0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
68 tayangan24 halaman

Dasar Metode Ilmiah: Konsep & Jenis

Diunggah oleh

helmita
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
68 tayangan24 halaman

Dasar Metode Ilmiah: Konsep & Jenis

Diunggah oleh

helmita
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Makalah

Metodologi Penelitian Dan Publikasi


“ Dasar-Dasar Metode Ilmiah”

Kelompok 1

Anggota :

1. Maria idayu (14034006)


2. Nila yulita (14034017)

Dosem Pembimbing :

Dr. Ahmad Fauzi, M.si

Jurusan Fisika
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Negeri Padang
2017

1
KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah tidak lupa Penulis ucapkan kehadirat Allah Yang Maha Esa atas
segala limpahan Rahmat dan Karunia-Nyalah sehingga Penulis dapat menyelesaikan makalah
ini sesuai dengan jangka waktu yang telah ditentukan.
Dalam makalah ini diangkat judul “Dasar-Dasar Metode Ilmiah”. Untuk memenuhi
predikatnya sebagai makalah, tentu saja penyajian teori dipaparkan lebih detail serta tetap
memperhatikan bahan pustaka yang diambil sebagai sumber landasan teori, sehingga makalah ini
dapat dijadikan sebagai bahan referensi untuk masyarakat luas.
Penulis sadari sepenuhnya dalam penyusunan makalah ini masih terdapat kekurangan
karena keterbatasan pengetahuan yang Penulis miliki. Oleh karena itu, Penulis mengharapkan
kritik dan saran yang bersifat membangun bagi kesempurnaan makalah ini. Akhir kata Penulis
ucapkan semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin.

Padang, 1 maret ,2017

Penulis

2
Dasar-dasar Metode Ilmiah

konsep dasar- ciri-ciri dasar- Sikap dasar- jenis dasar-


dasar metode dasar metode dasar metode dasar metode
ilmiah. ilmiah. ilmiah ilmiah

Metode Metode
Pengertian Dasar-Dasar
Penelitian Penelitian
Metode Ilmiah Metode ilmiah
Kualitatif Kuntitatif

3
DAFTAR ISI
BAB I...............................................................................................................................................1
A. Latar Belakang......................................................................................................................1
B. Rumusan Masalah.................................................................................................................2
C. Tujuan Penulisan..................................................................................................................2
BAB II.............................................................................................................................................3
PEMBAHASAN..............................................................................................................................3
A. Konsep Dasar-Dasar Metode Ilmiah....................................................................................3
a. Pengertian Metode Ilmiah.................................................................................................3
b. Dasar-dasar Metode Ilmiah...............................................................................................4
c. Tujuan Mempelajari Metode Ilmiah.................................................................................4
d. Langkah-Langkah Metode Ilmiah.....................................................................................4
B. Ciri- Ciri Metode Ilmiah.......................................................................................................5
C. Sikap Ilmiah..........................................................................................................................6
D. Jenis-Jenis Dasar-Dasar Penelitian.......................................................................................8
a. Penelitian Kuantitatif........................................................................................................8
b. Metode Penelitian Kualitatif...........................................................................................10
BAB IV..........................................................................................................................................12
PENUTUP.....................................................................................................................................12
A. KESIMPULAN...................................................................................................................12
B. SARAN...............................................................................................................................12
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................................................13

4
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Metode ilmiah merupakan suatu posedure atau urutan langkah yang harus
dilakukan untuk melakukan suatu proyek ilmiah. Metode Ilmiah Juga dapat didefenisikan
sebagai cara menerapkan prinsip-prinsip logis terhadap penemuan,pengesahan dan
penjelesan kebenaran (Almadk,1939). Metode ilmiah atau proses ilmiah (bahasa Inggris:
scientific method) merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara
sistematis berdasarkan bukti fisis.

Ilmuwan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya


untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut
diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis
tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah. Metode ilmiah adalah cara menerapkan prinsip-
prinsip logis terhadap penemuan, pengesahan dan penjelasan tentang suatu kebenaran,
(Wikipedia)

Metode penelitian merupakan salah satu cara untuk mengungkapkan suatu


kebenaran. Banyak para pakar kita yang telah meneliti suatu ilmu maupun penemuan
baru dengan metode-metode yang telah ada.Penelitian adalah cara menemukan ilmu
baru,oleh karenanya diperlukan metode-metode agar suatu penelitian dianggap valid dan
relevan. Banyak cara yang ditempuh untuk mengadakan suatu penelitian dalam
perkembangan ilmu sekarang ini.
Penelitian adalah langkah sistematis dalam upaya memecahkan masalah.
Penelitian merupakan penelaahan terkendali yang mengandung dua hal pokok yaitu
logika berpikir dan data atau informasi yang dikumpulkan secara empiris. Logika berpikir
tampak dalam langkah-langkah sistematis mulai dari pengumpulan, pengolahan, analisis,
penafsiran dan pengujian data sampai diperolehnya suatau kesimpulan. Informasi
dikatakan empiris jika sumber data mengambarkan fakta yang terjadi bukan sekedar
pemikiran atau rekayasa peneliti. Penelitian menggabungkan cara berpikir rasional yang

5
didasari oleh logika atau penalaran dan cara berpikir empiris yang didasari oleh fakta atau
realita.
Penelitian sebagai upaya untuk memperoleh kebenaran harus didasari oleh proses
berpikir ilmiah yang dituangkan dalam metode ilmiah. Metode ilmiah adalah kerangka
landasan bagi terciptanya pengetahuan ilmiah. Penelitian yang dilakukan menggunakan
metode ilmiah mengandung dua unsur penting yakni pengamatan (observation) dan
penalaran (reasoning). Metode ilmiah didasari oleh pemikiran bahwa apabila suatu
pernyataan ingin diterima sebagai suatu kebenaran maka pernyataan tersebut harus dapat
diverifikasi atau diuji kebenarannya secara empirik (berdasarkan fakta).

