Dasar Metode Ilmiah: Konsep & Jenis
Dasar Metode Ilmiah: Konsep & Jenis
Kelompok 1
Anggota :
Dosem Pembimbing :
Jurusan Fisika
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Negeri Padang
2017
1
KATA PENGANTAR
Syukur Alhamdulillah tidak lupa Penulis ucapkan kehadirat Allah Yang Maha Esa atas
segala limpahan Rahmat dan Karunia-Nyalah sehingga Penulis dapat menyelesaikan makalah
ini sesuai dengan jangka waktu yang telah ditentukan.
Dalam makalah ini diangkat judul “Dasar-Dasar Metode Ilmiah”. Untuk memenuhi
predikatnya sebagai makalah, tentu saja penyajian teori dipaparkan lebih detail serta tetap
memperhatikan bahan pustaka yang diambil sebagai sumber landasan teori, sehingga makalah ini
dapat dijadikan sebagai bahan referensi untuk masyarakat luas.
Penulis sadari sepenuhnya dalam penyusunan makalah ini masih terdapat kekurangan
karena keterbatasan pengetahuan yang Penulis miliki. Oleh karena itu, Penulis mengharapkan
kritik dan saran yang bersifat membangun bagi kesempurnaan makalah ini. Akhir kata Penulis
ucapkan semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin.
Penulis
2
Dasar-dasar Metode Ilmiah
Metode Metode
Pengertian Dasar-Dasar
Penelitian Penelitian
Metode Ilmiah Metode ilmiah
Kualitatif Kuntitatif
3
DAFTAR ISI
BAB I...............................................................................................................................................1
A. Latar Belakang......................................................................................................................1
B. Rumusan Masalah.................................................................................................................2
C. Tujuan Penulisan..................................................................................................................2
BAB II.............................................................................................................................................3
PEMBAHASAN..............................................................................................................................3
A. Konsep Dasar-Dasar Metode Ilmiah....................................................................................3
a. Pengertian Metode Ilmiah.................................................................................................3
b. Dasar-dasar Metode Ilmiah...............................................................................................4
c. Tujuan Mempelajari Metode Ilmiah.................................................................................4
d. Langkah-Langkah Metode Ilmiah.....................................................................................4
B. Ciri- Ciri Metode Ilmiah.......................................................................................................5
C. Sikap Ilmiah..........................................................................................................................6
D. Jenis-Jenis Dasar-Dasar Penelitian.......................................................................................8
a. Penelitian Kuantitatif........................................................................................................8
b. Metode Penelitian Kualitatif...........................................................................................10
BAB IV..........................................................................................................................................12
PENUTUP.....................................................................................................................................12
A. KESIMPULAN...................................................................................................................12
B. SARAN...............................................................................................................................12
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................................................13
4
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Metode ilmiah merupakan suatu posedure atau urutan langkah yang harus
dilakukan untuk melakukan suatu proyek ilmiah. Metode Ilmiah Juga dapat didefenisikan
sebagai cara menerapkan prinsip-prinsip logis terhadap penemuan,pengesahan dan
penjelesan kebenaran (Almadk,1939). Metode ilmiah atau proses ilmiah (bahasa Inggris:
scientific method) merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara
sistematis berdasarkan bukti fisis.
5
didasari oleh logika atau penalaran dan cara berpikir empiris yang didasari oleh fakta atau
realita.
Penelitian sebagai upaya untuk memperoleh kebenaran harus didasari oleh proses
berpikir ilmiah yang dituangkan dalam metode ilmiah. Metode ilmiah adalah kerangka
landasan bagi terciptanya pengetahuan ilmiah. Penelitian yang dilakukan menggunakan
metode ilmiah mengandung dua unsur penting yakni pengamatan (observation) dan
penalaran (reasoning). Metode ilmiah didasari oleh pemikiran bahwa apabila suatu
pernyataan ingin diterima sebagai suatu kebenaran maka pernyataan tersebut harus dapat
diverifikasi atau diuji kebenarannya secara empirik (berdasarkan fakta).
