0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
21 tayangan46 halaman

Modul01 Mengetahui Konsep Diri

Diunggah oleh

rika aryanti
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
21 tayangan46 halaman

Modul01 Mengetahui Konsep Diri

Diunggah oleh

rika aryanti
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KEMNAKER

1
MENERAPKAN
KONSEP DIRI
untuk meraih
kesuksesan
MENERAPKAN KONSEP DIRI UNTUK

MODUL
MERAIH KESUKSESAN

MODUL 1

 TUJUAN UMUM
Unit kompetensi ini dapat digunakan untuk
mempersiapkan calon pekerja agar dapat
mengenal konsep diri untuk beradaptasi dan
berkontribusi secara produktif di tempat kerja.

 DURASI
6 JP atau 270 Menit

 SILABUS PELATIHAN
lihat halaman berikut.

Modul 1: Menerapkan Konsep Diri untuk Meraih Kesuksesan 11


SILABUS PELATIHAN

MENERAPKAN KONSEP DIRI UNTUK MERAIH


KESUKSESAN

ELEMEN KRITERIA UNJUK DURASI


KOMPETENSI KERJA

1. Mengidentifikasi 1 . 1 . Sifat positif dan sifat negatif pada


sifat dan karakter manusia diidentifikasi
karakter diri sesuai referensi.
sendiri.
1 . 2. Tipe-tipe kepribadian diidentifikasi 90 Menit
sesuai referensi.
1 . 3. Penyebab mental block diidentifikasi
sesuai referensi.
1 . 4. Langkah-langkah untuk
menghilangkan mental block
dipraktikkan secara efektif.
1. . 5. Bakat dan minat diri
diidentifikasi dengan
menggunakan tes bakat sederhana
2. Membangun sesuai referensi.
kesuksesan 2. 1 . Makna sukses dijelaskan sesuai
dalam diri. 60 Menit
dengan referensi.
2. 2. Jenis-jenis kesuksesan
diidentifikasi sesuai dengan
referensi.
2. 3. Langkah-langkah perubahan diri
untuk mencapai sukses
dijabarkan sesuai dengan
capaian kesuksesan pada diri.

3. Mengelola 3. 1 . Sebab-sebab kegagalan dan


permasalahan langkah-langkah penyelesaian 60 Menit
dan permasalahan diidentifikasi
kegagalan. sesuai referensi.
3. 2. Kemampuan mengendalikan
emosi dipraktikkan dalam
menyelesaikan permasalahan.

4. 1 . Target-target yang akan dicapai 60 Menit


4. Memanfaatkan dalam hidup diidentifikasi sesuai
waktu secara dengan tujuan hidup.
positif.
4. 2. Kegiatan-kegiatan untuk
memanfaatkan waktu secara
positif diidentifikasi.

12 Modul Soft Skills Untuk Kesiapan Kerja


MODUL
SESI
Elemen Kompetensi 1
1 MENGENAL SIFAT DAN KARAKTER DIRI SENDIRI

Tujuan Khusus
1. . Peserta mampu mengidentifikasi sifat positif dan negatif pada
dirinya.
2. Peserta mampu mengidentifikasi tipe-tipe kepribadian.
3. Peserta mampu mengidentifikasi penyebab mental block.
4. Peserta mampu mempraktikkan langkah-langkah untuk
menghilangkan mental block.
5. Peserta mampu mengidentifikasi bakat dan minat diri.

Metode
1. . Permainan “Konsep Diri” – Mengenal Sifat dan Karakter Diri Sendiri
2. Ceramah
3. Curah pendapat
4. Kerja individu

Alat Bantu
1. . Kertas flipchart
2. Spidol
3. Selotip kertas
4. Kertas karton
5. Metaplan berwarna
6. 4 lembar poster karakter manusia
7. Lembar Johari Windows
8. Gambar-gambar profesi/
pekerjaan

Durasi
90 Menit

Modul 1: Menerapkan Konsep Diri untuk Meraih Kesuksesan 13


Sesi 1.1.

Sifat Positif dan Sifat Negatif pada Karakter Manusia

Pengantar
Instruktur menjelaskan bahwa:
• Dalam psikologi, sifat ini adalah ciri-ciri tingkah laku yang tetap (hampir
tetap) pada seseorang.
• Dengan mengenali sifat positif dan negatif dalam diri kita menjadi tahu
bagaimana mencapai tujuan hidup kita (lebih lengkap, lihat Bacaan
Penunjang).

Langkah-langkah
1. . Instruktur meminta setiap peserta menuliskan nama dan 1 nama unsur-
unsur alam (air, api dan lain-lain) yang bisa melambangkan diri peserta di kertas
metaplan.
2. Kemudian setiap peserta menyebutkan namanya dan nama unsur alam tersebut
beserta alasan memilihnya. Misalnya nama Adi unsur alam api, karena
karakter dia mirip dengan sifat api.
3. Dari permainan ini instruktur menjelaskan bahwa ketika memilih unsur alam
itu bisa jadi
menggambarkan karakter
diri sendiri seperti sifat
air/api dan lain-lain.
Misalnya memilih air. Sifat
air adalah tenang, cukup
adaptasi dengan
lingkungan (air akan
berbentuk sesuai dengan
wadahnya), tetapi
ketika air itu disentuh
dengan keras makan
akan berguncang dan
bisa sangat kuat
guncangannya. Jika
dianalogikan pada diri
manusia maka
kecenderungan orang yang
memilih air maka biasanya
orang ini tenang tetapi kuat
jika bereaksi

14 Modul Soft Skills Untuk Kesiapan Kerja


MODUL
terhadap sesuatu yang menimpa dirinya.
4. Instruktur menyampaikan bahwa setiap manusia itu unik. Setiap manusia
mempunyai karakter dan kepribadian yang berbeda. Tidak ada manusia yang
sama, sekalipun dia terlahir kembar. Cara pandang peserta terhadap dirinya
sendiri inilah yang disebut sebagai konsep diri.

Kesimpulan

a. Penting untuk kita mengenali sifat


diri baik yang positif maupun negatif,
sehingga kita dapat melakukan evaluasi
diri menjadi lebih baik.
b. Mengembangkan sifat positif akan
mendapatkan respon yang positif dari
lingkungan.
c. Setiap orang itu unik dengan kelebihan
dan kelemahan masing-masing, namun
itu menjadi pendukung setiap orang
untuk berkembang lebih baik.
d. “Sifat” cenderung tetap dan sangat
dipengaruhi oleh faktor internal diri
untuk pembentukannya.

Modul 1: Menerapkan Konsep Diri untuk Meraih Kesuksesan 15


Sesi 1.2.

Tipe Kepribadian dan Karakter Diri

Pengantar
Instruktur memaparkan bahwa:
• karakter adalah cara berpikir dan perilaku yang menjadi ciri khas individu untuk
hidup baik dalam lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat.
• karakter terbentuk dari 3 hasil pemahaman yang pasti dialami manusia
(triangle relationship) yaitu: (lihat gambar)
Ketiga hubungan tersebut akan memengaruhi nilai dan keyakinan yang terbentuk dalam
diri seseorang.

Tuhan

Manusia Lingkungan

Langkah-langkah
Kemudian Instruktur mengajak peserta untuk mengenal karakter dasar diri sendiri.
Terdapat 4 Karakteristik sifat mendasar manusia yaitu: Sanguinis, Melankolis,
Kholeris, dan Flegmatis (lebih lanjut buka Bacaan Penunjang).

