65lakip Dikes 2023
65lakip Dikes 2023
LAKIP 2023
DINAS KESEHATAN
Dengan memanjatkan Puji syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha
Esa karena atas karunia dan perkenan-Nya Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi
Pemerintah (LAKIP) Dinas Kesehatan Tahun 2023 dapat diselesaikan.
Demikian Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) ini disusun untuk itu
kami sampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setulusnya kepada semua
pihak yang telah memberikan kontribusi. Semoga Laporan Akuntabilitas Kinerja
Pemerintah (LAKIP) ini dapat menjadi bahan evaluasi guna peningkatan kualitas
kinerja Dinas Kesehatan dalam mendukung terwujudnya masyarakat Lombok Timur
yang sehat, produktif dan berkualitas.
Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur tahun 2023 ini
merupakan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan
Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah, Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014
tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, dan Instruksi
PresidenNomor 5 Tahun 2004 tentangPercepatan Pemberantasan Korupsi. Penyusunan
Laporan Kinerja dilakukan dengan mendasarkan pada Peraturan Menteri
Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014
tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Reviu
atas Laporan Kinerja, di mana pelaporan capaian kinerja organisasi secara transparan
dan akuntabel merupakan bentuk pertanggungjawaban atas kinerja Dinas Kesehatan
Kabupaten Lombok Timur.
A. LATAR BELAKANG
1. Sekretariat
Sekretariat dipimpin oleh seorang Sekretaris Dinas yang berada di bawah dan
bertanggung jawab kepada Kepala Dinas. Sekretaris Dinas Kesehatan mempunyai
tugas pokok menyelenggarakan penyusunan program, pelaporan, pengelolaan
keuangan serta urusan umum dan kepegawaian.
Dalam melaksanakan tugas pokoknya, Sekretaris Dinas Kesehatan
menyelenggarakan fungsi sebagai berikut :
a. Penyusunan Rencana Kerja Sekretariat dan Rencana Kerja Dinas;
b. Penyusunan Konsep Rencana Strategis Dinas;
c. Penyusunan Konsep Kebijakan Pemerintah Daerah dibidang Kesehatan;
d. Penyusunan Konsep Kebijakan Dinas untuk pengelolaan program dan
pelaporan, keuangan, urusan umum dan kepegawaian;
e. Pengorganisasian tugas dan kegiatan di lingkup Sekretariat;
f. Pengorganisasian tugas dan program Sekretariat dengan bidang di lingkup
Dinas;
g. Penyelenggaraan pembinaan administrasi program dan pelaporan, keuangan
serta administrasi urusan umum dan kepegawaian di lingkup Dinas;
h. Pembinaan administrasi dan aparatur pada Sub Bagian Program dan Pelaporan,
Sub Bagian Keuangan serta Sub Bagian Umum dan Kepegawaian;
i. Penyelenggaran penilaian kinerja di lingkupDinas;
j. Penyelenggaraan pengawasan dan pengendalian, pemantauan dan evaluasi
kegiatan Sekretariat;
k. Pelaporan pelaksanaan tugas dan kegiatan di lingkup Sekretariat secara rutin dan
berkala;
l. Pelaporan pelaksanaan tugas dan program di lingkup Dinas secara rutin dan
berkala;
Sekretariat terdiri dari Sub Bagian Program dan Pelaporan, Sub Bagian
Keuangan serta Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
Bidang Kesehatan terdiri dari seksi Seksi Kesehatan Keluarga,Seksi Promosi dan
Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat, Seksi Gizi Masyarakat
6. Kelompok Jabatan
Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melaksanakan sebagian
tugas Dinas Kesehatan sesuai dengan keahlian dan kebutuhan.Kelompok
Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga dalam jenjang jabatan
fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang
keahliannya.
Jumlah Jabatan Fungsional ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban
kerja sedangkan jenis dan jenjang Jabatan Fungsional diatur sesuai dengan
Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.
Adapun bagan Struktur Organisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok
Timur sesuai dengan Peraturan Bupati Lombok Timur Nomor 35 tahun 2016,
adalah sebagai berikut:
Kondisi
Ket. *)
No Sarana dan Prasarana Satuan Jumlah (Jumlah)
B RR RB
1 Kantor Dinkes Unit 1 1 - -
2 Puskesmas Unit 35 35 - -
3 Puskesmas pembantu Unit 81 41 38 3
4 Poskesdes Unit 229 144 71 14
5 Kendaraan Roda 2 Unit 471 373 45 53
6 Kendaraan Roda 4 Unit 91 73 13 5
7 Komputer Unit 684 588 58 38
9 Puskel Air Unit 2 0 1 1
Tabel 1.2
Jumlah Pegawai, Kualifikasi Pendidikan, Pangkat dan Golongan, Jumlah Pejabat
Struktural dan Fungsional SKPD yang melaksanakan urusan wajib/pilihan Tahun
2023
G. ISU STRATEGIS
Isu strategis adalah permasalah utama yang disepakati untuk dijadikan prioritaspenanganan
yaitu :
1. Penurunan AKI/AKB
2. Percepatan penurunan stunting, gizi buruk
3. Penurunan kasus TB dan HIV
4. Penurunan Penyakit Tidak Menular ( Diabetes dan Hipertensi)
5. Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dan budaya PHBS di masyarakat
PERENCANAAN KINERJA
Dalam rangka melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dengan efektif, Dinas
Kesehatan Kabupaten Lombok Timur berpedoman pada dokumen perencanaan yang telah
ditetapkan yaitu :
A. Renstra Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur tahun 2018-2023
B. Perjanjian Kinerja Tahun 2023
A. RENCANA STRATEGIS
Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah ini berpedoman
pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja,
Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.
Rencana Strategis Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur merupakan
penjabaran teknis di bidang kesehatan dari visi, misi, dan program Bupati Lombok Timur
yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Rencana Strategis Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2018-2023 memuat
visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan, program dan kegiatan pembangunan bidang
kesehatan sesuai dengan tugas dan fungsi Dinas Kesehatan.
Rencana Strategis Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur adalah dokumen
perencanaan yang bersifat indikatif yang memuat program-program pembangunan
kesehatan yang akan dilaksanakan langsung oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok
Timur maupun untuk mendorong peran aktif masyarakat untuk kurun waktu tahun 2018-
2023.
Rencana Strategis Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2018-2023
meliputi penetapan Visi, Misi, Tujuan, Sasaran serta Cara Mencapai Tujuan dan Sasaran
yang berupa Kebijakan, Program dan Kegiatan yang akan dilaksanakan dalam kurun
waktu 5 tahun.