B. Rumusan Masalah
1. Apakah Konsep-Konsep Dasar-dasar metode ilmiah?
2. Bagaiman ciri-ciri dasar-dasar metode ilmiah?
3. Bagaiman Sikap dasar-dasar metode ilmiah?
4. Bagaimana langkah-langkah penulisan metode ilmiah?
5. Apa manfaat dan tujuan penulisan metode ilmiah?
6. Apa saja jenis dasar-dasar metode ilmiah?

C. Tujuan Penulisan
1. Mengetahui konsep dasar-dasar metode ilmiah.
2. Mengetahui ciri-ciri dasar-dasar metode ilmiah.
3. Mengetahui Sikap dasar-dasar metode ilmiah.
4. Mengetahui langkah-langkah penulisan metode ilmiah
5. Mengetahui manfaat dan tujuan penulisan metode ilmiah.
6. Mengetahui jenis dasar-dasar metode ilmiah.

6
BAB II

PEMBAHASAN

A Konsep Dasar-Dasar Metode Ilmiah

a. Pengertian Metode Ilmiah

Metode ilmiah merupakan suatu posedure atau urutan langkah yang harus
dilakukan untuk melakukan suatu proyek ilmiah. Metode Ilmiah Juga dapat didefenisikan
sebagai cara menerapkan prinsip-prinsip logis terhadap penemuan,pengesahan dan
penjelesan kebenaran (Almadk,1939). Metode ilmiah atau proses ilmiah (bahasa Inggris:
scientific method) merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara
sistematis berdasarkan bukti fisis.

Ilmuwan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya


untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut
diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis
tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah. Metode ilmiah adalah cara menerapkan prinsip-
prinsip logis terhadap penemuan, pengesahan dan penjelasan tentang suatu kebenaran,
(Wikipedia)

Adapun pengertian metode ilmiah menurut ahli :

1.) Menurut Almadk (1939),” metode ilmiah adalah cara menerapkan prinsip-prinsip
logis terhadap penemuan, pengesahan dan penjelasan kebenaran. Sedangkan Ostle
(1975) berpendapat bahwa metode ilmiah adalah pengejaran terhadap sesuatu untuk
memperoleh sesuatu interelasi.”
2.) (Ostle, 1975) berpendapat bahwa metode ilmiah adalah pengejaran terhadap sesuatu
untuk memperoleh sesuatu interelasi.
3.) Brotowidjoyo (1985: 8-9) mengatakan bahwa “ilmiah adalah ilmu pengetahuan yang
menyajikan fakta”.

7
4.) Wahyu (2001: 61) mengatakan bahwa “sesuatu dapat dikatakan ilmiah jika ia
mengungkapkan suatu permasalahan dengan metode ilmiah”.
5.) Maryadi dalam Harun, dkk (2001: 14) mendefinisikan ilmiah yaitu “suatu yang
memuat dan mengkaji suatu permasalahan tertentu dengan menggunakan kaidah-
kaidah keilmuan”.
6.) Diterangkan dalam wikipedia, pengertian metode ilmiah atau proses ilmiah (scientific
method) merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara
sistematis berdasarkan bukti fisis.
7.) Menurut Donald & William(1997),
penelitian ilmiah adalah Penyelidikan yang sistematis, terkendali, empiris dan kritis
mengenai fenomena-fenomena alam yang dibimbing oleh teori dan hipotesis-
hipotesis mengenai hubungan-hubungan yang diduga antara fenomena-fenomena
tersebut.
8.) Menurut Webter Dictionary, Penelitian adalah investigasi atau eksperimen yang
bertujuan untuk menemukan dan interpretasi atas fakta, revisi atas teori atau hukum,
atau aplikasi atas teori atau hukum yang telah direvisi

Jadi dapat disimpulkan bahwa metode ilmiah (Scientific Method)adalah metode


atau cara tertentu dalam melakukan kajian untuk mendapatkan pengetahuan mengenai
realitas dari sesuatu melalui jalan percobaan (eksperimen) .

Struktur metode ilmiah memiliki beberapa langkah sebagai berikut:

1. Memilih dan mendefinisikan masalah.


2. Survei terhadap data yang tersedia
3. Karakterisasi (pengamatan dan pengukuran)
4. Memformulasikan hipotesa (penjelasan teoritis yang merupakan dugaan atas hasil
pengamatan dan hasil pengukuran)
5. Membangun kerangka analisa serta alat-alat dalam menguji hipotesa.
6. Eksperimen (pengujian atas semua hal di atas)
7. Mengumpulkan data primair.
8. Mengolah, menganalisa serla membuat interpretasi.

8
9. Prediksi (deduksi logis dari hipotesis)
10. Evaluasi dan Pengulangan
11. Membual generalisasi dan kesimpulan.
12. Membuat Laporan.

 Karakterisasi

Metode ilmiah bergantung pada karakterisasi yang cermat atas subjek investigasi.
Dalam proses karakterisasi, ilmuwan mengidentifikasi sifat-sifat utama yang relevan
yang dimiliki oleh subjek yang diteliti. Selain itu, proses ini juga dapat melibatkan proses
penentuan (definisi) dan pengamatan; pengamatan yang dimaksud seringkali memerlukan
pengukuran dan/atau perhitungan yang cermat.