16 Modul Soft Skills Untuk Kesiapan Kerja


MODUL
Ada 3 alternatif metode yang bisa digunakan:
a. Alternatif 1: Instruktur meminta setiap peserta menuliskan sifat diri mereka
yang positif dan negatif, masing-masing satu, pada dua metaplan berbeda
warna. Instruktur menempelkan jawaban peserta sesuai 4 karakter yang tertera
di dinding. Kemudian instruktur meminta peserta membaca 4 karakter yang
telah ditempel dan mencoba mengidentifikasi karakter dirinya. Instruktur
dapat meminta 1-2 peserta untuk mempresentasikan jawabannya.
b. Alternatif 2: Instruktur melakukan tes tertulis yang dilakukan setiap peserta
dan hasil dari tes akan memperlihatkan karakter diri (materi tes terlampir).
c. Alternatif 3: Instruktur menggunakan metode “Jendela Johari”, yaitu:
• 1 kelompok terdiri dari 3-4 orang.
• 1 orang menjadi pembicara selama 3 menit (tema bebas), yang lain
menjadi pendengar.
• Para pendengar menerka, memilih dan menuliskan karakter yang
pendengar anggap cocok dengan karakter pembicara.
• Bergantian hingga seluruh anggota kelompok berkesempatan
menjadi pembicara.
• Semua anggota mengisi Jendela Johari.
• Semua anggota saling berdiskusi tentang Jendela Johari masing- masing
yang telah diisi.

Aku ini puitis dan suka menulis  Illustrasi:


Kelompok yang
Hmm... kelihatannya dia suka cari perhatian... mempraktikkan
status Johari Windows.
di facebook! Secara bergiliran, satu
persatu berbicara
sementara yang lainnya
menjadi pendengar dan
menilai karakter
pembicara berdasarkan
apa yang mereka lihat
atau dengar.

Hmmm.. kelihatannya dia mudah berteman..

Modul 1: Menerapkan Konsep Diri untuk Meraih Kesuksesan 17


JENDELA JOHARI

Diri Sendiri

Tahu Tidak Tahu

Diri Sendiri Tahu & Orang Lain Diri Sendiri Tidak Tahu & Orang
Tah

Tahu Lain Tahu


u

(Semua Tahu) (Blindspot)


Orang
Lain
Tidak Tahu

Diri Sendiri Tahu & Diri Sendiri Tidak Tahu & Orang
Orang Lain Tidak Tahu Lain Tidak Tahu
(Tersembunyi) (?)

Kesimpulan
Instruktur menyampaikan bahwa setiap orang dapat memiliki lebih dari 1 karakter dasar. Hal itu karena pada d
a. Setiap orang memiliki karakter sendiri
a. Setiap orang bisa berkembang sendiri
a. Setiap orang memiliki tingkat ‘external information control’ yang berbeda
a. Setiap orang memiliki kemampuan problem solving (pemecahan masalah)

18 Modul Soft Skills Untuk Kesiapan Kerja


MODUL
Sesi 1.3.

Konsep Mental Block

Pengantar
Instruktur menyampaikan bahwa konsep diri adalah pandangan atau kesan individu
terhadap dirinya secara menyeluruh yang meliputi pendapatnya tentang dirinya sendiri
maupun gambaran diri orang lain tentang hal-hal yang dapat dicapainya yang
terbentuk melalui pengalaman dan interpretasi dari lingkungannya, meliputi 3
dimensi yaitu:
• Pengetahuan tentang diri sendiri
• Harapan untuk diri sendiri
• Evaluasi diri sendiri
Konsep diri bukanlah sesuatu yang dibawa
sejak lahir. Bahkan ketika kita lahir, kita tidak
memiliki konsep diri, tidak memiliki
pengetahuan tentang diri, dan tidak memiliki
pengharapan bagi diri kita sendiri, serta tidak
memiliki penilaian apa pun terhadap diri kita
sendiri.
Konsep diri menurut Carl Rogers (1959)
ada 3 komponen yaitu:
Keterangan :
Self image: cara pandang kita terhadap diri sendiri Self
esteem: penghargaan terhadap diri sendiri Self ideal:
ideal diri

Dengan demikian, konsep diri terbentuk melalui proses belajar yang berlangsung sejak
masa pertumbuhan hingga dewasa. Lingkungan, pengalaman, dan pola asuh orang tua
turut memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pembentukan konsep diri
seseorang.
Ada suatu situasi di mana seseorang sulit melakukan perubahan pada dirinya.
Penyebabnya, selain konsep diri yang negatif juga terdapat psikologis yang tidak
membebaskan dirinya untuk melakukan perubahan. Saat hendak memulai atau mau
berubah ada hambatan mental yang menghalangi perubahan tersebut, itulah yang
disebut “mental block”.

Modul 1: Menerapkan Konsep Diri untuk Meraih Kesuksesan 19


Langkah-langkah
Instruktur kemudian melakukan TEST BELENGGU, di mana test ini hanya bisa
dilakukan 1 kali dalam hidup seseorang.
• Instruktur menyampaikan 2 instruksi dalam tes ini:
Instruksi pertama; “Buatlah sebuah lingkaran di atas kertas.”
Instruksi kedua; “Letakkanlah sebuah titik di mana saja terserah Anda.”
• Siswa diminta untuk memperlihatkan hasil tes tersebut. Akan ditemukan 3 jenis
hasil tes:
a. Siswa yang meletakkan titik tepat di tengah bagian dalam lingkaran;
b. Siswa yang meletakkan titik di dalam lingkaran tapi tidak tepat di tengah;
c. Siswa yang meletakkan titik di luar garis lingkaran.

Dari 3 jenis hasil ini dapat disimpulkan sebagai berikut:


• GARIS LINGKARAN merupakan garis belenggu.
• TITIK merupakan diri Anda sendiri.
• Semakin dalam Anda meletakkan titik tersebut, semakin dalam diri Anda
berada dalam belenggu.
• Bagi yang meletakkan titik di dalam lingkaran tapi tidak tepat di tengah
berarti orang tersebut sedang berusaha keluar dari belenggu.
• Bagi yang meletakkan titik di luar garis lingkaran berarti orang tersebut
merupakan orang yang tidak berada dalam belenggu. Biasanya orang itu terlihat
tidak ada beban hidup.
• Belenggu ini merupakan “mental block”.

Pak, titiknya saya buat persis di sini..

20 Modul Soft Skills Untuk Kesiapan Kerja


MODUL
Kesimpulan

a. Konsep diri seseorang dipengaruhi oleh


diri sendiri dan lingkungan. Pembentukan
konsep diri adalah proses belajar seseorang
bukan diperoleh sejak lahir.
b. Mental block terkadang tidak kita sadari
dan kenali dalam diri kita sendiri. Tetapi
itu ada dan menjadi penghalang diri kita
untuk melakukan suatu perubahan.
c. Kesulitan seseorang untuk berubah dan
sukses karena ada belenggu (mental block)
di dirinya sehingga muncul rasa takut akan
kegagalan.

 Ilustrasi:
Kesulitan seseorang untuk
meraih sukses bisa
disebabkan karena
belenggu yang
menimbulkan rasa takut
gagal.