2). Misi
Dalam rangka mewujudkan visi tersebut maka perlu dituangkan dalam bentuk
misi yang dapat memberikan arah, tujuan yang ingin dicapai, dan memberikan fokus
terhadap program yang akan dilaksanakan serta untuk menumbuhkan partisipasi semua
pihak. Misi pembangunan kesehatan Kabupaten Lombok Timur seperti yang tertuang
dalam RPJMD Kabupaten Lombok Timur tahun 2018-2023 adalah Meningkatkan mutu
pendidikan dan pelayanan kesehatan yang berdayasaing dengan biaya terjangkau.
3).Tujuan
Kondisi Kondisi
Awal Target kinerja di
No Indikator Kinerja Satuan akhir RPJMD
kinerja
2018 2023 2023
67,41
1 Usia Harapan Hidup (UHH) Tahun 65,4 67,41
4). SASARAN
Tabel 2.2
Indikator Kinerja Sasaran/ Indikator Kinerja Utama (IKU) Dinas Kesehatan
Kabupaten Lombok Timur Tahun 2023
B. PERJANJIAN KINERJA
Perjanjian Kinerja sebagai tekad dan janji dari perencana kinerja tahunan sangat
penting dilakukan oleh pimpinan instansi di lingkungan Pemerintahan karena merupakan
wahana proses tentang memberikan perspektif mengenai apa yang diinginkan untuk
dihasilkan. Perencanaan kinerja yang dilakukan oleh instansi akan dapat berguna untuk
menyusun prioritas kegiatan yang dibiayai dari sumberdana yang terbatas. Dengan
perencanaan kinerja tersebut diharapkan fokus dalam mengarahkan dan mengelola
program atau kegiatan instansi akan lebih baik, sehingga diharapkan tidak ada kegiatan
organisasi yang tidak terarah. Penyusunan Perjanjian Kinerja Dinas Kesehatan Tahun
2023 mengacu pada dokumen Renstra Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur
Tahun2018 - 2023, Rencana Kerja (Renja), dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA)
Tahun 2023.
Selanjutnya pengukuran pencapaian tujuan sebagaimana ditetapkan dalam
Renstra Dinas Kesehatan dilakukan melalui pengukuran pencapaian sasarans tartegis,
dalam hal ini pengukuran IKU. Untuk menguatkan pencapaian sasaran strategis tersebut
disusunlah perjanjian kinerja yang dulu disebut penetapan kinerja . Sebagai dokumen
pernyataan kinerja berupa perjanjian kinerja antara atasan dan bawahan untuk
LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 16
mewujudkan target kinerja tertentu, dokumen perjanjian kinerja memuat pernyataan
dalam format formulir yang mencantumkan sasaran strategis, IKU oraganisasi, dan target
kinerja. Target kinerja menunjukkan komitmen dari pimpinan dan seluruh anggota
organisasi untuk mencapai hasil yang diinginkan dari setiap sasaran strategis sesuai
dengan IKU yang bersifat outcome.
Perjanjian kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2023 yang
telah ditanda tangani pada target capaian Keluaran (output) dan Hasil (outcome). Adapun
indikator perjanjian kinerja Dinas Kesehatan Tahun 2023 sesuai tabel sebagai berikut:
Tabel 2.3
Perjanjian Kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2023
Perjanjian Kinerja ini dianggarkan melalui 5 program program yang tertuang dalam
Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Kesehatan Tahun Anggaran 2023 sebagai
berikut :
Kondisi
Indikator Kondisi Awal Target kinerja di
No Kinerja Satuan kinerja 2018 akhir
RPJMD
2023 2023
Usia Harapan
1 Tahun 65,4 67,41 67,41
Hidup (UHH)
Sumber : BPS Kabupaten Lombok Timur 2023
Usia Harapan Hidup adalah perkiraan lama hidup rata-rata penduduk dengan
asumsi tidak ada perubahan pola mortalitas (kematian) menurut umur. Angka ini adalah
angka pendekatan yang menunjukkan kemampuan untuk bertahan hidup lebih lama. Usia
Harapan Hidup yang baik dipengaruhi oleh kesehatan fisik, pendapatan, dan keamanan
lingkungan. Apabila kesehatan fisik tidak mendukung akan memberikan faktor timbulnya
penyakit yang memicu pada kematian. Hal ini akan membuat penurunan Usia Harapan
Hidup, begitu juga sebaliknya.
Usia harapan hidup ditentukan oleh besarnya angka jumlah kematian bayi”.
Jika kematian bayi jumlahnya besar, usia harapan hidup akan rendah. Oleh karenanya,
biasanya di negara-negara maju harapan hidupnya tinggi karena pada umumnya tingkat
kesehatan ibu dan bayinya tinggi. Sebaliknya dinegara berkembang biasanya relatif
rendah karena buruknya tingkat kesehatan.
• Pola Makan
• Penyakit bawaan dari lahir/penyakit degeneratif
• Lingkungan Tempat Tinggal
• Strees Atau Tekanan
• Osteporosis
Seiring meningkatnya usia harapan hidup di Indonesia, masalah
osteoporosis/tulang keropos perlu mendapat perhatian serius. Semakin tua
seseorang, semakin mudah terserang osteoporosis. Orang lanjut usia merupakan
sasaran paling sering terkena osteoporosis. Ketika perempuan mencapai usia 80
tahun, ia mengalami resiko 40% mengalami 1 atau lebih patah tulang belakang.
Data dunia juga menyebutkan satu dari tiga wanita beresiko terkena osteoporosis.
Untuk itu Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur terus berupaya untuk
menaikkan Usia Harapan Hidup dengan cara :
1. Meningkatkan upaya pencegahan kematian ibu dan bayi baru lahir melalui
serangkaian program dan kegiatan (Ponek, AMP, Perbaikan Gizi, Rujukan,
Jampersal, Pemberian Mikro nutrient, pemberian Vitamin bagi remaja putri,
dll)
2. Meningkatkan upaya pencegahan kematian Bayi dan Balita dengan
Immunisasi, Pencegahan Stunting/Wasting, Pencegahan penyakit menular.
3. Peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan
LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 21
4. Memperbaiki status gisi keluarga
5. Perbaikan kesehatan lingkungan
Tabel 3.2
Capaian Indikator Kinerja Tujuan
Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2023
Indikator Capaian
No Tujuan Target Realisasi Kriteria
Tujuan (%)
Meningkatnya
Usia
1 Derajat 67,41 71,72 106% Sangat
Harapan
Kesehatan Tinggi
Hidup
Masyarakat
Dari tabel diatas terlihat bahwa Usia Harapan Hidup Kabupaten Lombok Timur
pada tahun 2023 mencapai 71,72 tahun dari target yang 67,41 tahun masuk kriteria
sangat tinggi dan sudah melebihi target. Usia Harapan Hidup ini dipengaruhi oleh masih
tingginya kematian bayi di Kabupaten Lombok Timur dimana faktor yang
mempengaruhi tinggi rendahnya Usia Harapan Hidup adalah tinggi rendahnya angka
kematian bayi.
Tabel 3.3
Perbandingan Indikator Kinerja Tujuan
Tujuan : Meningkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat
Indikator : Usia Harapan Hidup Tahun 2022 dan 2023
Bila dibandingkan dengan tahun 2022 capaian Usia Harapan Hidup Kabupaten
Lombok Timur mengalami peningkatan dari 71,33 tahun menjadi 71,72 tahun sebesar
0,39 tahun pada tahun 2023.
Rencana
No Indikator Kinerja Satuan Realisasi Persentase Kesenjangan
sesuai
s/d th Capaian
2023 Renstra Kinerja
2023
Apabila dilihat dari tabel diatas maka pencapaian Indikator Tujuan sampai dengan
tahun 2023 sudah melebihi Target akhir Renstra yang ditetapkan.
Tabel 3.5
Pencapaian Indikator Kinerja Tujuan Dibandingkan dengan Capaian Propinsi dan Nasional
2023
Capaian
Kabupaten Kesenjangan Kesenjangan
Indikator Capaian Capaian dgn capaian dgn capaian
No Satuan Lombok
Kinerja Nasional Propinsi propinsi nasional
Timur
Usia Harapan
1 Tahun 73 72,02 71,72 0,3 1,28
Hidup
\
Apabila dilihat dari tabel diatas maka pencapaian Indikator Tujuan Kabupaten
Lombok Timur tahun 2023 belum bisa menyamai capaian nasional maupun propinsi
dengan nilai kesenjangan 0,3 tahun dengan capaian propinsi dan 1,28 tahun
dibandingkan capaian nasional.
Usia Harapan Hidup di Indonesia tahun 2023 adalah 73 tahun, Propinsi Nusa
Tenggara Barat adalah 72,02 dan Usia Harapan Hidup Kabupaten Lombok Timur
adalah 71,72 tahun. Bila dibandingkan dengan Usia Harapan Hidup Nasional maupun
Usia Harapan Hidup propinsi Usia Harapan Hidup Kabupaten Lombok Timur masih
tergolong rendah.
Indikator
No Sasaran Kinerja Satuan Target Realisasi Capaian Ket
per 100.000
Angka kematian Melebihi
Kelahiran 184 100 145,6%
ibu (AKI) Target
Hidup
1000
Angka kematian Melebihi
Kelahiran 16 7 152%
Bayi AKB) Target
Hidup
Prevalensi Gizi Melebihi
% 2,5 0,27 189%
Meningkatnya Buruk/wasting Target
Mutu Persentase
1 137% Melebihi
pelayanan Penurunan % 26 16,18
Target
Kesehatan Stunting
Persentase
Tidak
Pelayanan
% 100 92,3 92,3% Mencapai
Hipertensi sesuai
target
standar
Persentase Tidak
Succsess Rate % 100 91,5 91,5% Mencapai
Pengobatan TB target
Meningkatnya
kualitas Mencapai
2 Desa STBM % 100 100 100%
lingkungan target
sehat
Meningkatnya
kepesertaan Persentase
masyarakat masyarakat miskin
miskin mandapatkan
Mencapai
3 mendapatkan jaminan % 100 100 100%
target
jaminan pembiayaan
pembiayaan pelayanan
pelayanan Kesehatan
Kesehatan
Sumber : Bidang Kesmas, Bidang P3KL,Bidang SDK dan Litbangkes 2023
Dari tabel diatas terlihat hasil pengukuran kinerja terhadap 3 (tiga) sasaran dan 8
(delapan) indikator kinerja utama Dinas Kesehatan Tahun 2023, disimpulkan bahwa 4
(empat) indikator sasaran melebihi target yaitu Angka Kematian Ibu, Angka Kematian
Bayi, Persentase Penurunan Stunting, Persentase Gizi Balita Buruk, 2 (dua) indikator
mencapai target yaitu, Persentase masyarakat miskin mandapatkan jaminan pembiayaan
pelayanan Kesehatan dan Desa yang melaksanakan STBM serta 2 (dua) indikator
sasaran yang tidak memenuhi target yaitu Persentase Pelayanan Hipertensi sesuai
standar dan Persentase Succsess Rate Pengobatan TB.
per
Angka kematian ibu 100.000
184 100 145,6%
(AKI) Kelahiran
Hidup
1000
Angka kematian
Kelahiran 16 7 152%
Meningkatnya Bayi AKB)
Hidup
Mutu Prevalensi Gizi
1 % 2,5 0,27 189%
pelayanan Buruk/wasting
Kesehatan Persentase
% 26 16,18 137,7%
Penurunan Stunting
Persentase
Pelayanan Hipertensi % 100 92,30 92,30
sesuai standar
Persentase Succsess
% 100 91,5 91,50%
Rate Pengobatan TB
Meningkatnya
kualitas
2 Desa STBM % 100 100 100%
lingkungan
sehat
Meningkatnya
Persentase
kepesertaan
masyarakat miskin
masyarakat
3 mandapatkan % 100 100 100%
miskin
jaminan pembiayaan
mendapatkan
pelayanan Kesehatan
jaminan
Berdasarkan pengukuran kinerja tersebut di atas dapat diperoleh data dan informasi kinerja Dinas
Kesehatan Kabupaten Lombok Timur pada beberapa tabel berikut :
Tabel. 3.8
Pencapaian Kinerja Sasaran
Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2023
Sasaran 8
1 Melebihi Target 4 50
2 Sesuai Target 2 25
3 Tidak Mencapai Target 2 25
Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa dari 8 indikator sasaran ada 4 indikator yang melampaui
target, 2 indikator mencapai target dan 2 indikator tidak mencapai target.