Proses pengukuran dapat dilakukan dalam suatu tempat yang terkontrol, seperti
laboratorium. Proses pengukuran sering memerlukan peralatan ilmiah khusus seperti
termometer, spektroskop, atau voltmeter, dan kemajuan suatu bidang ilmu biasanya
berkaitan erat dengan penemuan peralatan semacam itu. Hasil pengukuran secara ilmiah
biasanya ditabulasikan dalam tabel, digambarkan dalam bentuk grafik, atau dipetakan,
dan diproses dengan perhitungan statistika seperti korelasi dan regresi.

 Prediksi dari hipotesis

Hipotesis yang berguna akan memungkinkan prediksi berdasarkan deduksi. Prediksi


tersebut mungkin meramalkan hasil suatu eksperimen dalam laboratorium atau
pengamatan suatu fenomena di alam. Prediksi tersebut dapat pula bersifat statistik dan
hanya berupa probabilitas. Hasil yang diramalkan oleh prediksi tersebut haruslah belum
diketahui kebenarannya.
Jika hasil yang diramalkan sudah diketahui, hal itu disebut konsekuensi dan
seharusnya sudah diperhitungkan saat membuat hipotesis. Jika prediksi tersebut tidak
dapat diamati, hipotesis yang mendasari prediksi tersebut belumlah berguna bagi metode
bersangkutan dan harus menunggu metode yang mungkin akan datang. Sebagai contoh,
teknologi atau teori baru boleh jadi memungkinkan eksperimen untuk dapat dilakukan.

 Eksperimen
9
Setelah prediksi dibuat, hasilnya dapat diuji dengan eksperimen. Jika hasil
eksperimen bertentangan dengan prediksi, maka hipotesis yang sedak diuji tidaklah benar
atau tidak lengkap dan membutuhkan perbaikan atau bahkan perlu ditinggalkan. Jika
hasil eksperimen sesuai dengan prediksi, maka hipotesis tersebut boleh jadi benar namun
masih mungkin salah dan perlu diuji lebih lanjut.
Eksperimen tersebut dapat berupa eksperimen klasik di dalam laboratorium atau
ekskavasi arkeologis.Pencatatan juga akan membantu dalam reproduksi eksperimen.

 Evaluasi dan pengulangan

Proses ilmiah merupakan suatu proses yang iteratif, yaitu berulang. Pada langkah
yang manapun, seorang ilmuwan mungkin saja mengulangi langkah yang lebih awal
karena pertimbangan tertentu. Ketidakberhasilan untuk membentuk hipotesis yang
menarik dapat membuat ilmuwan mempertimbangkan ulang subjek yang sedang
dipelajari. Ketidakberhasilan suatu hipotesis dalam menghasilkan prediksi yang menarik
dan teruji dapat membuat ilmuwan mempertimbangkan kembali hipotesis tersebut atau
definisi subjek penelitian. Ketidakberhasilan eksperimen dalam menghasilkan sesuatu
yang menarik dapat membuat ilmuwan mempertimbangkan ulang metode eksperimen
tersebut, hipotesis yang mendasarinya, atau bahkan definisi subjek penelitian itu.

Dapat pula ilmuwan lain memulai penelitian mereka sendiri dan memasuki proses
tersebut pada tahap yang manapun. Mereka dapat mengadopsi karakterisasi yang telah
dilakukan dan membentuk hipotesis mereka sendiri, atau mengadopsi hipotesis yang
telah dibuat dan mendeduksikan prediksi mereka sendiri. Sering kali eksperimen dalam
proses ilmiah tidak dilakukan oleh orang yang membuat prediksi, dan karakterisasi
didasarkan pada eksperimen yang dilakukan oleh orang lain.

b. Dasar-dasar Metode Ilmiah


Agar suatu metode yang digunakan dalam suatu penelitian disebut dengan metode
ilmiah, maka ia harus memiliki beberapa hal, yaitu:
1) Berdasarkan fakta

10
Keteragan-keterangan yang ingin diperoleh dalam penelitian, baik yang akan
dikumpulkan dan yang dianalisis harus berdasarkan fakta-fakta, dan bukan merupakan
penemuan atau pembuktian yang berdasarkan pada daya khayal, kira-kira, legenda, atau
kegiatan sejenis.
2) Bebas dari prasangka
Metode ilmiah harus memiliki sifat bebas dari prasangka, bersih dan jauh dari
pertimbangan-pertimbangan subyektif. Menggunakan suatu fakta harus dengan alasan
atau bukti lengkap dan pembuktian yang obyektif.
3) Menggunakan prinsip analisis
Dalam memahami serta member arti terhadap fenomena yang kompleks harus
menggunakan prinsip analisis. Semua masalah harus dicari dan temukan sebab musabab
serta pemecahannya dengan menggunakan analisis yang logis. Fakta yang mendukung
tidaklah dibiarkan sebagaimana adanya atau hanya dibuat deskripsinya saja. Akan tetapi
semua kejadian harus dicari sebab akibat dengan menggunakan analisis yang tajam.
Perumusan masalah, antara lain dengan menyusun hipotesis
Hipotesa digunakan untuk memandu jalan pikiran kea rah tujuan yang ingin dicapai
sehingga hasil yang ingin diperoleh akan mengenai sasaran yang tepat.

