PERTEMUAN II , Rabo , 5 Agustus 2020
Materi “KARYA SENI TARI TRADISIONAL”
A. Tujuan pembelajaran.
Setelah mempelajari materi ini, anak diharapkan mampu memahami
dan menjelaskan bentuk tari, jenis tari, dan nilai estetis dalam tari
tradisi
B. Dengan mempelajari materi karya seni tari diharapkan anak mampu
mengembangkan karakter seperti, jujur, disiplin, kerja keras, kreatif,
mandiri serta cinta tanah air
Pada pagi hari ini bapak akan memberikan penjelasan umum dalam bentuk
peta konsep untuk memudahkan kalian belajar, dan selanjutnya bapak lebih
mengharapkan kalian membaca materi di bawah ini
Berdasarkan pola garapannya, seni tari dibedakan menjadi dua macam, yaitu
1.Tari tradisional
2.Tari kreasi baru.
Selanjutnya, tari tradisional dapat dikelompokkan berdasarkan nilai artistic /keindahan yaitu:
1.Tari primitif,
2.Tari klasik, dan
3. Tari rakyat
Berikut uraian singkat mengenai jenis-jenis tari menurut fungsinya.
a.Tari Religi
b.Tari Upacara
c. Tari Pergaulan
d. Tari Hiburan
e. Tari Treatikal
Jenis Tari Berdasarkan bentuk penyajiannya
a. Tari Tunggal
b. Tari berpasangan atau duet
c. Tari kelompok
Unsur dalam seni tari
1. Gerak
a. Tenaga
b. Ruang
c. Waktu
2. iringan
3. Ekspresi
4. Tata rias dan busana
5. Tema
Dalam tarian tradisional ada 3 ikatan (3W), yang dipakai sebagai cara mengevaluasi kwalitas
penari dalam menari
1. Wiraga
a. Gerak murni
b. Gerak maknawi
2. Wirama
3. Wirasa
Jenis-Jenis Tari Indonesia
Tarian merupakan wujud ekspresi manusia. Dalam suatu tarian, manusia menampilkan
berbagai gerak yang diiringi oleh musik. Seni tari memiliki gerakan-gerakan yang
kompleks, indah, dan dinamis. Seperti jenis seni yang lain, seni tari juga mengalami
perkembangan dari masa ke masa.
Tarian merupakan wujud ekspresi manusia yang menampilkan berbagai gerak yang
diiringin music, dengan Gerakan Gerakan yang kompleks, indah, dan dinamis.
Berdasarkan pola garapannya, seni tari dibedakan menjadi dua macam, yaitu
1.Tari tradisional
2.Tari kreasi baru.
Tari tradisional adalah tari yang telah baku oleh aturan-aturan tertentu. Tarian tradisional
bertumpu pada pola garapan tradisi yang kuat serta memiliki sifat kedaerahan yang kental
dengan pola gaya tari yag dibangun melalui sifat dan karakter gerak yang sudah ada sejak lama.
Adapun tari kreasi baru merupakan karya tari garapan baru. Tari kreasi baru sering
disebut tari modern. Hal tersebut dikarenakan, tari kreasi baru tidak berpijak pada aturan yang
telah ada, tetapi selalu memunculkan kreativitas para penciptanya.
Selanjutnya, tari tradisional dapat dikelompokkan berdasar nilai artistic yaitu:
1.Tari primitif,
2.Tari klasik, dan
3. Tari rakyat.
a.Tari Primitif
Tari primitif merupakan ungkapan kehendak atau keyakinan. Tari jenis ini sangat
sederhana, baik dalam gerak, busana, rias, iringan, maupun tempat pertunjukannya. Pada
umumnya, gerakan-gerakan tariannya berupa entak-entakan kaki, langkah-langkah kaki, ayunan
tubuh, serta gerakan kepala dengan tekanan-tekanan tertentu. Gerak pada tarian primitif biasanya
memiliki makna tersendiri dalam upacara tertentu.