Tabel 3.10
Pencapaian Sasaran 1 :
Meningkatnya Mutu Pelayanan Kesehatan Tahun 2023
Indikator
No Sasaran Satuan Target Realisasi Capaian
Kinerja
per
Angka
100.000
kematian ibu 184 100 145,6%
Kelahiran
(AKI)
Hidup
Angka 1000
kematian Bayi Kelahiran 16 7 156%
AKB) Hidup
Prevalensi
% 2,5 0,27 189%
Gizi Buruk
Meningkatnya
Persentase
1 Mutu pelayanan
Penurunan % 26 16,18 137,7%
Kesehatan
Stunting
Persentase
Pelayanan
% 100 92,30 92,30
Hipertensi
sesuai standar
Persentase
Succsess Rate
% 100 91,5 91,50%
Pengobatan
TB
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa dari 6 indikator kinerja ada 4 indikator
kinerja sasaran yang melebih target dan 2 indikator kinerja yang tidak mencapai target
2023
Capaian
Sasaran Strategis Indikator Kinerja Utama Capaian
2022 Target Realisasi
(%)
Angka kematian ibu
136 184 100 145,6%
(AKI)
Angka kematian Bayi
9 16 7 156%
AKB)
Dari tabel diatas dapat lihat bahwa dari 6 indikator sasaran kinerja sasaran
tahun 2023 ada 4 indikator kinerja yang melebihi capaian pada tahun 2022 yaitu Angka
kematian ibu ,Angka kematian Bayi Prevalensi Gizi Buruk dan Prevalensi Stunting.
Tabel 3.12
Pencapaian Indikator Kinerja Sasaran 1
Dibandingkan Target Akhir Renstra Dinas Kesehatan Kab. Lombok Timur Tahun 2022
Apabila dilihat dari tabel diatas maka pencapaian Sasaran 1 sampai dengan tahun
2023 adalah 4 indikator kinerja sudah melebihi target akhir Renstra yang ditetapkan dan
2 indikator yang belum mencapai target Renstra yaitu Persentase Pelayanan Hipertensi
sesuai standar dan Persentase Succsess Rate Pengobatan TB.
Kesenjangan Kesenjangan
Realisasi Capaian Capaian
No Indikator Kinerja Satuan dgn capaian dgn capaian
th 2023 Propinsi Nasional
propinsi nasional
Per
Angka kematian ibu
1 100.000 100 90 206,00 20 -106
(AKI)
KH
Angka kematian Per 1000
2 7 7 18,60 0 -11,60
Bayi AKB) KH
3 Balita Gizi Buruk % 0,27 2,37 Belum -2,1 -
rilis
4 Balita Stunting % 16,8 13,49 21,6 3,31 -4,8
Persentase
Pelayanan
5 % 92,3 96,18 Belum rilis 3,62 -
Hipertensi sesuai
standar
Persentase Succsess
6 % 91,5 91,46 91,7 0,24 0
Rate Pengobatan TB
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa capaian capaian propinsi maupun nasional
pada saat laporan ini di susun belum rilis. AKI Kabupaten Lombok Timur lebih tinggi
dibandingkan dengan capaian Propinsi dan Target Nasional, AKB Kabupaten Lombok
Timur sama dengan capaian Propinsi dan lebih rendah dari capaian nasional.
Penjelasan Indikator Sasaran 1
(1). Angka Kematian Ibu (AKI)
Grafik 3.1
Grafik Angka Kematian Ibu Maternal per 100.000 Kelahiran Hidup
Di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2019-2023
183
157
150
136
Angka Kematian Ibu
103 100
100
50
0
Dari grafik dapat dilihat trend Angka Kematian Ibu yang meningkat dari tahun
2019 ke tahun 2020 dan menurun pada tahun 2022. Angka Kematian Ibu tahun 2022
Tabel 3.14
Penyebab Kematian Ibu di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2019 – 2023
1 Perdarahan 3 11 6 5 8
2 PER/PEB/Eklampsi 14 12 5 13 7
3 PTM 0 0 10 5 1
4 Infeksi 3 2 3 3 3
5 Lain2/Penyakit penyerta 9 18 8 6 4
6 Covid-19 0 0 13 2 0
Jumlah 29 43 45 34 23
Sumber Data : Laporan Seksi KIA 2023
Seluruh kasus kematian ibu telah dilakukan Audit Maternal Perinatal (AMP)
yang diselenggarakan untuk mengkaji hal – hal yang terkait dengan riwayat dan kondisi
sejak ibu masih hamil, penatalaksanaan persalinan dan kronologis kasus sampai
terjadinya kematian. Hasil audit penyebab kematian ibu tersebut sebagian besar
disebabkan pengenalan resiko oleh masyarakat dan petugas kesehatan serta pemilihan
fasilitas layanan persalinan pada ibu hamil/bersalin/nifas dengan komplikasi yang
kurang tepat sehingga menyebabkan keterlambatan penatalaksanaan kasus emergency
obstetric di rumah sakit rujukan dengan fasilitas yang memadai.
Upaya yang telah dilaksanakan guna menurunkan angka kematian ibu pada
tahun 2023 adalah sebagai berikut:
a. Peningkatan kapasitas SDM Kesehatan melaui sosialisasi pengenalan deteksi dini
resiko ibu hamilresiko tinggi.
b. Peningkatan Pelayanan Kesehatan: Audit Maternal Perinatal, Diseminasi Hasil
Rekomendasi Tingkat Kabupaten, Review Deteksi Dini Ibu Hamil Beresiko,
Sosialisasi Asuhan Persalinan Normal, Rakor Koordinator KIA dan KB.
c. Pemantapan ACSIA ( Aksi Cepat Sayang Ibu dan Anak )
d. Kemitraan Lintas Sektor dan Lintas Program
e. Pemantapan sistem rujukan dengan manual rujukan
f. Pelaksanaan Jaminan Persalinan (Jampersal)
Tabel 3.15
Analisis Penyebab Keberhasilan / Kegagalan Upaya Penurunan Kematian
Ibu & Rencana Intervensi di Kabupaten
Lombok Timur Tahun 2023
INTERVENSI
NO FAKTOR ANALISA PENYEBAB
PROGRAM/KEGIATAN
1. Fasilitas Kualitas pelayanan KIA 1. Kebijakan Pemeriksaan bumil
Pelayanan Masih Perlu Ditingkatkan Gratis
Kesehatan 2. Implementasi ANC Terpadu
3. Tata laksana dan Rujukan
4. Audit Maternal Perinatal
5. Jejaring dengan BPS/RB oleh
Puskesmas
Alur rujukan yang belum 1. Implementasi Manual rujukan
tersistem dengan baik Pengembangan PONED dan
2.
