100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
109 tayangan9 halaman

Pentingnya Kelembaban Udara

Dokumen tersebut membahas tentang kelembaban udara, termasuk definisi, pengaruhnya terhadap lingkungan dan organisme, serta berbagai metode pengukurannya. Kelembaban udara merupakan kandungan uap air di udara yang dapat diukur dengan kelembaban mutlak, nisbi, atau defisit tekanan uap air, dan memengaruhi berbagai aspek lingkungan dan kehidupan.

Diunggah oleh

Anugrah Pratama
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
109 tayangan9 halaman

Pentingnya Kelembaban Udara

Dokumen tersebut membahas tentang kelembaban udara, termasuk definisi, pengaruhnya terhadap lingkungan dan organisme, serta berbagai metode pengukurannya. Kelembaban udara merupakan kandungan uap air di udara yang dapat diukur dengan kelembaban mutlak, nisbi, atau defisit tekanan uap air, dan memengaruhi berbagai aspek lingkungan dan kehidupan.

Diunggah oleh

Anugrah Pratama
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Kelembaban udara yang lebih tinggi pada udara dekat permukaan pada siang hari
disebabkan karena penambahan uap air hasil evapotranspirasi dari permukaan. Proses ini
berlangsung karena permukaan tanah menyerap radiasi matahari selama siang hari
tersebut. Pada malam hari, akan berlangsung proses kondensasi atau pengembunan yang
memanfaatkan uap air yang berasal dari udara. Oleh sebab itu, kandungan uap air di udara
dekat permukaan tersebut akan berkurang, (Handoko, 2015).
Dalam kehidupan sehari hari kelembaban udara sadalah sesuatu yang sangat penting,
karena ini akan sangat mempengaruhi temperature. Dalam atmosfer (lautan udara)
senantiasa terdapat uap air. Kadar uap air dalam udara disebut kelembaban (lengas udara).
Kadar ini selalu berubah-ubah tergantung pada temperatur udara setempat. Kelembaban
udara adalah persentase kandungan uap air dalam udara. Kelembaban udara ditentukan
oleh jumlah uap air yang terkandung di dalam udara. Total massa uap air per satuan
volume udara disebut sebagai kelembaban absolut. Perbandingan antara massa uap air
dengan massa udara lembab dalam satuan volume udara tertentu disebut sebagai
kelembaban spesifik. Massa udara lembab adalah total massa dari seluruh gas-gas atmosfer
yang terkandung, termasuk uap air. jika massa uap air tidak diikutkan, maka disebut
sebagai massa udara kering.
Irama harian kelembaban sangat bervariasi, terkadang tinggi pada malam hari dan
rendah pada siang hari. Irama kelembaban harian ini juga dapat disebabkan karena adanya
perbedaan letak tempat horizontal maupun vertikal. Pengaruh kelembaban udara sejalan
dengan temperatur dan intensitas sinar matahari mempunyai peranan penting dalam
mengatur aktifitas organisme dan dalam membatasi penyebarannya (Umar, 2012).
Kelembaban merupakan salah satu faktor lingkungan abiotik yang berpengaruh
terhadap aktifitas organisme di alam. Kelembaban merupakan jumlah uap air di udara,
sedangkan kelembaban mutlak adalah sejumlah uap air dalam udara yang dinyatakan
sebagai berat per satuan udara (misalnya gram per kilogram udara). Kelembaban
merupakan salah satu faktor ekologis yang mempengaruhi aktifitas organisme seperti
penyebaran, keragaman harian, keragaman vertical dan horizontal. (Umar,2010 dalam
Arnikho,2013)
Suhu (temperatur) adalah ukuran dari suatu benda yang cenderung melepaskan panas.
Energi radiasi dalam atmosfir diabsorbsi oleh molekul gas, partikel padat dan zat cair,
sehingga temperatur suhu benda menjadi naik. Bila terjadi perbedaan suhu dalam
lingkungan maka energi akan mengalir sebagai panas dari daerah yang panas ke yang lebih
dingin (Umar, 2013).
Sistem produksi pertanian sangat dipengaruhi oleh iklim. Faktor iklim yang
paling terasa perubahannya akibat anomali iklim adalah curah hujan. Di Indonesia
kejadian anomali iklim mempengaruhi produksi pertanian dan ketahanan pangan.
Dampak anomali iklim diantaranya adalah terjadinya gangguan secara langsung terhadap
sistem pertanian (Hanum, 2013).
kelembaban adalah persentase kandungan uap air dalam udara. Semua uap air
dalam udara itu berasal dari penguapan sedangkan penguapan itu sendiri adalah perubahan
fase cair menjadi fase uap air yang ringan dan akan naik ke atmosfir. Dalam atmosfir
senantiasa terdapat uap air dan kadar uap air ini selalu berubah-ubah tergantung pada
temperatur udara setempat. Meskipun uap air hanya merupakan sebagian kecil saja dari
semua atmosfir kira-kira 2% dari massa seluruhnya tetapi merupakan komponen udara
yang penting dari segi cuaca dan iklim. Data klimatologi untuk kelembapan udara yang
umum dilaporkan adalah kelembapan relative (RH) (Mustanil, 2011 dalam Rizky 2014).