Iringan tari primitif berupa pukulan-pukulan ritmis pada gendang, tong, dan genta-genta
kecil yang terbuat dari kulit buah-buahan maupun kerang. Tari primitif bahkan sering hanya
diiringi dengan tepukan tangan, nyanyian, atau teriakan. Saat ini, bentuk tari primitif sudah
sangat sulit ditemui. Beberapa kesenian Indonesia yang sampai saat ini masih hidup/berkembang
dan mencerminkan keberlanjutan bentuk taian ini, antara lain kesenian Barong dari Banyuwangi
dan Bali, tarian Perang yang masih hidup di beberapa kepulauan di Indonesia, tarian meminta
hujan, dan sebagainya.
b.Tari Rakyat
Tari rakyat adalah tarian yang lahir atau berasal dan juga hidup dan berkembang di
kalangan rakyat atau sekelompok masyarakat. Tari rakyat sangat sederhana. Gerak tarinya tidak
mempunyai aturan yang standar. Namun, jika dibandingkan dengan gerak pada tari primitif,
gerak tari rakyat lebih variatif. Iringan tari rakyat banyak menggunakan alat-alat musik
tradisional yang terbuat dari kulit, kayu, bamboo, dan besi. Alat-alat musik tersebut, misalnya
gamelan Jawa, angklung, dan gambang kromong. Saat ini, tari rakyat sudah semakin membaik
dari segi penyajiannya. Gerak tari semakin digarap, pola lantai sudah diperhatikan, bahkan untuk
iringannya ada yang dipadukan dengan alat musik modern.
c.Tari Klasik
Tari klasik adalah tarian yang bernilai artistik tinggi dan mempunyai standar atau norma
yang cukup kuat sehingga ada pembakuan gerak dan mengandung konsep simbolik dan filosofis.
Tari klasik merupakan tarian yang dipelihara dengan baik di kalangan istana dan bangsawan.
Gerak-geraknya memiliki aturan tertentu, yaitu diatur secara teliti, mengikat, dan tidak boleh
dilanggar. Sebagai contoh, dalam tari klasik gaya Yogyakarta ada ragam gerak yang dinamakan
gordho. Untuk mempergakan gerak gordho, pandangan, sikap badan dalam melakukan gerak,
dan hitungan sudah ada patokan atau aturannya. Jika dalam melakukan gerak tersebut tidak
sesuai dengan aturan, maka gerakan dianggap salah.
Dalam tari klasik, tidak hanya gerak tarinya yang diatur. Unsur pendukung karya tari
yang berupa iringan, busana, tata rias, dan pola lantai juga diatur. Pada zaman dahulu, tari klasik
hanya dipergakan, dipelajari, dan ditampilkan di dalam istana. Namun, sesuai dengan
perkembangan zaman, saat ini tari klasik banyak dipelajari di luar istana, misalnya di sanggar tari
dan tempat pendidikan formal.
Seni tari merupakan salah satu jenis budaya yang sangat lama dan tidak peka oleh zaman.
Nilai-nilai kehidupan yang ada dalam masyarakat dapat dituangkan dalam keindahan tarian.
Selain berdasar pola geraknya, seni tari juga dapat dikelompokkan menurut fungsinya.
Berikut uraian singkat mengenai jenis-jenis tari menurut fungsinya.
a.Tari Religi
Tari religi (agama) adalah tari yang dipercaya memiliki kekuatan khusus. Tari religi
memiliki tradisi khusus dalam membawakannya. Dengan demikian, pada pertunjukannya selalu
dikaitkan dan disatukan ke dalam ritual atau prosesi upacara yang dilaksanakan. Tari keagamaan
sering ditarikan pada upacara-upacara penting dalam kehidupan manusia, seperti arak pengantin,
kelahiran, penyambutan tamu agung, injak telur, kematian, potong rambut, dan beberapa acara
prosesi lain yang selalu dipelihara oleh masyarakat di lingkungan tarian tersebut difungsikan.
b.Tari Upacara
Tari upacara merupakan bagian dari tradisi yang ada dalam suatu kehidupan masyarakat
yang sifatnya turun-temurun dari generasi ke generasi dan berfungsi sebagai ritual. Tari upacara
pada umumnya bersifat sacral dan magis. Pada tari upacara, factor keindahan tidak terlalu
diutamakan, yang diutamakan adalah kekuatan yang dapat memengaruhi kehidupan manusia
atau hal-hal di luar dirinya. Ciri-ciri tari upacara sebagai berikut.
1) Diselenggarakan pada tempat dan waktu tertentu.
2) Bersifat sacral dan magis.
3) Hidup dan berkembang dalam tradisi yang kuat sebagai sarana untuk
persembahan atau pemujaan.
4) Ditarikan oleh penari yang terpilih dan dianggap suci.