PONEK
2. Petugas Kompetensi petugas yang 1. Kemitraan dengan RSUD Dr.
masih beragam Soedjono dalam peningkatan
kapasitas Petugas
2. Drilling KIA(simulasi
kegawatan maternal)
Pemantauan pasca 1. Jejaring antar fasilitas
persalinan oleh petugas kesehatan untuk pemantauan
belum optimal Ibu
2. Penguatan peran bidan desa
3. Monev pelaksanaan PISPK
3. Faktor Ibu Pengetahuan Ibu Tentang 1. Kunjungan rumah Ibu hamil
tanda bahaya kehamilan dan neonatus risiko tinggi
Kurang 2. Konsultasi dokter ahli
3. Pendampingan Ibu Hamil
4. Bedah buku KIA
5. Kelas Ibu Hamil
Perbaikan gizi pada ibu 1. Intervensi Gizi pada bumil
hamil KEK dan atau KEK, bumil anemia
anemia
4. Pemberdayaan Keterlibatan masyarakat 1. Penggiatan Program
Masyarakat dalam mendampingi Ibu Perencanaan Persalinan dan
hamil belum optimal Pencegahan Komplikasi (P4K)
2. Penggiatan kelompok
pendukung Ibu (KP Ibu)
Angka kematian bayi merupakan salah satu indikator sangat sensitif untuk
mengetahui gambaran tingkat permasalahan kesehatan masyarakat. Faktor yang
berkaitan dengan penyebab kematian bayi antara lain terutama tingkat pelayanan
antenatal, status gizi ibu hamil, tingkat keberhasilan program Kesehatan Ibu dan Anak
(KIA) & Keluarga Berencana (KB), kondisi lingkungan, dan sosial Ekonomi.
Capaian AKB Kabupaten Lombok Timur pada tahun 2023 yaitu 7 per 1.000
kelahiran hidup masih dibawah target AKB Rencana Strategis Dinas Kesehatan
Kabupaten Lombok Timur 2018-2023 Kabupaten 18 per 1.000 kelahiran hidup dan
dibawah capaian AKI nasional 18 per 1.000 kelahiran hidup. Angka Kematian Bayi
(AKB) tahun 2023 menurun dibandingkan dengan AKB tahun 2022 yaitu dari 9 per
1.000 kelahiran hidup
10.8
Angka Kematian Bayi
10 9.6
9
10
7
5
0
Dari grafik dapat dilihat bahwa Angka Kemtian Bayi Kabupaten Lombok Timur
mengalami penurunan dari tahun 2020 yaitu 10 menjadi 9,6 pada tahun 2022 dan
menjadi 7 per 1000 Kelahiran Hidup pada tahun 2023. Adapun penyebab kematian
bayi dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 3.16
Penyebab Kematian Bayi di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2019 – 2023
2 Asfiksia 91 73 51 48 42
3 Kelainan bawaan 31 36 43 43 2
19 93
4 Lain-lain (Aspirasi,diare,infeksi) 108 87 30
Dari tabel dapat dilihat bahwa penyebab terbesar kematian bayi tahun 2023 adalah lain-
lain yaitu sebanyak 98 kasus.
30
Prev. Stunting
20 16.18
10
0
2018 2019 2020 2021 2022 2023
Upaya yang telah dilaksanakan guna menurunkan prevalensi stunting pada tahun
2023 adalah sebagai berikut:
a. Peningkatan SDM Kesehatan : sosialisasi , orientasi terkait PMBA
b. Peningkatan Pemahaman masyarakat: pertemuan sosialisasi terkait stunting,
orientasi/pelatihan PMBA, Pemantauan Pertumbuhan
c. Kemitraan Lintas Sektor dan Lintas Program
d. Pemantapan Pemantauan Pertumbuhan Balita
e. Pemenuhan Sarpras posyandu
Beberapa faktor dan analisis penyebab serta rencana intervensi yang akan
dilakukan dalam penurunan prevalensi stunting sebagai bahan perencanaan program
di tahun yang akan datang sebagai berikut:
INTERVENSI
NO FAKTOR ANALISA PENYEBAB
PROGRAM/KEGIATAN
Gizi Buruk balita merupakan salah satu indikator sangat sensitif untuk
mengetahui gambaran tingkat permasalahan kesehatan masyarakat khususnya
permasalahn gizi. Faktor yang berkaitan dengan penyebab gizi buruk balita antara lain
terutama pemberian makan bayi dan anak, status gizi ibu menyusui, tingkat
keberhasilan program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) & kondisi lingkungan, serta
sosial Ekonomi yang pada garis besarnya yaitu karena Pola Makan, Pola Asuh dan
Lingkungan sekitar serta Sanitasi.
Capaian Gizi Buruk di Kabupaten Lombok Timur pada tahun 2023 masih
dibawah target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Lombok Timur
2018-2023 Kabupaten sebesar 2,5% dengan capaian 0,27%. Dan bila dibandingkan
dengan Propinsi Nusa Tenggaran Barat Gizi Buruk/wasting Propinsi NTB tahun 2023
adalah 0,25% dengan kata lain lebih tinggi dari persentase gizi buruk di Kabupaten
Lombok Timur.
Tabel 3.19
Analisis Penyebab Keberhasilan / Kegagalan Upaya Penurunan Prevalensi
Gizi Buruk &Rencana Intervensi di Kabupaten Lombok Timur Tahun
2023
Kegiatan yang telah dilaksanakan guna menurunkan prevalensi Gizi Buruk pada
tahun 2023 adalah sebagai berikut:
Pada tahun 2023 capaian pelayanan kesehatan sesuai standar pada penderita
Hipertensi adalah 92,3% yang berartti belum mecapai target. Apabila dibandungkan
dengan capaian tahun 2022 yaitu 100% maka capaian pada tahun 2023 mengalami
peurunan.
100
PERSENTASE
80
60
40
20
0
2018 2019 2020 2021 2022 2023
HIPERTENSI 31.8 37.41 20.03 73 100 92
Dari grafik diatas dapat dilihat bahwa tren pelayanan hipertensi semakin meningkat dari
tahun ke tahun sejak 2018 – 2023. Pencapaian tertinggi terjadi pada tahun 2022 yaitu 100%.
