MAKALAH PESTISIDA DAN TEKNIK APLIKASI
‘PESTISIDA ALAMI’
Disusun Oleh:
Nama: Irania Melani Zulka Nasution
NPM : 2104130048
Prodi : Agreoteknologi
Dosen Pengampu :
Suryanto S.P_Anggota Parlemen
PROGRAM STUDI AGREOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS MUHAMMADDIYAH TAPANULI SELATAN
2022
DAFTAR ISI
BAB I.......................................................................................................................3
PENDAHULUAN...................................................................................................3
1.1 Latar Belakang..........................................................................................3
1.2 Rumusan Masalah.....................................................................................3
1.3 Tujuan Penulisan.......................................................................................3
BAB II......................................................................................................................4
PEMBAHASAN......................................................................................................4
2.1 Pengertian Pestisida Alami (Nabati).........................................................4
2.2 Jenis-Jenis Pestisida Alami.......................................................................4
2.3 Contoh Pestisida Alami.............................................................................4
2.4 Dampak Positif (Kelebihan) Pestisida Alami............................................5
2.5 Dampak Negatif (Kekurangan) Pestisida Alami.......................................6
BAB III....................................................................................................................8
PENUTUP................................................................................................................8
3.1 Simpulan....................................................................................................8
3.2 Saran..........................................................................................................8
DAFTAR PUSTAKA..............................................................................................9
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pestisida organik merupakan ramuan obat-obatan untuk mengendalikan hama
dan penyakit tanaman yang dibuat dari bahan-bahan alami. Bahan-bahan untuk
membuat pestisida organik diambil dari tumbuhan-tumbuhan, hewan dan
mikroorganisme. Karena dibuat dari bahan-bahan yang terdapat di alam bebas,
pestisida jenis ini lebih ramah lingkungan dan lebih aman bagi kesehatan manusia.
Bila dibandingkan dengan pestisida kimia, pestisida organik mempunyai
beberapa kelebihan. Pertama, lebih ramah terhadap alam, karena sifat material
organik mudah terurai menjadi bentuk lain. Sehingga dampak racunnya tidak
menetap dalam waktu yang lama di alam bebas. Kedua, residu pestisida organik
tidak bertahan lama pada tanaman, sehingga tanaman yang disemprot lebih aman
untuk dikonsumsi. Ketiga, dilihat dari sisi ekonomi penggunaan pestisida organik
memberikan nilai tambah pada produk yang dihasilkan. Produk pangan non-
pestisida harganya lebih baik dibanding produk konvensional. Selain itu,
pembuatan pestisida organik bisa dilakukan sendiri oleh petani sehingga
menghemat pengeluaran biaya produksi. Keempat, penggunaan pestisida organik
yang diintegrasikan dengan konsep pengendalian hama terpadu tidak akan
menyebabkan resistensi pada hama.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas rumusan maslah dari makalah ini
adalah sebagai berikut:
1. Apa pengertian dari pestisida alami ?
2. Apa Jenis-jenis dan Contoh pestisida alami ?
3. Apa dampak positif dan negatif dari pestisida alami ?
1.3 Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah di atas rumusan maslah dari makalah ini
adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui Pengertian dari pestisida alami
2. Mengetahui Jenis-jenis dan contoh pestisida alami
3. Mengetahui dampak positif dan negatif dari pestisida alami
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Pestisida Alami (Nabati)
Pestisida nabati adalah pestisida atau racun yang terbuat dari bagian tumbuhan
seperti akar, daun, bunga, buah dll yang mengandung senyawa bioaktif seperti
alkaloid, terpenoid, fenolik dan zat kimia lainnya. Senyawa bioaktif tersebut
apabila diaplikasikan tidak akan mempengaruhi tanaman baik proses fotosintesis
maupun secara fisiologis dari tanaman, namun akan berpengaruh terhadap
keseimbangan hormon, sistem saraf, reproduksi, perilaku berupa penarik, amjti
makan dan sistempernafasan dari OPT atau Organisme pengganggu tanaman.
Pestisida nabati adalah pestisida yang berasal dari bahan-bahan alami, oleh
karenanya pestisida nabati disebut juga dengan pestisida alami. Racun hama ini
dapat dibuat oleh petani secara mandiri dengan memanfatkan tanaman-tanaman
tertentu yang tersedia di sekitar lingkungan.