5) Gerak tari imititif atau meniru gerak-gerak alam sekitar.
c.Tari Pergaulan
Tarian pergaulan mengisyaratkan hubungan antara muda dan mudi. Tarian ini biasanya
dilakukan pada saat bulan purnama sebagai tari pergaulan muda-mudi/kaum remaja yang
merupakan tari sosial yang memiliki latar belakang cerita. Tarian ini merupakan wujud suka cita
warga desa dalam menyambut panen, bersih desa, atau acara lainnya yang berhubungan dengan
berlangsungnya pertemuan antara kaum muda.
d.Tari Hiburan
Tari hiburan memiliki banyak variasi sehingga tidak menjemukan dan menjenuhkan.
Oleh karena itu, jenis tari ini menggunakan tema-tema yang sederhana, tidak muluk-muluk, serta
diriingi lagu yang enak didengar dan mudah dicerna. Kostum dan tata panggungnya dipersiapkan
dengan cara yang menarik.
Tari ini memiliki tujuan untuk menghibur penonton. Oleh sebab itu, tari ini
mementingkan perasaan yang dihasilkan saat menari. Tari hiburan disebut juga tari gembira.
Pada dasarnya tarian gembira tidak bertujuan untuk ditonton akan tetapi tarian ini cenderung
untk kepuasan para penarinya itu sendiri. Keindahan tidak diutamakan, tetapi mementingkan
kepuasan individual yang berisfat spontanitas dan penuh improvisasi.
e.Tari Teatrikal
Ciri tarian jenis ini adalah bahwa tarian ini merupakan bentuk pertunjukan yang dikemas
secara lengkap antara unsur seni rupa, musik, teater, dan tari. Pertunjukan digarap dengan
menyertakan komunikasi dengan penonton sehingga diperoleh kesan teatrikal. Salah satu
contohnya adalah kesenian Betawi. Kesenian ini memiliki mode penyajian secara teatrikal.
Konsumsi pertunjukan lebih diarahkan untuk cerita rakyat. Unsur cerita dapat digunakan sebagai
media untuk improvisasi di atas panggung. Masalah lain yang dapat difungsikan adalah unsur
dialog atau komunikasi dengan penonton. Oleh sebab itu, pertunjukan ini sangat digemari di
kalangan masyarakat.
Kesenian tari di Indonesia memiliki karakteristik yang khas. Keragaman tari tersebut
disajikan sesuai dengan bentuk penyajian tari yang ditampilkan.
Berikut jenis-jenis tari menurut bentuk penyajiannya.
a.Tari Tunggal
Tari tunggal adalah tarian yang ditarikan oleh seorang penari, baik penari putra maupun
penari putri. Akan tetapi, tari tunggal tidak mutlak harus ditarikan oleh seorang penari. Ada tari
tunggal yang sering ditarikan oleh beberapa penari, misalnya Tari Gambyong dari Jawa Tengah
dan Tari Tenun dan Bali
b.Tari Berpasangan atau Duet
Tari Berpasangan atau Duet adalah tarian yang dibawakan oleh dua penari. Untuk tarian
duet tersebut, penari dapat berpasangan dengan sejenis (pria dengan pria atau wanita dengan
wanita) atau berpasangan tidak sejenis (pria dengan wanita). Dalam menarikan tari berpasangan,
para penari harus memperhatikan hal-hal berikut.
1) Kerja sama antar kedua penari.
2) Kedua penari harus memiliki pemahaman yang sama mengenai karya tari
yang ditarikan.
3) Kedua penari sama-sama dapat menghayati setiap gerak yang dilakukan
secara harmonis.
Setiap penari dalam tari berpasangan mempunyai peran tersendiri. Penari satu dan yang
lain saling melengkapi atau memiliki kaitan erat dalam pengolahan gerak tarinya. Dalam
penyajiannya, jumlah penari dalam tari berpasangan tidak mutlak harus dua orang saja. Tari
berpasangan dapat disajikan oleh beberapa pasang penari.
c.Tari Kelompok
Dalam tari kelompok, dikenal tari massal dan drama tari. Tari massal dibawakan oleh
banyak penari. Gerakan setiap penari tidak saling berkaitan dan tidak saling melengkapi satu
sama lain. Namun, sekarang posisi penari atau pola lantai tari massal diatur sedemikian rupa
sehingga meningkat nilai artistiknya. Dari segi kekompakan penari dan gerak, tari kelompok
memiliki karakteristik yang membedakannya dari jenis tari lain sebagai berikut.