4) Perumusan masalah, yaitu dengan menyusun hipotesis


Dalam metode ilmiah, peneliti harus dituntun dalam proses berfikir dengan menggunakan
analisis. Hipotesis harus ada untuk mengakumulasi permasalahan serta memadu jalan
fikiran kearah tujuan yang ingin dicapai sehingga hasil yang ingin deperoleh akan
mengenai sasaran dengan tepat. Hipotesis merupakan peganganyang khas dalam
menentukan jalan penilaian peneliti, hipotesa digunakan untuk memandu jalan pikiran
kea rah tujuan yang ingin dicapai sehingga hasil yang ingin diperoleh akan mengenai
sasaran yang tepat.
5) Menggunakan ukuran objektif
Kerja penelitian dan analisis harus dinyatakan dengan ukuran yang objektif. Ukuran tidak
boleh degan merasa-rasa atau menuruti hati nurani. Pertimbangan-pertimbangan harus
dibuat secara objektif dan dengan menggunakan pikiran yang sehat.
6) Menggunakan teknik kuantifikasi

11
Dalam memperlakukan data ukuran kuantitatif yang lazim harus digunakan, kecuali
untuk atribut-atribut yang tidak dapat dikuantifikasikan. Data yang didapat menggunakan
data ukuran kuantitatif, contoh ton, mm, ohm, kilogram, dan sebagainya. Tidak
menggunakan ukuran seperti sejauh mata memandang, sehitam aspal, dan
sebagainya.Kuantifikasi yang termudah adalah dengan menggunakan ukuran nominal,
ranking, dan rating.

c. Tujuan Mempelajari Metode Ilmiah


1. Untuk meningkatkan keterampilan, baik dalam menulis, menyusun, mengambil
kesimpulan maupun dalam menerapkan prinsip-prinsip yang ada.
2. Untuk mengorganisasikan fakta
3. Merupakan suatu pengejaran terhadap kebenaran yang diatur oleh pertimbangan-
pertimbangan logis
4. Untuk mencari ilmu pengetahuanyang dimulai dari penentuan masalah, pengumpulan
data yang relevan, analisis data dan interpretasi temuan,ddiakhiri dengan penarikan
kesimpulan
5. Mendapatkan pengetahuan ilmiah(yang rasional, yang teruji) sehingga merupakan
pengetahuan yang dapat diandalkan
d. Langkah-langkah Metode Penulisan Ilmiah
1. Masalah/Observasi awal: berawal dari adanya masalah yang dapat digali dari sumber
empiris dan teoritis, sebagai suatu aktivitas pendahuluan. Agar masalah ditemukan
dengan baik memerlukan fakta-fakta empiris dan di iringi dengan penguasaan materi
yang diperoleh dari mengkaji berbagai literature relevan.
2. Rumusan Masalah: Masalah yang ditemukan di formulasikan dalam sebuah rumusan
masalah, dan umumnya rumusan masalah disusun dalam bentuk pertanyaan
3. Pengajuan Hipotesis: Hipotesis merupakan suatu idea tau dugaan sementara tentang
penyelesaian masalah yang diajukan dalam proyek ilmiah. Hipotesis dirumuskan atau
dinyatakan sebelum penelitian yang seksama atas topic proyek ilmiah yang
dilakukan, karenanya kebenaran hipotesis ini perlu diuji lebih lanjut melalui
penelitian yang seksama. Yang perlu diingat, jika menurut hasil pengujian ternyata
hipotesis tidak benar bukan berarti penelitian ang dilakukan salah. Masalah yang

12
dirumuskan relevan dengan hipotesis yang diajukan. Hipotesis digali dari penelusuran
referensi teoritis dan mengkaji hasil-hasil penelitian sebelumnya.
4. Metode/Strategi Pendekatan Penelitian: Untuk Menguji Hipotesis maka peneliti
memilih metode/strategi/pendekatan/desain penelitian yang sesuai
5. Menyusun instrument penelitian/Melakukan eksperimen : langkah setelah
menentukan metode/strategi pendekatan, maka peneliti merancang instrument
penelitian sebagai alat pengumpulan data, misalnya angket, pedoman wawncara, atau
pedoman observasi,dan melakukan pengujian validitas dan reliabilitas instrument
agar instrument memang tepat dan layak untuk mengukur variabel penelitian.
Eksperimen dirancang dan dilakukan untuk menguji hipotesis yang diajukan.
Perhitungkan semua variable, yaitu semua yang berpengaruh pada eksperimen:
variabel bebas, variabel terikat dan variabel kontrol. Variabel bebas merupakan
variabel yang dapat diubah secara bebas, variabel terikat adalah variabel yang teliti,
yang perubahannya tergantung pada variabel bebas. Sedangkan variabel control
adalah variabel yang selama eksperimen dipertahankan tetap.
6. Mengumpulkan Data: Data penelitian dikumpulkan dengan instrument yang
kemudian dilakukan pengolahan dan analisis data dengan menggunakan alat-alat uji
statistik yang relevan dengan tujuan penelitian atau pengujian secara kualitatif
7. Simpulan: Langkah terakhir adalah membuat simpulan dari data yang dianalisis.
Kesimpulan proyek merupakan ringkasan hasil proyek eksperimen dan pernyataan
bagaimana hubungan antara hasil eksperimen dengan hipotesis. Alasan-alasan untuk
hasil eksperiment yang bertentangan dengan hipotesis termasuk didalamnya. Jika
dapat dilakukan, kesimpulan dapat diakhiri dengan memberikan pemikiran untuk
penelitian yang lebih lanjut. Melalui kesimpulan maka akan terjawab rumusan
masalah dan hipotesis yang diajukan dapat dibuktikan kebenarannya

B Ciri- Ciri Metode Ilmiah


Metode ilmiah adalah sistem yang digunakan oleh para ilmuwan untuk
mengeksplorasi data, menghasilkan dan menguji hipotesis, mengembangkan teori-teori
baru dan mengkonfirmasi atau menolak hasil sebelumnya.Metode Ilmiah memiliki ciri-
ciri keilmuan, yaitu :

13
 Bersifat kritis, analistis, artinya metode menunjukkan adanya proses yang tepat untuk
mengidentifikasi masalah danmenentukan metode untuk pemecahan masalah.
 Sistematik

Berarti suatu penelitian harus disusun dan dilaksanakan secara berurutan sesuai pola dan
kaidah yang benar, dari yang mudah dan sederhana sampai yang kompleks.