Modul 1: Menerapkan Konsep Diri untuk Meraih Kesuksesan 21


Sesi 1.4.

Langkah-langkah Menghilangkan “Mental Block”

Pengantar
Dari permainan di sesi sebelumnya, instruktur menyampaikan bahwa mental block
merupakan belenggu yang sulit dilepaskan sehingga menghambat pencapaian tujuan
hidup. Oleh karena itu mental block harus dihilangkan sehingga diri kita bebas
bergerak dan melakukan perubahan.
Selanjutnya, instruktur menjelaskan beberapa cara untuk membebaskan diri dari
belenggu (mental block).

Langkah-langkah
Ada 3 alternatif metode yang bisa digunakan dalam mengatasi mental block:

Alternatif Metode 1: Kurva kehidupan


• Instruktur membagikan selembar kertas kepada peserta dan meminta peserta
membuat sebuah garis lurus
mendatar.
• Lalu peserta diminta mengingat
peristiwa penting yang punya pengaruh
besar dalam kehidupan dirinya dan
kapan itu terjadi. Peristiwa ini bisa yang
membuat senang atau sedih.
• Tuliskan peristiwa-peristiwa tersebut di
atas garis untuk yang peristiwa senang
dan dibawah garis untuk peristiwa
yang sedih.
• Setelah selesai hubungkan antar titik-
titik tersebut, maka kita akan melihat kurva yang naik turun.

Alternatif Metode 2: Cerita Diri


• Instruktur meminta 1-3 orang peserta untuk menjadi relawan. Instruktur dapat
memilih peserta yang mungkin punya ciri atau karakter tertentu misalnya
nama yang unik, karakter yang paling diam, dan sebagainya.
• Kemudian peserta tersebut diminta menceritakan tentang dirinya, peristiwa dalam
hidupnya yang menyenangkan dan memengaruhi perjalanan hidupnya. Dan apa
yang peserta lakukan hingga mendapatkan peristiwa yang menyenangkan
tersebut.
• Instruktur menggali cerita peserta dengan menekankan pada upaya yang dilakukan
peserta ketika mencapai kesenangan itu. Poin pentingnya adalah mengangkat
optimisme dan potensi diri.

22 Modul Soft Skills Untuk Kesiapan Kerja


MODUL
 Ilustrasi: Dulu, saya
Menceritakan pernah
kembali saat- saat menjuarai
keberhasilan dapat lomba pidato
mendorong sekecamatan
motivasi untuk lho...
melawan mental
block.

Refleksi ebenarnya setiap orang mampu mengatasi


S mental block dalam dirinya, namun kadang
tidak melakukannya karena dibayangi oleh
ketidakberhasilan. Mengingat kembali saat-saat meraih
sebuah keberhasilan dapat menjadi motivasi diri untuk
melawan mental block.

Alternatif Metode 3: Terapi diri


• Instruktur meminta kepada peserta untuk
menuliskan sesuatu hal yang mereka takut
lakukan dalam kehidupan sehari-hari.
• Setiap peserta diminta menyebutkan hal yang
dituliskan tersebut. Untuk Diingat!
• Instruktur meminta 1-3 orang peserta untuk maju Tips ini hanya bisa digunakan untuk mengatasi men
dan melakukan hal yang ditakuti tersebut. Contoh;
kalau peserta menuliskan tidak berani bicara di
depan forum maka peserta tersebut diminta bicara

Refleksi
K etika kita takut terhadap
sesuatu (mental block) maka lawanlah dengan melakukan hal yang

ditakutkan!
di depan forum.

Modul 1: Menerapkan Konsep Diri untuk Meraih Kesuksesan 23


Siapapun, biSa
membebaSKan diri
dari belenggu
mental blocK!

Kesimpulan

a. Menghilangkan mental block bukanlah sesuatu


yang sulit untuk dilakukan. Prinsipnya adalah
dibutuhkan keberanian, ketegasan dan
optimisme.
b. Ketika mental block berhasil dihilangkan maka
diri kita akan menjadi individu yang berkembang
dan maju.

24 Modul Soft Skills Untuk Kesiapan Kerja


MODUL
Sesi 1.5.

Bakat dan Minat

Pengantar
Instruktur menyampaikan bahwa banyak orang hingga pada masa tuanya tidak
mengetahui minat dan bakat dirinya. Meskipun seseorang tergolong sukses dalam
menjalani hidupnya namun jika dia tahu minat dan bakat dirinya maka dia akan lebih
menikmati hidupnya. Bekerja sesuai dengan minat dan bakat akan membuat pekerjaan
lebih mudah dan menyenangkan.
Mengembangkan minat dan bakat bertujuan agar seseorang dapat bekerja di bidang
yang diminatinya dan sesuai dengan kemampuan serta bakat dan minat yang
dimilikinya.
Bakat adalah kemampuan bawaan yang merupakan potensi yang masih perlu
dikembangkan atau dilatih untuk mencapai suatu kecakapan.
Jenis-jenis bakat antara lain :
• Kesehatan : olah raga, dokter
• Seni: musik, lukis, tari
• Pendidikan : guru, pelatih, motivator
• Klerikal: staf administrasi, petugas
perpustakaan
Minat berarti:
• Menuju pada perhatian
• Adanya keinginan untuk
memperhatikan
• Kemauan untuk melakukan
sesuatu
• Berminat, artinya: ada
ketertarikan -

Langkah-langkah:
Instruktur mengajak peserta untuk lebih mengenal bakat dan minat diri, mulai dari
pendidikan di BLK maupun jenis pekerjaan yang diinginkan.
1. Instruktur mengajak peserta untuk bermain “Di mana saya?”
• Instruktur menyiapkan gambar-gambar jenis pekerjaan yang kemudian
ditempelkan di dinding kelas secara acak.
• Kemudian setiap peserta diminta menempatkan diri sesuai jenis pekerjaan yang
dipilihnya. Jika jumlah peserta cukup besar maka hal ini bisa dilakukan
bergantian per kelompok.

Modul 1: Menerapkan Konsep Diri untuk Meraih Kesuksesan 25


• Ketika setiap peserta sudah menempatkan diri pada gambar pilihan
pekerjaannya, instruktur menanyai peserta alasan pemilihannya tersebut dan
apakah kejuruan yang dipilih di BLK sudah sejalan atau memberikan kontribusi
untuk jenis pekerjaan tersebut.

Dulu saya ingin jadi apa ya...?

 Ilustrasi:
Bermain “Di
Mana Saya?”
membantu
peserta untuk
merefleksikan
kembali, apakah
pilihan
hidupnya
saat ini sudah
selaras dengan
bakat atau
minatnya
selama ini.

• Dari permainan ini instruktur mengajak peserta untuk mendiskusikan antara pilihan,
bakat dan minat. Bisa saja pekerjaan yang dilakukan bukan sebuah bakat tetapi ada
minat atau ketertarikan terhadap jenis pekerjaan tersebut.
2. Instruktur mengajak peserta untuk melakukan tes bakat sederhana.
• Instruktur membagikan soal-soal tes bakat kepada setiap peserta.
• Tes bakat ini dilakukan secara individu dengan memberikan skor pada setiap
pertanyaan. Besarnya skor telah ada ketentuannya.
• Setelah peserta memberikan skor pada setiap pertanyaan atau pernyataan,
instruktur meminta peserta menghitung jumlah skor di setiap tabel kecerdasan
untuk mengetahui tabel dengan skor tertinggi. Setiap tabel kecerdasan mempunyai
analisis masing-masing terhadap jenis profesi.
• Instruktur memberikan informasi/lembaran tentang jenis profesi yang cocok di
setiap jenis kecerdasan kepada peserta.
• Instruktur mengajak peserta untuk menganalisis jenis profesi pekerjaan yang
cocok berdasarkan bakatnya.