B. Rumusan Masalah
1. Apakah Konsep-Konsep Dasar-dasar metode ilmiah?
2. Bagaiman ciri-ciri dasar-dasar metode ilmiah?
3. Bagaiman Sikap dasar-dasar metode ilmiah?
4. Bagaimana langkah-langkah penulisan metode ilmiah?
5. Apa manfaat dan tujuan penulisan metode ilmiah?
6. Apa saja jenis dasar-dasar metode ilmiah?
C. Tujuan Penulisan
1. Mengetahui konsep dasar-dasar metode ilmiah.
2. Mengetahui ciri-ciri dasar-dasar metode ilmiah.
3. Mengetahui Sikap dasar-dasar metode ilmiah.
4. Mengetahui langkah-langkah penulisan metode ilmiah
5. Mengetahui manfaat dan tujuan penulisan metode ilmiah.
6. Mengetahui jenis dasar-dasar metode ilmiah.
6
BAB II
PEMBAHASAN
Metode ilmiah merupakan suatu posedure atau urutan langkah yang harus
dilakukan untuk melakukan suatu proyek ilmiah. Metode Ilmiah Juga dapat didefenisikan
sebagai cara menerapkan prinsip-prinsip logis terhadap penemuan,pengesahan dan
penjelesan kebenaran (Almadk,1939). Metode ilmiah atau proses ilmiah (bahasa Inggris:
scientific method) merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara
sistematis berdasarkan bukti fisis.
1.) Menurut Almadk (1939),” metode ilmiah adalah cara menerapkan prinsip-prinsip
logis terhadap penemuan, pengesahan dan penjelasan kebenaran. Sedangkan Ostle
(1975) berpendapat bahwa metode ilmiah adalah pengejaran terhadap sesuatu untuk
memperoleh sesuatu interelasi.”
2.) (Ostle, 1975) berpendapat bahwa metode ilmiah adalah pengejaran terhadap sesuatu
untuk memperoleh sesuatu interelasi.
3.) Brotowidjoyo (1985: 8-9) mengatakan bahwa “ilmiah adalah ilmu pengetahuan yang
menyajikan fakta”.
7
4.) Wahyu (2001: 61) mengatakan bahwa “sesuatu dapat dikatakan ilmiah jika ia
mengungkapkan suatu permasalahan dengan metode ilmiah”.
5.) Maryadi dalam Harun, dkk (2001: 14) mendefinisikan ilmiah yaitu “suatu yang
memuat dan mengkaji suatu permasalahan tertentu dengan menggunakan kaidah-
kaidah keilmuan”.
6.) Diterangkan dalam wikipedia, pengertian metode ilmiah atau proses ilmiah (scientific
method) merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara
sistematis berdasarkan bukti fisis.
7.) Menurut Donald & William(1997),
penelitian ilmiah adalah Penyelidikan yang sistematis, terkendali, empiris dan kritis
mengenai fenomena-fenomena alam yang dibimbing oleh teori dan hipotesis-
hipotesis mengenai hubungan-hubungan yang diduga antara fenomena-fenomena
tersebut.
8.) Menurut Webter Dictionary, Penelitian adalah investigasi atau eksperimen yang
bertujuan untuk menemukan dan interpretasi atas fakta, revisi atas teori atau hukum,
atau aplikasi atas teori atau hukum yang telah direvisi
8
9. Prediksi (deduksi logis dari hipotesis)
10. Evaluasi dan Pengulangan
11. Membual generalisasi dan kesimpulan.
12. Membuat Laporan.
Karakterisasi
Metode ilmiah bergantung pada karakterisasi yang cermat atas subjek investigasi.
Dalam proses karakterisasi, ilmuwan mengidentifikasi sifat-sifat utama yang relevan
yang dimiliki oleh subjek yang diteliti. Selain itu, proses ini juga dapat melibatkan proses
penentuan (definisi) dan pengamatan; pengamatan yang dimaksud seringkali memerlukan
pengukuran dan/atau perhitungan yang cermat.
Proses pengukuran dapat dilakukan dalam suatu tempat yang terkontrol, seperti
laboratorium. Proses pengukuran sering memerlukan peralatan ilmiah khusus seperti
termometer, spektroskop, atau voltmeter, dan kemajuan suatu bidang ilmu biasanya
berkaitan erat dengan penemuan peralatan semacam itu. Hasil pengukuran secara ilmiah
biasanya ditabulasikan dalam tabel, digambarkan dalam bentuk grafik, atau dipetakan,
dan diproses dengan perhitungan statistika seperti korelasi dan regresi.