 Logis
Suatu penelitian dikatakan benar bila dapat diterima akal dan berdasarkan faktaempirik.
Pencarian kebenaran harus berlangsung menurut prosedur atau kaidah bekerjanya akal,
yaitu logika. Prosedur penalaran yang dipakai bisa prosedur induktif yaitu cara berpikir
untuk menarik kesimpulan umum dari berbagai kasus individual (khusus) atau prosedur
deduktif yaitu cara berpikir untuk menarik kesimpulan yang bersifat khusus dari
pernyataan yang bersifat umum.

 Empirik
Artinya suatu penelitian biasanya didasarkan pada pengalaman sehari-hari (fakta
aposteriori, yaitu fakta dari kesan indra) yang ditemukan atau melalui hasil coba-coba
yang kemudian diangkat sebagai hasil penelitian. Landasan penelitian empirik ada tiga
yaitu :
1) Hal-hal empirik selalu memiliki persamaan dan perbedaan (ada penggolongan
atau perbandingan satu sama lain).
2) Hal-hal empirik selalu berubah-ubah sesuai dengan waktu.
3) Hal-hal empirik tidak bisa secara kebetulan, melainkan ada penyebabnya (ada
hubungan sebab akibat)
 Bersifat obyektif, artinya dapat dicontoh oleh ilmuwan lain dalam studi yang sama
dengan kondisi yang sama pula. Bersifat konseptual, artinya proses penelitian dijalankan
dengan pengembangan konsep dan teori agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.

 Bersifat konseptual, artinya proses penelitian dijalankan dengan pengembangan konsep


dan teori agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.
 Replikatif
Artinya suatu penelitian yang pernah dilakukan harus diuji kembali oleh peneliti lain dan
harus memberikan hasil yang sama bila dilakukan dengan metode, kriteria, dan kondisi

14
yang sama. Agar bersifat replikatif, penyusunan definisi operasional variabel menjadi
langkah penting bagi seorang peneliti.

Ciri-ciri penelitian ilmiah adalah:

1. Purposiveness, fokus tujuan yang jelas


2. Rigor, teliti, memiliki dasar teori dan disain metodologi yang baik
3. Testibility, prosedur pengujian hipotesis jelas
4. Replicability, Pengujian dapat diulang untuk kasus yang sama atau yang sejenis;
5. Objectivity, Berdasarkan fakta dari data aktual : tidak subjektif dan emosional;
6. Generalizability, Semakin luas ruang lingkup penggunaan hasilnya semakin berguna;
7. Precision, Mendekati realitas dan confidence peluang kejadian dari estimasi dapat dilihat;
8. Parsimony, Kesederhanaan dalam pemaparan masalah dan metode penelitiannya.

C Sikap Ilmiah

Sikap Ilmiah adalah suatu sikap yang menerima pendapat orang lain dengan baik
dan benar yang tidak mengenal putus asa serta dengan ketekunan juga keterbukaan.
Sikap ilmiah merupakan sikap yang harus ada pada diri seorang ilmuwan atau akademisi
ketika menghadapi persoalan-persoalan ilmiah untuk dapat melalui proses penelitian
yang baik dan hasil yang baik pula. Sikap ilmiah ini perlu dibiasakan dalam berbagai
forum ilmiah, misalnya dalam seminar, diskusi, loka karya, sara sehan, dan penulisan
karya ilmiah.

Metode Ilmiah didasari oleh adanya sikap ilmiah. Sikap-sikap ilmiah tersebut meliputi :
a. Rasa ingin Tahu
b. Obyektif terhadap fakta.
c. Tidak tergesa-gesa mengambil kesimpulan bila belum cukup data yang mendukung
kesimpulan itu.
d. Berhati terbuka artinya menerima pandangan atau gagasan orang lain.
e. Tidak mencampur adukkan fakta dengan pendapat.
f. Bersikap hati-hati.
g. Sikap ingin menyelidiki atau keingintahuan (couriosity) yang tinggi.
15
h. Sikap menghargai karya orang lain.
i. Sikap tekun.
j. Sikap berani mempertahankan kebenaran.
k. Sikap menjangkau ke depan.

Syarat metode ilmiah Syarat-syarat Metode Ilmiah, diantaranya :


1. Obyektif, artinya pengetahuan itu sesuai dengan objeknya atau didukung metodik
fakta empiris.
2. Metodik, artinya pengetahuan ilmiah diperoleh dengan menggunakan cara-cara
tertentu yang teratur dan terkontrol.
3. Sistematik, artinya pengetahuan ilmiah itu tersusun dalam suatu sistem, tidak berdiri
sendiri, satu dengan yang lain saling berkaitan.
4. Universal, artinya pengetahuan tidak hanya berlaku atau dapat diamati oleh seseorang
atau beberapa orang saja tetapi semua orang melalui eksperimentasi yang sama akan
memperoleh hasil yang sama.
Kegunaan metode ilmiah Dengan adanya sikap dan metode ilmiah akan
menghasilkan penemuan-penemuan yang berkualitas tinggi dan dapat membantu
meningkatkan kesejahteraan manusia. Beberapa kegunaan metode ilmiah dalam kehidupan
manusia antara lain :
1. Membantu memecahkan permasalahan dengan penalaran dan pembuktian yang
memuaskan.
2. Menguji hasil penelitian orang lain sehingga diperoleh kebenaran yang objektif.
3. Memecahkan atau menemukan jawaban rahasia alam yang sebelumnya masih teka teki.