1) Kekompakan Penari
Kekompakan Penari merupakan factor penting dalam sebuah tari
kelompok. Kekompakan penari dapat membuat tarian menjadi lebih hidup
dan menarik untuk ditonton. Kekompakan penari berkelompok perlu
dilatih agar tercipta gerakan tarian yang serasi dan harmonis antara penaru
satu dan yang lain. Satu penari yang melakukan kesalahan akan terlihat
jelas oleh penonton.
2) Segi Gerak
Terdapat dua macam gerak, yaitu gerak homogenitas dan gerak
heterogenitas. Gerak homogenitas adalah gerak yang dilakukan secara
bersama-sama oleh penari dalam satu kelompok. Gerak heterogenitas
adalah gerak yang tidak sama, seperti gerak berimbang (balance), gerak
selang-seling (alternate), gerak terpecah (broken), dan gerak bergantian
(canon).
Karya tari yang sering ditarikan secara massal dan telah digarap
posisi penarinya, misalnya tari Giring-Giring dari Kalimantan, tari Ratoh
Talo dari Aceh, dan tari Merak dari Jawa Barat.
Nilai Estetis Tari
Nilai estetis tari atau nilai keindahan tari dapat dilihat dari keunikan tari tersebut. Unik
berarti memiliki perbedaan dari yang lain. Perbedaan itu dapat dilihat dari berbagai sudut
pandang. Keunikan dari pertunjukan karya tari tradisi dapat dilihat dari unsur-unsurnya. Berikut
unsur-unsur dalam seni tari tradisi.
a.Gerak
Gerak tari merupakan unsur utama dari tari. Gerak di dalam tari bukanlah gerak yang
realistis, melainkan gerak yang telah diberi bentuk ekspresif dan estetis. Gerak tari selalu
melibatkan unsur anggota badan manusia. Gerak dalam tari berfungsi sebagai media untuk
mengomunikasikan maksud-maksud tertentu dari koreografer.
Gerak di dalam tari adalah gerak yang indah, artinya gerak dalam tari merupakan gerak
yang telah diberi sentuhan seni. Gerak-gerak keseharian yang telah diberi sentuhan seni akan
menghasilkan gerakan yang indah. Misalnya gerak berjalan, lari, mencangkul, menimba air di
sumur, memotong kayu, dsb, jika diberi sentuhan emosional yang mengandung nilai seni, maka
gerak-gerak keseharian tersebut akan tampak lain.
Gerak tidak dapat dipisahkan dengan unsur tenaga, waktu, dan ruang. Oleh sebab itu, tari
merupakan penjabaran dari gerak, tenaga, waktu, dan ruang.
1.Tenaga
Tenaga yaitu besar atau kecilnya energy yang dikeluarkan oleh penari untuk melakukan
usaha gerak. Penggunaan besar kecilnya tenaga jika dikombinasikan dengan pengaturan ruang,
gerak, dan waktu membuahkan berbagai macam kontras antara keras-lembut, cepat-kuat
bertenaga, cepat-lembut bertenaga, dsb. Penggunaan tenaga dalam melakukan gerakan yang di
dalamnya terdapat intensitas, tekanan atau aksen, dan kualitas gerak disebut dinamika. Masalah
dinamika yang menjadi perhatian adalah apa dan bagaimana penggunaan dinamika
dikembangkan. Wujud dinamika dalam gerak lebih banyak terdapat pada anggota gerak bagian
atas dan bawah. Dinamika gerak tari akan dapat menimbulkan daya tarik, tidak membosankan,
dan penuh variasi sehingga hal itu dapat memukau para penonton.
2.Waktu
Waktu adalah satuan waktu untuk membentuk panjang-pendeknya gerak. Gerak yang
diungkapkan dalam suatu tarian tidak hanya satu gerakan. Ungkapan gerak dalam sebuah tarian
pada dasarnya merupakan susunan beberapa rangkaian gerakan yang sudah terpolakan. Jika
seorang penari melakukan beberapa gerakan, secara langsung akan tampak peralihan dari gerak
yang satu ke gerak berikutnya. Dalam peralihan ini, akan tampak kekosongan sesaat sebagai
napas dari ungkapan gerak yang satu ke gerak berikutnya. Hal itu menunjukkan bahwa dalam
penyajian sebuah tarian banyak ditemukan waktu atau tempo sebagai sisipan antargerak,
walaupun sisipan waktu tersebut hanya sekejap.