Eksperimen
9
Setelah prediksi dibuat, hasilnya dapat diuji dengan eksperimen. Jika hasil
eksperimen bertentangan dengan prediksi, maka hipotesis yang sedak diuji tidaklah benar
atau tidak lengkap dan membutuhkan perbaikan atau bahkan perlu ditinggalkan. Jika
hasil eksperimen sesuai dengan prediksi, maka hipotesis tersebut boleh jadi benar namun
masih mungkin salah dan perlu diuji lebih lanjut.
Eksperimen tersebut dapat berupa eksperimen klasik di dalam laboratorium atau
ekskavasi arkeologis.Pencatatan juga akan membantu dalam reproduksi eksperimen.
Proses ilmiah merupakan suatu proses yang iteratif, yaitu berulang. Pada langkah
yang manapun, seorang ilmuwan mungkin saja mengulangi langkah yang lebih awal
karena pertimbangan tertentu. Ketidakberhasilan untuk membentuk hipotesis yang
menarik dapat membuat ilmuwan mempertimbangkan ulang subjek yang sedang
dipelajari. Ketidakberhasilan suatu hipotesis dalam menghasilkan prediksi yang menarik
dan teruji dapat membuat ilmuwan mempertimbangkan kembali hipotesis tersebut atau
definisi subjek penelitian. Ketidakberhasilan eksperimen dalam menghasilkan sesuatu
yang menarik dapat membuat ilmuwan mempertimbangkan ulang metode eksperimen
tersebut, hipotesis yang mendasarinya, atau bahkan definisi subjek penelitian itu.
Dapat pula ilmuwan lain memulai penelitian mereka sendiri dan memasuki proses
tersebut pada tahap yang manapun. Mereka dapat mengadopsi karakterisasi yang telah
dilakukan dan membentuk hipotesis mereka sendiri, atau mengadopsi hipotesis yang
telah dibuat dan mendeduksikan prediksi mereka sendiri. Sering kali eksperimen dalam
proses ilmiah tidak dilakukan oleh orang yang membuat prediksi, dan karakterisasi
didasarkan pada eksperimen yang dilakukan oleh orang lain.
10
Keteragan-keterangan yang ingin diperoleh dalam penelitian, baik yang akan
dikumpulkan dan yang dianalisis harus berdasarkan fakta-fakta, dan bukan merupakan
penemuan atau pembuktian yang berdasarkan pada daya khayal, kira-kira, legenda, atau
kegiatan sejenis.
2) Bebas dari prasangka
Metode ilmiah harus memiliki sifat bebas dari prasangka, bersih dan jauh dari
pertimbangan-pertimbangan subyektif. Menggunakan suatu fakta harus dengan alasan
atau bukti lengkap dan pembuktian yang obyektif.
3) Menggunakan prinsip analisis
Dalam memahami serta member arti terhadap fenomena yang kompleks harus
menggunakan prinsip analisis. Semua masalah harus dicari dan temukan sebab musabab
serta pemecahannya dengan menggunakan analisis yang logis. Fakta yang mendukung
tidaklah dibiarkan sebagaimana adanya atau hanya dibuat deskripsinya saja. Akan tetapi
semua kejadian harus dicari sebab akibat dengan menggunakan analisis yang tajam.
Perumusan masalah, antara lain dengan menyusun hipotesis
Hipotesa digunakan untuk memandu jalan pikiran kea rah tujuan yang ingin dicapai
sehingga hasil yang ingin diperoleh akan mengenai sasaran yang tepat.
11
Dalam memperlakukan data ukuran kuantitatif yang lazim harus digunakan, kecuali
untuk atribut-atribut yang tidak dapat dikuantifikasikan. Data yang didapat menggunakan
data ukuran kuantitatif, contoh ton, mm, ohm, kilogram, dan sebagainya. Tidak
menggunakan ukuran seperti sejauh mata memandang, sehitam aspal, dan
sebagainya.Kuantifikasi yang termudah adalah dengan menggunakan ukuran nominal,
ranking, dan rating.
12
dirumuskan relevan dengan hipotesis yang diajukan. Hipotesis digali dari penelusuran
referensi teoritis dan mengkaji hasil-hasil penelitian sebelumnya.
4. Metode/Strategi Pendekatan Penelitian: Untuk Menguji Hipotesis maka peneliti
memilih metode/strategi/pendekatan/desain penelitian yang sesuai
5. Menyusun instrument penelitian/Melakukan eksperimen : langkah setelah
menentukan metode/strategi pendekatan, maka peneliti merancang instrument
penelitian sebagai alat pengumpulan data, misalnya angket, pedoman wawncara, atau
pedoman observasi,dan melakukan pengujian validitas dan reliabilitas instrument
agar instrument memang tepat dan layak untuk mengukur variabel penelitian.