Kelembaban udara adalah kandungan uap air di udara. Macam kelembaban udara,
kelembaban mutlak adalah kandungan air/satuan volume atau masa uap air/volume atau
tekanan uap air/volume (g/m3). Kelembaban nisbi adalah perbandingan antara jumlah uap
air yang ada di udara (aktual) dan jumlah maksimum uap air yang dikandung (keadaan
jenuh) pada suhu dan tekanan tertentu. Kelembaban spesifik adalah perbandingan antara
masa uap air yang ada di udara dan satuan masa udara (Ismangil 2014).
Kelembaban udara merupakan salah satu unsur penting bagi manusia,hewan dan
tumbuhan. Kelembapan udara juga menentukan bagaimana makhluk hidup tersebut dapat
beradaptasi dengan kelembaban yang ada di lingkungan nya. Dalam bidang pertanian
kelembaban udara biasanya digunakan untuk meningkatkan produktivitas dan
perkembangan tumbuhan budidaya.
Proses perubahan air menjadi uap air disebut penguapan (vaporisasi atau
evaporasi). Molekul-molekul air yang mempunyai energy kinetik yang cukup untuk
mengatasi gaya-gaya tarik yang cenderung untuk menahannya dalam badan air di
proyeksikan melalui permukaan air. Oleh karena energy kinetik bertambah dan tegangan
permukaan berkurang ketika temperatur naik, maka laju penguapan naik menurut
temperature. Hampir semua uap di atmosfer adalah hasil penguapan dari permukaan air
(Linsley, 2011).
Kelembapan udara merupakan ukuran jumlah uap air di udara. Perkembangan
bahan elektronik dan serat optik telah mendukung dikembangkan berbagai jenis sensor
kelembapan udara dan teknik pengukurannya. Pengukuran kelembapan udara sangat
penting di berbagai sektor perindustrian seperti industri pengolahan dan penyimpanan
makanan, agrikultur, farmasi, biomedis, bahan kimia, ekologi, pemantauan kondisi cuaca
atmosfer dan perindustrian lainnya (Khairunisa. F. 2017)

Febrielviyanti (2019) melakukan penelitian pengaplikasi sistem serat optik


evanescent menggunakan semikonduktor (TiO2-SiO2) sebagai lapisan pengganti cladding
serat optik yang bertujuan untuk mengukur kelembaban, pengamatan suspensi TiO2-SiO2
berhasil dianalisis. Hasil spektrum FTIR menunjukkan bahan yang memiliki gugus fungsi
dengan ikatan TiO2:SiO2 (1:2) mampu diigunakan sebagai sensor kelembaban, hasil
menunjukkan bahwa kelembaban dapat merespon dengan baik pada panjang pengupasan 2
cm dari 5 variasi panjang pengupasan cladding sensor serat optik. Sensor mampu
mengukur kelembaban pada rentang 88,8% hingga 97,42% dengan memperoleh rata-rata
error sebesar 2,78%.
Suhu dan kelembaban uadara pada ruang server merupakan salah satu variabel
yang berpengaruh terhadap kinerja dari suatu jaringan dalam ruang server. Salah satu
kendala yang mempengaruhi kinerja server yaitu meningkatnya suhu dan kelembaban pada
ruang server. Kondisi lingkungan server yang memiliki suhu dan kelembaban yang tinggi
selain mempengaruhi kinerja server juga menyebabkan komponen-komponen hardware
server mengalami kerusakan.
Kondisi iklim mikro utamanya temperatur dan kelembaban relatif udara tidak
sepenuhnya berada pada ambang batas kenyamanan termal karena dipengaruhi oleh faktor
beberapa kondisi langit dan musim. Pada kondisi langit cerah ketersediaan radiasi matahari
cukup banyak dibanding pada kondisi langit berawan, medung ataupun hujan (Nasrullah,
2015).
Keberadaan dan jumlah aerosol dipengaruhi oleh keadaan yang ada di atmosfer.
Kondisi atmosfer sangat dinamik yang secara alami mampu melakukan dispersi, dilusi,
difusi, dan transformasi baik melalui proses fisika maupun kimia serta mekanisme kinetic
atmosfer terhadap zat-zat pencemar (Soedomo,2001). Aerosol yang bersifat higroskopis
akan menyerap uap air yang berada di sekitarnya (Taqiyya, 2014).
Dari hal ini maka aerosol bergabung dengan uap air (unsur kelembaban udara)
sehingga akan mempengaruhi massa udara menjadi lebih berat. Aerosol atmosferik dapat
turun ke permukaan melalui gaya gravitasi untuk yang berukuran besar dan dibersihkan
oleh curah hujan atau curah salju terutama untuk aerosol yang berukuran kecil. (Tjasmoyo,
2017).
1.2 TUJUAN
1. Agar mahasiswa mengetahui penerapan cara perhitungan teoritis matematis dan
kejadian fisis alami ke dalam pengukuran praktis kelembapan nisbi udara dengan
menggunakan termometer bola basa dan bola kering dan hygrograf.
2. Mengerti tentang kondisi kelembapan udara pada berbagai tempat dan beragam waktu
harian.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Kelembaban udara menggambarkan kandungan uap air diudara yang dapat


