0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
271 tayangan70 halaman

65lakip Dikes 2023

Diunggah oleh

zero blackfire
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
271 tayangan70 halaman

65lakip Dikes 2023

Diunggah oleh

zero blackfire
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJAINSTANSI PEMERINTAH

LAKIP 2023
DINAS KESEHATAN

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR


DINAS KESEHATAN
Jl. Ahmad Yani, No. 100 Telp. (0376) 2921033
SELONG - LOMBOK TIMUR
NUSA TENGGARA BARAT

LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2022 i


KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan Puji syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha
Esa karena atas karunia dan perkenan-Nya Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi
Pemerintah (LAKIP) Dinas Kesehatan Tahun 2023 dapat diselesaikan.

Laporan ini merupakan media tertulis pertanggungjawaban atas pelaksanaan


tugas pokok dan fungsi Dinas Kesehatan yang berisi informasi tentang pencapaian
target program dan kegiatan selama tahun 2023, serta gambaran capaian kinerja Dinas
Kesehatan selama kurun waktu pelaksanaan Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2018-
2023.

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) ini disusun berdasarkan data


yang obyektif dan validitas sehingga diyakini telah memenuhi prinsip-prinsp
akuntabilitas yang berlaku dan diharapkan mampu mendorong terwujudnya
pemerintahan yang baik dan bersih (good governance and clean governance).

Demikian Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) ini disusun untuk itu
kami sampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setulusnya kepada semua
pihak yang telah memberikan kontribusi. Semoga Laporan Akuntabilitas Kinerja
Pemerintah (LAKIP) ini dapat menjadi bahan evaluasi guna peningkatan kualitas
kinerja Dinas Kesehatan dalam mendukung terwujudnya masyarakat Lombok Timur
yang sehat, produktif dan berkualitas.

Selong, 01 Februari 2023


Kepala Dinas Kesehatan
Kabupaten Lombok Timur

Dr. H. PATHURRAHMAN, SKM, M.AP


NIP. 19681231 199003 1 109

LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 ii


RINGKASAN EKSEKUTIF

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur tahun 2023 ini
merupakan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan
Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah, Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014
tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, dan Instruksi
PresidenNomor 5 Tahun 2004 tentangPercepatan Pemberantasan Korupsi. Penyusunan
Laporan Kinerja dilakukan dengan mendasarkan pada Peraturan Menteri
Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014
tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Reviu
atas Laporan Kinerja, di mana pelaporan capaian kinerja organisasi secara transparan
dan akuntabel merupakan bentuk pertanggungjawaban atas kinerja Dinas Kesehatan
Kabupaten Lombok Timur.

Penyusunan Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur


tahun 2023 didasarkan pada tugas pokok dan fungsinya yang terdiri dari program-
program kesehatan seperti yang tercantum dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran
(DPA) tahun anggaran 2023 yang meliputi 5 program, 21 kegiatan dan 81 sub kegiatan.

Pelaksanaan pembangunan Kabupaten Lombok Timur tahun 2023 telah


berpedoman kepada RPJMD yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah Kabupaten
Lombok Timur Nomor 1 Tahun 2019 tentang Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Daerah Tahun 2018–2023. Menindaklanjuti hal tersebut, Dinas Kesehatan
telah menetapkan Rencana Strategis Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur yang
ditetapkan dengan Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Nomor 854/34.3/Dikes/2019.
Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah
Kabupaten Lombok Timur Nomor 6 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan
Perangkat Daerah Kabupaten Lombok Timur. Rincian tugas, fungsi dan tata kerja
Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur diatur dalam Peraturan Bupati Lombok
Timur Nomor 35 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Uraian Tugas,
Fungsi, dan Tata Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur.

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dinas Kesehatan


Tahun 2023, merupakan sarana untuk menyampaikan pertanggungjawaban kinerja
Kepala Dinas Kesehatan beserta jajarannya kepada Bupati Lombok Timur, serta
seluruh pemangku kepentingan baik yang terkait langsung maupun tidak langsung.
Selain itu Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (LAKIP) Dinas Kesehatan
Kabupaten Lombok Timur merupakan wujud dari pertanggungjawaban atas kinerja
pencapaian indikator utama (IKU) yang dijabarkan dalam tujuan/sasaran strategis.
Tujuan/sasaran strategis tersebut mengacu pada Rencana Strategis Dinas Kesehatan
Kabupaten Lombok Timur Tahun 2018-2023.

Untuk menilai pencapaian sasaran strategis dan sasaran program tersebut,

LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 iii


pada tahun 2023 Dinas Kesehatan telah menetapkan target Indikator Kinerja Utama
(IKU) sebagai alat pengukuran kinerja sesuai RPJMD Kabupaten Lombok Timur
Tahun 2018-2023 yaitu Meningkatnya Mutu Pelayanan Kesehatan 6 indikator,
Meningkatnya Kualitas Lingkungan Sehat 1 indikator dan Meningkatnya Masyarakat
Miskin mendapatkan Jaminan Pembiayaan Pelayanan Kesehatan 1 indikator.

Hasil pengukuran kinerja terhadap 3 (tiga) sasaran dan 8 (delapan) indikator


kinerja utama Dinas Kesehatan Tahun 2023, disimpulkan bahwa 4 (empat) indikator
sasaran melebihi target yaitu Angka Kematian Ibu, Angka Kematian Bayi, Persentase
Gizi Balita Buruk, Persentase Prevalensi Stunting, 2 ( dua) indikator mencapai target
yaitu Persentase Desa STBM, , dan Persentase masyarakat miskin mandapatkan
jaminan pembiayaan pelayanan Kesehatan, serta 2 (dua) indikator tidak mencapai
target yaitu Persentase Penderita Hipertensi yang dilayani sesuai standar ,Success rate
pengobatan TB.

Pencapaian kinerja keuangan dilihat dari realisasi keuangan tergolong baik


yaitu dari total anggaran belanja langsung yang dialokasikan Rp 417.882.297,835,-
penyerapan anggaran mencapai Rp 351.603.611.665,- (84,14%)

Persentase capaian kinerja untuk sasaran Mutu Pelayanan Kesehatan adalah


sebesar 124% , sedangkan penyerapan anggarannya sebesar 94,35 % sehingga
diperoleh nilai efesiensi penggunaan sumber daya pencapaian sasaran ini sebesar
19,1%

Persentase capaian kinerja untuk sasaran Meningkatnya Kualitas Lingkungan


Sehat adalah sebesar 100 % , sedangkan penyerapan anggarannya sebesar 97,50%
sehingga diperoleh nilai efesiensi penggunaan sumber daya pencapaian sasaran ini
sebesar 2,5 %

Persentase capaian kinerja untuk sasaran Meningkatnya kepesertaan


masyarakat miskin mendapatkan jaminan pembiayaan pelayanan kesehatan adalah
sebesar 100% , sedangkan penyerapan anggarannya sebesar 71,55% sehingga diperoleh
nilai efesiensi penggunaan sumber daya pencapaian sasaran ini sebesar 29,45%.

Hasil evaluasi terhadap kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur


Tahun 2023 dapat disimpulkan bahwa Indikator Kinerja Utama yang ditetapkan dalam
Rencana Strategis tergolong efisien karena karena persentase pencapain kinerja lebih
besar dibandingkan dengan persentase penyerapan anggaran.

LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 iv


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .........................................................................................................ii


RINGKASAN EKSEKUTIF ...............................................................................................iii
DAFTAR ISI ....................................................................................................................... v
DAFTAR TABEL ............................................................................................................... vi
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................... 1
A. LATAR BELAKANG ............................................................................................ 1
B. MAKSUD DAN TUJUAN ..................................................................................... 3
C. DASAR HUKUM ................................................................................................... 3
D. TUGAS, FUNGSI DAN STRUKTUR ORGANISASI .......................................... 4
E. SARANA DAN PRASARANA ............................................................................. 9
F. SUMBERDAYA MANUSIA KESEHATAN ................................ 10
G. ISU STRATEGIS .................................................................................................... 12

BAB II PERENCANAAN KINERJA ................................................................................ 13


A. RENCANA STRATEGIS ....................................................................................... 13
B. PERJANJIAN KINERJA........................................................................................ 16
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA............................................................................. 19
A. CAPAIAN INDIKATOR KINERJA ...................................................................... 19
B. CAPAIAN INDIKATOR KINERJA SASARAN .......................... 25
C. AKUNTABILITAS KEUANGAN ......................................................................... 54

BAB IV PENUTUP ............................................................................................................ 62

LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 v


DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Kondisi Sarana dan Prasarana Tahun 2023 ......................................................... 10


Tabel 1.2 Jumlah Pegawai, Kualifikasi Pendidikan, Pangkat dan Golongan, Jumlah
Pejabat Struktural dan Fungsional ...................................................................... 10
Tabel 2.1 Indikator Kinerja Tujuan Renstra Dinas Kesehatan ........................................... 15
Tabel 2.2 Indikator Kinerja Utama (IKU) Dinas Kesehatan ............................................... 15
Tabel 2.3 Perjanjian Kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2023 .... 17
Tabel 2.4 Anggaran Program Pendukung Indikator Kinerja Utama ................................... 18
Tabel 3.1 Target Indikator Kinerja Tujuan ......................................................................... 20
Tabel 3.2 Capaian Indikator Kinerja Tujuan ....................................................................... 22
Tabel 3.3 Perbandingan Indikator Kinerja Tujuan .............................................................. 22
Tabel 3.4 Pencapaian Indikator Kinerja Tujuan Dibandingkan Target Akhir Renstra........ 23
Tabel 3.5 Pencapaian Indikator Kinerja Tujuan Dibandingkan dengan Capaian Propinsi
dan Nasional 2023 .............................................................................................. 23
Tabel 3.6 Capaian Indkator Kinerja Utama......................................................................... 24
Tabel 3.7 Capaian Indikator Kinerja Sasaran Dinas Kesehatan Tahun 2023..................... 25
Tabel 3.8 Pencapaian Kinerja Sasaran Dinas Kesehatan Tahun 2023 ................................ 26
Tabel 3.9 Pencapaian Kinerja Sasaran Dinas Kesehatan Tahun 2023 ................................ 26
Tabel 3.10 Pencapaian Sasaran 1 ........................................................................................ 27
Tabel 3.11 Perbandingan Realisasi Indikator Sasaran 1 ..................................................... 28
Tabel 3.12 Pencapaian Indikator Kinerja Sasaran 1............................................................ 28
Tabel 3.13 Pencapaian Indikator Kinerja Sasaran 1............................................................ 29
Tabel 3.14 Penyebab Kematian Ibu di Kab. Lombok Timur Tahun 2019 – 2023 .............. 31
Tabel 3.15 Analisis Penyebab Keberhasilan / Kegagalan Upaya Penurunan Kematian Ibu
& Rencana Intervensi ...................................................................................... 32
Tabel 3.16 Penyebab Kematian Bayi di Kab. Lombok Timur Tahun 2019 – 2023 ........... 34
Tabel 3.17 Analisis Penyebab Keberhasilan / Kegagalan Upaya Penurunan Kematian
Bayi & Rencana Intervensi ............................................................................... 35
Tabel 3.18 Analisis Penyebab Keberhasilan / Kegagalan Upaya Penurunan Prevalensi
Stunting Balita &Rencana Intervensi ................................................................ 38
Tabel 3.19 Analisis Penyebab Keberhasilan / Kegagalan Upaya Penurunan Prevalensi Gizi
Buruk &Rencana Intervensi ............................................................................... 40
Tabel 3.20 Analisis Penyebab Keberhasilan / Kegagalan Upaya Pelayanan Hipertensi
sesuaistandar &Rencana Intervensi ................................................................... 42
Tabel 3.21 Analisis Penyebab Keberhasilan / Kegagalan Sussses Rate Pengobatan TBC. 44
Tabel 3.22 Efesiensi Penggunaan Sumber Daya ................................................................. 45
Tabel 3.23 Analisis Pencapaian Sasaran 2 .......................................................................... 46
Tabel 3.24 Perbandingan Capaian Kinerja Persentase Desa STBM ................................. 47
Tabel 3.25 Pencapaian Indikator Kinerja Sasaran 2: Persentase Desa STBM .................... 47
Tabel 3.26 Pencapaian Indikator Kinerja Sasaran 2: Persentase Desa STBM .................... 48
Tabel 3.27 Perbandingan Capaian Kinerja Persentase Desa STBM ................................. 48
Tabel 3.28 Efesiensi Penggunaan Sumber Daya ................................................................. 49

LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 vi


Tabel 3.29 Pencapaian Indikator Sasaran Persentase Masyarakat Miskin Mandapatkan
Jaminan Pembiayaan Pelayanan Kesehatan ....................................................... 49
Tabel 3.30 Perbandingan Capaian Kinerja Persentase masyarakat miskin mandapatkan
jaminan pembiayaan pelayanan kesehatan ......................................................... 50
Tabel 3.31 Pencapaian Indikator Kinerja Sasaran 3............................................................ 50
Tabel 3.32 Pencapaian Indikator Kinerja Sasaran 3............................................................ 51
Tabel 3.33 Analisis Penyebab Keberhasilan / Kegagalan peningkatan jumlah kepesertaan
masyarakat miskin mendapatkan jaminan pembiayaan pelayanan kesehatan .. 51
Tabel 3.34 Efesiensi Penggunaan Sumber Daya ................................................................. 52
Tabel 3.35 Capaian Kinerja Program Pendukung Indikator Kinerja Utama ...................... 53
Tabel 3.36 Ringkasan Realisasi Anggaran .......................................................................... 54
Tabel 3.37 Perbandingan Ringkasan Realisasi Anggaran ................................................... 55
Tabel 3.38 Pagu dan Realisasi Anggaran Terkait Pencapaian Kinerja Sasaran .................. 55
Tabel 3.39 Anggaran dan Realisasi Keuangan .................................................................... 56
Tabel 3.40 Anggaran dan Realisasi Keuangan .................................................................... 60
Tabel 3.41 Anggaran dan Realisasi Keuangan .................................................................... 61

LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 vii


BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Pembangunan bidang kesehatan merupakan bagian dari pembangunan nasional


yang bertujuan meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi
setiap orang agar derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya terwujud.
Pembangunan bidang kesehatan merupakan upaya seluruh komponen bangsa, baik
masyarakat, swasta maupun pemerintah. Pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan
diarahkan untuk mencapai tujuan pembangunan bidang kesehatan. Dalam upaya
mewujudkan pembangunan bidang kesehatan yang efektif, efisien dan berkelanjutan,
maka diperlukan suatu perencanaan dengan memperhatikan optimalisasi pemanfaatan
sumber daya yang ada. Penilaian kinerja tidak hanya melihat pencapaian hasil kegiatan
tetapi mencakup perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan.
Permasalahan kesehatan utama yang dihadapi di Kabupaten Lombok Timur
adalah Rendahnya Derajat Kesehatan Masyarakat yang ditandai dengan masih rendahnya
Usia Harapan Hidup dan masih tingginya Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka
Kematian Ibu (AKI) serta adanya kasus gizi buruk yang berpengaruh pada pencapaian
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Lombok Timur yang masih tergolong
rendah serta berpengaruh pula terhadap Usia Harapan Hidup dimana dimensi dari IPM
salah satunya adalah Usia Harapan Hidup.
Isu-isu yang berpengaruh terhadap masih rendahnya Derajat Kesehatan
Masyarakat di Kabupaten Lombok Timur selain masih tingginya kasus kematian ibu dan
kasus kematian bayi antara lain masih terdapat kasus balita stunting, penyakit menular
seperti TBC, HIV, penyakit tidak menular seperti Hipertensi, Diabetes Mellitus, kualitas
Kesehatan lingkungan serta pembiayaan pelayanan Kesehatan masyarakat.
Selanjutnya dalam rangka meningkatkan pelaksanaan program pemerintahan yang
berdaya guna, berhasil guna, bersih dan bertanggungjawab, telah diterbitkan Peraturan
Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
(SAKIP). Pelaksanaan lebih lanjut didasarkan atas pedoman penyusunan penetapan
kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) yaitu Peraturan
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun
2014 .

LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 1


Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah adalah perwujudan kewajiban suatu
instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan atau kegagalan
pelaksanaan dalam mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan melalui alat
pertanggungjawaban secara periodik.
Untuk mencapai Akuntabilitas Instansi Pemerintahan yang baik, Dinas Kesehatan
selaku unsur pembantu pimpinan, dituntut selalu melakukan pembenahan kinerja serta
diharapkan mampu meningkatkan peran serta fungsi Dinas Kesehatan sebagai sub sistem
dari sistem Pemerintahan Daerah yang berupaya memenuhi aspirasi masyarakat.
Dalam perencanaan pembangunan daerah Kabupaten Lombok Timur, capaian
tujuan dan sasaran pembangunan yang dilakukan tidak hanya mempertimbangkan visi dan
misi pemerintaah daerah, melainkan keselarasan dengan tujuan dan sasaran yang ingin
dicapai pada lingkup pemerintahan kabupaten/kota, propinsi dan nasional.
Terwujudnya suatu tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabel merupakan
harapan semua pihak. Berkenaan dengan harapan tersebut diperlukan pengembangan dan
penerapan sistem pertanggungjawaban yang tepat, jelas, terukur legitimate sehingga
penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dapat berlangsung secara berdayaguna,
berhasilguna, bersih dan bertanggungjawab serta bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme
(KKN).
Sejalan dengan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang
penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme, maka
diterbitkan Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas
KinerjaInstansi Pemerintah (SAKIP). Sehubungan dengan hal tersebut Dinas Kesehatan
diwajibkan untuk menyusun Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP).
Penyusunan LAKIP Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2023
dimaksudkan sebagai perwujudan akuntabilitas penyelenggaraan kegiatan yang
mencerminkan pencapaian kinerja, visi, misi, realisasi pencapaian indikator kinerja utama
dan sasaran dengan target yang telah ditetapkan.
Selain itu, penyusunan LAKIP Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur
merupakan upaya untuk mengukur sejauh mana keberhasilan pelaksanaan Rencana
Strategis (Renstra) pada tahun anggaran 2023 serta menunjukkan arah dan dimensi
kebijakan pembangunan bidang kesehatan di Kabupaten Lombok Timur melalui
kompilasi dari seluruh kegiatan strategis di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten
Lombok Timur.

LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 2


B. MAKSUD DAN TUJUAN

Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dinas


Kesehatan Kabupaten Lombok Timur ini dimaksudkan sebagai wujud
pertanggungjawaban pelaksanaan tugas pokok dan fungsi selama tahun 2023. Adapun
tujuannya adalah:
a. Memberikan informasi mengenai kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur
selama tahun 2023
b. Sebagai bahan evaluasi kinerja serta masukan dalam perencanaan program Dinas
Kesehatan Kabupaten Lombok Timur untuk diharapkan adanya perbaikan kinerja
yang lebih baik dimasa yang akan datang
c. Menjadikan Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur yang akuntabel sehingga
dapat bekerja secara efisien, efektif serta dapat mengakomodir aspirasi masyarakat
d. Terpeliharanya kepercayaan masyarakat kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok
Timur.
C. DASAR HUKUM

Dasar Hukum Penyusunan Laporan ini adalah:


1. Undang–Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang
Bersih, Bebas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme;
2. Undang-UndangNomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah;
3. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara
Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah;
4. Undang-Udang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan;
5. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan
Kewenangan Provinsi sebagai daerah Otonom;
6. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan
Kinerja Instansi Pemerintah;
7. Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi
Pemerintah;
8. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan
Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;
9. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor
53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan
Tata Cara Review Atas Laporan Kinerja;
LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 3
D. TUGAS, FUNGSI DAN STRUKTUR ORGANISASI PERANGKAT DAERAH

Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur merupakan salah satu Dinas


Daerah dengan Type A yang menyelenggarakan Urusan Pemerintahan Bidang
Kesehatan sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Lombok
Timur Nomor 6 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah
Kabupaten Lombok Timur . Selanjutnya tugas, fungsi dan struktur organisasi Dinas
Kesehatan Kabupaten Lombok Timur dijabarkan dalam Peraturan Bupati Lombok
Timur Nomor 35 tahun 2016 tentang Kedudukan,Susunan Organisasi, Uraian Tugas,
Fungsi dan Tata Kerja Dinas Kesehatan.
Susunan Organisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur terdiri atas:
1. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur
2. Sekretariat, terdiri dari:
a. Sub Bagian Program dan Pelaporan
b. Sub Bagian Keuangan
c. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian.
3. Bidang Pelayanan Kesehatan, terdiri dari:
a. Seksi Pelayanan Kesehatan Primer, Akreditasi dan Kesehatan Tradisional
b. Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan dan Pelayanan Penunjang
c. Seksi Kefarmasian dan Makanan/Minuman
4. Bidang Kesehatan Masyarakat, terdiri dari :
a. SeksiKesehatanKeluarga
b. Seksi Promosi dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat
c. Seksi Gizi Masyarakat
5. Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit & Kesehatan Lingkungan, terdiridari :
a. Seksi Survailans Epidemiologi, Imunisasi dan Kesehatan Bencana
b. Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.
c. Seksi Kesehatan Lingkungan
6. Bidang Sumber Daya Kesehatan Penelitian dan Pengembangan
a. Seksi Pembiayaan Kesehatan
b. Seksi Pengembangan Sumber Daya Manusia Kesehatan
c. Seksi SaranaPrasaranadanAlatKesehatan
7. Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD)
8. Kelompok Jabatan Fungsional (Jafung)

LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 4


Kepala Dinas Kesehatan menyelenggarakan fungsi sebagai berikut:
a. Perumusan kebijakan operasional dan rencana program di bidang kesehatan
masyarakat
b. Perumusan kebijakan operasional dan rencana program dibidang pencegahan,
pengendalian penyakit dan kesehatan lingkungan
c. Perumusan kebijakan operasional dan rencana program dibidang pelayanan
kesehatan
d. Perumusan kebijakan operasional dan rencana program dibidang sumber daya
kesehatan

1. Sekretariat
Sekretariat dipimpin oleh seorang Sekretaris Dinas yang berada di bawah dan
bertanggung jawab kepada Kepala Dinas. Sekretaris Dinas Kesehatan mempunyai
tugas pokok menyelenggarakan penyusunan program, pelaporan, pengelolaan
keuangan serta urusan umum dan kepegawaian.
Dalam melaksanakan tugas pokoknya, Sekretaris Dinas Kesehatan
menyelenggarakan fungsi sebagai berikut :
a. Penyusunan Rencana Kerja Sekretariat dan Rencana Kerja Dinas;
b. Penyusunan Konsep Rencana Strategis Dinas;
c. Penyusunan Konsep Kebijakan Pemerintah Daerah dibidang Kesehatan;
d. Penyusunan Konsep Kebijakan Dinas untuk pengelolaan program dan
pelaporan, keuangan, urusan umum dan kepegawaian;
e. Pengorganisasian tugas dan kegiatan di lingkup Sekretariat;
f. Pengorganisasian tugas dan program Sekretariat dengan bidang di lingkup
Dinas;
g. Penyelenggaraan pembinaan administrasi program dan pelaporan, keuangan
serta administrasi urusan umum dan kepegawaian di lingkup Dinas;
h. Pembinaan administrasi dan aparatur pada Sub Bagian Program dan Pelaporan,
Sub Bagian Keuangan serta Sub Bagian Umum dan Kepegawaian;
i. Penyelenggaran penilaian kinerja di lingkupDinas;
j. Penyelenggaraan pengawasan dan pengendalian, pemantauan dan evaluasi
kegiatan Sekretariat;
k. Pelaporan pelaksanaan tugas dan kegiatan di lingkup Sekretariat secara rutin dan
berkala;

l. Pelaporan pelaksanaan tugas dan program di lingkup Dinas secara rutin dan
berkala;

LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 5


m. Pelaksanaan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh atasan;

Sekretariat terdiri dari Sub Bagian Program dan Pelaporan, Sub Bagian
Keuangan serta Sub Bagian Umum dan Kepegawaian

2. Bidang Kesehatan Masyarakat


Bidang Kesehatan Masyarakat di pimpin oleh seorang Kepala Bidang yang
berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas.

Dalam melaksanakan tugas pokoknya,Kepala Bidang Kesehatan


masyarakat menyelenggarakan fungsi sebagai berikut :

a. Penyiapan perumusan kebijakan operasional bidang kesehatan masyarakat ;


b. Penyiapan pelaksanaan kebijakan operasional bidang kesehatan masyarakat
c. Penyiapan bimbingan dan fasilitasiteknis bidang kesehatan masyarakat;
d. Pemantauan, evaluasi, dan pelaporan bidang kesehatan masyarakat.

Bidang Kesehatan terdiri dari seksi Seksi Kesehatan Keluarga,Seksi Promosi dan
Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat, Seksi Gizi Masyarakat

3. Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan


Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan
dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang berada di bawah dan bertanggung
jawab kepada KepalaDinas;
Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Kesehatan
Lingkungan mempunyai tugas pokok melaksanakan penyiapan bahan
perumusan kebijakan, koordinasi/advokasi, bimbingan teknis, fasilitasi, dan
laporan kegiatan pencegahan, pengendalian penyakit dan kesehatan lingkungan.
Dalam melaksanakan tugas pokoknya, Kepala Bidang Pencegahan,
Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan menyelenggarakan fungsi
sebagai berikut :
a. Penyiapan perumusan kebijakan operasional Bidang Pencegahan,
Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan;

b. Penyiapan pelaksanaan kebijakan operasional Bidang Pencegahan,


Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan;
c. Penyiapan koordinasi, advokasi, sosialisasi, bimbingan dan fasilitasi teknis

LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 6


Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan;
dan
d. Pemantauan, evaluasi, dan pelaporan Bidang Pencegahan, Pengendalian
Penyakit dan Kesehatan.
Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan terdiri
dari seksi Seksi Survailans Epidemiologi, Imunisasi dan Kesehatan
Bencana,Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit,Seksi Kesehatan
Lingkungan

4. Bidang Pelayanan Kesehatan


Bidang Pelayanan Kesehatan dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang
berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas;

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan mempunyai tugas pokok


melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan operasional,
koordinasi, advokasi, bimbingan teknis, sosialisasi, pasilitasi serta pemantauan,
evaluasi dan pelaporan pelayanan kesehatan primer, kesehatan rujukan,
kefarmasian dan makanan minuman.

Dalam melaksanakan tugas pokoknya, Kepala Bidang Pelayanan


Kesehatan menyelenggarakan fungsi sebagai berikut :
a. Penyiapan perumusan kebijakan operasional Bidang Pelayanan Kesehatan;
b. Penyiapan pelaksanaan kebijakan operasional Bidang Pelayanan Kesehatan;
c. Penyiapan koordinasi, advokasi, sosialisasi, bimbingan dan fasilitasi teknis
Bidang Pelayanan Kesehatan; dan
d. Pemantauan, evaluasi, dan pelaporan Bidang Pelayanan Kesehatan.
Bidang Pelayanan Kesehatan terdiri dari seksi Seksi Pelayanan Kesehatan
Primer, Akreditasi dan Kesehatan Tradisional,Seksi Pelayanan Kesehatan
Rujukan dan Pelayanan Penunjang, Seksi Kefarmasian dan Makanan/Minuman.

5. Bidang Sumber Daya Kesehatan dan Litbangkes


Bidang Sumber Daya Kesehatan dipimpin oleh seorang Kepala Bidang
yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas.

Kepala Sumber Daya Kesehatan mempunyai tugas pokok melaksanakan


penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan operasional, koordinasi,
advokasi, bimbingan teknis, sosialisasi, fasilitasi serta pemantauan, evaluasi dan
LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 7
pelaporan Sumber Daya Kesehatan.
Dalam melaksanakan tugas pokoknya, Kepala Bidang Pelayanan
Kesehatan menyelenggarakan fungsi sebagai berikut :
a. Penyiapan perumusan kebijakan operasional Bidang Sumber Daya
Kesehatan;
b. Penyiapan pelaksanaan kebijakan operasional Bidang Sumber Daya
Kesehatan;
c. Penyiapan koordinasi, advokasi, sosialisasi, bimbingan dan fasilitasi teknis
Bidang Sumber Daya Kesehatan; dan
d. Pemantauan, evaluasi, dan pelaporan Bidang Sumber Daya Kesehatan.
Bidang Sumber Daya Kesehatan terdiri dari Seksi Pembiayaan Kesehatan,
Seksi Pengembangan Sumber Daya Manusia Kesehatan dan Seksi Sarana
Prasarana dan Alat Kesehatan.

6. Kelompok Jabatan
Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melaksanakan sebagian
tugas Dinas Kesehatan sesuai dengan keahlian dan kebutuhan.Kelompok
Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga dalam jenjang jabatan
fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang
keahliannya.
Jumlah Jabatan Fungsional ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban
kerja sedangkan jenis dan jenjang Jabatan Fungsional diatur sesuai dengan
Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.
Adapun bagan Struktur Organisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok
Timur sesuai dengan Peraturan Bupati Lombok Timur Nomor 35 tahun 2016,
adalah sebagai berikut:

LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 8


Gambar 1.1
Struktur Organisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur

E. SARANA DAN PRASARANA


Dalam menjalankan pelayanan kesehatan, Kabupaten Lombok Timur ditunjang oleh
sarana dan prasarana antara lain seperti Rumah Sakit, Puskesmas, Puskesmas Pembantu,
Polindes, Posyandu, Puskesmas Keliling dan lain-lain. Sarana dan prasarana kesehatan
yang ada di Kabupaten Lombok Timur dapat dirinci sebagai berikut :

1. Rumah Sakit : 9 Buah


2. Puskesmas : 35 Buah
3. Puskesmas Pembantu (Pustu) : 81 Buah
4. Polindes/Poskesdes : 229 Buah
5. Instalasi Farmasi Kabupaten : 1 Buah
6. Posyandu : 1.978 Buah
7. Posyandu Asuhan Tokoh Agama : 45 Buah
8. Poskestren : 86 Buah
9. Pos UKK : 54 Buah
10. Pusat Informasi Kesehatan : 32 Buah
11. Puskesmas Keliling : 68 Buah
12. Sepeda Motor di Puskesmas : 400 Buah
LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 9
Tabel 1.1
Kondisi Sarana dan Prasarana Tahun 2023

Kondisi
Ket. *)
No Sarana dan Prasarana Satuan Jumlah (Jumlah)

B RR RB
1 Kantor Dinkes Unit 1 1 - -
2 Puskesmas Unit 35 35 - -
3 Puskesmas pembantu Unit 81 41 38 3
4 Poskesdes Unit 229 144 71 14
5 Kendaraan Roda 2 Unit 471 373 45 53
6 Kendaraan Roda 4 Unit 91 73 13 5
7 Komputer Unit 684 588 58 38
9 Puskel Air Unit 2 0 1 1

F. SUMBERDAYA MANUSIA KESEHATAN


Dalam upaya untuk meningkatkan jangkauan dan pemeratan pelayanan kesehatan
dilakukan penataan penempatan tenaga medis baik dokter spesialis, dokter umum
maupun dokter gigi serta tenaga paramedis seperti bidan dan perawat, serta tenaga
kesehatan lainnya. Data Tahun 2023 menunjukkan jumlah tenaga kesehatan yang
berstatus PNS tersebar di Dinas Kesehatan Kabupaten dan Puskesmas/Jaringannya
sebanyak 1.466 orang sebagai berikut :

Tabel 1.2
Jumlah Pegawai, Kualifikasi Pendidikan, Pangkat dan Golongan, Jumlah Pejabat
Struktural dan Fungsional SKPD yang melaksanakan urusan wajib/pilihan Tahun
2023

No Pegawai Berdasarkan Jumlah Pegawai


1. Berdasarkan Kualifikasi Pendidikan
SD 2 Orang
SLTP 1 Orang
SLTA 46 Orang
DI 6 Orang
DII - Orang

LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 10


No Pegawai Berdasarkan Jumlah Pegawai
DIII 811 Orang
DIV 51 Orang
S1 524 Orang
S2 22 Orang
S3 1 Orang
Jumlah 1.464 Orang
2. Berdasarkan Pangkat/Golongan
Pangkat/Golongan I 1 Orang
Pangkat/Golongan II 319 Orang
Pangkat/Golongan III 736 Orang
Pangkat/Golongan IV 163 Orang

Golongan/ruang VII 152 Orang


Golongan/ruang IX 57 Orang
Golongan/ruang X 36 Orang
Jumlah 1.464 Orang
3. Berdasarkan Jabatan Orang
Eselon II/b 1 Orang
Eselon II/a 0 Orang
Eselon III/b 4 Orang
Eselon III/a 1 Orang
Eselon IV/b 35 Orang
Eselon IV/a 2 Orang
Jumlah 43 Orang
4. Berdasarkan Jabatan Fungsional
Dokter umum Orang
Dokter gigi 28 Orang
Perawat 1.540 Orang
Bidan 1.301 Orang
Perawat gigi 62 Orang

LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 11


Sanitarian 112 Orang
Gizi 169 Orang
Apoteker 131 Orang
Asisten Apotker 48 Orang
Pranata Laboratorium 140 Orang

Teknisis Elektromedik 19 Orang


Penyuluh kesehatan 42 Orang
ADMINKES 5 Orang
Epidemiologi 1 Orang
K3 0 Orang
Rekam Medik 21 Orang
D3 Radiologi 11 Orang
S1 Kesehatan Masyarakat 91 Orang
S2 Kesehatan 11 Orang
S3 Kesehatan 1 Orang
Non Kesehatan 82 Orang

G. ISU STRATEGIS
Isu strategis adalah permasalah utama yang disepakati untuk dijadikan prioritaspenanganan
yaitu :
1. Penurunan AKI/AKB
2. Percepatan penurunan stunting, gizi buruk
3. Penurunan kasus TB dan HIV
4. Penurunan Penyakit Tidak Menular ( Diabetes dan Hipertensi)
5. Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dan budaya PHBS di masyarakat

LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 12


BAB II

PERENCANAAN KINERJA

Dalam rangka melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dengan efektif, Dinas
Kesehatan Kabupaten Lombok Timur berpedoman pada dokumen perencanaan yang telah
ditetapkan yaitu :
A. Renstra Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur tahun 2018-2023
B. Perjanjian Kinerja Tahun 2023

A. RENCANA STRATEGIS
Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah ini berpedoman
pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja,
Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.
Rencana Strategis Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur merupakan
penjabaran teknis di bidang kesehatan dari visi, misi, dan program Bupati Lombok Timur
yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Rencana Strategis Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2018-2023 memuat
visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan, program dan kegiatan pembangunan bidang
kesehatan sesuai dengan tugas dan fungsi Dinas Kesehatan.
Rencana Strategis Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur adalah dokumen
perencanaan yang bersifat indikatif yang memuat program-program pembangunan
kesehatan yang akan dilaksanakan langsung oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok
Timur maupun untuk mendorong peran aktif masyarakat untuk kurun waktu tahun 2018-
2023.
Rencana Strategis Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2018-2023
meliputi penetapan Visi, Misi, Tujuan, Sasaran serta Cara Mencapai Tujuan dan Sasaran
yang berupa Kebijakan, Program dan Kegiatan yang akan dilaksanakan dalam kurun
waktu 5 tahun.