Eksperimen dirancang dan dilakukan untuk menguji hipotesis yang diajukan.
Perhitungkan semua variable, yaitu semua yang berpengaruh pada eksperimen:
variabel bebas, variabel terikat dan variabel kontrol. Variabel bebas merupakan
variabel yang dapat diubah secara bebas, variabel terikat adalah variabel yang teliti,
yang perubahannya tergantung pada variabel bebas. Sedangkan variabel control
adalah variabel yang selama eksperimen dipertahankan tetap.
6. Mengumpulkan Data: Data penelitian dikumpulkan dengan instrument yang
kemudian dilakukan pengolahan dan analisis data dengan menggunakan alat-alat uji
statistik yang relevan dengan tujuan penelitian atau pengujian secara kualitatif
7. Simpulan: Langkah terakhir adalah membuat simpulan dari data yang dianalisis.
Kesimpulan proyek merupakan ringkasan hasil proyek eksperimen dan pernyataan
bagaimana hubungan antara hasil eksperimen dengan hipotesis. Alasan-alasan untuk
hasil eksperiment yang bertentangan dengan hipotesis termasuk didalamnya. Jika
dapat dilakukan, kesimpulan dapat diakhiri dengan memberikan pemikiran untuk
penelitian yang lebih lanjut. Melalui kesimpulan maka akan terjawab rumusan
masalah dan hipotesis yang diajukan dapat dibuktikan kebenarannya
13
Bersifat kritis, analistis, artinya metode menunjukkan adanya proses yang tepat untuk
mengidentifikasi masalah danmenentukan metode untuk pemecahan masalah.
Sistematik
Berarti suatu penelitian harus disusun dan dilaksanakan secara berurutan sesuai pola dan
kaidah yang benar, dari yang mudah dan sederhana sampai yang kompleks.
Logis
Suatu penelitian dikatakan benar bila dapat diterima akal dan berdasarkan faktaempirik.
Pencarian kebenaran harus berlangsung menurut prosedur atau kaidah bekerjanya akal,
yaitu logika. Prosedur penalaran yang dipakai bisa prosedur induktif yaitu cara berpikir
untuk menarik kesimpulan umum dari berbagai kasus individual (khusus) atau prosedur
deduktif yaitu cara berpikir untuk menarik kesimpulan yang bersifat khusus dari
pernyataan yang bersifat umum.
Empirik
Artinya suatu penelitian biasanya didasarkan pada pengalaman sehari-hari (fakta
aposteriori, yaitu fakta dari kesan indra) yang ditemukan atau melalui hasil coba-coba
yang kemudian diangkat sebagai hasil penelitian. Landasan penelitian empirik ada tiga
yaitu :
1) Hal-hal empirik selalu memiliki persamaan dan perbedaan (ada penggolongan
atau perbandingan satu sama lain).
2) Hal-hal empirik selalu berubah-ubah sesuai dengan waktu.
3) Hal-hal empirik tidak bisa secara kebetulan, melainkan ada penyebabnya (ada
hubungan sebab akibat)
Bersifat obyektif, artinya dapat dicontoh oleh ilmuwan lain dalam studi yang sama
dengan kondisi yang sama pula. Bersifat konseptual, artinya proses penelitian dijalankan
dengan pengembangan konsep dan teori agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.
14
yang sama. Agar bersifat replikatif, penyusunan definisi operasional variabel menjadi
langkah penting bagi seorang peneliti.
C Sikap Ilmiah
Sikap Ilmiah adalah suatu sikap yang menerima pendapat orang lain dengan baik
dan benar yang tidak mengenal putus asa serta dengan ketekunan juga keterbukaan.
Sikap ilmiah merupakan sikap yang harus ada pada diri seorang ilmuwan atau akademisi
ketika menghadapi persoalan-persoalan ilmiah untuk dapat melalui proses penelitian
yang baik dan hasil yang baik pula. Sikap ilmiah ini perlu dibiasakan dalam berbagai
forum ilmiah, misalnya dalam seminar, diskusi, loka karya, sara sehan, dan penulisan
karya ilmiah.