D Langkah – Langkah Metode Ilmiah

Metode ilmiah merupakan suatu prosedur (urutan langkah) yang harus dilakukan untuk
melakukan suatu proyek ilmiah (science project). Secara umum metode ilmiah meliputi langkah-
langkah berikut:

16
 Observasi Awal
 Mengidentifikasi Masalah
 Merumuskan atau Menyatakan Hipotesis
 Melakukan Eksperimen
 Menyimpulkan Hasil Eksperimen

1. Observasi awal:
Setelah topik yang akan diteliti dalam proyek ilmiah ditentukan, langkah pertama untuk
melakukan proyek ilmiah adalah melakukan observasi awal untuk mengumpulkan informasi
segala sesuatu yang berhubungan dengan topik tersebut melalui pengalaman, berbagai sumber
ilmu pengetahuan, berkonsultasi dengan ahli yang sesuai.

 Gunakan semua referensi: buku, jurnal, majalah, koran, internet, interview, dll
 Kumpulkan informasi dari ahli: instruktur, peneliti, insinyur, dll
 Lakukan eksplorasi lain yang berhubungan dengan topik.

2. Mengidentifikasi masalah:
Permasalahan merupakan pertanyaan ilmiah yang harus diselesaikan. Permasalahan dinyatakan
dalam pertanyaan terbuka yaitu pertanyaan dengan jawaban berupa suatu pernyataan, bukan
jawaban ya atau tidak. Sebagai contoh: Bagaimana cara menyimpan energi surya di rumah?

 Batasi permasalahan seperlunya agar tidak terlalu luas.


 Pilih permasalahan yang penting dan menarik untuk diteliti.
 Pilih permasalahan yang dapat diselesaikan secara eksperimen.

3. Merumuskan atau menyatakan hipotesis:


Hipotesis merupakan suatu ide atau dugaan wsementara tentang penyelesaian masalah yang
diajukan dalam proyek ilmiah. Hipotesis dirumuskan atau dinyatakan sebelum penelitian yang
seksama atas topik proyek ilmiah dilakukan, karenanya kebenaran hipotesis ini perlu diuji lebih
lanjut melalui penelitian yang seksama. Yang perlu diingat, jika menurut hasil pengujian ternyata
hipotesis tidak benar bukan berarti penelitian yang dilakukan salah.

 Gunakan pengalaman atau pengamatan lalu sebagai dasar hipotesis


 Rumuskan hipotesis sebelum memulai proyek eksperimen

4. Melakukan Eksperimen:

17
Eksperimen dirancang dan dilakukan untuk menguji hipotesis yang diajukan. Perhitungkan
semua variabel, yaitu semua yang berpengaruh pada eksperimen. Ada tiga jenis variabel yang
perlu diperhatikan pada eksperimen: variabel bebas, variabel terikat, dan variabel kontrol.
Varibel bebas merupakan variabel yang dapat diubah secara bebas. Variabel terikat adalah
variabel yang diteliti, yang perubahannya bergantung pada variabel bebas. Variabel kontrol
adalah variabel yang selama eksperimen dipertahankan tetap.

 Usahakan hanya satu variabel bebas selama eksperimen


 Pertahankan kondisi yang tetap pada variabel-variabel yang diasumsikan konstan
 Lakukan eksperimen berulang kali untuk memvariasi hasil.
 Catat hasil eksperimen secara lengkap dan seksama.

5. Menyimpulkan hasil eksperimen:


Kesimpulan proyek merupakan ringkasan hasil proyek eksperimen dan pernyataan bagaimana
hubungan antara hasil eksperimen dengan hipotesis. Alasan-alasan untuk hasil eksperimen yang
bertentangan dengan hipotesis termasuk di dalamnya. Jika dapat dilakukan, kesimpulan dapat
diakhiri dengan memberikan pemikiran untuk penelitian lebih lanjut.
Jika hasil eksperimen tidak sesuai dengan hipotesis:

 Jangan ubah hipotesis


 Jangan abaikan hasil eksperimen
 Berikan alasan yang masuk akal mengapa tidak sesuai
 Berikan cara-cara yang mungkin dilakukan selanjutnya untuk menemukan penyebab
ketidaksesuaian
 Bila cukup waktu lakukan eksperimen sekali lagi atau susun ulang eksperimen.

E Jenis-Jenis Dasar-Dasar Penelitian

a. Penelitian Kuantitatif
1. Definisi Penelitian Kuantitatif
Kasiram (2008: 149) dalam bukunya Metodologi Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif,
mendifinisikan penelitian kuantitatif adalah suatu proses menemukan pengetahuan yang
menggunakan data berupa angka sebagai alat menganalisis keterangan mengenai apa
yang ingin diketahui.

