NAMA: MARISA NATHALIA TAFULI
N I M: 04231097
ETIKA ADMINISTRASI PEMERINTAHAN
Tugas.2
1. Buatlah artikel mengenai menerapkan prinsip keadilan dalam praktek pengelolaan pemerintahan
menyangkut keadilan dalam promosi pegawai, keadailan dalam penilaian pegawai dan keadilan dalam sistem
remunerasi.
2. Uraikan secara singkat (2-3 halaman, 1.5 spasi) mengenai permasalahan penerapan nilai- nilai keadilan
yang terjadi di pemerintahan saat ini.
3. Seandainya Saudara menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), apa langkah yang akan Saudara lakukan dalam
rangka menegakkan ajaran keadilan di organisasi pemerintahan.
Petunjuk dalam mengerjakan soal :
Dalam menjawab soal ini, silahkan pergunakan BMP ADPU 4533 Etika Administrasi Pemerintahan. Kriteria
penilaian dalam tugas ini adalah :
- Mengerjakan tugas dengan berdasar pada BMP ADPU 4533 Etika Administrasi Pemerintahan.
- Membuat tulisan berdasarkan analisis/kalimat sendiri.
- Mencantumkan daftar pustaka.
- Copy paste tidak akan diberikan penilaian
Penerapkan Prinsip Keadilan Dalam Praktek Pengelolaan Pemerintahan Menyangkut Keadilan
Dalam Promosi Pegawai, Keadailan Dalam Penilaian Pegawai Dan Keadilan Dalam Sistem
Remunerasi
Definis Keadilan
Keadilan adalah kemauan yang tetap dan kekal untuk memberikan kepada setiap orang apa yang
semestinya. Konsepsi keadilan sebagai kategori pemikiran dan entitas yaitu ide, nilai atau kebaikan. Keadilan
merupakan suatu nilai yangs angat luhur, Pada perserikatan manusia yang disebut negara dengan mekanisme
pemerintahan yang mengatur dan mengurus kehidupan bersama dari sutu bangsa, keadilan merupakan faktor
utama bagi terwujudnya ketertiban umum dan kesejahteraan bersama. Tanpa keadilan sebagai suatu nilai
sangat luhur yang dijunjung tinggi oleh seluruh aparatur negara dan segenap warga negara maka hanya akan
terlaksana suatu pemerintahan yang mengandung kezaliman dan pertentangan. Dalam suatu kehidupan
negara, keadilan merupakan nilai sangat luhur bagi terwujudnya ketertiban, bangsa yang bersatu dan
kehidupan yang aman, damai dan tenteram. Oleh karenanya pemerintah wajib menyelenggarakan pengaturan
dan pengurusan kehidupan masyarakat secara adil sehingga terselenggara pemerintahan yang adil.
Keadilan merupakan kebajikan moral yang utama, yang pokok atau yang terpenting untuk
diperkembangkan pada para administrator pemerintahan sehingga setiap administrator dari kedudukan yang
terendahsampai jabatan yang tertinggi dapat terbina jiwa keadilan dalam budi pikiran, hasrat kemauan, dan
hati sanubarinya secara kokoh. Tanpa jiwa keadilan sebagai landasannya dan berbagai kebajikan moral
lainnya sebagai pedoman, seseorang administrator pemerintah mudah sekali tergoda oleh kekuasaan
jabatannya dan terjerumus dalam berbagai keburukan. Kebajikan merupakan ganjarannya itu sendiri karena
bilamana dimilki seseorang merupakan sebuah pahala sendiri bagi diri pribadinya dan sekaligus juga
meupakan sutu kesenangan sejati.
Sebuah Negara yang baik dengan pemerintahnya yang bijak harus memiliki suatu tujuan untuk
mengembangkan kebajikan-kebajikan moral pada segenap administrator pemerintahannya. Setiap
administrator pemerintahan wajib mengembangkan diri sehingga menjadi seseorang yang mempunyai
berbagai kebajikan moral, terutama keadilan. Pengembangan diri menjadi orang yang adil tergolong sebagai
pengembangan watak yang sangat penting untuk memajukan moral. Setiap administrator pemerintah yang
adil wajib melakukan pula tindakan yang adil dalam pelaksanaan tugasnya. ciri-ciri dari suatu tindakan yang
adil antara lain memperlakukan semua orang secara sama, memberikan perlakuan yang layak, memperbaiki
kesalahan yang terjadi dan menerapkan ajaran-ajaran keadilan yang telah berkembang dalam kehidupan
masyarakat.