Metode Ilmiah didasari oleh adanya sikap ilmiah. Sikap-sikap ilmiah tersebut meliputi :
a. Rasa ingin Tahu
b. Obyektif terhadap fakta.
c. Tidak tergesa-gesa mengambil kesimpulan bila belum cukup data yang mendukung
kesimpulan itu.
d. Berhati terbuka artinya menerima pandangan atau gagasan orang lain.
e. Tidak mencampur adukkan fakta dengan pendapat.
f. Bersikap hati-hati.
g. Sikap ingin menyelidiki atau keingintahuan (couriosity) yang tinggi.
15
h. Sikap menghargai karya orang lain.
i. Sikap tekun.
j. Sikap berani mempertahankan kebenaran.
k. Sikap menjangkau ke depan.
Metode ilmiah merupakan suatu prosedur (urutan langkah) yang harus dilakukan untuk
melakukan suatu proyek ilmiah (science project). Secara umum metode ilmiah meliputi langkah-
langkah berikut:
16
Observasi Awal
Mengidentifikasi Masalah
Merumuskan atau Menyatakan Hipotesis
Melakukan Eksperimen
Menyimpulkan Hasil Eksperimen
1. Observasi awal:
Setelah topik yang akan diteliti dalam proyek ilmiah ditentukan, langkah pertama untuk
melakukan proyek ilmiah adalah melakukan observasi awal untuk mengumpulkan informasi
segala sesuatu yang berhubungan dengan topik tersebut melalui pengalaman, berbagai sumber
ilmu pengetahuan, berkonsultasi dengan ahli yang sesuai.
Gunakan semua referensi: buku, jurnal, majalah, koran, internet, interview, dll
Kumpulkan informasi dari ahli: instruktur, peneliti, insinyur, dll
Lakukan eksplorasi lain yang berhubungan dengan topik.
2. Mengidentifikasi masalah:
Permasalahan merupakan pertanyaan ilmiah yang harus diselesaikan. Permasalahan dinyatakan
dalam pertanyaan terbuka yaitu pertanyaan dengan jawaban berupa suatu pernyataan, bukan
jawaban ya atau tidak. Sebagai contoh: Bagaimana cara menyimpan energi surya di rumah?
4. Melakukan Eksperimen:
17
Eksperimen dirancang dan dilakukan untuk menguji hipotesis yang diajukan. Perhitungkan
semua variabel, yaitu semua yang berpengaruh pada eksperimen. Ada tiga jenis variabel yang
perlu diperhatikan pada eksperimen: variabel bebas, variabel terikat, dan variabel kontrol.
Varibel bebas merupakan variabel yang dapat diubah secara bebas. Variabel terikat adalah
variabel yang diteliti, yang perubahannya bergantung pada variabel bebas. Variabel kontrol
adalah variabel yang selama eksperimen dipertahankan tetap.
a. Penelitian Kuantitatif
1. Definisi Penelitian Kuantitatif
Kasiram (2008: 149) dalam bukunya Metodologi Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif,
mendifinisikan penelitian kuantitatif adalah suatu proses menemukan pengetahuan yang
menggunakan data berupa angka sebagai alat menganalisis keterangan mengenai apa
yang ingin diketahui.
18
2. Asumsi Penelitian Kuantitatif
Penelitian kuantitatif didasarkan pada asumsi sebagai berikut (Nana Sudjana dan
Ibrahim, 2001; Del Siegle, 2005, dan Johnson, 2005).
a. Bahwa realitas yang menjadi sasaran penelitian berdimensi tunggal, fragmental, dan
cenderung bersifat tetap sehingga dapat diprediksi.
b. Variabel dapat diidentifikasi dan diukur dengan alat-alat yang objektif dan baku.
3. Karakeristik Penelitian Kuantitatif
Karakteristik penelitian kuantitatif adalah sebagai berikut (Nana Sudjana dan
Ibrahim, 2001 : 6-7; Suharsimi Arikunto, 2002 : 11; Johnson, 2005; dan Kasiram 2008:
149-150) :
a. Menggunakan pola berpikir deduktif (rasional – empiris atau top-down), yang
berusaha memahami suatu fenomena dengan cara menggunakan konsep-konsep
yang umum untuk menjelaskan fenomena-fenomena yang bersifat khusus.
b. Logika yang dipakai adalah logika positivistik dan menghundari hal-hal yang
bersifat subjektif.
c. Proses penelitian mengikuti prosedur yang telah direncanakan.
d. Tujuan dari penelitian kuantitatif adalah untuk menyususun ilmu nomotetik yaitu
ilmu yang berupaya membuat hokum-hukum dari generalisasinya.
