area oklusal gigi posterior (ketahanannya yang rendah terhadap keausan dan kekuatan yang
relatif rendah dibandingkan dengan komposit atau amalgam)
2. Restorasi anterior yang membutuhkan estetik yang tinggi
RMGI KOMPOMER
RMGI dikembangkan untuk meningkatkan sifat Kompomer memiliki sifat fisik lebih unggul dari
fisik dan estetik GIC konvensional. RMGI lebih GIC tradisional dan RMGI, tetapi lebih rendah
mudah digunakan dan memiliki kekuatan yang daripada komposit. Indikasi untuk penggunaan
lebih baik, tahan aus, dan estetika daripada GIC klinis terbatas. Meskipun kompomer mampu
konvensional, namun lebih rendah daripada melepaskan fluoride, pelepasannya tidak
komposit. berkelanjutan secara konstan, dan anti-
kariogenisitas dipertanyakan.
Diindikasikan untuk:
1. Restorasi Kelas V pada orang dewasa yang
memiliki resiko karies tinggi
2. Restorasi Kelas I dan II pada gigi sulung yang
tidak membutuhkan perawatan jangka
panjang

UKMP2DG
Highlight!
Sering Keluar UKMP2DG
Summary
Lokasi Kondisi Klinis Rencana Perawatan
Site 1 (Pit dan fissure, Gigi imatur yang baru erupsi dengan fisura yang dalam Unfilled resin atau GIC
permukaan halus)
Gigi matur dengan keterlibatan karies dentin kecil atau kavitas Restorasi Sandwich GIC dan komposit
berukuran sedang, tanpa beban oklusal abnormal dan pit fissure sealant
Lesi sedang hingga besar pada gigi posterior dengan luas keterlibatan Restorasi Sandwich GIC dan komposit
oklusal dan pit fissure sealant
Site 2 (proksimal Lesi yang tidak menembus dentin manajemen diet, instruksi kebersihan
posterior) mulut, penggunaan pasta gigi fluoride
lesi telah menembus ke dalam dentin dan tidak sampai DEJ GIC atau Sandwich GIC Komposit (jika
meluas ke subgingiva)
Lesi yang lebih besar dengan ridge marginal yang terlibat Komposit atau restorasi indirect jika
kavitas luas
Lesi luas dengan cusp yang tidak ditopang atau melemah atau satu atau Onlay
lebih cusp dengan belahan di dasarnya
Site 2 (proksimal Lesi yang tidak menembus dentin Manajemen diet, instruksi kebersihan
anterior) mulut dengan pasta gigi berfluoride

lesi menembus ke dalam dentin Komposit


Lesi yang lebih besar atau restorasi pengganti Liner GIC dan komposit
Lokasi Kondisi Klinis Rencana Perawatan
Site 2 (melibatkan Lesi awal kecil. Komposit
insisal)
Ada keterlibatan dentin Liner GIC dan komposit
Lesi yang lebih besar atau restorasi pengganti Liner CaOh, GIC, Komposit
Site 3 (margin servikal) Lesi erosi/abrasi GIC tipe II atau komposit microhybrid
atau RMGIC
Lesi karies atau penggantian restorasi Komposit microhybrid
Restorasi Indirect
Ekstrakorona

Intrakorona

Intraradikuler
UKMP2DG
Highlight!
Ekstrakorona Sering Keluar UKMP2DG

Mahkota penuh atau complete crown. Complete crown merupakan restorasi yang menutupi seluruh
permukaan mahkota klinis dari suatu gigi asli.

All Metal (full cast crown) All ceramic crown (mahkota porselen) Porcelain fused to metal

• Suatu restorasi yang menyelubungi • Mahkota porselen mempunyai nilai • Lapisan logam sebagai substruktur
seluruh permukaan gigi dari logam estetik tinggi mahkota jaket porselen fused to
campur yang dituang. • Tidak mengalami korosi metal akan mendukung lapisan
• Indikasi → gigi molar dan premolar • Biayanya mahal porselen di atasnya sehingga
RA dan RB, penderita dengan oklusi mengurangi sifat getas (brittle)
• Kekuatan rendah dibandingkan
dan artikulasi yang berat, tekanan porselen
dengan mahkota metal-porselen
kunyah besar, tidak memerlukan • Memiliki kerapatan tepi dan daya
• Indikasi → membutuhkan estetik
estetik, gigi dengan karies cervikal, tahan yang baik.
tinggi, Tooth discoloration,malposisi,
dekalsifikasi, dan enamel hipoplasi. • Lapisan porselen akan memberikan
gigi yang telah dirawat endodonsi
• Kontraindikasi → sisa mahkota gigi dengan pasak dan inti penampilan yang estetik.
tidak cukup terutama pada gigi • Gigi pasca perawatan saluran akar
• Kontraindikasi → indeks karies tinggi,
dengan pulpa vital, memerlukan yang direstorasi dengan mahkota
distribusi beban di oklusal tidak baik,
estetik, pasien dengan OH buruk porselen fused to metal tingkat
dan bruxism.
sehingga restorasi mudah tarnish, keberhasilan perawatannya tinggi.
alergi logam
UKMP2DG
Highlight!
Intrakorona Sering Keluar UKMP2DG