Pestisida alami merupakan pemecahan jangka pendek untuk mengatasi
masalah hama dengan cepat. Pestisida alami harus menjadi bagian dari sistem
pengendalian hama terpadu, dan hanya digunakan bila diperlukan (tidak
digunakan jika tidak terdapat hama yang merusak tanaman).
2.2 Jenis-Jenis Pestisida Alami
Sekarang terdapat 3 sumber insektisida alami yang penting dan memiliki
prospek yang baik untuk dikembangkan lebih lanjut, yaitu: - tumbuhan - mikro-
organisme tanah (Streptomyces avermitilis dan Saccharopolyspora spinosa) -
organisme laut (cacing laut Lumbriconereis heteropoda dan bunga karang
Theonella swinhoei).
Sebelum insektisida sintetik banyak digunakan, ada 3 jenis insektisida dari
tumbuhan (insektisida botani) yang telah diproduksi secara komersial dan
digunakan secara luas untuk pengendalian hama di berbagai bagian dunia, yaitu
1. Sediaan berbahan aktif:- piretrin dari bunga Chrysanthemum
cinerariafolium(piretrum)-
2. Nikotin dari daun Nicotiana spp (tembakau dankerabatnya)-
3. Rotenon dari akar Derris spp. (tuba dan kerabatnya).
2.3 Contoh Pestisida Alami
Beberapa contoh tanaman dari keluarga Annonaceae dan Meliaceae dapat
digunakan sebagai pestisida alami. Berikut ini ringkasan beberapa jenis dan
bagian tanaman yang dilaporkan dapat digunakan sebagai racun hama alami.
1. Senyawa nikotin dari tanaman tembakau
2. Phyretrum (bunga piretrum)
3. Deris
4. Akartuba
5. Kampher
6. Selasih
7. Jeringau
8. Daun keningkir
9. Biji lada
10. Biji tanaman sabaddilla
11. Akar batang tanaman ryania
12. Ekstrak biji srikaya
13. Ekstrak biji sirsak
14. Ekstrak daun mindi
15. Ekstrak biji dan daun nimba
16. Ekstrak daun culan
2.4 Dampak Positif (Kelebihan) Pestisida Alami
Menurut Stoll (1995) dibandingkan dengan pestisida sintetik pestisida nabati
mempunyai sifat yang lebih menguntungkan yaitu:
1. Mengurangi resiko hama mengembangkan sifat resistensi
2. Tidak mempunyai dampak yang merugikan bagi musuh alami hama
3. Mengurangi resiko terjadinya letusan hama kedua,
4. Mengurangi bahaya bagi kesehatan manusia dan ternak,
5. Tidak merusak lingkungan dan persediaan air tanah dan air permukaan,
6. Mengurangi ketergantungan petani terhadap agrokimia dan
7. Biaya dapat lebih murah.
Beberapa keuntungan menggunakan pestisida alami, yaitu:
1. Biodegradable
Sifat biopdegradasinya yang mudah terurai atau mudah terdegradasi di alam
menjadi keunggulan produk ini. Bahan-bahan yang yang terkandung dalam
pestisida nabati memiliki sifat persistensi yang singkat.
2. Pencemaran
Salah satu alasan digunakannya pestisida nabati adalah pencemaran lingkungan
yang berpotensi ditimbulkan oleh racun sintetis. Pestisida ini, jauh lebih ramah
lingkungan sehingga tidak menimbulkan permasalahan lingkungan.
3. Safety
Keuntungan lainnya adalah aman terhadap manusia, baik itu orang yang
menggunakan atau mengaplikasikan di lahan pertanian, warga sekitar, konsumen
produk pertanian, selain itu juga aman terhadap makhluk hidup lainnya.
4. Dapat Dibuat Sendiri
Keuntungan yang cukup berarti bagi petani adalah pestisida alami bisa dibuat
secara mandiri. Beberapa jenis pestisida nabati dapat dibuat sendiri oleh petani
dengan memanfaatkan beberapa tanaman yang ada di lingkungan sekitar.