Unsur waktu menjadi penentu dalam membangun gerak tari. Ada 2 unsur waktu dalam
seni tari, yaitu ritme dan tempo. Ritme dalam gerak tari menunjukkan ukuran waktu dari setiap
perubahan detail gerak, sedangkan tempo lebih mengarah pada ukuran cepat atau lambat setiap
gerakan yang dapat dicapai.
3.Ruang
Ruang, yaitu tempat penari berada (panggung) dan diakibatkan oleh gerak. Ruang gerak
tari yang lain adalah level atau tingkatan gerak. Level dalam ruang lingkup tari terdiri atas level
atas atau tinggi, level sedang, dan level rendah. Level rendah ditunjukkan oleh berbagai posisi
duduk saat menari. Pada level sedang, penari berdiri dengan posisi kaki menekuk sampai pada
posisi kaki diluruskan. Adapun level tinggi dalam menari ditunjukkan oleh penampilan gerak tari
mulai dari posisi kaki jinjit sampai gerakan meloncat-loncat atau menjauhkan badan dari lantai.
Meskipun unsur dasar dalam tari adalah gerak, tetapi tidak semua gerak dapat dikatakan
gerak tari. Gerak yang berfungsi sebagai materi gerak pokok tari hanyalah gerakan-gerakan dari
bagian tubuh manusia yang telah diolah dari gerak keadaan wantah (gerak sehari-hari) menjadi
suatu bentuk gerak tertentu. Ada 2 bentuk pengolahan gerak dalam tari, yaitu gerak tari bersifat
stilatif dan distortif. Gerak stilatif adalah gerak yang telah mengalami proses pengolahan
(penghalusan) yang mengarah pada bentuk-bentuk yang indah. Adapun gerak distortif adalah
pengolahan gerak melalui proses perombakan dari aslinya dan merupakan salah satu proses
stilasi Dari hasil pengolahan tersebut, dihasilkan dua jenis gerak tari, yaitu gerak murni dan
maknawi.
1. Gerak Murni
Gerak murni adalah gerak tari dari hasil pengolahan gerak wantah yang dalam
pengungkapannya tidak mempertimbangkan suatu pengertian dari gerak tari tersebut. Hal yang
diutamakan dalam gerak murni adalah segi keindahan geraknya saja tanpa mengandung makna
tertentu. Ciri-ciri gerakan murni adalah gerakannya lemah gemulai, tidak ada artinya dan bisa
dilakukan dengan gerakan tangan, kepala, kaki, bahkan seluruh anggota badan. Misalnya,
gerakan ukel menggunakan tangan.
2. Gerak Maknawi
Gerak wantah yang telah diolah menjadi suatu gerak tari yang dalam pengungkapannya
mengandung suatu pengertian atau maksud di samping keindahannya disebut gerak maknawi.
Misalnya dalam tari Bondan Tani, kita dapat melihat gerak tari yang menggambarkan petani
yang sedang melakukan aktivitas di swah. Selain enak dilihat karena keindahannya, gerak bertani
pada tari Bondan Tani, juga mengandung suatu arti atau maksud yaitu gambaran seorang penati
yang sedang melakukan berbagai aktivitas di sawah.
b.Iringan
Telah dijelaskan bahwa tari merupakan suatu rangkaian gerak ritmis. Untuk memperkuat
dan memperjelas gerak ritmis dari suatu bentuk tarian, diperlukan sebuah iringan. Ada dua
macam iringan dalam tari, yaitu iringan internal dan iringan eksternal. Iringan internal adalah
iringan tari yang langsung ditawarkan oleh penari, seperti tari Samur, tari Tifa, dan tari Rebana.
Iringan ekstrenal adalah iringan yang berasal dari luar diri penari. Dalam tari, musik mempunyai
tiga fungsi iringan, yaitu musik sebagai iringan gerak tari, musik sebagai ilustrasi, dan musik
sebagai pemberi suasana. Musik iringan tari bersifat bebas sesuai dengan sifat seni yang juga
bersifat bebas. Meskipun bebas, tetapi tetap ada aturan yang harus ditaati karena menyangkut
kemantapan rasa estetis (keindahan) dari kelompok pemilik teori tersebut. Musik iringan
merupakan unsur pokok yang harus ada dalam tari tradisi. Ansambel instrument pengiring yang
lengkap pada unit alat bunyi-bunyian yang disebut gamelan.
c.Ekspresi
Dalam kehidupan sehari-hari, manusia mengekspresikan dirinya secara berbeda-beda.
Ekspresi diri manusia bergantung pada situasi psikologis manusia tersebut dalam menghadapi
berbagai hal. Demikian pula dalam tarian dibutuhkan adanya ekspresi diri dari penari. Ungkapan
ekspresi diri dalam tarian cenderung dimanipulasi yang disebut dengan distilisasi. Dalam suatu
tarian, ungkapan ekspresi diri manusia distilisasi sehingga wujud pengungkapannya menjadi
berbeda dengan keadaan sehari-hari.
Ekspresi dalam suatu tarian memegang peranan penting karena melalui ekspresi makan
tari dapat diungkapkan kepada penikmat tari. Ekspresi dalam tarian dapat diungkapkan melalui
gerak, suasana musik iringan, dan perubahan ekspresi pada wajah.
Wujud ekspresi yang langsung terlihat oleh penonton adalah ekspresi wajah. Ekspresi
wajah dibutuhkan dalam sebuah pertunjukan tari untuk memberi penguatan kepada penonton
tentang penghayatan penari.
d.Tata Rias dan Busana
Tata rias membantu menentukan watak tari dan untuk memperkuar ekspresi. Tata rias
wajah (muka) merupakan cara menghias wajah (muka) untuk menjadi lebih indah (cantik) dan
sesuai dengan watak (karakter). Perlu diketahui perbedaan antara tata rias yang dipakai sehari-
hari dengan tata rias yang dipakai untuk pertunjukan tari. Tata rias sehari-hari adalah tata rias
yang dipergunakan untuk kegiatan sehari-hari, maka cara pemakaiannya cukup serba tipis. Untuk
tata rias pertunjukan tari harus terlihat lebih jelas agar dapat dinkmati penonton dari jarak jauh.
Misalnya dalam memperjelas wajah, maka garis mata dan alis serta mulut perlu dibuat yang
tebal.
e.Tema
Pada mulanya, orang menari bukan semata-mata untuk ditonton. Namun, dalam
perkembangan, tari sengaja disusun untuk dipertontonkan. Untuk mendekati tercapainya tujuan
tersebut, maka perlu adanya unsur tema. Tema dapat diangkat dari bermacam-macam sumber.
Tari dapat diangkat dari tema flora dan fauna. Tema yang diangkat dari flora atau dunia tumbuh-
tumbuhan, misalnya tari Tani, tari minta hujan, dan tari Kumbang Sari. Tari bertema fauna atau
dunia binatang, misalnya tari Kijang, tari burung, tari angsa, dan sebagainya.
FUNGSI TARI
Gambaran situasi serta kejadian yang dicermati oleh leluhur, dituangkan dalam seni tari
tradisional daerah setempat. Oleh karena itu, sepantasnya setiap gerak serta tema tari tradisional
sarat dengan makna. Keberadaan tari sedari dulu memang bukan saja sebagai pelipur, namun
juga menjadi bagian pembelajaran bagi nurani. Bahkan tari tidak dapat dilepaskan dengan
kepentingan upacara adat sebagai sarana persembahan. Tari mengalami kejayaan yang berangkat
dari kerajaan Kediri, Singosari serta Majapahit khususnya pada pemerintahan Raja Hayam
Wuruk. Berikut adalah penjabaran fungsi-fungsi tari.
a. Seni Tari sebagai Sarana Upacara
Seni tari yang berfugsi sebagai sarana dapat ditemukan dalam upacara-upacara
adat. Dalam upacara ini, tari digunakan sebagai media upacara dan merupakan
unsur penting dalam upacara tersebut. Pada umumnya upacara bersifat sacral
dan magis. Faktor keindahan adalah sekunder, yang diutamakan adalah kekuatan
yang dapat mempengaruhi kehidupan manusia sendiri ataupun hal-hal di luar dari
manusia.
Contoh tari upacara misalnya:
1) Tari Beksan yang merupakan tari upacara pernikahan di daerah Yogyakarta.
2) Tari Pakarena yang merupakan tari upacara panen di Sulawesi Tenggara.
3) Tari Tor-Tor merupakan tari upacara di daerah Sumatera.
4) Tari Bedhaya Ketawang yang merupakan tari upacara di Keraton Surakarta.
5) Tari Gantar merupakan tari upacara di daerah Kalimantan.
6) Tari Bedhaya Semang merupakan tari upacara di daerah Yogyakarta.
7) Tari Seblang merupakan tari upacara adat di daerah Jawa Timur.
Ciri-ciri tari upacara adalah:
1) Gerak tari imitatif dan meniru alam sekitar (tumbuhan, binatang, tata surya,
hujan, dan lain-lain)
2) Gerak selalu diulang-ulang agar lebih cepat tercipta suasana mistis.
3) Ungkapan gerak merupakan ekspresi kehendak penarinya.
4) Ada suasana mistis, magis, dan religi.
5) Perbatasan tari terbatas pada lingkungan adat.
6) Perwujudan tari sangat erat hubungannya dengan peristiwa yang menjadi
tujuannya.
7) Gerak sangat sederhana dan terbatas.
8) Koreografinya sederhana dan selalu menggunakan desain lantai melingkar.
9) Dilaksanakan secara kolektif.
10) Iringan sederhana dan monoton.
11) Tata rias dan kostum sederhana.
12) Dilaksanakan tanpa batas waktu.
b. Seni Tari sebagai Hiburan
Seni tari yang berfungsi sebagai hiburan menitikberatkan pada segi keindahan,
baik gerakan, kostum, maupun iringan musiknya. Semuanya dipersiapkan untuk
memberikan kesenangan bagi penonton. Gerakan yang monoton dan
membosankan harus dihindari.
Seni tari sebagai hiburan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.
a. Bersifat gembira.
b. Unsur gerak tari sangat sederhana dan bisa dikembangkan.
c. Relative mudah dipelajari.
d. Gerak tari yang spontanitas.
e. Ritme sangat mudah dan jelas.
f. Pelakunya bersifat pasangan dan kelompok.
g. Mudah melibatkan banyak peserta.
h. Iringan sangat praktis yaitu dengan musik vocal atau instrumental.
i. Pakaian untuk menari bebas atau sehari-hari.
j. Tata panggung jarang mendapat perhatian khusus dan dapat diselenggarakan
di mana saja.
k. Tarian ini sangat mudah mengkuti perkembangan zaman.
c. Seni Tari sebagai Terapi
Seni tari sebagai terapi diperuntukkan bagi mereka yang memiliki cacat mental
ataupun fisik. Sebagai contoh, orang mengalami cacat mental akan menjadi lebih
percaya diri dan merasakan interaksi dan sosialisasi dengan masyarakat saat
menari di panggung. Hal ini akan membawa perubahan mental yang positif.
d. Seni Tari sebagai Media Pendidikan
Nilai-nilai keindahan dalam sebuah tarian akan mengasah perasaan seseorang
sehingga ia akan lebih mampu bersikap dewasa dalam kehidupan sehari-hari.
e. Seni Tari sebagai Media Pergaulan
Tari Gembira dan Tari Pergaulan merupakan contoh tari hiburan atau Social
Dance. Gerak dan ritme yang membentuk sebuah tarian itu muncul sebagai
ungkapan rasa gembira dari seseorang atau kelompok. Yang menjadi fokus dalam
tarian ini bukalah factor keindahan, tetapi segi-segi hiburan, yaitu untuk
mengakrabkan pergaulan dalam suatu perayaan yang bersifat gembira. Contoh tari
hiburan adalah Tari Rantak (Sumatera), Tari Ketuk Tilu (Jawa Barat), Tari Tayub
(Jawa Tengah), Tari Gandrung (Banyuwangi), Tari Joget Bumbung (Bali).
Ciri-ciri tari pergaulan atau tari hiburan adalah:
1) Bersifat gembira.
2) Unsur gerak tari sangat sederhana dan bisa dikembangkan.
3) Relative mudah dipelajari.
4) Gerak tari ang spontanitas.
5) Ritme sangat mudah dan jelas.
6) Pelaksanaannya bersifat pasangan atau kelompok.
7) Mudah melibatkan banyak peserta.
8) Iringan sangat praktis yaitu dengan music vocal atau instrumental.
9) Pakaian untuk menari bebas atau sehari-hari.
10) Tata panggung jarang mendapat perhatian khusus dan dapat diselenggarakan
di mana saja.