Inlay Onlay Mahkota 3/4

• Bila kerusakan • Bila kerusakan • Dari 4 permukaan


mengenai sebagian mengenai 1 cusp gigi, hanya 3
cusp atau tambalan atau lebih dari 2/3 permukaan yang
yang berada di dataran oklusal ditutup oleh
antara cusp, karena sisa jaringan mahkota. Bagian
sehingga ukurannya gigi yang tersisa yang tidak tertutup
biasanya tidak sudah lemah. oleh mahkota adalah
begitu luas. • Bahan: logam, bagian labial atau
• Bahan: logam, porselen, komposit bukal.
porselen, komposit
UKMP2DG
Highlight!
Sering Keluar UKMP2DG

Intraradikuler
Mahkota Pasak Mahkota pasak fiber reinforced composite

• Kerusakan mahkota gigi asli pada gigi • Pasak fiber, semen resin, bahan inti resin
posterior maupun anterior yang cukup komposit, dan dentin memiliki modulus
parah akan menimbulkan masalah retensi elastisitas yang hampir sama, sehingga
• Indikasi: gigi pasca perawatan meningkatkan keberhasilan restorasi,
endodontia, memperbaiki inklinasi gigi. dibandingkan dengan pasak dan inti
• Kontraindikasi: jaringan yang mendukung metal.
gigi tidak cukup, OH buruk, dinding • Diindikasikan untuk saluran akar yang
saluran akar tipis, resorpsi procesus lebar, dinding saluran akar yang tipis
alveolaris lebih dari 1/3. misalnya pada akar yang belum terbentuk
sempurna
Restorasi Post-PSA
Perubahan yang Terjadi pada Gigi Post PSA

Perubahan sifat fisik


Perubahan struktur Perubahan estetik
dentin/moisture loss
• resistensi gigi • dehidrasi dan • gigi nonvital akan
terhadap fraktur hilangnya ikatan kehilangan
menurun akibat kolagen translusensi dan
struktur gigi yang intermolekuler mengalami
hilang karena proses menyebabkan diskolorasi akibat
karies, prosedur penurunan kekerasan nekrosis pulpa,
dental, dan terapi dan kekuatan dentin perawatan
endodontik pada gigi post PSA endodontic, material
yang bersifat pengisi SA
irreversible
UKMP2DG
Rencana Restorasi Gigi Post-PSA Highlight!
Sering Keluar UKMP2DG

Ingrid Peroz mengklasifikasikan rencana restorasi gigi post-PSA


berdasarkan jumlah dinding yang tersisa disekitar acavity access
1) Class I: 4 dinding tersisa dengan ketebalan dinding aksial 1
mm → restorasi pada access cavity
2) Classes II and III: 2 atau 3 dinding tersisa → core dan crown,
Pertimbangan: tidak perlu menggunakan post
1. Jumlah struktur gigi yang 3) Class IV: 2 atau 3 dinding tersisa → post
4) Class V: tidak ada dinding tersisa → post
tersisa → resistensi gigi
post-PSA ditentutan oleh
jumlah struktur dentin
Menurut Cohen, restorasi post-PSA ditentukan
radikuler dan koronal berdasarkan jumlah sisa jaringan koronal
2. Tekanan oklusal dan posisi 1) Kehilangan minimal → restorasi korona
anatomis gigi 2) Kehilangan >50% → crown.
3) Sisa jaringan 25-50% → nonrigid post
3. Kebutuhan restorasi 4) Sisa jaringan korona <25%, atau sisa
4. Kebutuhan estetik jaringan servikal <3-4 mm → rigid post
UKMP2DG
Highlight!
Sering Keluar UKMP2DG