2.5 Dampak Negatif (Kekurangan) Pestisida Alami
Menurut Martono (1997) kelemahan pestisida nabati yang perlu kita ketahui
antara lain:Bahan nabati kurang stabil mudah terdegradasi oleh pengaruh fisik,
kimia maupun biotik dari lingkungannyaKebanyakan senyawa organik nabati
tidak polar sehingga sukar larut di air karena itu diperlukan bahan
pengemulsiBahan nabati alami juga terkandung dalam kadar rendah, sehingga
untuk mencapai efektivitas yang memadai diperlukan jumlah bahan tumbuhan
yang banyak menjadi kendala pengembangannya lebih lanjutKesulitan
menentukan dosis, kandungan kadar bahan aktif di bahan nabati yang diperlukan
untuk pelaksanaan pengendalian di lapangan, sehingga hasilnya sulir
diperhitungkan sebelumnya
Meskipun memiliki beberapa kelebihan yang menguntungkan, pestisida alami
memiliki beberapa kelemahan, diantaranya yaitu:
1. Kecepatan
Pestisida ini tidak dapat secara langsung mematikan target hama.
2. Efektivitas
Tingkat keefektifannya bergantung dengan bahan yang digunakan. Selain itu
efek residu yang pendek berarti efektivitasnya terbatas.
3. Persistensi Singkat
Kemampuan senyawa pestisida untuk tetap tinggal atau bertahan sangat
singkat, sehingga pengaplikasiannya harus dilakukan berulang-ulang. Hal ini
menyebabkan pestisida ini kurang praktis. Dalam perhitungan cost (biaya) bisa
jadi juga lebih mahal biayanya.
4. Jumlah Bahan
Jumlah raw material atau bahan baku yang dibutuhkan sangat besar, terlebih
jika hendak dilakukan ekstraksi.
BAB III
PENUTUP
3.1 Simpulan
Pestisida nabati adalah pestisida yang berasal dari bahan-bahan alami, oleh
karenanya pestisida nabati disebut juga dengan pestisida alami. Racun hama ini
dapat dibuat oleh petani secara mandiri dengan memanfatkan tanaman-tanaman
tertentu yang tersedia di sekitar lingkungan.
Ada 3 jenis insektisida dari tumbuhan (insektisida botani).
1. Sediaan berbahan aktif:- piretrin dari bunga Chrysanthemum
cinerariafolium(piretrum)-
2. Nikotin dari daun Nicotiana spp (tembakau dankerabatnya)-
3. Rotenon dari akar Derris spp. (tuba dan kerabatnya).
3.2 Saran
Untuk penulis selanjutnya semoga dapat mengkaji lebih dalam mengenai
materi yang di sampaikan melalui jurnal-jurnal yang terpercaya.
DAFTAR PUSTAKA
Akarisida, Http://Indoagropedia.Pertanian.Go.Id/Books/Akarisida- Diakses 10
Oktober 2022 Pukul 16.27
Edy Supriyo, Isti Pujihastuti, Rtd Wisnu Broto, Fahmi Arifan.2020. Uji Efikasi
Formulasi Rodentisida Cair Dengan Bahan Aktif Permentrin Dan
Malathion Pada Tikus Sawah, Tikus Rumah Dan Tikus Pohon Dalam
Mencegah Penyakit Leptospirosis. Gema Teknologi. Vol. 20 No. 4
Jenis-Jenis Pestisida, Https://Www.Erlangga.Co.Id/Materi-Belajar/Smp/7870-Jenis-
Jenis-Pestisida.Html Diakses 10 Oktober 2022 Pukul 16.27
Klaus G. 2006. Theorie Der Medizinischen Fußbehandlung 1: Ein Fachbuch Für
Podologie. 3. Auflage. Verlag Neuer Merkur Gmbh.
Madigan Et Al. 2011. Brock Biology Of Microorganisms. New York: Pearson.
Pengertian Moluskisida, Fungsi, Dan Contohnya,
Https://Dosenpertanian.Com/Pengertian-Moluskisida/ Diakses 10 Oktober
2022 Pukul 16.27
Reagan. "Apa Itu Herbisida Dan Apa Saja Fungsinya? | Kitacerdas.Com" (Dalam
Bahasa Inggris). Diakses Tanggal 2020-11-29.
Schopfer Dan Brennicke (2005). Pflanzenphysiologie. Spektrum. Muenchen.