Menurun sedikit pada tahun 2023 yaitu 92%
Tabel 3.20
Analisis Penyebab Keberhasilan / Kegagalan Upaya Pelayanan Hipertensi
sesuai standar &Rencana Intervensi di Kabupaten Lombok Timur
Tahun 2023
94
93
92
91
90
89
2018 2019 2020 2021 2022 2023
SUCCES RATE 93 93.5 95.5 92.5 91.6 91.5
Dari grafik diatas dapat dilihat tren keberhasilan pengobatan TB meningkat dari tahun
2018 ke tahun 2020 dan menurun dari tahun 2021 ke tahun 2023 hal ini disebabkan
karena penderita yang Drop Out minum obat.
Tabel 3.21
Analisis Penyebab Keberhasilan / Kegagalan Sussses Rate Pengobatan
TBC di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2023
INTERVENSI
NO FAKTOR ANALISA PENYEBAB
PROGRAM/KEGIATAN
1. Fasilitas Pelayanan 1. Kualitas dan 1. Verikasi data
Kesehatan kuantitas data
2. Kualitas daan 2. Advokasi penyediaan sarana
Kuantitas alat TCM penginputan
3. Integrasi Data
4. Maintenance alat TCM
Penambahan alat TCM
2 Petugas Rotasi dan Mutasi 1. Bimtek
2. Orientasi petugas
3. Komitmen untuk tetap
mejadi PP
3. Faktor sasaran Kesadaran untuk periksa 1. Investigasi Kontak
diri rendah 2. Edukasi
4. Pemberdayaan Keterlibatan masyarakat 1. Penunjukan Pengawas
Masyarakat dalam mengawasi minum Minum Obat (PMO)
obat 2. Edukasi PMO
Tabel 3.22
Efesiensi Penggunaan Sumber Daya
Sasaran 1 : Meningkatnya Mutu pelayanan Kesehatan
Persentase
Succsess Rate % 100 91,5 91,5%
Pengobatan
TBC
Tabel. 3.24
Perbandingan Capaian Kinerja Persentase Desa STBM Kabupaten Lombok
Timur 2022-2023
2023
Indikator
Sasaran Strategis Capaian 2022
Kinerja Utama Capaian
Target Realisasi
(%)
Meningkatnya
Kualitas Lingkungan Persentase Desa 100 100 100 100
Sehat STBM
Dari tabel dapat dilihat capaian tahun 2023 sama dengan capaian tahun sebelumnya
Tabel 3.25
Pencapaian Indikator Kinerja Sasaran 2: Persentase Desa STBM
Dibandingkan Target Akhir Renstra Dinas Kesehatan Kab. Lombok Timur
Tahun 2023
Rencana
Persentase
Realisasi s/d sesuai
No Indikator Kinerja Satuan Capaian Kesenjangan
Th 2023 Renstra
Kinerja
2023
Persentase Desa
1 % 100 100 100 0
STBM
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa capaian indikator kinerja Persentase Desa
STBM sudah mencapai target jangka menengah Renstra Dinas Kesehatan tahun 2018-
2023 yaitu 100%.
Kesenja
Indikator Capaian Capaian Capaian Kesenjan
ngan dgn
No Satuan Kabupaten gan dgn
Kinerja Nasional Propinsi capaian
Lombok capaian
nasional
Timur propinsi
Dari tabel dapat dilihat bahwa capaian desa STBM Kabupaten Lombok Timur tahun 2023
lebih tinggi dengan capaian nasional dan sama dengan capaian desa STBM propinsi NTB.
Tabel 3.27
Analisis Penyebab Keberhasilan / Kegagalan Sasaran Upaya
Meningkatkan kualitas lingkungan sehat & Intervensi di
Kabupaten Lombok Timur Tahun 2023
INTERVENSI
NO FAKTOR ANALISA PENYEBAB
PROGRAM/KEGIATAN
1. Komitmen Pemerintah 1. Pembentukan Pokja PKP 1. Evaluasi pencapaian program
Daerah dalam yang menangani program air minum dan sanitasi secara
penuntasan 5 pilar air minum dan sanitasi berkala melalui rapat
STBM yang terdiri dari beberapa koordinasi Pokja dan Forum
instansi terkait yang PKP kabupaten Lombok
tertuang dalam SK. Timur
Nomor 2. Penyusunan Roadmap STBM
:188.45/134/PD/2023 dengan seluruh stake hoder
tertanggal 1 Maret 2023. terkait dan melibatkan
2. Pembentukan Forum PKP beberapa lembaga social dan
yang terafiliasi dengan lembaga keungan mikro untuk
lembaga swasta mempercepat penggarapan
3. Kerjasama PEMDA keluarga yang belum akses
dengan UNICEF dan terhadap air minum dan
MITRA SAMYA dalam sanitasi.
penanganan Air Minum
dan sanitasi.
2. Integrasi Program 1. Terakumulasinya 1. Rapat koordinasi antar OPD
Antar Sektor pencapain program air terkait dalam pembagian
minum dan sanitasi antar tugas sesuai dengan sesuai
sector terkait dengan bidang masing-masing
2. Kerjasama dan koordinasi terkait program air minum
terkait penyampaian data dan sanitasi.
dan informasi masing- 2. Monitoring bersama terhadap
masing program antar pelaksanaan program yang
sector khususnya air terhimpun dalam POKJA
minum dan sanitasi PKP dan FORUM PKP.
melalaui Forum PKP
Bila dilihat dari efesiensi penggunaan sumber daya pada pencapaian sasaran
Meningkatnya Kualitas Lingkungan Sehat maka dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:
Tabel 3.28
Efesiensi Penggunaan Sumber Daya
Sasaran : Meningkatnya Lingkungan Sehat
Dari tabel di atas terlihat bahwa persentase capaian kinerja untuk sasaran
Meningkatnya Kualitas Lingkungan Sehat adalah sebesar 100 % , sedangkan penyerapan
anggarannya sebesar 97,67 % sehingga diperoleh nilai efesiensi penggunaan sumber daya
pencapaian sasaran ini sebesar 2,44%
Tabel. 3.29
Pencapaian Indikator Sasaran Persentase Masyarakat Miskin Mandapatkan
Jaminan Pembiayaan Pelayanan Kesehatan
Tahun 2023
2023
Indikator Kinerja Capaian
Sasaran Strategis
Utama 2022 Capaian
Target Realisasi
(%)
Meningkatnya Persentase 95% 100% 100% 100
Kepesertaan masyarakat miskin
masyarakat miskin mandapatkan
Mendapatkan jaminan
jaminan pembiayaan pembiayaan
pelayanan
pelayanan kesehatan
Kesehatan
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa capaian indikator kinerja Persentase
masyarakat miskin mandapatkan jaminan pembiayaan pelayanan kesehatan pada tahun
2023 meningkat dari tahun 2022 yaitu 95% menjadi 100%.