Keadilan dalam promosi pegawai dalam pemerintahan
Promosi berasal dari promotion yang berarti peningkatan. Promosi merupakan salah satu bagian dari upaya
pembinaan karir pegawai. Promosi, menurut Nitisemito (1982: 134) adalah kegiatan pemindahan karyawan
dari satu jabatan kejabatan lain yang lebih tinggi. Promosi akan selalu diikuti oleh tugas, tanggungjawab dan
wewenang yang lebih tinggi dari jabatan yang diduduki sebelumnya. Pada umumnya promosi juga diikuti
dengan peningkatan income serta fasilitas yang lain. Promosi mempunyai nilai karena promosi merupakan
bukti pengakuan terhadap prestasinya, disamping pertimbangan-pertimbangan yang lain meskipun mungkin
pimpinan menganggap prestasi yang ada belum memuaskannya. Setiap pegawai mendambakan promosi
karena dipandang sebagai penghargaan atas keberhasilan seseorang, ini menunjukan prestasi kerja yang
tinggi dalam menunaikan kewajiban pekerjaan dan jabatan yang dipangkunya sekarang, tidak hanya itu, hal
ini sekaligus sebagai pengakuan atas kemampuan dan potensi yang bersangkutan untuk menduduki posisi
yang lebih tinggi dalam organisasi.
Jabatan di pemerintahan memiliki fungsi strategis untuk mensinergikan kebijakan dengan tujuan
organisasi. Implikasinya adalah penguatan terhadap pola pengisian jabatan yang didasarkan pada kualifikasi,
kompetensi, dan kinerja tertentu yang sesuai dengan tingkatan dalam jabatan. Secara normatif, pengisian
jabatan berkorelasi dengan metode promosi jabatan yang menurut UU-ASN terklasifikasi dalam 2 (dua) cara
yaitu metode seleksi terbuka dan kompetetif serta metode seleksi berdasarkan pertimbangan dari tim
penilaian kinerja PNS. Upaya pemerintah menata aparatur negara dengan mengeluarkan Undang-Undang
Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok
Kepegawaian (UU Kepegawaian), yang saat ini telah dicabut dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014
tentang Aparatur Sipil Negara (UU- ASN).
Sejak diberlakukannya UU-ASN, pemerintah banyak berupaya melakukan pembenahan terhadap perilaku
administratif dan organisasi pada jabatan di level puncak, level menengah, maupun level pelaksana. Secara
empiris, perilaku administratif dan organisasi dominan dipengaruhi oleh pejabat yang mengampu jabatan.
Jabatan dalam konteks pemerintahan akan berkorelasi dengan kewenangan. Adapun kewenangan akan
melegitimasi.
keadilan dalam sistem remunerasi
REMUNERASI merupakan salah satu fungsi manajemen sumber daya manusia yang berkaitan dengan
masalah penghargaan finansial yang diterima karyawan sebagai ganti dari pelaksanaan tugas organisasional.
Dengan kata lain, remunerasi pada dasarnya merupakan suatu hubungan tukar-menukar antara karyawan dan
organisasi. Karyawan menukar tenaganya dengan penghargaan finansial yang disediakan oleh organisasi.
Pada instansi pemerintah, keadilan dalam sistem remunerasi merupakan amanah Undang-Undang Nomor 43
Tahun 1999. Dengan diterapkannya sistem remunerasi yang berkeadilan diharapkan pegawai negeri
termotivasi untuk bekerja lebih baik. Selama ini dalam menentukan besarnya gaji, pemerintah telah
memasukkan aspek beban kerja dan tanggung jawab, meskipun dalam prakteknya aspek kepangkatan dan
senioritas masih menjadi komponen utama dalam penetapan besarnya remunerasi.
Oleh karena itu, ketika semangat reformasi sampai pada sistem remunerasi, maka pemerintah membuat
kebijakan baru dengan memasukkan aspek tunjangan kinerja dalam komponen remunerasi. Tunjangan kinerja
adalah bentuk insentif yang diberikan kepada pegawai berdasarkan pada capaian kinerja pegawai yang
bersangkutan.
Dengan adanya unsur tunjangan kinerja dalam komponen remunerasi diharapkan sistem remunerasi
pegawai negeri menjadi lebih adil. Dan dengan adanya keadilan dalam remunerasi diharapkan dapat
mencegah kesenjangan kesejahteraan, baik antar Pegawai Negeri maupun antara Pegawai Negeri dengan
pegawai swasta.
Secara sederhana konsep keadilan dalam sistem remunerasi adalah ketika organisasi mengaitkan nilai
input dari suatu pekerjaan atau jabatan dengan besarnya remunerasi. Artinya, semakin tinggi input maka akan
semakin tinggi pula remunerasi (output). Input suatu jabatan ditunjukkan dari persyaratan suatu jabatan.
Semakin tinggi persyaratan suatu jabatan, maka semakin tinggi pula harga suatu jabatan.
Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa untuk menentukan keadilan dalam remunerasi dapat dicapai
melalui pembandingan antara jabatan yang satu dengan jabatan yang lain dalam organisasi yang sama.
Kegiatan membandingkan antara jabatan yang satu dengan jabatan yang lain dalam suatu organisasi yang
sama disebut evaluasi jabatan.
Evaluasi jabatan merupakan bagian dari proses membobot suatu jabatan dengan membandingkan suatu
pekerjaan/jabatan dengan pekerjaan/jabatan yang lain dalam organisasi yang sama. Dengan mengetahui bobot
jabatan maka nilai jabatan dan kelas jabatan dapat ditentukan. Nilai dan kelas jabatan kemudian digunakan
untuk menentukan tingkat dan besaran gaji secara adil dan layak sesuai dengan beban kerja dan tanggung
jawabnya.