Anda di halaman 1dari 2

Ada 3 sistem yang terdapat dalam stuktur kepribadian manusia, yaitu : 1.

Id (aspek biologis) Adalah sumber segala energi psikis. Id merupakan dunia batin yang berisikan hal-hal yang di bawa sejak lahir (unsur-unsur biologis), merupakan bagian dari alam tidak sadar. Karena id adalah sistem adalah sistem yang tidak di sadari, maka semua ciri ketidak sadaran berlaku buat id : amoral, tidak terpengaruh waktu, tidak memperdulikan realitas, tidak menyensor diri sendiri dan bekerja atas prinsip kesenangan (pleasure principle). Tetapi karena sifatnya yang tidak memperdulikan realitas, padahal objek yang di perlukan untuk memenuhi impuls-impuls dari id terletak dalam realitas, maka id memerlukan sisitem yang dapat menghubungkannya dengan realitas. Oleh karena itu tumbuh sistem baru yaitu ego. Contoh : ketika seseorang tidak memiliki uang maka dia akan berusaha untuk mendapatkan uang agar di merasa puas/senang (pleasure principle). 2. Ego Merupakan hasil interaksi individu dengan lingkungannya. Sumber energi ego berasal dari id. Tetapi dalam perkembangan selanjutnya ego akan berdiri sendiri, terpisah dari id. Fungsi utama ego adalah menghadapi realitas dan menerjemahkan untuk id. Karena itu di katakan bahwa ego berfungsi atas dasar prinsip realitas (reality principle). Di samping bekerja atas dasar prinsip realitas, ego juga beroperasi atas dasar proses berfikir sekunder. Jadi dalam mengintepretasikan realitas, ego menggunakan logika. Selain itu persepsi dan kognisi merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses sekunder tersebut. Contoh : seseorang yang ingin mendapatkan uang maka ia akan berfikir apa yang dapat di lakukan sehingga dapat memperoleh uang yaitu bekerja (reality principle) 3. Super ego Merupakan aspek sosiologis dari kepribadian / aspek moral. Super ego merupakan perkembangan dari ego yang pada suatu saat melepaskan diri dari ego. Sifat super ego sama dengan id, dalam arti tidak terpengaruh waktu dan tempat, tidak mempunyai sensor diri serta memiliki energi sendiri. Ia pun mengbaikan realitas. Akan tetapi super ego memiliki fungsi yang bertentangan dengan id. Fungsi dari super ego adalah menentukan sesuatu itu benar atau salah, susila atau tidak, dengan demikian pribadi dapat bertindak

sesuai dengan moral masyarakat. karena itu, super ego memiliki prinsip identifikasi (identification principle). Juga dapat di katakan super ego berprinsip mencari kesempurnaan di bandingkan id yang berprinsip mencari kesenangan. Contoh : dalam perasaan yang ambivalen yang terdapat pada anak laki-laki terhadap ayahnya atau anak perempuan terhadap ibunya, yaitu pertentangan antara perasaan benci dan cinta, takut dan kagum, ingin meniru dan ingin mengingkari, terjadilah penerapan nilai-nilai orang tua ke jiwa anak.