26 Modul Soft Skills Untuk Kesiapan Kerja


MODUL
Kesimpulan

a. Bakat memungkinkan seseorang mencapai prestasi


dalam bidang tertentu apabila mendapat latihan,
pengalaman, pengetahuan, dan dorongan. Apabila
tidak dikembangkan, bakat tetap menjadi potensi
tidak akan berprestasi.
b. Bakat akan menjadi prestasi apabila didukung
oleh minat yang tinggi untuk mengikuti pelatihan/
pendidikan.
c. Pentingnya memahami Konsep Diri (lihat bagan di
bawah).

Konsep Diri
Lingkungan
Konsep Diri Lingkungan

 Individu dengan Konsep Diri yang baik  Individu dengan Konsep Diri yang buruk

Setiap orang harus mempunyai


KONSEP DIRI konsep diri. Kenapa? Karena
dengan konsep diri kita dapat
KENAPA? menentukan sikap kita secara
Menentukan Sikap Kita jelas berdasarkan kemampuan
yang dimiliki. Lalu bagaimana
konsep diri tersebut bisa
terbangun? Yaitu dengan
BAGAIMANA?
menerima diri, menyadari
“virus” (pengaruh negatif dari
Menerima diri
Menyadari “virus”
luar diri yang masuk dalam diri),
Rumus ABC “Antecedent, Belief, Consequence” menggunakan rumus ABCDE
Stop membandingkan diri kita dengan orang lain!untuk mengatasi stress dan STOP
membandingkan diri dengan
orang lain.

Modul 1: Menerapkan Konsep Diri untuk Meraih Kesuksesan 27


PESAN KUNCI SESI 1
a. Setiap orang itu unik. Masing-masing orang
mempunyai kelebihan dan kekurangan, sifat dan karakter yang
berbeda. Perbedaan-perbedaan inilah yang kemudian
memengaruhi konsep diri pada setiap orang dan pasti akan
berbeda dengan orang lain. Dan ini merupakan sebuah proses belajar
seseorang, bukan bersifat bawaan.
b. Kesulitan seseorang untuk mengubah diri dan meraih
kesuksesan bisa jadi karena adanya belenggu dalam dirinya
sendiri yang memicu rasa takut gagal atau tidak berani.
Belenggu inilah mental block, yang seringkali tidak disadari oleh
individu tersebut.
c. Menghilangkan mental block bukanlah sesuatu yang sulit untuk
dilakukan. Prinsipnya adalah dibutuhkan keberanian, ketegasan dan
optimisme.

28 Modul Soft Skills Untuk Kesiapan Kerja


MODUL
SESI Elemen Kompetensi 2
2 MEMBANGUN KESUKSESAN DALAM DIRI

Tujuan Khusus
1. . Peserta mampu menjelaskan makna sukses.
2. Peserta mampu mengidentifikasi jenis-jenis kesuksesan.
3. Peserta mampu menjabarkan langkah-langkah perubahan diri untuk
mencapai sukses yang sesuai dengan capaian kesuksesan pada diri.

Metode
1. . Studi kasus
2. Curah pendapat
3. Ceramah
4. Permainan
5. Pemutaran audiovisual “tentang kesuksesan atau motivasi untuk
sukses”

Alat bantu
1. . Kertas flipchart
2. Spidol
3. Isolasi kertas
4. Kertas karton
5. Metaplan berwarna

Durasi
60 menit

Modul 1: Menerapkan Konsep Diri untuk Meraih Kesuksesan 29


Sesi 2.1.

Makna Sukses

Pengantar
Instruktur menyampaikan bahwa setiap manusia pasti ingin sukses. Ada yang ingin
memperoleh kesuksesan dari usahanya, karirnya, atau bahkan dalam membina rumah
tangganya. Namun, masih banyak dari kita yang belum tahu betul makna dari sebuah
kesuksesan. Bahkan sebagian besar orang selalu mengaitkan kesuksesan hidup dengan
keberhasilan secara finansial.

Langkah-langkah
1. . Instruktur menanyakan kepada siswa; “Siapa yang mau sukses, silakan
angkat tangan sambil ucapkan … ‘SAYA’…”
2. Instruktur menunjuk 3 orang siswa secara bergantian untuk menjelaskan apa
arti SUKSES yang ada dalam pikiran mereka.
3. Instruktur memperlihatkan sejumlah UANG (atau uang mainan) dan
membuat ilustrasi tentang; “Apakah orang yang memiliki banyak uang dapat
dikatakan sebagai orang yang SUKSES?”
4. Instruktur membuat ilustrasi adegan dengan menunjuk 2 orang siswa agar maju

Padahal pusing bayar tagihan motor...!!

Lihat ilustrasi berikut; Bagaimana pendapat Anda tentang SUKSES?


Wah, sukses kamu broo..!

ke depan.

30 Modul Soft Skills Untuk Kesiapan Kerja


MODUL
5. Kemudian instruktur memberikan pengertian atau
makna dari sukses (lihat Bacaan Penunjang).

Kesimpulan

a. Kesuksesan tidak dapat diukur dari hal visual yang


dapat dilihat, maupun banyaknya harta, juga tahta.
KESUKSESAN yang hakiki hanya dapat dirasakan
batin saat orang tersebut merasa tenteram dan
bahagia karena ia telah mencapai harapan dan
target dalam hidupnya.
b. Sukses itu relatif sesuai pencapaian terhadap
harapan, impian dan cita-cita yang didukung
oleh kebahagiaan dan ketenteraman.

Buat saya, bisa


naik sampai di
sini saja sudah
sukses..!

Modul 1: Menerapkan Konsep Diri untuk Meraih Kesuksesan 31


Sesi 2.2.

Jenis-jenis Kesuksesan

Pengantar
Instruktur menyampaikan, tidak dapat dipungkiri bahwa materi adalah kebutuhan
dasar manusia yang harus dipenuhi, sehingga kekurangan materi dapat memengaruhi
kesuksesan di bidang lain. Dan kesuksesan juga bukan hanya terletak pada materi saja.
Ukuran kesuksesan sejati bukanlah dari penilaian orang lain tetapi adalah apa yang kita
jalani dan kita rasakan.