Kerusakan Mahkota Minimal


• Intact marginal ridge
• Intact cingulum
Restorasi konservatif dengan resin komposit
• Intact incisal ridge
(esthetically acceptable with
no color change)

Kerusakan Mahkota Sedang


Gigi Anterior Post • One or two large proximal
Full coverage crown
Endo lesions
Small circular canal
• Average-size tooth
Prefabricated post with resin
composite core followed by
Kerusakan Mahkota Signifikan
a full-coverage crown
• Undermined marginal ridges
• Loss of incisal edge Post dan core Extremely flared canal
• Coronal fracture or esthetically Custom-made post and core
unacceptable followed by a full-coverage
crown
UKMP2DG
Highlight!
Sering Keluar UKMP2DG

Kerusakan Mahkota Minimal


• Low risk of fracture Restorasi konservatif:
• Minimal occlusal forces • Bonded onlay
• Intact buccal and lingual cusps • No post

Amalgam coronal-
Kerusakan Mahkota Sedang radicular core atau
Gigi Posterior Post
• Minimal ada 1 cusp yang resin composite core
Endo → Wajib followed by a full-
masih baik
Cuspal Coverage Extremely tapered canals
• Extreme root curvature coverage crown
Custom-made post and core
followed by a full-coverage
Kerusakan Mahkota Signifikan
crown
• Little or no remaining coronal
tooth structure Post dan core Canals with circular cross-
• High risk of fracture sections
• FPD or RPD abutment Prefabricated post with
amalgam or resin composite
core followed by a full-
coverage crown
Komponen gigi post endo yang sudah
di restorasi lengkap
1.Struktur gigi yang tersisa
2.Komponen restorasi
❑Post
❑Core
❑Luting agent
UKMP2DG
Highlight!
Struktur Gigi yang Tersisa Sering Keluar UKMP2DG

Prognosis struktur gigi post-PSA yang tersisa


berdasarkan banyaknya struktur koronal yang
tersisa di atas margin gingiva. Tinggi minimal
dinding aksial =1.5-2 mm, ketebalan minimal 1
mm → Ferrule effect.

1. Meningkatkan resistensi terhadap


fraktur → permukaan luarnya
mendistribusikan gaya yang terpusat
pada area servikal mahkota
2. Mencegah gaya lateral dari post dan
ungkitan dari crown ketika berfungsi
→ meningkatkan retensi dan
resistensi restorasi
POST
“Material restorasi relatif rigid yang diletakkan di dalam akar gigi nonvital yang berfungsi
untuk retensi core dan meneruskan gaya dari core ke gigi. “