19
f. Penelitian eksperimen
20
b. Metode Penelitian Kualitatif
1. Definisi Kualitatif
Metode penelitian kualitatif adalah sebuah metode yang fokus terhadap asumsi
berdasarkan fakta. Sebuah penelitian kualitatif meyakini bahwa kebenaran itu dinamis,
dan dapat dicari tau dengan menelaah orang-orang terkait interaksinya dengan situasi.
Ada lima ciri pokok karakteristik metode penelitian kualitatif yaitu:
Menggunakan lingkungan alamiah sebagai sumber data.
21
2. Dapat mengaitkan fakta-fakta yang menjadi kajian
3. Merupakan suatu pengejaran terhadap kebenaran yang diatur oleh pertimbangan-
pertimbangan logis.
1. Melatih berpikir tertib dan teratur karena menulis ilmiah harus mengikuti tata cara
penulisan yang sudah ditentukan prosedur tertentu, metode dan teknik, aturan / kaidah
standar, disajikan teratur, runtun dan tertib.
2. Menulis ilmiah memerlukan literatur, buku-buku ilmiah, kamus, ensiklopedia yang
disusun tertib.
3. Oleh sebab pada hakikatnya sebuah karangan ilmiah ialah laporan tentang kebenaran
yang diperoleh dari hasil penelitian di lapangan.
4. Karena dalam karya ilmiah ada organ yang disebut bab pembahasan yang berfungsi
menganalisis, memecahkan dan menjawab setiap permasalahan sampai tuntas hingga
ditemukannya jawaban berupa karya ilmiah.
5. Karena dalam karya ilmiah ada orang yang disebut bab landasan teori atau kerangka
teoritis yang berfungsi memaparkan teori-teori para ahli seta mengomentari atau
mengkritiknya untuk mendukung dan memperkuat argumen penulis.
6. Bahasa komunikatif ilmiah memiliki syarat :
BAB IV
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Berdasarkan uraian diatas, maka hal yang dapat penulis simpulkan adalah sebagai
berikut:
1. Metode ilmiah (Scientific Method)adalah metode atau cara tertentu dalam melakukan
kajian untuk mendapatkan pengetahuan mengenai realitas dari sesuatu melalui jalan
percobaan (eksperimen).
22
2. Metode ilmiah adalah sistem yang digunakan oleh para ilmuwan untuk
mengeksplorasi data, menghasilkan dan menguji hipotesis, mengembangkan teori-
teori baru dan mengkonfirmasi atau menolak hasil sebelumnya.Metode Ilmiah
memiliki ciri-ciri keilmuan, yaitu Sistematik, Logis, Empirik, Reflikatif
3. Sikap-sikap ilmiah tersebut meliputi : Rasa ingin Tahu, Obyektif terhadap fakta,
Tidak tergesa-gesa mengambil kesimpulan bila belum cukup data yang mendukung
kesimpulan itu, Berhati terbuka artinya menerima pandangan atau gagasan orang
lain, Tidak mencampur adukkan fakta dengan pendapat, Bersikap hati-hati, Sikap
ingin menyelidiki atau keingintahuan (couriosity) yang tinggi.
Sikap menghargai karya orang lain, Sikap tekun, Sikap berani mempertahankan
kebenaran, Sikap menjangkau ke depan.
4. Jenis Penelitian terbagi menjadi dua yaitu Penelitian Kualitatif, dan Penelitian
Kuantitatif.
B. SARAN
Dengan adanya kepustakaan dan referensi ini, diharapkan tidak ada lagi plagiator dan
semua yang ditulis dalam karya ilmiah benar-benar original dan hasil karya sendiri.
23
DAFTAR PUSTAKA
John W. Creswell. 2010. Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar. w
Sastroasmoro, S. (2002). Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Klinis Edisi ke-2. Jakarta : CV.
Sagung Seto.
Sudarwan Danim dan Darwis. (2003). Metode Penelitian : Prosedur, Kebijakan, dan Etik.
Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Sudjana, Nana dan Ibrahim. (2001). Penelitian dan Penilaian Pendidikan. Bandung : Sinar Baru
Algensindo.
Suharsimi, Arikunto. (2002). Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : Rineka
Cipta.
24