Langkah-langkah
1. . Instruktur kemudian membagi peserta menjadi 2 kelompok dan masing-
masing kelompok diberikan contoh kasus.
2. Instruktur meminta kepada setiap kelompok mendiskusikan kasus tersebut dan
menjawab pertanyaan :
a. Apakah kasus tersebut bercerita tentang sebuah kesuksesan? Apa
alasannya?
b. Apa yang menjadi kunci kesuksesan dari kasus tersebut?
Berikut contoh kasus yang akan dibagikan kepada peserta:

contoh Kasus pertama

D i sebuah desa terpencil hiduplah sebuah keluarga yang terdiri dari


seorang janda tua beserta seorang anaknya yang sulung. Anak kedua, ketiga dan keempat telah hidup berha
Pada suatu hari, terjadilah perbincangan antara janda tua tersebut dengan salah seorang pemuka desa. Beriku
Pemuka desa: “Ibu, kenapa anak sulung Ibu hanya bekerja sebagai petani, sementara adik-adiknya telah suk
Janda tua: “Oh, tentu tidak. Bagi saya si sulung adalah anak saya yang paling sukses. Berkat jasa dialah, ana

32 Modul Soft Skills Untuk Kesiapan Kerja


MODUL
contoh Kasus Kedua

uatu ketika ada sebuah pesawat melintas di atas samudra yang luas.
S Karena cuaca sedang tidak bersahabat, pesawat tersebut lepas kendali dan
akhirnya jatuh ke laut. Semua awak dan penumpangnya mati tenggelam kecuali
seorang penumpang yang berhasil selamat. Sebelum pesawat tercebur ke laut, dia
secara tidak sengaja terpental ke luar dan akhirnya terapung-apung berhari-hari di
tengah samudra. Ombak membawanya terdampar di sebuah pulau kecil tak
berpenghuni. Begitu siuman, dia berusaha mencari bantuan di sekeliling pulau
tersebut namun tidak berhasil. Akhirnya dia memutuskan untuk bertahan hidup di
sana. Dia bangun tempat tinggal dari dahan dan ranting seadanya. Dia makan
tumbuhan dan hewan laut yang diperolehnya dari berburu. Akhirnya tidak terasa 5
tahun sudah dia tinggal di pulau. Selama itu, dia senantiasa menjaga keseimbangan
alam di mana dia hidup. Dia tidak membunuh hewan yang memang tidak dapat dia
makan atau mengganggunya. Dia tidak merusak bebatuan dan tidak pula menebang
pohon jika tidak dibutuhkan. Bahkan dia bercocok tanam dari biji- bijian buah yang
disantapnya. Dengan perkataan lain, dia selalu bersahabat dengan alam pulau yang
ditinggalinya itu. Di sana pula ia tutup usia tanpa ditemani sahabat dan
kerabatnya.

3. Setiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil diskusinya di depan forum


kelas.
Instruktur menyampaikan bahwa berdasarkan kasus kedua ini, jika definisi sukses selalu berkaitan dengan keberh
Kesimpulan
Kesuksesan itu tidak hanya dilihat dari banyaknya harta yang dimiliki namun juga tentan
Setiap orang pasti pernah mengalami sebuah kesuksesan sepanjang hidupnya. Namun terk

Modul 1: Menerapkan Konsep Diri untuk Meraih Kesuksesan 33


Sesi 2.3.

Langkah-langkah Perubahan Diri untuk Mencapai Sukses

Pengantar
Instruktur menyampaikan bahwa faktor internal diri sangat berpengaruh dalam
mencapai kesuksesan, seperti tujuan hidup, kebutuhan, nilai, motivasi, pengalaman
dan pengetahuan yang dimiliki. Hal inilah yang juga dapat membedakan proses
pencapaian kesuksesan yang sesuai dengan tujuan hidup antara orang yang satu
dengan yang lain.
Demikian halnya dengan tujuan hidup itu sendiri, tidak semua orang mampu
mendefinisikan tujuan hidupnya dengan baik. Ketidakjelasan dalam menentukan
tujuan hidup ini akan mempengaruhi tingkat kesuksesan yang diraihnya.
Dalam menyusun tujuan hidup dapat menggunakan prinsip SMART, yaitu :

S  Specific atau khusus;


tujuan hidup harus jelas dan khusus.

M
 Measurable atau dapat diukur;
tujuan hidup harus dapat diukur tingkat keberhasilannya, bukanlah
abstrak.

A  Achievable atau dapat dicapai;


tujuan hidup harus dapat dicapai, bukan sebaliknya.

R
 Realistic atau nyata;
tujuan hidup harus nyata bukan sesuatu yang sulit dimaknai secara
logika.

T  Time bond atau batas waktu;


tujuan hidup harus mempunyai batas waktu pencapaiannya.

Contoh:
• Ratna akan membeli sepeda motor bermerek XX dengan cara
mencicil setiap bulan Rp700.000 selama 3 tahun.
• Untuk mengisi waktu libur kerja dan menambah
keterampilan, Santi mendaftar kursus Bahasa Inggris di AB
Course yang berjangka waktu 6 bulan dengan biaya
Rp300.000/bulan untuk 4 jam pertemuan.

34 Modul Soft Skills Untuk Kesiapan Kerja


MODUL
Langkah-langkah
1. . Instruktur menekankan bahwa untuk mencapai sebuah kesuksesan maka kita
harus punya tujuan hidup yang fokus dan jelas. Untuk itu, instruktur meminta
kepada semua peserta untuk membuat sebuah tujuan dengan menggunakan
prinsip SMART di kertas metaplan.
2. Semua jawaban ditempel di kertas plano, lalu instruktur membacakan 1-3 contoh
tujuan untuk dilihat penggunaan prinsip SMART-nya.
3. Instruktur kemudian membagi peserta menjadi 3-4 kelompok.
4. Setiap kelompok diberikan sebungkus sedotan dan diminta untuk membangun
sebuah rumah dari sedotan dengan syarat bangunan rumah tersebut dalam 3
menit tidak roboh dan tingginya 15 menit.
5. Setelah semua kelompok selesai membangun rumah maka instruktur melakukan
uji coba terhadap semua hasil kerja kelompok tersebut; apakah roboh atau tidak.
6. Instruktur mengajak peserta untuk menganalisis bersama dengan
pertanyaan kuncinya yaitu:
• Apa yang harus dipersiapkan agar rumah tidak roboh?
• Strategi apa yang digunakan dalam menyusun rumah tersebut?
• Bagaimanakah Anda mengatur waktu?
• Mengapa pengaturan waktu menjadi penting dalam mencapai tujuan- tujuan
Anda?
• Apa yang dapat diaplikasikan dari permainan ini ke dalam situasi kerja yang
akan dihadapi?
7. Selanjutnya instruktur
menghubungkan poin diskusi ini Waduh, kita hampir kehabisan waktu!
dengan proses pencapaian
kesuksesannya, di mana
penentuan tujuan hidup
adalah hal yang penting
dilakukan. Salah satu kunci
keberhasilannya adalah ketika kita
mampu menghilangkan mental
block dalam diri, yang mungkin
selama ini itulah yang
menghambat pencapaian tujuan
hidup atau kesuksesan.

Modul 1: Menerapkan Konsep Diri untuk Meraih Kesuksesan 35


Kesimpulan
Penetapan tujuan hidup yang SMART akan mempermudah proses pencapaiannya.
Menghilangkan mental block dalam diri itu adalah sebuah langkah perubahan diri yang positif dan sangat m

PESAN KUNCI SESI 2


a. Kesuksesan tidak dapat diukur dari hal visual yang dapat dilihat, maupun
harta, serta tahta. Kesuksesan yang hakiki hanya dapat dirasakan batin saat
orang tersebut tenteram dan bahagia karena ia telah mencapai harapan
dan target dalam hidupnya.
b. Sukses itu relatif sesuai dengan pencapaian terhadap harapan, impian
dan cita-cita yang didukung oleh kebahagiaan dan ketentraman.
c. Setiap orang pasti pernah mengalami sebuah kesuksesan sepanjang
hidupnya. Namun terkadang orang tidak menyadarinya. Sehingga ketika
bertemu kembali dengan persoalan yang baru seakan-akan kita tidak
mempunyai kekuatan untuk mengatasi
persoalan tersebut.