dinyatakansebagai kelembaban mutlak, kelembaban nisbi (relatif) maupun defist tekanan uap
air.Kelembaban mutlak adalah kandugan uap air (dapat dinyatakan dengan massa uap airatau
tekanannya) persatu air aktual dengan keadaan jenuhnya atau pada kapasitas udarauntuk
menampung uap air. Kapasitas udara untuk menampung uap air tersebut (padakeadaan
jenuh) ditentukan oleh suhu udara. Sedangkan deficit tekanan uap air adalahsElisih antara
tekanan uap jenuh dan tekanan uap aktual. laju penguapan dari permukaantanah lebih
ditentukan oleh deficit tekanan uap air dari pada kelembaban mutlak maupunnisbi. Sedangkan
pengembunan akan terjadi bila kelembaban nisbi telah mencapai 100%meskipun tekanan uap
air aktualnya relatif rendah (Holton, 2006).

Alat meteorologi umumnya ada dua macam yaitu jenis biasa bukan pencatat dan
jenispencatat. Contoh jenis alat biasa adalah termometer, psikrometer, dan sebagainya.
Alatpencatat misalnya termograf dan sebagainya. Untuk jenis alat pencatat
biasanyadilengkapi dengan jam (waktu) dan pias (chart) yang diganti tiap hari untuk pias
hariandan tiap minggu untuk pias mingguan. Biasanya pias ini dilengkapi dengan pias
yangpembuatannya biasnya didasarkan pada bentuk dan cara membersihkan pena
(Tjasyono,2008).

Kelembaban nisbi merupakan perbandingan antara kelembaban aktual


dengankapasitas udara untuk menampung uap air. Bila kelembaban aktual dinyatakan
dengantekanan uap aktual (ea), maka kapasitas udara untuk menampung uap air
tersebutmerupakan tekanan uap jenuh (es) . Sehingga kelembaban nisbi (RH) dapat
dituliskandalam (%) (Benjamin, 2010).

Kelembaban udara merupakan salah satu komponen dari cuaca dan iklim. Kelembaban
udara menggambarkan kandungan uap air di udara yang dapat dinyatakan sebagai kelembaban
mutlak, kelembaban nisbi (relatif) maupun defisit tekanan uap air. Kelembaban udara sangat
dipengaruhi oleh suhu dan curah hujan(Ubed Alizkan, 2017).
Dry Bulb temperature (Temperatur bola kering),adalah temperatur udara yang diukur
menggunkan termometer yang terkena udara bebas namun terjaga dari sinar matahari dan
embun(A .A Dwi Swantik,Hendra Wijaksana et all, 2017).

Kelembaban harian di Indonesia umumnya tinggi, yaitu berkisaran antara 60-90% dan
suhu udara harian di Indonesia berkisaran antara 24-34° (A.Yani 2016).

kelembaban udara dan kelembaban tanah merupakan factor lingkungan yang penting
karena berpengaruh pada pertumbuhan tanaman dan berperan hampir pada semua proses
pertumbuhan (Dean Setiawan, 2016).

Kelembaban udara adalah kadar uap air dalam udara tersebut. Semakin rendah kadar
uap air dalam udara, maka udara akan semakin kering. Suhu dan kelembaban adalah
komponen iklim yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman dan berkaitan dengan lingkungan
yang optimal bagi tanaman sehingga suhu dan kelembaban saling berkaitan satu sama lain
(Cahyono, 2017).

Kelembaban merupakan salah satu factor lingkungan abiotic yang berpengaruuh


terhadap aktifitas organisme di alam. Kelembaban merupakan jumlah uap air di udara,
sedangkan kelembaban mutlak adalah sejumlah uap air dalam udara yang dinyatakan sebagai
berat air persatuan udara. Jumlah uap air yang tersimpan di udara dipengaruhi oleh tekanan
dan temperature sehingga kelembaban nisbi adalah persentase uap air yang sebenarnya
dibandingkan dengan kejenuhan di bawah temperature dan tekanan tertentu (Toar Daniel
Malingkas, 2019).

Kelembaban udara merupakan ukuran jumlah uap air di udara. Pengukuran


kelembaban udara sangat penting di berbagai sector perindustrian seperti industry pengolahan
dan penyimpanan makanan, agrikultur, farmasi, biomedis, bahan kimia, ekologi, pemantauan
kondisi cuaca dan lainnya (Khairunisa.F., 2017).
BAB III
METODOLOGI
2.1 ALAT DAN BAHAN
1. Termometer bola basah dan bola kering
2. Hygrograf
2.2 CARA KERJA
Pengamatan sesaat :
1. Siapkan dua termometer. Basahi salah satu sensor termometer tersebut dengan air bersih
atau akuades setelah di selubungi dengan kain kasa atau kapas.
2. Tempatkan pasangan termometer pada titik kettinggian 50 cm, 120 cm dan 200 cm dari
permukaan tanah. Diamkan selama 3 menit. Baca suhu bola basah dan bola kering secara
hamper bersamaan.
3. Tempat lokasi pengamatan adalah di tmpat terbuka dan di bawah pohon.

Pengamatan kontinyu

1. Siapkan dan pasang alat termohygrograf di laboraturium.


2. Tulis tanggal pemasangan pias, cocokan waktu peasangan dengan jam saat pemasangan.
3. Amati seminggu kemudian seluruh fuktuasi kelembapan udara yang terjadi selama itu.
4. Jawab dalam laporan apakah turun naiknya fruktusi tersebut selalu relative sama
waktunya.
BAB V
PENUTUP
4.1 KESIMPULAN
Kelembaban udara yang lebih tinggi pada udara dekat permukaan pada siang hari
disebabkan karena penambahan uap air hasil evapotranspirasi dari permukaan. Pada
malam hari, akan berlangsung proses kondensasi atau pengembunan yang memanfaatkan
uap air yang berasal dari udara. Oleh sebab itu, kandungan uap air di udara dekat
permukaan tersebut akan berkurang, . Dalam kehidupan sehari hari kelembaban udara
sadalah sesuatu yang sangat penting, karena ini akan sangat mempengaruhi temperature.
4.2 SARAN
Di harapkan untuk praktikan bisa memperhatikan apa yang di jelaskan oleh coass
dengan serius agar bisa melaksanakan praktikum dengan baik dan benar.
DAFTAR PUSTAKA
Umar, Ruslan.2012.Penuntun Praktikum Ekologi Umum. Makassar : Universitas Hasanuddin.
Ir. Gusniwati, MP.2012.Penuntun Praktikum Instrumentasi Klimatologi.
Universitas Jambi.Jambi

Handoko. 2015. Pengamatan Unsur–unsur Cuaca di Stasiun Klimatologi Pertanian.


Bogor: Jurusan Geofisika dan Meteorologi FMIPA-IPB
Hanum, C. 2013. Klimatologi Pertanian. USU Press. Medan
Khairunisa. F. 2017 Rancang Bangun alat ukur kelembapan uadara berbasis mikrokontroler
ATMega328 dengan sensor serat optic evanescent menggunakan FilmGelatin. Jurnal fisika
unand. 6(3):217-224

Febrielviyanti., Harmadi., Dahlan, D., 2019, Rancang Bangun Sensor Kelembaman Udara
menggunakan Plastic Optical Fiber (POF) dengan Cladding TiO2-SiO2 dan Data
Transmisi, Jurnal Fisika dan Aplikasinya, Vol 15, hal 29-33.

Nasrullah., R. Rahim., Baharuddin., R. Mulyadi, N. Jamala., dan A.Kusno. 2015. Temperatur


dan Kelembaban Relatif Udara Outdoor. Prosiding Temu Ilmiah IPLBI 2015.
Tjasyono, B. (2017). Mikrofisika Awan Dan Hujan. BMKG. Jakarta
Taqiyya, M. (2014). Teknologi Modifikasi Cuaca. Majalah 1000guru.

Anda mungkin juga menyukai