1. VISI DAN MISI


1). Visi
Dalam penyusunan Rencana Strategis Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok
Timur tahun 2018-2023 tidak ditetapkan visi atau cita-cita yang ingin dicapai dalam

LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 13


bidang kesehatan di Kabupaten Lombok Timur tetapi mengacu pada Visi Kepala Daerah
yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Lombok Timur tahun 2018-2023 yaitu “Lombok
Timur yang Adil, Sejahtera dan Aman”.
Visi di atas dilatarbelakangi oleh kondisi obyektif daerah Lombok Timur dewasa
ini serta hasrat masyarakat Lombok Timur untuk dapat sejajar dengan daerah lain dalam
hal Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Salah satu komponen yang menyebabkan
rendahnya posisi IPM Lombok Timur yang menjadi fokus dalam bidang kesehatan adalah
rendahnya akses dan mutu pelayanan kesehatan masyarakat terutama maskin dan tidak
mampu. Oleh karena itu, untuk dapat sejajar dengan daerah lain diperlukan suatu program
percepatan pembangunan kesehatan yang melibatkan partisipasi masyarakat, pemerintah
serta para pihak terkait. Agar proses percepatan dapat dilaksanakan, maka segenap
sumberdaya yang ada harus dapat difungsikan secara optimal, baik sumber daya alam,
sumber daya manusia.

2). Misi

Dalam rangka mewujudkan visi tersebut maka perlu dituangkan dalam bentuk
misi yang dapat memberikan arah, tujuan yang ingin dicapai, dan memberikan fokus
terhadap program yang akan dilaksanakan serta untuk menumbuhkan partisipasi semua
pihak. Misi pembangunan kesehatan Kabupaten Lombok Timur seperti yang tertuang
dalam RPJMD Kabupaten Lombok Timur tahun 2018-2023 adalah Meningkatkan mutu
pendidikan dan pelayanan kesehatan yang berdayasaing dengan biaya terjangkau.

3).Tujuan

Tujuan merupakan penjabaran/implementasi dari pernyataan-pernyataan tentang


hal-hal yang perlu dilakukan untuk mencapai visi, melaksanakan misi dengan menjawab
isu strategis daerah dan permasalahan pembangunan daerah dalam bidang kesehatan.
Tujuan akan dicapai dalam Rencana Strategis Dinas Kesehatan Kabupaten
Lombok Timur Tahun 2023 adalah Meningkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat dengan
Indikator Kinerja Usia Harapan Hidup.
Adapun Indikator Tujuan Renstra Dinas Kesehatan dapat dilihat pada table
berikut:

LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 14


Tabel 2.1
Indikator Kinerja Tujuan Renstra Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur

Kondisi Kondisi
Awal Target kinerja di
No Indikator Kinerja Satuan akhir RPJMD
kinerja
2018 2023 2023

67,41
1 Usia Harapan Hidup (UHH) Tahun 65,4 67,41

4). SASARAN

Sedangkan sasaran adalah penjabaran dari tujuan, merupakan hasil yang


diharapkan dari suatu tujuan yang diformulasikan secara terukur, spesifik, mudah
dicapai, rasional, untuk dapat dilaksanakan dalam jangka waktu 5 (lima) tahun ke
depan. Agar pembangunan kesehatan dapat diselenggarakan dengan berhasil guna
dan berdaya guna, maka sasaran yang akan dicapai oleh Dinas Kesehatan Kabupaten
Lombok Timur sampai pada akhir tahun 2023 adalah sebagai berikut

Tabel 2.2
Indikator Kinerja Sasaran/ Indikator Kinerja Utama (IKU) Dinas Kesehatan
Kabupaten Lombok Timur Tahun 2023

No Indikator Kinerja Utama Formulasi Perhitungan


Jumlah kematian ibu Maternal pada satu
wilayah kerja pada kurun waktu tertentu dibagi
1 Angka Kemaitan Ibu
Jumlah kelahiran hidup pada satu wilayah
kerja dalam
kurun waktu yang sama di kali 100.000
Jumlah kematian bayi (0-11 bulan) pada satu
wilayah kerja pada kurun waktu tertentu dibagi
2 Angka Kematan Bayi
Jumlah kelahiran hidup pada satu wilayah kerja
dalam kurun waktu yang sama di kali 1000
Jumlah Prevalensi Gizi Buruk dibagi semua
3 Prevalensi Gizi Buruk balitayang diukur berat badan dan Panjang
badan atau
tinggi badannya dikalikan 100
Jumlah balita sangat pendek dan pendek dibagi
4 Persentase Stunting jumlah semua balita yang diukur Panjang
badan/tinggi badan dikalikan 100

LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 15


No Indikator Kinerja Utama Formulasi Perhitungan
Jumlah penderita hipertensi usia ≥15
tahun di dalam wilayah kerjanya yang
mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai
standar dalam kurun waktu satu tahun
Persentase Pelayanan Hipertensi
5 dibagi Jumlah estimasi penderitahipertensi
sesuai standar
usia ≥15 tahun yang
berada di dalam wilayah
kerjannyaberdasarkan
angka prevalensi kab/kota
dalam kurun waktu satu
tahun yang sama.
Jumlah pegobatan penderita semua
Persentase Succsess Rate
6 kasus TBdibagi jumlah kasus TB terdaftar
Pengobatan TB
dan diobati kali
dikali 100
Jumlah desa yang telah
7 Desa STBM
melaksanakan STBMdibagi jumlah
seluruh desa di kali 100
Persentase masyarakat miskin Jumlah masyarakat miskin yang
8 mandapatkan jaminan pembiayaan mendapatkan jaminan pembiayaan
pelayanan Kesehatan pelayanan kesehatan dibagi
jumlah seluruh masyarakat miskin di kali
100

B. PERJANJIAN KINERJA

Perjanjian Kinerja sebagai tekad dan janji dari perencana kinerja tahunan sangat
penting dilakukan oleh pimpinan instansi di lingkungan Pemerintahan karena merupakan
wahana proses tentang memberikan perspektif mengenai apa yang diinginkan untuk
dihasilkan. Perencanaan kinerja yang dilakukan oleh instansi akan dapat berguna untuk
menyusun prioritas kegiatan yang dibiayai dari sumberdana yang terbatas. Dengan
perencanaan kinerja tersebut diharapkan fokus dalam mengarahkan dan mengelola
program atau kegiatan instansi akan lebih baik, sehingga diharapkan tidak ada kegiatan
organisasi yang tidak terarah. Penyusunan Perjanjian Kinerja Dinas Kesehatan Tahun
2023 mengacu pada dokumen Renstra Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur
Tahun2018 - 2023, Rencana Kerja (Renja), dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA)
Tahun 2023.
Selanjutnya pengukuran pencapaian tujuan sebagaimana ditetapkan dalam
Renstra Dinas Kesehatan dilakukan melalui pengukuran pencapaian sasarans tartegis,
dalam hal ini pengukuran IKU. Untuk menguatkan pencapaian sasaran strategis tersebut
disusunlah perjanjian kinerja yang dulu disebut penetapan kinerja . Sebagai dokumen
pernyataan kinerja berupa perjanjian kinerja antara atasan dan bawahan untuk
LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 16
mewujudkan target kinerja tertentu, dokumen perjanjian kinerja memuat pernyataan
dalam format formulir yang mencantumkan sasaran strategis, IKU oraganisasi, dan target
kinerja. Target kinerja menunjukkan komitmen dari pimpinan dan seluruh anggota
organisasi untuk mencapai hasil yang diinginkan dari setiap sasaran strategis sesuai
dengan IKU yang bersifat outcome.
Perjanjian kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2023 yang
telah ditanda tangani pada target capaian Keluaran (output) dan Hasil (outcome). Adapun
indikator perjanjian kinerja Dinas Kesehatan Tahun 2023 sesuai tabel sebagai berikut:

Tabel 2.3
Perjanjian Kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2023

No Sasaran Indikator Kinerja Satuan Target


per 100.000
Angka kematian ibu (AKI) 184
Kelahiran Hidup
Angka kematian Bayi 1000 Kelahiran
16
AKB) Hidup
Prevalensi Gizi Buruk % 2,5
Meningkatnya Mutu
1 Persentase Penurunan
pelayanan Kesehatan % 26
Stunting
Persentase Pelayanan
% 100
Hipertensi sesuai standar
Persentase Succsess Rate
% 100
Pengobatan TB
Meningkatnya
2 kualitas lingkungan Desa STBM % 100
sehat
Meningkatnya
kepesertaan Persentase masyarakat
masyarakat miskin miskin mandapatkan
3 % 100
mendapatkan jaminan jaminan pembiayaan
pembiayaan pelayanan Kesehatan
pelayanan Kesehatan

Perjanjian Kinerja ini dianggarkan melalui 5 program program yang tertuang dalam
Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Kesehatan Tahun Anggaran 2023 sebagai
berikut :

LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 17


Tabel 2.4
Anggaran Program Pendukung Indikator Kinerja Utama

NO PROGRAM ANGGARAN (Rp)

PROGRAM PENUNJANG URUSAN 206.417.449.481


I
PEMERINTAHAN DAERAH KABUPATEN/KOTA

PROGRAM PEMENUHAN UPAYA KESEHATAN


199.619.244.438
II PERORANGAN DAN UPAYA KESEHATAN
MASYARAKAT

PROGRAM PENINGKATAN KAPASITAS SUMBER 7.688.215.580


III
DAYA MANUSIA KESEHATAN

PROGRAM SEDIAAN FARMASI, ALAT 324.742.000


IV
KESEHATAN DAN MAKANAN MINUMAN

PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT 3.832.646.336


V
BIDANG KESEHATAN

JUMLAH TOTAL 417.882.297.835

LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 18


BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA
Manajemen pembangunan berbasis kinerja mengandaikan bahwa fokus dari
pembangunan bukan hanya sekedar melaksanakan program/kegiatan yang sudah
direncanakan. Esensi dari manajemen pembangunan berbasis kinerja adalah orientasi
untuk mendorong perubahan, di mana program/kegiatan dan sumber daya anggaran
adalah alat yang dipakai untuk mencapai rumusan perubahan, baik pada level keluaran,
hasil maupun dampak.
Pendekatan ini juga sejalan dengan prinsip good governance di mana salah satu
pilarnya, yaitu akuntabilitas, akan menunjukkan sejauh mana sebuah instansi
pemerintahan telah memenuhi tugas dan mandatnya dalam penyediaan layanan publik
yang langsung bisa dirasakan hasilnya oleh masyarakat. Karena itulah, pengendalian dan
pertanggungjawaban program/kegiatan menjadi bagian penting dalam memastikan
akuntabilitas kinerja pemerintah daerah kepada publik telah dicapai. Pijakan yang
dipergunakan adalah sistem akuntabilitas kinerja ini adalah berpedoman kepada
Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi
Pemerintah dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Perjanjian
Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. Laporan
tersebut memberikan gambaran penilaian tingkat pecapaian target masing-masing
indikator sasaran srategis yang ditetapkan dalam dokumen Renstra Perubahan Tahun
2021. Sesuai dengan ketentuan tersebut, pengukuran kinerja digunakan untuk menilai
keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program, sasaran yang
ditetapkan untuk mewujudkan misi dan visi pemerintah.

A. CAPAIAN INDIKATOR KINERJA


1. Indikator Kinerja Tujuan
Secara umum Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur telah melaksanakan
tugas dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategis
(Renstra) Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2018-2023. Pengukuran
target kinerja tujuan dari sasaran strategis yang telah ditetapkan dilakukan dengan
membandingkan antara target kinerja dengan realisasi kinerja. Capaian Indikator Kinerja
Tujuan Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2023 sebagai berikut :

LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 19


Tabel 3.1
Target Indikator Kinerja Tujuan
Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2023

Kondisi
Indikator Kondisi Awal Target kinerja di
No Kinerja Satuan kinerja 2018 akhir
RPJMD
2023 2023
Usia Harapan
1 Tahun 65,4 67,41 67,41
Hidup (UHH)
Sumber : BPS Kabupaten Lombok Timur 2023

Usia Harapan Hidup adalah perkiraan lama hidup rata-rata penduduk dengan
asumsi tidak ada perubahan pola mortalitas (kematian) menurut umur. Angka ini adalah
angka pendekatan yang menunjukkan kemampuan untuk bertahan hidup lebih lama. Usia
Harapan Hidup yang baik dipengaruhi oleh kesehatan fisik, pendapatan, dan keamanan
lingkungan. Apabila kesehatan fisik tidak mendukung akan memberikan faktor timbulnya
penyakit yang memicu pada kematian. Hal ini akan membuat penurunan Usia Harapan
Hidup, begitu juga sebaliknya.

Usia harapan hidup ditentukan oleh besarnya angka jumlah kematian bayi”.
Jika kematian bayi jumlahnya besar, usia harapan hidup akan rendah. Oleh karenanya,
biasanya di negara-negara maju harapan hidupnya tinggi karena pada umumnya tingkat
kesehatan ibu dan bayinya tinggi. Sebaliknya dinegara berkembang biasanya relatif
rendah karena buruknya tingkat kesehatan.

Usia Harapan Hidup merupakan alat untuk mengevaluasi kinerja pemerintah


dalam meningkatkan kesejahteraan penduduk pada umumnya, dan meningkatkan derajat
kesehatan pada khususnya. Usia Harapan Hidup yang rendah di suatu daerah harus
diikuti dengan program pembangunan kesehatan, dan program sosial lainnya termasuk
kesehatan lingkungan, kecukupan gisi dan kalori termasuk program pemberantasan
kemiskinan.

1. Hal yang mempengaruhi kelangsungan hidup lebih lama


Penyebab panjangnya umur manusia, tergantung dari beberapa faktor: (Prof. Dr. Ir.
Ali Khomsan, ahli gizi Institut Pertanian Bogor).

• Pola Makan
• Penyakit bawaan dari lahir/penyakit degeneratif
• Lingkungan Tempat Tinggal
• Strees Atau Tekanan

LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 20


2. Faktor-faktor kesehatan yang mempengaruhi dan berhubungan dengan usia harapan
hidup
Terdiri atas:
• Gizi
Melewati kehidupan di dunia hingga usia 100 tahun mungkin menjadi harapan
sebagian manusia. Mereka berpendapat bahwa dengan semakin panjang umur
semakin banyak hal-hal yang dapat dilakukan, terlepas itu perbuatan yang baik
maupun buruk. Penyebab panjangnya umur manusia, diluar soal takdir tentunya,
tergantung dari beberapa faktor. Tapi yang paling berpengaruh adalah pola makan.
• Merokok
Merokok mengurangi usia harapan hidup rata-rata 10 tahun. Atau kalau anda tidak
merokok berarti menambah usia harapan hidup rata-rata 10 tahun. Demikian antara
lain hasil penelitian selama 50 tahun di Inggris mengenai dampak merokok
terhadap kesehatan. Hasil penelitian yang dimuat di Jurnal Kesehatan Inggris ini
menunjukkan, terdapat 20 penyakit yang terkait dengan kebiasaan merokok.
Ada sekitar 20 penyakit yang terkait dengan merokok ini, antara lain penyakit
jantung, stroke, dan berbagai macam kanker. Di negara berkembang dewasa ini,
semakin banyak orang merokok.
Kematian itu disebabkan merokok telah dibuktikan sebagai penyebab berbagai
penyakit saluran pernapasan seperti penyakit paru obstruktif menahun, kanker paru,
dan diyakini merupakan faktor resiko untuk penyakit jantung, stroke, dan berbagai
penyakit kronis lain.
• Menapause
Keberhasilan pembangunan termasuk pembangunan kesehatan telah meningkatkan
status kesehatan dan gizi masyarakat antara lain meningkatnya umur harapan hidup
(UHH) di Indonesia dari tahun ke tahun. Disamping itu terjadi pula pergeseran
umur menopause dari 46 tahun pada tahun 1980 menjadi 49 tahun pada tahun 2000.

• Osteporosis
Seiring meningkatnya usia harapan hidup di Indonesia, masalah
osteoporosis/tulang keropos perlu mendapat perhatian serius. Semakin tua
seseorang, semakin mudah terserang osteoporosis. Orang lanjut usia merupakan
sasaran paling sering terkena osteoporosis. Ketika perempuan mencapai usia 80
tahun, ia mengalami resiko 40% mengalami 1 atau lebih patah tulang belakang.
Data dunia juga menyebutkan satu dari tiga wanita beresiko terkena osteoporosis.
Untuk itu Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur terus berupaya untuk
menaikkan Usia Harapan Hidup dengan cara :
1. Meningkatkan upaya pencegahan kematian ibu dan bayi baru lahir melalui
serangkaian program dan kegiatan (Ponek, AMP, Perbaikan Gizi, Rujukan,
Jampersal, Pemberian Mikro nutrient, pemberian Vitamin bagi remaja putri,
dll)
2. Meningkatkan upaya pencegahan kematian Bayi dan Balita dengan
Immunisasi, Pencegahan Stunting/Wasting, Pencegahan penyakit menular.
3. Peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan
LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 21
4. Memperbaiki status gisi keluarga
5. Perbaikan kesehatan lingkungan

Tabel 3.2
Capaian Indikator Kinerja Tujuan
Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2023

Indikator Capaian
No Tujuan Target Realisasi Kriteria
Tujuan (%)
Meningkatnya
Usia
1 Derajat 67,41 71,72 106% Sangat
Harapan
Kesehatan Tinggi
Hidup
Masyarakat

Dari tabel diatas terlihat bahwa Usia Harapan Hidup Kabupaten Lombok Timur
pada tahun 2023 mencapai 71,72 tahun dari target yang 67,41 tahun masuk kriteria
sangat tinggi dan sudah melebihi target. Usia Harapan Hidup ini dipengaruhi oleh masih
tingginya kematian bayi di Kabupaten Lombok Timur dimana faktor yang
mempengaruhi tinggi rendahnya Usia Harapan Hidup adalah tinggi rendahnya angka
kematian bayi.