Tabel 3.31
Pencapaian Indikator Kinerja Sasaran 3: Persentase Masyarakat Miskin Mendapatkan
Jaminan Pembiayaan Pelayanan Kesehatan
Dibandingkan Target Akhir Renstra Dinas Kesehatan Kab. Lombok Timur Tahun
2018-2023
Rencana
Realisasi Persentase
sesuai
No Indikator Kinerja Satuan s/d th Capaian Kesenjangan
Renstra
2022 Kinerja
2023
1 % 100 100 100 0%
Persentase masyarakat
miskin mandapatkan
jaminan pembiayaan
pelayanan Kesehatan
Dari tabel di atas terlihat bahwa persentase capaian kinerja untuk sasaran
Meningkatnya kepesertaan masyarakat miskin mendapatkan jaminan pembiayaan
pelayanan kesehatan adalah sebesar 100 % sudah mencapai target Renstra Dinas
Kesehatan tahun 2018-2023 yaitu 100 % .
Kesenja
Capaian Kesenjan
ngan
Indikator Capaian Capaian Kabupaten gan dgn
No Satuan dgn
Kinerja Nasional Propinsi Lombok capaian
capaian
Timur nasional nasional
Persentase
Masyarakat
Miskin
Mendapatkan
1 % Belum rilis 100 % 100 % - 0
Jaminan
Pembiayaan
Pelayanan
Kesehatan
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa cakupan pembiayaan pelayanan kesehatan
masyarakat miskin di Kabupaten Lombok Timur sudah 100% sama dengan capaian
propinsi
Tabel. 3.33
Analisis Penyebab Keberhasilan / Kegagalan peningkatan jumlah
kepesertaan masyarakat miskin mendapatkan jaminan pembiayaan
pelayanan kesehatan tahun 2023
INTERVENSI
NO FAKTOR ANALISA PENYEBAB
PROGRAM/KEGIATAN
Tabel 3.34
Efesiensi Penggunaan Sumber Daya
Sasaran : Meningkatnya kepesertaan masyarakat miskin mendapatkan jaminan
pembiayaan pelayanan kesehatan
Meningkatnya
Persentase
kepesertaan
masyarakat
masyarakat
miskin
miskin
mandapatka
1 mendapatkan % 100 100 100 40.709.390.800 29.129.83.722 71,55 28,45
n jaminan
jaminan
pembiayaan
pembiayaan
pelayanan
pelayanan
Kesehatan
Kesehatan
28,45
JUMLAH 100 40.709.390.800 29.129.83.722 71,55
Dari tabel di atas terlihat bahwa persentase capaian kinerja untuk sasaran
Meningkatnya kepesertaan masyarakat miskin mendapatkan jaminan pembiayaan pelayanan
kesehatan adalah sebesar 100 % , sedangkan penyerapan anggarannya sebesar 71,55%
sehingga diperoleh nilai efesiensi penggunaan sumber daya pencapaian sasaran ini sebesar
28,74%. Realisasi anggaran pada tahun 2023 tidak mencapai 100% karena kondisi keuangan
daerah dan sisa pembayaran dilakukan pada tahun 2024.
Dukungan program dalam rangka mencapai sasaran strategis Dinas Kesehatan Tahun
2023 terdapat pada tabel berikut ini:
Tabel 3.35
Capaian Kinerja Program Pendukung Indikator Kinerja Utama
Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2023
Indikator
No Sasaran Program Target Satuan Realisasi Capaian
Program
I Meningkatnya Program Persentase 100 % 100 100
Mutu Penunjang Sarana dan
pelayanan Urusan Prasarana
Kesehatan Pemerintahan Pelayanan
Daerah yang Terawat
Kabupaten/Kota dan Berfungsi
Baik untuk
Mendukung
Pelaksanaan
Program
II Meningkatnya Program Persentase 100 % 91 91
kualitas Pemenuhan penyediaan
lingkungan Kesehatan fasilitas serta
sehat Perorangan dan layanan UKP
Upaya dan UKM
Kesehatan kewenangan
Masyarakat kabupaten
III Meningkatnya Program Persentase 100 % 100 100
kepesertaan Pemenuhan tenaga
masyarakat Upaya kesehatan
miskin Kesehatan dengan
mendapatkan Perorabngan jabatan
jaminan dan Upaya fungsional
pembiayaan Kesehatan tertentu yang
pelayanan Masyarakat memiliki STR
Kesehatan
C. AKUNTABILITAS KEUANGAN
Anggaran belanja Operasi Dinas Kesehatan secara keseluruhan pada tahun 2023
adalah Rp. 417.882.297.835 dengan realisasi Rp. 351.742.611.665 (84,17%). Ringkasan
realisasi anggaran Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2023 dapat dilihat
pada tabel berikut:
Tabel 3.36
Ringkasan Realisasi Anggaran
Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2023
Pada tahun 2023 Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur memiliki target
pendapatan sebesar Rp. 103.381.020.000,- dan realisasi sebesar Rp. 92.740.541.310,-
(89,71%) serta belanja dengan target Rp. 417.882.297.835,- realisasi sebesar Rp.
351.744.111.665,- (84,17%) .
LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 54
Tabel 3.37
Perbandingan Ringkasan Realisasi Anggaran
Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2022 dan 2023
Pada tahun 2023 target pendapatan Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur
sebesar Rp. 103.381.020.000, meningkat dari target tahun 2022 yaitu 102.928.244.478,-
.Realisasi pada tahun 2023 (89,71%) lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2022
(75,88) dengan selisih capaian sebesar 14,21%. Capaian realisasi belanja pada tahun
2022 lebih tinggi dari tahun 2023 dengan selisih capaian sebesar 12,97%.
Tabel 3.38
Pagu dan Realisasi Anggaran Terkait Pencapaian Kinerja Sasaran
Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2023
Meningkatnya kualitas
2 1.515.932.500 1.480.622.603 97,67
lingkungan sehat
Meningkatnya kepesertaan
masyarakat miskin mendapatkan 40.709.390.800 29.129.083.722 71,55
3
jaminan pembiayaan pelayanan
Kesehatan
Jumlah 417.882.297.835 351.744.111.665 84,17
Dari tabel diatas diketahui anggaran yang direncanakan untuk mencapai sasaran
strategis Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2023 adalah sebesar Rp.
417.882.297.835,- dan penyerapan anggaran mencapai Rp. 351.744.111.665,- ( 84,17%).
Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP 38.963.668.139 30.422.705.357 78,08
Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/Kota
Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil 4.218.159.351 3.121.426.320 74,00
Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Ibu Bersalin 581.192.000 103.600.000 17,83
Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Bayi Baru Lahir 130.120.000 111.320.000 85,55
Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Balita 1.666.306.000 1.134.117.500 68,06
Pengelolaan Pelayanan Kesehatan pada Usia Pendidikan 1.150.236.400 1.124.825.000 97,79
Dasar
Pengelolaan Pelayanan Kesehatan pada Usia Produktif 855.394.531 759.985.000 88,85
Pengelolaan Pelayanan Kesehatan pada Usia Lanjut 1.110.704.413 1.115.993.500 100,48
Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Penderita Hipertensi 20.475.000 20.475.000 100,00
Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Penderita Diabetes 1.112.883.000 1.112.596.320 99,97
Melitus
Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Orang dengan 306.991.000 298.995.000 97,40
Gangguan Jiwa Berat
Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Orang Terduga 631.699.000 537.200.000 85,04
Tuberkulosis
Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Orang dengan Risiko 817.814.000 788.969.840 96,47
Terinfeksi HIV
Pengelolaan Pelayanan Kesehatan bagi Penduduk 19.000.000 6.700.000 35,26
Terdampak Krisis Kesehatan Akibat Bencana dan/atau
Berpotensi Bencana
Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Gizi Masyarakat 8.922.238.297 4.367.855.196 48,95
Tabel 3.40
Anggaran dan Realisasi Keuangan
Terkait Pencapaian Sasaran Meningkatnya Kualitas Lingkungan Sehat Tahun 2023
Program/Kegiatan/Sub
No Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) %
Kegiatan
I PROGRAM PEMENUHAN
UPAYA KESEHATAN
PERORANGAN DAN UPAYA 1.515.932.500 1.480.622.603 97,67
KESEHATAN
MASYARAKAT
Penyediaan Layanan Kesehatan
untuk UKM dan UKP Rujukan
1.515.932.500 1.480.622.603 97,67
Tingkat Daerah Kabupaten/Kota
Program, kegiatan dan sub kegiatan yang dilaksanakan untuk mencapai sasaran
Meningkatnya Kualitas Lingkungan Sehat adalah sebanyak 1 program, 1 kegiatan dan 1
sub kegiatan dengan jumlah anggaran Rp. 1.515.932.500,- dan realisasi keuangan sebesar
Rp. 1.480.622.603,-( 97,67%)
Program/Kegiatan/Sub
NO Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) %
Kegiatan
1 Penyediaan Layanan Kesehatan
untuk UKM dan UKP Rujukan 40.709.390.800 29.129.083.722 71,55
Tingkat DaerahKabupaten/Kota
Program, kegiatan dan sub kegiatan yang dilaksanakan untuk mencapai sasaran
Sasaran Meningkatnya kepesertaan masyarakat miskin mendapatkan jaminan
pembiayaan pelayanan Kesehatan Tahun 2023 adalah sebanyak 1 program, 1 kegiatan
dan 1 sub kegiatan dengan jumlah anggaran Rp. 40.709.390.800,- dan realisasi
keuangan sebesar Rp. 29.129.083.722,-(71,55%)
Hasil pengukuran kinerja terhadap 3 (tiga) sasaran dan 8 (delapan) indikator kinerja
utama Dinas Kesehatan Tahun 2023, disimpulkan bahwa 4 (empat) indikator sasaran
melebihi target yaitu Angka Kematian Ibu, Angka Kematian Bayi, Persentase Gizi Balita
Buruk, Persentase Prevalensi Stunting, 2 ( dua) indikator mencapai target yaitu Persentase
Desa STBM, Persentase masyarakat miskin mandapatkan jaminan pembiayaan pelayanan
Kesehatan dan 1 indikator tidak mencapai target yaitu Success rate pengobatan TB,
Persentase penderita Hipertensi dilayani sesuai standar.
Pencapaian kinerja keuangan dilihat dari realisasi keuangan tergolong baik yaitu dari
total anggaran belanja langsung yang dialokasikan Rp. 417.882.297.835,- realisasi sebesar
Rp.351.744.111.665,- (84,17%). Laporan akuntabilitas kinerja ini diharapkan dapat
bermanfaat sebagai bahan evaluasi akuntabilitas kinerja bagi pihak yang membutuhkan,
penyempurnaan dokumen perencanaan periode yang akan datang, pelaksanaan program dan
kegiatan serta berbagai kebijakan. Hasil pencapaian pelaksanaan program pembangunan
bidang kesehatan yang dilaksanakan dari tahun ke tahun diharapkan selalu sesuai dengan
rencana strategis dan dokumen perencanaan lainnya.
Keberhasilan yang telah dicapai dan kekurangan selama tahun 2023 diharapkan dapat
menjadi parameter dan acuan penetapan tujuan tahun berikutnya sehingga dapat
dilaksanakan secara lebih efektif dan efisien.
Adapun tantangan dan kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan adalah
belum optimalnya pemanfaatan tindak lanjut hasil evaluasi tahun berjalan dan tahun
sebelumnya untuk perencanaan tahun berikutnya.
Upaya tindak lanjut dari pencapaian dan kendala yang ditemui dalam pelaksanaan
kegiatan pada tahun sebelumnya adalah mengoptimalkan hasil laporan, evaluasi, kajian dan
sebagainya sebagai dasar perencanaan dan penyusunan kebijakan tahun berikutnya,
mempersiapkan dan menerapkan sistem elektronik melalui teknologi informasi dalam rangka
LAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2023 62
mengoptimalkan proses perencanaan, penganggaran dan evaluasi (SIMDA, e-renggar, e-
planning), menguatkan koordinasi internal dalam rangka mengoptimalkan penyusunan
jadwal dan pelaksanaan kegiatan yang telah direncanakan dan antisipasi terhadap dinamika
perkembangan kebijakan anggaran (efisiensi), administrasi keuangan termasuk mekanisme
pelaksanaan dan pertanggungjawaban keuangan, dan kebijakan mekanisme pengadaan
barang/jasa, memperkuat SDM melalui pelatihan, pendidikan dan dukungan tenaga yang
lebih kompeten. Akhirnya semoga Laporan Akuntabilitas Kinerja Dinas Kesehatan
Kabupaten Lombok Timur yang telah disusun ini dapat memberikan manfaat, antara lain:
1. Menjadi masukan dan umpan balik bagi pihak-pihak yang berkepentingan dalam rangka
meningkatkan kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur;