Kokas 2024 PDF
Kokas 2024 PDF
Oleh :
Next
Dr. Ir Ismi Handayani, MT
1
PRODI SARJANA TEKNIK METALURGI
2
FTTM - ITB
PPBB-KOKAS-Ismi Handayani
1 2
Batubara mengokas sebagai bahan baku utama kokas didefinisikan sebagai 162,85
batubara yang ketika dipanaskan pada suhu tinggi, batubara tersebut China
dapat melewati tahap transisi plastisnya yakni mengalami fase pelunakan 207,09
(soften), pengembangan (swell) dan pemadatan kembali (resolidify) menjadi USA
kokas yang struktur selnya saling terikat (coherent cellular coke)
138,75
Russia
Kokas banyak digunakan untuk keperluan industri metalurgi khususnya
pada industri pembuatan besi dan pengolahan bijih nikel laterit yang 225,71
menggunakan blast furnace untuk menghasilkan besi wantah (pig iron) atau Mongolia
3 4
1
06/05/2024
Karakteristik Kokas
Ironmaking Proses
▪ Kokas adalah residu padat yang tertinggal bila batubara mengkokas
(coking coal) dipanaskan tanpa udara sampai sebagian zat yang mudah
menguapnya (volatile matter) hilang (Supriyatna dkk, 2012).
▪ Jika batubara yang ketika dipanaskan pada berbagai variasi suhu dapat
meleleh, kemudian mengembang dan menguapkan zat terbang dan
akhirnya kembali mengeras membentuk struktur berpori, maka batubara
tersebut termasuk jenis batubara kokas.
5 6
5 6
PPBB-KOKAS-ISMI HANDAYANI 7
7 8
2
06/05/2024
3 Crucible Swell Number (CSN) 5.5 min Premium Hard Coking < 8,5 19 -38 8-9 500-30.000 0,8-1,6 55 - 74
6 Phosphorous (P) 0.015-0.07 (adb) Semi Hard Coking 8,0 - 10,5 17 - 26 4-6 200-5.000 0,8-1,7 50 - 60
9 10
9 10
PPBB-KOKAS-Ismi Handayani 12
11 12
3
06/05/2024
Parameter
Chinese Chinese
Class Group Grade VM (%), H (%), Y Qgr (MJ/kg),
Code Code G b (%) PM (%)
daf daf (mm) maf
GROUPS (Determined by SUB GROUPS (Determined by Anthracite No. 1 WY1 1 ≤ 3,5 ≤2
CODE NUMBERS
Caking Properties) Coking Properties) Anthracite WY Anthracite No. 2 WY2 2 > 3,5 - 6,5 > 2 - 3
Alternatif Group Alternatif Sub Group Anthracite No. 3 WY3 3 > 6,5 - 10 > 3
Parameters The first figure of the code number ndicates the class of th coal, determined by Sub Parameters Meager Coal PM 11 > 10 - 20 ≤5
Group Meager Lean Coal PS 12 > 10 - 20 > 5 - 20
Free volatile matter content up to 33% VM and by calorific parameter above 33% VM Groups Gray King
Number Roga Dilatometer Lean Coal SM
13 > 10 - 20 > 20 - 50
Swelling The second figure indicates the group od coal, determined by caking properties Number Assay 14 > 10 - 20 > 50 -65
Index Test (% dil)
Index The third figure indicates the sub group, determined by coking properties (Coke Type) 15 > 10 - 20 > 65 ≤ 25 ≤ 150
435 535 635 5 > 140 > G8 Coking Coal JM 24 > 20 - 28 > 50 -65
334 434 534 634 4 50 - 140 G5 - G8 25 > 20 - 28 > 65 ≤ 25 ≤ 150
16 > 10 - 20 > 85
3 >4 > 45 333 433 533 633 733 3 0 -50 G1 - G4 Fat Coal FM 26 > 20 - 28 > 85 > 25 > 150
332 36 > 28 - 37 > 85
432 532 632 732 832 2 <0 E-G
A B 1/3 Coking Coal 1/3 JM 35 > 28 - 37 > 65 ≤ 25 ≤ 220
323 423 523 623 723 823 3 0 -50 G1 - G4 Bituminous
YM
Gas-Fat Coal QF 46 > 37 > 85 > 25 > 220
322 422 522 622 722 822 2 <0 E-G Coal 34 > 28 - 37 > 50 -65
2 2,5 - 4 20 - 45 43 > 37 > 20 - 50
Contraction Gas Coal QM ≤ 25 ≤ 220
321 421 521 621 721 821 1 B-D 44 > 37 > 50 -65
Only 45 > 37 > 65
212 312 412 512 612 712 812 2 <0 E-G 23 > 20 - 28 > 20 - 50
1/2 Medium Caking Coal 1/2 ZN
1 1 - 2 5 - 20 Contraction 33 > 28 - 37 > 20 - 50
211 311 411 511 611 711 811 1 B-D 22 > 20 - 28 > 5 - 20