Tabel 3.3
Perbandingan Indikator Kinerja Tujuan
Tujuan : Meningkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat
Indikator : Usia Harapan Hidup Tahun 2022 dan 2023

Indikator Tahun 2022 Tahun 2023


No Satuan
Kinerja Target Realisasi % Target Realisasi %
Usia Harapan
1 Tahun 67,01 71,33 105,8 67,41 71,72 106
Hidup

Bila dibandingkan dengan tahun 2022 capaian Usia Harapan Hidup Kabupaten
Lombok Timur mengalami peningkatan dari 71,33 tahun menjadi 71,72 tahun sebesar
0,39 tahun pada tahun 2023.

LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 22


Tabel 3.4
Pencapaian Indikator Kinerja Tujuan
Dibandingkan Target Akhir Renstra Dinas Kesehatan Kab. Lombok Timur Tahun2023

Rencana
No Indikator Kinerja Satuan Realisasi Persentase Kesenjangan
sesuai
s/d th Capaian
2023 Renstra Kinerja
2023

1 Usia Harapan Hidup Tahun 71,72 67,42 105,8% -

Apabila dilihat dari tabel diatas maka pencapaian Indikator Tujuan sampai dengan
tahun 2023 sudah melebihi Target akhir Renstra yang ditetapkan.

Tabel 3.5
Pencapaian Indikator Kinerja Tujuan Dibandingkan dengan Capaian Propinsi dan Nasional
2023

Capaian
Kabupaten Kesenjangan Kesenjangan
Indikator Capaian Capaian dgn capaian dgn capaian
No Satuan Lombok
Kinerja Nasional Propinsi propinsi nasional
Timur
Usia Harapan
1 Tahun 73 72,02 71,72 0,3 1,28
Hidup

\
Apabila dilihat dari tabel diatas maka pencapaian Indikator Tujuan Kabupaten
Lombok Timur tahun 2023 belum bisa menyamai capaian nasional maupun propinsi
dengan nilai kesenjangan 0,3 tahun dengan capaian propinsi dan 1,28 tahun
dibandingkan capaian nasional.
Usia Harapan Hidup di Indonesia tahun 2023 adalah 73 tahun, Propinsi Nusa
Tenggara Barat adalah 72,02 dan Usia Harapan Hidup Kabupaten Lombok Timur
adalah 71,72 tahun. Bila dibandingkan dengan Usia Harapan Hidup Nasional maupun
Usia Harapan Hidup propinsi Usia Harapan Hidup Kabupaten Lombok Timur masih
tergolong rendah.

2. Indikator Kinerja Utama ( IKU)


Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur telah melaksanakan tugas dalam
rangka mencapai sasaran yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategis (Renstra)
Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2018-2023. Pengukuran target
kinerja dari sasaran strategis yang telah ditetapkan akan dilakukan dengan
membandingkan antara target kinerja dengan realisasi kinerja. Capaian Indikator.
LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 23
Kinerja Utama Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2023 sebagai
berikut:
Tabel 3.6
Capaian Indkator Kinerja Utama
Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2023

Indikator
No Sasaran Kinerja Satuan Target Realisasi Capaian Ket
per 100.000
Angka kematian Melebihi
Kelahiran 184 100 145,6%
ibu (AKI) Target
Hidup
1000
Angka kematian Melebihi
Kelahiran 16 7 152%
Bayi AKB) Target
Hidup
Prevalensi Gizi Melebihi
% 2,5 0,27 189%
Meningkatnya Buruk/wasting Target
Mutu Persentase
1 137% Melebihi
pelayanan Penurunan % 26 16,18
Target
Kesehatan Stunting
Persentase
Tidak
Pelayanan
% 100 92,3 92,3% Mencapai
Hipertensi sesuai
target
standar
Persentase Tidak
Succsess Rate % 100 91,5 91,5% Mencapai
Pengobatan TB target
Meningkatnya
kualitas Mencapai
2 Desa STBM % 100 100 100%
lingkungan target
sehat
Meningkatnya
kepesertaan Persentase
masyarakat masyarakat miskin
miskin mandapatkan
Mencapai
3 mendapatkan jaminan % 100 100 100%
target
jaminan pembiayaan
pembiayaan pelayanan
pelayanan Kesehatan
Kesehatan
Sumber : Bidang Kesmas, Bidang P3KL,Bidang SDK dan Litbangkes 2023

Dari tabel diatas terlihat hasil pengukuran kinerja terhadap 3 (tiga) sasaran dan 8
(delapan) indikator kinerja utama Dinas Kesehatan Tahun 2023, disimpulkan bahwa 4
(empat) indikator sasaran melebihi target yaitu Angka Kematian Ibu, Angka Kematian
Bayi, Persentase Penurunan Stunting, Persentase Gizi Balita Buruk, 2 (dua) indikator
mencapai target yaitu, Persentase masyarakat miskin mandapatkan jaminan pembiayaan
pelayanan Kesehatan dan Desa yang melaksanakan STBM serta 2 (dua) indikator
sasaran yang tidak memenuhi target yaitu Persentase Pelayanan Hipertensi sesuai
standar dan Persentase Succsess Rate Pengobatan TB.

LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 24


B. CAPAIAN INDIKATOR KINERJA SASARAN TAHUN 2023

Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur telah melaksanakan tugas dalam


rangka tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategis (Renstra) Dinas
Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2018-2023. Jumlah Sasaran yang ditetapkan
untuk mencapai visi dan misi Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur tahun 2018-
2023 sebanyak 3 sasaran 8 indikator kinerja sasaran.
Tahun 2023 adalah tahun ke lima pelaksanaan Rencana Strategis Dinas
Kesehatan, dari 3 sasaran strategis dengan 8 indikator kinerja yang ditetapkan, dapat
dilihat pencapaian kinerja sasaran Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur adalah
sebagai berikut:
Tabel 3.7

Capaian Indikator Kinerja Sasaran


Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2023

No Sasaran Indikator nerja Satuan Target Realisasi Capaian

per
Angka kematian ibu 100.000
184 100 145,6%
(AKI) Kelahiran
Hidup
1000
Angka kematian
Kelahiran 16 7 152%
Meningkatnya Bayi AKB)
Hidup
Mutu Prevalensi Gizi
1 % 2,5 0,27 189%
pelayanan Buruk/wasting
Kesehatan Persentase
% 26 16,18 137,7%
Penurunan Stunting
Persentase
Pelayanan Hipertensi % 100 92,30 92,30
sesuai standar
Persentase Succsess
% 100 91,5 91,50%
Rate Pengobatan TB
Meningkatnya
kualitas
2 Desa STBM % 100 100 100%
lingkungan
sehat
Meningkatnya
Persentase
kepesertaan
masyarakat miskin
masyarakat
3 mandapatkan % 100 100 100%
miskin
jaminan pembiayaan
mendapatkan
pelayanan Kesehatan
jaminan

LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 25


pembiayaan
pelayanan
kesehatan

Berdasarkan pengukuran kinerja tersebut di atas dapat diperoleh data dan informasi kinerja Dinas
Kesehatan Kabupaten Lombok Timur pada beberapa tabel berikut :
Tabel. 3.8
Pencapaian Kinerja Sasaran
Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2023

No Kategori Jumlah Indikator %

Sasaran 8
1 Melebihi Target 4 50
2 Sesuai Target 2 25
3 Tidak Mencapai Target 2 25

Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa dari 8 indikator sasaran ada 4 indikator yang melampaui
target, 2 indikator mencapai target dan 2 indikator tidak mencapai target.

Adapun pencapaian kinerja sasaran dirinci dalam tabel sebagai berikut:


Tabel. 3.9
Pencapaian Kinerja Sasaran
Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2023

Jumlah Pencapaian Indikator Sasaran


No Sasaran Indikator Tidak Mencapai
Sasaran Melebihi Target Sesuai Target
Target
Jumlah % Jumlah % Jumlah %
1 Sasaran 1 6 4 66,7 0 0 2 33,3
2 Sasaran 2 1 0 0 1 100 0 0
3 Sasaran 3 1 0 0 1 100 0 0
Jumlah 8 4 50 2 25 2 25

LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 26


Selanjutnya pengukuran kinerja terhadap indikator kinerja yang telah dicapai
pada tahun 2023 dan membandingkan antara target dan realisasi pada indikator sasaran
dari sebanyak 3 sasaran dan sebanyak 8 indikator kinerja, sebagaimana telah ditetapkan
dalam Renstra Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2018-2023 analisis
pencapaian kinerja dalam pelaksanaan program dan kegiatan secara rinci dapat dilihat
sebagai berikut :

A. 1. Sasaran 1 : Meningkatnya Mutu Pelayanan Kesehatan


Jumlah indikator dari sasaran 1 Meningkatnya Mutu Pelayanan Kesehatan adalah
sebanyak 6 indikator dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 3.10
Pencapaian Sasaran 1 :
Meningkatnya Mutu Pelayanan Kesehatan Tahun 2023

Indikator
No Sasaran Satuan Target Realisasi Capaian
Kinerja
per
Angka
100.000
kematian ibu 184 100 145,6%
Kelahiran
(AKI)
Hidup
Angka 1000
kematian Bayi Kelahiran 16 7 156%
AKB) Hidup
Prevalensi
% 2,5 0,27 189%
Gizi Buruk
Meningkatnya
Persentase
1 Mutu pelayanan
Penurunan % 26 16,18 137,7%
Kesehatan
Stunting
Persentase
Pelayanan
% 100 92,30 92,30
Hipertensi
sesuai standar
Persentase
Succsess Rate
% 100 91,5 91,50%
Pengobatan
TB

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa dari 6 indikator kinerja ada 4 indikator
kinerja sasaran yang melebih target dan 2 indikator kinerja yang tidak mencapai target

LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 27


Tabel.3.11
Perbandingan Realisasi Indikator Sasaran 1 :
Tahun 2022 dan 2023

2023
Capaian
Sasaran Strategis Indikator Kinerja Utama Capaian
2022 Target Realisasi
(%)
Angka kematian ibu
136 184 100 145,6%
(AKI)
Angka kematian Bayi
9 16 7 156%
AKB)

Meningkatnya Prevalensi Gizi Buruk 0,32 2,5 0,27 189%


Mutu pelayanan
Prevalensi Stunting 35,6 26 16,18 137,7
Kesehatan
Persentase Pelayanan
100 100 92,3 92,3
Hipertensi sesuai standar

Persentase Succsess Rate


91,7% 100 91,5 91,5%
Pengobatan TB

Dari tabel diatas dapat lihat bahwa dari 6 indikator sasaran kinerja sasaran
tahun 2023 ada 4 indikator kinerja yang melebihi capaian pada tahun 2022 yaitu Angka
kematian ibu ,Angka kematian Bayi Prevalensi Gizi Buruk dan Prevalensi Stunting.

Tabel 3.12
Pencapaian Indikator Kinerja Sasaran 1
Dibandingkan Target Akhir Renstra Dinas Kesehatan Kab. Lombok Timur Tahun 2022

Realisasi s/d Rencana


Persentase
No Indikator Kinerja Satuan th sesuai Kesenjangan
Capaian Kinerja
2023 Renstra 2023
Per 100.000 145,6%
1 Angka kematian ibu (AKI) 100 184 -
KH
2 Angka kematian Bayi AKB) Per 1000 KH 7 16 156% -
3 Balita Gizi Buruk/wasting % 0,27 2,5 189% -
4 Balita Stunting % 16,18 26 137,7% -
Persentase Pelayanan Hipertensi
5 % 92,3 100 92,30 7,3%
sesuai standar
Persentase Succsess Rate
6 % 91,5% 100 91,5 8,5%
Pengobatan TB

Apabila dilihat dari tabel diatas maka pencapaian Sasaran 1 sampai dengan tahun
2023 adalah 4 indikator kinerja sudah melebihi target akhir Renstra yang ditetapkan dan
2 indikator yang belum mencapai target Renstra yaitu Persentase Pelayanan Hipertensi
sesuai standar dan Persentase Succsess Rate Pengobatan TB.

LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 28


Tabel 3.13
Pencapaian Indikator Kinerja Sasaran 1
Dibandingkan Capaian Propinsi dan Nasional Tahun 2023

Kesenjangan Kesenjangan
Realisasi Capaian Capaian
No Indikator Kinerja Satuan dgn capaian dgn capaian
th 2023 Propinsi Nasional
propinsi nasional
Per
Angka kematian ibu
1 100.000 100 90 206,00 20 -106
(AKI)
KH
Angka kematian Per 1000
2 7 7 18,60 0 -11,60
Bayi AKB) KH
3 Balita Gizi Buruk % 0,27 2,37 Belum -2,1 -
rilis
4 Balita Stunting % 16,8 13,49 21,6 3,31 -4,8
Persentase
Pelayanan
5 % 92,3 96,18 Belum rilis 3,62 -
Hipertensi sesuai
standar
Persentase Succsess
6 % 91,5 91,46 91,7 0,24 0
Rate Pengobatan TB

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa capaian capaian propinsi maupun nasional
pada saat laporan ini di susun belum rilis. AKI Kabupaten Lombok Timur lebih tinggi
dibandingkan dengan capaian Propinsi dan Target Nasional, AKB Kabupaten Lombok
Timur sama dengan capaian Propinsi dan lebih rendah dari capaian nasional.
Penjelasan Indikator Sasaran 1
(1). Angka Kematian Ibu (AKI)

Angka Kematian ibu adalah merupakan angka yang menunjukkan banyaknya


kematian ibu dari setiap 100.000 kelahiran hidup pada tahun tertentu (dinyatakan dengan
per 100.000 kelahiran hidup).
Angka kematian ibu merupakan salah satu indikator sangat sensitif untuk mengetahui
gambaran tingkat permasalahan kesehatan masyarakat. Faktor yang berkaitan dengan
penyebab kematian bayi antara lain terutama tingkat pelayanan antenatal, status gizi ibu
hamil, tingkat keberhasilan program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan Keluarga
Berencana (KB), kondisi lingkungan, dan sosial Ekonomi.
Angka Kematian Ibu (AKI) di Kabupaten Lombok Timur selama empat tahun
berturut turt dari tahun 2019 jumlah kasus kematian ibu sebanyak 29 kasus atau sebesar
103 per 100.000 Kelahiran Hidup dan pada tahun 2020 angka kematian ibu maternal
mencapai 157,4 per 100.000 kelahiran hidup, tahun 2021 jumlah kasus kematian ibu
adalah 45 kasus dengan Angka Kematian Ibu 183 per 100.000 Kelahiran Hidup dari
target tahun 2021 adalah sebesar 192 per 100.000 kelahiran hidup yang berarti masih

LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 29


lebih rendah dibandingkan target. Capaian Angka Kematian Ibu tahun 2022 adalah 136
per 100.000 kelahiran hidup yang berarti telah melebihi target 188 per 100.000 kelahiran
hidup serta tahun 2023 Angka Kematian Ibu adalah 100 per 100.000 kelahiran hidup
yang berarti telah melebihi target 188 per 100.000 kelahiran hidup. Angka Kematian Ibu
ini adalah menrupakan indikator negatif yang berarti semakin rendah angka capaian dari
target yang ditetapkan maka semakin bagus.
Bila dibandingkan dengan nasional pada tahun 2023 masih dibawah capaian
nasional yaitu 206 per 100.000 Kelahiran Hidup, sedangkan bila dibandingkan dengan
capaian AKI propinsi 90 per 100.000 kelahiran hidup maka Angka Kematian Ibu
Maternal di Kabupaten Lombok Timur masih lebih tinggi. Angka Kematian Ibu lebih
baik dibandingkan target yang ditetapkan hal disebabkan karena program kesehatan
keluarga yang cukup tinggi hamper mencapai target yang ditentukan seperti cakupan
pelayanan kesehatan ibu hamil 88% ,pelayanan kesehatan ibu bersalin oleh tenaga
kesehatan 92%
Capaian AKI Kabupaten Lombok Timur pada tahun 2023 yaitu 130 per 100.000
kelahiran hidup) masih dibawah target Rencana Strategis Dinas Kesehatan Kabupaten
Lombok Timur 2018-2023 yaitu 184 per 100.000 kelahiran hidup.