36 Modul Soft Skills Untuk Kesiapan Kerja


MODUL
SESI Elemen Kompetensi 3
3 MENGELOLA PERMASALAHAN DAN
KEGAGALAN

Tujuan Khusus
1. . Peserta mampu mengidentifikasi sebab-sebab
kegagalan dan langkah-langkah penyelesaian
permasalahan.
2. Peserta mampu mempraktikkan kemampuan
mengendalikan emosi dalam menyelesaikan masalah.

Durasi
60 Menit

Metode
1. . Ceramah
2. Curah gagasan
3. Simulasi relaksasi dengan musik

Alat bantu
1. . Kertas flipchart
2. Isolasi kertas
3. CD/MP3 player untuk memutar musik
4. Metaplan
5. Spidol

Modul 1: Menerapkan Konsep Diri untuk Meraih Kesuksesan 37


Sesi 3.1

Mengetahui dan mengenal penyebab dari kegagalan dan


langkah-langkah penyelesaian masalah

Pengantar
Instruktur menyampaikan bahwa setiap orang pasti pernah mengalami sebuah
kegagalan dalam hidupnya. Kegagalan terjadi karena kita mempunyai masalah.
Namun tidak semua orang mampu mengidentifikasi kegagalan dan masalah yang
dialaminya. Sebagai contoh ketika orang ditanya; “Apakah Anda mempunyai
masalah? Pasti jawabannya adalah; “Ya, punya.” Namun, ketika diminta untuk
mendefinisikan masalahnya, orang sering kali mengalami kesulitan. Hal ini bisa
ditanyakan kepada peserta.

Langkah-langkah
1. . Instruktur menanyakan kepada peserta; “Apakah Anda mempunyai masalah?”
Dan ketika dijawab “Ya”, pertanyaan selanjutnya adalah “Apa masalahnya?”
Kemudian instruktur bisa mengamati jawaban peserta.
Biasanya orang akan menjawab; “Tidak tahu”.
2. Kemudian instruktur mulai menjelaskan tentang “Apa Itu Masalah”.
• Masalah adalah kesenjangan yang terjadi antara apa yang terjadi tidak sesuai
dengan apa yang diharapkan.
• Masalah tidak selalu berarti negatif, masalah dapat berarti positif. Ini akan
sangat tergantung pada cara pandang diri kita terhadap masalah.
• Ketika kita kalah dalam pertandingan, kita justru memacu diri untuk
meningkatkan latihan agar memenangkan pertandingan berikut. (+)
• Ketika kita kalah dalam pertandingan, dan kita jadi stress lalu marah- marah
atau bahkan minum minuman keras. (-)
3. Instruktur kemudian kembali lagi melemparkan pertanyaan kepada peserta;
“Bagaimana cara peserta menyelesaikan masalah?” Gali jawaban dari peserta dan
semua jawaban dituliskan di kertas plano.
4. Instruktur memberikan informasi cara-cara yang biasa orang lakukan dalam
menyelesaikan masalah. Lihat gambar berikut:

menghindar bergantung pada diri sendiri bergantung pada


orang lain

pendekatan
keseimbangan

38 Modul Soft Skills Untuk Kesiapan Kerja


MODUL
Masalah? Hadapi langsung
Ada masalah? Telpon kakak atau minta
Kalau ada Ya hadapi saya ajalah, bantuan?
masalah..ya.. langsung dong! pasti sip! Lihat situasinya
lupakan sajalah! dulu, dong!

Penjelasan:
• Menghindari: Dalam hal ini orang cenderung tidak menyelesaikan
masalah tapi menjauh dari masalah
• Terlalu bergantung pada orang lain; Dalam menyelesaikan
masalah selalu mencari orang lain untuk membantunya
• Terlalu bergantung pada diri sendiri; Ada 2 alasan yang
mungkin ada adalah karena terlalu percaya pada diri sendiri atau tidak
berani meminta bantuan pada orang lain.
• Pendekatan kesimbangan; Bertindak berdasarkan situasi, apakah
menyelesaikan sendiri atau meminta bantuan orang lain.

5. Kemudian Instruktur menyampaikan informasi bagaimana langkah-langkah


menyelesaikan masalah (menggunakan metode “fish bone”):
a. Menentukan masalah utama. Tentukan satu inti permasalahannya.
b. Mengenali akar penyebab masalah utama.
c. Membuat pilihan-pilihan dalam penyelesaian masalah.
d. Mempertimbangkan positif dan negatif dari setiap pilihan
penyelesaian.
e. Mengambil keputusan terhadap pilihan tersebut.
6. Untuk lebih memahami langkah-langkah penyelesaian masalah maka
instruktur membagi peserta menjadi 2-4 kelompok. Setiap kelompok
mempraktikkan metode fish bone
(seperti langkah-langkah yang telah
disampaikan nomor 5) dan bebas
menggunakan contoh masalahnya.
Proble

masal
m/

 ilustrasi
Tulang ikan sebagai akar masalah
Fishbone

Modul 1: Menerapkan Konsep Diri untuk Meraih Kesuksesan 39


Kesimpulan
Masalah adalah kesempatan atau tantangan. Sebuah masalah dapat dilihat sebagai sebuah k
Masalah membantu meningkatkan kepercayaan diri dan keberanian. Menyelesaikan sebuah

40 Modul Soft Skills Untuk Kesiapan Kerja


MODUL
Sesi 3.2.

Mengendalikan emosi dalam menyelesaikan masalah

Pengantar
Setiap orang dalam menyelesaikan masalah akan berbeda-beda, karena
keunikan karakter manusia. Namun masalah dapat timbul dari
ketidakmampuan orang dalam mengendalikan atau mengelola emosinya. Emosi
berlebihan sering dikeluarkan tanpa kendali bahkan disertai dengan kekerasan fisik
Contoh: tawuran pelajar, kekerasan dalam pacaran, kekerasan dalam rumah tangga,
dan lain-lain.

Langkah-langkah
Instruktur mengajak peserta untuk mempraktikkan metode pengendalian emosi. Ada 2
alternatif metode yang bisa digunakan:

1. Metode ABCDE (Albert Ellis)


Reaksi emosional seseorang itu bisa disadari atau tidak disadari kelur dari
dirinya baik yang rasional maupun irrasional. Metode ini adalah sebuah terapi
yang digunakan dalam konseling untuk mengatasi sebuah emosi yang tidak
rasional. Metode ini mengacu pada 5 komponen pengalaman yaitu :
A: Activating event or experience: peristiwa yang dialami seseorang
B: Belief: keyakinan seseorang tentang kebenaran peristiwa tersebut
C: Consequence: konsekuensi emosional sebagai akibat dari keyakinan
seseorang terhadap suatu peristiwa
D: Disputing: argument/alasan terhadap keyakinan irrasional
E: Effect: keadaan psikologis setelah konseling

Langkah-langkah Metode ABCDE


1. . Instruktur memberikan contoh kasus (lihat contoh kasus) dan
pemaparannya sebagai berikut:
Contoh Kasus:
2 hari yang lalu, Anton diputus cinta oleh pacarnya (Siti). Kondisi
ini membuat Anton jadi marah, sedih dan malu ketika bertemu
dengan teman-temannya. Anton sangat mencintai pacarnya
sehingga sulit bagi Anton untuk membayangkan akan mempunyai
pacar yang sama seperti Siti.
2. Melalui metode ini instruktur menyampaikan bagaimana melakukan suatu
perubahan sikap, cara berpikir dan menghilangkan gangguan- gangguan
emosional yang irrasional yang dapat memperburuk

Modul 1: Menerapkan Konsep Diri untuk Meraih Kesuksesan 41


kondisi diri sendiri. Contoh; Anton kemudian mulai mengubah cara
berpikir bahwa putus cinta itu hal biasa dan jatuh cinta pada orang lain
bisa terjadi lagi.