18
2. Asumsi Penelitian Kuantitatif
Penelitian kuantitatif didasarkan pada asumsi sebagai berikut (Nana Sudjana dan
Ibrahim, 2001; Del Siegle, 2005, dan Johnson, 2005).
a. Bahwa realitas yang menjadi sasaran penelitian berdimensi tunggal, fragmental, dan
cenderung bersifat tetap sehingga dapat diprediksi.
b. Variabel dapat diidentifikasi dan diukur dengan alat-alat yang objektif dan baku.
3. Karakeristik Penelitian Kuantitatif
Karakteristik penelitian kuantitatif adalah sebagai berikut (Nana Sudjana dan
Ibrahim, 2001 : 6-7; Suharsimi Arikunto, 2002 : 11; Johnson, 2005; dan Kasiram 2008:
149-150) :
a. Menggunakan pola berpikir deduktif (rasional – empiris atau top-down), yang
berusaha memahami suatu fenomena dengan cara menggunakan konsep-konsep
yang umum untuk menjelaskan fenomena-fenomena yang bersifat khusus.
b. Logika yang dipakai adalah logika positivistik dan menghundari hal-hal yang
bersifat subjektif.
c. Proses penelitian mengikuti prosedur yang telah direncanakan.
d. Tujuan dari penelitian kuantitatif adalah untuk menyususun ilmu nomotetik yaitu
ilmu yang berupaya membuat hokum-hukum dari generalisasinya.

4. Tipe-tipe Penelitian Kuantitatif


Dalam melakukan penelitian, peneliti dapat menggunakan metoda dan rancangan
(design) tertentu dengan mempertimbangkan tujuan penelitian dan sifat masalah yang
dihadapi. Berdasarkan sifat-sifat permasalahannya, penelitian kuantitatif dapat dibedakan
menjadi beberapa tipe sebagai berikut (Suryabrata, 2000 : 15 dan Sudarwan Danim dan
Darwis, 2003 : 69 – 78).
a. Penelitian deskriptif
b. Penelitian korelational
c. Penelitian kausal komparatif
d. Penelitian tindakan
e. Penelitian perkembangan

19
f. Penelitian eksperimen

5. Metode Penelitian Kuantitatif


Metode yang dipergunakan dalam penelitian kuantitatif, khusunya kuantitatif
analitik adalah metode dedutif. Dalam metoda ini teori ilmiah yang telah diterima
kebenarannya dijadikan acuan dalam mencari kebenaran selanjutnya. Jujun S.
Suriasumantri dalam bukunya Ilmu dalam Perspektif Moral, Sosial, dan Politik (2000:
6) menyatakan bahwa pada dasarnya metoda ilmiah merupakan cara ilmu memperoleh
dan menyusun tubuh pengetahuannya berdasarkan : a) kerangka pemikiran yang
bersifat logis dengan argumentasi yang bersifat konsisten dengan pengetahuan
sebelumnya yang telah berhasil disusun; b) menjabarkan hipotesis yang merupakan
deduksi dari kerangka pemikiran tersebut; dan c) melakukan verifikasi terhadap
hipotesis termaksud untuk menguji kebenaran pernyataannya secara faktual.
Selanjutnya Jujun menyatakan bahwa kerangka berpikir ilmiah yang berintikan
proses logico-hypothetico-verifikatif ini pada dasarnya terdiri dari langkah-langkah
sebagai berikut (Suriasumantri, 2005 : 127-128).
a. Perumusan masalah, yang merupakan pertanyaan mengenai objek empiris yang jelas
batas-batasnya serta dapat diidentifikasikan faktor-faktor yang terkait di dalamnya.
b. Penyusunan kerangka berpikir dalam penyusunan hipotesis yang merupakan
argumentasi yang menjelaskan hubungan yang mungkin terdapat antara berbagai
faktor yang saling mengait dan membentuk konstelasi permasalahan. Kerangka
berpikir ini disusun secara rasional berdasarkan premis-premis ilmiah yang telah
teruji kebenarannya dengan memperhatikan faktor-faktor empiris yang relevan
dengan permasalahan.
c. Perumusan hipotesis yang merupakan jawaban sementara atau dugaan terhadap
pertanyaan yang diajukan yang materinya merupakan kesimpulan dari dari kerangka
berpikir yang dikembangkan.
d. Pengujian hipotesis yang merupakan pengumpulan fakta-fakta yang relevan dengan
hipotesis, yang diajukan untuk memperlihatkan apakah terdapat fakta-fakta yang
mendukung hipoteisis tersebut atau tidak.

20
b. Metode Penelitian Kualitatif
1. Definisi Kualitatif

Metode penelitian kualitatif adalah sebuah metode yang fokus terhadap asumsi
berdasarkan fakta. Sebuah penelitian kualitatif meyakini bahwa kebenaran itu dinamis,
dan dapat dicari tau dengan menelaah orang-orang terkait interaksinya dengan situasi.
Ada lima ciri pokok karakteristik metode penelitian kualitatif yaitu:
Menggunakan lingkungan alamiah sebagai sumber data.

Pada penelitian dengan pendekatan kualitatif, fokus masalah penelitian menuntut


peneliti melakukan pengkajian secara sistematik, mendalam, dan bermakna sebagaimana
ditegaskan oleh Burgess berikut ini. “Dalam penelitian kualitatif, semua investigator atau
peneliti memfokuskan diri pada permasalahan yang dikaji, dengan dipandu oleh kerangka
konseptual atau teoritis” (Sudarwan Danim dan Darwis, 2003 : 262).