Only Weakly Caking Coal RN
32 > 28 - 37 > 5 - 20
100 Non
0 0- 1 0- 5 200 300 400 500 600 700 800 900 0 A Non-Caking Coal BN
21 > 20 - 28 ≤5
A B Softening 31 > 28 - 37 ≤5
Class Number 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 As an indication, the following 41 > 37 ≤5
Long Flame Coal CY
3 - 10 14 - 20 classes have an approximate 42 > 37 > 5 - 20 > 50
Volatile Matter Brown Coal No. 1 HM1 51 > 37 ≤ 30
0- 3 10 - 14 20 - 28 28 - 33 > 33 > 33 > 33 > 33 volatile matter content of: Brown Coal
HM ≤ 24
Class (%), daf 3 - 6,5 6,5 -10 14 - 16 16 - 20 /Lignite Brown Coal No. 2 HM2 52 > 37 > 30 - 50
6 : 44 - 41%
Para-
Gross Calorific 7 : 33 - 44%
meters 7200 - 6100 -
Value (kcal/kg), - - - - - - > 7750
7750 7200
< 6100 8 : 35 - 50% Coking coal ideal (Kode JM) adalah batubara yang memiliki kandungan VM
maf 9 : 42 - 50%
CLASSES (Determined by Volatile Matter up to 33% VM and by Calorific Parameter Above 33% VM)
antara 10-28% (daf), nilai G Caking Index > 50 dan nilai Y < 25 mm.
13 14
PPBB-KOKAS-Ismi Handayani 15
Uji Sapozhnikov X (maximum thickness of plastic layer) & Y(shrinkage)
16
PPBB-KOKAS-Ismi Handayani
15 16
4
06/05/2024
17 18
Analisis Maseral
➢ Analisis maseral dilakukan dengan mengamati spesimen
dibawah mikroskop optik sebanyak 500 titik.
(b) ➢ Perbedaan bentuk (morfologi) dan warna (reflektan) dibaca
sebagai perbedaan jenis sub maseral.
➢ Analisis maseral dilakukan untuk mengetahui jumlah
(a) komponen reaktif dan inert yang berbeda perilakunya ketika
dikarbonisasi.
➢ Data tsb dapat digunakan untuk menghitung nilai Composition
(c)
Balance Index (CBI) dan Strength Index (SI) untuk
memprediksi kekuatan kokas.
➢ Berdasarkan Diez, dkk (2002), keunggulan CBI dan SI dalam
a)Sampel analisis petrografi memprediksi kualitas kokas adalah keduanya bersifat additive
b) Mikroskop optik untuk analisis komposisi maseral; c) Mikroskop optik sehingga memungkinkan dilakukan prediksi nilai keduanya dari
untuk analisis reflektan dari vitrinit batubara induk tanpa harus melakukan tes kembali pada coal
blend[
19 20
5
06/05/2024
21 22
▪ Nilai reflektan yang baik untuk batubara kokas adalah 1,1 – 1,5 atau
grup medium volatile bituminous, analisis reflektan dapat ditampilkan
dalam bentuk reflactogram sehingga lebih mudah dilihat pola
sebaranya.
23 24
6
06/05/2024
25 26
Rheological Properties
Rheological Properties
➢ Rheological properties untuk menentukan derajat
kemudahan batubara membentuk fasa fluid dan mengalir
(fluidity) ketika dipanaskan. Sifat ini dipengaruhi oleh
komposisi dan gugus senyawa kimia yang dimiliki
❑ Ada dua metode untuk mengukur sifat Rheological
batubara. properties yaitu tes Giesler Plastometer dan tes
Sapozhnikov.
➢ Semakin rendah kandungan hidrogen dalam batubara,
umumnya nilai fluidity akan menurun. Penurunan kadar ❑ Karakterisasi sifat rheological ini dilakukan dengan
hidrogen bisa disebakan oleh oksigen dan membentuk memanaskan batubara dalam wadah baja dengan kecepatan
air, adanya oksigen tidak diinginkan khususnya selama 3oC/min kemudian diukur fluiditasnya.
penyimpanan karena selain mengoksidasi hidrogen,
unsur ini juga membuat cross-link antar gugus kimia
(seperti gugus aromatik atau karbonil) sehingga memper-
besar massa jenis senyawa tersebut. Peningkatan massa
jenis menyebabkan semakin sulitnya batubara
mengembang atau menjadi fluid (turunnya nilai fluidity).