❑ Post hanya digunakan jika tidak terdapat struktur gigi yang


adekuat untuk mendukung restorasi akhir.
❑ Syarat ideal post:
• Menyediakan perlindungan akar terhadap fraktur
• Menyediakan retensi maksimal untuk core dan crown
• Teknik mudah
• Memiliki kekuatan dan resistensi fatigue yang tinggi
• Terlihat secara radiograf
• Biokompatibel
• Mudah dilepas jika akan retreatment
• Estetik
Kelebihan Kekurangan
Custom Cast Metal Post • Beradaptasi dgn baik thd iregularitas bentuk • Waktu kunjungan lama
(Digunakan untuk gigi SA • Sangat kaku → konsentrasi stress di akar
akar tunggal, khususnya • Sangat kuat tinggi → resiko fraktur post/akar
ketika sisa jaringan • Retensi dengan core baik krn merupakan • Estetik rendah
koronal sedikit) satu kesatuan • Butuh pemasangan post sementara
• Biaya efektif pada gigi dgn akar ganda • Mudah terjadikorosi
• Pilihan yg baik untuk gigi kecil • Resiko ketidakakuratan pencetakan
• Menguntungkan jika dibutuhkan perubahan • Sulit dilepas
sudut core • Hipersensitivitas (ion Ni-Cr)
All Ceramic Post and • Estetik baik • Brittle/rapuh → tidak diindikasikan pada
Cores • Biokompatibel px bruxism
• Radiopasitas baik • Kaku → resiko fraktur tinggi
Prefabricated Posts Diinkasikan jika lebar dan panjang struktur akar memadai, bentuk akar sirkuler, terdapat
undercut pada saluran akar sehingga pencetakan untuk custom post sulit
Prefabricated Metal • Aplikasi mudah, cepat, murah • Tidak konservatif
Posts • Tersedia dalam ukuran dan ukuran yang • Tidak bisa digunakan pada SA yang berliku
bervariasi • Estetik rendah, rentan korosi
• Retentif (serrate dan parallel-sided posts) • Tapered posts dapat menyebabkan
• Radiopaqu wedging effect
Kelebihan Kekurangan
Carbon Fiber Posts • Aplikasi cepat • Berwarna hitam → tidak estetik
Tersusun atas serat • Kuat tapi kekakuan rendah • Radiolusen
karbon yang tertanam • Modulus elastisitas mirip dengan dentin • Kekuatan flekstural menurun jika
dalam matriks epoxy • Biokompatibel terkontaminasi kelembaban
• Retensi baik
Glass Fiber Post • Estetik baik • Radiopasitas sangat rendah
Tersusun atas serabut • Modulus elastisitas mirip dengan dentin • Mahal
kaca yang tertanam • Biokompatibel • Prosedur tidak mudah
dalam matriks resin • Mendistribusikan sress ke area yang luas
• Mudah diaplikasikan, cepat
• Retensi baik dengan dentin
• Resistensi terhadap fraktur baik
• Mudah dilepaskan
Zirconia Post • Menyediakan kekuatan yang adekuat pada • Adesi dengan gigi dan komposit baik → sulit
Terbuat dari fine gigi yangkehilangan banyak jaringan jika retreatment
grained tetragonal korona • Rapuh, modulus elastisitas tinggi
zirconium polycrystals • Dapat digunakan untuk SA yang sempit • Mahal
(TZP) • Resiko microleakage jika digunakan dengan
direct composite resin build up
Luting Agents
❖ Pasak ditahan di saluran akar yang telah dilebarkan dengan
semen gigi.
❖ Bahan luting yang paling umum adalah seng fosfat
polikarboksilat, ionomer kaca, ionomer kaca termodifikasi
resin, dan semen berbasis resin.
❖ Kerugian utama dari semen ini adalah kelarutannya dalam
cairan mulut, terutama dengan adanya asam.
❖ Semen ionomer kaca yang dimodifikasi resin tidak
diindikasikan untuk pasca sementasi (terjadi ekspansi
higroskopis).
❖ Semen adesif memiliki retensi yang baik dan mampu
menguatkan struktur gigi. Kekurangannya adalah
sensitivitas teknik. Ikatan ke dentin SA dapat terganggu
karena penggunaan berbagai bahan irigasi dan sealer
berbasis eugenol. Eugenol dapat mencegah atau
menghentikan reaksi polimerisasi dan dapat mengganggu
ikatan.
CORE
Core adalah bagian supragingiva yang menggantikan struktur koronal gigi yang hilang dan membentuk
inti restorasi baru.

Persyaratan ideal untuk bahan core:


• Memiliki kekuatan kompresif untuk menahan gaya intraoral
• Biokompatibel
• Manipulasi mudah
• Fleksibel
• Memiliki kemampuan untuk berikatan dengan struktur gigi dan post
• Koefisien ekspansi termal mirip dengan dentin
• Penyerapan air minimal
• Dimensi stabil
• Tidak bereaksi dengan bahan kimia
• Memiliki kontras warna dengan gigi struktur kecuali gigi anterior
UKMP2DG
Highlight!
Sering Keluar UKMP2DG
Kelebihan Kekurangan
Composite Resins • Berikatan baik dengan banyak bahan post • Menyusut selama polimerisasi →
(paling ideal) saat ini dan ke struktur gigi yang pembentukan celah di area di mana adhesi
• Kekuatan tarik tinggi paling lemah. → menyerap air → deformasi
• Resistensi thd fraktur • Perlekatan pada dentin dasar pulpa
• Sewarna gigi umumnya tidak sekuat seperti pada dentin
koronal
Cast Core • Kuat • Estetik buruk
(satu kesatuan dengan metal • Tahan terhadap fraktur • Prosedur lama
post) • Mahal
Amalgam Core • Memiliki sifat fisik dan mekanik yang baik dan • Menyebabkan masalah estetik pada
(tidak digunakan karena bekerja dengan baik di daerah stres tinggi mahkota keramik dan terkadang membuat
kandungan merkuri) gingival terlihat gelap
Glass Ionomer Cements • Sewarna dengan gigi • Tidak memiliki kekuatan dan ketangguhan
• Manipulasi mudah fraktur yang memadai sebagai bahan
pembentuk dan tidak boleh digunakan pada
gigi dengan kehilangan struktur gigi yang
ekstensif
• Sensitif terhadap kelembaban

Anda mungkin juga menyukai