2. Sifat-Sifat Penelitian Kualitatif


a. Bersifat deskriptif analitik,Maksudnya adalah data yang diperoleh dari lapangan
(berupa catatan lapangan, hasil wawancara dan analisis dokumen) tidak ditungakan
dan dianalisis dalam bentuk angka. Tekanan pada proses bukan hasil.
b. Bersifat induktif
Maksudnya adalah penelitian dengan metode ini tidak dimulai dari belakang meja,
dari dedukasi tori, melainkan dimulai dari ditemukannya fakta fenomena dilapangan.
c. Mengutamakan makna
Makna suatu peristiwa yang di jadikan objek penelitian adalah hal utama dalam
penelitian ini.

F Manfaat dan tujuan menulis metode ilmiah

Tujuan Metode Ilmiah


Tujuan metode ilmiah adalah untuk mendapatkan pengetahuan ilmiah (yang rasional dan
teruji) sehingga merupakan pengetahuan yang dapat diandalkan. Selain itu metode ilmiah
bertujuan untuk :

1. Mengorganisasikan suatu fakta

21
2. Dapat mengaitkan fakta-fakta yang menjadi kajian
3. Merupakan suatu pengejaran terhadap kebenaran yang diatur oleh pertimbangan-
pertimbangan logis.

Manfaat Menulis Ilmiah

1. Melatih berpikir tertib dan teratur karena menulis ilmiah harus mengikuti tata cara
penulisan yang sudah ditentukan prosedur tertentu, metode dan teknik, aturan / kaidah
standar, disajikan teratur, runtun dan tertib.
2. Menulis ilmiah memerlukan literatur, buku-buku ilmiah, kamus, ensiklopedia yang
disusun tertib.
3. Oleh sebab pada hakikatnya sebuah karangan ilmiah ialah laporan tentang kebenaran
yang diperoleh dari hasil penelitian di lapangan.
4. Karena dalam karya ilmiah ada organ yang disebut bab pembahasan yang berfungsi
menganalisis, memecahkan dan menjawab setiap permasalahan sampai tuntas hingga
ditemukannya jawaban berupa karya ilmiah.
5. Karena dalam karya ilmiah ada orang yang disebut bab landasan teori atau kerangka
teoritis yang berfungsi memaparkan teori-teori para ahli seta mengomentari atau
mengkritiknya untuk mendukung dan memperkuat argumen penulis.
6. Bahasa komunikatif ilmiah memiliki syarat :

a. harus jelas = harus bermakna tunggal tidak boleh ambigu


b. penempatan gatra (unsur fungsional dalam kalimat) harus lengkap dan dan tepat
c. diksi atau pilihan kata harus tepat.

BAB IV

PENUTUP

A. KESIMPULAN
Berdasarkan uraian diatas, maka hal yang dapat penulis simpulkan adalah sebagai
berikut:
1. Metode ilmiah (Scientific Method)adalah metode atau cara tertentu dalam melakukan
kajian untuk mendapatkan pengetahuan mengenai realitas dari sesuatu melalui jalan
percobaan (eksperimen).
22
2. Metode ilmiah adalah sistem yang digunakan oleh para ilmuwan untuk
mengeksplorasi data, menghasilkan dan menguji hipotesis, mengembangkan teori-
teori baru dan mengkonfirmasi atau menolak hasil sebelumnya.Metode Ilmiah
memiliki ciri-ciri keilmuan, yaitu Sistematik, Logis, Empirik, Reflikatif
3. Sikap-sikap ilmiah tersebut meliputi : Rasa ingin Tahu, Obyektif terhadap fakta,
Tidak tergesa-gesa mengambil kesimpulan bila belum cukup data yang mendukung
kesimpulan itu, Berhati terbuka artinya menerima pandangan atau gagasan orang
lain, Tidak mencampur adukkan fakta dengan pendapat, Bersikap hati-hati, Sikap
ingin menyelidiki atau keingintahuan (couriosity) yang tinggi.
Sikap menghargai karya orang lain, Sikap tekun, Sikap berani mempertahankan
kebenaran, Sikap menjangkau ke depan.
4. Jenis Penelitian terbagi menjadi dua yaitu Penelitian Kualitatif, dan Penelitian
Kuantitatif.

B. SARAN
Dengan adanya kepustakaan dan referensi ini, diharapkan tidak ada lagi plagiator dan
semua yang ditulis dalam karya ilmiah benar-benar original dan hasil karya sendiri.

23
DAFTAR PUSTAKA

Azwar, S. (2009). Metode Penelitian. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

http://wikipedia.org/wiki/Metode_ilmiah.diakses pada tanggal 17 April 2016 pukul 12.20 WIB.

http://Metode ilmiah/Pengertian Dan Hakikat Metode Ilmiah Menurut Ahli - Pengertian-


Pengertian Dan Info.html. diakses pada tanggal 17 April 2016 pukul 13.15 WIB

John W. Creswell. 2010. Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar. w

Johnson, R. Burke. (2005) “Educatioal Research : Quantitative and Qualitative” Internet :


www.south.edu/coe/bset/johnson .

Nazir, M. 2005. Metode Penelitian. Bogor : Ghalia Indonesia.

Sastroasmoro, S. (2002). Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Klinis Edisi ke-2. Jakarta : CV.
Sagung Seto.

Sudarwan Danim dan Darwis. (2003). Metode Penelitian : Prosedur, Kebijakan, dan Etik.
Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Sudjana, Nana dan Ibrahim. (2001). Penelitian dan Penilaian Pendidikan. Bandung : Sinar Baru
Algensindo.

Suharsimi, Arikunto. (2002). Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : Rineka
Cipta.

Sumadi Suryabrata. (2000). Metodologi Penelitian. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.

Wilson, Edgar Bright.1952. An Introduction to Scientific Research. New York: Dover


Publications,Inc.

24

Anda mungkin juga menyukai