11) Tarian ini sangat mudah mengikuti perkembangan zaman.
f. Seni Tari sebagai Pertunjukan
Sebagai sebuah pertunjukan, seni tari dipersiapkan secara matang. Segi artistisk
tarian sangat diperhatikan, begitu pula gagasan-gagasan dalam tarian yang akan
disampaikan kepada penonton melalui gerakan tari. Pola garapan dari tarian ini
berpedoman pada kaidah-kaidah seni pertunjukan. Contoh tari pertunjukan adalah
Tari Piring (Sumatera), Tari Rangguk (Jambi), Tari Kuerseus (Jawa Barat).
Ciri-ciri tari pertunjukan adalah:
1) Pola garapannya merupakan sebuah kreasi seni yang khusus untuk
dipertunjukan (performance art).
2) Adanya factor imajinasi dan kreativitas.
3) Adanya ide dan mengandung yang mengarah pada pementasan professional.
4) Penonton merupakan orang tertentu yang dapat mengevaluasi secara
apresiatif.
5) Adanya tiket atau undangan khusus.
6) Tempat pementasan adalah tempat yang khusus.
g. Seni Tari sebagai Media Katarsis
Seperti halnya seni yang lain, seni tari pun dapat menjadi media katarsis bagi
penari. Mereka yang biasa melakukan katarsis (pembersihan jiwa) melalui seni
tari adalah seniman tari yang sudah sangat terbiasa menari dan menuangkab
gagasan melalui tarian.
h. Seni Tari dalam Fungsi Ekonomis
Maksudnya ialah kehiduoan dalam dunia seni tari bila dilaksanakan secara
professional, akan menimbulkan pertumbuhan ekonomi bagi kehidupan pelaku,
pengelola, bahkan lebih luasnya lagi menjadi sumber devisa negara yang
berkaitan dengan dunia pariwisata.
KEMAMPUAN WIRAGA, WIRAMA, DAN WIRASA DALAM SENI TARI
Dalam tari tradisional, ikatan wiraga, wirama dan wirasa dipakai sebagai cara mengevakuasi
kwalitas penari dalam menari.
a. Wiraga adalah dasar keterampilan gerak tubuh artau fisik penari. Gerakan merupakan
substansi baku dalam tari. Bagian fisik manusia yang dapat menyalurkan ekspresi batin
dalam bentuk gerak tari sangat beragam.
Sebagai gerak ekspresi, gerak dalam tari bukanlah gerak sehari-hari. Melainkan, gerak
yang telah distilir atau diberi bentuk lain, baik diperhalus, dipertegas, maupun dirombak
(distorsi). Dalam tari ada dua macam gerak, yakni sebagai berikut.
1) Gerak imitatif
Adalah gerakan tari yang dilakukan sebagai hasil dari eksplorasi gerak yang ada di
alam ini selain gerak manusia. Misalnya gerakan hewan tertentu, tumbuhan, atau
benda lain yang memiliki ciri gerakan tertentu.
2) Gerakan imajinatif
Adalah gerak rekayasa manusia dalam membentuk suatu tarian. Gerak ini terdiri dari
gerak murni dan gerak maknawi.
a) Gerak murni
Gerak murni adalah gerak yang tidak mengandung arti tetapi masih mengandung
unsur keindahan gerak. Gerak ini dibuat semata-mata agar suatu tarian tampak
indah.
b) Gerak maknawi
Adalah gerak tari yang mengandung arti atau mempunyai maksud tertentu. Gerak
tersebut biasanya memiliki ciri khas yang sudah dimengerti oleh penonton.
b. Wirama adalah suatu pola untuk mencapai gerakan yang harmonis. Didalamnya terdapat
pengaturan dinamika seperti aksen dan tempo tarian. Ada dua macam wirama yaitu
1. Wirama tandak adalah wirama yang ajeg atau tetap dan murni dengan ketukan serta
aksen yang berulang-ulang dan teratur.
2. Wirama bebas adalah wirama yang tak selalu memiliki ketukan dengan aksen yang
berulang-ulang dan teratur.
c. Wirasa adalah tingkatan penghayatan dan penjiwaan dalam tarian. Misalnya tegas,
lembut, gembira, sedih, yang diekspresikan melalui gerakan dan mimik wajah sehingga
menghasilkan keindahan.
NB:
Demikian materi hari ini , selanjutnya mhn dipelajari pertemuan I
dan pertemuan II karena minggu depan kita mengadakan
evaluasi/ulangan harian I
Selamat belajar