2. Metode relaksasi dengan musik


1. . Instruktur meminta peserta duduk relaks, dengan kaki bersila (kaki
kanan bertumpu pada kaki kiri) atau berbaring terlentang.
2. Lalu instruktur meminta peserta menarik nafas dan membuangnya
sebanyak 3 kali.
3. Setelah suasana tenang, lalu instruktur dapat memutarkan sebuah musik
instrumentalia (klasik) yang bertempo lambat.
4. Instruktur meminta peserta memejamkan mata sambil mengatur nafas
mengikuti alunan musik.
5. Lakukan hal ini dalam 5-10 menit, di saat emosi kita sedang tidak
stabil.
6. Instruktur kemudian memberikan tips bagaimana mengendalikan emosi
ketika sedang menghadapi masalah;

KIAT Mengendalikan emosi


Paksa diri untuk melakukan jeda, saat ada perasaan tidak menyenangkan atau emosi negatif yang
tindakan negatif.
Berlatihlah proses relaksasi atau meditasi secara rutin.
Biasakan memberikan penilaian positif atau penghargaan pada diri atas capaian yang dilakukan.
Kamu lembur lagi ya..!

sumber: ---whuuuu... shaaaahhh...


www.konsultasipsikologi.icbc-indonesia.org)

42 Modul Soft Skills Untuk Kesiapan Kerja


MODUL
Kesimpulan

a. Emosi penting untuk dikelola karena dapat


memengaruhi proses interaksi dengan orang
lain.
b. Banyak cara mudah untuk pengendalian
emosi ketika sedang menghadapi masalah,
di antaranya melalui metode ABCDE dan
relaksasi.

PESAN KUNCI SESI 3


a. Masalah adalah kesempatan atau
tantangan untuk belajar. Masalah juga membantu
meningkatkan kepercayaan diri dan keberanian. Oleh karena
itu, menyelesaikan sebuah masalah dapat membantu kita
mendapatkan kepercayaan diri dan keberanian menghadapi
kesulitan hidup.
b. Emosi penting untuk dikelola karena jika tidak, maka
dapat mengakibatkan ketidaktenangan hidup dan
menimbulkan masalah.
c. Banyak cara mudah untuk melakukan pengendalian
emosi ketika sedang mempunyai masalah, di antaranya
melalui metode relaksasi dan menenggak air putih.

Modul 1: Menerapkan Konsep Diri untuk Meraih Kesuksesan 43


manaKah Di
antara peKerja-
peKerja ini yang
tampaKnya cuKup
relaKS Dalam
beKerja?

44 Modul Soft Skills Untuk Kesiapan Kerja


MODUL
SESI Elemen Kompetensi 4
4 MEMANFAATKAN WAKTU SECARA POSITIF

Tujuan
1. . Peserta mampu mengidentifikasi target-target yang akan dicapai
dalam hidup.
2. Peserta mampu mengidentifikasi kegiatan-kegiatan untuk
memanfaatkan waktu secara positif.

Metode
1. . Simulasi
2. Curah pendapat
3. Ceramah

Alat Bantu
1. . Kertas flipchart
2. Spidol
3. Isolasi kertas
4. Kertas karton
5. Metaplan berwarna
6. Aquarium/wadah yang transparan
7. Batu, kerikil, pasir dan air

Durasi
60 menit

Modul 1: Menerapkan Konsep Diri untuk Meraih Kesuksesan 45


Sesi 4.1.

Target dalam hidup

Pengantar
Setiap orang pasti mempunyai target dalam hidupnya, akan tetapi yang sering menjadi
persoalan adalah kesulitan orang dalam mencapai target hidup tersebut. Terkadang
waktu banyak terpakai tetapi target tetap belum tercapai sehingga dapat berakibat pada
gangguan psikologis seperti stress, depresi dan lain-lain.
Oleh karena itu penting kiranya setiap orang untuk dapat menentukan target hidup dan
mengetahui bagaimana cara mencapainya. Persoalan utama yang sering dialami orang
adalah ketika tidak bisa menentukan prioritas dalam hidupnya.

Langkah-langkah
1. . Instruktur kemudian mengajak peserta untuk memahami lebih dalam lagi
bagaimana menentukan skala prioritas dalam hidup.
2. Instruktur menggunakan metode “Bermain Kerikil” :
• Ambil aquarium /wadah transparan dengan ukuran menengah. Sediakan batu,
kerikil, pasir, dan air (jangan tunjukkan ke peserta).
• Isi aquarium pertama dengan batu. Biarkan aquarium terlihat penuh. Tanyakan
ke peserta, apakah ada ruang yang tersisa untuk diisi lagi oleh benda lain?
Kemungkinan peserta menjawab: “Tidak”.
• Sekarang ambil kerikil dan mulai mengisi aquarium dengan kerikil tersebut.
Setelah aquarium terlihat penuh, ajukan pertanyaan yang sama. Kemungkinan
peserta ada yang menjawab “Ya” dan “Tidak”.
• Sekarang masukkan pasir dalam aquarium dan kocok
sehingga pasir mengisi ruang antara kerikil. Tanyakan jika
masih ada ruang tersedia. Instruktur akan mendengar jawaban:
”Tidak”.
• Sekarang ambil air dan tuangkan ke dalam aquarium.
Berhenti ketika aquarium penuh, tanyakan sekali lagi kalau
ada sesuatu yang masuk ke dalamnya.
• Sekarang ambil air dan tuangkan ke dalam
aquarium. Berhenti ketika aquarium penuh,
tanyakan sekali lagi kalau ada sesuatu yang
masuk ke dalamnya.