Grafik 3.1
Grafik Angka Kematian Ibu Maternal per 100.000 Kelahiran Hidup
Di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2019-2023

Grafik Angka Kematian Ibu


200

183

157
150

136
Angka Kematian Ibu

103 100
100
50
0

2019 2020 2021 2022 2023

Dari grafik dapat dilihat trend Angka Kematian Ibu yang meningkat dari tahun
2019 ke tahun 2020 dan menurun pada tahun 2022. Angka Kematian Ibu tahun 2022

LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 30


menurun dibandingkan dengan AKI tahun 2021 yaitu dari 183 per 100.000 kelahiran
hidup menjadi 136 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2022 serta menurun pada
tahun 2023 yaitu pada angka 100 per 100.000 Kelahiran Hidup

Tabel 3.14
Penyebab Kematian Ibu di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2019 – 2023

No Sebab Kematian 2019 2020 2021 2022 2023

1 Perdarahan 3 11 6 5 8
2 PER/PEB/Eklampsi 14 12 5 13 7
3 PTM 0 0 10 5 1
4 Infeksi 3 2 3 3 3
5 Lain2/Penyakit penyerta 9 18 8 6 4

6 Covid-19 0 0 13 2 0
Jumlah 29 43 45 34 23
Sumber Data : Laporan Seksi KIA 2023

Seluruh kasus kematian ibu telah dilakukan Audit Maternal Perinatal (AMP)
yang diselenggarakan untuk mengkaji hal – hal yang terkait dengan riwayat dan kondisi
sejak ibu masih hamil, penatalaksanaan persalinan dan kronologis kasus sampai
terjadinya kematian. Hasil audit penyebab kematian ibu tersebut sebagian besar
disebabkan pengenalan resiko oleh masyarakat dan petugas kesehatan serta pemilihan
fasilitas layanan persalinan pada ibu hamil/bersalin/nifas dengan komplikasi yang
kurang tepat sehingga menyebabkan keterlambatan penatalaksanaan kasus emergency
obstetric di rumah sakit rujukan dengan fasilitas yang memadai.

Upaya yang telah dilaksanakan guna menurunkan angka kematian ibu pada
tahun 2023 adalah sebagai berikut:
a. Peningkatan kapasitas SDM Kesehatan melaui sosialisasi pengenalan deteksi dini
resiko ibu hamilresiko tinggi.
b. Peningkatan Pelayanan Kesehatan: Audit Maternal Perinatal, Diseminasi Hasil
Rekomendasi Tingkat Kabupaten, Review Deteksi Dini Ibu Hamil Beresiko,
Sosialisasi Asuhan Persalinan Normal, Rakor Koordinator KIA dan KB.
c. Pemantapan ACSIA ( Aksi Cepat Sayang Ibu dan Anak )
d. Kemitraan Lintas Sektor dan Lintas Program
e. Pemantapan sistem rujukan dengan manual rujukan
f. Pelaksanaan Jaminan Persalinan (Jampersal)

LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 31


Beberapa faktor dan analisis penyebab serta rencana intervensi yang akan
dilakukan dalam penurunan kematian ibu sebagai bahan perencanaan program di tahun
yang akan datang sebagai berikut:

Tabel 3.15
Analisis Penyebab Keberhasilan / Kegagalan Upaya Penurunan Kematian
Ibu & Rencana Intervensi di Kabupaten
Lombok Timur Tahun 2023

INTERVENSI
NO FAKTOR ANALISA PENYEBAB
PROGRAM/KEGIATAN
1. Fasilitas Kualitas pelayanan KIA 1. Kebijakan Pemeriksaan bumil
Pelayanan Masih Perlu Ditingkatkan Gratis
Kesehatan 2. Implementasi ANC Terpadu
3. Tata laksana dan Rujukan
4. Audit Maternal Perinatal
5. Jejaring dengan BPS/RB oleh
Puskesmas
Alur rujukan yang belum 1. Implementasi Manual rujukan
tersistem dengan baik Pengembangan PONED dan
2.
PONEK
2. Petugas Kompetensi petugas yang 1. Kemitraan dengan RSUD Dr.
masih beragam Soedjono dalam peningkatan
kapasitas Petugas
2. Drilling KIA(simulasi
kegawatan maternal)
Pemantauan pasca 1. Jejaring antar fasilitas
persalinan oleh petugas kesehatan untuk pemantauan
belum optimal Ibu
2. Penguatan peran bidan desa
3. Monev pelaksanaan PISPK
3. Faktor Ibu Pengetahuan Ibu Tentang 1. Kunjungan rumah Ibu hamil
tanda bahaya kehamilan dan neonatus risiko tinggi
Kurang 2. Konsultasi dokter ahli
3. Pendampingan Ibu Hamil
4. Bedah buku KIA
5. Kelas Ibu Hamil
Perbaikan gizi pada ibu 1. Intervensi Gizi pada bumil
hamil KEK dan atau KEK, bumil anemia
anemia
4. Pemberdayaan Keterlibatan masyarakat 1. Penggiatan Program
Masyarakat dalam mendampingi Ibu Perencanaan Persalinan dan
hamil belum optimal Pencegahan Komplikasi (P4K)
2. Penggiatan kelompok
pendukung Ibu (KP Ibu)

LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 32


3. Deteksi faktor risiko ibu hamil
oleh masyarakat
4. Posyandu remaja
5. Posyandu keluarga

2). Angka Kematian Bayi (AKB)


Angka Kematian Bayi adalah merupakan angka yang menunjukkan banyaknya
kematian bayi usia 0 tahun dari setiap 1000 kelahiran hidup pada tahun tertentu atau
dapat dikatakan juga sebagai probabilitas bayi meninggal sebelum mencapai usia satu
tahun (dinyatakan dengan per 1000 kelahiran hidup).

Angka kematian bayi merupakan salah satu indikator sangat sensitif untuk
mengetahui gambaran tingkat permasalahan kesehatan masyarakat. Faktor yang
berkaitan dengan penyebab kematian bayi antara lain terutama tingkat pelayanan
antenatal, status gizi ibu hamil, tingkat keberhasilan program Kesehatan Ibu dan Anak
(KIA) & Keluarga Berencana (KB), kondisi lingkungan, dan sosial Ekonomi.

Dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development


Goals (SDGs) angka kematian bayi termasuk ke dalam Goals ke 3 : Menjamin
Kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan bagi semua orang disegala usia,
dengan target pada tahun 2030 diharapkan angka kematian bayi sekitar 12/1000
Kelahiran Hidup, sehingga jika dibandingkan dengan target SDGs maka angka
kematian bayi di Kabupaten Lombok Timur masih lebih rendah.

Capaian AKB Kabupaten Lombok Timur pada tahun 2023 yaitu 7 per 1.000
kelahiran hidup masih dibawah target AKB Rencana Strategis Dinas Kesehatan
Kabupaten Lombok Timur 2018-2023 Kabupaten 18 per 1.000 kelahiran hidup dan
dibawah capaian AKI nasional 18 per 1.000 kelahiran hidup. Angka Kematian Bayi
(AKB) tahun 2023 menurun dibandingkan dengan AKB tahun 2022 yaitu dari 9 per
1.000 kelahiran hidup

Sedangkan bila dibandingkan dengan Propinsi Nusa Tenggaran Barat Capaian


AKB Kabupaten Lombok Timur adalah sama yaitu 7 per 1000 Kelahiran Hidup.
Capaian AKB Propinsi NTB tahun 2023 adalah 7 per 1000 Kelahiran Hidup.

LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 33


Grafik 3.2
Grafik Angka Kematian Bayi per 1.000 Kelahiran Hidup
Di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2019-2023

Grafik Angka Kematian Bayi


15

10.8
Angka Kematian Bayi

10 9.6
9
10

7
5
0

2019 2020 2021 2022 2023

Dari grafik dapat dilihat bahwa Angka Kemtian Bayi Kabupaten Lombok Timur
mengalami penurunan dari tahun 2020 yaitu 10 menjadi 9,6 pada tahun 2022 dan
menjadi 7 per 1000 Kelahiran Hidup pada tahun 2023. Adapun penyebab kematian
bayi dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 3.16
Penyebab Kematian Bayi di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2019 – 2023

No Sebab Kematian 2019 2020 2021 2022 2023

1 Bayi Berat Lahir Rendah 58 101 89 58 1

2 Asfiksia 91 73 51 48 42
3 Kelainan bawaan 31 36 43 43 2

19 93
4 Lain-lain (Aspirasi,diare,infeksi) 108 87 30

Jumlah 288 297 213 168 138


Sumber Data : Laporan Seksi KIA 2023

Dari tabel dapat dilihat bahwa penyebab terbesar kematian bayi tahun 2023 adalah lain-
lain yaitu sebanyak 98 kasus.

LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 34


Tabel 3.17
Analisis Penyebab Keberhasilan / Kegagalan Upaya Penurunan
Kematian Bayi & Rencana Intervensi di Kabupaten Lombok Timur
Tahun 2023

NO FAKTOR ANALISA PENYEBAB INTERVENSI DAN PROGRAM KEGIATAN


1 Faktor Bayi 1. Penyakit pada Bayi 1. Pemberian PMT ibu hamil KEK
Kelainan kongenital dan anemia
2. Peningkatan Kapasitas dalam
2. Asfiksia manajeen Asfiksia pada neonatal
3. Kemitraan dengan Spesiais Anak
3. Infeksi untuk Kompetensi Petugas
4. Pemberian ASI eksklusif 4. Monev Implementasi ASI pada
belum optimal fasyankes
2 Faktor Ibu 1. Pemberian Susu Formula 1. Bedah Buku KIA (pola asuh Bayi
pada BBL Baru Lahir) Konselor ASI
2. Peningkatan jumlah ibu 2. PMT ibu hamil KEK dan atau
hamil KEK dan Anemia Anemia
3. Pengetahuan ibu tentang 3. Pendampingan ibu oleh Kader
ASI eksklusif dalam pola asuh bayi balita
4. Pengembangan media tentang
ASI Eksklusif
5. Kelas ibu
3 Petugas Kapasitas petugas dalam 1. Drilling KIA (simulasi kegawatan
skreening bayi beresiko maternal)
2. Workshop SOP penanganan BBL
3. Audit Maternal Perinatal bayi
4. Penguatan peran bidan desa
dalam pemantauan neonatus dan
bayi beresiko Monev pelaksanaan
PISPK
4 Fasilitas Alur Rujukan belum 1. Peningkatan sarana Prasarana
Pelayanan sistematis puskesmas PONED
Kesehatan 2. Implementasi Manual rujukan

Kegiatan yang telah dilaksanakan guna menurunkan angka kematian bayi


pada tahun 2023 adalah sebagai berikut:

a. Keterpaduan lintas program yaitu program pencegahan penyakit melalui


imunisasi pada bayi
b. Program perbaikan gizi masyarakat melalui peningkatan gerakan 1000 hari
pertama kehidupan
c. Pemantapan ACSIA ( Aksi Cepat Sayang Ibu dan Anak )
d. Peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak di fasilitas pelayanan kesehatan
tingkat dasar maupun rujukan
e. Kegiatan Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK),
Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS), Evaluasi mampu Poned
f. Kegiatan Sosialisasi dan Evaluasi Jampersal

LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 35


3). Balita Stunting
Stunting Balita adalah merupakan angka yang menunjukkan jumlah balita yang
mempunyai panjang badan atau tinggi badan (PB/TB) tidak sesuai usianya . Prevalensi
stunting adalah jumlah balita dengan status gizi sangat pendek dan pendek dibagi
jumlah semua balita yang diukur panjang badan (PB) atau tinggi badan (TB) dikalikan
seratus (dinyatakan dalam persen).

Stunting merupakan salah satu indikator sangat sensitif untuk mengetahui


gambaran tingkat permasalahan kesehatan masyarakat. Faktor yang berkaitan dengan
penyebab stunting antara lain terutama asupan gizi, dan infeksi , dan penyebab lainnya
adalah pola asuh , air bersih dan sanitasi /kondisi lingkungan, dan sosial Ekonomi.
Prevalensi stunting balita di Kabupaten Lombok Timur tahun 2018 sebanyak 43,5%,
pada tahun 2019 stunting balita 40,11% , tahun 2020 stunting balita 39,87%. Prevalensi
stunting balita tahun 2021 sebesar 33,6% tahun 2022 sebesar 35% serta tahun 2023
menjadi 16,18% yang berarti lebih rendah dibandingkan target yaitu 26%.

Bila dibandingkan denganprevalensi Provinsi NTB sebesar 13,49%, maka


Prevalensi Stunting di Kabupaten Lombok Timur masih lebih tinggi. Capaian
Prevalensi Stunting Kabupaten Lombok Timur pada tahun 2023 yaitu 16,18% masih
dibawah target Stunting Rencana Strategis Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur
2018-2023 yaitu 26%.
Grafik 3.3
Grafik Trend Prevalensi Stunting
Di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2018-2023

Trend Prevalensi Stunting


50
43.5
40.11 39.8
40 37.6
35.6

30

Prev. Stunting
20 16.18

10

0
2018 2019 2020 2021 2022 2023

LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 36


Prevalensi stunting tahun 2023 menurun dibandingkan dengan stunting tahun
2022 yaitu dari 35,6% menjadi 16,18% .Hal tersebut menunjukkan bahwa implementasi
dari kebijakan telah memberikan hasil yang cukup baik, mengarahpada intervensi
dengan menekankan pada pemenuhan asupan,perbaikan pola asuh, peningkatan akses
dan mutu pelayanan kesehatan serta akses air minum dan sanitasi.
Terjadinya penurunan ini juga disebabkan semakin membaiknya pelaksanaan
intervensi secara konvergensi, ditunjukkan dengan semakin banyaknya keterlibatan
OPD dan komitmen Pimpinan dari Kabupaten sampai di tingkat desa dalam pencegahan
stunting dan kegiatan kegiatan lebih terintegrasi pada lokasi focus (Lokus) stunting yang
sudah ditetapkan .
Saat ini di Kabupaten Lombok Timur capaian prevalensi sudah dibawah 26%
namun masih belum memenuhi target dari RPJMN tahun 2024 sebesar 14%, bahkan
seandainya pun sudah tercapai 14% bukan berarti sudah bebas dari stunting tetapi target
selanjutnya adalah menurunkan stunting sampai kategori rendah.
Determinan Penyebab Stunting antara lain:
a. Pemenuhan asupan nutrisi
b. Tidak diberikan ASI eksklusif
c. Pemberian MP-ASI yang tidak sesuai
d. Infeksi
e. Lingkungan yang buruk
f. Status social ekonomi keluarga

Upaya yang telah dilaksanakan guna menurunkan prevalensi stunting pada tahun
2023 adalah sebagai berikut:
a. Peningkatan SDM Kesehatan : sosialisasi , orientasi terkait PMBA
b. Peningkatan Pemahaman masyarakat: pertemuan sosialisasi terkait stunting,
orientasi/pelatihan PMBA, Pemantauan Pertumbuhan
c. Kemitraan Lintas Sektor dan Lintas Program
d. Pemantapan Pemantauan Pertumbuhan Balita
e. Pemenuhan Sarpras posyandu

Beberapa faktor dan analisis penyebab serta rencana intervensi yang akan
dilakukan dalam penurunan prevalensi stunting sebagai bahan perencanaan program
di tahun yang akan datang sebagai berikut:

LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 37


Tabel 3.18
Analisis Penyebab Keberhasilan / Kegagalan Upaya Penurunan Prevalensi
Stunting Balita &Rencana Intervensi di Kabupaten
Lombok Timur Tahun 2023

INTERVENSI
NO FAKTOR ANALISA PENYEBAB
PROGRAM/KEGIATAN

1. Fasilitas Pelayanan Kualitas dan kuantitas 1. Ketersediaan data


Kesehatan data yang diinput Masih
Perlu Ditingkatkan 2. Advokasi penyediaan sarana
penginputan
3. Implementasi intervensi
4. Verifikasi data
5. Desiminasi data stunting
oleh puskesmas
2 Petugas Jumlah TPG yang masih 1. Distribusi petugas
beragam

Jumlah balita yang diukur 1. Penguatan peran desa dan


oleh petugas belum masyarakat dalam
optimal pengerahan sasaran
2. Monev pelaksanaan
Pemantauan Pertumbuhan
3. Faktor Ibu Pengetahuan Ibu Tentang 1. Kunjungan rumah
stunting, penyebab, cara 2. Konseling PMBA
pencegahan dan 3. Pendampingan MP-ASI
penanganan masih 4. Kelas Gizi
Kurang

Perbaikan gizi pada 1. Intervensi dengan perbaikan


balita stunting pola makan, pola asuh,
perbaikan lingkugan dan
Sanitasi

4. Pemberdayaan Keterlibatan masyarakat 1. Penggiatan Demo PMBA


Masyarakat dalam mendampingi
keluarga belum optimal 2. Penggiatan kelompok
pendukung ASI (KP ASI)
3. Deteksi Dini status
kesehatan balita di posyandu
keluarga

LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 38


4). Persentase Balita Gizi Buruk
Gizi Buruk adalah menunjukkan banyaknya balita usia 0-59 bulan yang berat
badannya (BB) tidak sesuai dengan panjang badan (PB) atau tinggi badannya (TB).
Prevalensi Gizi Buruk merupakan jumlah balita usia 0-59 bulan yang mempunyai
status gizi buruk dibagi jumlah semua balita yang diukur berat badan dan panjang
badan atau tinggi badannya (PB/TB) dikalikan 100 dan dinyatakan dengan persen
(%).

Gizi Buruk balita merupakan salah satu indikator sangat sensitif untuk
mengetahui gambaran tingkat permasalahan kesehatan masyarakat khususnya
permasalahn gizi. Faktor yang berkaitan dengan penyebab gizi buruk balita antara lain
terutama pemberian makan bayi dan anak, status gizi ibu menyusui, tingkat
keberhasilan program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) & kondisi lingkungan, serta
sosial Ekonomi yang pada garis besarnya yaitu karena Pola Makan, Pola Asuh dan
Lingkungan sekitar serta Sanitasi.

Dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable


DevelopmentGoals (SDGs) Gizi Buruk sangat berkaitan dengan kemiskinan yang
merupakan Goals ke 1: Penurunan angka kemiskinan, dan gizi buruk termasuk ke
dalam Goals ke 3 : Menjamin Kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan
bagi semua orang disegala usia. Menurut WHO target Gizi Buruk dikatakan tidak
sebagai masalah bila prevalensinya dibawah 5% , Gizi buruk Provinsi sebesar 0,6%
(2517 balita). Target Kabupaten Lombok Timur tahun 2024 diharapkan prevalensi
gizi buruk sebesar 2,5% , sehingga jika dibandingkan dengan target WHO maupun
target serta capaian provinsi maka prevalensi Gizi Buruk/wasting di Kabupaten
Lombok Timur belum memenuhi target.

Capaian Gizi Buruk di Kabupaten Lombok Timur pada tahun 2023 masih
dibawah target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Lombok Timur
2018-2023 Kabupaten sebesar 2,5% dengan capaian 0,27%. Dan bila dibandingkan
dengan Propinsi Nusa Tenggaran Barat Gizi Buruk/wasting Propinsi NTB tahun 2023
adalah 0,25% dengan kata lain lebih tinggi dari persentase gizi buruk di Kabupaten
Lombok Timur.

LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 39


Penyebab Gizi Buruk pada Balita:
1. Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR)
2. Pemenuhan asupan nutrisi
3. Tidak diberikan ASI ekslusif
4. Pemberian MP ASI yang tidak sesuai usia
5. Infeksi
6. Sanitasi Lingkungan yang buruk
7. Status social ekonomi keluarga

Tabel 3.19
Analisis Penyebab Keberhasilan / Kegagalan Upaya Penurunan Prevalensi
Gizi Buruk &Rencana Intervensi di Kabupaten Lombok Timur Tahun
2023

NO FAKTOR ANALISA INTERVENSI DAN PROGRAM


PENYEBAB KEGIATAN

1 Faktor Anak 1. Penyakit Penyerta pada 1. Tata laksana gizi buruk


Anak
2. Berat Badan tidak 2. Pemberian PMT, Tata Laksana
naik Gizi Buruk dan PMBA
3. Infeksi 3. Kemitraan dengan Spesiais
Anak untuk Kompetensi
Petugas
4. Pemberian ASI 4. Monev Implementasi ASI ,
eksklusif belum konseling dan pendampingan
optimal proses menyusui

2 Faktor Ibu 1. Pemberian Susu 1. Bedah Buku KIA (pola asuh


Formula pada BBL Bayi Baru Lahir) KonselorASI

2. Peningkatan jumlah 2. PMT ibu hamil KEK dan atau


ibu menyusui KEK Anemia, pendampingan
dan Anemia
3. Pengetahuan ibu 3. Pendampingan ibu oleh Kader
tentang ASI eksklusif dalam pola asuh bayi balita
Pengembangan media tentangASI
Eksklusif
Kelas ibu
3 Petugas Kapasitas petugas 1. Pelatihan Tata Laksana Gizi
dalam Tata Laksana Buruk
Gizi Buruk 2. Penguatan Tim Tata Laksana
Gizi Buruk Puskesmas
3. Audit Maternal Perinatal bayi
4 Fasilitas 1. Sarpras Tata Laksana 1. Peningkatan sarana Prasarana
Pelayanan Gizi Buruk puskesmas
Kesehatan

LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 40


5 Masyarakat 1. Sulit mau dirujuk 1. Meningkatkan koordinasi dengan
perangkat desa dan tokoh
masyarakat serta meningkatkan
pemahaman peran keluarga dan
masyarakat

Kegiatan yang telah dilaksanakan guna menurunkan prevalensi Gizi Buruk pada
tahun 2023 adalah sebagai berikut:

1. Keterpaduan lintas program yaitu program pencegahan penyakit melalui


imunisasi pada bayi
2. Orientasi PMBA bagi KPM dan pengasuh
3. Program perbaikan gizi masyarakat melalui peningkatan gerakan 1000 haripertama
kehidupan
4. Pemantapan ACSIA ( Aksi Cepat Sayang Ibu dan Anak )
5. Peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak di fasilitas pelayanan kesehatan
tingkat dasar maupun rujukan
6. Kegiatan Pemantauan Pertumbuhan , Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh
Kembang (SDIDTK), Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS)
7. Monev dan evaluasi program Gizi

5). Persentase Pelayanan Hipertensi sesuai standar


Perubahan tren penyebab kematian di Indonesia dimana sebelum tahun 2000 an
didominasi oleh penyakit menular namun saat ini sudah bergeser banyak disebabkan
oleh penyakit menular. Hipertensi merupakan penyakit menular yang banyak diderita
olehmasyarakat pada umumnya.

Jumlah layanan standar pada penderita hipertensi yang terus meningkat


menggambarkan bahwa penderita hipertensi di kabupaten Lombik Timur sudah mulai
menyadari pentingnya untuk terus memantau kesehatan secara rutin mengingat penyakit
ini tidak bisa disembuhkan namun bisa dikendalikan dengan cara pengelolaan gaya
hidup yang sehat. Edukasi dan sosialisasi tentang penyakit tidak menular ini terus
disebarkan sehingga menjadi sebuahs karakter masyarakat untuk senantiasa hidup
bersih dan sehat.

Pada tahun 2023 capaian pelayanan kesehatan sesuai standar pada penderita
Hipertensi adalah 92,3% yang berartti belum mecapai target. Apabila dibandungkan
dengan capaian tahun 2022 yaitu 100% maka capaian pada tahun 2023 mengalami
peurunan.

LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 41


Grafik 3.4
Perkembangan capaian Pelayanan Kesehatan pada Penderitan Hipertensi tahun
2018-2023

CAKUPAN PELAYANAN PENDERITA HIPERTENSI DI


KAB.LOMBOK TIMUR TAHUN 2018-2023
120

100
PERSENTASE

80

60

40

20

0
2018 2019 2020 2021 2022 2023
HIPERTENSI 31.8 37.41 20.03 73 100 92

Dari grafik diatas dapat dilihat bahwa tren pelayanan hipertensi semakin meningkat dari
tahun ke tahun sejak 2018 – 2023. Pencapaian tertinggi terjadi pada tahun 2022 yaitu 100%.
Menurun sedikit pada tahun 2023 yaitu 92%

Tabel 3.20
Analisis Penyebab Keberhasilan / Kegagalan Upaya Pelayanan Hipertensi
sesuai standar &Rencana Intervensi di Kabupaten Lombok Timur
Tahun 2023

NO FAKTOR ANALISA PENYEBAB INTERVENSI


PROGRAM/KEGIATAN

1. Fasilitas Pelayanan Kualitas dan kuantitas 1. Verifikasi data


Kesehatan data yang diinput Masih
Perlu Ditingkatkan 2. Advokasi penyediaan sarana
penginputan
3. Integrasi Data
4. Pelaksanaan Pandu PTM di
Puskesmas

2 Petugas Jumlah Tim PTM yang 1. Bimtek


terlatih masih kurang 2. Orientasi petugas

3. Faktor sasaran D/S rendah 1. Kunjungan rumah


2. Pelayanan di Sekolah
3. Pelayanan di tempat kerja

LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 42


4. Pemberdayaan Keterlibatan masyarakat 1. Peningkatan kapasitader
Masyarakat dalam mendampingi kader Posbindu
keluarga belum optimal 2. Skrining PTM oleh Kader

Upaya yang telah dilaksanakan guna mengendalikan Penyakit Tidak Menular


khususnya hipertensi sebagai berikut:
a. Peningkatan Kesadaran Masyarakat melalui promosi kesehatan yang terus menerus
b. Peningkatan Pelayanan Kesehatan melalui pendekatan layanan deteksi dini hipertensi
di Posyandu Keluarga dan pelayanan kesehatan terdekat.
c. Pelayanan Pandu PTM di setiap Puskesmas untuk menjaring masyarakat Usia > 15
tahun yang mengalami hipertensi.

6). Persentase Succsess Rate Pengobatan TBC

Penyakit Tuberkulosis (TBC) adalah masalah kesehatan terbesar di dunia


setelah HIV. TBC harus ditangani dengan serius. Berdasarkan data dari World Health
Organization (WHO) di Indonesia kasus TBC mencapai angka 1.000.000 kasus. Dan
jumlah kematian akibat penyakit Tuberkulosis diperkirakan mencapai 110.000 kasus per
tahun.
Angka keberhasilan pengobatan (Success Rate) pasien tuberkulosis semua kasus
menunjukkan Jumlah pasien tuberkulosis semua kasus yang sembuh dan pengobatan
lengkap diantara semua kasus tuberkulosis yang diobati dan dilaporkan. Angka
keberhasilan pengobatan diperoleh dengan membandingkan jumlah semua kasus
tuberkulosis yang sembuh dan pengobatan lengkap dengan jumlah semua kasus yang
diobati dan dilaporkan pada kohort yang sama.Tahun 2022 di wilayah kabupaten Lombok
Timur jumlah kasus TBC paru terkonfirmasi BTA yang terdaftar dan diobati sebanyak
1.177 kasus dan yang berhasil menuntaskan pengobatan sebanyak 1.071 kasus (SR/TSR=
91 %, berada di bawah target 100 %). Pada tahun 2023 pencapaian keberhasilan
pengobatan TB di Kabupaten Lombok Timur adalah 91,3% yang bearti blum mencapai
target Renstras 2018-2023 yaitu 100% . Perkembangan pengobatan TB dari tahun 208-
2023 dapat dilihat pada grafik berikut :

LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 43


Grafi 3.5
Perkembagan pengobatan TB dari Tahun 2018-2023

SUCCES RATE PENGOBATAN TB DI KABUPATEN LOMBOK


TIMUR TAHUN 2018-2023
96
95
PERSENTASE

94
93
92
91
90
89
2018 2019 2020 2021 2022 2023
SUCCES RATE 93 93.5 95.5 92.5 91.6 91.5

Dari grafik diatas dapat dilihat tren keberhasilan pengobatan TB meningkat dari tahun
2018 ke tahun 2020 dan menurun dari tahun 2021 ke tahun 2023 hal ini disebabkan
karena penderita yang Drop Out minum obat.

Tabel 3.21
Analisis Penyebab Keberhasilan / Kegagalan Sussses Rate Pengobatan
TBC di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2023

INTERVENSI
NO FAKTOR ANALISA PENYEBAB
PROGRAM/KEGIATAN
1. Fasilitas Pelayanan 1. Kualitas dan 1. Verikasi data
Kesehatan kuantitas data
2. Kualitas daan 2. Advokasi penyediaan sarana
Kuantitas alat TCM penginputan
3. Integrasi Data
4. Maintenance alat TCM
Penambahan alat TCM
2 Petugas Rotasi dan Mutasi 1. Bimtek
2. Orientasi petugas
3. Komitmen untuk tetap
mejadi PP
3. Faktor sasaran Kesadaran untuk periksa 1. Investigasi Kontak
diri rendah 2. Edukasi
4. Pemberdayaan Keterlibatan masyarakat 1. Penunjukan Pengawas
Masyarakat dalam mengawasi minum Minum Obat (PMO)
obat 2. Edukasi PMO

LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 44


Salah satu pendekatan untuk menemukan lebih dini, mediagnosis, mengobati,
dan menyembuhkan pasien TBC, untuk menghentikan penularan TBC di masyarakat
yakni melalui pendekatan TOSS :
1. Temukan gejala di masyarakat
2. Obati TBC dengan tepat dan cepat
3. Pantau pengobatan TBC sampai sembuh

Efisiensi Penggunaan Sumber Daya


B.1 Sasaran 1 Meningkatnya Mutu pelayanan Kesehatan
Bila dilihat dari efesiensi penggunaan sumber daya pada pencapaian sasaran
Meningkatnya Mutu Pelayanan Kesehatan maka dapat dilihat pada tabel sebagai
berikut:

Tabel 3.22
Efesiensi Penggunaan Sumber Daya
Sasaran 1 : Meningkatnya Mutu pelayanan Kesehatan

Indikator Tahun 2023 Tahun 2023 Efisiensi


No Sasaran Satuan
Kinerja Target Realisasi % Anggaran Realisasi %
per
Angka
kematian ibu 100000 184 100 145,6% 417.882.297.835 321.134.405.340 85,48 49,35%
(AKI) KH

Angka per 1000


16 7 198%
kematian Bayi KH
AKB)
Prevalensi
Gizi
% 2,5 0,27 137,7%
Buruk/was
ting
Prevalensi
Meningk Stunting % 26 16,18 84%
atnya
1
Mutu
pelayanan
Kesehatan Persentase
Pelayanan
Hipertensi % 100 92,3 92,3
sesuai standar

Persentase
Succsess Rate % 100 91,5 91,5%
Pengobatan
TBC

JUMLAH 124% 375.656.974.535 321.134.405.340 85,48 49,35%

LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 45


Dari tabel di atas terlihat bahwa persentase capaian kinerja untuk sasaran
Meningkatnya Mutu Pelayanan Kesehatan adalah sebesar 124 % , sedangkan penyerapan
anggarannya sebesar 85,48 % sehingga diperoleh nilai efesiensi penggunaan sumber daya
pencapaian sasaran ini sebesar 49,35%. Dalam hal ini bukan efisiensi tetapi dana tidak
terbayar pada tahun 2023 dan dimasukkan dalam pembiayaan tahun 2024 sehingga
efisiensi tidak terlalu tinggi.

B. 2 Sasaran 2 : Meningkatnya kualitas lingkungan sehat Indikator kinerja sasaran :


Persentase Desa STBM
Program STBM pertama kali diluncurkan atau disosialisasikan pada tahun 2008
dengan Kepmenkes RI Nomor : 852/MENKES/SK/IX/2008 tertanggal 9 September 2008,
kemudian regulasinya diperbaharui dengan Permenkes RI Nomor 3 Tahun 2014 tentang
Sanitasi Total Berbasis Masyarakat.
Lima pilar STBM terdiri dari : Pilar 1. Stop Buang air besar Sembarangan
(SBS), Pilar 2. Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), Pilar 3. Pengelolaan Air Minum dan
Makanan Rumah Tangga (PAMMRT), Pilar 4. Pengamanan Sampah Rumah Tangga, Pilar
5. Pengamanan Limbah Cair Rumah Tangga.
Salah satu pilar yang ada dalam STBM adalah Stop Buang Air Besar
Sembarangan (SBS) atau yang lebih dikenal dengan sebutan ODF (Open Defecation Free).
Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) adalah suatu kondisi ketika setiap individu
dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan. Perilaku SBS diikuti dengan
pemanfaatan sarana sanitasi yang saniter berupa jamban sehat.
Tabel.3.23
Analisis Pencapaian Sasaran 2 Meningkatnya kualitas lingkungan sehat
Indikator Persentase Desa STBM
Tahun 2023
Indikator
Capaian
No Sasaran Strategis Kinerja Satuan Target Realisasi
(%)
Utama
1 Meningkatnya % 100 100 100
Persentase
kualitas
Desa STBM
lingkungan sehat

Komitmen Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dalam pelaksanaan STBM


tertuang dalam Surat Bupati Lombok Timur Nomor : 141/925/PMPD/2012 tentang Dukungan
Pelaksanaan Program STBM .
LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 46
Faktor pendorong tercapainya desa STBM yaitu adanya komitmen dari
pemerintah kabupaten dan pemerintah desa untuk mengalokasikan dana untuk bidang
kesehatan terutama untuk pembangunan fisik sanitasi, adanya bantuan pihak swasta untuk
pembangunan jamban serta koordinasi yang baik antara dinas kesehatan bersama
puskesmas bekerjasama dengan pemerintah desa untuk terus melakukan bimbingan dan
pemicuan kepada masyarakat tentang pentingnya STBM .

Tabel. 3.24
Perbandingan Capaian Kinerja Persentase Desa STBM Kabupaten Lombok
Timur 2022-2023

2023
Indikator
Sasaran Strategis Capaian 2022
Kinerja Utama Capaian
Target Realisasi
(%)

Meningkatnya
Kualitas Lingkungan Persentase Desa 100 100 100 100
Sehat STBM

Dari tabel dapat dilihat capaian tahun 2023 sama dengan capaian tahun sebelumnya

Tabel 3.25
Pencapaian Indikator Kinerja Sasaran 2: Persentase Desa STBM
Dibandingkan Target Akhir Renstra Dinas Kesehatan Kab. Lombok Timur
Tahun 2023

Rencana
Persentase
Realisasi s/d sesuai
No Indikator Kinerja Satuan Capaian Kesenjangan
Th 2023 Renstra
Kinerja
2023

Persentase Desa
1 % 100 100 100 0
STBM

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa capaian indikator kinerja Persentase Desa
STBM sudah mencapai target jangka menengah Renstra Dinas Kesehatan tahun 2018-
2023 yaitu 100%.

LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 47


Tabel 3.26
Pencapaian Indikator Kinerja Sasaran 2: Persentase Desa STBM
Dibandingkan Capaian Propinsi dan Nasional Tahun 2023

Kesenja
Indikator Capaian Capaian Capaian Kesenjan
ngan dgn
No Satuan Kabupaten gan dgn
Kinerja Nasional Propinsi capaian
Lombok capaian
nasional
Timur propinsi

1 Desa STBM % 14,7 % 91,2 % 100 % -85,3 -7,8

Dari tabel dapat dilihat bahwa capaian desa STBM Kabupaten Lombok Timur tahun 2023
lebih tinggi dengan capaian nasional dan sama dengan capaian desa STBM propinsi NTB.