PPBB-KOKAS-Ismi Handayani 27 PPBB-KOKAS-Ismi Handayani 28
27 28
7
06/05/2024
29 30
31 32
8
06/05/2024
Analisa Crucible Swelling Number (CSN) Analisa Crucible Swelling Number (CSN)
atau nilai muai bebas
▪ Nilai CSN : 1 sampai 2 batubara
bukan batubara kokas yang baik.
➢ Sifat caking dapat pula ditentukan dengan analisa Crucible Batubara ini akan mempunyai pori-pori
Swelling Number (CSN) atau nilai muai bebas. CSN yang terlalu rendah.
merupakan suatu parameter yang menunjukkan seberapa
muai batubara apabila dipanaskan dengan cepat. ▪ Nilai CSN : 8 sampai 9 tingkat
pemuaiannya terlalu tinggi sehingga
➢ CSN ditentukan dengan memanaskan batubara sampai jika dijadikan kokas akan memiliki
800ºC di dalam cawan/krusibel selama waktu 5,5-7 menit. pori-pori yang terlalu besar dan rapuh.
Setelah zat terbang habis, bentuk batubara hasil
▪ Nilai CSN : 4 sampai 6 batubara yang
pemanasan yang kemudian dibandingkan dengan
ideal untuk diproses menjadi kokas
penampang baku bernomor 1 sampai 9. dimana batubara ini akan menjadi
Pencocokan Hasil tes CSN kokas yang cukup berpori dan kuat
➢ Di beberapa negara, CSN disebut pula sebagai Free menahan beban
Swelling Index (FSI).
Tes CSN dengan standar ASTM D 720-9
33 34
35 36
9
06/05/2024
Parameter utama batubara untuk karbonisasi (coking) Standar kualitas dan seleksi batubara mengokas
Kravlen 1993
Dari berbagai metode pengujian dan analisis batubara untuk keperluan
GROUP PARAMETER PARAMETERS UNIT INDICATIVE VALUES
pembuatan kokas, maka tahap selanjutnya adalah penentuan batubara
C-contet daf (%) 88
yang dapat digunakan sebagai bahan baku
H-content daf (%) 5,25
H/C ; O/C - values 0,04 ; 0,725
Rank Parameters
Rm (V-reflectance) 1,25 Perbedaan batasan kualitas kokas dan teknologi yang digunakan untuk tiap
VM-content daf (%) 24 - 28 coking plant membuat target komposisi dan sifat batubara (kriteria coal
CV (MJ/kg), mmmf 35 blend) berbeda-beda.
Type Parameters
V/I/L - values (%) 55/35/10
(Petrography Composition) Beberapa produsen menggunakan parameter sebaran reflektan dari vitrinit
FSI 6,5 - 8 sebagai target blending dan sebagian lain menggunakan basisitas abu
Dilatation Behavior (ortho-pl. type) eu-plastic
sebagai target blending.
Rheological Parameters Dilatation Values % 100
(on heating) Max. Fluidity Geiseler 1000
US Steel mengembangkan parameter tersendiri untuk menentukan target
Roga Index 45
blending berdasarkan dua hal yaitu Composisition Balance Index (CBI) dan
Gray-King Assay ≥ G4
Parameters for Ash % <7
Strength Index (SI).
Contaminants S % 0,5
37 38
Selama proses pembuatan kokas, batubara mengalami beberapa tahap reaksi kimia
dan perubahan fisik. Menurut Berkowitz (1985), di tahap awal pemanasan, air dan
karbondioksida hadir sebagai produk dekomposisi termal pada suhu 150-175oC.
Kenaikan suhu 200-370oC, molekul organik ringan mulai terlepas dan menguap
meninggalkan molekul batubara. Kemudian pada tahap dekomposisi aktif,
Pada suhu 350-550oC, hampir 75% zat terbang (VM) yang terkandung di batubara t
termasuk tar dan hidrokarbon ringan akan keluar dari batubara.
Pada suhu 350-500oC, batubara yang memiliki sifat coking mulai melunak,
mengembang dan kemudian menyatu membentuk padatan koheren.
Proses dekomposisi aktif pada suhu 500oC membuat hampir seluruh residu
batubara berupa karbon aromatik yang bertahan dalam batubara. Semi kokas akan
memiliki sifat viskoelastis sampai suhu 700oC dan selanjutnya akan membentuk
kokas yang kuat sampai kenaikan suhu sekitar 1000oC
39 40
10
06/05/2024
41 42
By-product Process
PPBB-KOKAS-Ismi Handayani 43
43
11