46 Modul Soft Skills Untuk Kesiapan Kerja


MODUL
3. Instruktur lalu menghubungkan permainan ini dengan mengelola waktu dan
prioritas:
• Anda tidak akan berhasil memasukkan semua benda kecuali
dengan memasukkan batu besar lebih awal. Ajak peserta untuk
membayangkan jika yang dimasukkan adalah air atau pasir terlebih dahulu,
maka benda lainnya tidak akan dapat dimasukkan. Jika benda- benda ini kita
umpamakan adalah tugas atau masalah yang sedang dihadapi, maka jika kita
menyelesaikan masalah atau tugas yang terkecil dahulu maka kita tidak akan
sempat menyelesaikan masalah/tugas yang besar. Sebaliknya jika kita
menyelesaikan tugas/masalah yang besar dahulu maka kita akan sempat
menyelesaikan masalah/tugas yang kecil lainnya.
• Jika kita tidak merencanakan dan memprioritaskan, kita akan
kehilangan tugas-tugas penting dan menghabiskan waktu pada
hal yang tidak penting.
• Aquarium akan terlihat bagus ketika kita memiliki ukuran, warna dan tipe
bahan yang berbeda-beda. Begitupun kehidupan kita akan terlihat
baik ketika kita melakukan berbagai jenis kegiatan dalam sehari.
Waktu bekerja, keluarga, diri sendiri, relaksasi, harus dikombinasikan untuk
mendapatkan yang terbaik dari hari tersebut.
4. Instruktur menjelaskan beberapa poin tentang:
• Pengutamaan adalah membuat pilihan apa yang harus dilakukan
terlebih dahulu dan kapan waktu melakukannya. Untuk menentukan mana
yang menjadi prioritas, kita perlu mengenali perbedaan antara penting
dan mendesak.
• Penting berhubungan dengan tujuan hidup seseorang. Contoh:
kesehatan, tabungan, pendidikan, dan lain-lain.
• Mendesak berkaitan
dengan waktu. Contoh:
melahirkan, anak sakit, dan
lain-lain.
5. Instruktur kemudian
menanyakan kepada peserta
bagaimana dengan target yang
ingin dicapai setelah selesai
pendidikan di BLK? Ini penting
untuk ditanyakan karena kita
kemudian tahu apakah setiap
peserta mempunyai target dan
rencana setelah selesai
pendidikan di BLK.

Modul 1: Menerapkan Konsep Diri untuk Meraih Kesuksesan 47


Refleksi

P entingnya menentukan skala prioritas


ketika selesai pendidikan di BLK misalnya atau 1 tahun ke depan.

Kesimpulan
Dalam menyelesaikan target dan tujuan hidup kita harus dapat memilah mana yang m

48 Modul Soft Skills Untuk Kesiapan Kerja


MODUL
Sesi 4.2:

Memanfaatkan waktu dengan kegiatan yang positif

Pengantar
Pepatah mengatakan, “Time is money”. Ya, waktu adalah uang. Waktu dan uang
memang 2 hal yang sama berharganya dalam hidup namun mendapat perlakuan
berbeda. Orang cenderung lebih memedulikan dan memperhatikan uang dibanding
waktu. Orang akan lebih terlihat stress saat kehilangan uang, namun di sisi lain, begitu
santai jika kehilangan waktu. Padahal jika dianalisis lebih jauh, kehilangan waktu
berarti kita kehilangan kesempatan yang mungkin tidak datang dua kali, hingga yang
terjadi sesal tiada guna. Uang yang hilang masih bisa dicari. Waktu hilang, tak akan
kembali.

Langkah-langkah
1. . Instruktur menyampaikan kepada peserta
bahwa waktu itu juga hal yang sangat
berharga dalam hidup oleh karena itu
pergunakanlah waktu yang ada dengan
kegiatan yang positif jika ingin mencapai
sebuah kesuksesan.
2. Instruktur kemudian membagikan selembar
kertas kosong kepada setiap peserta. Peserta kemudian diminta menuliskan alokasi
waktu dalam satu hari, dengan:
• Membuat jadwal kegiatan harian Anda saat hari kerja.
• Membuat ranking kategori kegiatan Anda (A=penting, B=biasa,
C=kurang penting).
• Pastikan waktu istirahat Anda cukup (negosiasikan dengan diri Anda).
3. Setelah peserta selesai menuliskan alokasi waktunya, instruktur mengajak peserta
untuk sama-sama melihat dalam 1 hari apakah kita sudah menggunakan dengan
kegiatan yang positif? Ataukah banyak waktu yang digunakan untuk hal-hal yang
negatif atau yang sebenarnya tidak penting dilakukan.
4. Instruktur meminta 2-4 peserta untuk berbagi pengalaman tentang alokasi
waktunya. Instruktur kemudian menggali lagi kegiatan-kegiatan peserta dalam 1
hari dan memotivasi mereka untuk kegiatan yang positif. Mintalah peserta untuk
mencoba meningkatkan jumlah kegiatan positif dalam keseharian mereka.

Modul 1: Menerapkan Konsep Diri untuk Meraih Kesuksesan 49


Belajar..
belajar..
belajar..
Game..
game..
game..
game!!

SiSi Sebelah
mana yang
menurutmu
memanfaatKan
waKtunya
Dengan baiK?
RRRR

Kesimpulan

Penting sekali untuk memanfaatkan waktu


dengan kegiatan-kegiatan yang positif, yang
dapat mendukung pencapaian target atau tujuan
hidup kita. Banyak hal yang bisa dilakukan dalam
memanfaatkan waktu secara positif yaitu bisa
dengan mengembangkan hobi, menciptakan
kegiatan baru yang bisa memberikan keuntungan,
olahraga dan lain-lain.

50 Modul Soft Skills Untuk Kesiapan Kerja


MODUL
PESAN KUNCI SESI 4
Dalam menyelesaikan target dan tujuan hidup kita harus
dapat memilah mana yang menjadi prioritas dan mana yang bukan prioritas. Karena jika tidak membuat skala prio
Penting sekali untuk memanfaatkan waktu dengan kegiatan-kegiatan yang positif, yang dapat mendukung pencapai

Modul 1: Menerapkan Konsep Diri untuk Meraih Kesuksesan 51


DAFTAR PUSTAKA

Arcan. Fitts, H. William. (1971). The Self Concept and Self Actualization, Los Angeles, California.

Aziz A, Psikologi Agama, Kepribadian Muslim Pancasila, Sinar Baru, Bandung, 1991 Burns, R.

B. (1993). Konsep Diri (Teori Pengukuran, Perkembangan dan


Perilaku). Jakarta.

Dariyo Agoes, Psikologi Perkembangan Anak Tiga Tahun Pertama (Psikologi Atitama),
Refika Aditama, Bandung, 2007

Dayakisni & Hudaniyah, Psikologi Sosial Edisi Revisi, Malang: UMM Press, 2003 Ghufron,

M Nur & Rini, Teori-teori Psikologi, Ar-Ruz Media, Jogjakarta, 2010 Gunarsah, Singgih,

Psikologi Praktis: Anak, Remaja dan Keluarga, Gunung Mulia,


Jakarta, 2001

Hurlock. B, Psikologi Perkembangan Anak Jilid 2, Erlangga, Jakarta, 2005

Keliat, Budi Anna, Dkk. 2005. Proses Keperawatan Kesehatan Jiwa Edisi 2. Jakarta: EGC

Konsep Diri Positif, Menentukan Prestasi Anak. Yogyakarta: Kanisius. 2006.


p. 32. ISBN 979-21-1267-7.

Potter & Perry. 2005. Buku Ajar Fundamental Keperawatan. Jakarta: EGC

Rahmat J. Psikologi Komunikasi Remaja, Rosdakarya, Bandung, 2007

Stuart, Gail & Sundeen, Sandra. 2005. Buku Ajar Keperawatan Jiwa. Jakarta: EGC Sobur. Alex,

Psikologi Umum Dalam Lintasan Sejarah, Pustaka Setia, Bandung, 2003

52 Modul Soft Skills Untuk Kesiapan Kerja

Anda mungkin juga menyukai