Tabel 3.27
Analisis Penyebab Keberhasilan / Kegagalan Sasaran Upaya
Meningkatkan kualitas lingkungan sehat & Intervensi di
Kabupaten Lombok Timur Tahun 2023

INTERVENSI
NO FAKTOR ANALISA PENYEBAB
PROGRAM/KEGIATAN
1. Komitmen Pemerintah 1. Pembentukan Pokja PKP 1. Evaluasi pencapaian program
Daerah dalam yang menangani program air minum dan sanitasi secara
penuntasan 5 pilar air minum dan sanitasi berkala melalui rapat
STBM yang terdiri dari beberapa koordinasi Pokja dan Forum
instansi terkait yang PKP kabupaten Lombok
tertuang dalam SK. Timur
Nomor 2. Penyusunan Roadmap STBM
:188.45/134/PD/2023 dengan seluruh stake hoder
tertanggal 1 Maret 2023. terkait dan melibatkan
2. Pembentukan Forum PKP beberapa lembaga social dan
yang terafiliasi dengan lembaga keungan mikro untuk
lembaga swasta mempercepat penggarapan
3. Kerjasama PEMDA keluarga yang belum akses
dengan UNICEF dan terhadap air minum dan
MITRA SAMYA dalam sanitasi.
penanganan Air Minum
dan sanitasi.
2. Integrasi Program 1. Terakumulasinya 1. Rapat koordinasi antar OPD
Antar Sektor pencapain program air terkait dalam pembagian
minum dan sanitasi antar tugas sesuai dengan sesuai
sector terkait dengan bidang masing-masing
2. Kerjasama dan koordinasi terkait program air minum
terkait penyampaian data dan sanitasi.
dan informasi masing- 2. Monitoring bersama terhadap
masing program antar pelaksanaan program yang
sector khususnya air terhimpun dalam POKJA
minum dan sanitasi PKP dan FORUM PKP.
melalaui Forum PKP

LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 48


Efisiensi Sumber Daya

Bila dilihat dari efesiensi penggunaan sumber daya pada pencapaian sasaran
Meningkatnya Kualitas Lingkungan Sehat maka dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:

Tabel 3.28
Efesiensi Penggunaan Sumber Daya
Sasaran : Meningkatnya Lingkungan Sehat

Indikator Tahun 2023 Tahun 2023 Efisiensi


No Sasaran Satuan
Kinerja Target Realisasi % Anggaran Realisasi %
Meningkatnya
kualitas Desa
1 % 100 100 100 1.515.932.500 1.480.622.603 97,67 2,44
lingkungan STBM
sehat
JUMLAH 100 1.515.932.500 1.480.622.603 97,67 2,44

Dari tabel di atas terlihat bahwa persentase capaian kinerja untuk sasaran
Meningkatnya Kualitas Lingkungan Sehat adalah sebesar 100 % , sedangkan penyerapan
anggarannya sebesar 97,67 % sehingga diperoleh nilai efesiensi penggunaan sumber daya
pencapaian sasaran ini sebesar 2,44%

B. 3. Sasaran 3 : Meningkatnya kepesertaan masyarakat miskin mendapatkan jaminan


pembiayaan pelayanan kesehatan
Indikator kinerja sasaran : Persentase masyarakat miskin mandapatkan jaminanpembiayaan
pelayanan Kesehatan.

Tabel. 3.29
Pencapaian Indikator Sasaran Persentase Masyarakat Miskin Mandapatkan
Jaminan Pembiayaan Pelayanan Kesehatan
Tahun 2023

No Sasaran Indikator Kinerja Satuan Target Realisasi Capaian


1 Meningkatnya % 100 100 100
Persentase
kepesertaan
masyarakat miskin
masyarakat miskin
mandapatkan
mendapatkan jaminan
jaminan pembiayaan
pembiayaan pelayanan
Kesehatan pelayanan Kesehatan

Capaian kinerja Indikator kinerja Meningkatnya Persentase masyarakat miskin


mandapatkan jaminan pembiayaan pelayanan kesehatan pada tahun 2022 adalah % 100%
mencapai target yang telah ditetapkan.

LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 49


Tabel. 3.30
Perbandingan Capaian Kinerja Persentase masyarakat miskin mandapatkan jaminan
pembiayaan pelayanan kesehatan Kabupaten Lombok Timur 2022 dan 2023

2023
Indikator Kinerja Capaian
Sasaran Strategis
Utama 2022 Capaian
Target Realisasi
(%)
Meningkatnya Persentase 95% 100% 100% 100
Kepesertaan masyarakat miskin
masyarakat miskin mandapatkan
Mendapatkan jaminan
jaminan pembiayaan pembiayaan
pelayanan
pelayanan kesehatan
Kesehatan

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa capaian indikator kinerja Persentase
masyarakat miskin mandapatkan jaminan pembiayaan pelayanan kesehatan pada tahun
2023 meningkat dari tahun 2022 yaitu 95% menjadi 100%.

Tabel 3.31
Pencapaian Indikator Kinerja Sasaran 3: Persentase Masyarakat Miskin Mendapatkan
Jaminan Pembiayaan Pelayanan Kesehatan
Dibandingkan Target Akhir Renstra Dinas Kesehatan Kab. Lombok Timur Tahun
2018-2023

Rencana
Realisasi Persentase
sesuai
No Indikator Kinerja Satuan s/d th Capaian Kesenjangan
Renstra
2022 Kinerja
2023
1 % 100 100 100 0%
Persentase masyarakat
miskin mandapatkan
jaminan pembiayaan
pelayanan Kesehatan

Dari tabel di atas terlihat bahwa persentase capaian kinerja untuk sasaran
Meningkatnya kepesertaan masyarakat miskin mendapatkan jaminan pembiayaan
pelayanan kesehatan adalah sebesar 100 % sudah mencapai target Renstra Dinas
Kesehatan tahun 2018-2023 yaitu 100 % .

LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 50


Tabel 3.32
Pencapaian Indikator Kinerja Sasaran 3: Persentase Masyarakat Miskin Mendapatkan
Jaminan Pembiayaan Pelayanan Kesehatan
Dibandingkan Capaian Nasional dan Propinsi NTB Tahun 2023

Kesenja
Capaian Kesenjan
ngan
Indikator Capaian Capaian Kabupaten gan dgn
No Satuan dgn
Kinerja Nasional Propinsi Lombok capaian
capaian
Timur nasional nasional
Persentase
Masyarakat
Miskin
Mendapatkan
1 % Belum rilis 100 % 100 % - 0
Jaminan
Pembiayaan
Pelayanan
Kesehatan

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa cakupan pembiayaan pelayanan kesehatan
masyarakat miskin di Kabupaten Lombok Timur sudah 100% sama dengan capaian
propinsi

Tabel. 3.33
Analisis Penyebab Keberhasilan / Kegagalan peningkatan jumlah
kepesertaan masyarakat miskin mendapatkan jaminan pembiayaan
pelayanan kesehatan tahun 2023

INTERVENSI
NO FAKTOR ANALISA PENYEBAB
PROGRAM/KEGIATAN

1. Masyarakat Kurangnya Kepedulian 1. Koordinasi dengan dukcapil


masyarakat dalam Sosialisasi di tingkat desa dan
2.
mengurus administrasi dusun tentang administrasi
kependudukanya kependudukan
3. Memaksimalkan peran UPTD
dukcapil dalam mengatasi
masalah administrasi
kependudukan
2 Peran Lintas Pelaporan kematian dan 1. Mewajibkan pihak desa untuk
Sektor pindah domisili oleh melakukan pelaporan melalui
pihak desa belum optimal operator desa
DTKS tidak diupdate 2. Verifikasi dan validasi secara
periodik oleh dinas terkait
terhadap kepesertaan PBI

LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 51


3. Mengoptimalkan peran
Operator desa untuk
mengupdate DTKS sesuai
dengan ketentuan yang ada

Efisiensi Sumber Daya


Bila dilihat dari efesiensi penggunaan sumber daya pada pencapaian sasaran
Meningkatnya kepesertaan masyarakat miskin mendapatkan jaminan pembiayaan
pelayanan kesehatan maka dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:

Tabel 3.34
Efesiensi Penggunaan Sumber Daya
Sasaran : Meningkatnya kepesertaan masyarakat miskin mendapatkan jaminan
pembiayaan pelayanan kesehatan

Tahun 2023 Tahun 2023 Efisiensi


Indikator
No Sasaran Satuan
Kinerja Target Realisasi % Anggaran Realisasi %

Meningkatnya
Persentase
kepesertaan
masyarakat
masyarakat
miskin
miskin
mandapatka
1 mendapatkan % 100 100 100 40.709.390.800 29.129.83.722 71,55 28,45
n jaminan
jaminan
pembiayaan
pembiayaan
pelayanan
pelayanan
Kesehatan
Kesehatan

28,45
JUMLAH 100 40.709.390.800 29.129.83.722 71,55

Dari tabel di atas terlihat bahwa persentase capaian kinerja untuk sasaran
Meningkatnya kepesertaan masyarakat miskin mendapatkan jaminan pembiayaan pelayanan
kesehatan adalah sebesar 100 % , sedangkan penyerapan anggarannya sebesar 71,55%
sehingga diperoleh nilai efesiensi penggunaan sumber daya pencapaian sasaran ini sebesar
28,74%. Realisasi anggaran pada tahun 2023 tidak mencapai 100% karena kondisi keuangan
daerah dan sisa pembayaran dilakukan pada tahun 2024.

Peningkatan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu terus


ditingkatkan melalui pembiayaan kesehatan bagi Penerima Bantuan Iuran (PBI) sebanyak
766.765 jiwa yang terdiri dari pembiayaan sumber dana APBN sejumlah 693.694 jiwa dan
APBD Kabupaten Lombok Timur sejumlah 73.071 jiwa dan non PBI 139.992 jiwa.

LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 52


Realisasi dana yang tidak mencapai 100 % diakibatkan karena adanya penonaktifan
kepesertaan dari kementerian sosial. Namun kondisi tersebut tidak mempengaruhi presentase
masyarakat miskin mendapatkan jaminan pembiayaan pelayanan kesehatan di Kabupaten
Lombok Timur. Dari data statistik menunjukkan bahwa jumlah masyarakat miskin di
kabupaten Lombok Timur mencapai 14 % dari jumlah penduduk sedangkan dari jumlah
tersebut sudah seluruhnya mendapatkan jaminan pembiayaan pelayanan Kesehatan.

Dukungan program dalam rangka mencapai sasaran strategis Dinas Kesehatan Tahun
2023 terdapat pada tabel berikut ini:

Tabel 3.35
Capaian Kinerja Program Pendukung Indikator Kinerja Utama
Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2023

Indikator
No Sasaran Program Target Satuan Realisasi Capaian
Program
I Meningkatnya Program Persentase 100 % 100 100
Mutu Penunjang Sarana dan
pelayanan Urusan Prasarana
Kesehatan Pemerintahan Pelayanan
Daerah yang Terawat
Kabupaten/Kota dan Berfungsi
Baik untuk
Mendukung
Pelaksanaan
Program
II Meningkatnya Program Persentase 100 % 91 91
kualitas Pemenuhan penyediaan
lingkungan Kesehatan fasilitas serta
sehat Perorangan dan layanan UKP
Upaya dan UKM
Kesehatan kewenangan
Masyarakat kabupaten
III Meningkatnya Program Persentase 100 % 100 100
kepesertaan Pemenuhan tenaga
masyarakat Upaya kesehatan
miskin Kesehatan dengan
mendapatkan Perorabngan jabatan
jaminan dan Upaya fungsional
pembiayaan Kesehatan tertentu yang
pelayanan Masyarakat memiliki STR
Kesehatan

LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 53


Program Persentase 50 % 50 100
Sediaan peningkatan
Farmasi, Alat pengawasan
Kesehatan dan sediaan
Makanan dan farmasi,alat
Minuman kesehtan,
makanan dan
minuman
Program Persentase 100 % 100 100
Pemberdayaan posyandu
Masyarakat keluarga yang
Bidang mendapatkan
Kesehatan upaya
pemberdayaan

C. AKUNTABILITAS KEUANGAN

Untuk menunjang penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan


kepada masyarakat diperlukan sumber dana yang cukup dan memadai yang berasal dari
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang dijabarkan dalam bentuk program dan
kegiatan Organisasi Perangkat Daerah yang masuk dalam Dokumen Pelaksanaan
Anggaran (DPA) Tahun 2023.

Anggaran belanja Operasi Dinas Kesehatan secara keseluruhan pada tahun 2023
adalah Rp. 417.882.297.835 dengan realisasi Rp. 351.742.611.665 (84,17%). Ringkasan
realisasi anggaran Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2023 dapat dilihat
pada tabel berikut:
Tabel 3.36
Ringkasan Realisasi Anggaran
Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2023

No Uraian Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) %


1 Pendapatan 103.381.020.000 92.740.541.310 89,71
2 Belanja 417.882.297.835 351.744.111.665 84,17

Pada tahun 2023 Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur memiliki target
pendapatan sebesar Rp. 103.381.020.000,- dan realisasi sebesar Rp. 92.740.541.310,-
(89,71%) serta belanja dengan target Rp. 417.882.297.835,- realisasi sebesar Rp.
351.744.111.665,- (84,17%) .
LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 54
Tabel 3.37
Perbandingan Ringkasan Realisasi Anggaran
Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2022 dan 2023

Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) %


No Uraian
2022 2023 2022 2023 2022 2023
1 Pendapatan 102.928.244.478 103.381.020.000 78.105.944.419 92.740.541.310 75,88 89,71
2 Belanja 366.961.314.320 417.882.297.835 324.659.947.595 351.744.111.665 88,47 84,17

Pada tahun 2023 target pendapatan Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur
sebesar Rp. 103.381.020.000, meningkat dari target tahun 2022 yaitu 102.928.244.478,-
.Realisasi pada tahun 2023 (89,71%) lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2022
(75,88) dengan selisih capaian sebesar 14,21%. Capaian realisasi belanja pada tahun
2022 lebih tinggi dari tahun 2023 dengan selisih capaian sebesar 12,97%.

Tabel 3.38
Pagu dan Realisasi Anggaran Terkait Pencapaian Kinerja Sasaran
Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2023

NO SASARAN ANGGARAN REALISASI %


Meningkatnya akses dan mutu
1 375.656.974.535 321.134.405.340 85,48
pelayanan Kesehatan

Meningkatnya kualitas
2 1.515.932.500 1.480.622.603 97,67
lingkungan sehat
Meningkatnya kepesertaan
masyarakat miskin mendapatkan 40.709.390.800 29.129.083.722 71,55
3
jaminan pembiayaan pelayanan
Kesehatan
Jumlah 417.882.297.835 351.744.111.665 84,17

Dari tabel diatas diketahui anggaran yang direncanakan untuk mencapai sasaran
strategis Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2023 adalah sebesar Rp.
417.882.297.835,- dan penyerapan anggaran mencapai Rp. 351.744.111.665,- ( 84,17%).

Anggaran dan Realisasi Keuangan Terkait Pencapaian Kinerja Sasaran


Meningkatnya akses dan mutu pelayanan kesehatan

Anggaran dan Realisasi Keuangan Terkait Pencapaian Kinerja Sasaran


Meningkatnya akses dan mutu pelayanan kesehatan dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 55


Tabel 3.39
Anggaran dan Realisasi Keuangan
Terkait Pencapaian Sasaran Meningkatnya Mutu pelayanan Kesehatan
Tahun 2023

No Program/Kegiatan/Sub Kegiatan Anggaran Realisasi %


1 PROGRAM PENUNJANG URUSAN 206.417.449.481 200.504.010.162 97,14
PEMERINTAHAN DAERAH KABUPATEN/KOTA
Perencanaan, Penganggaran, dan Evaluasi Kinerja 26.254.250 22.504.250 85,72
Perangkat Daerah
Penyusunan Dokumen Perencanaan Perangkat Daerah 15.764.250 15.764.250 100,00
Koordinasi dan Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan 10.490.000 6.740.000 64,25
Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD
Administrasi Keuangan Perangkat Daerah 101.953.157.083 101.362.012.554 99,42
Penyediaan Gaji dan Tunjangan ASN 101.775.457.083 101.204.492.554 99,44
Pelaksanaan Penatausahaan dan Pengujian/Verifikasi 149.880.000 130.300.000 86,94
Keuangan SKPD
Koordinasi dan Penyusunan Laporan Keuangan 27.820.000 27.220.000 97,84
Bulanan/Triwulanan/Semest eran SKPD
Administrasi Barang Milik Daerah pada Perangkat 26.800.000 6.200.000 23,13
Daerah
Penatausahaan Barang Milik Daerah pada SKPD 26.800.000 6.200.000 23,13
Administrasi Kepegawaian Perangkat Daerah 25.030.350 22.118.150 88,37
Pendataan dan Pengolahan Administrasi Kepegawaian 25.030.350 22.118.150 88,37
Administrasi Umum Perangkat Daerah 32.746.800 5.074.800 15,50
Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/Penerangan 755.800 755.800 100,00
Bangunan Kantor
Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor 3.500.000 3.500.000 100,00
Penyediaan Peralatan Rumah Tangga 819.000 819.000 100,00
Penyelenggaraan Rapat Koordinasi dan Konsultasi SKPD 27.672.000 - 0,00
Penyediaan Jasa Penunjang Urusan Pemerintahan 169.800.000 168.832.138 99,43
Daerah
Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan 169.800.000 168.832.138 99,43
Listrik
Pemeliharaan Barang Milik Daerah Penunjang 32.767.000 14.699.550 44,86
Urusan Pemerintahan Daerah
Penyediaan Jasa Pemeliharaan, Biaya Pemeliharaan dan 21.125.000 13.427.300 63,56
Pajak Kendaraan Perorangan Dinas atau Kendaraan Dinas
Jabatan
Penyediaan Jasa Pemeliharaan, Biaya Pemeliharaan, 11.642.000 1.272.250 10,93
Pajak, dan Perizinan Kendaraan Dinas Operasional atau
Lapangan
Peningkatan Pelayanan BLUD 104.150.893.998 98.902.568.720 94,96
Pelayanan dan Penunjang Pelayanan BLUD 104.150.893.998 98.902.568.720 94,96

2 PROGRAM PEMENUHAN UPAYA KESEHATAN 157.393.921.138 111.052.046.581 70,56


PERORANGAN DAN UPAYA KESEHATAN
MASYARAKAT

LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 56


No Program/Kegiatan/Sub Kegiatan Anggaran Realisasi %
Penyediaan Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk 118.417.851.399 80.616.939.624 68,08
UKM dan UKP Kewenangan Daerah Kabupaten/Kota
Pembangunan Rumah Sakit beserta Sarana dan Prasarana 42.240.537.250 27.734.587.030 65,66
Pendukungnya
Pembangunan Puskesmas 5.905.000.000 4.005.626.815 67,83
Pembangunan Fasilitas Kesehatan Lainnya 11.658.050.000 1.223.653.010 10,50
Pengembangan Rumah Sakit 13.180.000 13.180.000 100,00
Pengembangan Fasilitas kesehatan Lainnya 147.299.000 25.176.300 17,09
Rehabilitasi dan Pemeliharaan Rumah Sakit 165.312.750 - 0,00
Rehabilitasi dan Pemeliharaan Puskesmas 350.500.000 - 0,00
Rehabilitasi dan Pemeliharaan Fasilitas Kesehatan 7.207.940.000 1.757.102.000 24,38
Lainnya
Pengadaan Sarana Fasilitas Pelayanan Kesehatan 467.510.000 467.510.000 100,00
Pengadaan Prasarana dan Pendukung Fasilitas Pelayanan 251.250.000 249.750.000 99,40
Kesehatan
Pengadaan Alat Kesehatan/Alat Penunjang Medik 37.967.788.929 35.313.275.213 93,01
Fasilitas Pelayanan Kesehatan
Pengadaan Obat, Vaksin 6.698.847.920 5.047.051.486 75,34
Pengadaan Bahan Habis Pakai 5.009.135.550 4.685.287.770 93,53
Pemeliharaan Rutin dan Berkala Alat Kesehatan/Alat 260.500.000 38.200.000 14,66
Penunjang Medik Fasilitas Pelayanan Kesehatan
Distribusi Alat Kesehatan, Obat,Vaksin,Bahan Habis 75.000.000 56.540.000 75,39
Pakai (BMHP), Makanan dan Minuman ke Puskesmas
serta Fasilitas Kesehatan Lainnya

Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP 38.963.668.139 30.422.705.357 78,08
Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/Kota
Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil 4.218.159.351 3.121.426.320 74,00
Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Ibu Bersalin 581.192.000 103.600.000 17,83
Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Bayi Baru Lahir 130.120.000 111.320.000 85,55
Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Balita 1.666.306.000 1.134.117.500 68,06
Pengelolaan Pelayanan Kesehatan pada Usia Pendidikan 1.150.236.400 1.124.825.000 97,79
Dasar
Pengelolaan Pelayanan Kesehatan pada Usia Produktif 855.394.531 759.985.000 88,85
Pengelolaan Pelayanan Kesehatan pada Usia Lanjut 1.110.704.413 1.115.993.500 100,48
Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Penderita Hipertensi 20.475.000 20.475.000 100,00
Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Penderita Diabetes 1.112.883.000 1.112.596.320 99,97
Melitus
Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Orang dengan 306.991.000 298.995.000 97,40
Gangguan Jiwa Berat
Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Orang Terduga 631.699.000 537.200.000 85,04
Tuberkulosis
Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Orang dengan Risiko 817.814.000 788.969.840 96,47
Terinfeksi HIV
Pengelolaan Pelayanan Kesehatan bagi Penduduk 19.000.000 6.700.000 35,26
Terdampak Krisis Kesehatan Akibat Bencana dan/atau
Berpotensi Bencana
Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Gizi Masyarakat 8.922.238.297 4.367.855.196 48,95

LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 57


No Program/Kegiatan/Sub Kegiatan Anggaran Realisasi %
Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Kerja dan Olahraga 647.466.382 624.931.041 96,52
Pengelolaan Pelayanan Promosi Kesehatan 1.889.627.507 1.808.056.743 95,68
Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Tradisional, Akupuntur, 24.983.400 4.800.000 19,21
Asuhan Mandiri, dan Tradisional Lainnya
Pengelolaan Surveilans Kesehatan 661.832.770 579.160.200 87,51
Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Jiwa dan NAPZA 259.909.000 249.475.000 95,99
Pengelolaan Upaya Kesehatan Khusus 55.763.500 21.556.700 38,66
Pelayanan Kesehatan Penyakit Menular dan Tidak 5.794.021.529 5.403.488.122 93,26
Menular
Pengambilan dan Pengiriman Spesimen Penyakit Potensial 66.880.000 42.400.000 63,40
KLB ke Laboratorium Rujukan/Nasional
Operasional Pelayanan Puskesmas 5.821.643.000 5.075.261.062 87,18
Operasional Pelayanan Fasilitas Kesehatan Lainnya 816.715.375 806.715.375 98,78
Pelaksanaan Akreditasi Fasilitas Kesehatan di 305.318.000 285.450.000 93,49
Kabupaten/Kota
Investigasi Awal Kejadian Tidak Diharapkan (Kejadian 138.237.500 110.865.500 80,20
Ikutan Pasca Imunisasi dan Pemberian Obat Massal)
Penyediaan dan Pengelolaan Sistem Penanganan Gawat 11.259.000 11.259.000 100,00
Darurat Terpadu (SPGDT)
Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Orang Dengan 235.538.184 227.218.184 96,47
Tuberkulosis
Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Orang Dengan HIV 300.000.000 200.000.000 66,67
(ODHIV)
Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Malaria 391.260.000 368.009.754 94,06

Penyelenggaraan Sistem Informasi Kesehatan secara 12.401.600 12.401.600 100,00


Terintegrasi
Pengelolaan Data dan Informasi Kesehatan 12.401.600 12.401.600 100,00

3 PROGRAM PENINGKATAN KAPASITAS SUMBER 7.688.215.580 6.282.218.656 81,71


DAYA MANUSIA KESEHATAN
Perencanaan Kebutuhan dan Pendavagunaan 3.289.600.680 2.106.556.156 64,04
Sumberdava Manusia Kesehatan untuk UKP dan
UKM di Wilavah Kabupaten/Kota
Pemenuhan Kebutuhan Sumber Daya Manusia Kesehatan 3.038.135.680 1.855.091.156 61,06
sesuai Standar
Pembinaan dan Pengawasan Sumber Daya Manusia 251.465.000 251.465.000 100,00
Kesehatan

Pengembangan Mutu dan Peningkatan Kompetensi 4.398.614.900 4.175.662.500 94,93


Teknis Sumber Daya Manusia Kesehatan Tingkat
Daerah Kabupaten/Kota
Pengembangan Mutu dan Peningkatan Kompetensi Teknis 4.398.614.900 4.175.662.500 94,93
Sumber Daya Manusia Kesehatan Tingkat Daerah
Kabupaten/Kota

4 PROGRAM SEDIAAN FARMASI, ALAT 324.742.000 318.257.000 98,48


KESEHATAN DAN MAKANAN MINUMAN

LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 58


No Program/Kegiatan/Sub Kegiatan Anggaran Realisasi %
Pemberian Izin Apotek, Toko Obat, Toko Alat 56.365.000 53.155.000 96,97
Kesehatan dan Optikal, Usaha Mikro Obat
Tradisional (UMOT)
Penyediaan dan Pengelolaan Data Perizinan dan Tindak 56.365.000 54.655.000 96,97
Lanjut Pengawasan Izin Apotek, Toko Obat, Toko Alat
Kesehatan, dan Optikal, Usaha Mikro Obat Tradisional
(UMOT)

Penerbitan Sertifikat Produksi Pangan Industri 162.147.000 160.417.000 98,93


Rumah Tangga dan Nomor P-IRT sebagai Izin
Produksi, untuk Produk Makanan Minuman Tertentu
vang dapat
Pengendalian dan Pengawasan serta Tindak Lanjut 162.147.000 160.417.000 98,93
Pengawasan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah
Tangga dan Nomor P-IRT sebagai Izin Produksi, untuk
Produk Makanan Minuman Tertentu yang dapat
Diproduksi oleh Industri Rumah Tangga

Pemeriksaan dan Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan 106.230.000 104.685.000 98,55


Post Market pada Produksi dan Produk Makanan
Minuman Industri Rumah Tangga
Pemeriksaan Post Market pada Produk Makanan- 106.230.000 104.685.000 98,55
Minuman Industri Rumah Tangga yang Beredar dan
Pengawasan serta Tindak Lanjut Pengawasan

5 PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT 3.832.646.336 2.976.372.941 77,66


BIDANG KESEHATAN
Advokasi, Pemberdayaan, Kemitraan, Peningkatan 804.115.000 129.115.000 16,06
Peran serta Masvarakat dan Lintas Sektor Tingkat
Daerah Kabupaten/Kota
Peningkatan Upaya Promosi Kesehatan, Advokasi, 804.115.000 129.115.000,00 16,06
Kemitraan dan Pemberdayaan Masyarakat

Pelaksanaan Sehat dalam rangka Promotif Preventif 101.780.000 45.210.000 44,42


Tingkat Daerah Kabupaten/Kota
Penyelenggaraan Promosi Kesehatan dan Gerakan Hidup 101.780.000 45.210.000,00 44,42
Bersih dan Sehat

Pengembangan dan Pelaksanaan Upava Kesehatan 2.926.751.336 2.802.047.941 95,74


Bersumber Dava Masvarakat (UKBM) Tingkat
Daerah Kabupaten/Kota
Bimbingan Teknis dan Supervisi Pengembangan dan 2.926.751.336 2.802.047.941,00 95,74
Pelaksanaan Upaya Kesehatan Bersumber Daya
Masyarakat (UKBM)
TOTAL 375.656.974.535 321.134.405.340 85,48

LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 59


Program, kegiatan dan sub kegiatan yang dilaksanakan untuk mencapai Sasaran
Meningkatnya Mutu Pelayanan Kesehatan adalah 5 Program 20 kegiatan dan 78 Sub
kegiatan dengan jumlah anggaran sebesar Rp.375.656.974.535,- dengan realisasi
anggaran Rp. 321.134.405.340,- (85,48%)

Anggaran dan Realisasi Keuangan terkait Pencapaian Sasaran Meningkatnya


Kualitas Lingkungan Sehat.

Anggaran dan Realisasi Keuangan terkait Pencapaian Sasaran Meningkatnya


Kualitas Lingkungan Sehat dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 3.40
Anggaran dan Realisasi Keuangan
Terkait Pencapaian Sasaran Meningkatnya Kualitas Lingkungan Sehat Tahun 2023

Program/Kegiatan/Sub
No Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) %
Kegiatan
I PROGRAM PEMENUHAN
UPAYA KESEHATAN
PERORANGAN DAN UPAYA 1.515.932.500 1.480.622.603 97,67
KESEHATAN
MASYARAKAT
Penyediaan Layanan Kesehatan
untuk UKM dan UKP Rujukan
1.515.932.500 1.480.622.603 97,67
Tingkat Daerah Kabupaten/Kota

Pengelolaan Pelayanan Kesehatan


1.515.932.500 1.480.622.603 97,67
Lingkungan
JUMLAH TOTAL 1.515.932.500 1.480.622.603 97,67

Program, kegiatan dan sub kegiatan yang dilaksanakan untuk mencapai sasaran
Meningkatnya Kualitas Lingkungan Sehat adalah sebanyak 1 program, 1 kegiatan dan 1
sub kegiatan dengan jumlah anggaran Rp. 1.515.932.500,- dan realisasi keuangan sebesar
Rp. 1.480.622.603,-( 97,67%)

Anggaran dan Realisasi Keuangan terkait Pencapaian Sasaran Meningkatnya


kepesertaan masyarakat miskin mendapatkan jaminan pembiayaan pelayanan
kesehatan.
Anggaran dan Realisasi Keuangan terkait Pencapaian Sasaran Meningkatnya
kepesertaan masyarakat miskin mendapatkan jaminan pembiayaan pelayanan
kesehatandapat dilihat pada tabel dibawah ini:
LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 60
Tabel 3.41
Anggaran dan Realisasi Keuangan
Terkait Pencapaian Sasaran Meningkatnya Kepesertaan Masyarakat Miskin
Mendapatkan Jaminan Pembiayaan Pelayanan Kesehatan Tahun 2023

Program/Kegiatan/Sub
NO Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) %
Kegiatan
1 Penyediaan Layanan Kesehatan
untuk UKM dan UKP Rujukan 40.709.390.800 29.129.083.722 71,55
Tingkat DaerahKabupaten/Kota

Pengelolaan Jaminan Kesehatan


40.709.390.800 29.129.083.722 71,55
Masyarakat
JUMLAH TOTAL 40.709.390.800 29.129.083.722 71,55

Program, kegiatan dan sub kegiatan yang dilaksanakan untuk mencapai sasaran
Sasaran Meningkatnya kepesertaan masyarakat miskin mendapatkan jaminan
pembiayaan pelayanan Kesehatan Tahun 2023 adalah sebanyak 1 program, 1 kegiatan
dan 1 sub kegiatan dengan jumlah anggaran Rp. 40.709.390.800,- dan realisasi
keuangan sebesar Rp. 29.129.083.722,-(71,55%)

LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 61


BAB IV
PENUTUP

Laporan Akuntabilitas Kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun


2023 merupakan sarana untuk menyampaikan pertanggungjawaban kinerja kepada Bupati
selaku Kepala Daerah Kabupaten Lombok Timur dan seluruh pemangku kepentingan baik
yang terkait langsung maupun tidak langsung, dan sebagai sumber informasi untuk
kepentingan peningkatan kinerja secara berkelanjutan dimasa yang akan datang.

Hasil pengukuran kinerja terhadap 3 (tiga) sasaran dan 8 (delapan) indikator kinerja
utama Dinas Kesehatan Tahun 2023, disimpulkan bahwa 4 (empat) indikator sasaran
melebihi target yaitu Angka Kematian Ibu, Angka Kematian Bayi, Persentase Gizi Balita
Buruk, Persentase Prevalensi Stunting, 2 ( dua) indikator mencapai target yaitu Persentase
Desa STBM, Persentase masyarakat miskin mandapatkan jaminan pembiayaan pelayanan
Kesehatan dan 1 indikator tidak mencapai target yaitu Success rate pengobatan TB,
Persentase penderita Hipertensi dilayani sesuai standar.

Pencapaian kinerja keuangan dilihat dari realisasi keuangan tergolong baik yaitu dari
total anggaran belanja langsung yang dialokasikan Rp. 417.882.297.835,- realisasi sebesar
Rp.351.744.111.665,- (84,17%). Laporan akuntabilitas kinerja ini diharapkan dapat
bermanfaat sebagai bahan evaluasi akuntabilitas kinerja bagi pihak yang membutuhkan,
penyempurnaan dokumen perencanaan periode yang akan datang, pelaksanaan program dan
kegiatan serta berbagai kebijakan. Hasil pencapaian pelaksanaan program pembangunan
bidang kesehatan yang dilaksanakan dari tahun ke tahun diharapkan selalu sesuai dengan
rencana strategis dan dokumen perencanaan lainnya.

Keberhasilan yang telah dicapai dan kekurangan selama tahun 2023 diharapkan dapat
menjadi parameter dan acuan penetapan tujuan tahun berikutnya sehingga dapat
dilaksanakan secara lebih efektif dan efisien.

Adapun tantangan dan kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan adalah
belum optimalnya pemanfaatan tindak lanjut hasil evaluasi tahun berjalan dan tahun
sebelumnya untuk perencanaan tahun berikutnya.

Upaya tindak lanjut dari pencapaian dan kendala yang ditemui dalam pelaksanaan
kegiatan pada tahun sebelumnya adalah mengoptimalkan hasil laporan, evaluasi, kajian dan
sebagainya sebagai dasar perencanaan dan penyusunan kebijakan tahun berikutnya,
mempersiapkan dan menerapkan sistem elektronik melalui teknologi informasi dalam rangka
LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 62
mengoptimalkan proses perencanaan, penganggaran dan evaluasi (SIMDA, e-renggar, e-
planning), menguatkan koordinasi internal dalam rangka mengoptimalkan penyusunan
jadwal dan pelaksanaan kegiatan yang telah direncanakan dan antisipasi terhadap dinamika
perkembangan kebijakan anggaran (efisiensi), administrasi keuangan termasuk mekanisme
pelaksanaan dan pertanggungjawaban keuangan, dan kebijakan mekanisme pengadaan
barang/jasa, memperkuat SDM melalui pelatihan, pendidikan dan dukungan tenaga yang
lebih kompeten. Akhirnya semoga Laporan Akuntabilitas Kinerja Dinas Kesehatan
Kabupaten Lombok Timur yang telah disusun ini dapat memberikan manfaat, antara lain:

1. Menjadi masukan dan umpan balik bagi pihak-pihak yang berkepentingan dalam rangka
meningkatkan kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur;

2. Menjadikan Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur sebagai instansi pemerintah


yang akuntabel, sehingga dapat berjalan secara efektif, efisien dan responsif terhadap
aspirasi masyarakat dan lingkungannya;

3. Mendorong Dinas Kesehatan sebagai instansi Pemerintah Kabupaten Lombok Timur


untuk menyelenggarakan tugas umum pemerintahan dan pembangunan di bidang
kesehatan secara baik dan benar (good governance) yang didasarkan pada peraturan
perundang-undangan yang berlaku, kebijakan yang transparan dan dapat
dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 63

Anda mungkin juga menyukai